Anda di halaman 1dari 12

MATA KULIAH KIMIA DASAR 1

HIDROKARBON SIKLIK

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 2 :
1. OLIVIA PUTRI (H41114304)
2. FAUZAN AKBAR G (H41114305)
3. AYU WULANDARI (H41114306)

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
201
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,
atas rahmat dan bimbinganNya kepada kelompok kami sehingga
makalah ini dapat terselesaikan sesuai dengan topik/judul
Hidrokarbon Siklik .
Bobot yang dimiliki makalah ini akan semakin padat apabila terus
menerus dilengkapi dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Oleh
karena itu saran dan kritik sangat kami butuhkan untuk kelengkapan
makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua dalam rangka mereguk pendidikan yang berkualitas.
Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
membantu terselesaikannya makalah ini, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Semoga makalah ini berguna bagi kita semua
dalam mengembangkan wawasan kita.
Kami juga menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat
kekurangan-kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun kami terima dengan senang hati.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih.

MAKASSAR, 12 NOVEMBER 2014

PENULIS
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang


terdiri dari senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen
(H) dan atom karbon (C). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon
dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut.
Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling
sederhana. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa
hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan
lain-lain.
Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa
karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan
senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon
yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang.
Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi
menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
Sampai saat ini terdapat lebih kurang dua juta senyawa
hidrokarbon. sifat senyawa-senyawa hidrokarbon ditentukan oleh
struktur dan jenis ikatan koevalen antar atom karbon.oleh karena
itu,untuk memudahkan mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu
banyak,para ahli melakukan pergolongan hidrokarbon berdasarkan
strukturnya,danjenis ikatan koevalen antar atom karbon dalam
molekulnya.
BAB II

PEMBAHASAN

Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling


sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbonadalah senyawa
karbon yang hanya tersusun dari atomhidrogen dan atom karbon.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kitatemui senyawa hidrokarbon,
misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain.
Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa
hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon
yang begitu banyak, para ahli
mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon
dalam molekulnya.
Kekhasan / Keunikan Atom Karbon:
a. Sesuai dengan nomor golongannya (IVA), atom karbon mempunyai 4
elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet
maka atom karbon mempunyai kemampuan membentuk 4 ikatan
kovalen yang relatif kuat.
b. Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon;
c. Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan
tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga.
d. Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai
(ikatan yang panjang).
e. Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus,
bercabang dan melingkar ( siklik )

Kedudukan Atom Karbon:


Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat dibedakan
sebagai berikut :
Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang
lain

Atom C sekunder : atom C yang mengikat langsung 2atom C


yang lain
Atom C tersier : atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang
lain
Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C
yang lain

Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom


C dan H)

a. Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :

Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai


terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan
rangkap).
Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai
melingkar / tertutup (cincin).
Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai
melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal
dan rangkap secara selang-seling / bergantian ( konjugasi ).

b. Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya :

Hidrokarbon jenuh = senyawa hidrokarbon yang ikatan antar


atom karbonnya merupakan ikatan tunggal.
Hidrokarbon tak jenuh = senyawa hidrokarbon yang memiliki 1
ikatan rangkap dua (alkena), atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua
(alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).

Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa


karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu:
senyawa alifatik. Senyawa hidrokarbon alifatik
adalahsenyawakarbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu
memungkinkan bercabang.
Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbonyang rantai C
nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai
samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan
aromatik. Senyawa hidrokarbon siklik banyak dijumpai sebagai
komponen kimia bahan alam seperti senyawa terpen
siklik,steroid dan lain-lain. ujung-ujung rantai suatu hidrokarbon
rantai lurus dapat tergabungkan membentuk suatu rantai karbon
yang tertutup atau cincin. Jika atom-atom pembentuk cincin
semua terdiri dari karbon maka dikenal sebagai alisiklik, namun
jika terdapat satu atau lebih atom lain (selain karbon) sebagai
penyusun rantai utama dari cincin tersebut maka disebut dengan
heterosiklik. Apabila rantai karbon siklik bersangkutan berupa
hidrokarbon jenuh maka disebut sikloalkana dan jika terdapat
ikatan rangkap maka disebut sikloalkena. Senyawa ini
mengandung satu atau lebih rantai tertutup (cincin) dan dikenal
sebagai senyawa siklik atau cincin. Terdiri dari dua jenis:
a. Senyawa Homosiklik
Senyawa-senyawa di mana cincin hanya terdiri dari atom karbon
disebut senyawa homosiklik. Senyawa homosiklik atau senyawa
karbosiklik dibagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan senyawa
aromatik.
1. Senyawa alisiklik Sebuah cincin beranggota tiga atau lebih
atom karbon menyerupai senyawa alifatik seperti dalam
senyawa homosiklik disebut senyawa alisiklik. Hidrokarbon
alisiklik jenuh memiliki rumus umum Cn H2n. Contoh senyawa
alisiklik adalah siklopropana, siklobutana, sikloheksana.

2. Senyawa aromatik
Senyawa ini mengandung cincin benzena yaitu sebuah cincin
dari enam atom karbon dengan ikatan ganda dan tunggal
yang berselang-seling. Disebut senyawa aromatik karena
banyak dari mereka yang memiliki bau yang harum. Senyawa
Aromatic adalah senyawa organic yang memiliki gugus fenil.
Senyawa Aromatik bersifat karsinogenik genetoxic, yang tidak
ada batas aman untuk terkena risiko kanker. Contoh dari
senyawa Aromatik adalah Benzena..
b. Senyawa heterosiklik
Ketika lebih dari satu jenis atom berada dalam satu
senyawa cincin, mereka dikenal sebagai senyawa heterosiklik.
Dalam senyawa ini umumnya satu atau lebih atom unsur seperti
nitrogen 'N', oksigen 'O', atau sulfur 'S' ada di dalam cincin. Atom
selain karbon yaitu N, O atau S yang ada dalam cincin disebut
heteroatom. Senyawa heterosiklik dengan lima dan enam atom
disebut sebagai heterosiklik beranggota lima dan enam.
Contohnya adalah piridin, furan, tiofen, pirol.
Senyawa heterosiklik selanjutnya dapat diklasifikasikan
sebagai monosiklik, bisiklik dan trisiklik tergantung pada jumlah
atom penyusun cincin satu, dua atau tiga.

c. Senyawa Polisiklik

senyawa yang mempunyai lebih dari dua struktur lingkar atom


karbon.

Naptalena, senyawa polisiklik


Porfirin, senyawa makrosiklik

senyawa aromatik polisiklik adalah senyawa dengan dua atau lebih cincin benzene.
Ada tiga senyawa aromatik polisiklik yang umum yaitu naftalena, antrasena, dan
fenatrena.

Tata Cara Penulisan dan Penamaan Hidrokarbon Siklik

Beberapa senyawa siklik yang sederhana dan tata cara


penamaannya. Penulisan senyawa hidrokarbon siklik yang lazim adalah
dengan menggambarkan suatu sistem siklik tanpa menuliskan atom
karbon hidrogennya, kecuali terdapat hetero atom. Penamaan
hidrokarbon siklik didasarkan pada jumlah atom karbon sebagaimana
hidrokarbon rantai lurus dan ditambah awalan kata siklo. Penomoran
diperlukan jika terdapat lebih dari satu subtituen terikat pada cincin.
Penomoran didasarkan pada subtituen, sedemikian rupa sehingga
subtituen berada pada nomor-nomor terendah, demikian juga ikatan
rangkap selalu menjadi patokan awal penomoran. Subtituen
disebutkan lebih awal mendahului nama induk, dan jika terdapat dua
atau lebih subtituen yang berbeda maka masin-masing subtituen
disebutkan berturut-turut berdasarkan abjad dilihat dari huruf awal
subtituen tersebut.

A. Tata Nama Senyawa Polisiklik


Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik memiliki tata nama tertentu
yang berbeda dengan penomoran pada benzena atau sikloalkana,
yang dimulai pada posisi substituennya. Penomoran pada polisiklik
ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah di manapun
posisi substituennya.

Lihat penomoran berikut.

Penataan nama secara trivial, posisi substituen dalam naftalena


tersubstitusi mono dinyatakan dengan huruf unani ( dan ).

Posisi yang berdekatan dengan karbon-karbon pemaduan cincin


disebut posisi alfa (), posisi berikutnya adalah beta (). Contoh:
b. Tata Nama Senyawa Heterosiklik

Sama seperti senyawa polisiklik aromatik, senyawa heterosiklik


aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut.

Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem


penomoran. Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom
selain karbon yang terkandung dalam cincin. Contoh :

Penataan nama dapat juga menggunakan huruf Yunani untuk


substituen mono, sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik.
Purin merupakan kerangka dasar pembentukan adenin dan guanin
(senyawa pembentuk DNA).

DAFTAR PUSTAKA

sahri.ohlog.com/hidrokarbon.cat3518.html diakses pada tanggal 28 februari 2010

staff.uny.ac.id/sites/defaultfiles/pendidikan/Dewi Yuanita
Lestari,S.Si,M.sc/hidrokarbon.pdf

www.ilmukimia.org/2012/12/klasifikasi-senyawa-organik.html

staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/penggolongan-senyawa-organik-dan-dasar-
dasar-reaksi.pdfs