Anda di halaman 1dari 15

TEKNOLOGI BAHAN

LATIHAN SOAL BAB KAYU DAN BAMBU

Dosen : Nunung Martina

Dijawab Oleh :

Rahmat Ade Surya

4116110003

1-JT

TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2016-2017

1. Jelaskan proses pembuatan baja !


Proses Bessemer
Proses Bessemer adalah proses untuk produksi massa
baja dari cair pig iron. Proses ini dinamai penemunya,
Henry Bessemer, yang mengeluarkan paten pada tahun
1855. Proses itu independen ditemukan pada 1851 oleh
William Kelly. Proses ini juga telah digunakan di luar
Eropa selama ratusan tahun, tetapi tidak pada skala
industri. Prinsip utama adalah menghilangkan kotoran
dari besi dengan oksidasi dengan udara yang ditiup
melalui besi cair. Oksidasi juga meningkatkan suhu
massa besi dan menyimpannya cair.

Converter Bessemer
Proses ini dilakukan dalam kontainer baja bulat telur besar
dilapisi dengan tanah liat atau dolomit disebut konverter
Bessemer. Kapasitas sebuah konverter 8-30 ton besi cair dengan
muatan yang biasa berada di sekitar 15 ton. Dibagian atas
konverter merupakan pembukaan, biasanya miring ke sisi relatif
terhadap tubuh kapal, dimana besi diperkenalkan dan produk jadi
dihapus. Bagian bawah ini berlubang dengan sejumlah saluran
yang disebut tuyres melalui udara dipaksa menjadi konverter.
Konverter ini diputar pada trunnions sehingga dapat diputar untuk
menerima tuduhan, berbalik tegak selama konversi dan kemudian
diputar lagi untuk menuangkan baja cair di akhir.
Oksidasi
Proses oksidasi menghilangkan pengotor seperti silikon, mangan dan karbon sebagai oksida yang
akan membentuk gas ataupun terak padat. Lapisan tahan panas konverter juga memainkan peran
dalam lapisan tanah liat yang konversinya menggunakan dalam asam Bessemer, dimana ada
rendah fosfor dalam bahan baku. Dolomit digunakan ketika kandungan fosfor tinggi di dasar
Bessemer (kapur atau magnesit pelapis juga kadang-kadang digunakan sebagai pengganti
dolomit). Dalam rangka memberikan baja sifat yang diinginkan, zat lainnya dapat ditambahkan
ke baja cair saat konversi selesai adalah spiegeleisen (karbon-mangan paduan besi).
Mengelola proses
Ketika baja yang diperlukan sudah terbentuk, itu dicurahkan ke dalam ladle dan kemudian
ditransfer ke dalam cetakan dan terak ringan yang tertinggal. Proses konversi yang disebut
"pukulan" dilakukan dalam waktu sekitar dua puluh menit. Selama periode ini kemajuan oksidasi
kotoran dapat dilihat atau dinilai oleh penampilan dari api yang keluar dari mulut konverter.
Penggunaan metode modern fotolistrik pencatatan karakteristik nyala api telah sangat membantu
blower dalam pengendalian kualitas akhir produk. Setelah pukulan, logam cair recarburized ke
titik yang dikehendaki dan bahan paduan lainnya ditambahkan, tergantung pada produk yang
diinginkan.
(http://awalterang.blogspot.co.id/2010/12/proses-bessemer.html)
Bessemer melakukan proses pemurnian besi kasar dalam pembuatan baja ini pada prinsipnya
sama yakni menggunakan Converter, namun Bessemer menggunakan Converter dengan dinding
yang dilapisi dengan Flourite dan Kwarsa sehingga dinding Converter menjadi sangat keras kuat
dan tahan terhadap temperature tinggi, akan tetapi dinding converter ini menjadi bersifat asam
sehingga tidak dapat mereduksi unsur Posphor, oleh karena itu dapur Bessemer hanya cocok
digunakan dalam proses pemurnian besi kasar dari bijih besi yang rendah Posphor (Low-
Posphorus Iron Ores).
(http://teknikmesin.org/proses-pembuatan-baja-dengan-sistem-thomas-dan-bessemer/)

Proses Bessemer:

HARUS DIAMBIL DARI BESI KASAR YANG LEBIH MURNI, TERUTAMA YANG
TIDAK TERLALU TINGGI FOSFORNYA.
BAJA YANG DIHASILKAN MENGANDUNG KADAR FOSFOR RENDAH.
BAJA MENGANDUNG SEDIKIT OKSIGEN.
TIDAK ADA PROSES TIUPAN TAMBAHAN.
(HTTPS://GOORKEY.WORDPRESS.COM/2010/03/27/PROSES-PEMBUATAN-BAJA/)
Proses Thomas
Keuntungan :
BESI KASAR YANG KURANG BERSIH DAPAT DIKERJAKAN.
FOSFOR DAPAT DIHILANGKAN, TAPI BILA ADA HANYA SEBAGIAN FOSFOR
YANG DALAM PRAKTEKNYA TIDAK MENIMBULKAN GANGGUAN.
MENGHASILKAN PRODUK TAMBAHAN BERUPA PUPUK.
PROSESNYA LEBIH MUDAH DIBANDINGKAN DENGAN PROSES BESSEMER.
Kerugian :

BAJA MENGANDUNG LEBIH BANYAK OKSIGEN


BESI YANG HILANG LEBIH BANYAK DIBANDINGKAN PROSES BESSEMER (11
13 %).
(HTTPS://GOORKEY.WORDPRESS.COM/2010/03/27/PROSES-PEMBUATAN-
BAJA/)
Proses Thomas (basa)
Konvertor Thomas juga di sebut konvertor basa dan proses nya adalah proses basa,sebab batu
tahan apinya bersifat basa serta digunakan untuk mengolah besi kasar yg bersifat basa.muatan
konvertor Thomas adalah besi kasar putih yg mengandung banyak fosfor.
Proses pembakaran sama dengan proses pada konvertor Bessemer,hanya saja pada proses
Thomas fosfor terbakar setelah zat arang nya terbakar.pengaliran udara tidak terus menerus
dilakukan karena besi nya sendiri akan terbakar.pencegahan pembakaran dilakukan dengan
menggangap selesai proses nya walaupun kandungan fosfor nya masih tetap tinggi.

Guna mengikat fosfor yg terbentuk pada proses ini maka diberi bahan tambahan batu kapur
agar menjadi terak.terak yang bersifat basa ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk buatan yang
dikenal dengan nama pupuk fosfat.hasil yang keluar dari konvertor disebut baja Thomas yang
biasa digunakan sebagai bahan konstruksi dan pelat ketel.

Proses pembuatan baja pada konvertor Thomas


Pertama kali, bahan tambahan di masukkan ke dalam konvertor, kemudian besi kasar putih.
Udara di hembuskan selama 24 menit. Hasilnya, sebagian kecil zat arang terbakar, sedangkan
fosfor tidak terbakar. Bila suhu diatas 1300oC dan waktu diatas 10 menit, zat arang akan
hilang. Pada waktu inilah fosfor terbakar dan menimbulkan panas sangat tinggi. Proses dalam
dapur iniantara 12-15 menit. Kotoran pembakarannya 3 kali lebih banyak dari pada konvertor
Bessemer. Bila kotoran ini di giling halus akan menghasilkan pupuk buatan (mengandung asam
fosfat 17-20%). Hasil akhir dari konvertor ini berupa baja yang berkadar 0,05-0,6% C, yang
banyak dipergunakan untuk baja-baja profil,plat-plat kapal,plat-plat ketel, dan lain-lain.

Konstruksi konvertor Thomas


Bentuk dan cara kerja konvertor Thomas sama dengan konvertor Bessemer, hanya pelapisnya
terbuat dari dinding batu tahan apidengan bahan dolomite, yaitu, semacam batu yang terdiri
dari campuaran kalsium karbonat(CaCO3)dan magnesium karbonat(MgCO3). Sisa oksida basa
tidak dapat lagi menghisap oksida arang dan lepas dari udara,sisa pijarnya dicampur dan
dikempakkan dalam cetakan besi tuang.batu alas/dasarnya dibentuk dari masa yang sama
dalam acuan-acuan besi.

Sebelum dapur dipakai, bagian dalamnya dipanaskan dahulu dengan api kokas untuk
membuang bagian gas tersebut. Perlu diingat bahwa dalam konvertor ini tidak dapat dipakai
besi kasar yang kaya silisium seperti pada prose Bessemer. Ini disebabkan karena ada
kemungkinan lapisan basa akan cepat rusak oleh oksida silisium. Karena itu, dipakai besi kasar
putih(0,3-0,8%Si), sehingga kalor dari silisium tidak ada. Sebagai penggantinya diberi 1,7-2%
fosfor sebagai bahan pembakar yang dibantu oleh mangan sekitar 1-2%

Lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau dolomit [ kalsium karbonat
dan magnesium (CaCO3 + MgCO3)], besi yang diolah besi kasar putih yang mengandung P
antara 1,7 2 %, Mn 1 2 % dan Si 0,6-0,8 %. Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P
membentuk oksida phospor (P2O5), untuk mengeluarkan besi cair ditambahkan zat kapur
(CaO), 3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2 (terak cair). (http://iqbalrbc.blogspot.co.id/2012/06/proses-
thomas.html)
Proses Konvertor Thomas
Proses Thomas (1878) Konvertor Thomas juga disebut konvertor basa dan prosesnya adalah
proses basa, sebab batu tahan apinya bersifat basa serta digunakan untuk mengolah besi kasar
yang bersifat basa. Muatan konvertor Thomas adalah besi kasar putih yang banyak mengandung
fosfor. Proses pembakaran sama dengan proses pada konvertor Bessemer, hanya saja pada proses
Thomas fosfor terbakar setelah zat arangnya terbakar. Pengaliran udara tidak terus-menerus
dilakukan karena besinya sendiri akan terbakar. Pencegahan pembakaran itu dilakukan dengan
menganggap selesai prosesnya walaupun kandungan fosfor masih tetap tinggi. Guna mengikat
fosfor yang terbentuk pada proses ini maka diberi bahan tambahan batu kapur agar menjadi
terak. Terak yang bersifat basa ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk buatan yang dikenal
dengan nama pupuk fosfat. Hasil proses yang keluar dari konvertor Thomas disebut baja Thomas
yang biasa digunakan sebagai bahan konstruksi dan pelat ketel.
Proses Thomas disebut juga Basic Bessemer Process yaitu proses Bessemer dalam keadaan
basa. Proses ini memakai Converter yang di bagian dalamnya dilapisi bahan tahan api
(refractory) bersifat basa seperti dolomite (Mg CO3 CaCO3).
Pertama-tama converter diisi dengan batu kapur, kemudian besi mentah (pig iron) cair yang
mengandung unsur phosfor (P) : 1,6 - 2% ; dan sedikit Si dan S (0,6% Si, 0,07 % S).
Pada periode I (Slag forming period = Silicon blow) yaitu pada saat penghembusan, unsur Fe, Si,
Mn akan teroksider dan terbentuklah terak basa (basic slag). Dengan adanya batu kapur, akan
terjadi kenaikan temperatur, tetapi unsur phosfor (P) yang terkandung dalam besi mentah belum
dapat dipisahkan dari Fe. Pada periode ke II (The brilliant flame blow = Carbon blow) yang
ditandai dengan adanya penurunan temperatur, dimana Carbon (C) akan terbakar, berarti kadar C
menurun. Jika kadar C tinggal 0,1 - 0,2%, maka temperatur akan turun menjadi 1400 - 1420oC.
Setelah temperatur turun menjadi 1400oC, mulailah periode ke III (Reddish Smoke Periode)
yaitu terjadinya oksidasi dari Fe secara intensif dan terbentuklah terak. Peristiwa ini berlangsung
+ 3 - 5 menit, dan selanjutnya terbentuklah terak Phospor [CaO)4.P2O5] yang diikuti kenaikan
temperatur yang mendadak menjadi 1600oC. Setelah periode ke III ini berakhir, hembusan udara
panas dihentikan dan converter dimiringkan untuk mengeluarkan terak yang mengapung di atas
besi cair. Kemudian diberi doxiders/deoxidising agents misalnya Ferro Monggan, Ferro Silicon
atau Aluminium untuk menghilangkan Oksigen (O2) serta memberikan kadar Mn dan Si supaya
diperoleh sifat-sifat tertentu dari baja yang dihasilkan. Terak yang dihasilkan mengandung + 22
% P2O5 merupakan hasil ikatan yang diperoleh dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
Baja yang dihasilkan digunakan sebagai bahan dalam proses pengecoran seperti pembuatan baja
tuang atau baja profil (steel section) seperti baja siku, baja profil I, C.
(http://teknika32.blogspot.co.id/2016/09/proses-pembuatan-bajakonvertor-thomas.html)

Proses Siemen Martin

Sebuah dapur pelebur baja yang dapat mencapai suhu tinggi dibuat oleh
orang-orang yang bernama Siemen dan Martin, sehingga dapurnya disebut
pula dapur siemen Martin. Dapur ini mempunyai tungku kerja yang
diperlengkapi dengan ruangruang hawa. Tungku kerja ini mempunyai
kapasitas 30 50 ton. Bahan-bahan yang dimasak selain besi kasar dari
dapur tinggi juga dapat dimasukkan besi bekas atau besi tua. Kalau
besi yang dimasukkan mengandung posfor, bahan lapisan dapurnya bersifat
basa, sebaliknya kalau besinya tidak mengandung posfor bahan lapisan
dapurnya bersifat asam.

Cara memanaskan dapur Siemens Martin adalah dengan gas generator dan udara yang
sebelumnya dimasukkan ke dalam pemanas yang dapat mencapai suhu lebih kurang 1300C.
gas generator dan udara kemudian masuk ke dalam tungku kerja dan terjadi pembakaran yang
dahsyat, sehingga suhu tungku kerja menjadi semakin tinggi yaitu lebih kurang 2000C. Baja
yang dihasilkan disebut baja Siemen Martin, mempunyai kualitas lebih baik dari hasil dapur
peleburan yang lain karena susunannya lebih homogen dan tahan terhadap suhu yang tinggi
(http://teknikmesin.org/proses-siemen-martin/)

Proses Martin (dapur Siemen Martin)

Proses lain untuk membuat baja dari bahan besi kasar adalah menggunakan dapur Siemens
Martin yang sering disebut proses Martin. Dapur ini terdiri atas satu tungku untuk bahan yang
dicairkan dan biasanya menggunakan empat ruangan sebagai pemanas gas dan udara. Pada
proses ini digunakan muatan besi bekas yang dicampur dengan besi kasar sehingga dapat
menghasilkan baja dengan kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan baja Bessemer
maupun Thomas.

Proses Martin menggunakan sistem regenerator ( 3000 0C.). Fungsi dari regenerator adalah:
memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur
sebagai Fundamen/ landasan dapur
menghemat pemakaian tempat
bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih,
besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2),
besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3)

Proses Martin dibagi menjadi dua yaitu:


a. Proses Martin asam untuk besi kasar dengan kadar fosfor rendah.
b. Proses Martin basa untuk besi kasar dengan kadar fosfor tinggi.
Gas yang akan dibakar dengan udara untuk pembakaran dialirkan ke dalam ruangan-ruangan
melalui batu tahan api yang sudah dipanaskan dengan temperatur 600 sampai 900 C. dengan
demikian nyala apinya mempunyai suhu yang tinggi, kira-kira 1800 C. gas pembakaran yang
bergerak ke luar masih memberikan panas kedalam ruang yang kedua, dengan menggunakan
keran pengatur maka gas panas dan udara pembakaran masuk ke dalam ruangan tersebut secara
bergantian dipanaskan dan didinginkan.
Bahan bakar yang digunakan adalah gas dapur tinggi, minyak yang digaskan (stookolie) dan juga
gas generator. Pada pembakaran zat arang terjadi gas CO dan CO2 yang naik ke atas dan
mengakibatkan cairannya bergolak, dengan demikian akan terjadi hubungann yang erat antara
api dengan bahan muatan yang dimasukkan ke dapur tinggi. Bahan tambahan akan bersenyawa
dengan zat asam membentuk terak yang menutup cairan tersebut sehingga melindungi cairan itu
dari oksida lebih lanjut.
Setelah proses berjalan selama 6 jam, terak dikeluarkan dengan memiringkan dapur tersebut dan
kemudian baja cair dapat dicerat. Hasil akhir dari proses Martin disebut baja Martin. Baja ini
bermutu baik karena komposisinya dapat diatur dan ditentukan dengan teliti pada proses yang
berlangsung agak lama.
Lapisan dapur pada proses Martin dapat bersifat asam atau basa tergantung dari besi kasarnya
mengandung fosfor sedikit atau banyak. Proses Martin asam teradi apabila mengolah besi kasar
yang bersifat asam atau mengandung fosfor rendah dan sebaliknya dikatakan proses Martin basa
apabila muatannya bersifat basa dan mengandung fosfor yang tinggi.
Keuntungan dari proses Martin dibanding proses Bessemer dan Thomas adalah sebagai berikut :
a. Proses lebih lama sehingga dapat menghasilkan susunan yang lebih baik
dengan jalan percobaan-percobaan.
b. Unsur-unsur yang tidak dikehendaki dan kotoran-kotoran dapat
dihindarkan atau dibersihkan.
c. Penambahan besi bekas dan bahan tambahan lainnya pada akhir proses menyebabkan
susunannya dapat diatur sebaik-baiknya.
Selain keuntungan di atas dan karena udara pembakaran mengalir di atas cairan maka hasil akhir
akan sedikit mengandung zat asam dan zat lemas. Proses Martin basa biasanya masih
mengandung beberapa kotoran seperti zat asam, belerang, fosfor dan sebagainya. Sedangkan
pada proses Martin asam kadar kotoran-kotoran tersebut lebih kecil. (http://tugas-
mia19.blogspot.co.id/2015/03/proses-pembuatan-baja.html)
2. Jelaskan perbedaan antara proses Bessemer dan proses Thomas!
Perbedaan antara proses Martin dan Bessemer adalah :
Proses Bessemer:
Harus diambil dari besi kasar yang lebih murni, terutama yang tidak terlalu tinggi
fosfornya.
Baja yang dihasilkan mengandung Kadar fosfor rendah.
Baja mengandung sedikit oksigen.
Tidak ada proses tiupan tambahan.
Proses Thomas:
Keuntungan :
Besi kasar yang kurang bersih dapat dikerjakan.
Fosfor dapat dihilangkan, tapi bila ada hanya sebagian fosfor yang dalam prakteknya
tidak menimbulkan gangguan.
Menghasilkan produk tambahan berupa pupuk.
Prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan proses Bessemer.
Kerugian:
Baja mengandung lebih banyak oksigen
Besi yang hilang lebih banyak dibandingkan proses Bessemer ( 11 13 % ).
(http://trik-iqbal.blogspot.co.id/2016/01/jawaban-bab-vi-teknologi-bahan.html)

Proses Bessemer:
1. Harus diambil dari besi kasar yang lebih murni, terutama yang tidak terlalu tinggi
fosfornya.
2. Baja yang dihasilkan mengandung Kadar fosfor rendah.
3. Baja mengandung sedikit oksigen.
4. Tidak ada proses tiupan tambahan.

Proses Thomas
Keuntungan :
- Besi kasar yang kurang bersih dapat dikerjakan.
- Fosfor dapat dihilangkan, tapi bila ada hanya sebagian fosfor yang dalam prakteknya tidak
menimbulkan gangguan.
- Menghasilkan produk tambahan berupa pupuk.
- Prosesnya lebih mudah dibandingkan dengan proses Bessemer.
Kerugian :
- Baja mengandung lebih banyak oksigen
- Besi yang hilang lebih banyak dibandingkan proses Bessemer (11 13 %)
(http://jufres-engineer.blogspot.co.id/2010/01/proses-pembuatan-baja.html)

3. Jelaskan pengaruh kadar karbon terhadap sifat-sifat baja!


Kadar karbon yang terdapat di dalam baja akan mempengaruhi kuat tarik, kekerasan dan
keuletan baja. Semakin tinggi kadar karbonnya, maka kuat tarik dan kekerasan baja semakin
meningkat tetapi keuletannya cenderung turun.( http://trik-
iqbal.blogspot.co.id/2016/01/jawaban-bab-vi-teknologi-bahan.html)
Kadar karbon yang terdapat didalam baja akan memperngaruhi kuat tarik, kekerasan dan
keuletan baja. Semakin tinggi kadar karbonnya, maka kuat tarik dan kekerasan baja semakin
meningkat tetapi keuletannya cenderung turun.http://documents.tips/documents/analisis-
pengaruh-kadar-karbon-terhadap-mampu-keras-baja.html
4. Jelaskan sifat-sifat fisik baja yang digunakan sebagai bahan konstruksi!

SIFAT BAJA Baja mempunyai sejumlah sifat yang membuatnya menjadi baqhan bangunan
yang sangat berharga. Beberapa sifat baja yang penting adalah: kekuatan, kelenturan,
kealotan, kekerasan dan ketaqhan terhadap korosi.

1. kekuatan

baja mempunyai daya tarik,lengkung, dan tekan yang sangat besar. Pada setiap partai baja,
pabrikan baja menandai beberapa besar daya kekuatan baja itu. Pabrikan baja misalnya,
memasukan satu partai baja batangan dan mencatumkan pada baja itu Fe 360. di sini Fe
menunjukan bahwa partai itu menunjukkan daya kekuatan (minimum) tarikan atau daya tarik
baja itu. Yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah gaya tarik N yang dapat dilakukan baja
bergaris tengah 1 mm2 sebelum baja itu menjadi patah. Dalam hal ini daya tarik itu adalah
360 N/mm2. dahulu kita mencantumkan daya tarik baja itu Fe 37, karena daya tariknya
adalah 37 kgf/mm2. karna smengandung sedikit kadar karbon, maka semua jenis baja
mempunyai daya tarik yang kuat. Oleh karna daya tarik baja yang kuat maka baja dapat
menahan berbagai tegangan, seperti tegangan lentur.

2. Kelenturan

Baja bukan saja kuat tetapi juga lentur

3. Kealotan

Pada umumnya baja bersifat sangat a lot,sehingga tidak cepat patah

4. Kekerasan

Baja itu sangat keras sekali sehingga sebagai bahan konstruksi, baja mungkin saja untuk
digunakan berbagai tujuan. Apabila untuk produk-produk baja tertentu ada suatu
keharusan,maka bisa saja baja itu, dengan cara dipanaskan,dibuat luar biasa kerasnya.

5. ketahanan terhadap korosi

Tanpa perlindungan, baja sangat cepat berkarat. Untung saja baja diberikan perlindungan yang
sangat efektif dengan berbagai cara. http://belajartekniksipill.blogspot.co.id/2015/02/material-
propertis-dan-sifat-baja.html

Sifat fisik baja


meliputi : berat, berat jenis, daya hantar panas dan konduktivitas listrik
Sifat mekanis suatu bahan adalah kemampuan bahan tersebut memberikan perlawanan apabila
diberikan beban pada bahan tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanis adalah kekuatan bahan
didalam memikul beban yang berasal dari luar. Sifat mekanis pada baja meliputi:
Kekuatan Baja.
Sifat penting pada baja adalah kuat tarik. Pada saat baja diberi beban, maka baja akan cenderung
mengalami deformasi/perubahan bentuk. Perubahan bentuk ini akan menimbulkan
regangan/strain, yaitu sebesar terjadinya deformasi tiap satuan panjangnya. Akibat regangan
tersebut, didalam baja terjadi tegangan/stress sebesar, , dimana P = beban yang membebani baja,
A = luas penampang baja. Pada waktu baja diberi beban, maka terjadi regangan. Pada waktu
terjadi regangan awal, dimana baja belum sampai berubah bentuknya dan bila beban yang
menyababkan regangan tadi dilepas, maka baja akan kembali ke bentuk semula. Regangan ini
disebut dengan regangan elastis karena sifat bahan masih elastis. Perbandingan antara tegangan
dengan regangan dalam keadaan elastis disebut dengan Modulus Elastisitas/Modulus
Young. Ada 3 jenis tegangan yang terjadi pada baja, yaitu :
- tegangan , dimana baja masih dalam keadaan elastis
- tegangan leleh, dimana baja mulai rusak/leleh
- tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan maksimum.
Keuletan Baja (ductility)
Kemampuan baja untuk berdeformasi sebelum baja putus. Keuletan ini berhubungan dengan
besarnya regangan/strain yang permanen sebelum baja putus. Keuletan ini juga berhubungan
dengan sifat dapat dikerjakan pada baja. Cara ujinya berupa uji tarik.
Kekerasan Baja
adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus permukaan baja. Cara
ujinya dengan kekerasan Brinell, Rockwell, ultrasonic, dll
Ketangguhan Baja (toughness)
Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh baja sampai
baja tersebut putus. Semakin kecil energi yang diserap oleh baja, maka baja tersebut makin rapuh
dan makin kecil ketangguhannya. Cara ujinya dengan cara memeberi pukulan mendadak
(impact/pukul takik).http://belajartekniksipill.blogspot.co.id/2015/02/material-propertis-dan-
sifat-baja.html

Sifat mekanis suatu bahan adalah kemampuan bahan tersebut memberikan perlawanan apabila
diberikan beban pada bahan tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanis adalah kekuatan bahan
didalam memikul beban yang berasal dari luar. Sifat penting pada baja adalah kuat tarik.

Pada waktu terjadi regangan awal, dimana baja belum sampai berubah bentuknya dan bila beban
yang menyebabkan regangan tadi dilepas, maka baja akan kembali ke bentuk semula. Regangan
ini disebut dengan regangan elastis karena sifat bahan masih elastis. Perbandingan antara
tegangan dengan regangan dalam keadaan elastis disebut dengan Modulus Elastisitas/Modulus
Young. Ada 3 jenis tegangan yang terjadi pada baja, yaitu:
Tegangan, dimana baja masih dalam keadaan elastis;
Tegangan leleh, dimana baja mulai rusak/leleh; dan
Tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan maksimum.

Kekerasan baja adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus permukaan
baja. Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh baja
sampai baja tersebut putus.

Baja mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan dan
oleh karena itu baja adalah elemen struktur yang memiliki batasan sempurna yang akan menahan
beban jenis tarik aksial, tekan aksial, dan lentur dengan fasilitas yang hampir sama. Semua
bagian-bagian dari konstruksi baja bisa dipersiapkan di bengkel, sehingga satu-satunya kegiatan
yang dilakukan di lapangan ialah kegiatan pemasangan bagian-bagian konstruksi yang telah
dipersiapkan. Sifat dari baja yang dapat mengalami deformasi yang besar di bawah pengaruh
tegangan tarik yang tinggi tanpa hancur atau putus disebut sifat daktilitas.

Di samping itu keuntungan-keuntungan lain dari struktur baja, antara lain adalah:
Proses pemasangan di lapangan berlangsung dengan cepat;
Dapat di las;
Komponen-komponen struktumya bisa digunakan lagi untuk keperluan lainnya;
Komponen-komponen yang sudah tidak dapat digunakan lagi masih mempunyai nilai
sebagai besi tua; dan
Struktur yang dihasilkan bersifat permanen dengan cara pemeliharaan yang tidak terlalu
sukar;
Selain keuntungan-keuntungan tersebut bahan baja juga mempunyai kelemahan-kelemahan
sebagai berikut:
Komponen-komponen struktur yang dibuat dari bahan baja perlu diusahakan supaya tahan
api sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk bahaya kebakaran;
Diperlukannya suatu biaya pemeliharaan untuk mencegah baja dari bahaya karat; dan
Akibat kemampuannya menahan tekukan pada batang-batang yang langsing, walaupun
dapat menahan gaya-gaya aksial, tetapi tidak bisa mencegah terjadinya pergeseran
horisontal.

Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud perencanaan ditetapkan sebagai berikut:
Modulus elastisitas : E = 200.000 MPa;
Modulus geser : G = 80.000 MPa;
Nisbah poisson : = 0,3; dan
Koefisien pemuaian : = 12 x 10 -6 / o C.
Penggilingan dengan pemanasan (hot-rolling) adalah proses pembentukan utama di mana
bongkahan baja yang merah menyala secara besar-besaran digelindingkan di antara beberapa
kelompok penggiling. Penampang melintang dari bongkahan yang ash biasanya dicetak dari baja
yang baru dibuat dan biasanya berukuran sekitar 0,5 m x 0,5 m persegi, yang akibat proses
penggilingan ukuran penampang melintang dikurangi menjadi lebih kecil dan menjadi
bentuk yang tepat dan khusus.

Pembentukan dengan pendinginan (cold-forming) adalah metode lain yang digunakan untuk
membuat komponen-komponen baja dalam jumlah yang besar. Satu hal lain yang membedakan
proses-proses tersebut adalah bahwa peralatan yang digunakan untuk proses pencetakan dengan
pendinginan lebih sederhana dan dapat digunakan untuk menghasilkan penampang melintang
yang bentuknya disesuaikan untuk penggunaan yang khusus. Beberapa keuntungan baja profil
dingin antara lain:
Lebih ringan;
Kekuatan dan kakuan yang tinggi;
Kemudahan pabrikasi dan produksi massal;
Kecepatan dan kemudahan pendirian; dan
Lebih ekonomis dalam pengangkutan dan pengelolaan.

Telah ada pelengkung yang dirancang secara khusus dan mempunyai bentang sangat panjang
[misalnya bentang 300 ft (90 m) atau lebih]. Masalah utama dalam penggunaan baja untuk
memperoleh permukaan berkelengkungan ganda adalah memuat bentuk dari elemen-elemen
garis. Pada kubah,misalnya, baik pendekatan dengan rusuk atau geodesik adalah mungkin.

Baja adalah satu-satunya material yang dapat digunakan sebagai struktur kabel. Kolom baja
struktural umumnya mempunyai perbandingan tebal-tinggi bervariasi antara 1 : 24 dan 1 : 9,
yang tergantung pada beban dan tinggi kolom. Setiap struktur adalah gabungan dari bagian-
bagian tersendiri atau batang-batang yang harus disambung bersama (biasanya di ujung batang)
dengan beberapa cara.

Jenis-jenis sambungan struktur baja yang digunakan adalah pengelasan serta sambungan yang
menggunakan alat penyambung berupa paku keling (rivet) dan baut.

http://belajartekniksipill.blogspot.co.id/2015/02/material-propertis-dan-sifat-baja.html

Sifat fisik baja

meliputi : berat, berat jenis, daya hantar panas dan konduktivitaslistrik Sifat mekanis suatu
bahan adalahkemampuan bahan tersebut memberikan perlawanan apabiladiberikan beban pada
bahan tersebut. Atau dapat dikatakan sifat mekanis adalah kekuatan bahandidalam memikul
beban yang berasal dari luar. Sifat mekanis pada baja meliputi:

Kekuatan Baja.

Sifat penting pada baja adalah kuat tarik. Pada saat baja diberi beban, maka baja akan
cenderungmengalami deformasi/perubahan bentuk. Perubahan bentuk ini akan menimbulkan
regangan/strain,yaitu sebesar terjadinya deformasi tiap satuan panjangnya. Akibat regangan
tersebut, didalam bajaterjadi tegangan/stress sebesar, , dimana P = beban yang membebani baja,
A = luas penampang baja. Pada waktu baja diberi beban, maka terjadi regangan. Pada waktu
terjadi regangan awal,dimana baja belum sampai berubah bentuknya dan bila beban yang
menyababkan regangan tadidilepas, maka baja akan kembali ke bentuk semula. Regangan ini
disebut dengan regangan elastiskarena sifat bahan masih elastis. Perbandingan antara tegangan
dengan regangan dalam keadaanelastis disebut dengan

Modulus Elastisitas/Modulus Young

. Ada 3 jenis tegangan yang terjadi pada baja,


yaitu :. - tegangan , dimana baja masih dalam keadaan elastis- tegangan leleh, dimana baja mulai
rusak/leleh- tegangan plastis, tegangan maksimum baja, dimana baja mencapai kekuatan maksim
um.

Keuletan

Baja (ductility)

Kemampuan baja untuk berdeformasi sebelum baja putus. Keuletan ini berhubungan
dengan besarnya regangan/strain yang permanen sebelum baja putus. Keuletan ini juga
berhubungandengan sifat dapat dikerjakan pada baja. Cara ujinya berupa uji tarik.

Kekerasan Baja

adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus permukaan baja. Cara
ujinyadengan kekerasan Brinell, Rockwell, ultrasonic, dll

Ketangguhan Baja (toughness)

Ketangguhan baja adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh baja sampai
bajatersebut putus. Semakin kecil energi yang diserap oleh baja, maka baja tersebut makin rapuh
danmakin kecil ketangguhannya. Cara ujinya dengan cara memeberi pukulan mendadak
(impact/pukultakik) https://www.scribd.com/doc/45719694/Baja-Sebagai-Bahan-Konstruksi-
Bangunan-Mempunyai-Beberapa-Sifat-Fisik-Dan-Mekanis-Yang-Dapat-Mempengaruhi-
Kekutan-Sebuah-Konstruksi-Bangunan

5. Jelaskan sifat-sifat mekanis baja terutama baja konstruksi!


Sifat-sifat mekanis baja adalah:
Kekuatan. Sifat penting pada baja adalah kuat tarik. Pada saat baja diberi beban, maka
baja akan cenderung mengalami deformasi/perubahan bentuk. Perubahan bentuk ini akan
menimbulkan regangan/strain, yaitu sebesar terjadinya deformasi tiap satuan panjangnya.
Keuletan (ductility), Kemampuan baja untuk berdeformasi sebelum baja putus.
Kekerasan, adalah ketahanan baja terhadap besarnya gaya yang dapat menembus
permukaan baja.
Ketangguhan (toughness), adalah hubungan antara jumlah energi yang dapat diserap oleh
baja sampai baja tersebut putus. Semakin kecil energi yang diserap oleh baja, maka baja
tersebut makin rapuh dan makin kecil ketangguhannya.( http://trik-
iqbal.blogspot.co.id/2016/01/jawaban-bab-vi-teknologi-bahan.html)

Sifat mekanis baja struktural yang digunakan dalam perencanaan harus memenuhi
persyaratan minimum seperti tabel berikut.

- Tegangan leleh Tegangan leleh untuk perencanaan (f y) tidak boleh diambil melebihi nilai yang
diberikan tabel berikut.
- Tegangan putus Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang
diberikan tabel berikut.

Sifat mekanis baja struktural (Sumber: Amon dkk, 1996)

Tegangan putus Tegangan leleh Peregangan

Jenis Baja minimum, fu minimum, y f minimum

(MPa) (MPa) (%)

BJ 34 340 210 22

BJ 37 370 240 20

BJ 41 410 250 18

BJ 50 500 290 16

BJ 55 550 410 13
Sifat-sifat mekanis lainnya, Sifat-sifat mekanis lainnya baja struktural untuk maksud
perencanaan ditetapkan sebagai berikut:
Modulus elastisitas : E = 200.000 MPa
Modulus geser : G = 80.000 MPa
Nisbah poisson : = 0,3
Koefisien pemuaian : = 12 x 10 -6 / o C
(http://steel.omasae.com/2012/07/sifat-mekanis-baja.html)

6. Mengapa pada baja tulangan mutlak harus dilakukan pengujian tarik?


Dilakukan pengujian tarik untuk menentukan kekuatan tarik baja. Pergeseran dan
elastisitasnya.
(http://trik-iqbal.blogspot.co.id/2016/01/jawaban-bab-vi-teknologi-bahan.html)

Karena mampu memberikan informasi representative dari perilaku mekanik material.


Pengujian tarik sangat simple, relative murah dan sangat memenuhi standar. Pada
dasarnya pecobaan tarik ini dilakukan untuk menentukan respons material pada saat
dikenakan beban atau deformasi dari luar (gaya-gaya yang diberikan dari luar yang dapat
menyebabkan suatu material mengalami perubahan struktur, yang terjadi dalam kisi
Kristal material tersebut).
(http://mothreedglittle.blogspot.co.id/2012/05/pengujian-tarik-pada-baja.html)

Anda mungkin juga menyukai