Anda di halaman 1dari 12

TEKNOLOGI BAHAN

LATIHAN SOAL BAB 2 AGREGAT

Dosen : Nunung Martina


Dijawab Oleh :

Rahmat Ade Surya

4116110003

1-JT

TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016-2017
1. Jelaskan apa yang akan terjadi pada beton segar maupun beton kaku apabila
ukuran butiran agregatnya (gradasi) seragam!
Jawab:

Gradasi Seragam ( Uniform Graded ) adalah agregat dengan ukuran yang hampir sama
atau mengandung agregat halus yang sedikit jumlahnya sehingga tidak dapat mengisi
rongga antara agregat. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka. Agregat dengan
gradasi seragam akan menghasilkan lapisan perkerasan dengan sifat permeabilitas
tinggi, stabilitas kurang dan berat volume kecil.
http://tekniksipil1945.blogspot.co.id/2012/11/syarat-syarat-mutu-agregat.html

Pengaruh agregat terhadap sifat-sifat beton :

1. Pada beton segar, gradasi agregat akan mempengaruhi kelecakan (workability),


homogenitas, dan segregasi.
2. Pada beton kaku (beton keras), akan mempengaruhi Sifat kedap air dan kepadatan
beton

http://atmaja.staff.umy.ac.id/files/2015/02/A_Gradasi-Agregat-untuk-Beton.pdf

Pengaruh susunan butir terhadap sifat aduk/beton segar adalah sebagai berikut :
Mempunyai sifat mampu dikerjakan (workability)
Mempengaruhi sifat kohesif campuran agregat, semen dan air.
Mempengaruhi keseragaman/homogenitas adukan sehingga akan berpengaruh pada
cara pengecoran dan pewadahan.
Mempengaruhi sifat segregasi (pemisahan butir) atau juga bleding.
Mempengaruhi hasil pekerjaan finishing permukaan beton dan adukan.

Pengaruh susunan butir terhadap sifat aduk/beton keras adalah seagai berikut :
Mepengaruhi porositas
Berpengaruh terhadap sifat kedap air
Berpengaruh terhadap keadatan
http://andykasipil.blogspot.co.id/2012/02/gradasi-agregat.html

Pada beton segar, agregat dengan gradasi seragam akan mempengaruhi :


Gradasi yang seragam akan mempengaruhi jumlah air pencampur. Karena ukuran
butiran-butiran yang seragam akan membuat banyak rongga kosong di dalam
beton, sehingga dapat membuat jumlah air pencampur semakin banyak mengisi
celah-celah kosong dalam beton.
Karena jumlah air pencampur yang banyak menyebabkan kelecakan ( workability )
semakin besar. Semakin banyak air maka semakin mudah untuk dikerjakan.
Namun, semakin besar tingkat kelecakan ( workability ) maka semakin rendah
kekuatan beton tersebut.
Gradasi yang seragam juga akan mempengaruhi sifat kohesif. Kohesif adalah
kemampuan beton untuk mempertahankan agregat tetap di tempatnya setelah
terjadi pengikatan. Karena gradasi seragam menyebabkan banyak celah kosong
sehingga mempunyai sifat porositas yang tinggi sehingga interlocking antar bahan
akan berkurang, hal tersebut membuktikan bahwa sifat kohesifnya akan berkurang.
Karena sifat kohesif yang berkurang, maka dibutuhkan semen dalam jumlah
banyak agar dapat mengikat bahan secara kuat.
Pada beton dengan gradasi seragam terdapat banyak pori-pori yang kosong karena
butiran agregat tidak dapat mengisi penuh satu sama lain. Hal itu dapat
menyebabkan kecenderungan terpisahnya bahan-bahan pembentuk beton
( segregasi ) sangat tinggi.
Karena pada gradasi seragam menyebabkan banyak pori-pori kosong di dalam
beton. Ketika bleeding berlangsung, air campuran terjebak di dalam kantong-
kantong yang terbentuk antara agregat dan pasta semen ( matriks ), yang
menyebabkan proses bleeding tidak sempurna. Bleeding adalah pengeluaran air
dari adukan beton yang disebabkan oleh pelepasan air dari pasta semen.
Pada beton kaku (keras), agregat dengan gradasi seragam akan mempengaruhi :
Gradasi yang seragam akan mempengaruhi kekuatan pada beton. Karena butiran-
butiran yang seragam akan membuat interlockingnya rendah atau banyak celah
kosong di dalam beton sehingga mempunyai sifat porositas yang tinggi dalam
beton. Porositas tersebut akan membuat faktor air semen akan semakin besar,
semakin besar faktor air semen maka kekuatan beton akan berkurang, dan
porositas akan membuat celah-celah kosong di dalam beton akan dapat terisi oleh
udara, udara dapat membuat tulangan dalam beton menjadi korosi sehingga
interlocking antar bahan dapat berkurang. Hal tersebut juga dapat mengurangi
kekuatan pada beton.
Keawetan ( durabilitas ) beton berbanding lurus dengan kekuatan beton.
Pembuatan beton kaku dengan gradasi seragam dapat membuat kekuatan pada
beton menjadi rendah, maka keawetan ( durabilitas ) pada beton dengan gradasi
seragam juga akan rendah.

2. Dari hasil pengujian di laboratorium diperoleh data pengujian agregat halus


sebagai berikut :
Berat pasir dalam kondisi SSD : 505 gram
Berat pasir kering oven : 490 gram
Berat piknometer berisi air : 680 gram
Berat piknometer berisi air dan pasir : 998 gram

Hitung : Berat jenis SSD, Berat jenis bulk, Berat jenis semu dan penyerapan air
pasir tersebut
Jawab :
Berat pasir dalam kondisi SSD = B = 505 gram (B)
Berat pasir kering oven = 490 gram (A)
Berat pasir dalam air = Berat piknometer berisi air dan pasir-Berat piknometer berisi air
= 998-680 = 318 gram (C)

Berat jenis SSD = B = 505 = 505 = 2,7005


B-C 505- 318 187

Berat jenis bulk = A = 490 = 490 = 2,6203


B-C 505-318 187

Berat jenis semu = A = 490 = 490 = 2,8488


A-C 490-318 172

Daya serap air = B-A x 100% = 505-490 x 100% = 3,0612%


A 490

Sumber perhitungan : Modul Teknologi Bahan 1

3. Dari hasil pengujian agregat kasar diperoleh data pengujian sebagai berikut :
Volume wadah : 2,623 liter
Berat wadah : 4700 gram = 4,7 kg
Berat wadah berisi agregat kasar dalam kondisi lepas : 14 kg
Berat wadah berisi agregat kasar dalam keadaan padat : 15,2 kg
Hitung berat isi padat dan berat isi lepas dari agregat kasar tersebut
Jawab :
Berat isi padat = W = 15,2 - 4,7 = 10,5 = 4,003 kg/liter
V 2,623 2,623

Berat isi lepas = W = 14 - 4,7 = 9,3 = 3,546 kg/liter


V 2,623 2,623

Sumber perhitungan : Modul Teknologi Bahan 1

4. Dari hasil uji ayak dari dua jenis pasir diperoleh data sebagai berikut :
Ukuran Ayakan (mm) Berat tertinggal Pasir A (gram) Berat tertinggal Pasir B
(gram) Spesifikasi pasir Zone 2

Berat Berat
Ukuran
tertinggal tertinggal Spesifikasi
Ayakan
Pasir A Pasir B pasir Zone 2
(mm)
(gram) (gram)

9.6 0 0 100-100
4.8 0 0 90-100
2.4 255 5 75-100
1.2 200 100 55-90
0.6 190 145 35-59
0.3 80 280 8-30
0.15 0 150 0-10

Dari data di atas Hitung :


a. Modulus Halus Butir Pasir A dan Pasir B.
b. Gabungkan dua jenis pasir yang mempunyai gradasi berbeda agar
dihasilkan agregat dengan gradasi optimum yang sesuai spesifikasi.
c. Gambarkan kurva gradasi agregat gabungan.
Jawab:
a)

Ukuran Berat Tertinggal Pasir A


lubang
ayakan (mm) Gram (g) Persen (%) Persen tertinggal
komulatif

9,6 0 0 0

4,8 0 0 0

2,4 255 35,17 35,17


1,2 200 27,59 62,76

0,6 190 26,21 88,97

0,3 80 11,03 100

0,15 0 0 100

Jumlah 725 100 386,9

Modulus Halus Butir Pasir A = 386,9 = 3,869


100

Ukuran Berat Tertinggal Pasir B


lubang
ayakan (mm) Gram (g) Persen (%) Persen tertinggal
komulatif

9,6 0 0 0

4,8 0 0 0

2,4 5 0,73 0,73

1,2 100 14,71 15,44

0,6 145 21,32 36,76

0,3 280 41,18 77,94

0,15 150 22,06 100

Jumlah 680 100 230,87

Modulus Halus Butir Pasir B = 230,87 = 2,3087


100

b)

Ukuran Pasir A persen Pasir B persen tembus


Ayakan tembus komulatif komulatif
(mm)
A B

9,6 100 100


4,8 80 100
2,4 72 99
1,2 43 95
0,6 20 88
0,3 6 49
0,15 2 9

perhitungan :
a. gradasi pasir campuran yang diinginkan adalah masuk gradasi pasir Zone 2 (gradasi
pasir ideal).
b. lengkung gradasi pasir gabungan harus melewati kurva pasir zone 2 pada lubang
ayakan 0,60 atau 0,30. Titik persentase lolos komulatif yang disyaratkan pada
lubang ayakan 0,60 pasir zone 2 adalah 35 % - 59 %.
c. Misal dipilih nilai 55 %, sehingga ordinat Y = 55. Koordinat pasir A pada ayakan
0,6 adalah : 20 %, pasir B : 88 %.
d. Masukkan ke dalam rumus menggabungkan pasir , sebagai berikut :
a (100 a )
Y .Ya .Yb
100 100
a (100 a )
55 .20 .88
100 100 Sehingga untuk membuat
5500 20a 8800 88a pasir campuran yang
88a 20a 8800 5500 memenuhi standar zone
68a 3300
2 diperlukan pasir A
sebanyak 49 % dan pasir
a 49%
B sebanyak 51 %.
b 100% 49% 51%
e. Gabungan II. Misal dipilih ayakan 0,30. Titik persentase lolos komulatif yang
disyaratkan pada lubang ayakan 0,30 pasir zone 2 adalah 8 % - 30 %. Misal dipilih
nilai 27 %, sehingga ordinat Y = 27. Koordinat pasir A pada ayakan 0,3 adalah : 6
%, pasir B : 49 %.
f. Masukkan ke dalam rumus menggabungkan pasir , sebagai berikut :
a (100 a )
Y .Ya .Yb
100 100
a (100 a )
27 .6 .49
100 100 Sehingga untuk membuat
2700 6a 4900 49a pasir campuran yang
49a 6a 4900 2700 memenuhi standar zone 2
43a 2200
diperlukan pasir A
sebanyak 51 % dan pasir
a 51%
B sebanyak 49 %.
b 100% 51% 49%
PERHITUNGAN MENGGABUNGKAN DUA MACAM PASIR YANG GRADASINYA BERBEDA AGAR
DIPEROLEH GRADASI PASIR YG BAIK

GABUNGAN I GABUNGAN II
Pasir A Pasir B
Ukuran persen persen 49 % YA + 51 % YB 51% YA + 49 % YB Spesifika
Ayakan tembus tembus si pasir
49/100 x 51/100 x Y 51/100 x 49/100 x Y
(mm) kom. kom. Zone 2
YA YB Gab. YA YB Gab.

YA YB

9,6 100 100 49 51 100 51 49 100 100-100

4,8 80 100 39 51 90 41 49 90 90-100

2,4 72 99 35 50 86 37 49 85 75-100

1,2 43 95 21 48 70 22 47 68 55-90

0,6 20 88 10 45 55 10 43 53 35-59

0,3 6 49 3 25 28 3 24 27 8-30

0,15 2 9 1 5 6 1 4 5 0-10

c) kurva gradasi agregat gabungan


https://www.academia.edu/5837224/PROGRAM_SP-
4_JURUSAN_TEKNIK_SIPIL_TEKNOLOGI_BAHAN_I_BAB_II

Jelaskan pengertian segregasi dan bleeding kemudian cari


gambarnya!
Jawab :
A. Segregasi adalah pemisahan agregat kasar dari adukannya akibat campuran yang
kurang lecak.
Penyebabnya :
1. Slump yang terlalu rendah
2. Gradasi agregat yang kurang baik
3. BJ agregat kasar >> BJ agregat halus
4. Agregat halus terlalu sedikit
5. Campuran beton terlalu kering atau terlalu basah
6. Tinggi jatuh pengecoran terlalu tinggi
7. Penggunaan alat penggetar terlalu lama
Penanggulangannya :
1. Hindari perjalanan campuran beton yang terlalu tinggi dan atau terlalu jauh
2. Membuat rancangan campuran yang memadai, dengan atau tanpa bahan
admixture
3. Merubah/mempertinggi slump dan kelecakan beton dengan cara menambah
bahan

B. Bleeding adalah Mixing Water yang naik ke permukaan beton sesaat setelah
beton selesai di cor dan partikel agregat kasar turun ke bawah.

Penyebabnya :
1. Campuran terlalu basah (W/C ratio terlalu tinggi) atau adanya penambahan air
pada saat pengecoran
2. Rancangan campuran beton yang kurang baik sehingga tidak cukup material
halus untuk menahan laju air ke permukaan beton.
Penanggulangannya :
Dengan menambah kandungan finer antara lain dengan :
1. Mengkombinasi pasir kasar dengan pasir yang lebih halus atau dengan Abu
batu. Tujuan dari penambahan ini agar campuran beton lebih kohesif
2. Menaikkan jumlah semen (sampai batas tertentu). Dari penambahan ini
maka admixture yang dibutuhkan untuk menjaga workabilitas akan
bertambah.
http://www.sementigaroda.com/read/20150730/198/masalah-pengecoran-beton-dan-
turunannya-pada-bahan-material-bangunan-rumah
Segresi: terjadi pemisahan butiran kasar dan halus dari suatu campuran beton.

Penyebab terjadinya segresi :


1. Campuran yang encer
2. Campuran yang kering
3. Traksi halus kurang
4. Adanya guncangan selama pengangkutan
5. Pemadatan berlebihan
6. Menuang dengan tinggi lebih dari 1,5 m

Bleeding: naiknya air ke cetakan atau mengalir keluar melalui sambungan-


sambungan cetakan/acuan.

Penyebab terjadinya bleeding:


1. Beton kurus (semennya sedikit)
2. Campuran beton terlalu encer
3. Pemadatan dengan alat penggetar berlebihan
4. Rancangan campuran kurang baik
5. Adanya penambahan pada saat pengecoran berlangsung

http://saldycivil.blogspot.co.id/2013/06/beton.html
Segregasi adalah kecenderungan pemisahan bahan-bahan pembentuk
beton. Neville (1981:223) meuliskan bahwa terdapat dua bentuk
segregasi beton segar yaitu :
a. Partikel yang lebih kasar cenderung memisahkan diri dari partikel
yang lebih halus.
b. Terpisahnya air Segregasi sangat besar pengaruhnya terhadap
sifat beton keras. Jika tingkat segregasi beton sangat tinggi, maka
ketidaksempurnaan konstruksi beton juga tinggi. hal ini dapat
berupa keropos, terdapat lapisan yang lemah dan berpori,
permukaan nampak bersisik dan tidak merata

Murdock (1986) menuliskan bahwa segregasi disebabkan oleh

a. Penggunaan air pencampur yang terlalu banyak


b. Gradasi agregat yang jelek
c. Kurangnya jumlah semen
d. Cara pengelolaan yang tidak memenuhi syarat.semen dari
adukan.

Bleeding adalah pengeluaran air dari adukan beton yang disebabkan


oleh pelepasan air dari pasta semen. Sesaat setelah dicetak, air yang
terkandung di dalam beton segar cenderung untuk naik ke permukaan.
Selanjutnya Power dalam Neville (1981) berpendapat bahwa naiknya air
ke permukaan dan bersamaan dengan turunnya bahan ke dasar
disebabkan oleh pengaruh gravitasi akibat berat sendiri sebagai
fenomena alamiah atau proses specific sedimentation.

Adapun penyebab bleeding menurut Neville (1981:224) adalah


ketidakmampuan bahan padat campuran untuk menangkap air
pencampur. Ketika bleeding sedang berlangsung, air campuran terjebak
di dalam kantong-kantong yang terbentuk antara agregat dan pasta
semen (matriks). Sesudah bleeding selesai dan beton mengeras,
kantong-kantong menjadi kering ketika berlangsung perawatan dalam
keadaan kering. Akibatnya apabila ada tekanan, kantong-kantong
tersebut menjadi penyebab mudahnya retak pada beton, karena
kantong-kantong hanya berisi udara dan bahan lembut semacam debu
halus.

Bleeding dihitung dengan cara menghitung banyaknya air yang keluar


dari sampel beton segar sesaat setelah dicetak.

http://civilresearch.blogspot.co.id/2011/01/sifat-sifat-beton-catatan-kuliah.html
Gambar segregasi
https://masewin.wordpress.com/2014/05/23/masalah-masalah-yang-terjadi-pada-
pekerjaan-betonisasi/

https://centraljogja.wordpress.com/tag/kerusakan-beton/

Gambar Bleeding

https://masewin.wordpress.com/2014/05/23/masalah-masalah-yang-terjadi-pada-
pekerjaan-betonisasi/