Anda di halaman 1dari 3

Pemeriksaan Fisik Ulkus Diabetikum

1. Inspeksi
Untuk mengamati terdapat luka atau ulkus pada kulit atau jaringan
tubuh, pemeriksaan sensasi vibrasi/rasa berkurang atau hilang
Mengukur ulkus
Adanya sianosis
Adanya kemerahan

2. Palpasi
Palpasi di area abdomen
Nyeri tekan

3. Perkusi
Perkusi area abdomen

4. Auskultasi
Auskultasi area paru dan abdomen

Teknik pemeriksaan fisik sistem pencernaan

Dalam melakukan pemeriksaan fisik terdapat teknik yang perlu dipahami,


diantaranya :
1.Inspeksi

Inspeksi merupakan proses pengamatan pasien. Cara efektif melakukan inspeksi


adalah sebagai berikut :

a. Atur posisi pasien sehingga bagian tubuhnya dapat diamati secara detail
b. Berikan pencahayaan yang cukup
c. Lakukan inspeksi pada area tubuh tertentu untuk ukuran, bentuk, warna
kesimetrisan, posisi dan abnormalitasnya.
d. Bandingkan suatu area sisi tubuh dengan bagian tubuh yang lain
e. Jangan melakukan inspeksi secara terburu-buru

2. Palpasi
Palpasi merupakan pemeriksaan dengan indra peraba, yaitu tangan untuk
menentukan ketahanan,kekenyalan,kekerasan, tekstur dan mobilitas.palpasi
membutuhkan kelembutan dan sensitivitas, untuk itu hendaknya menggunakan
permukaan palmar jari, yang dapat digunakan untuk mengkaji posisi, tektur,
konsistensi, bentuk massa dan pulsasi. Pada telaak tangan dan permukaan ulnar
tangan lebih sensitif pada getaran. Sedangkan untuk mengkajitemperatur, hendaknya
menggunakan bagian belakang tangan dan jari.

3. Perkusi
Perkusi merupakan pemeriksaan dengan melakukan pengetukan yang
menggunakan ujung-ujung jari pada bagian tubuh, untuk mengetahui ukuran,
batasan, konsistensi organ-organ tubuh dan menentukan adanya cairan dalam rongga
tubuh. Ada dua cara dalam perkusi yaitu cara langsung dilakukan dengan mengetuk
secara langsung menggunakan satu atau dua jari. Sedangkan cara tidak langsung
dilakukan dengan menematkan jaritengah tangan di atas permukaan tubuh dari jari
tangan lain, telapak tidak pada permukaan kulit. Setelah mengetuk, jari tangan ditarik
ke belakang.

Secara umum hasil perkusi dibagi menjadi tiga macam, diantaranya sonor.
Sonor adalah suarau yang terdengar pada perkusi paru-paru normal; pekak suara
yang terdengar pada perkusi otot; dan timpali adalah suara yang tersengar pada
obdomen bagian lambung. Selain itu, terdapat suara yang terjadi diantara suara
tersebut, seperti redup dan hipersonor. Redup adalah suara antara sonor dan pekak
sedangkan hipersonor adalah suara diantara sonor dan timpani.

4.Auskultasi
Auskultasi merupakan pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi yang
dihasilkan oleh tubuh melalui stetoskop. Dalam melakukan auskultasi, beberapa hal
yang perlu didengaran diantaranya:
1.Frekuensi atau siklus gelombang bunyi
2. Kekerasan atau amplitudo bunyi
3. Kualitas dan lamanya bunyi