Anda di halaman 1dari 4

OBAT BATUK EKSPEKTORAN

Ekspektoran meningkatkan pembersihan mukus dari saluran bronkus. Satu-satunya


preparat yang paling efektif adalah air, terutama pada pasien dehidrasi. Karena itu
anjurkan pasien asma untuk minum sebanyak mungkin karena hal ini akan mencegah
pengeringan mukus. Pada asma berat, setelah terapi inhalasi dengan bronkodilator dapat
dilanjutkan dengan cairan NaCl 0,9% memakai nebulizer selama 20-30 menit, 3-4 kali
sehari. Manfaat obat ekspektoran dan mukolitik tergantung dari masukan air yang
adekuat. Obat yang terdapat di pasaran pada saat ini misalnya gliseril guaiakolat, iodida,
asetilsistein, bromheksin, dan ambroksol.

EkspektoranEkspektoran adalah obat yang dapat merangsang pengeluaran dahak dari


saluran pernafasan. Ekspektoran bekerja dengan cara merangsang selaput lendir lambung dan
selanjutnya secara refleks memicu pengeluaran lendir saluran nafas sehingga menurunkan
tingkat kekentalan dan mempermudah pengeluaran dahak. Obat ini juga merangsang
terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak. Yang termasuk ke dalam golongan obat
ini adalah Glyceril Guaiacolate, Ammonium Klorida, Succus liquiritae dan lain-lain.
MukolitikMukolitik adalah obat batuk berdahak yang bekerja dengan cara membuat
hancur bentuk dahak sehingga dahak tidak lagi memiliki sifat-sifat alaminya. Mukolitik
bekerja dengan cara menghancurkan benang-benang mukoprotein dan mukopolisakarida dari
dahak. Sebagai hasil akhir, dahak tidak lagi bersifat kental dan dengan begitu tidak dapat
bertahan di tenggorokan lagi seperti sebelumnya. Membuat saluran nafas bebas dari dahak.

Ambroxol

Ambroxol, yang berefek mukokinetik dan sekretolitik, dapat mengeluarkan lendir yang kental
dan lengket dari saluran pernafasan dan mengurangi staknasi cairan sekresi. Pengeluaran lendir
dipermudah sehingga melegakan pernafasan. Sekresi lendir menjadi normal kembali selama
pengobatan dengan Ambril. Baik batuk maupun volume dahak dapat berkurang secara bermakna.
Dengan demikian cairan sekresi yang berupa selaput pada permukaan mukosa saluran pernafasan
dapat melaksanakan fungsi proteksi secara normal kembali. Penggunaan jangka panjang
dimungkinkan karena preparat ini mempunyai toleransi yang baik.

Indikasi :Gangguan saluran pernafasan sehubungan dengan sekresi bronkial yang


abnormal baik akut maupun kronis, khususnya pada keadaan-keadaan eksaserbasi dari
penyakit-penyakit bronkitis kronis, bronkitis asmatis, asma bronkial.
Dosis pemakaian:Bila tidak dianjurkan lain oleh dokter, anjuran pemakaian untuk anak
berdasarkan jumlah dosis perhari yaitu 1,2 1,6 mg Ambroxol HCI per kg berat badan.

Tablet :

Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun tablet 3 kali sehari.


Anak-anak antara 5-12 tahun 1/2 tablet 3 kali sehari.

pada pemakaian jangka panjang dosis pemberian sebaiknya dikurangi menjadi 2 kali sehari.Tablet
sebaiknya ditelan sesudah makan bersama sedikit air.

Sirup :

Anak-anaks/d 2 tahun 2,5 ml (V; sendok takaran), 2 kali sehari


Anak-anak2-5 tahun 2,5 ml (V2 sendok takaran), 3 kali sehari.
Anak-anakdi atas 5 tahun 5ml{ 1 sendok takaran), 2- 3 kali sehari.
Dewasa 10 ml (2 sendok takaran), 3 kali sehari.

Takaran pemakaian di atas cocok untuk pengobatan gangguan saluran pernafasan akut dan untuk
pengobatan awal pada keadaan kronis sampai 14 hari. Pada pemakaian lebih lama takaran
pemakaian bisa diturunkan menjadi separuhnya. Sirup sebaiknya diminum sesudah makan.

Interaksi Obat Penggunaan Ambroxol dapat meningkatkan kerja atau efektivitas dari antibiotik
karena dapat dikatakan jika mukus semakin cepat dan mudah untuk dikeluarkan,maka bakteri
atau virus penyebab penyakit yang terjerat pada mukus juga akandikeluarkan

Pada studi preklinis tidak menunjukkan adanya efek yang mengkhawatirkan, akan tetapi
keamanan pemakaian pada wanita hamil/menyusui belum diketahui dengan pasti. Meskipun
demikian, seperti halnya dengan penggunaan obat-obat lain, pemakaian pada kehamilan trimester
I harus hati-hati.

Efek samping :

Ambrixol umumnya mempunyai toleransi yang baik. Efek samping ringan pada saluran
pencernaan pernah dilaporkan walaupun jarang. Reaksi alergi jarang terjadi, beberapa pasien
yang alergi tersebut juga menunjukkan reaksi alergi terhadap preparat lain.

Kontraindikasi :Tidak diketahui adanya kontraindikasi.


BROMHEKSIN

Sediaan : Tablet, sirup.

Manfaat obat Mukolitik dan ekspektoran.

Mekanisme kerjaPengurangan viskositas dahak. Stimulasi pada sekresi, gerakan siliar,


pembentuk surfaktan. Perbaikan penangkal imunologis setempat.
IndikasiSekretolitik pada infeksi jalan pernapasan yang akut dan kronis serta pada
penyakit paru dengan pembentukan mucus berlebih.
KontraindikasiHipersensitivitas, wanita hamil, menyusui,

Efek sampingReaksi alergi, gangguaan gastrointestinal ringan.

Interaksi obatHati-hati penggunaan dengan obat lain.

DosisDewasa: 3x 8mg/hari.

Erdosteine (Edotin)

Sifat mukolitik lebih baik daripada bromheksin

Efek samping ringan, biasanya hanya di saluran cerna.

Asetilsistein (Fluimucil)

Digunakan sebagai mukolitik, dan mencegah keracunan parasetamol

Efek samping: bronkospasme, gangguan saluran cerna

Asetilsistein memecah ikatan disulfida pada dahak.

Bromheksin (Bisolvon)

Digunakan sebagai mukolitik

Efek samping: diare, mual, muntah.

Juga memiliki efek antioksidan


Guaifenesin/gliseril guaiakolat/GG

Digunakan sebagai ekspektoran pd batuk berdahak, mekanisme kerjanya dg cara


meningkatkan volume dan menurunkan viskositas dahak di trakea dan bronki, kemudian
merangsang pengeluaran dahak menuju faring.Efek samping: mual, muntah, batu ginjal.