Anda di halaman 1dari 26

PENGUKURAN PROFIL MEMANJANG DAN MELINTANG

A. TUJUAN
Tujuan dari praktik ini adalah:
- Mahasiswa dapat mengerti cara pengukuran menggunakan leveling
- Mahasiswa dapat mengukur jarak dan beda tinggi antar titik pada suatu medan
dengan cara menempatkan alat ukur di titik pengukuran
- Mahasiswa dapat merencanakan pembuatan jalan
- Mahasiswa dapat menghitung volume galian untuk pembuatan jalan

B. LANDASAN TEORI

Pada pengukuran jalur lintas untuk jalan raya atau jalur pipa, misalnya, elevasi
diperlukan pada setiap station pada jarak 100 ft (atau 30-an), pada titik sudut (titik yang
menandai perubahan arah), pada perubahan-perubahan kemiringan permukaan tanah
dan pada titik-titik genting seperti jalan, jembatan, dan gorong-gorong. Bila digambar,
elevasi-elevasi ini menunjukan sebuah profil sebuah garis yang menggambarkan
elevasi tanah pada irisan vertikal sepanjangjalur pengukuran. Untuk kebanyakan
proyek rekayasa, profil-profl diambil sepanjang garis pusat yang dipancang pada
statiun-statiun 100-ft atau, bila perlu karena tanah bergelombang, dalam pertambahan
jarak 50 atau 25-ft (15 atau 10 m).

Sifat datar profil, seperti sifat datar memanjang, perlu penentuan titik-titik balik
pada mana baik bidikan plus maupun minus dibaca. Selain itu, sejumlah rambu depan-
antara (bidikan minus) ditetapkan pada titik-titik sepanjang jalur dari tiap titik
pemasangan instrumen seperti ditunjukan dalam gambar 1.

Seperti dinyatakan dalam catatan, bidikan plus diambil pada titik tetap duga dan
bidikan antara dibaca pada stasiun-stasiun, pada perubahan-perubahan permukaan
tanah, dan pada titik-titik kritis, sampai dicapai batas jarak bidikan teliti. Kemudian
dipilih titik balik, instrumen dipindahkan ke depan, dan proses diulang. Alat sipat datar
itu sendiri biasanya tidak dipasang pada garis pusat sehingga dapat diperoleh bidikan-
bidikan yang panjangnya lebih seragam. Titik-titik tetap duga yang ditempatkan agar
tak menghalangi konstruksi mendatang, ditetapkan sepanjang jalur pada garis panjang.
Terbukti bahwa bila dilaksanakan pengecekan halaman pada hitungan-
hitungan aritmetika, hanya bidikan-bidikan minus yang diambil pada titik-titik balik
dapat dipakai. Karena alasan ini, dan untuk memisahkan titik-titik yang akan digambar,
maka untuk bidikan-bidikan antara lebih baik diseiakan sebuah kolom terpisah.

Pembacaan pada permukaan yang diperkeras, seperti jalan beton, kaki lima,
pinggiran jalan, dapat diambil sampai 0,01 ft. Pembacaan lebih kecil dari 0,1 ft pada
permukaan berupa tanah tidaklah praktis. Sebuah pengukur elevasi yang dipakai di
jalan-jalan, adalah alat mekanis atau elektromekanis beroda yang ditarik oleh mobil
atau truk, mengukur lereng dan jarak kemudian secara otomatis dan terus-menerus
mengintegral dan mencatat hasilnya sebagai selisih-selisih elevasi. Sebuah profil
dengan kerelitian orde-keempat dapat diperolej pada kecepatan 30 mil/jam.

Ada 2 macam jenis profil, yaitu :

1. Profil memanjang
2. Profil melintang

1. Profil Memanjang
Profil memanjang diperlukan untuk membuat trase jalan kereta api, jalan
raya, saluran air, pipa air minum, riool. Dengan jarak dan beda tinggi titik-titik di
atas permukaan bumi didapatlah irisan tegak lapangan yang dinamakan profil
memanjang pada sumbu proyek. Di lapangan dipasang pancang-pancang dari kayu
yang menyatakan sumbu proyek, dan pancang-pancang itu digunakan pada
pengukuran penyipat datar yang memanjang untuk mendapatkan profil
memanjang.

Sebagai contoh pengukuran profil memanjang diambil gambar 2. Antara


mistar belakang dan mistar muka ditempatkan lagi seperlunya mistar-mistar di atas
titik-titik pada sumbu proyek yang diberi tanda dengan huruf, berlainan dengan
titik-titik belakang dan muka yang diberi tanda dengan angka.

Mencatat pengukuran dengan dapat dilakukan seperti pada tabel 1.


Pengukuran dilakukan dengan tinggi garis bidik (Tgb), dimana Tgb memenuhi
persamaan :
Tgb = tinggi titik + pembacaan mistar

Demikianlah selanjutnya dapat ditentukan tinggi titik-titik yang diukur dengan


menentukan lebih dahulu tinggi garis bidik (Tgb) dan tinggi titik-titik menjadi
selisih dari tinggi garis bidik dan pembacaan-pembacaan.

Penggambaran profil memanjang dengan menggunakan hasil ukuran dapat


dilakukan sebagai berikut:

Tentukanlah lebih dahulu skala untuk jarak dan tinggi. Karena jarak jauh
lebih panjang daripada beda tinggi, maka untuk jarak dan untuk tinggi selalu
diambil skala yang tidak sama dan skala untuk jarak akan lebih kecil daripada
skala beda tinggi.

2. Profil Melintang

Untuk menghitung banyaknya tanah, baik untuk digali maupun untuk


ditimbun, profil memanjang belum cukup. Maka diperlukan lagi profil melintang
yang harus tegak lurus pada sumbu proyek dan pada tempat-tempat penting. Jarak
antara profil melintang pada garis proyek melengkung dibuat lebih kecil daripada
pada garis proyek yang lurus. Profil melintang harus pula dibuat di titik permukaan
dan titik akhir garis proyek melengkung.

Cara pengukuran untuk profil melintang sama dengan cara pengukuran


untuk profil memanjang, hanya jarakjarak adalah pendek bila dibandingkan
dengan jarak-jarak pada profil memanjang. Skala untuk jarak dan beda tinggi,
karena jarak-jarak menjadi pendek, dapat dibuat sama, misalnya 1 : 100.

Untuk menghitung penggalian tanah atau penimbunan tanah, cukuplah


diambil jumlah rata-rata penggalian tanah atau penimbunan tanah yang didapat
dari dua profil melintang yang berdekatan diperbanyak dengan jarak antara dua
profil melintang itu.

C. ALAT

- Yalon : 2 buah
- Levelling : 1 buah
- Three Foots : 1 buah
- Bak ukur : 1 buah
- Pita ukur : 1 buah
- Pen ukur : 11buah
- Tali : 1 gulung
- Alat tulis dan hitung

D. KESELAMATAN KERJA

1. Gunakaan pakaian kerja lapangan dan topi pelindung kepala


2. Dalam membawa jalon di arahkan ke posisi vertikal.
3. Hindarkan alat dari kemungkinan hilang.
4. Pusatkan perhatian pada pekerjaan

E. LANGKAH KERJA
1. Pilihlah medan yang akan diukur guna rencana pembuatan jalan.
2. Tentukan titik-titik pusat (A, B, C, dst) secara memanjang yang akan diukur
guna mendapatkan data hasil pengukuran memanjang.
3. Tentukan juga titik-titik yang berada di samping (A 1, A2, B1, B2, dst) titik pusat
yang segaris dengan titik pusat yang akan diukur guna mendapatkan data hasil
pengukuran melintang.
4. Posisikan leveling di titik A lalu lakukkan pengukuran pada titik B, pengukuran
dilakukan dengan membaca skala bak ukur yang berimpit pada setiap benang
pada leveling.
5. Dari titik A juga dilakukan pengukuran ke titik A1 dan A2 dan didapat data
pengukuran melinntang di titik A.
6. Posisikan alat di titik B dan lakukan hal yang sama ketika pengukuran di titik
A.
F. GAMBAR KERJA

Gambar 1: Tampak samping gambar pengukuran


Gambar 2: Tampak atas gambar pengukuran (Lampiran)

G. DATA HASIL PERCOBAAN

a. Profil Memanjang

No Bacaan (cm) Jarak TA (cm) Beda Tinggi Tinggi Titik


Titik BA BT BB (cm) (cm) (m)
A 213,2 211,3 209,4 139 161
375 88,35
52,55 50,65 48,8
B 128 161,8835
180,4 178,3 176,2
420 42,35
87,9 86,65 83,4
C 140 162,3
153,5 150,4 147,3
620 0,5
142,3 139,5 136,7
D 150 162,312
113,5 110,7 106,9
560 -4,8
157,6 154,8 152
E 114 162,264
127,5 124,7 121,4
560 -0,5
122 114,5 107
F 133 162,259
121 118,4 115,8
520 -4,5
140,2 137,5 134,8
G 125 162,214
107,6 104,8 102
560 -25
152,9 150 147,1
H 130 161,964
97 94,2 91,4
560 -32,6
166 162,6 159,2
I 126 161,638
54,6 52 49,4
520 -26,1
154,7 152,1 149,5
J 73 161,377
3 0 -3 600 -147,2
K 223,9 220,2 216,6 141 159,905
139,5 135,9 132,3
720 -12,6
157,4 153,6 149,8
L 146 159,779
138,5 134,5 130,5
800 1,7
M 148,4 144,3 140,2 130 159,796

b. Profil Melintang

NOMOR BACAAN (cm) TINGGI


TITIK BA BT BB ALAT
1 2 1 2 1 2
A 145,2 100,3 143,3 99,1 141,5 97,4
B 133,8 118,9 131,8 116,8 129,5 114,35
C 162,4 150,8 160,4 148,5 158,4 146,2
D 250,2 141 248,1 138,5 246 136
E 281 75,2 279 72 276 68,8
F 293,4 113,3 291,3 106,9 289,2 100,5
G 266 136 263,8 133 261,6 130
H 248,9 108,5 246,5 105,7 244,1 102,9
I 220,1 90,5 219,2 87,1 218,3 83,7
J 146,1 36,9 143,7 33,8 141,3 30,7
K 146,5 53,9 144,5 51,3 142,5 48,7
L 141,3 42,6 139,5 40,15 137,7 37,7
M 142,8 115 140,5 112,5 138,2 110

H. ANALISIS DATA

1. Profil Memanjang ED = (157,6 152 cm) x 100


1. a. Jarak Titik 7. = 560 cm
BA = (BAB - BBB) x 100 EF = (127,5 cm 121,9 cm) x 100
2. = (52,55 cm 48,8 cm) 8. = 560 cm
x 100
FG = (121 cm 115,8 cm ) x 100
3. = 375 cm
BC = (180,4 cm 176,2 cm) x 100 9. = 520 cm

4. = 420 cm GH = (107,6 cm 102 cm ) x 100

CD = (153,5 cm 147,3cm) x 100 10. = 560 cm

5. = 620 cm HI = ( 97 cm 91,4 cm ) x 100

DE = (113,5 cm 107,9 cm) x 100 11. = 560 cm

6. = 560cm IJ = (54,6 cm 49,4 cm ) x 100


12. = 520 cm 28.
JK = (3 cm + 3 cm ) x 100 FG = 133 137,5
13. = 600 cm 29. = -4,5 cm
30.
KL = (139,5 cm 132,3 cm) x 100
GH= 125 - 150
14. = 720 cm
31. = -25 cm
LM= (138,5 cm 130,5 cm)x 100 32.
15. = 800 cm HI = 130 162,6
16.
33. = -32,6 cm
2. Beda Tinggi 34.
AB = Tinggi Alat di A BTB
IJ = 126 152,1
17. = 139 50,65
18. = 88,35 cm 35. = -26,1 cm
19. 36.
BC = 128 85,65 JK = 173 220,2
20. = 42,35 cm 37. = -147,2 cm
21. 38.
39.
CD = 140 139,5
KL = 141 153,6
22. = 0,5 cm 40. = -12,6 cm
23.
24. 41.
DE = 150 154,8 LM = 146 144,3
25. = -4,8 cm 42. = 1,7 cm
26. 43.
EF = 114 114,5 44.
27. = -0,5 cm
45. 2.Profil Melintang

46. a. Jarak titik

47. N 48. JARAK


50. TITIK KANAN 51. TITIK KIRI
o
m
o
r

T
i
t
i
k
52. A 77. A1 = (145,2 103. A2 = (100,3
53. -141,5)x100 97,1)x100
54. B 78. = 370 cm 104. = 290 cm
55. 79. B1 = (133,8- 105. B2 = (118,9
56. C 129,50)x100 114,35)x100
57. 80. = 430 cm 106. =455 cm
58. D 81. C1 = (162,4 107. C2 =(150,8
59. 158,4)x100 146,2)x100
60. E 82. = 400 cm 108. = 455 cm
61. 83. D1 = (250,2 109. D2 =(141
62. F 246)x100 136)x100
63. 84. = 420 cm 110. = 500 cm
64. G 85. E1 = (281 111. E2 =(75,2
65. 276)x100 68,8)x100
66. H 86. = 500 cm 112. = 640 cm
67. 87. F1 = (293,4 113. F2 = (113,5
68. I 289,2)x100 100,5)x100
69. 88. = 420 cm 114. = 1280 cm
70. J 89. G1 = (266 115. G2 =(136
71. 261,6)x100 130)x100
K 90. = 440 cm 116. = 600 cm
72. 91. H1 = (248,9 117. H2 =(108,5
73. 244,1)x100 102,9)x100
74. L 92. = 480 cm 118. = 560 cm
93. I1 = (220,1 119. I2 =(90,5
218,3)x100 83,7)x100
94. = 180 cm
75. 120. = 680 cm
76. M 95. J1 = (146,1 121. J2 =(36,9
141,1)x100
30,7)x100
96. = 480 cm 122. = 620 cm
123. K2 =(53,9
97. K1 = (146,5
142,5)x100 48,7)x100
98. = 400 cm 124. = 520 cm
99. L1 = (141,3 125. L2 =(42,6
137,7)x100
37,7)x100
100. =
360 cm 126. =490 cm

101. M1 = 127. M2 =(115


(142,8 110)x100
138,2)x100
128. = 500 cm
102. =
460 cm
129.

130. b.Beda Tinggi

131.

132. 133. BEDA TINGGI (cm)


N 135. TITIK 136. TI
KANAN TIK
KIRI
138. A1 = 140. A2
139 143,3 =
139. = 139
137.
-4,3 cm 99,1
A
141.
= 39,9
cm
143. B1 = 145. B2
128 131,8 =
144. = 128
142.
-3,8 cm 116,8
B
146.
= 11,2
cm
148. C1 = 150. C2
140 160,4 =
147. 149. = 140-
C -20,2 cm 148,5
151.
= -8,5 cm
153. D1 = 155. D2
150 248,1 =
154. = 150
152.
-98,1 cm 138,5
D
156.
= 11,5
cm
158. E1 = 160. E2
114 279 =
157.
159. = 114 - 72
E
-165 cm 161.
= 42 cm
163. F1 = 165. F2
133 291,3 =
164. = 133
162.
-158,3 cm 106,9
F
166.
= 26,1
cm
168. G1 170. G2
=125 =
167.
263,8 125 - 133
G
169. = 171.
-138,5 cm = -8 cm
173. H1 = 175. H2
130 246,5 =
174. = 130-
172.
-116,5 cm 105,7
H
176.
= 24,3
cm
178. I1 = 180. I2
126 219,2 =
179. = 126
177.
-93,2 cm 87,1
I
181.
= 38,9
cm
182. 183. J1 = 185. J2
J 73 143,7 =
184. = 73 33,8
-70,7 cm 186.
= 39,2
cm
188. K1 = 190. K2
141 144,5 =
189. = 141
187.
-3,5 cm 51,3
K
191.
= 89,7
cm
193. L1 = 195. L2
146 139,5 =
194. = 146
192.
6,5 cm 40,15
L
196.
= 105,85
cm
198. M1 = 200. M2
130 140,5 =
199. = 130
197.
-10,5 cm 112,5
M
201.
= 17,5
cm
202.

203.

3. Volume Galian dan Timbunan

204. A. Profil A1 A A2
205. 19,9 Galia X1 370
cm n cm
290 X2 Timbu 24,3
cm nan cm
206.

207. -Tinggi titik : dinaikkan 20 cm

208. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

209. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

210.

1. Galian

290 200
211. 19,9 = X1

212. 290 X1 = 3980


X1 = 13,72 cm
213.
Luas Galian = x 200 cm x 13,72 cm
= 1372 cm2

214.

2. Timbunan
215.
370 200
216. 24,3 = X2 x2 = 13,13 cm

217.
218. Luas Timbunan = x 200 cm x 13,13 cm
219. = 1313 cm2

220.
221.
222. B. Profil B1 B B2
223.

224. 11,2 cm Galia 430


X1
n cm
X2 Timbun
225. 455
an
3,8
cm cm

226. -Tinggi titik : tetap

227. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

228. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

229.

1. Galian

455 200
230. 11,2 = X1 X1 = 4,92 cm

231. Luas Galian = x 200 cm x 4,92 cm


= 492 cm2

2. Timbunan
232.
430 200
233. 3,8 = X2 x2 = 1,76 cm

234.
235. Luas Timbunan = x 200 cm x 1,76 cm
236. = 176 cm2
237.

238. Dimana jarak antara titik A dan B adalah 375 cm


1
239. Volume galian = [ 2 x (2750 cm2 + 492 cm2)] x 375 cm

= 607875 cm3
= 0,6078 m3

240.

1
241. Volume timbunan = [ 2 x (232 cm2 + 176 cm2) x 375 cm

= 76500 cm3
= 0,0765 m3

242.

243. C. Profil C1 C C2
244.

245. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 12 cm

246. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

247. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

248.

1. Galian

455 200
249. 3,5 = X1

250. 455 X1 = 700


X1 = 1,54 cm
251.
Luas Galian = x 200 cm x 1,54 cm
= 154 cm2

2. Timbunan
252.
400 200
253. 8,2 = X2 x2 = 4,1 cm

254.
255. Luas Timbunan = x 200 cm x 4,1 cm
256. = 410 cm2

257. Dimana jarak antara titik B dan C adalah 420 cm


1
258. Volume galian = [ 2 x (492 cm2 + 154 cm2)] x 420 cm

= 135660 cm3
= 0,13566 m3

259.

1
260.
Volume timbunan = [ 2 x (176 cm2 + 410 cm2) x 420 cm

= 123060cm3
= 0, 12306 m3
261.

262. D. Profil D1 D D2
263.

264. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 12 cm

265. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

266. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

267.

1. Galian

500 200
268. 23,5 = X1

269. 500 X1 = 4700


X1 = 9,4 cm
270.
Luas Galian = x 200 cm x 9,4 cm
= 940 cm2

2. Timbunan
271.
420 200
272. 86,1 = X2 x2 = 41 cm

273.
274. Luas Timbunan = x 200 cm x 41 cm
275. = 4100 cm2
276.

277. Dimana jarak antara titik C dan D adalah 620 cm


1
278. Volume galian = [ 2 x (154 cm2 + 940 cm2)] x 620 cm

= 339140 cm3
= 0,33914 m3

279.

1
280.
Volume timbunan = [ 2 x (410 cm2 + 4100 cm2) x 620 cm

= 1398100cm3
= 1,3981m3

281.

282.

283. E. Profil E1 E E2
284.

285. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 12 cm

286. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

287. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

288.

1. Galian

640 200
289. 30 = X1

290. 640 X1 = 6000


X1 = 9,375 cm
291.
Luas Galian = x 200 cm x 9,375 cm
= 937,5 cm2

2. Timbunan
292.
500 200
293. 153 = X2 x2 = 61,2 cm

294.
295. Luas Timbunan = x 200 cm x 61,2 cm
296. = 6120 cm2

297.

298. Dimana jarak antara titik D dan E adalah 560 cm


1
299. Volume galian = [ 2 x (940 cm2 + 937,5 cm2)] x 560 cm

= 525700cm3
= 0,5257 m3

300.

1
301.
Volume timbunan = [ 2 x (4100 cm2 + 6120 cm2) x 560 cm

= 2861600cm3
= 2,8616 m3

302.

303.

304. F. Profil F1 F F2
305.

306. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 30 cm

307. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

308. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

309.

1. Galian

1280 200
310. 56,1 = X1

311. 1280 X1 = 11220


X1 = 8,766 cm
312.
Luas Galian = x 200 cm x 8,766 cm
= 876,6 cm2
313.

2. Timbunan
314.
420 200
315. 128,3 = X2 x2 = 61,095 cm

316.
317. Luas Timbunan = x 200 cm x 61,095 cm
318. = 6109,5 cm2

319. Dimana jarak antara titik E dan F adalah 560 cm


1
320. Volume galian = [ 2 x (937,5 cm2 + 876,6 cm2)] x 560 cm

= 507948cm3
= 0,507948 m3

321.

1
322.
Volume timbunan = [ 2 x (6120 cm2 + 6109,5 cm2 ) x 560

cm
= 3424260 cm3
= 3,424260 m3

323.

324. G. Profil G1 G G2
325.

326. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 60 cm

327. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

328. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

1. Galian

600 200
329. 52 = X1

330. 600 X1 = 10400


X1 = 17,33 cm
331.
Luas Galian = x 200 cm x 17,33 cm
= 1733 cm2

2. Timbunan
332.
440 200
333. 78.5 = X2 x2 = 35,68 cm

334.
335. Luas Timbunan = x 200 cm x 35,68 cm
336. = 3568 cm2

337. Dimana jarak antara titik F dan G adalah 520 cm


1
338. Volume galian = [ 2 x (876,6 cm2 + 1733 cm2 )] x 520 cm

= 938496 cm3
= 0,938496m3

339.

1
340.
Volume timbunan = [ 2 x (6109,5 cm2 + 3568 cm2 ) x 520

cm
= 2516150 cm3
= 2,51615 m3
341.

342. H. Profil H1 H H2
343.

344. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

345. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

346. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

1. Galian

560 200
347. 114,3 = X1

348. 560 X1 = 22860


X1 = 40,82 cm
349.
Luas Galian = x 200 cm x 40,82 cm
= 4082 cm2

2. Timbunan
350.
480 200
351. 26.5 = X2 x2 = 11,04 cm

352.
353. Luas Timbunan = x 200 cm x 11,04 cm
354. = 1104 cm2

355. Dimana jarak antara titik G dan H adalah 560 cm


1
356. Volume galian = [ 2 x (1733 cm2 + 4082 cm2 )] x 560 cm

= 1628200 cm3
= 1,6282m3

357.

1
358.
Volume timbunan = [ 2 x (3568 cm2 + 1104 cm2 ) x 560 cm

= 2636480 cm3
= 2,63648 m3

359.
360. I. Profil I1 I I2
361.

362. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

363. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

364. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

1. Galian

680 200
365. 128,9 = X1

366. 680 X1 = 25780


X1 = 37,91 cm
367.
Luas Galian = x 200 cm x 37,91 cm
= 3791 cm2

2. Timbunan
368.
180 200
369. 3,2 = X2 x2 = 3,56 cm

370.
371. Luas Timbunan = x 200 cm x 3,56 cm
372. = 356 cm2

373. Dimana jarak antara titik H dan I adalah 560 cm

1
374. Volume galian = [ 2 x (4082 cm2 + 3791 cm2 )] x 560 cm

= 2204440 cm3
= 2,20444 m3
375.

1
376.
Volume timbunan = [ 2 x (1104 cm2 + 356 cm2 ) x 560 cm

= 408800 cm3
= 0,4088 m3

377.
378. J. Profil J1 J J2
379.

380. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

381. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

382. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

383. Dimana jarak antara titik I dan J adalah 520 cm

1. Galian
384. Luas Galian = (129,2 + 19,3) x 4 x
385. = 297,4 cm2

386. -Luas Galian I = (129,2 + 64,7) x 2 x


387.
= 193,9 cm2
388. -Luas Galian II = (64,7 + 19,3) x 2 x
389. = 84 cm2

1
390. Volume galian I = [ 2 x (3791 cm2 + 193,9 cm2)] x 520 cm

391. = 1036074 cm3

392. = 1,036074 m3

1
393. Volume galian II = [ 2 x (356 cm2 + 84 cm2)] x 520 cm

394.
= 114400 cm3

395. = 0,1144 m3

396.

397. K. Profil K1 K K2
398.

399. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

400. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m


401. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

402. Dimana jarak antara titik J dan K adalah 600 cm

1. Galian
403. Luas Galian = (179,7 + 86,5) x 4 x
404. = 532,4 cm2

1
405. Volume galian = [ 2 x (297,4 cm2 + 532,4 cm2)] x 600 cm

406.
= 248940 cm3
407.
= 0,24894 m3

408. L. Profil L1 L L2
409.

410. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

411. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

412. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

413. Dimana jarak antara titik K dan L adalah 720 cm

1. Galian
414. Luas Galian = (195,85 + 96,5) x 4 x
415. = 584,7 cm2

1
416. Volume galian = [ 2 x (584,7 cm2+ 532,4 cm2)] x 600

cm
417.
= 335130 cm3
418.
= 0,33513 m3

419.
420. M. Profil M1 M M2
421.

422. -Tinggi titik pusat yang direncanakan = diturunkan 90 cm

423. -Lebar jalan yang hendak dibuat= 4 m

424. -Lebar Kiri = 2 m dan kanan = 2m

425. Dimana jarak antara titik K dan L adalah 800 cm


1. Galian
426. Luas Galian = (107,5 + 79,5) x 4 x
427. = 374 cm2

1
428. Volume galian = [ 2 x (584,7 cm2+ 374 cm2)] x 600 cm

429.
= 287610 cm3
430.
= 0,28761 m3

431.
I. PEMBAHASAN
432.
433. Dalam pembuatan jalan diperlukan adanya suatu perhitungan yang

akuran mengenai bentuk atau kontur jalan. Leveling memberikan angka yang angkurat

untuk beda tinggi antara dua titik. Di lapngan, kita tentukan medan yang akan kita ukur

beda tingginya yang akan kita jadikan sebagai jalan. Medan yang kita ukur beda

tingginya biasnya memiliki beda tinggi yang berbeda-beda, bahkan ada juga yang

ekstrim beda tinggi. Maka dari itu, perlu adanya suatu perencanaan khusus agar jalan

yang kita buat tidak membahayakan bagi penggunanya.


434.
435. Jalan yang baik adalah jalan yang tidak banyak gelombang dan

sesuai dengan keadaan medan. Biasanya jalan dirancang sedemikina rupa sehingga

jalan bisa dipakai dengan aman. Akan terdapat banyak galian dan timbunan pada saat

pembuatan jalan, timbunan dilakukan untuk jalan yang memiliki ketinggian lebih

rendah dari jalan utma yang kita rancang, sedangkan galian dilakukan pada medan

yang memiliki ketinggian lebih dari pada jalan yang kita rancang.
436. Untuk mendapatkan nilai galian dan timbunan diperlukan

perhitungan dan data yang akurat. Data yang akurat ini kita dapatkan dengan

pengukuran menggunakan leveling, meskipun leveling tidak sepopuler dulu lagi karena

sudah ada banyak alat yang lebih mutahir dan canggih tapi leveling masih bisa
diandalkan untuk mendapatkan data yang akurat untuk perhitungan, seperti

perhitungan galain dan timbunan pada pembuatan jalan.


437.
438. Dalam menghitung timbunan dan galian kita manfaat rumus-rumus

perhitungan volume bangun ruang yang ada, seperti rumus volume prisma, sebelum

itu, kita tuangkan data-data yang sudah kita dapatkan ke dalam skets, maka akan

tampak kumpulan bangun datar segitiga. Setelah itu barulah data yang ada diolah

sedemikian rupa sehingga kita dapatkan berapa timbunan atau galaian yang harus kita

lakukan untuk mendapatkan jalan yang ideal. Untuk menimbun atau menggali

usahakan jangan terlalu banyak, karena akan menambah anggaran dana pengeluaran,

usahakan seminimal mungkin sehingga hasil yang kita dapatkan hasil yang maksimal.
439.
440.
J. PENUTUP
441. Kesimpulan
442. Dari hasil praktek dilapangan dapat diambil kesimpulan bahwa:
1. Untuk mendapatkna jalan yang ideal diperlukan timbunan atau galian terhadap
medan sehingga jalan yang kita buat menjadi lebih aman, nyaman dan lebih tahan
digunakan.
2. Untuk menghitung timbunan atau galian bisa kita manfaatkan rumus volume
bangun ruang yang ada, seperti prisma.
3. Jalan yang ideal usahakan tidak terlalu banyak bergelomabang, misalkan ada
gelombang jangan terlalu ekstrim.
4. Kelompok kami sudah siap menerima proyek perencanaan jalan.
443.
444. Saran
445. Kepada mahasiswa diharapkan agar melakukan hal berikut ini selama
melakukan pengamatan:
1. Setellah alat terlebih dahulu sampai alat siap digunakan, kemudian amati dengan
cermat angka yang ditunjukan oleh ketiga benang.
2. Perhatikan dan patuhilah keselamatan kerja yang ada.
3. Ketelitian dan konsentrasi sangat dibutuhkan dalam pengukuran
4. Saat pengukuran menggunakan pita ukur, sebaiknya pita ukur sudah dalam
keadaan tegang tanpa adanya gelombang sehingga didapatkan hasil yang akurat.
5. Dalam memegang bak ukur, bak ukur harus pada kondisi diam dan tegak agar
didapat hasil pengukuran yang tepat
6. Kaki statif (three foot) sebaiknya disesuaikan dengan tinggi pengamat, usahakan
juga selebar mungkin sehingga dapat berdiri kokoh.
446.

447.

K. LAMPIRAN
448.
449. Lampiran 1
450.
451.
452.

453.
454.
455.
456.
457.
458.
459.
460.
461.
462.
463.
464. Lampiran 2
465. -Foto Lapangan
466.
467.
468.

469.

470.

471.

472.

473.

474.

475.

476.

477.

478.

479.

480.

481.

482.

483.

484.

485.

486.

487.

488.

489.

490. LAPORAN PRAKTIK LAPANGAN

491. SURVEY DAN PEMETAAN


492.

493. Percobaan 6

494. Pengukuran Profil Memanjang dan


Melintang

495.

496.

497.

498.

499. NAMA : VIKRI


HELMI

500. NIM/BP : 17671/2010

501.

502. KELOMPOK 4

503.

504. TEKNIK PERTAMBANGAN (S1)

505.

506.

507. JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN

508. FAKULTAS TEKNIK

509. UNIVERSITAS NEGERI PADANG

510. 2011