Anda di halaman 1dari 4

CEKLIST KONSELING ASI EKSKLUSIF

PANUTAN BELAJAR

METODE AMENORE LAKTASI

Penilaian:

1 : Tidak dilakukan/dikerjakan sama sekali


2 : Dikerjakan masih dengan keraguan, uraian langkah belum
sepenuhnya berurutan. Waktu yang digunakan lebih lama
3 : Dikerjakan dengan baik sesuai langkah langkahnya, waktu lebih
efektif
4 : Dikerjakan sangat baik dan benar, sesuai langkah langkahnya,
waktu lebih efektif
Beri tanda ceklist () pada kolom penilaian.

PENILAIAN
No. LANGKAH KEGIATAN
1 2 3 4
A. Persiapan
Persiapan Tempat
1. Menyediakan tempat yang nyaman dan aman
untuk melakukan konseling
Persiapan Alat dan Bahan
2. a. Alat tulis, pena dan buku
b. Alat bantu untuk konseling
Persiapan Pasien
a. Sambut pasien dan keluarga dengan ramah
b. Perkenalan diri
c. Persilahkan pasien duduk dan ciptakan
suasana yang nyaman
d. Menanyakan maksud dan tujuan kunjungan
klien
3.
e. Tanyakan riwayat menyusui sebelumnya
i. Ibu menyusui ASI Eksklusif atau tidak?
ii. ASI keluar banyak atau tidak?
iii. Ada masalah dalam pemberian ASI atau
tidak? Jika ada tanyakan apa
permasalahannya dan cara ibu
mengatasinya?
B. Pelaksanaan Konseling
Menjelaskan Pengertian MAL
Metode Amenorea Laktasi (MAL) atau Lactational
Amenorrhea Method (LAM) adalah metode
kontrasepsi sementara yang mengandalkan
pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif,
artinya hanya diberikan ASI saja tanpa tambahan
4. makanan dan minuman lainnya. Metode Amenorea
Laktasi (MAL) atau Lactational Amenorrhea
Method (LAM) dapat dikatakan sebagai metode
keluarga berencana alamiah (KBA) atau natural
family planning, apabila tidak dikombinasikan
dengan metode kontrasepsi lain.

Menjelaskan tentang Metode Amenorea Laktasi


(MAL) dapat dipakai sebagai alat kontrasepsi,
apabila
1. Menyusui secara penuh (full breast feeding),
6. lebih efektif bila diberikan minimal 8 kali
sehari.
2. Belum mendapat haid.

3. Umur bayi kurang dari 6 bulan.

7. Menjelaskan tentang manfaat kontrasepsi dan non


kontrasepsi MAL
a. Manfaat Kontrasepsi
Manfaat kontrasepsi dari MAL antara lain:
Efektifitas tinggi (98 persen) apabila
digunakan selama enam bulan pertama
setelah melahirkan, belum mendapat haid
dan menyusui eksklusif.

Dapat segera dimulai setelah melahirkan.

Tidak memerlukan prosedur khusus, alat


maupun obat.

Tidak memerlukan pengawasan medis.

Tidak mengganggu senggama.

Mudah digunakan.

Tidak perlu biaya.

Tidak menimbulkan efek samping sistemik.

Tidak bertentangan dengan budaya


maupun agama.

b. Manfaat Non Kontrasepsi


Manfaat non kontrasepsi dari MAL antara
lain:

Untuk bayi
Mendapatkan kekebalan pasif.
Peningkatan gizi.

Mengurangi resiko penyakit menular.

Terhindar dari keterpaparan terhadap


kontaminasi air, susu formula atau alat
minum yang dipakai.

Untuk ibu

Mengurangi perdarahan post


partum/setelah melahirkan.
Membantu proses involusi uteri (uterus
kembali normal).

Mengurangi resiko anemia.

Meningkatkan hubungan psikologi antara


ibu dan bayi.

8. Menjelaskan tentang kekurangan dari MAL


1. Memerlukan persiapan dimulai sejak
kehamilan.
2. Metode ini hanya efektif digunakan selama 6
bulan setelah melahirkan, belum mendapat
haid dan menyusui secara eksklusif.

3. Tidak melindungi dari penyakit menular


seksual termasuk Hepatitis B ataupun
HIV/AIDS.

4. Tidak menjadi pilihan bagi wanita yang tidak


menyusui.

5. Kesulitan dalam mempertahankan pola


menyusui secara eksklusif..

C. Evaluasi
10. Evaluasi hasil konseling yang sudah disampaikan
Menanyakan kepada klien apakah sudah mengerti
11.
tentang penjelasan yang telah disampaikan
12. Motivasi klien untuk menggunakan KB
Memberi kesempatan kepada klien untuk bertanya
13.
tentang apa yang belum dipahami.
Meminta ibu untuk mengulangi inti dari penjelasan
14.
yang telah disampaikan.
Anjurkan klien untuk datang kembali jika ada
15. keluhan mengenai pemberian pengertiaan metode
amenore laktasi
D. Dokumentasi