Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELLITUS

Kelompok 8A

1. Vinda Nordiana S (1401100011)

2. Dedi Irawan (1401100021)

3. Tiana Rachmadita (1401100034)

4. Rizki Puji S (1401100051)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI DIII KEPERAWATAN MALANG
2017
PAKET PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Diabetes Mellitus


Sub Pokok Bahasan : Pencegahan dan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
Sasaran : Pasien dan keluarga Pasien
Target : Pasien dan keluarga pasien mengerti Pencegahan dan
Penatalaksanaan Diabetes Mellitus
Waktu : 10.00 11.00
Hari / Tanggal : Kamis, 23 Februari 2017
Tempat : Ruang Flamboyan RS dr. Soepraoen Malang
Penyuluh : kelompok 8A

I. Latar Belakang
Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang berdampak
pada produktivitas dan dapat menurunkan Sumber Daya Manusia. Penyakit ini tidak hanya
berpengaruh secara individu, tetapi sistem kesehatan suatu negara.
Secara epidemologi, pravelensi diabetes militus (DM) di Indonesia mencapai 21,3
juta orang (Diabetes Care, 2004). Sedangkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdes) tahun
2007, diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54
tahun didaerahperkotaan menduduki ranking 2 yaitu 14,7% dan daerah pedesaan DM
menduduki peringkat 6 yaitu 5,8%.
DM semakin meningkat, terutama pada kelompok umur dewasa keatas pada seluruh
status sosial ekonomi. Saat ini upaya penanggulangan penyakit DM belum menempati
skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif
yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung
kronis, hipertensi, otak, system saraf, hati, mata dan ginjal.
Namun saat ini upaya penanggulangan penyakit Diabetes Mellitus belum menempati
skala prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, walaupun diketahui dampak negatif
yang ditimbulkannya cukup besar antara lain komplikasi kronik pada penyakit jantung
kronis, hipertensi, otak, sistem saraf, hati, mata dan ginjal. Menurut penelitian 50-80 %
penderita diabetes tidak sadar dengan keadaannya. Maka berdasarkan uraian diatas
II. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum :
Setelah diberikan penyuluhan tentang cara mencegah dan penanganan Diabetes Militus
selama 20-30 menit di RST dr. Soepraoen, diharapkan keluarga pasien dan pasien dapat
memahami pentingnya cara mencegah dan penanganan Diabetes Militus.

2. Tujuan Instruksional Khusus :


Pasien dan keluarga pasien dapat menjelaskan definisi Diabetes Militus
Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat memahami Jenis dan faktor resiko
Diabetes Militus
Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat menyebutkan tanda dan gejala
Diabetes Militus
Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat mengetahui komplikasi Diabetes
Militus
Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat memahami cara mengendalikan
Diabetes Militus
Pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat memahami cara mencegah
komplikasi diabetes militus

III. KEGIATAN
No Tahap Waktu KegiatanPenyuluh Metode Media
1 Pendahulan 5menit 1.Membuka acara (salam) Ceramah dan Lembar
2. Perkenalan diri
tany
3.Menjelaskan maksud
a
dan tujuan
jawa
4. Memberikan kontrak
b
waktu
5.Memperlihatkan lembar
balik kepada
peserta
6. Melakukan Tanya jawab
sebagai pre-test

2 Penyajian 15 menit Menyampaikan materi Ceramah Leaflet +

3 Penutup 10menit 1. Melakukan tanya jawab Diskusi dan Leaflet +


ke peserta tany
2. Melakukan klarifikasi
a
atas kesimpulan yang
jawa
diungkapkan peserta
b
3. Menutup pertemuan

IV. METODE
Ceramah
Tanya jawab

V. MEDIA
Leaflet
Lembar balik

VI. EVALUASI
Pasien dan keluarga pasien mendengarkan dengan baik
Pasien dan keluarga pasien memberikan beberapa pertanyaan sehubungan
dengan materi yang kurang dimengerti
DAFTAR PUSTAKA

Depkes RI. (2002). Modul Pedoman Kader PHC. Magelang: Bapelkes Salaman
Magelang

Mansjoer, Arief. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. EGC: Jakarta


MATERI PENYULUHAN
DIABETES MELITUS

1. PENGERTIAN
Diabetes Mellitus adalah Suatu keadaan dimana pankreas tidak cukup menghasilkan
insulin, atau sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin seperti seharusnya, sehingga
kadar gula dalam darah meningkat atau bertambah
Diabetes Militus (sering disebut kencing manis) adalah suatu penyakit dimana kadar
gula di dalam darang tinggi berada diatas kadar normal.

a. Kadar gula darah puasa:

Normal : < 100 mg/dl


Prediabetes : 100-125 mg/dl
Diabetes : >125 mg/dl

b. Kadar gula darah sesaat (2 jam sesudah makan:

Normal : <140 mg/dl


Prediabetes : 140-200 mg/dl
Diabetes : >200 mg/dl

2. JENIS

Diabetes Melitus Diabetes Tipe 1 dipercaya sebagai penyakit autoimun, di mana


sistem imun tubuh sendiri secara spesifik menyerang dan merusak sel-sel penghasil insulin
yang terdapat pada pankreas. Belum diketahui hal apa yang memicu terjadinya kejadian
autoimun ini, namun bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa faktor genetik dan faktor
lingkungan seperti infeksi virus tertentu berperan dalam prosesnya. Walaupun diabetes tipe
1 berhubungan dengan faktor genetik, namun faktor genetik lebih banyak berperan pada
kejadian diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Banyak pasien diabetes tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita diabetes
tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, misalnya kolesterol
darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau obesitas.
Diabetes militus dengan kehamilan (Diabetes Mellitus GestationalDMG) adalah
kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistance (ibu hamil gagal
mempertahankan euglycemia). Pada golongan ini, kondisi diabetes dialami sementara
selama masa kehamilan. Artinya kondisi diabetes atau intoleransi glukosa pertama kali
didapati selama masa kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga (OPHD-
Oregon Public Health Division, 2009)

3. RESIKO TINGGI DM
Riwayat keluarga DM
Kegemukan
Kurang gerak (berolah raga)
Hipertensi
Riwayat kehamilan dengan kelahiran berat badan bayi lahir > 4000 gr
(Arief, 2005)

4. TANDA DAN GEJALA.


Gejala sering baru timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sesudah mengindap
penyakit ini.
Gejala yang sering muncul adalah :
Sering buang air kecil terutama pada malam hari
Gatal gatal terutama pada alat kelamin bagian luar.
Kesemutan dan kram.
Cepat merasa lapar dan kehausan.
Gairah sex menurun.
Cepat merasa lelah dan mengantuk.
BB menurun, nafsu makan bertambah.
Penglihatan kabur.
Mudah timbul abses dan kesembuhan yang lama.
Ibu melahirkan bayi lebih dari 4 kg.
Ibu sering mengalami keguguran atau melahirkan bayi mati.
(Arief, 2005)

5. KOMPLIKASI.
Kardiovaskuler : hipertensi, infak miokard
Mata : retinopati, katarak.
Syaraf : neuropati.
Paru paru : TBC.
Kulit : gangren, ulkus.
Hati : sirosis hepatis.
(Arief, 2005)

6. PENATALAKSANAAN
Dalam jangka pendek penatalaksanaan DM bertujuan untuk menghilangkan keluhan atau
gejala DM. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencegah komplikasi.
Tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menormalkan kadar glukosa, lipid dan insulin.
Untuk mempermudah tercapainya tujuan tersebut kegiatan dilaksanakan dalam bentuk
pengelolaan pasien secara holistik dan mengajarkan kegiatan mandiri.
Kerangka utama penatalaksanaan DM yaitu perencanaan :
Makanan ( diet )
Latihan jasmani.
Obat obatan
Pemantauan
Pendidikan kesehatan
(Arief, 2005)

7. MENCEGAH KOMPLIKASI

Pemeriksaan Mata 1 Tahun Sekali


Pemeriksaan Laboratorium Teratur ( Gula Darah, Kolesterol, Dll)
Pencegahan Luka Dan Perawatan Kaki
Stop Merokok
Berolahraga Teratur
Menurunkan Kelebihan Berat Badan