Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara umum seluruh jenis bahan tambalan yang digunakan pada praktik kedokteran
gigi dapat digunakan untuk restorasi akhir setelah perawatan endodonti. Namun dalam
kenyataannya, banyak ditemukan ketidaksempurnaan pada pembuatan restorasi tersebut. Hal
ini disebabkan oleh tidak tepatnya pemilihan bahan restorasi akhir yang digunakan. Oleh
sebab itu, perlu diketahui sifat dari tiap-tiap jenis bahan restorasi akhir sehingga kegagalan
dalam pembuatan restorasi akhir tersebut dapat dihindari. Ada dua faktor yang harus
dipertimbangkan dalam pemilihan bahan restorasi yang akan digunakan. (Tarigan, 2004)
1. Sifat setiap jenis bahan restorasi yang akan digunakan.
2. Keadaan lokal bahan restorasi dan akibat sampingan yang ditimbulkan bahan
restorasi pada saat pemakaiannya.
Glass Ionomer Cement (GIC) telah lama digunakan sebagai bahan restorasi. GIC
memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan bila diaplikasikan pada gigi anak-anak
antara lain: berikatan kimia dengan enamel dengan dentin, memiliki ekspansi thermal yang
sama dengan gigi, biokompabilitas baik, menghasilkan dan melepaskan fluorida, dan tidak
sensitif terhadap kelembaban bila dibandingkan dengan resin.
Glass Ionomer Cement (GIC) telah lama digunakan sebagai bahan restorasi. GIC
memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan bila diaplikasikan pada gigi anak-anak
antara lain: berikatan kimia dengan enamel dengan dentin, memiliki ekspansi thermal yang
sama dengan gigi, biokompabilitas baik, menghasilkan dan melepaskan fluorida, dan tidak
sensitif terhadap kelembaban bila dibandingkan dengan resin.
Bila dibandingkan dengan amalgam, GIC membutuhkan teknik preparasi yang lebih
sederhana, dengan menghilangkan jaringan gigi yang lebih sedikit. Pada penelitian
sebelumnya ditunjukkan angka kegagalan sebanyak 23% setelah 2 tahun, dan 60% setelah 3
tahun. Glass Ionomer Cement diindikasikan untuk restorasi kavitas klas II dengan lesi yang
insipien (kecil).

B.Tujuan Penulisan
Menjelaskan definisi pulpitis reversibel
Menjelaskan penyebab pulpitis reversibel
Menjelaskan diagnosa pulpitis reversibel
Menjelaskan gejala pulpitis reversibel
Menjelaskan perawatan pulpitis reversibel

C.Rumusan Masalah

1. Apa saja faktor penyebab dari pulpitis reversibel ?

2. Apa saja komposisi GIC ?

3. Gejala apa yang ditimbulkan pulpitis reversibel ?

4. Apa saja klasifikasi GIC ?

5. Mengapa dokter menyarankan memakai GIC ?

6. Apa kelebihan dan kekurangan GIC ?

7. Apakah ada terapi lain dan perawatannya ?

8. Mengapa dokter melakukan pembersihan kavitas sebelum melakukan tumpatan ?

9. Apa diagnosa dari pulpitis reversibel ?

10. Apa indikasi dan kontraindikasi GIC ?

11. Klasifikasi pulpitis ?

12. Bagaimana pemanipulasian dari GIC ?

D.Metode Penulisan

Literatur

Penulis menyusun makalah ang valid

Teknologi

Penulis menyusun makalah ini denganmengambil sumber dari internet

BAB II
PEMBAHASAN

Definisi

Pulpitis Reversibel adalah suatu kondisi inflamasi pulpa ringan sampai sedang yang
disebabkan oleh stimuli, tetapi pulpa mampu kembali pada keadaan tidak terinflamasi setelah
stimuli ditiadakan (Grossman, 1995)

Penyebab Pulpitis Reversibel

1. Trauma

2. Syok termal

3. Panas yang berlebihan pada waktu memoles tumpatan

4. Rangsangan pada leher gigi yang dentinnya terbuka

5. Penumpatan tumpatan amalgam baru yang berkontak dengan suatu restorasi emas

6. Stimulus kimiawi, misalnya dari bahan makanan manis atau masam

7. Iritasi tumpatan silikat atau akrilik

8. Bakteri, misalnya dari karies (Grossman, 1995)

Gejala Pulpitis Reversibel

1. Gejala Subyektif

Ditemukan lokasi nyeri lokal (setempat), rasa linu timbul bila ada rangsangan, durasi
nyeri sebentar.

2. Gejala Obyektif

Kariesnya tidak dalam (hanya mengenai enamel, kadang-kadang mencapai selapis


tipis dentin), perkusi, tekanan tidak sakit

(Grossman, 1998 and Walton 1996)

Diagnosa
Cara praktis untuk mendiagnosa pulpitis reversibel adalah:
1. Anamnesa: ditemukan rasa sakit / nyeri sebentar, dan hilang setelah rangsangan
dihilangkan
2. Gejala Subyektif: ditemukan lokasi nyeri lokal (setempat), rasa linu timbul bila ada
rangsangan, durasi nyeri sebentar.
3. Gejala Obyektif: kariesnya tidak dalam (hanya mengenai enamel, kadang-kadang
mencapai selapis tipis dentin), perkusi, tekanan tidak sakit.
4. Tes vitalitas: gigi masih vital
5. Terapi: jika karies media dapat langsung dilakukan penumpatan, tetapi jika karies porfunda
perlu pulp capping terlebih dahulu, apabila 1 minggu kemudian tidak ada keluhan dapat
langsung dilakukan penumpatan. (1. Grossman LI. 1998. Endodontic Practice. 8th ed.
Philadelphia, London: Lea and Febiger. 2. Walton and Torabinajed. 1996. Prinsip dan Praktik
Endodonsi. Edisi ke-2. Jakarta : EGC)

Perawatan Pulpitis reversibel

1. Menghilangkan stimulus tes vitalitas jika inflamasi masih terjadi (pulpitis


reversibel)

2. Perawatan bisa dilakukan dengan melakukan penumpatan awal bila kavitas meluas.
(Grossman, 1998 and Walton 1996)

Definisi GIC

GIC adalah Bahan semen ionomer kaca ini merupakan fluorida yang mengandung ion
aluminosilikat kaca dengan hasil reaksi antara bubuk kaca aluminosilikat dan berbagai variasi
asam poliorganik (Van Noort, 2007)

Komposisi GIC

1. Powder : fluoroaluminosilicate
2. Liquid : asam poliakrilik
(Tyas, 2008)

3. Silika (SiO2)

4. Alumina (Al2O3)

5. Alumina Fluorida (AlF3)

6. Kalsium Fosfat (AlPO4)

7. Kalsium Fluorida ( CaF2)


8. Matrium Fluorida (NaF)

(Tarigan, 1997)

Klasifikasi

Berdasarkan Tipe:

Tipe I : Luting

Tipe II : Restorative

Tipe III : Lining atau base

Tipe IV : Fissure Sealant

Tipe V : Orthodontic cement

(Bakar, 2012)

Berdasarkan Modifikasinya:

1. GIC modifikasi logam

2. GIC modifikasi Resin (Tarigan, 1997)

Indikasi GIC

1. Lesi erosi servikal

2. Sebagai bahan perekat atau luting (luting agent)

3. Semen glass ionomer dapat digunakan sebagai base atau liner di bawah tambalan
komposit resin pada kasus kelas I, kelas II, kelas III, kelas V dan MOD

4. Untuk meletakkan orthodontic brackets

5. Sebagai fissure sealant untuk fissure dan pit yang dalam

6. Restorasi gigi sulung

7. Untuk perawatan dengan segera pasien yang mengalami trauma fraktur

8. GIC diindikasikan untuk restorasi kavitas klas II dengan lesi yang insipien (kecil)
Kontraindikasi GIC

1. Semen glass ionomer tidak dianjurkan digunakan pada kavitas yang dalam tanpa
menggunakan pelapis kalsium hidroksida

2. Lesi erosi yang dangkal

3. Kontrol kekeringan daerah kerja susah didapatkan

4. Restorasi kelas IV

5. Mengandung fluor sehingga mampu melepaskan bahan fluor untuk mencegah karies
lebih lanjut

6. Daya larut yang rendah

7. Bersifat translusent atau tembus cahaya

8. Mempunyai sifat penyebaran panas yang sedikit

Kelebihan GIC

1. Dapat melepas fluor yang sangat berperan sebagai antikaries

2. Biokompatibilitas bahan ini terhadap jaringan sangat baik

3. Material ini melekat dengan baik ke struktur gigi karena mekanisme perlekatannya
adalah secara kimia

4. berikatan kimia dengan enamel dan dentin

5. memiliki ekspansi termal yang sama dengan gigi

6. tidak sensitive terhadap kelembaban bila dibandingkan dengan resin

Kekurangan GIC

1. Sensitivitas terhadap kelembaban tinggi

2. Low Fracture & Brittle

3. GIC mudah terkontaminasi oleh saliva dalam rongga mulut

4. Larut dalam saliva. membuat Ca terurai dan larut dalam s

BAB III

PENUTUP
Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA