Anda di halaman 1dari 3

Saudara Mahasiswa,

Terima kasih atas keaktifan saudara dalam forum diskusi kita 2 minggu ini,
Berikut adalah kesimpulan yang bisa kita ambil dari diskusi ini.

Mintzberg (1985, 1987) menyatakan bahwa strategi sebagai sebuah proses yang secara
sadar (intended stategy) dilakukan dan dampak pengaruh perubahan lingkungan
(emergent strategy) membentuk sebuah proses kolektif sehingga dihasilkan strategi
nyata (realized strategy) yang menjadikan strategi sebagai plan, ploy, pattern, position
dan perspective. Sebagai siklus yang tidak terputus, strategi akan terus diperbaiki
melalui strategic learning. Karena itu, strategic fit menjadi kata kunci dalam proses
penyusunan dan pembentukan strategi.

Lebih jauh Mintzberg (1987) menyatakan bahwa konsep strategic fit dapat dibangun
melalui crafting strategy, yaitu menggabungkan fikiran dan tindakan sebagai proses
yang integratif dan komplemen dalam menyusun strategi. Peran manajer dan planner
menjadi sangat penting dalam formulasi strategy planning (Mintzberg, 1994) melalui
serangkaian proses berfikir logical incrementalism (Quinn, 1978).

Namun, konsep strategi sulit untuk dinilai karena strategi bersifat abstrak, walaupun
intended strategy secara tertulis dapat dilihat dan dibaca, namun deskriptif strategi
tetap sulit untuk dinilai. Menurut Snow dan Hambrick (1980), konsep strategi dibagi
atas:

Normative strategy, yaitu strategi yang bersifat abstrak, hanya berupa


konsep dan definisi strategi yang sulit untuk diukur (LCAG, 1965; Andrews,
1971) dikutip dari Snow and Hambrick (1980).

Descriptive strategy, yaitu strategi bersifat deskriptif namun sudah


mengandung dua elemen strategi (goal and objectives dan implementation
process) sehingga strategi bersifat konkrit dan dapat diukur (Chandler, 1962)
dikutip dari Snow and Hambrick (1980).

Strategi sebagai pattern of decision and action, dimana strategi mengandung


makna serangkaian keputusan dan tindakan yang akan dilakukan oleh
perusahaan untuk mencapai tujuan (Mintzberg, 1978; Miles and Snow, 1978)
dikutip dari Snow and Hambrick (1980). Pada tipe ini strategi bersifat
konkrit dan dapat diukur.

Dalam teori manajemen strategic, terdapat dua paradigma besar dalam penyusunan dan
pembentukan strategi, yaitu paradigma fit dan misfit. Paradigma fit mengemukakan
bahwa strategi perusahaan dibangun atas dasar kesesuaian (fit) antara peluang yang ada
di lingkungan eksternal dengan kapabilitas internal perusahaan. Berbagai peneliti (Hax,
1990; Hambrick dan Frederickson, 2001; Mintzberg, 1985, 1987, 1994: dan Quinn,
1978), menyatakan bahwa strategic fit (kesesuaian antara factor eksternal dan factor
internal organisasi) merupakan dasar dalam menyusun dan membentuk strategi untuk
mencapai sukses organisasi.
Dalam kasus PT. Bakrieland Development dapat kita lihat langkah-langkah strategik
yang telah ditempuh oleh pihak manajemen perusahaan dalam mengembangkan bidang
usaha perusahaan. Adanya fokus utama pada bidang property, yang kemudian
dikembangkan dengan melakukan diversifikasi jenis-jenis usaha bisnis lain yang
mendukung core bisnisnya adalah merupakan usaha yang dilakukan untuk meraih
peluang-peluang bisnis dalam rangka mengungguli para pesaingnya. Hal ini memang
berkaitan dengan rencana jangka panjang perusahaan.

Namun diperlukan kehati-hatian dan rencana yang cukup matang dalam


pengimplementasiannya, karena nanti dalam pelaksanaannya banyak muncul hambatan-
hambatan yang tidak direncanakan sebelumnya (emergent strategy) sehingga
diperlukan kerjasama yang baik antara pimpinan dan karyawan perusahaan dalam
memformulasi strategi dengan menggunakan kapabilitas dan kompetensi yang ada.
Yang tentunya juga memerlukan capital yang tidak sedikit dan dukungan networking
yang cukup luas.

Yang perlu diketahui oleh PT. Bakrieland bahwa suatu strategi walaupun telah sukses
diimplementasikan pada suatu kasus, tidak dapat dipakai untuk kasus yang berbeda
bahkan kasus yang sama sekalipun. Misalnya kesuksesan Dell Computer dalam
memasarkan PC (Personal Computer) langsung kepada pengguna tentu saja tidak dapat
sukses diimplementasikan oleh industri yang sama. Demikian juga dengan teori Porter
tentang lima alat analisa untuk menentukan strategi tidak dapat diimplementasikan
secara seragam kepada industri dan segmen usaha yang berbeda.

Selamat Belajar!

Sumber:

- Hambrick, C.D. and Frederickson, W.J. (2001) Are you sure you have a strategy?.
Academy of Management Executive, Vol. 15, No. 4.

- Hax, A. (1990) Defining the concept of strategy. Planning Review, 1990.

- Mintzberg, H. and Waters, J.A. (1985) Of strategy, deliberate and emergent. Strategic
Management Journal, Vol. 6, pp. 257-272.

- Mintzberg, H. (1987) Five Ps for strategy. California Management Review, Fall Vol.

- Mintzberg, H. (1987) Crafting strategy. Harvard Business Review, Vol. 65, No. 4, pp.
66-77.

- Mintzberg, H. (1994) The fall and rise of strategic planning. Harvard Business
Review.

- Quinn, J. (1978) Logical incrementalism. Sloan Management Review. Fall Vol.

- Snow, C.C. and Hambrick, D.C. (1980) Measuring organizational strategies: some
theoretical and methodological problems. Academy of Management Review, Vol. 5, pp.
527-538.

Anda mungkin juga menyukai