Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dimulai semenjak berdirinya suatu perusahaan, pendirinya akan meletakkan suatu
dasar bagi budaya yang akan dijalankan oleh perusahaan yang didirikan. Nilai budaya
tersebut dapat diartikan sebagai slogan atau motto perusahaan, tujuan perusahaan, filosofi,
asumsi dasar maupun prinsip-prinsip. Budaya perusahaan yang dijalankan dengan kuat akan
menjadi pembangkit semangat kerja yang akan menuntun setiap sumber daya manusia yang
ada dalam perusahaan untuk dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Semakin banyak
individu yang ada dalam perusahaan yang menerima nilai-nilai budaya tersebut dan semakin
besar komitmen mereka terhadap nilai-nilai tersebut, maka akan semakin kuat suatu budaya
perusahaan itu.
Setiap perusahaan akan menginginkan kuatnya keterlibatan masing-masing individu
dalam menjalankan setiap tugas yang diberikan padanya untuk membantu pencapaian yang
diinginkan oleh perusahaan. Visi, misi, dan tujuan merupakan acuan penting bagi setiap
anggota perusahaan. Suatu perusahaan akan dikatakan berhasil apabila dapat mencapai visi,
misi, dan tujuan perusahaannya. Di tengah persaingan bisnis yang sangat ketat, perusahaan
mesti mengadopsi visi, misi serta strategi yang tepat yang didukung dengan sumber daya
manusia yang handal dan nilai budaya yang tepat pula. Besarnya pengaruh visi, misi dan
tujuan suatu perusahaan dalam keberlangsungan usahanya menjadikannya sebagai nilai dasar
yang penting bagi setiap anggota didalamnya untuk memiliki arah dalam bekerja yaitu
pencapaian visi, misi dan tujuan tersebut. Hal ini akan menumbuhkan sikap komitmen yang
tinggi bagi setiap individu yang terlibat dalam perusahaan sehingga setiap pekerjaan yang
dilakukan tidak akan menyimpang dari visi, misi, dan tujuan perusahaan.
Budaya yang kuat akan memperlihatkan kesepakatan yang tinggi mengenai tujuan
organisasi atau perusahaan di antara anggota-anggotanya. Kebulatan suara terhadap tujuan
akan membentuk keterikatan, kesetiaan dan komitmen organisasi atau perusahaan.
Oleh karena itu, penulis dalam hal ini akan membahas mengenai visi, misi, dan tujuan
perusahaan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas dalam
makalah ini adalah:
1.2.1 Apa pengertian visi, misi dan tujuan perusahaan?
1.2.2 Bagaimana identifikasi visi dan misi dalam suatu perusahaan atau organisasi?

1
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian visi, misi, dan tujuan perusahaan.
1.3.2 Untuk mengetahui identifikasi dari visi dan misi dalam suatu perusahaan atau
organisasi.
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Perusahaan
Makalah ini diharapkan dapat menjadi informasi tambahan dan masukan bagi
perusahaan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan
kebijakan baru yang lebih tepat dalam upaya mencapai visi, misi, dan tujuan
perusahaan.
1.4.2 Bagi Masyarakat
Memberikan informasi dan sumbangan pemikiran mengenai betapa
pentingnya visi, misi, dan tujuan dalam keberlangsungan usaha suatu perusahaan
maupun organisasi serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai visi,
misi, dan tujuan perusahaan.
1.4.3 Bagi Penulis
Dapat memberikan pengalaman bagi penulis dan memperluas wawasan serta
dapat mengaplikasikan teori yang telah diperoleh.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Visi Perusahaan

Goals adalah tujuan akhir dari sebuah perusahaan, merupakan perwujudan secara luas
dan menyeluruh terhadap keinginan dari bisnis. Goals terdiri dari visi, misi, tujuan dan
sasaran.

Setiap manusia yang hidup pasti mempunyai cita-cita, dimana cita-cita tersebut sebisa
mungkin akan diraihnya. Jika kepada beberapa anak kecil kita bertanya dia akan mempunyai
cita-cita ingin menjadi apa yang biasa dilihatnya, dan cita-cita anak kecil biasanya masih
akan berubah, seiring perjalanan hidupnya. Perusahaanpun demikian hampir semua
perusahaan mempunyai cita-cita ketika perusahaan itu didirikan, dan tentunya ada harapan
pemilik perusahaan untuk apa perusahaan didirikan, walaupun terkadang hanya untuk
mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dari pemilik perusahaan. Semakin perusahaan
berkembang, tentunya cita-cita perusahaan juga akan berubah, dari yang awalnya hanya
sekedar mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari sampai pada ingin menjadikan perusahaan
melebihi perusahaan-perusahaan lain, bahkan sampai menjadi perusahaan terbesar, terlaris,
dan terbaik dibandingkan perusahaan-perusahaan lain.
Uraian tentang cita-cita perusahaan itulah yang sering kita sebut sebagai VISI. Visi ini
akan menjawab untuk apa perusahaan itu ada? dan ingin menjadi apakah perusahaan?
Beberapa pakar menjelaskan tentang konsep VISI seperti Mudrajat Kuncoro dalam bukunya
Strategi Bagaimana Meraih Keunggulan Competitive, menjelaskan visi adalah suatu
pernyataan komprehensif tentang apa yang diinginkan oleh pimpinan organisasi, mengapa
suatu organisasi berdiri dan apa yang diyakininya atau gambaran masa depan organisasi. Dan
seorang pakar lainnya yaitu Dermawan Wibisono dalam bukunya Manajemen Kinerja,
Desain, dan Teknik Perusahaan mendefinisikan visi sebagai rangkaian kalimat yang
menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di
masa depan.
Tujuan penerapan visi perusahaan,yaitu:
1. Mencerminkan sesuatu yang akan dicapai perusahaan.
2. Memiliki orientasi pada masa depan perusahaan.
3. Menimbulkan komitmen tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaan.
4. Menentukan arah dan fokus strategi perusahan yang jelas.
5. Menjamin kesinambungan kepemimpinan organisasi perusahaan.

3
Manfaat penerapan visi perusahaan, yaitu:
1. Menumbuhkan komitmen dan semangat kerja karyawan.
Karyawan tidak akan bekerja dengan penuh antusias jika dia tidak tahu untuk apa
dia bekerja. Namun, jika dia tahu apa kontribusi perusahaan pada masyarakat dia akan
termotivasi bahwa dia bekerja bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk
masyarakat.
2. Menumbuhkan rasa kebermaknaan.
Salah satu tempat karyawan mencari makna kehidupan adalah lingkungan
pekerjaannya.
3. Menumbuhkan standar kerja yang prima.
Jika seorang karyawan memahami dia bekerja untuk suatu tujuan yang sangat
mulia, dia akan bekerja penuh semangat dan meletakkan standar prima untuk setiap
pekerjaannya.
4. Menjembatani keadaan perusahaan masa sekarang dan masa depan.
Visi juga mengandung filosofi bisnis dari pengambil keputusan strategi
perusahaan, menyiratkan citra yang dipancarkan perusahaan, mencerminkan konsep
dari perusahaan dan mengidentifikasikan bidang produk utama perusahaan serta
kebutuhan utama pelanggan yang dipenuhi perusahaan.
Visi bukan sekedar mimpi, walau kadang datangnya dari mimpi yang sering disebut
inspirasi, dimana inspirasi tersebut mampu memotivasi seluruh stakeholder untuk
mewujudkan visi tersebut. Visi karena bukan sekedar mimpi , maka visi tidak hanya ucapan
tetapi juga perbuatan untuk mencapai visi tersebut, oleh karena itu visi juga bukan hanya
pernyataan yang mengada-ada, tetapi juga sesuatu yang tidak mustahil untuk dicapai.
Visi perlu dirumuskan, karena visi akan dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder
perusahaan, visi itu perlu dirumuskan menjadi suatu pernyataan yang menarik, komunikatif,
dan mengenai sasaran. Ada beberapa kriteria dalam menetapkan Visi yaitu: 1) harus
menantang, artinya bahwa dengan visi tersebut segenap karyawan dan manajemen yang ada
di dalam organisasi beserta elemen-elemennya merasa tertantang, dan oleh karena itu mereka
termotivasi, terfokus, dan dapat memicu semangat untuk mewujudkannya, 2) harus
rasional, artinya visi dapat diwujudkan secara nalar atau dapat dicapai. Karena organisasi
bukanlah kumpulan dari malaikat, jadi visi itu harus bisa diterima akal sehat, 3) harus
konsisten, artinya sekali kita lansir maka kita harus konsisten untuk mengikutinya. Mungkin
arahnya terkadang tidak mengenai sasaran, karena kondisi organisasi, tetapi setidaknya
arahnya masih sesuai dengan tujuan atau harapan dari perusahaan, 4) harus jelas dan

4
sederhana, artinya visi harus bisa dimengerti oleh seluruh karyawan di dalam organisasi.
Visi bukan hanya milik orang tertentu saja, visi bukan hanya milik manajemen puncak . Oleh
karena itu maka visi itu harus jelas serta tidak terlalu sulit untuk mengingatnya, dan biasanya
tidak terlalu panjang, 5) harus ada batasnya. Batasan dalam hal ini termasuk waktu, dimana
dengan visi itu dimungkinkan sumber daya organisasi untuk mencapainya, tetapi sekaligus
cukup waktu untuk pengembangan organisasi ke depan dalam mewujudkan visi tersebut, 6)
harus disosialisasikan, artinya visi itu menjadi jiwa seluruh karyawan dalam berkerja, maka
harus disosialisasikan agar seluruh karyawan mengetahui dan dapat bekerja sesuai tujuan
perusahaan, dan 7) menggambarkan keunikan perusahaan, artinya visi itu merupakan
destinasi organisasi yang semestinya berbeda dari organisasi lain. Visi hanya relevan dengan
organisasi, karena disesuaikan dengan kondisi dan aspirasi organisasinya.
Dalam penentuan visi organisasi, bisa dicetuskan/ditentukan oleh pendiri
organisasi/pemilik organisasi, bisa dari pimpinan organisasi, manajemen bahkan karyawan,
tergantung kepada organisasnya, namun akan lebih baik jika sebuah visi ditentukan oleh
semua stakeholder perusahaan, sehingga akan menjadi lebih mudah dalam proses
mengkomunikasikannya kelak. Apabila disimak dari berbagai macam visi yang dikemukakan
oleh perusahaan akan dapat diketahui bahwa visi biasanya akan menggambarkan cita-cita
perusahaan dari beberapa sisi yaitu: 1) posisi perusahaan, 2) konsumen perusahaan, 3) kinerja
perusahaan, dan 4) layanan perusahaan.

2.2 Misi Perusahaan

Pengertian misi adalah tujuan dan alasan yang memberikan arah sekaligus batasan
proses pencapaian tujuan. Misi pada dasarnya bukan hanya usaha formal untuk memperjelas
apa yang dikehendaki, namun misi merupakan tahapan aksi yang akan dilaksanakan dari visi
yang telah ada, guna mencapai suatu tujuan. Misi merupakan rangkaian kalimat yang
menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi, yang memuat apa yang disediakan oleh
perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.
Sedangkan definisi misi adalah pernyataan-pernyataan yang mendefinsikan apa yang
sedang/ akan dilakukan atau ingin dicapai dalam waktu (sangat) dekat atau saat ini.
Tujuan dari misi adalah mengkomunikasikan kepada stakeholders, di dalam maupin di
luar organisasi, tentang alasan pendirian perusahaan dan ke arah mana perusahaan akan
menuju.
Misi masih merupakan sesuatu yang memiliki arti global dan cenderung generik. Oleh
karena itu, ditentukan beberapa obyektif yang ingin dicapai dalam beberapa hal sehubungan

5
dengan misi yang dicanangkan tersebut. Sebuah perusahaan yang memiliki misi untuk
menjadi perusahaan kurir tercepat di dunia, memiliki beberapa obyektif yang harus dicapai.
Biasanya obyektif yang ditetapkan bersifat customer oriented seperti:
1 Memberi kepuasan pelanggan individu dengan cara melakukan pengiriman barang-
barang ke seluruh dunia secara cepat dan aman.
2 Memberikan fasilitas-fasilitas khusus kepada pelanggan korporat yang secara periodik
mengirimkan barang-barangnya ke seluruh penjuru dunia.
Sedangkan contoh obyektif yang lebih bersifat internal (back office) adalah:
1 Menjadikan seluruh kantor-kantor cabang di dunia sebagai perusahaan dengan
fasilitas pelayan pelanggan terbaik.
2 Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perusahaan sehingga memiliki
tingkat profesionalisme yang tinggi.
Tahap-tahap penyusunan misi yang umumnya dilakukan oleh perusahaan atau
organisasi adalah:
1 Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa kata yang
menggambarkan organisasi.
2 Penyusunan prioritas dan pemfokusan pada kata-kata yang paling penting.
3 Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang
menggambarkan misi perusahaan.
4 Mengedit kata-kata sampai terdengar benar.
Untuk menjamin bahwa misi yang telah dicanangkan merupakan sebuah misi yang
bagus, misi tersebut harus :
1 Cukup luas untuk dapat diterapkan selama beberapa tahun sejak saat ditetapkan
2 Cukup spesifik untuk mengkomunikasikan arah
3 Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan
4 Bebas dari jargon dan kata-kata yang tidak bermakna.
Jadi misi merupakan tahapan aksi yang akan dilaksanakan dari visi yang telah ada,
guna mencapai suatu tujuan. Tujuan dari misi adalah mengkomunikasikan kepada
stakeholders, di dalam maupin di luar organisasi, tentang alasan pendirian perusahaan dan ke
arah mana perusahaan akan menuju Dalam menyusun misi perusahaan terdapat beberapa
tahapan-tahapan antara lain melakukan brainstorming untuk mensejajarkan kata yang
berkaitan dengan organisasi, menyusun prioritas, mengkombinasikan kata-kata untuk menjadi
sebuah kalimat, dan mengedit kata sampai terdengar benar.

6
2.3 Tujuan Perusahaan

Tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan misi, tujuan adalah sesuatu yang akan
dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Penetapan tujuan pada
umumnya didasarkan pada faktor-faktor kunci keberhasilan yang dilakukan setelah penetapan
visi dan misi. Tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kuantitatif, akan tetapi harus dapat
menunjukkan kondisi yang ingin dicapai dimasa mendatang. Tujuan akan mengarahkan
perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi,
oleh karena itu tujuan harus dapat menyediakan dasar yang kuat untuk menetapkan indikator.
Pencapaian tujuan dapat dijadikan indikator untuk menilai kinerja sebuah organisasi.
Tujuan adalah untuk menggambarkan arahan yang jelas bagi organisasi. Perumusan
tujuan akan strategi atau perlakuan, arah kebijakan dan program suatu organisasi. Oleh
karena itu perumusan tujuan harus memberikan ukuran lebih spesifik dan akuntabel.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan tujuan:
1 Tujuan organisasi harus memberikan ukuran yang spesifik dan akuntabel (dapat
diukur).
2 Tujuan organisasi merupakan penjabaran dari misi, oleh karena itu tujuan harus
selaras dengan visi dan misi.
3 Tujuan organisasi menyatakan kegiatan khusus apa yang akan diselesaikan dan kapan
diselesaikannya?
4 Sasaran (goal) yaitu nilai tertentu pada skala yang ingin dicari untuk dicapai oleh
perusahaan.
Berikut merupakan kriteria tujuan yaitu:
1 Tujuan harus serasi dan mengklarifikasikan misi, visi dan nilai-nilai organisasi.
2 Pencapaian tujuan akan dapat memenuhi atau berkontribusi memenuhi misi, program
dan sub program organisasi.
3 Tujuan cenderung untuk esensial tidak berubah, kecuali terjadi pergeseran
lingkungan, atau dalam hal isu strategik hasil yang diinginkan.
4 Tujuan biasanya secara relatif berjangka panjang.
5 Tujuan menggambarkan hasil program, arahan yang jelas dari organisasi.
6 Tujuan harus menantang, namun realistik dan dapat dicapai.
Biasanya suatu perusahaan tidak hanya mempunyai tujuan tunggal tetapi mereka
mempunyai banyak tujuan yang ingin dicapai. Terdapat variasi perbedaan tujuan yang ingin
dicapai atau diburu oleh organisasi bisnis, contohnya meliputi profatibilas, efesiensi,

7
kepuasan dan pengembangan karyawan, kualitas produk atau jasa untuk langganan klien,
tanggung jawab sosial dan hubungan atau nama baik dengan masyarakat, kepemimpinan
pasar, maksimumisasi dividen atau menaikan harga perusahaan, kelangsungan hidup,
kemampuan beradaptasi.
Hal yang perlu diketahui dalam penentuan beberapa tujuan yang akan dicapai
perusahaan adalah sebagai berikut:
1 Setiap perusahaan mempunyai jumlah tujuan yang berbeda dibandingkan perusahaan
lain,dan umumnya satu perusahaan atau organisasi mempunyai beberapa tujuan.
2 Tujuan organisasi dapat digolongkan kedalam tujuan jangka pendek, jangka
menengah dan jangka panjang
3 Dengan adanya banyak tujuan dalam jangka pendek dan pada waktu tertentu
umumnya di prioritas pencapaian pada beberapa tujuan yang dipertimbangkan lebih
tinggi bobotnya dibandingkan dengn tujuan lain.
4 Terdapat perbedaan antara tujuan resmi dengan tujuan operatif. Tujuan operatif berarti
hasil-hasil akhir yang sesungguhnya dicari perusahaan dengan menganalisa perilaku
para eksekutif didalam mengalokasi sumber-sumber. Tujuan resmi adalah tujuan yang
secara resmi dinyatakan oleh perusahaan kepada publik tentang apa yag ingin dicari
atau dicapai oleh perusahaan.
Manfaat dari tujuan perusahaan adalah dapat membantu menetapkan organisassi yang
sesuai dengan lingkungannya, dapat membantu koordinasi keputsan-keputusan dan para
pemuat keputusan, menyediakan standar untuk menilai prestasi organisasi, dan memudahkan
proses perumusan dan implementasi strategi perusahaan.
Dalam perumusan tujuan, secara tradisional dan historis suatu perusahaan dipandang
sebagai lembaga ekonomi sehingga tujuan perusahaan sifatnya sederhana yaitu dinyatakan
dalam ukuran efesiensi dan laba dan perusahaan memiliki tujuan tunggal yaitu mencari laba
atau memaksimalkan laba. Pada saat sekarang perumusan tujuan perusahaan adalah masalah
yang sifatnya kompleks dan harus mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang
beradaptasi pada perusahaan sehingga untuk menyusun tujuan perusahaan harus
mempertimbangkan tiga faktor:
1 Realitas lingkungan dan saling berhubungan kekuatan eksternal.
2 Realitas sumber-sumber dan saling berhubungan kekuatan internal perusahaan.
3 Sistem nilai para eksekutif puncak.
Berikut tahap-tahap penentuan tujuan adalah :
1 Tidak ada tujuan formal.

8
Sebagaian besar perusahaan kecil tidak mempunyai tujuan-tujuan formal atau
tidak menyatakan tujuan secara formal
2 Perumusan tujuan umum biasaanya tidak dalam bentuk tertulis
Suatu saat administrator didasarkan pada keinginan umtuk memiliki tujuan
sehingga mereka mulai merumuskan tujuan organisasi. Tetapi jika kita menanyakan
kepada manajemen puncak tentang apa tujuan organisasi kita memperoleh jawaban
tujuan yang sifatnya umum dan kita tidak dapat memperoleh tujuan secara tertulis
3 Perumusan umum tujuan tertulis
Tahap berikutnya merumuskan tujuan tertulis, mungkin menampilkan dalam
laporan tahunan.
4 Perumusan tujuan-tujuan khusus
Para eksekutif menyusun tujuan-tujuan yang sifatnya lebih khusus atau
spesifik. Misalnya dari tujuan semua menaikan return on investment menjadi
menaikan return on investment sebesar 6%
5 Perumusan dan ranking tujuan-tujuan khusus
Manajemen harus memperhitungkan trade-offs tujuan khusus .Pada tahap ini
manajemen harus mempertimbangkan tradeoffs diantara banyak tujuan .

2.4 Identifikasi tentang Visi dan Misi Organisasi atau Perusahaan

Disini kami menggunakan sebuah contoh visi dan misi dari sebuah PT
Telekomunikasi Indonesia, Tbk, yang dimana visi dan misi perusahaan tersebut adalah:

Visi

Menjadi Perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecommunication, Information,


Media, Edutainment dan Services (TIMES) di kawasan regional.

Identifikasi dari Visi tersebut:

Dimana Telkom berusaha dan berupaya untuk menempatkan dirinya sebagai


perusahaan yang menyelenggarakan berbagai sarana telekomunikasi, informasi, media,
pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, serta servis yang baik dan unggul
untuk kawasan regional

Misi

1 Menyediakan layanan TIMES yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

2 Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

9
Identifikasi dari Misi Tersebut:

Telkom akan menyediakan sebuah layanan TIMES dan menempatkan layanan


terbaiknya yang berupa kemudahan dalam pelayanan informasi, produk yang dipasarkannya
dan jaringan yang berkualitas tinggi serta servisnya, dengan harga kompetitif. Telkom akan
menjadi model pengelolaan korporasi yang terbaik dengan mengelola dan
mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang
kompetitif, manajemen produksi serta pendistribusian yang baik dan memasarkannya
produknya dengan kreatif dan berinovasi yang berkualitas dengan harga yang kompetitif di
kawasan regional.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat kami simpulkan adalah bahwa setiap entitas atau perusahaan
memiliki Goals yang berarti tujuan akhir. Tujuan akhir itu sendiri terbagi menjadi tiga yaitu
visi, misi, dan tujuan itu sendiri. Visi adalah sebuah cita-cita atau mimpi yang ingin diraih
oleh sang entitas atau perusahaan tersebut, namun visi juga mengandung filosofi bisnis dari
sang pengambil keputusan strategi dari suatu entitas atau perusahaan.

10
Sedangkan untuk misi adalah berarti tujuan dan alasan yang memberikan arah
sekaligus batasan proses pencapaian tujuan kita itu sendiri, namun para ahlipun masih
memiliki sedikit intepretasi yang berbeda akan arti misi itu sendiri, misi masih merupakan
sesuatu yang memiliki arti global dan cenderung generik. Jadi misi merupakan tahapan aksi
yang akan dilaksanakan dari visi yang telah ada, guna mencapai suatu tujuan.
Yang terakhir adalah tujuan itu sendiri, tujuan merupakan penjabaran dari pernyataan
misi, tujuan adalah sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu yang telah
ditentukan. Bukan hanya itu tujuan juga memiliki manfaat yaitu tujuan perusahaan adalah
dapat membantu menetapkan organisassi yang sesuai dengan lingkungannya, dapat
membantu koordinasi keputsan-keputusan dan para pemuat keputusan, menyediakan standar
untuk menilai prestasi organisasi, dan memudahkan proses perumusan dan implementasi
strategi perusahaan. Tercapainya semua tujuan atau sasaran, maka misi suatu perusahaan
telah berhasil dijalankan, dan akhirnya, jika misi dapat dijalankan dengan baik, maka visi
dari perusahaan pun akan tercapai.

3.2 Saran
Sebaiknya apabila sebuah perusahaan menentukan visi, misi dan tujuan perusahaan
tersebut harus mengetahui kemampuan yang ia miliki dalam mengoptimalisasikan
kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh perusahaan agar menadapatkan visi, misi dan
tujuan yang tepat dan sesuai dengan segala kemampuan dan sumberdaya yang dimiliki oleh
perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

David Fred R., 2009, Strategic Management, 12thed. Pearson Prentice Hall.

Dermawan,Wibisono. (2006). Manajemen Kinerja, Konsep, Desain dan Teknik Perusahaan.


Jakarta : Erlangga.

Kuncoro, Mudrajad (2006), Strategi: Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif.


Jakarta: Erlangga.

Dess, Gregory G., G. T. Lumpkin, Marilyn L. Taylor, Strategic Management: Creating


Competitive Advantages (2005)

11
12