Anda di halaman 1dari 2

Nama : Fajar Faozathul Khikmah

NIM : 14304241003
Kelas : Pendidikan Biologi Internasional 2014

RESUME METODE PENELITIAN BIOLOGI

TOPIK 2: PENELITIAN BIOLOGI MENGGUNAKAN DESAIN OBSERVASI DALAM


BENTUK PENELITIAN MONOVARIAT

A. Tujuan
Mendeskripsikan prinsip dan prosedur penelitian biologi menggunakan desain observasi
dalam bentuk penelitian monovariat secara sensus.
Mendeskripsikan prinsip dan prosedur penelitian menggunakan desain observasi dalam
bentuk penelitian monovariat secara sampling.

B. Penelitian Monovariat
Penelitian monovariat merupakan penelitian tanpa variabel bebas, yaitu hasil penelitiannya
diinformasikan per variabel tanpa dihubungkan dengan variabel yang lain. Penelitian
monovariat bukan berarti hanya memiliki satu variabel, tetapi dapat lebih dari satu variabel
dengan pelaporannya berupa deskripsi per variabel.
Tujuan penelitian monovariat dalam bidang biologi adalah mendeskripsikan semua
fenomena (baik benda maupun peristiwa) dari makhluk hidup yang belum pernah
dilaporkan sebelumnya. Misalnya: menemukan varietas baru atau subspecies baru.
Contoh penelitian monovariat:
Penelitian tentang spesies kelelawar Rhinolopus canuti. Yang dideskripsikan adalah
morfologi, anatomi, habitat, pakan, perilaku, peran.
Penelitian tentang perilaku berang-berang membuat sarang. Yang dideskripsikan adalah
apa yang dilakukan berang-berang pada setiap tahapan membuat sarang dan apa tujuannya.

C. Penelitian Monovariat Secara Sensus


Jenis penelitian deskriptif dengan data kuantitatif, dilakukan dengan metode sensus, maka
hasil analisis data hanya berlaku pada tingkat populasi.
Penelitian monovariat dilakukan dengan sensus jika anggota populasi terbatas.
Hasil analisis berupa nilai parameter populasi, yaitu: nilai-nilai pemusatan (nilai rata-rata
populasi, modus populasi, median populasi) dan nilai penyimpangannya (simpangan baku
populasi, ragam/variansi populasi, simpangan baku rata-rata populasi, koefisien variasi
populasi, kisaran).
Contoh: meneliti perilaku berkubang badak bercula satu yang hidup endemic di Ujung
Kulon, maka hasilnya adalah deskripsi tentang perilaku berkubang semua badak bercula
satu di Ujung Kulon (karena jumlah badak bercula satu terbatas, maka digunakan metode
sensus)
D. Penelitian Monovariat Secara Sampling
Penelitian monovariat secara sampling dapat dilakukan dengan acak atau tidak acak.
Jenis penelitian deskriptif dengan data kuantitatif, dilakukan dengan metode sampling tidak
acak (nonrandom sampling), maka hasil analisis data hanya berlaku pada tingkat sampel.
Penelitian monovariat dilakukan dengan sampling jika anggota populasi tidak terbatas,
sehingga perlu dibuat sample frame, yaitu anggota populasi yang akan diambil sampelnya.
Hasil analisis berupa nilai-nilai pemusatan (nilai rata-rata sampel, modus sampel, median
sampel) dan nilai penyimpangannya (simpangan baku sampel, ragam/variansi sampel,
simpangan baku rata-rata sampel, koefisien variasi sampel, kisaran sampel).
Contoh: meneliti perilaku gajah Sumatera yang dilatih selama pembelajaran, maka sampel
gajah diambil dari sekolah gajah Way Kambas.

Jika penelitian deskriptif dilakukan dengan metode sampling acak (random sampling),
maka hasil analisis data berlaku pada tingkat populasi.
Penelitian monovariat dilakukan dengan sampling jika anggota populasi tidak terbatas,
sehingga perlu dibuat sample frame, yaitu anggota populasi yang akan diambil sampelnya.
Hasil analisis berupa nilai parameter populasi, yaitu: nilai-nilai pemusatan (nilai rata-rata
populasi, modus populasi, median populasi) dan nilai penyimpangannya (simpangan baku
populasi, ragam/variansi populasi, simpangan baku rata-rata populasi, koefisien variasi
populasi, kisaran).
Jika populasi tersebar normal menunjukkan nilai rata-rata populasi berimpit dengan modus
dan mediannya.
Contoh: meneliti karakteristik habitat roosting Rhinolopus afinis di gua Groda di
Gunungkidul, maka diambil sampel beberapa sampel Rhinolopus afinis yang sedang
roosting secara acak untuk diteliti karakteristik habitat roosting Rhinolopus afinis di gua
tersebut.