Anda di halaman 1dari 3

PROFIL DESA KETENGER, BATURRADEN

Letak dan Luas Wilayah

Secara administrasi desa Ketenger termasuk dalam wilayah kecamatan Baturaden


Kabupaten Banyumas. Dari ibukota kecamatan Baturraden berjarak kurang lebih
3 km, yang dapat ditempuh dengan angkutan umum dalam waktu 10 menit, dari pusat
Kabupaten Banyumas berjarak 5 km, waktu tempuh kurang lebih 10 menit. |kode pos
=53151 Desa Ketenger terdiri dari 2 Dusun dan 5 RW 26 RT

Luas wilayah desa Ketenger adalah 138.344 Ha dengan batas - batas desa sebagai
berikut:

Sebelah utara berbatasan dengan hutan lindung gunung Slamet.

Sebelah barat berbatasan dengan desa Kutaliman kecamatan Kedung Banteng.

Sebelah selatan berbatasan dengan desa Karangtengah.

Sebelah timur berbatasan dengan desa Karangmangu.

Topografi dan jenis tanah


Desa Ketenger memiliki topografi miring dengan beda ketinggian 25 m dengan
ketinggian tempat antara 175200 m di atas permukaan laut, sehingga tergolong
dataran rendah. Sebagian tanahnya berjenis assosiasi latosol regosol tekstur tanahnya
debu dengan struktur remah dan porous/sarang
Demografi
jumlah penduduk desa Ketenger berdasarkan data sekunder monografi desa tahun
2007 adalah berjumlah 5.076 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 2.522 jiwa
dan perempuan sebanyak 2.554 jiwa
Potensi Desa
Sektor Pertanian
Sektor Perikanan (Ikan Gurameh, Ikan Nila)
Sejarah para Kepala Desa

Nama Kepala Lama


No. Tahun Keterangan
Desa memerintah
1853-
1 - 50 Tahun Kepala Desa Pertama
1903
1903-
2 - 39 Tahun Desa Ketenger
1942
1942- Kepala Desa pada masa kedudukan
3 - 3,5 Tahun
1945 Jepang.
1945-
4 - 5 Tahun Kepala Desa pada masa kemerdekaan RI
1950
1950-
5 - 1 Tahun Kepala Desa Recommba
1951
1951-
6 - 10 Tahun Kepala Desa pada masa orde lama
1961
1961- Kepala Desa pada masa orde lama s.d.
7 - 30 Tahun
1991 orde baru
1991-
8 - 8 Tahun Kepala Desa orde baru
1999
1999-
9 SARNO 8 Tahun Kepala Desa masa reformasi
2007
2007-
10 SARNO 6 Tahun Kepala Desa masa sekarang
2013

Update Informasi Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan, dan


Evaluasi Dana Desa bahwa Menteri Keuangan Republik Indonesia mengatur kembali
Ketentuan tentang Dana Desa untuk menyesuaikan perkembangan penyelenggaraan
pengelolaan Dana Desa, pemerintah melakukan pengaturan kembali tata cara pengalokasian,
penyaluran, penggunaan, pemantauan, dan evaluasi Dana Desa. Hal ini diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 247/PMK.07/2015, yang telah ditetapkan oleh
Menteri Keuangan pada 28 Desember 2015.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan melakukan penghitungan rincian Dana Desa


untuk setiap kabupaten/kota secara berkeadilan, yang didasarkan pada dua jenis alokasi.
Pertama, alokasi dasar, sebesar 90 persen. Kedua, alokasi yang dihitung dengan
memperhatikan jumlah penduduk desa, angka kemiskinan desa, luas wilayah desa, dan
tingkat kesulitan geografis desa setiap kabupaten/kota, yaitu sebesar 10 persen.

Penyaluran dana desa dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum
Negara (RKUN) kepada Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), untuk selanjutnya
dipindahbukukan dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD). Dilakukan secara bertahap,
penyaluran Dana Desa tahap I dilakukan pada Bulan April, sebesar 40 persen. Tahap II
dilakukan pada Bulan Agustus, juga sebesar 40 persen. Untuk tahap III dilakukan pada Bulan
Oktober, sebesar 20 persen. Paling lambat dilakukan minggu kedua bulan tersebut, dan
disalurkan ke Desa melalui RKUD ke Rekening Kas desa paling lambat 7 hari setelahnya.