Anda di halaman 1dari 75

TORQFLOW DRIVE

SYSTEM
SEMESTER II

April 2009 MSTDS-20109-1


Torqflow Drive
System

GAMBARAN UMUM PELATIHAN


Materi pembelajaran Torqflow Drive System terdiri atas 3 (tiga) bab. Bab 1
membahas mengenai Torque Converter. Bab 2 membahas mengenai Torqflow
Transmission dan Bab 3 membahas mengenai Testing and Adjusting pada Torque
Converter dan Torqflow Transmission.

i
DAFTAR ISI

GAMBARAN UMUM PELATIHAN

DAFTAR ISI ..............................................................................................................ii


PENJELASAN PELATIHAN ........................................................................................iii
SASARAN PELATIHAN .............................................................................................iv
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ..........................................................................v
REFERENSI...............................................................................................................vi
GLOSARIUM .............................................................................................................vii
BAB I. TORQUE CONVERTER
Pelajaran 1 : Prinsip Dasar Torque Converter ................................................................1
Pelajaran 2 : Struktur dan Fungsi DasarvTorque Converter ............................................5
Pelajaran 3 : Kombinasi Torque Converter dengan Perlengkapan Lain ............................12
Pelajaran 4 : Effisiensi pada Torque Converter ..............................................................14
Ringkasan ...................................................................................................................22
Soal Latihan ................................................................................................................23
BAB II. TORQFLOW TRANSMISSION
Pelajaran 1 : Sistem Roda Gigi Planetary.......................................................................26
Pelajaran 2 : Transmisi Roda Gigi Planetary ..................................................................37
Pelajaran 3 : Control Valve untuk Torqflow Transmission ..............................................39
Ringkasan ...................................................................................................................58
Soal Latihan ................................................................................................................59
BAB III. TESTING AND ADJUSTING
Pelajaran 1 : Torque Converter ....................................................................................61
Pelajaran 2 : Torqflow Transmission .............................................................................63
Ringkasan ...................................................................................................................65
Soal Latihan ................................................................................................................66

ii
Torqflow Drive
System
PENJELASAN PELATIHAN
Metode
Di dalam kelas (50%)
a. Ceramah
b. Diskusi
Workshop (50%)
a. Demonstrasi
b. Praktek
Durasi
3 hari kerja (@ 7 jam)
Jumlah Siswa
Maksimal 16 orang
Kriteria Kelulusan
Kehadiran minimal 90 % dari total hari pelatihan.
Evaluasi akhir
a. Nilai minimal test teori: 75
b. Nilai minimal test praktek: 75.
Pemberian Sertifikat
Sertifikat akan diberikan kepada siswa yang memenuhi kriteria kelulusan.
Surat keterangan akan diberikan kepada siswa yang memenuhi syarat
kehadiran minimal tetapi tidak memenuhi syarat minimal nilai kelulusan.

iii
Torqflow Drive
System
SASARAN PELATIHAN

Setelah mengikuti pembelajaran ini secara tuntas, siswa dapat menjelaskan struktur dan
cara kerja komponen pada torqflow drive system. Siswa juga mampu melakukan
pengetesan dan penyetelan pada komponen torqflow drive system.

iv
Torqflow Drive
System
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Petunjuk Bagi Siswa


Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal dalam mempelajari materi modul ini,
langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:
 Bacalah dan pahamilah dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada
pada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurang jelas, siswa
dapat bertanya pada instruktur yang mengampu kegiatan belajar tersebut.
 Kerjakanlah setiap soal latihan yang terdapat pada modul ini untuk mengetahui
seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang
dibahas dalam setiap kegiatan belajar.
 Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, ulangi lagi pada kegiatan
belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada instruktur yang mengampu
kegiatan pembelajaran yang bersangkutan.

Petunjuk Bagi Instruktur


Dalam setiap kegiatan belajar instruktur berperan untuk:
 Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar.
 Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap
belajar.
 Membantu siswa dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab
pertamnyaan siswa mengenai proses belajarnya.
 Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang
diperlukan untuk belajrar.
 Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.

v
Torqflow Drive
System
REFERENSI

Training Aid
Unit Instruction Manual Power Train of Dump Truck and Motor Scraper
Unit Instruction Manual Torque Converter
Shop Manual D85A, E, P-21

vi
Torqflow Drive
System
GLOSARIUM

Engaged : Suatu kondisi dimana susunan disc dan plate dalam keadaan merapat.
Engine : Salah satu komponen utama pada sebuah alat berat yang berfungsi
sebagai sumber tenaga.
Disengaged : Suatu kondisi dimana susunan disc dan plate dalam keadaan
merenggang.
Clutch : Disc dan plate yang tersusun diantara inner drum dan outer drum.
Disk : Komponen yang berfungsi sebagai fiction plate, terbuat dari baja, bagian
luar dilapisi lapisan bronze yang berfungsi untuk mengurangi keausan.
Plate : Komponen yang berfungsi sebagai fiction plate, terbuat dari baja tahan
karat serta tahan temperatur tinggi

vii
BAB I

TORQUE CONVERTER

Tujuan Bab 1:
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menjelaskan
prinsip dasar torque converter, struktur dan cara kerja torque converter, kombinasi
torque converter dengan perlengkapan lain serta effisiensi pada torque converter.

Referensi :
1. Training Aid
2. Unit Instruction Manual Power Train of Dump Truck and Motor Scraper
3. Unit Instruction Manual Torque Converter
4. Shop Manual D85A, E, P-21

1
Torqflow Drive System

Pelajaran 1: Prinsip Dasar Torque Converter

Tujuan Pelajaran 1
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu siswa mampu menjelaskan prinsip
dasar dinamika fluida, struktur dan cara kerja fluid coupling serta struktur dan fungsi dasar dari
torque converter.

Prinsip Dasar Dinamika Fluida


Torque converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara hidrolis. Fungsi
utamanya tidak jauh berbeda dengan main clutch (coupling), sehingga torque converter sering
disebut juga fluid clutch. Baik fluid coupling maupun torque converter menggunakan media oli untuk
pemindah tenaganya. Di bawah ini dijelaskan beberapa prinsip dasar dinamika fluida:

Sebuah bola yang dilemparakan ke dinding akan menghasilkan tenaga untuk memantul dari dinding
tersebut. Ketika lemparan bola dipercepat maka tenaga pantul yang dihasilkan akan lebih besar.

Besarnya tenaga pantul yang dihasilkan juga bergantung dari beratnya bola. Semakin berat bola
maka tenaga yang dihasilkan akan semakin besar ketika kecepatan bola sama.

Ketika bola yang dilemparkan memiliki kecepatan dan berat yang sama, tenaga yang dihasilkan akan
lebih besar apabila jumlah bola yang dilemparkan lebih banyak.

2
Torqflow Drive System

Sudut pelemparan bola mempengaruhi tenaga pantulnya. Tenaga yang dihasilkan akan lebih besar
apabila posisi bola lebih vertikal terhadap dinding dan sebaliknya tenaga yang dihasilkan akan lebih
kecil apabila sudut datangnya bola lebih besar.

Fluida merupakan kumpulan dari partikel molekul yang berukuran sangat kecil. Bola yang
dilemparkan seperti ilustrasi diatas kita anggap sebagai partikel molekul dari fluida, apabila fluida kita
arahkan ke suatu benda maka berdasarkan teori diatas benda tersebut akan terdorong karena tenaga
yang dihasilkan fluida lebih besar dari kekuatan bendanya. Prinsip dasar dinamaika fluida diatas
merupakan prinsip dasar bekerjanya torque converter.

Fluid Coupling
Sistem pemindah hidrolis dalam penerusan tenaganya menggunakan media fluida yang secara umum
dapat dibedakan atas Torque converter (menggunakan stator) dan Fluid coupling (tidak
menggunakan stator).

Fluid Coupling

Fluid coupling terdiri dari tiga komponen utama yaitu: pump, turbine dan fluida. Fluida yang biasanya
digunakan adalah oli. Pump diputar dengan kecepatan tinggi oleh engine atau motor elektrik. Sesuai
dengan putaran pump fluida mengalir menuju turbine, turbine degerakkan oleh tenaga fluida dari

3
Torqflow Drive System

pump dan meneruskannya ke output shaft. Pump menerima kembali fluida dari turbine yang sudah
tidak bertenaga dan mengembalikannya kembali ke turbin.

Struktur dan Fungsi Dasar Torque Converter


Torque converter dipasang antara engine dan transmisi, berfungsi memindahkan tenaga engine ke
transmisi. Dimana tenaga mekanis menjadi tenaga kinetis (oil flow), yang selanjutnya output shaft
torque converter digerakkan oleh energi kinetis dari oil flow tersebut.
Ditinjau dari kebutuhan unitnya, torque converter memiliki keunggulan utama yang tidak diperoleh
dari jenis-jenis komponen pemindah tenaga yang lain. Dimana torque output dapat berubah secara
otomatis disesesuaikan dengan besar kecilnya beban unit, tanpa mengubah putaran dan torque
engine. Torque converter terdiri dari tiga komponen dasar, yaitu: pump (impeller), turbine (runner),
stator (reactor) dan fluida sebagai media perantara. Kontruksi torque converter hampir sama dengan
fluid coupling, hanya saja pada torque converter dilengkapi dengan stator.

Torque Converter

4
Torqflow Drive System

Pelajaran 2: Struktur dan Fungsi Torque Converter

Tujuan Pelajaran 2
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menjelaskan struktur, cara kerja,
kode dan sirkuit hidrolik torque converter serta struktur, fungsi dan cara kerja relief valve, regulator
valve, scavenging pump dan freewheel.

Komponen Torque Converter

5
Torqflow Drive System

1. Drive Case 11. Stator Boss 21. Driven Gear Assy 21. Bearing
2. Drive Gear 12. Housing 22. Pump Case 31. Drive Gear
3. Bolt 13. Drain Plug 23. Drive Gear Assy 32. Pump
4. Snap Ring 14. Drive Gear 24. Stator Shaft Bearing 33. Bolt
5. Pilot Bearing 15. Nut 25. Coupling 34. Turbine
6. Pilot 16. Drain Plug 26. Seal Seat 35. Relief Valve
7. Bolt 17. Strainer 27. Turbine Shaft 36. Regulator Valve
8. Boss 18. Cover 28. Oil Seal 37. Cover
9. Bolt 19. Stud 29. Cover 38. Scavenging Pump
10. Stator 20. Cover 30. Stator Shaft 39. Straner

Kode Torque Converter


Pada torque converter terdapat kode untuk membedakan penggunaannya, misalkan pada unit D65S
dilengkapi dengan torque converter TCS38-1A dan D155A dengan TCS43-4B. Pengkodean ini
berdasarkan dari KES (Komatsu Engineering Standard). Formatnya adalah sebagai berikut:

T
Suffix
Model Number
Type Code Size Code

Type Code :
Kolom 1  T = Torque Converter
Kolom 2  A = Round Type, 1 stage type torque converter dimana posisi turbin dan pompa
simetris.
B = Round Type, 1 stage type torque converter dilengkapi direct clutch.

6
Torqflow Drive System

Kolom 3  Menunjukkan stall torque ratio:


H = High stall torque ratio (ts = 3,5)
M = Medium stall torque ratio (ts = 3,0)
L = Low stall torque ratio (ts = 2,5)
Size Code : menunjukkan diameter luar dari impeller jika dikalikan dengan 10 (terdapat table
khusus)
Model Number : merupakan kode urutan pengembangan.
Suffix : pada kolom ini diisi dengan huruf yang menunjukkan modifikasi torque converter.
TAH30-4B merupakan salah satu contoh pengkodean pada torque converter. Tipe ini menunjukkan
round type torque converter dengan diameter luar dari impeller 302 mm dan high stall torque ratio.
Torque converter ini merupakan model ke empat untuk primary torque coefficient atau perubahan
bentuknya dan telah dimodifikasi satu kali.
Selain pengkodean diatas, torque converter juga diklasifikasikan berdasarkan jumlah dari komponen
utamanya, stage dan phase. Komponen yang dihitung adalah pump, turbin dan stator. Apabila torque
converter memiliki satu pump, turbin dan stator maka disebut 3 komponen torque converter.
Kondisi stator ketika torque converter bekerja adalah diam maka torque converter dinamakan single
phase. Apabila stator berjumlah satu dan dapat berotasi satu arah dinamakan 2 phase dan
seterusnya. Dibawah ini beberapa contoh torque converter:

7
Torqflow Drive System

Sirkuit Hidrolik dari Torque Converter

Keterangan:
1. Transmission Oil 11. Torque Converter 21. Cek Valve
Strainer 12. Plug for Torque Converter Oil 22. No. 1 Clutch (F)
2. Transmission Pump Temperatur 23. No. 2 Clutch (R)
3. Transmission Oil Filter 13. Torque Converter Regulator 24. No. 3 Clutch (3rd)
4. Modulating Valve Valve 25. No. 4 Clutch (2nd)
5. Quick Return Valve 14. Oil Cooler 26. No. 5 Clutch (1st)
6. Reducing Valve 15. Transmission Lubricating Valve
7. Speed Valve 16. Transmission A. Plug for Torque Converter Relief
8. F-R Valve 17. PTO Lubrication Pressure.
9. Safety Valve 18. Torque Converter Case B. Plug for Torque Converter Pressure
10. Torque Converter Relief 19. Scavenging Pump C. Plug for Transmission Clutch
Valve 20. Transmission Case Pressure

8
Torqflow Drive System

Relief Valve
Pada suatu sirkuit hidrolik untuk torque converter, terdapat dua buah valve, yaitu : torque converter
relief valve dan torque converter regulator valve. Torque converter relief valve ditempatkan pada sisi
inlet dari torque converter, dimana berfungsi untuk membatasi tekanan maksimum yang akan masuk
ke dalam torque converter.
Gambar (c) dan (d) adalah relief valve pada
D85ESS-2. Relief valve digunakan untuk
melindungi torque converter dari tekanan yang
berlebihan. Relief valve terpasang pada inlet
circuit untuk menjaga tekanan didalam torque
converter 8,7+3 kg/cm2. Aliran oli dari
transmission dan steering pump melewati port
A menuju port A lalu ke pump torque
converter. Ketika tekanan oli pada port A lebih
dari 8,7 kg/cm2 maka oli melawan gaya spring
(23) dan mendorong spool keatas dan oli masuk
ke port B menuju steering case.

Regulator Valve
Oli dalam torque converter jauh lebih tinggi tekanannya dibandingkan dengan tekanan udara luar.
Jika didalam torque converter terjadi gelembung-gelembung udara, maka akan menimbulkan busa.
Jika hal ini benar -benar terjadi akan mengakibatkan performancenya berkurang. Untuk mencegah
hal ini, yaitu agar tidak terjadi gelembung-gelembung udara dalam torque converter, maka oli yang
keluar dari torque converter tekanannya dibatasi oleh regulator valve.

Regulator valve dipasang pada outlet circuit


untuk menjaga tekanan oli di dalam torque
converter 4,5 0,5 kg/cm2 (untuk D85ESS-2).
Oli keluar dari torque converter melalui port C,
ketika tekanan oli lebih besar dari 4,5 kg/cm2
maka oli akan mampu melawan spring (25) dan
mendorong spool (24) kearah atas sehingga oli
akan keluar dari torque converter melalui port D.

9
Torqflow Drive System

Scavenging Pump

Scavenging pump berfungsi untuk mengembalikan oli dari


torque converter case ke transmission case. Scavenging
pump digerakkan oleh roda gigi yang ada pada sisi pump
torque converter. Scavenging pump akan selalu bekerja
apabila engine dijalankan walaupun torque converter
dalam kondisi stall.

Freewheel
Free wheel atau sering disebut one way clutch dipasang pada stator, terletak antara stator danshaft
yang berfungsi agar stator dapat berputar ke satu arah saja pada shaftnya, dimana akan berfungsi
juga menaikkan effisiensi dari torque converter.

Terdapat dua tipe freewheel yaitu: 1. Roller type


2. Sprag type

1. Roller type

Konstruksi seperti ini terlihat pada gambar di samping,


apabila stator diputar pada shaftnya kearah( a ), roller
akan bergerak ke kanan kearah ruangan yang lebih
sempit, sehingga mengakibatkan stator akan terkunci dan
diam.

Apabila stator diputar kearah ( b ), roller akan bergerak ke


kiri pada ruangan yang lebih luas melawan spring,
sehingga mengakibatkan stator dapat berputar.

10
Torqflow Drive System

2. Sprag type

Pada sprag, jarak searah A lebih panjang daripada jarak


arah B seperti terlihat pada gambar ( c ). Apabila stator
diputar kearah ( a ), sprag akan berputar ke kiri sesuai
dengan arah anak panah, karena jarak antara shaft dengan
stator lebih kecil dari jarak A, maka stator dan shaft akan
terkunci oleh sprag sehingga tidak dapat berputar.
Sebaliknya, apabila stator diputar kearah ( b ), maka stator
akan berputar dengan lancar karena jarak B lebih pendek
dari pada jarak antara stator dengan shaftnya.

11
Torqflow Drive System

Pelajaran 3: Kombinasi Torque Converter dengan Perlengkapan Lain

Tujuan Pelajaran 3
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menjelaskan struktur dan cara kerja
torque converter with lock up cutch, struktur variable capacity type torque converter dan struktur split
type torque converter.

Torque converter dengan Lock-up Clutch


Lock up clutch dipasang antara turbin dan drive case yang dioperasikan secara hidrolis untuk secara
langsung menghubungkan antara turbin dan pump sehingga bekerja sebagai direct drive. Lock up
clutch di-release supaya kembali berfungsi sebagai torque converter pada saat beban yang berat.
Pada saat beban ringan clutch akan bekerja untuk mengunci torque converter dengan cara
menghubungkan langsung antara turbin dan pump. Hal tersebut bertujuan untuk menaikan efisiensi.

Variable Capacity Type Torque Converter


Pada tipe ini pump dibagi menjadi dua bagian, inner impeller digerakan langsung oleh engine,
sedangkan outer impeller diputar atau dihentikan oleh hydraulic clutch. Pump capacity dapat secara
terus menerus dirubah dengan cara mengontrol tekanan oli yang masuk ke outer impeller. Torque
converter jenis ini umumnya digunakan pada big loader.

12
Torqflow Drive System

Split Type Torque Converter


Split Type Torque Converter (disebut pembagi torque). System ini merupakan kombinasi dengan
planetary gear yang merupakan bagian penghubung torque engine dan torque converter. Engine
menggerakkan planetary gear system dan pump pada torque converter. Turbin menggerakkan ring
gear, sedangkan carrier dihunbungkan dengan output shaft. Torque jenis ini umumnya digunakan
pada bulldozer.

13
Torqflow Drive System

Pelajaran 4: Effisiensi Pada Torque Converter

Tujuan Pelajaran 4
Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 4, siswa mampu menjelaskan istilah-istilah dan
sombol-simbol pada torque converter, unjuk kerja fluid coupling, unjuk kerja torque converter single,
double, triple phase dan unjuk kerja torque converter dengan lock up clutch.

Pemaparan mengenai istilah-istilah dan symbol-simbol


Torque diperlukan untuk menggerakan pump pada fluid coupling atau torque converter disebut
dengan pump torque disimbolkan Tp sedangkan pump speed disimbolkan Np.
Selanjutnya yang menggerakkan turbin berputar disebut dengan turbine torque disimbolkan Tt dan
turbine speed disimbolkan Nt.
Perbandingan turbine torque dengan pump torque disebut dengan torque ratio disimbolkan t.

Torque ratio ( t ) = =

Jadi, jika t = 2, artinya turbine torque dua kali lipat pump torque dan jika t = 3 maka turbine torque
tiga kali lipat pump torque.
Begitu juga dengan perbandingan antara turbine speed dengan pump speed disebut dengan speed
ratio disimbolkan e.

Speed ratio ( e ) = =

Jadi, jika e = 0 artinya turbin pada kondisi tersebut diam atau dikenal dengan istilah stall, jika e = 0,5
artinya putaran turbin setengah daru putaran pump.
Perbandingan antara Daya (HP) turbin terhadap Daya (HP) pump disebut dengan efisiensi torque
converter disimbolkan .

Unjuk Kerja Fluid Coupling


Fluid coupling memiliki karakteristik bahwa ketika putaran pump dan turbin naik dan turun pada
tingkatan yang sama (speed ratio konstan) torsi pump dan turbin akan naik dan turun setara dengan
kuadrat dari masing-masing putarannya. Sebagai contoh; asumsikan bahwa pump torque adalah

14
Torqflow Drive System

100kgm, pump speed 1000 rpm, turbine speed 500 rpm, jika pump speed diubah-ubah pada speed
ratio yang sama (contoh; 1000/500 = 0,5) dari 500, 1500, 2000 rpm (dan turbine speed dari 250,
750, 1000) maka pump torque akan berubah-ubah seperti pada table dibawah.

Speed change 1/2 1 1,5 2

Pump speed
500 1000 1500 2000
(rpm)

Turbine speed
250 500 750 1000
(rpm)

Pump torque
(kgm)

4.1 Grafik hubungan antara pump speed dan pump torque


Turbine torque akan selalu sama dengan pump torque (Tt = Tp), sehingga torque ratio pada semua
speed ratio akan sama.

Secara grafik digambarkan sebagai berikut:

4.2 Grafik hubungan torque ratio dan speed ratio

15
Torqflow Drive System

Karena pump torque (Tp) selalu mempunyai nilai yang sama


dengan turbine torque (Tt), maka eficiensi fluid coupling
menjadi:

Jadi, jika speed ratio 0,1 efisiensi akan sama dengan 0,1.
Juga ketika speed ratio 0,5 efisiensi akan sama dengan 0,5.

Kenyataannya, jika terjadi kehilangan tenaga (horsepower


losses) yang disebabkan oleh efisiensi mekanikal dan hambatan fluida dimasukan dalam
perhitungan, maka efisiensi fluid coupling akan lebih rendah dari nilai teoritis seperti pada gambar di
atas. Ketika speed ratio mendekati 1, putaran turbin akan hampir sama dengan putaran pump,
sehingga hampir tidak ada perpindahan tenaga melalui fluid coupling. Dengan kata lain, hampir
semua tenaga dari fluid coupling menjadi kehilangan tenaga (horsepower loss), yang selanjutnya
menghasilkan penurunan efisiensi.

Kemampuan fluid coupling sangat dipengaruhi oleh speed


ratio, dan ketika putaran pompa konstan pump torque
akan menjadi lebih besar pada speed ratio yang lebih kecil
seperti terlihat pada gambar di samping.

4.4 (Grafik hubungan antara pump torque dan speed ratio)

Seperti penjelasan sebelumnya, karena pump torque setara


dengan kuadrat dari pump speed, diasumsikan bahwa
perubahan putaran pump melalui 500, 1000, 1500, dan
2000 rpm, pump torque akan naik dengan factors 4, 9, dan
16 seperti terlihat pada gambar di samping.

4.5 (Grafik hubungan antara pump torque dan speed ratio


pada rpm tertentu)

16
Torqflow Drive System

Kemampuan fluid coupling digambarkan dalam


grafik yang memperlihatkan hubungan antara
efisiensi ( ), primary torque (Tp), torque ratio

(t) dan speed ratio (e). Gambar di samping


memperlihatkan contoh kemampuan fluid
coupling.

4.6 (Grafik performance fluid coupling)

Unjuk Kerja Torque Converter Tipe Single Phase


Perbedaan utama antara torque converter dengan fluid coupling ada bahwa pada torque converter
dipasang stator. Oleh karena itu pump torque tidak sama dengan turbine torque dan torque ratio
tergantung kepada beban pada torque converter.
Jika torque pada stator disimbolkan dengan Ts, maka didapatkan persamaan :
Tt = Ts + Tp
Secara umum, jika turbine torque (Tt) naik, Stator torque (Ts) akan naik secara bersamaan dan oleh
karena itu akan berpengaruh kecil pada Tp.

Gambar disamping memperlihatkan kurva turbine dan pump


torque vs turbine speed antara 2000 dan 0 rpm, hasilnya
menghubungkan turbine dan pump yang berputar pada 2000
rpm.

4.8 (Grafik hubungan antara turbine torque dan speed)

17
Torqflow Drive System

Berikut adalah perbandingan karakteristik antara fluid coupling dan torque converter:

Gambar di samping memperlihatkan grafik hubungan antara


torque ratio (t) dan speed ratio (e) pada torque converter
dan fluid coupling.

4. 10 Grafik hubungan (t) dan (e)

Unjuk kerja torque converter single phase


digambarkan seperti unjuk kerja fluid coupling yang
merupakan hubungan antara primary torque
coefficient (tp), efficiency ( ), torque ratio (t) dan

speed ratio (e), seperti di gambarkan pada grafik di


samping.

4.11 Grafik untuk kerja torque converter

18
Torqflow Drive System

Unjuk Kerja Torque Converter Tipe Double dan Triple Phase

Seperti terlihat pada gambar 4.12, efisiensi torque converter


single phase lebih rendah dari pada fluid coupling pada
beban ringan. Alasannya bahwa stator akan mengganggu
arah aliran oli pada saat beban ringan (speed ratio
mendekati 1). Torque converter 2 dan 3 phase digunakan
untuk mengatasi kerugian tersebut dengan cara memutar
stator bersama-sama pump dan turbine.
Perubahan aliran oli telah dijelaskan seperti pada gambar
4.7. apa yang akan terjadi jika beban diturunkan lebih jauh?
Oli akan mengalir seperti pada gambar 4.12 dan akan
menabrak bagian belakang (punggung) dari sudu-sudu
stator. Pada saat itulah stator akan mengganggu arah aliran
oli dan efisiensi pada torque converter akan semakin turun.
Pada kondisi tersebut akan lebih baik jika stator dibuang, tetapi hal tersebut tidak mungkin. Hal
tersebut dapat terpecahkan dengan cara membiarkan stator ikut berputar searah turbine dan pump
ke satu arah saja.
Stator akan kembali diam ketika oli menabrak sudu-sudu
stator bagian dalam (perut) seperti terlihat pada gambar
4.13a. sebaliknya ketika oli menabrak sudu-sudu stator
bagian belakang (punggung) seperti terlihat pada gambar
4.13b maka sudu-sudu akan terdorong kebawah yang
mengakibatkan stator berputar. Tipe torque converter
seperti ini disebut torque converter tipe 2-phase.
Sedangkan torque converter yang memiliki stator fix pada
shaftnya disebut torque converter tipe single phase.

Pengembangan dari torque converter 2-phase dengan cara membagi stator menjadi dua bagian
disebut dengan torque converter tipe 3-phase.
Pada torque converter 3-phase, stator 1 dan 2 akan kembali diam pada beban yang tinggi seperti
terlihat pada gambar 4.14a. Ketika oli menabrak bagian belakang (punggung) sudu-sudu stator
seperti pada gambar 4.14b pada saat beban dikurangi, stator 1 mulai berputar tetapi stator masih
diam. Ketika beban dikurangi lebih rendah lagi, maka oli akan menabrak bagian belakang (punggung)
sudu-sudu stator 2, yang menyebabkan stator 1 dan 2 berputar. Sehingga torque converter 3-phase
akan mempertahankan efisiensi yang tinggi pada variasi beban yang berubah-ubah.

19
Torqflow Drive System

Perubahan efisiensi pada torque converter double dan triple phase dapat dilihat seperti pada grafik di
bawah.

Unjuk Kerja Torque Converter dengan Lock Up Clutch

Pada torque converter tipe ini, komponen disusun sehingga


pump dan turbine dihubungkan secara langsung pada speed
ratio yang tinggi. Sehingga pada speed ratio yang tinggi
efisiensi diteruskan 100%.

20
Torqflow Drive System

Kurva Effisiensi Torque Converter

Diagram di samping merupakan kurva efisiensi torque converter single


phase.
Asumsikan bahwa beban yang besar menahan output shaft yang
menyebabkan speed ratio (e) turun menjadi 0,2. Pada kondisi
tersebut sekitar 40% tenaga dari pump diteruskan ke transmisi, dan
sisanya 60% dirubah menjadi panas pada torque converter. Hal yang
sama akan terjadi penurunan efisiensi torque converter pada saat
beban ringan, yang menghasilkan sebagian besar input power
terbuang dan diubah menjadi panas.

Input power torque converter diberikan berdasarkan persamaan


berikut:

Karena putaran pump sebanding dengan primary torque (tp)


adalah 1000 rpm, maka persamaan di atas menjadi:

Sehingga output horsepower dapat ditentukan dengan cara


mengalikan input horsepower dengan efisiensi.

21
Torqflow Drive System

Ringkasan

Torque converter
Torque converter adalah suatu komponen power train yang bekerjanya secara hidrolis. Fungsi
utamanya tidak jauh berbeda dengan main clutch (coupling), sehingga torque converter sering
disebut juga fluid clutch. Baik fluid coupling maupun torque converter menggunakan media oli untuk
pemindah tenaganya.
Torque converter dipasang antara engine dan transmisi, berfungsi memindahkan tenaga engine ke
transmisi. Dimana tenaga mekanis menjadi tenaga kinetis (oil flow), yang selanjutnya output shaft
torque converter digerakkan oleh energi kinetis dari oil flow tersebut.
Ditinjau dari kebutuhan unitnya, torque converter memiliki keunggulan utama yang tidak diperoleh
dari jenis-jenis komponen pemindah tenaga yang lain. Dimana torque output dapat berubah secara
otomatis disesesuaikan dengan besar kecilnya beban unit, tanpa mengubah putaran dan torque
engine. Torque converter terdiri dari tiga komponen dasar, yaitu: pump (impeller), turbine (runner),
stator (reactor) dan fluida sebagai media perantara. Kontruksi torque converter hampir sama dengan
fluid coupling, hanya saja pada torque converter dilengkapi dengan stator.
Torque converter jika dilihat dari kombinasi torque converter dengan perlengkapan lain dibedakan
menjadi; Torque converter with lockup clutch, variable capacity type torque converter dan Split Type
Torque Converter. Sedangkan jika dilihat dari kemampuan atau efisiensinya dapat dibedakan
menjadi; single phase, double phase dan triple phase.

22
Torqflow Drive System

Soal Latihan

1. Perubahan kenaikan efisiensi dari torque converter yang berhubungan dengan stator ...
a. Stage.
b. Phase.
c. Element.
d. Torque converter efficiency.
2. Komponen utama dari torque converter terdiri dari ...
a. Scavenging pump, turbin, pump.
b. Pump, drive case, stator.
c. Turbin, stator, flywheel.
d. Turbin, stator, pump.

3. Pump pada torque converter berfungsi ...


a. Merubah energi putar dari engine menjadi energi kinetis oli.
b. Menaikkan putaran engine yang ditransfer ke transmisi.
c. Menyerap panas yang timbul pada saat unit beroperasi.
d. Menurunkan tenaga engine yang ditransfer ke transmisi.

4. Scavenging pump pada torque converter berfungsi untuk ...


a. Mensupply oli ke torque converter case.
b. Memindahkan oli dari torque converter case ke transmision case
c. Membantu pompa transmisi untuk pengisian oli ke clutch transmisi.
d. Mempercepat proses kerja dari torque converter.

5. Regulator valve pada torque converter berfungsi untuk ...


a. Membatasi jumlah oli yang akan masuk ke torque coverter.
b. Membatasi tekanan maksimum di dalam torque converter dan sekaligus mencegah terjadinya
gelembung-gelembung udara di dalam torque converter.
c. Mengatur tekanan oli yang menuju ke transmisi.
d. Mengatur dan sekaligus membatasi tekanan oli yang menuju ke pump.

23
Torqflow Drive System

1. Jelaskan prinsip dasar dinamika fluida!


2. Jelaskan prinsip dasar fluid coupling!
3. Jelaskan prinsip dan fungsi dasar torque converter!
4. Sebutkan dan jelaskan fungsi komponen utama torque converter!
5. Jelaskan pengkodean yang digunakan torque converter!
6. Gambarkan dan jelaskan sirkuit hidrolik torque converter!
7. Jelaskan fungsi dan cara kerja torque converter relief valve!
8. Jelaskan fungsi dan cara kerja torque converter regulator valve!
9. Jelaskan fungsi dan cara kerja scavenging pump!
10. Jelaskan tipe, fungsi dan cara kerja free wheel!
11. Jelaskan struktur dan cara kerja torque converter dengan lockup clutsh
12. Jelaskan struktur dan cara kerja variable capacity type torque converter!
13. Jelaskan struktur dan cara kerja split-type torque converter!
14. Sebutkan dan jelaskan istilah-istilah teknik pada torque converter!
15. Jelaskan grafik performance fluid coupling!
16. Jelaskan grafik performance torque converter single phase!
17. Jelaskan grafik performance torque converter double dan triple phase!
18. Jelaskan grafik performance torque converter dengan lock-up clutch!
19. Jelaskan kurva efisiensi torque converter!

24
BAB II

TORQFLOW TRANSMISSION

Tujuan Bab 2:

Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 1, siswa mampu menyebutkan dan


menjelaskan nama, fungsi dan letak komponen pada torqflow transmission.

Referensi :

Training Aid
Unit Instruction Manual Power Train of Dump Truck and Motor Scraper
Unit Instruction Manual Torque Converter
Shop Manual D85A, E, P-21

25
Torqflow Drive System

Pelajaran 1: Sistem Roda Gigi Planetary

Tujuan Pelajaran 1

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
nama, fungsi dan letak komponen sistem roda gigi planetary.

Pendahuluan

Torqflow transmission adalah alat pemindah tenaga yang menggunakan fluida dalam hal ini oli
sebagai pengontrolnya. Secara umum, transmisi dihubungkan dengan engine melalui torque
converter. Fungsinya adalah untuk mencocokkan torque dan speed yang dihasilkan engine dengan
beban. Ketika beban besar transmisi akan menurunkan putaran yang dihasilkan oleh engine dan
sekaligus menikkan torque. Ketika beban kecil, putaran output transmisi dinaikkan sebaliknya torque
nya diturunkan. Selain fungsi tadi, transmisi juga berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak maju
dan mundur. Pemasangan torqflow transmission biasanya dipasang bersama torque converter .
Apabila tanpa torque converter biasanya disebut hidroshift transmission. Torqflow transmission juga
dinamakan powershift transmission. Keuntungan dari alat ini adalah untuk meningkatkan efektivitas
pengoperasaian, kenyamanan dan lain-lain yang akhirnya akan mempengaruhi poduktivitas alat.
Pada komatsu dipakai dua tipe power shift transmission, yaitu:
o Planetary Gear System.
o Counter Shaft System.

26
Torqflow Drive System

Sistem Roda Gigi Planetary 1

Planetary gear system terdiri dari tiga elemen, yaitu: sun gear, carrier dan ring gear. Apabila
mencoba untuk memutarkan dua elemen dari ketiganya atau satu diputar sedangkan satu lagi
ditahan maka akan menghasilkan putaran yang bervariasi pada elemen outputnya, lebih cepat atau
lebih lambat, maju atau mundur.
Terdapat 2 macam planetary gear system, yaitu single pinion type dan double pinion type .
Single Pinion

Single Pinion Type


Keterangan: putaran sun gear dihubungkan dengan ring gear melalui sebuah planet pinion.

Prinsip Kerja Planetary Gear

Mari kita lihat bagaimana system roda gigi planetary berfungsi. Ketika salah satu dari komponen
utama ditahan (diam) dan komponen lainnya diputar. Jika pinion diputar sementara sun gear ditahan,
maka pinion akan berputar bebas pada shaftnya dan pada waktu yang bersamaan juga akan berputar
mengelilingi sun gear.
Dinamakan sistem roda gigi planetary berdasarkan kenyataan bahwa planet pinion berputar
mengelilingi sun gear (revolusi) dan sekaligus berputar pada masing-masing shaft-nya (rotasi) seperti
halnya system tata surya.

27
Torqflow Drive System

Untuk lebih jelasnya mengenai cara kerja system roda gigi planetary berikut adalah contoh
penjelasannya.
Contoh, jika carrier ditahan dan sun gear diputar sebagai input putaran. Pada saat sun gear diputar,
pinion akan berputar pada masing-masing shaft-nya sementara shaft diam bersama carrier. Putaran
pinion tadi akan diteruskan ke ring gear, sehingga ring gear akan berputar tetapi arah putaran ring
gear berlawanan dengan sun gear, karena pinion berhubungan langsung dengan sun gear dan ring
gear. Berikut ilustrasinya:

Tandai masing-masing pertemuan antara roda gigi yang satu dengan


yang lainnya, kemudian putar sun gear, sementara planet carrier
ditahan.

sejauh sun gear diputar, maka ring gear akan terus berputar
dengan arah berlawanan dengan sun gear seperti terlihat pada
gambar.

Berikut adalah ilustrasi penjelasan di atas:

28
Torqflow Drive System

Seperti penjelasan sebelumnya, apabila carrier ditahan, ring gear akan berputar berlawanan arah
terhadap putaran sun gear. Ini salah satu aplikasi pada planetary gear transmission untuk
mendapatkan posisi gerak mundur (reverse). Seperti diperlihat pada ilustrasi di atas, ketika posisi
mundur (reverse) planetary carrier ditahan (fix) terhadap housing sehingga planetary carrier diam.
Sehingga ring gear berputar dengan arah yang berlawanan terhadap sun gear, yang diaplikan pada
unit untuk bergerak mundur.
Sebaliknya pada saat reverse clutch netral (disengaged), planet carrier dibiarkan berputar bebas
sehingga putaran sun gear tidak diteruskan ke ring gear.
Berikut adalah contoh ketika ring gear ditahan (fix) terhadap housing. Jika ring gear ditahan, sun
gear sebagai input putaran, maka planetary carrier sebagai output putaran akan berputar searah
dengan putaran sun gear.
Untuk lebih jelasnya, berikut ilustrasi dari penjelasan di atas.

Tandai masing-masing pertemuan antara roda gigi yang satu dengan


yang lainnya, kemudian putar sun gear, sementara ring gear ditahan.

sejauh sun gear diputar, maka planet carrier akan terus berputar
searah dengan putaran sun gear seperti terlihat pada gambar.

29
Torqflow Drive System

Dari penjelasan di atas, cara sederhana untuk menentukan arah putaran adalah sebagai berikut:
Jika: S = Sun gear,
C = planet carrier
R = Ring gear

Apabila sun gear diputar ke kanan (KA), carrier


ditahan, maka arah ring gear adalah ke kiri (KI).
Caranya : S, C dan R segaris, sun gear (S) bergerak
ke KA, C ditahan , tarik garis dari KA memotong C
ketemu garis vertikal dari R sehingga ketemu KI
yang berlawanan dengan KA.

 Speed ratio untuk single pinion type


S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
Dimana,S = Jumlah gigi sun gear.
R =Jumlah gigi ring gear.
Ns =Jumlah putaran sun gear.
Nr =Jumlah putaran ring gear.
Nc=Jumlah putaran carrier.

Contoh perhitungan 1:
Diketahui: Jumlah gigi sun gear = 39
Jumlah gigi sun gear = 78
Apabila sumber diputar ke kanan sebesar 100rpm dan carrier distop (Nc=0).
Ditanyakan: Arah dan besarnya putaran ring gear?
Jawab :
S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
39.100 + 78Nr = ( 39 + 78 ) .0
78Nr = -3900
Nr = -50
50 Jadi putaran ring gear 50 rpm (direduksi).
Arah putaran berlawanan (tanda minus).

30
Torqflow Drive System

Contoh perhitungan 2:
Diketahui: Jumlah gigi sun gear = 39
Jumlah gigi sun gear = 78
Apabila sumber diputar ke kanan sebesar 100rpm dan ring gear distop (Nr=0).
Ditanyakan: Arah dan besarnya putaran carrier?
Jawab :
S.Ns + R.Nr = ( S + R ) Nc
39.100 + 78.0 = ( 39 + 78 ) .Nc
3900 = 117 Nc
Nc = 33
Jadi putaran carrier adalah 33 rpm (direduksi).
Arah putaran searah sun gear.

Contoh dari torqflow transmission dengan single pinion type planetary system adalah pada unit D55S
-3 dan D75 S-2 :

Speed ratio untuk single pinion type

31
Torqflow Drive System

Skematik Speed Ratio untuk Single Pinion Type

Dual Pinion

Dual Pinion Type

Keterangan: Pada gambar diatas menunjukkan dual pinion, yang mempunyai 3 pasang pinion (6
buah). Pada sistem ini apabila carrier ditahan maka sun gear dan ring gear akan searah putarannya.
Namun apabila ring gear yang ditahan akibatnya carrier akan berlawan dengan sun gear. Aplikasi dari
planetary gear system seperti digunakan untuk gerak mundur (reverse), yaitu sun gear sebagai input
putaran berputar ke kanan, carrier sebagai output akan berputar ke kiri apabila ring gearnya ditahan.

Tandai ring gear, pinion dan sun gear yang dilalui garis vertical sesuai
gambar di samping, kemudian putar sun gear (contoh: ke kanan), sementara
carrier ditahan.

Maka selama sun gear diputar, ring gear akan berputar searah putaran sun
gear (ke kanan).

32
Torqflow Drive System

Sementara jika sun gear sebagai input putaran diputar kekanan, ring gear
ditahan fix terhadap housing, maka carrier berputar belawanan dengan
putaran sun gear (ke kiri).

Secara untuk menentukan arah putaran adalah sebagai berikut:


Jika :
S = Sun gear,
C = Carrier
R = Ring gear
Apabila sun gear diputar ke kanan (KA), ring gear
ditahan, maka arah carrier adalah ke kiri (KI).
Jadi putaran input sun gear akan berlawanan dengan
putaran output carrier.

 Speed ratio untuk double pinion type

R.Nr - S.Ns = ( R - S ) Nc

Contoh perhitungan 1:
Diketahui: Jumlah gigi sun gear = 39
Jumlah gigi sun gear = 78
Apabila sumber diputar ke kanan sebesar 100rpm dan carrier distop (Nc=0).
Ditanyakan: Arah dan besarnya putaran ring gear?
Jawab :
R.Nr - S.Ns = ( R - S ) Nc
78.Nr 39.100 = ( 78 - 39 ) .0
78 Nr = 3900
Nr = 50
Jadi putaran ring gear adalah 50 rpm (direduksi).
Arah putaran searah sun gear.

33
Torqflow Drive System

Contoh perhitungan 2:
Diketahui: Jumlah gigi sun gear = 39
Jumlah gigi sun gear = 78
Apabila sumber diputar ke kanan sebesar 100rpm dan ring gear distop (Nr=0).
Ditanyakan: Arah dan besarnya putaran carrier?
Jawab :
R.Nr - S.Ns = ( R - S ) Nc
78.0 39.100 = ( 78 - 39 ) .Nc
-3900 = 117. Nc
Nc = - 33
Jadi putaran carrier adalah 33 rpm (direduksi).
Arah putaran berlawanan dengan sun gear.

Sistem Roda Gigi Planetary 2


Single pinion type

Pada pembahasan ini akan jelaskan mengenai sistem roda gigi dengan struktur dan
konstruksi yang lebih kompleks karena tidak hanya terdiri dari satu susunan roda gigi
planetary saja, melainkan disusun dari beberapa susuna roda gigi planetary. Susunan-
susunan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan variasi speed dan torque yang
berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan.
Pada gambar di atas, jika ring gear ditahan dengan cara meng-engaged-kan clutch, maka
tenaga putar dari sun gear akan diteruskan melalui carrier yang depan ke ring gear yang

34
Torqflow Drive System

belakang. Sehingga carrier pada system roda gigi planetary yang kedua diputar oleh sun
gear dan ring gear pada waktu yang bersamaan dan arah yang sama dengan arah
putaran sun gear.

Gambar di atas memperlihatkan sistem roda gigi planetary yang memiliki dua
kecepatan. Strukturnya serupa dengan gambar sebelumnya, hanya saja posisi input dan
output putaran dibalik.

Posisi speed 2:
Ketika ring gear ditahan carrier sebagai input putaran, maka sun gear sebagai output
putaran akan berputar sesuai dengan arah putaran carrier.

35
Torqflow Drive System

Posisi speed 1:
Ketika posisi speed 1, kedua set planetary digunakan untuk meneruskan putaran secara
seri. Urutan perpindahan putaran adalah dari carrier yang pertama (input) diteruskan
melalui ring gear, diteruskan lagi melalui carrier kedua dan selanjutnya memutarkan sun
gear sebagai output karena ring gear ditahan.

Dual pinion type

Sistem roda gigi planetary seperti terlihat pada gambar di atas digunakan untuk
mekanisme speed maju dan mundur (F dan R).

Pada saat posisi F, ring gear


ditahan terhadap housing
sehingga putaran dari input shaft
(sun gear) diteruskan melalui
carrier yang selanjutnya
diteruskan ke output shaft,
dengan putaran searah putaran
input shaft (single pinion).

Sebaliknya pada saat posisi R,


ring gear ditahan terhadap
housing, sehingga putaran dari
input shaft (sun gear) diteruskan
melalui carrier yang selanjutnya
diteruskan ke output shaft
dengan putaran berlawanan input
shaft (dual pinion).

36
Torqflow Drive System

Pelajaran 2: Transmisi Roda Gigi Planetary

Tujuan Pelajaran 2

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
nama, fungsi dan letak komponen transmisi roda gigi planetary.

Pendahuluan
Transmisi sistem roda gigi planetary merupakan gabungan beberapa susunan sistem roda gigi
planetary, yang disusun untuk mendepatkan variasi speed juga arah putaran sesuai dengan
kebutuhan. Berikut adalah contoh transmisi yang digunakan pada bulldozer D55S-3.

Untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai cara kerja dari contoh transmisi di atas, berikut adalah
skematik susunan roda gigi planetary dalam susunan yang sederhana.

Skematik Speed Ratio untuk Single Pinion Type

37
Torqflow Drive System

Pada skematik di atas terdapat dua susunan (assemblies) yang masing-masing terdiri dari dua roda
gigi planetary. Susunan tersebut adalah untuk forward dan reverse, sedangkan susunan yang lainnya
dalah untuk 1st dan 2nd speed. Dimana susunan yang satu dengan yang lainnya disatukan oleh poros
penghubung.
Secara umum sistem transmisi planetary dibagi menjadi dua bagian, yaitu susunan untuk forward-
reverse dan susunan untuk speed, seperti telah dijelaskan di atas.

38
Torqflow Drive System

Pelajaran 3: Control Valve untuk Torqflow Transmission

Tujuan Pelajaran 3

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 3, siswa mampu menyebutkan dan menjelaskan
nama, fungsi dan cara kerja torqflow transmission control valve.

Control Valve

Control valve adalah kombinasi dari beberapa valve yang bekerja pada fungsinya masing-masing,
antara lain : modulating relief valve, quick return valve, reducing valve, speed valve, safety valve,
directional (forward-reverse) valve.

Transmission Control Valve

39
Torqflow Drive System

Modulating relief valve, fungsinya :


 Mengatur dan membatasi maximum oil pressure yang akan digunakan oleh setiap
transmission clutch.
 Bersama-sama dengan quick return valve memodulate pressure sehingga dapat mengurangi
kejutan pada clutch .(slow engage) dan sock pada unit yang dapat memungkinkan panjang
umur dari setiap komponen.
 Mengatur (waktu) oil flow yang menuju ke torque converter.
Quick return valve, fungsinya: mengatur langkah gerak dari sleeve dari modulating valve
(dengan) mengatur flow oil ke sleeve dan ke drain) sehingga dapat terjadi cepat dalam disengage
dan lambat/pelan-pelan dalam engage setiap transmission clutch.
Reducing valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil yang akan masuk ke rotary clutch
Speed valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil ke setiap speed clutch dan drain.
Safety valve, fungsinya: sebagai penyelamat, jangan sampai unit bergerak (maju/mundur)
sebelum dikehendaki operator pada saat engine di start, dengan cara menutup saluran oli yang
menuju ke directional control valve.
Directional valve, fungsinya: mengarahkan aliran oil ke directional clutch (forward - reverse) dan
drain.

Modulating Relief Vvalve

Modulating relief valve terdiri dari valve ( 6 ),


piston ( 7 ) dan ( 9 ), piston spring ( 12 ), sleeve
spring ( 4 ) dan fungsinya bersama dengan quick
return valve ( 13 ) memodulasi tekanan dan
merelief tekanan.

Ketika spool speed valve ( 28 ) dan spool


directional valve ( 23 ) digerakkan untuk
membuka sirkuit dari torqflow pump, fluida
mengisi ruangan antara pump dan clutch
piston dan pada waktu yang sama pressure
mulai naik.Fluida dari pump mengalir melalui
orifice ( a ) dari modulating valve ( 6 ),
memasuki ruangan antara piston ( 7 ) dan (9),
hal ini menyebabkanmodulating valve ke <----
( kiri ) sehingga membuka port ( h ) menghubungkan modulating valve dan modulating sleeve. ( 8 ).

40
Torqflow Drive System

Fluida yang mengalir orifice ( b ) dari quick


return valve ( 13 ) menyebabkan pergerakkan
quick return valve ke -----> ( kanan ), sehingga
menutup drain port ( c ). Fluida mengalir terus
sehingga membangkitkanback pressure pada
modulating sleeve.

Back pressure modulating sleeve bertambah dengan aniknya pressure dalam sirkuit.Pergerakkan dari
modulating sleeve ke < -----( kiri ) menutup port ( h ). Didahului modualting valve yang kemudian
diikuti sleeve bergerak ke < ----( kiri) pressure berlanjut naik sehingga sleeve bergerak ke < ---( kiri )
sampai menyentuhstopper ( 1 ). Pressure naik hingga setting pressure 20 Kg/cm2. Kenaikan dari
modualting pressure tersebut dapat digambarkan dalam grafik dibawah ini :

Grafik kenaikkan tekanan modulating

41
Torqflow Drive System

Safety Valve
Safety valve ( 25 ) dipasang antara speed valve ( 28 ) dan directional valve (23). Fungsinya adalah
untuk menjaga agar machine tidak bergerak pada saat engine di-start dengan gear engaged ( lever
tidak posisi netral ). Agar machine dapat digerakkan, lever harus posisi netral lebih dahulu.

a. Gear shift lever [osisi netral fluida dari


reducing valve ( 16 ) mengalir melalui speed
valve meuju ke safety valve mengalir melalui
orifice ( e ). Aliran nya = Reducing valve.
Speed valve ----> directional valve.

b. Gear shift lever dioperasikan meng-engage-


kan gear. Pada saat speed valve digerakkan
ke salah satu speed. Fluida sebelah kanan
safety valve didarin melalui orifice ( e ).Fluida
dari speed valve sebelah kanan mengalir ke
safety valve kemudian masukorifice ( f )
menggerakkan piston ke kanan, sehingga
menyebabkan safety valve tetap pada
posisinya dan sirkuityang ke directional valve
dibuka.

c. Ketikaengine di start dengan gear shift lever


tidak netral. Ketika lever tidak netral maka
fluida dari reducing valve tidak berhubungan
denganorifice ( e ). Pada kondisi ini, safety
valve tidak bergerak ke kiri untuk membuka
aliran sirkuit dari reducing valve directional
valve sehigga machine tidak bisa bergerak.

42
Torqflow Drive System

Reducing Valve

Reducing valve ( 16 ) dipasangkan pada sirkuit antara modulating valve ( 6 ) danspeed valve ( 28 )
dan menjaga pressure oil pada clutch 1 dibawah 12,5 kg/cm2. Pressure sistem semua diset oleh
modulating relief valve 20 kg/cm2Ketikapressure pada clutch 1 naik, piston ( 15 ) digeser ke kanan
oleh aliran fluida melalui orifice ( g ) dari reducing valve, menyebabkan reducing valve bergerak ke
kiri. Hal ini akan menyebabkan pressure yang akan menuju ke speed clutch 1 menjadi terpelihara
sebesar 12,5 kg/cm2.

Speed Valve

Speed valve, fungsinya: mengatur arah aliran oil ke setiap speed clutch dan drain. Mekanismenya
diatur oleh operator dengan cara memindahkan lever transmisi ke posisi yang dikehendaki.

Directional valve

Directional valve, fungsinya: mengarahkan aliran oil ke directional clutch (forward - reverse) dan
drain. Sama seperti halnya dengan speed valve, gerakannya dikontrol oleh operator dari dalam cabin.

43
Torqflow Drive System

Torqflow Transmission (D375-5)

44
Torqflow Drive System

Keterangan Gambar
5. Front Cover 37. Clutch spring
6. Sun Gear for reverse 38. Clutch plate
7. Ring gear for reverse 39. Clutch disc
8. Pinion shaft 40. Tie bolt
9. Planetary pinion for reverse 41. Carrier for reverse
10. Ring gear for reverse
11. Sun gear for forward
12. Planetary pinion
13. Ring gear for forward
14. Pinon shaft
15. Ring gear for 3 rd
16. Planetary pinion for 3rd
17. Sun gear for 3 rd
18. Ring gear for 2 nd
19. Planetary pinion for 2 nd
20. Pinion shaft
21. Sun gear for 2 nd
22. 1 st clutch inner drum
23. 1 st clutch piston
24. 1 st clutch piston housing
25. Output shaft
26. Collar
27. Block
28. 1 st clutch housing
29. Seal ring
30. Carrier for 2 nd speed
31. Plate
32. Carrier fo forward 3rd speed gear
33. Piston housing for forward
34. Carrier for reverse
35. Piston housing for reverse
36. Clutch piston fr reverse

45
Torqflow Drive System

Gear Train D 55 , D 65 & D 75

46
Torqflow Drive System

Gear Train D 85 , D 155

47
Torqflow Drive System

Gear Train D 21 , D 31

48
Torqflow Drive System

Counter Shaft (Clutch Pack) System

Clutct pack / Countrer shaft Transmisi

49
Torqflow Drive System

8. Reverse clutch 15. 2 nd 4 th shaft


9. Forward clutch 16. 4 th Clutch
10. Torque converter 17. Rear coupling
11. Input shaft 18. Out put shaft
12. 1 st 3 rd shaft 19. Reverse idle gear
13. 1st Clutch 20. 2 nd clutch
14. 3 rd clutch 21. Parking brake disc

50
Torqflow Drive System

Cara engage dan disengage clutch pada sistem planetary

Proses Engage dan Disengage Clutch


Kelebihan dari planetary gear system, untuk pemindahan kecepatan dengan cara yang sederhana
yaitu cukup membuat engage dan disengage clutchnya. Semua gear sudah saling berhubungan satu
sama lain (contoh: constant mesh). Hal ini memungkinkan untuk mengurangi kebisingan dari
hubungan roda giginya pada waktu shifting.
Apabila kita ingin clutch engage menahan ring gear. Berarti kita harus mengirimkan oil pressure dari
control valve untuk mendorong piston menekan disc dan plate. Disc dan plate tertekan akibatnya ring
gear dan case akan tertahan putarannya. Akibatnya ring gear akan tertahan putarannya. Untuk
merelease, kita alihkan oil pressurenya kembali ke control valve/tanki, sehingga piston akan kembali
ke posisi semula dibantu dengan adanya return spring.
Gerak mundur (reverse drive)
Apabila ring gear ditahan (dengan mengengagekan reverse clutch ). Maka carrier akan berputar
berlawanan dengan input shaftnya (sun gear).

Gerak Mundur (Reverse Drive)

51
Torqflow Drive System

Gerak maju (forward drive)


Apabila sun gear ditahan(dengan mengengagekan forward clutchnya). Maka ring gear akan diputar
lebih cepat searah dengan carrier.

Gerak Maju (Forward Drive)

Pengoperasian clutch

Untuk menahan ring gear (7), maka digunakanlah


susunan disk dan plate. Clutch terdiri dari piston (36),
plates (38), discs (39), pins (42) dan piston return
springs (37)

Clutch Engaged
Oli dari control valve mengalir melalui housing (35) ke
bagian belakang piston (36). Piston menekan plates
(38) dan disks (39) bersamaan, dan menghetikan ring
gear (7).

52
Torqflow Drive System

Clutch disengaged
Ketika aliran suplay oli dari control valve dihentikan,
piston (36) dikembalikan ke posisi semula oleh return
spring (37), sehingga ring gear kembali bebas.

Ball check valve

Ball Check Valve

Gambar diatas menunjukkan salah satu tipe dari torqflow transmission yang mempuyai rotary clutch.
Rotary clutch ini biasanya untuk speed 1, yang selalu berputar bersama-sama dengan output shaft
tidak seperti clucth yang lainnya, sehingga oil pressure yang dikirim kepadanya (melalui shaft untuk
kepentingan clutch) akan sulit untuk di drain kembali ke case oleh karena adanya gaya centrifugal.
Oleh sebab itu diciptakan ball check valve yang berfungsi:
~ Menutup drain port saat ada oil pressure masuk sehingga maksud untuk engage clutch dapat
terjadi dengan baik (tidak ada kebocoran).
~ Membuka drain port (karena adanya gaya centrifugal) sehingga oli tadi akan cepat
keluar/drain dan clutch pun akan cepat pula untuk disengage.

53
Torqflow Drive System

Selain menggunakan ball check valve, pada tipe lain untuk mempercepat proses disengaged
digunakan orifice sebagai pengganti ball check valve, sebagai contoh digunakan pada D375-5 (lihat
gambar di atas).

Cara engage dan disengage clutch pada sistem clutch pack

a. Posisi engaged

Oil dikirim dari transmission control valve masuk melalui shaft ( 1 ) kemudian mendorong permukaan
belakang piston ( 6 ) dan menggerakkannya untuk menekan plate ( 2 ) dan disc (3) sehingga terikat
menjadi satu, sehingga terjadi proses perpindahan tenaga

54
Torqflow Drive System

b. Posisi disengaged

Apabila aliran oli dari transmission control valve dihentikan, sisa oli yang ada di ruangan piston akan
di-drain melalui orifice 5, sehingga tekanan oil yang menekan piston akan menurun akibatnya piston
(6) akan kembali ke posisi semula dikarenakan gaya dorong dari return spring ( 7 ). Hal ini
menyebabkan shaft ( 1) dan clutch gear (4) terpisah kembali.

Forward 1 st Countrer shaft Transmisi

55
Torqflow Drive System

Torqflow Hydraulic Circuit

56
Torqflow Drive System

1. Transmission Case 11. Torque Converter A. Plug for Transmission


2. Transmission Oil Strainer 12. Torque Converter Clutch Pressure
3. Transmission Pump Regulator Valve B. Plug for 1st Clutch Pressure
4. Transmission Oil Filter 13. Oil Cooler C. Plug for Torque Converter
5. Modulating Valve 14. Transmission Lubricating Relief Pressure
6. Quick Return Valve Valve D. Plug for Torque Converter
7. Reducing Valve 15. Transmission Pressure
8. Speed Valve 16. PTO Lubrication E. Plug for Torque Converter
9. F-R Valve 17. Torque Converter Case Oil Temperature
10. Torque Converter Relief 18. Oil Strainer
Valve 19. Scavenging Pump

Skema Sirkuit Hidrolik Torqflow Transmission

57
Torqflow Drive System

Ringkasan

Torqflow Transmission
Torqflow transmission merupakan alat pemindah tenaga yang menggunakan fluida dalam hal ini oli
sebagai pengontrolnya. Torqflow transmission berfungsi untuk mengatur kecepatan gerak maju,
mundur dan pada alat-alat besar yang tak kalah pentingnya adalah untuk meningkatkan torsi dengan
cara mereduksi putarannya melalui perbandingan jumlah gigi-giginya pada transmisi. Pada komatsu
dipakai dua tipe power shift transmission yaitu planetary gear system dan counter shaft system.
Planetary gear system terdiri dari tiga elemen, yaitu: sun gear, carrier dan ring gear. Apabila
mencoba untuk memutarkan dua elemen dari ketiganya atau satu diputar sedangkan satu lagi
ditahan maka akan menghasilkan putaran yang bervariasi pada elemen outputnya. Terdapat 2
macam planetary gear system, yaitu single pinion type dan double pinion type .

Control Valve
Control valve adalah kombinasi dari beberapa valve yang bekerja pada fungsinya masing-masing,
antara lain: modulating relief valve, quick return valve, reducing valve, speed valve, safety valve dan
directional valve.

58
Torqflow Drive System

Soal Latihan

A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban a, b , c atau d yang paling benar dari soal-soal
di bawah ini.

1. Modulating valve pada control valve transmisi mempunyai fungsi ...


a. Menaikkan tekanan oli di control valve.
b. Membatasi tekanan oli yang menuju ke transmission clutch.
c. Mengatur kenaikan tekanan oli ke transmission clutch.
d. Mengatur kenaikan tekanan oli serta membatasi tekanan maksimum oli ke transmission
clutch.

2. Transmission control valve pada torqflow transmisi berfungsi untuk ...


a. Membatasi tekanan oli yang menuju ke transmission clutch.
b. Mengarahkan aliran oli transmission clutch.
c. Membatasi tekanan oli dan sekaligus mengarahkan aliran oli ke transmission clutch.
d. Menaikkan tekanan oli ke transmission clutch.

3. Komponen utama satu set planetary clutch transmisi yaitu ...


a. Sun gear, Idler gear, Pinion gear, Planettary carrier.
b. Timing gear, Idler gear, Ring gear, Planettary pinion.
c. Sun gear, Ring gear, Planettary carrier, Planettary pinion.
d. Idler gear, Sun gear, Ring gear, Planettary carrier.

4. Pada planettary clutch transmission double pinion, dipasangnya double pinion bertujuan
untuk ...
a. Mendapatkan kecepatan lebih tinggi.
b. Membalik arah putaran transmisi untuk mendapatkan arah gerak mundur.
c. Mereduksi putaran output transmisi.
d. Aksesories.

5. Ball check valve pada rotary clutch berfungsi ...


a. Menaikkan tekanan oli ke rotary clutch.
b. Menjaga agar supaya tekanan oli di rotary clutch selalu konstan.
c. Menurunkan tekanan oli yang menuju ke rotary clutch.
d. Mempercepat pembuangan oli yang ada di rotary clutch pada saat proses disengegad.

59
Torqflow Drive System

A. Jelaskan secara singkat dan jelas pertanyaan di bawah!

1. Fungsi reducing valve adalah


2. Fungsi speed valve adalah
3. Fungsi safety valve adalah
4. Fungsi directional valve adalah
5. Fungsi quick return valve adalah

60
BAB III
TESTING AND ADJUSTING

Tujuan Bab 3:

Setelah menyelesaikan pembelajaran pada Bab 3, siswa mampu menjelaskan dan


melakukan testing and adjusting pada torque converter (stall speed, torque converter
inlet pressure dan outlet pressure). Selain itu, siswa mampu menjelaskan dan
melakukan testing and adjusting pada torqflow transmission (pengukuran transmission
main relief pressure dan transmission modulating pressure).

Referensi :

Training Aid
Unit Instruction Manual Power Train of Dump Truck and Motor Scraper
Unit Instruction Manual Torque Converter
Shop Manual D85A, E, P-21
Torqflow Drive System

Pelajaran 1: Torque Converter

Tujuan Pelajaran 1

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 1, siswa mampu menjelaskan dan melakukan
pengukuran stall speed, torque converter inlet dan outlet pressure.

A. Stall Speed
Stall speed adalah besarnya putaran maksimum engine pada saat putaran turbin nol, karena
kelebihan beban. Dalam melakukan pengetesan, pemberian beban berlebihan dapat dilakukan
dengan mengoperasikan brake.

Prosedur pengetesan (D85ESS-2):


Sebelum melakukan pengetesan, berikut syarat-syarat yang harus dipenuhi:
- Suhu air pendingin (coolant)
- Suhu oli power train : 70 900C
- Suhu oli hidrolik : min 600C
1. Lepas cap (1), dari engine pick-up port, kemudian pasang tachometer.

2. Injak pedal rem, posisikan lever transmisi pada posisi F3.


3. Injak pedal decelerator, posisikan fuel control lever pada posisi full. Lepas pedal decelerator
secara perlahan-lahan sampai engine berputar pada posisi full throttle untuk men-stall-kan torque
converter.
4. Ketika gauge suhu oli torque converter menunjuk ke merah, kembalikan lever transmisi
secepatnya ke posisi netral, dan tunggu sampai suhunya kembali normal.

5. Ulangi langkah 2 4 tiga kali.

61
Torqflow Drive System

6. Ulangi prosedur 2 4 untuk men-stall-kan torque converter.


7. Ukur (catat) putaran engine pada saat gauge oli menunjuk ke posisi merah.
Setelah selesai pengetesan, kembalikan lever transmisi ke posisi netral, dan putar engine full
throttle untuk menurunkan suhu oli.

B. Pengukuran Torque Converter Inlet Pressure dan outlet pressure

Berikut adalah pengukuran pada unit yang dilengkapi dengan central pressure detection.
Pada saat melakukan pengukuran, parkir unit di tempat yang rata, turunkan work equipement, dan
posisikan parking brake pada posisi ON.
- Ketika melakukan pengukuran tekanan, yakinkan
semua nipple dan plug kondisinya bersih.
- Naikkan suhu oli power train 70 800C, sebelum
melakukan pengukuran.
Berikut table central pressure detection pick-up.

Ukur tekanan inlet dan outlet dari torque converter sebagai berikut:
1. Pasang pressure gauge pada nipple inlet torque converter (7) dan nipple outlet torque
converter (8).
2. Posisikan lever transmisi pada posisi netral, dan ukur tekanan pada saat putaran engine low
idle dan high idle.

62
Torqflow Drive System

Pelajaran 2: Torqflow Transmission

Tujuan Pelajaran 2

Setelah mengikuti pembelajaran pada pelajaran 2, siswa mampu menjelaskan dan melakukan
pengukuran transmission main relief pressure dan transmission modulating pressure.

Pengukuran Tekanan Oli Power Train

Berikut adalah pengukuran pada unit yang dilengkapi dengan central pressure detection.
Pada saat melakukan pengukuran, parkir unit di tempat yang rata, turunkan work equipement, dan
posisikan parking brake pada posisi ON.
- Ketika melakukan pengukuran tekanan, yakinkan
semua nipple dan plug kondisinya bersih.
- Naikkan suhu oli power train 70 800C, sebelum
melakukan pengukuran.
Berikut table central pressure detection pick-up.

A. Pengukuran Tekanan Main Relief

1. Pasang pressure gauge nipple (1)

2. Posisikan F-R lever pada posisi netral dan ukur tekanan main relief pada putaran engine low
idle dan high idle.

63
Torqflow Drive System

B. Pengukuran Modulating Pressure

1. Pasang pressure gauge pada nipple (6)

Catatan: Pada central pressure detection port, memungkinkan untuk mengukur


modulating pressure, tetapi tidak memungkinkan untuk mengukur
modulating time, hal tersebut dikarenakan hose yang menuju ke central
detection port terlalu panjang, sehingga akan menimbulkan time lag pada
saat pengukuran. Pasanglah pressure gauge langsung pada control valve
pada saat mengukur modulating time.

Ukur tekanan oli ketika clutch diaktifkan dengan putaran engine low idle dan high idle.

2. Ketika F R lever posisi netral, ukur modulating pressure pada setiap posisi speed.

3. Posisikan lever transmisi di F1, ukur modulating pressure

4. Posisikan lever transmisi di F2, ukur modulating pressure

5. Posisikan lever transmisi di F3, ukur modulating pressure

Untuk pengukuran berikut, posisikan speed lever pada posisi 3, injak pedal rem sebelum
pengukuran.

6. - Dengan putaran engine low idle, posisikan F R lever pada posisi F, dan ukur
modulating pressure.

- Putar engine pada high idle, dan stall-kan torque converter, kemudian ukur modulating
pressure.

7. - Dengan putaran engine


low idle, posisikan F R
lever pada posisi R, dan
ukur modulating
pressure.

- Putar engine pada high


idle, dan stall-kan torque
converter, kemudian ukur
modulating pressure.

64
Torqflow Drive System

Ringkasan

Testing & Adjusting

Pengetesan yang dilakukan terhadap torque converter maupun torqflow transmisi dimaksudkan untuk
mengetahui performance dari masing-masing sistem tersebut. Adapun pengetesan yang dilakukan meliputi;
pengetesan stall, torque converter inlet dan outlet pressure, transmission relief pressure, dan modulating
pressure.

65
Torqflow Drive System

Latihan Soal
Latihan berikut dikerjakan oleh Peserta secara mandiri setelah menyelesaikan Pelatihan pada bab 1.
Disertakan pula kunci jawaban untuk latihan ini guna mengetahui hasil pekerjaan Peserta.

1. Apakah yang dimaksud dengan stall speed?


2. Jelaskan prosedur pengetesan staal speed!
3. Jelaskan prosedur pengetesan inlet dan outlet pressure!
4. Jelaskan prosedur pengetesan main relief pressure!
5. Jelaskan prosedur pengetesan modulating pressure!

66