Anda di halaman 1dari 25

TRIKOMONIASIS

LUTFIANI AZAHRA
1420221163

DEPARTEMEN KULIT DAN KELAMIN


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UPN VETERAN JAKARTA
Pendahuluan
Latar Belakang
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah
penyakit yang penularannya terutama
PMS melalui hubungan seksual.

Trikomoniasis adalah penyakit menular


seksual paling umum yang dapat
disembuhkan di dunia.
Menurut perkiraan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),
diperkirakan ada 7,4 juta kasus trikomoniasis setiap tahun di Amerika
Serikat.
Insiden Pada tahun 2015, kasus trikomoniasis dilaporkan sebanyak 3.7 juta di
Amerika Serikat dan hanya 30% yang menunjukkan gejala.
Rumusan Masalah Tujuan Penulisan
Apa definisi dari Untuk mengetahui apa
trikomoniasis? definisi dari trikomoniasis
Untuk mengetahui
Bagaimana gejala klinis
bagaimana gejala klinis dari
dari trikomoniasis? trikomoniasis
Bagaimana Untuk mengetahui
pemeriksaan dari bagaimana pemeriksaan
trikomoniasis? dari trikomoniasis
Bagaimana Untuk mengetahui
bagaimana penatalaksanaan
penatalaksanaan dari dari trikomoniasis
trikomoniasis ?
Tinjauan Pustaka
TRIKOMONIASIS
Definisi
Trikomoniasis merupakan infeksi saluran
urogenital bagian bawah pada wanita maupun
pria, dapat bersifat akut maupun kronik,
disebabkan oleh Trichomonas vaginalis dan
penularannya biasanya melalui hubungan
seksual.
Etiologi

Parasit yang merupakan flagellat berbentuk filiformis, berukuran 15-


18 mikron, mempunyai 4 flagela, dan bergerak seperti gelombang.
Habitat T. vaginalis
adalah pada vagina
wanita, prostat dan
vesikel seminal
laki-laki serta
urethra wanita dan
laki-laki. Ia hanya
hidup pada fase
trofozoit yaitu
bentuk infektifnya.
Epidemiologi
Penularan umumnya melalui hubungan
kelamin, tetapi dapat juga melalui pakaian,
handuk, atau karena berenang.
Penderita wanita lebih banyak dibanding pria.
Prevalensi 200 juta kasus wanita dengan
infeksi trikomoniasis yang tersebar di seluruh
dunia.
Faktor Risiko
Memiliki pasangan baru atau
beberapa pasangan
Riwayat infeksi menular seksual
Kontak seksual dengan pasangan
yang terinfeksi
Berhubungan seks untuk uang atau
obat-obatan
Tidak menggunakan kontrasepsi
penghalang (misalnya, karena
kontrasepsi oral)
Patogenesis
Trichomonas vaginalis invasi
peradangan pada dinding saluran urogenital
jaringan epitel dan subepitel.

Masa tunas rata-rata 4 hari sampai 3 minggu.


Pada kasus yang lanjut terdapat bagian-
bagian dengan jaringan granulasi yang jelas.

Nekrosis dapat ditemukan dilapisan subepitel


permukaan epitel.

Di dalam vagina dan urethra parasit hidup


dari sisa-sisa sel, kuman-kuman dan benda
lain yang terdapat dalam secret.
Gejala Klinis
Secret vagina seropurulen berwarna
kekuning-kuningan, kuning-hijau,
berbau tidak enak (malodorous), dan
Akut berbusa.

Dinding vagina tampak


kemerahan dan sembab.
Strawberry appearance

Dispareunia, perdarahan pascakoitus


Bau yang kuat, iritasi atau gatalgatal disekitar
vagina. Dapat terjadi uretritis, bartholinitis, dan
sistitis yang pada umumnya tanpa keluhan
Gejala Klinis
Pada laki-laki mulai dari tak bergejala hingga uretritis yang
hebat dengan komplikasi prostatitis. Masa inkubasi
Ringan biasanya tidak melebihi 10 hari.

Gejalannya mirip uretritis nongonore, misalnya


dysuria, polyuria, dan secret uretra mukoid atau
Akut mukopurulen.

Gejalanya tidak khas; gatal pada uretra, dysuria, dan


Kronik urin keruh pada pagi hari.
Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan anamnesis,
gejala klinis serta pemeriksaan
laboratorium.

Pemeriksaan Mikroskopis Saline Wet


Mount
Pewarnaan
Kultur

Kalium Hidroksida (KOH) "Test Whiff


Test pH vagina
Trichomonas Rapid Test
Pendekatan
Sindrom Duh
Tubuh Vagina

Pedoman nasional penanganan IMS, 2011


Duh tubuh vagina
dengan
pemeriksaan
inspekulo &
mikroskop

Pedoman nasional penanganan IMS, 2011


Diagnosis Banding
Vaginosis Kriteria Amsal
Bakterial
Cairan berwarna putih seperti susu dan disertai gumpalan-

Kandidosis gumpalan putih seperti gambaran susu pecah, tidak berbau.


Diagnosis ditegakkan dengan adanya bentukan yeast atau
pseudohifa dan blastospora, clue cell

Uretritis Chlamydia trachomatis, ureaplasma urealyticum, mycoplasma,


dan gardnerella vaginalis.

non gonore Pemeriksaan biakan yang masih dianggap sebagai baku emas
pemeriksaan klamidia.

Cervicitis N. go
gonore
Penatalaksanaan
Secara topikal:
Bahan cairan berupa irigasi, misalnya hydrogen
peroksida 1-2% dan larutan asam laktat 4%.
Bahan berupa supsitoria bubuk yang bersifat
tikomoniasidal.
Jel dan krim, yang berisi zat trikomoniasidal.
Penatalaksanaan

Oral:
Metronidazol: Metronidazol:
dosis tunggal 2 3 x 500 mg per
gram hari selama 7 hari

Nimorazol:
Omidazol :
dosis Tinidazol : dosis
dosis tunggal
tunggal 2 tunggal 2 gram
1.5 gram
gram
Pencegahan
Penyuluhan dan pendidikan
Penggunaan kondom dapat
mencegah penularan
Menghindari hubungan seksual
dengan pasangan yang beresiko
Meningkatkan higiene
perorangan dan sanitasi
lingkungan.
Kesimpulan
Kesimpulan
1. Trikomoniasis disebabkan T.
vaginalis
2. Gejala klinis dari trikomoniasis
pada wanita berbeda dengan pria
3. Pemeriksaan berupa
pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang.
4. Penatalaksanaan: metronidazol
dosis tunggal 2 gram atau 3 x 500
mg per hari selama 7 hari.
Daftar Pustaka
1. Daili SF. Tinjauan Penyakit Menular Seksual. In: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editors. Ilmu Penyakit Kulit dan
Kelamin edisi Kelima. Jakarta: Badan Penerbit FKUI; 2009. p. 3634-365.
2. Daili SF. Trichomoniasis. In: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editors. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi Kelima.
Jakarta: FKUI; 2009. p. 383384.
3. www.trichomoniasis.org. Trichomoniasis. The most common curable sexually transmitted disease. Diakses pada 11
Agustus 2012.
4. Center for Disease Control and Prevention. Trichomoniasis. 2015. Diakses pada 29 November 2016.
http://www.cdc.gov/std/trichomonas/stdfact-trichomoniasis.htm
5. Daili SF. Infeksi menular seksual pada kehamilan. Ilmu Kebidanan. Edisi 4. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2008. p.925-8.
6. Wiknjosastro, H, Saifuddin AB, Rachimhadhi T, editors. Radang dan beberapa penyakit lain pada alat-alat genitalia
wanita, dalam Ilmu Kandungan. Edisi 2. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo; 2009. p. 276-7.
7. Parija, Subash C., 2004. Textbook of Medical Parasitology: Protozoology and Helminthology. 2nd ed. Intestinal, Oral
and Genital Flagellates. India: All India Publishers and Distributors, 73 78.
8. Handsfield, Hunter H., 2001. Color Atlas and Synopsis of Sexually Transmitted Diseases. 2nd ed. Vaginal Infections.
USA: McGraw Hill, 163 167.
9. Murtiastutik D. Buku Ajar Infeksi Menular Seksual. Pertama. Murdiastutik D, Barakbah J, Lumintang H MS, editor.
Surabaya: Airlangga University Press; 2008. 65-71 p.
10. Smith, DS. Trichomoniasis. www.emedicine.medscape.com. 2016. Diakses pada 29 November 2016.
11. Kementrian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2011. p. 42-44
12. Judanrso. Vaginosis bakterial. In: Djuanda A, editor. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FK-UI;
2011. p. 385-9.
13. Kuswadji. Kandidosis. In: Djuanda A, editor. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Jakarta: Balai Penerbit FK-UI; 2011.p.
106-7
14. Marcelena, RM, Menaldi, SL. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1: Kandidosis Genitalis. Jakarta: Media Aesculapius FKUI.
2014. p. 348-349.
Terima Kasih