Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS SISTEM ANTRIAN UNTUK MENENTUKAN TINGKAT PELAYANAN YANG

OPTIMAL PADA KASIR (SERVER) RUMAH MAKAN KOBER MIE SETAN MALANG DENGAN
METODE SIMULASI

Analysis of Queuing System to Determine the Optimal Level of Service at the Cashier (Server) In Kober
Mie Setan Malang Restaurant Using Simulation Methods

Nur Susila Ahse 1), Panji Deoranto 2), Wike Agustin Prima Dania3)
1) Alumni Jurusan Teknologi Industri Pertanian - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya
2) Staf Pengajar Jurusan Teknologi Industri Pertanian - Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Email : Cemuth31@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui rata-rata waktu tunggu dan rata-rata waktu
pelayanan, memberikan usulan perbaikan sistem antrian dan model antrian yang sesuai pada rumah
makan Kober Mie Setan Jl. Soekarno Hatta-Malang. Metode yang digunakan adalah metode simulasi
dengan software ARENA versi 5.0. Metode simulasi dapat memberikan penyelidikan yang langsung dan
terperinci dalam periode waktu tertentu dan lebih realistis terhadap sistem nyata. Data yang digunakan
untuk analisis sistem antrian ini adalah data primer, yaitu berupa data waktu kedatangan pelanggan dan
data waktu pelayanan (server), untuk pengukuran waktu dilakukan dengan menggunakan bantuan
stopwatch. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelanggan yang datang memiliki waktu antar
kedatangan yaitu dari 1.121.48 menit. Kemudian waktu yang dihabiskan pelanggan untuk mengantri
berkisar antara 13.2519.29 menit, dan lama waktu kasir (server) dalam melayani pelanggan mengabiskan
waktu antara 1.191.55 menit. Berdasarkan hasil dari 3 skenario perbaikan, maka dipilih skenario ke-2
yang paling optimal yaitu dengan penambahan 1 fasilitas pelayanan kasir (server). Maka model antrian
yang cocok adalah (M/M/2);(FCFS//) dengan sistem antrian Multichannel-Single Phase dimana
terdapat dua jalur antrian dengan dua fasilitas pelayanan kasir (server).

Kata Kunci: Server, Simulasi, Sistem Antrian, Kober Mie Setan Malang

ABSTRACT
The objective of this study are to determine the average of waiting time and the average of service time, to
queuing sistem and suitable queuing model in Kober Mie Setan Restaurant at Jl. Soekarno Hatta-Malang. This
study used simulation method which is applied by using ARENA 5.0 software. The simulation method give the
direct and detail investigation in certain period with the realistic result as same as the real system. The data which is
taken for this study is primary data. The data is arrival time and the service time of customer which are measure by
stopwatch. From this study we can know that each customer has the spacing arrival time with the other customer
about 1.12-1.48 minutes, while the waiting time is bout 13.25-19.29 minutes, and the service time is about 13.19-
15.5 minutes. Based on the 3 fixing scenario, the optimum scenario is 2 nd scenario which is add one server facility.
So, based on the analysis the suitable queuing method is (M/M/2);(FCFS//) with queuing sistem is
Multichannel-Single Phase which applied two queuing line and two server facility.

Key Word : Server, Simulation, Queuing System, Kober Mie Setan Malang.

1
PENDAHULUAN dibuat melalui program komputer. Metode ini
dapat digunakan untuk model pola kedatangan
Dewasa ini perkembangan pangan
yang acak mengikuti distribusi tertentu. Simulasi
semakin meningkat. Berbagai tren makanan
memiliki kelebihan yang dapat memberikan
mulai bermunculan. Tren makanan yang sedang
penyelidikan yang langsung dan terperinci
digemari oleh masyarakat saat ini adalah tren
dalam periode waktu tertentu dan lebih realistis
makanan pedas. Label yang diberikan terhadap terhadap sistem nyata karena memerlukan
makanan pedas pun cukup unik dan menarik
asumsi yang lebih sedikit (Herawati, 2008).
perhatian masyarakat, misalnya saja Mie Setan
di kota Malang. METODE PENELITIAN
Mie Setan adalah salah satu produk
olahan mie dengan rasa yang pedas yang dibagi Penelitian dilakukan di rumah makan
menjadi berbagai macam level kepedasan. Ada Kober Mie Setan yang berlokasi di Jl. Soekarno
lima level yang disediakan yaitu Level 1 berisi 12 Hatta-Malang. Penelitian dilakukan selama 7
cabai, level 2 berisi 25 cabai, level 3 berisi 35 hari, yaitu pada hari SabtuJumat pada tanggal 7
cabai, level 4 berisi 45 cabai, level 5 berisi 60 Juni 2014 pukul 18.3021.30 WIB. Data yang
cabai. Rumah makan ini tidak hanya menarik digunakan pada penelitian ini adalah data
pelanggan dengan sajian mie aneka level primer, yaitu data diambil langsung melalui
melainkan juga sajian minuman dengan nama proses pengamatan (observasi). Data primer
yang unik seperti es pocong, es kuntilanak, es tersebut berupa data waktu kedatangan
gendruwo, dan juga es tuyul, serta terdapat pelanggan dan data waktu pelayanan (server).
berbagai macam menu tambahan lainya. Pengukuran waktu dengan menggunakan
Antusias warga Malang terhadap bantuan stopwatch. Adapun diagram alir
kehadiran Mie Setan sangatlah tinggi. Hal ini penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.
membuat rumah makan Kober Mie Setan tidak Mulai

pernah sepi oleh pengunjung sehingga


mengakibatkan panjangnya antrian khusunya
Survey Pendahuluan Studi Pustaka
pada hari libur. Berdasarkan hasil survey
pendahuluan, lama waktu mengantri sekitar 5-25
menit. Hal tersebut terjadi karena hanya terdapat
Identifikasi Masalah
satu fasilitas pelayanan kasir, sehingga terjadi
antrian pelanggan yang cukup panjang. Menurut
Wahyudi (2012), terjadinya antrian merupakan Tujuan Penelitian

salah satu bentuk contoh pelayanan yang kurang


baik. Karena hal ini membuat konsumen Pembuatan Model Konseptual

menunggu untuk dilayani.


Mekanisme sistem antrian yang terjadi Pengumpulan Data

dimulai dari pelanggan yang datang memasuki


waiting line (garis tunggu antrian), lalu pelanggan Uji Kecukupan Data
menunggu dan mendapatkan pelayanan. Usaha Tidak
yang dapat dilakukan adalah memberikan Ya

pelayanan yang terbaik sehingga pelanggan Pengolahan data

tidak mengantri terlalu lama. Dalam mengurangi


waktu tunggu, tambahan fasilitas pelayanan Analisis Data Simulasi
ARENA 5.0
kasir dapat diberikan untuk mengurangi atau
menghindari antrian yang semakin panjang.
Sebaliknya, fasilitas pelayanan kasir yang minim Hasil dan Pembahasan

mengakibatkan sering timbulnya antrian juga


dapat menyebabkan hilangnya pelanggan. Kesimpulan dan Saran

Pada penelitian ini akan menggunakan


metode simulasi. Metode simulasi merupakan Selesai

suatu teknik yang dapat digunakan untuk


Gambar 1. Diagram Alir Tahapan Penelitian
memformulasikan dan memecahkan model-
model dari golongan yang luas, metode untuk Batasan masalah penelitian ini adalah (1)
membuat tiruan dari sistem nyata ke dalam tidak membahas biaya; (2) menggunakan sistem
sistem buatan tanpa harus mengalaminya pada FCFS (First Come First Served); (3) pengamatan
keadaan yang sesungguhnya dan biasanya antrian terjadi pada waktu sibuk; (4) penelitian

2
terbatas pada pelayanan yang optimal, waktu Rumah makan Kober Mie Setan
tunggu dan waktu pelayanan kasir. Asumsi yang didirikan pertama kali oleh Bapak Bambang pada
digunakan adalah (1) pembeli dianggap sebagai tahun 2008 tepatnya di kota Malang. Nama
pelanggan; (2) tidak ada perubahan jumlah server Kober ini diambil dari sebuah singkatan yaitu
dan tidak terjadi gangguan pada server; (3) kelompok bermain, karena pemilik memiliki
kedatangan pelanggan berkelompok dihitung keinginan agar warung ini menjadi tempat
satu yang masuk dalam sistem antrian. Setelah berkumpulnya para komunitas yang ada di kota
melakukan pengumpulan data, data-data Malang. Awal mulanya Kober Mie Setan hanya
tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu: sebuah warung makan yang terletak di Jl.Bromo
1. Pengujian kecukupan data No. 1A Malang. Warung ini dulunya adalah
sebuah show room fixed gear tempat
. . . . . . . . . . . . . (1) berkumpulnya komunitas sepeda balap, di
Keterangan: depan tempat tersebut terdapat caf kecil dan
N = Jumlah data teoritis (data pengamatan salah satu menu yang paling banyak di minati
yang seharusnya dilakukan) adalah mie, sehingga show room fixed gear
N = Jumlah data pengamatan yang sudah kemudian dirubah menjadi warung mie.
dilakukan Antusias warga Malang yang tinggi
k = Tingkat kepercayaan (95%, k = 2) membuat warung mie semakin ramai dan
s = Derajat ketelitian pengamatan (5%) semakin berkembang. Hal ini menjadi acuan
x = Data Pengamatan pemilik rumah makan Kober Mie Setan untuk
2. Menghitung tingkat kedatangan pelanggan mengembangkan bisnisnya dan membuka
dan tingkat pelayanan (server) cabang di kota lain yaitu di kota Gresik dan di
a) Tingkat kedatangan pelanggan kota Surabaya pada tahun 2011. Selain itu juga
pada tahun 2014 Kober Mie Setan melebarkan
. . . . . . . . . . . . . (2) ekspansinya di Bali. Di kota Malang saat ini
b)Tingkat pelayanan pelanggan terdapat 3 cabang rumah makan Kober Mie
Setan. Selain di Jl.Bromo No. 1A Malang, Kober
. . . . . . . . . . . . (3) Mie Setan juga terdapat di de Paviliun Jl.
3. Menghitung karakteristik sistem antrian Soekarno Hatta dan di Jl.Buring No. 37 Malang.
a)Tingkat kedatangan pelnggan Pada penelitian ini dilakukan di rumah makan
Kober Mie Setan yang terletak di Jl. Soekarno
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (4) Hatta-Malang,
Diketahui: Rumah makan Kober Mie Setan
= Rata-rata kedatangan (banyaknya Jl.Soekarno Hatta-Malang buka pada pukul 15.00
kedatangan pelanggan per satuan waktu) WIB dan close order pada pukul 24.00 WIB. Menu
= Rata-rata pelayanan (banyaknya utama yang disajikan yaitu Mie Setan dan Mie
pelanggan yang dilayani per satuan waktu) Iblis. Kedua mie tersebut disajikan dengan
topping yang sama yaitu ayam yang digiling
b) Rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian
halus, ada krupuk pangsit, ditambah siomay
goreng, dan irisan daging olahan. Namun, yang
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (5)
membedakan kedua jenis mie ini adalah Mie
c) rata-rata waktu dalam antrian Setan yang merupakan mie rebus tanpa kuah
dengan tingkat kepedasan dari level 1 sampai
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (6)
level 5. Cabai yang digunakan berjumlah 12 cabai
d) rata-rata waktu dalam sistem pada level 1, 25 cabai pada level 2, 35 cabai pada
level 3 dan 45 cabai pada level 4, hingga 60 cabai
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . (7)
pada level 5, sedangkan mie iblis adalah mie
Setelah itu dilakukan analisis sistem goreng dengan tambahan kecap, level
antrian menggunakan metode simulasi dengan kepedasnnya yaitu dengan sebutan S untuk 10
software ARENA 5.0. cabai, M untuk 20 cabai dan L untuk 30 cabai.
Selain itu juga terdapat mie angle, aneka dimsum
dan beberapa minuman yang diberi nama-nama
unik seperti Es Tuyul, Es Gondoruwo, Es Sundel
HASIL DAN PEMBAHASAN Bolong serta berbagai coffee dan frappe.
Pada rumah makan ini terdapat 31 orang
Gambaran Umum Perusahaan pegawai, yang dibagi menjadi pegawai tetap dan
pegawai training di tiap-tiap departemen.

3
Departemen yang ada mencakup bagian kasir Pada rumah makan ini terdapat dua jenis
(server), cooking, bartender dan waiters. Pada tempat untuk menunggu, yaitu waiting lines dan
fasilitas pelayanan kasir (server) terdapat 5 orang ruang tunggu. Waiting lines merupakan garis
pegawai, dengan rincian 3 orang pegawai tetap tunggu antrian, dimana pelanggan yang datang
dan 2 orang pegawai training. Pada Bartender tidak langsung mendapatkan pelayanan oleh
terdapat 3 orang pegawai yang dibagi menjadi 2 kasir (server) tetapi harus memasuki waiting lines
orang pegawai tetap dan 1 orang pegawai terlebih dahulu untuk menunggu sampai tiba
training dan terdapat 23 orang ditempatkan di mendapatkan pelayanan. sedangkan ruang
bagian cooking dan waiters. tunggu yaitu khusus untuk pelanggan dengan
memesan makan yang langsung di bawa pulang.
Disiplin Antrian Di sana di sediakan kursi bagi pelanggan untuk
Pada rumah makan Kober Mie setan menunggu makanan yang dipesan sudah siap.
terdapat sistem antrian dengan satu fasilitas
pelayanan kasir. Disiplin antrian yang digunakan Pembuatan Model Konseptual
adalah First Come First Served (FCFS), dimana Untuk memperjelas masalah yang
didalam sistem ini pelanggan yang datang lebih sedang terjadi perlu adanya suatu gambaran
dahulu akan mendapatkan giliran pelayanan mengenai model yang dibuat. Penjelasan ini
terlebih dahulu. Penerapan sistem ini dengan dapat dijabarkan melalui pembuatan model
menggunakan garis tunggu antrian (waiting konseptual dengan diagram siklus aktivitas.
lines). Pelanggan yang datang tidak langsung Diagram siklus aktivitas pada proses antrian
mendapatkan pelayanan, akan tetapi pelanggan pelanggan pada rumah makan Kober Mie Setan
tersebut harus memasuki garis tunggu antrian dapat dilihat pada Gambar 3.
yang memanjang kebelakang sesuai dengan
urutan kedatangan. Kemudian pelanggan 1 3 4
2
tersebut menunggu sampai akhirnya
mendapatkan pelayanan. Menurut Nasution Gambar 3 Diagram Siklus Aktivitas Antrian
(2012), disiplin pelayanan First Come First Served Pelanggan
(FCFS) atau First In First Out (FIFO) artinya yang
lebih dahulu datang (sampai), akan lebih dahulu Keterangan Gambar 3 :
dilayani (keluar). Jenis sistem antrian adalah 1. Kedatangan Pelanggan
Single Channel-Single Phase yaitu hanya ada satu 2. Pelanggan Mengantri
jalur antrian dan hanya terdapat satu fasilitas 3. Pelanggan melakukan pemesanan menu
pelayanan (server). Menurut Hardiyatmo (2007), makanan dan transaksi pembayaran
sistem antrian jalur tunggal (single channel, single 4. Kepergian Pelanggan
server) berarti dalam sistem antrian hanya Gambar 3 menunjukkan terdapat dua
terdapat satu pemberi layanan serta satu jenis entity, yaitu fasilitas pelayanan kasir (server) dan
layanan yang diberikan. pelanggan. Pelanggan datang dan mengantri
dalam garis tunggu antrian, melakukan
Komponen Fasilitas Pelayanan Pelanggan pemesanan menu makanan dan transaksi
Fasilitas pelayanan pelanggan di rumah pembayaran dengan dilayani oleh fasilitas
makan Kober Mie Setan memiliki beberapa pelayanan kasir (server), kemudian pelanggan
komponen, antara lain yaitu : pergi meninggalkan sistem.
1. Kasir (Server)
Kasir (Server) merupakan komponen Pengolahan Data
sistem pelayanan yang bertugas melakukan Sebelum data yang diperoleh diolah
pelayanan terhadap pemesanan menu makanan lebih lanjut, dilakukan terlebih dahulu pengujian
dan proses pembayaran. Pada rumah makan ini kecukupan data untuk mengetahui data yang
terdapat satu fasilitas pelayanan kasir (server) didapatkan sudah sesuai atau masih kurang.
atau disebut dengan sistem saluran tunggal. Dalam perhitungan uji kecukupan data juga
Kasir (server) tersebut bekerja mulai pukul 14.00 diperlukan tingkat ketelitian dan tingkat
WIB sampai 02.00 WIB dan tidak terdapat sift keyakinan. Di dalam aktifitas pengukuran kerja
kerja. Menurut Aminudin (2005), bila terdapat akan diambil tingkat ketelitian 5% dan tingkat
satu saluran pelayanan maka dikatakan sistem keyakinan 95%. Menurut Candra (2007), uji
saluran tunggal, sedangkan sistem saluran kecukupan data dengan tingkat kepercayaan 95%
majemuk mempunyai sumber pelayanan (server) (k=2) dan tingkat ketelitian 5% (0,05)
lebih dari satu yang beroperasi secara bersamaan. menunjukkan sekurang-kurangnya 95 dari 100
2. Tempat menunggu harga rata-rata dari data yang diukur memiliki

4
penyimpangan tidak melebihi 5%. Perhitungan Hal tersebut dikarenakan hari Sabtu atau lebih
uji kecukupan data adalah sebagai berikut : dikenal dengan malam minggu, waktu yang
sering digunakan banyak orang untuk
berkumpul dengan orang-orang terdekatnya
sebelum libur di hari Minggu sehingga banyak
pelanggan yang datang dengan membawa serta
keluarga atau kerabatnya untuk menikmati
makan malam di rumah makan ini. Sementara
itu, jumlah kedatangan pelanggan paling sedikit
N = 2.871 3 adalah pada hari Selasa dengan jumlah 121
orang. Hal tersebut dikarenakan hari Selasa
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut termasuk dalam weekdays dimana kebanyakan
didapatkan jumlah pengamatan yang seharusnya orang disibukkan oleh pekerjaan mereka
dilakukan (N) sebesar 2.871 3, sedangkan daripada menghabiskan waktu bersama kerabat.
jumlah pengamatan yang telah dilakukan (N) Hal ini didukung oleh pendapat Dimyati (2009),
sebesar 42 data. Karena jumlah pengamatan yang bahwa akhir pekan merupakan hari libur untuk
dilakukan lebih besar dari pada jumlah para eksekutif muda dan malam minggu
pengamatan yang seharusnya dilakukan (N > seringkali dikenal sebagai malamnya anak muda,
N), maka dapat disimpulkan bahwa data yang sehingga secara otomatis setiap individu
diambil sudah cukup. Menurut Utami (2012), jika terkonstruksi untuk mencari hiburan setelah di
data yang diambil sudah cukup (N > N), maka hari-hari lain sibuk dengan urusan kegiatannya
penelitian dapat dilanjutkan dengan pengolahan masing-masing.
data, jika data yang diambil belum cukup, Waktu rata-rata kedatangan pelanggan
dilakukan pengulangan proses pengumpulan pada tiap-tiap periode waktu tidak mengalami
data. perbedaan yang telalu signiifikan, rata-rata
waktu yang paling banyak diminati adalah pukul
Tingkat Kedatangan Pelanggan 18.30-19.00. Hal ini dikarenakan pada jam
Tingkat kedatangan yaitu banyaknya tersebut termasuk dalam waktu ideal untuk
pelanggan yang datang untuk mendapatkan makan malam. Sementara itu, rata-rata waktu
pelayanan dari fasilitas pelayanan kasir (server), pelanggan yang datang paling sedikit adalah
Tingkat kedatangan pelanggan pada rumah pukul 21.0021.30. Hal ini dikarenakan pada
makan Kober Mie Setan bersifat acak, dimana waktu tersebut sudah terlalu malam untuk
pelanggan yang datang memiliki selisih waktu waktu jam makan malam pada umumnya dan
yang berbeda-beda. merupakan waktu untuk beristirahat melepas
Distribusi kedatangan pelanggan lelah setelah aktivitas yang dilakukan selama
diasumsikan mengikuti distribusi poisson dimana satu hari.
memiliki kedatangan pelanggan yang acak atau
random, sedangkan untuk fasilitas pelayanan Sistem Antrian
kasir (server) mengikuti distribusi eksponensial Setelah itu dilakukan perhitungan data
yang merupakan distribusi satuan yang dilayani untuk mengetahui waktu antar kedatangan
poisson. Oleh karena itu, notasi model antrian pelangan (A), lama pelanggan mengantri (D),
pada rumah makan Kober Mie Setan Jl.Soekarno- dan lama waktu pelanggan dilayani (S). Data
Hatta yaitu (M/M/1);(FCFS//), yang berarti yang diambil berupa :
model antrian menyatakan kedatangan - Data waktu saat pelangan ke-i datang (t)
pelanggan terdistribusi secara poisson dan waktu - Waktu pelanggan ke-i mulai dilayani (b)
pelayanan terdistribusi secara eksponensial - Waktu pelanggan ke-i selesai dilayani (c)
dengan pelayanan adalah satu orang, disiplin Dimana i = 1,2,3n, n = jumlah pelanggan yang
antrian yang digunakan adalah FCFS (First Come datang.
First Served), ukuran sistem dalam antrian tidak Jadi, diperoleh rata-rata lama waktu
terhingga dan jumlah pelanggan yang masuk antar kedatangan dari hari Sabtu sampai hari
juga tidak terhingga. Kedatangan tidak terikat Jumat yaitu dari 1.12-1.48 menit. Untuk waktu
pada kedatangan sebelumnya, dan datang dari antar kedatangan pelanggan paling kecil yaitu
sebuah populasi yang tidak terbatas. Waktu pada hari Sabtu. Hal tersebut dikarenakan
pelayanan antar pelanggan berfariasi dan tidak banyaknya pelanggan yang datang, sehingga
terikat satu sama lain. jarak waktu antar pelanggan yang datang pada
Kedatangan pelanggan paling banyak hari itu tidak terlalu jauh yaitu sekitar 1.12 menit.
yaitu pada hari Sabtu dengan jumlah 161 orang.

5
Untuk waktu kedatangan paling besar pada hari beristirahat. Menurut Nasution (2012), jika
Selasa yaitu sekitar 1.48 menit, dikarenakan p=0.95 berarti petugas akan sibuk melayani
jumlah pelanggan yang datang pada lebih sedikit anggota selama 95% dari waktunya, sedangkan
dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Rata- 5% (1 p) dari waktunya untuk istirahat. Untuk
rata lama waktu pelanggan untuk mengantri dari rata-rata jumlah pelanggan dalam antrian
hari Sabtu hingga hari Jumat berkisar antara sebanyak 21 orang per menit dengan rata-rata
13.25-19.29 menit. Waktu mengantri yang cukup waktu pelayanan 27.556 menit, sedangkan rata-
lama tersebut dapat disebabkan oleh antrian rata jumlah pelanggan dalam sistem sebanyak 20
yang terlalu panjang dengan fasilitas pelayanan orang per menit dengan rata-rata waktu
kasir (server) yang kurang memadahi. pelayanan 25.641 menit. Hal tersebut tersebut
Rata-rata lama waktu pelanggan dapat dikatakan bahwa kondisi rumah makan
mendapatkan pelayanan dari hari Sabtu sampai Kober Mie Setan saat ini memiliki pelayanan
dengan hari Jumat yaitu antara 1.19 menit yang belum ideal dimana > , sehingga perlu
sampai 1.55 menit. Fasilitas pelayanan kasir dilakukan perbaikan sistem antrian untuk
(server) pada kondisi saat ini sangat sibuk, mengoptimalkan fasilitas pelayanan kasir
dimana kasir (server) harus menyesuaikan (server). Menurut Adeleke (2009), sistem antrian
kecepatan pelayanannya dengan jumlah single channel (M/M/1) dengan kedatangan
kedatangan pelanggan yang semakin banyak. poisson dan tingkat pelayanan eksponensial dan
Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi disiplin antrian FCFS (First Come First Served),
penumpukan pelanggan, yang akan maka sistem antrian ini dikatakan steady ketika
menimbulkan antrian menjadi lebih panjang. rata-rata tingkat kedatangan kurang dari rata-
Untuk mengantisipasi antrian yang terlampau rata tingkat pelayanan ( < ). Jika < , akan
panjang dapat dilakukan penambahan fasilitas ada antrian tanpa akhir.
pelayanan kasir (server). Selanjutnya dilakukan
perhitungan karakteristik sistem antrian dengan Analisa Hasil Simulasi Software Arena 5.0
menggunakan rumus (2) sampai (7) pada
Number In dan Number Out
metodologi penelitian. Namun sebelumnya
Number In merupakan jumlah pelanggan
dilakukan perhitungan rata-rata tingkat
yang masuk pada proses antrian, sedangkan
kedatangan pelanggan dan tingkat pelayanan
Number Out merupakan jumlah pelanggan
pelanggan, yaitu :
tersebut sudah selesai mendapatkan pelayanan
a) Rata-rata Tingkat Kedatangan Pelanggan ()
(kelur). Rekap nilai Number In dan Number Out
dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 Rekap Nilai Number In dan Number Out


b) Rata-rata Tingkat Pelayanan Pelanggan ( )
Pelanggan Masuk Pelanggan Keluar
Hari
(Number In) (Number Out)
Sabtu 138 125
Minggu 123 106
Dari perhitungan karakteristik antrian, Senin 132 110
didapatkan nilai probabilitas atau peluang tidak Selasa 111 105
ada pelanggan yaitu sebesar -0.055 dengan Rabu 129 119
tingkat kegunaan fasilitas sebesar 1.055. Menurut Kamis 117 106
Herawati (2008), makin besar nilai tingkat Jumat 131 125
kegunaan fasilitas, maka makin panjang antrian Sumber: Data Primer Diolah (2014)
dan sebaliknya., apabila peluang masa sibuk Jika dilihat dari jumlah pelanggan yang
fasilitas pelayanan sangat kecil hingga mendekati datang dan jumlah pelanggan yang keluar,
nol, artinya pelayan lebih banyak menganggur. memiliki selisih nilai yang cukup besar yaitu
Pada perhitungan didapatkan nilai peluang tidak pada hari Sabtu sebanyak 13 orang, Minggu
ada pelanggan yaitu sebesar -5% dan fasilitas sebanyak 17 orang, Senin sebanyak 22 orang,
pelayan sebesar 105%, sehingga pada kondisi ini Selasa dan Jumat 6 orang, Rabu 10 orang dan
fasilitas pelayanan pelanggan dalam keadaan Kamis 11 orang. Hal tersebut menunjukkan
sibuk melayani pelanggan selama 105% dari bahwa jumlah pelanggan yang mengantri masih
waktunya karena banyaknya pelanggan yang cukup banyak, sehingga belum dikatakan
datang, sedangkan kurang dari 5% dari optimal. Menurut Iksan (2006), apabila
waktunya untuk menganggur. Hal ini berarti pelanggan yang masuk kedalam sistem antrian
fasilitas pelayanan kasir (server) dalam keadaan banyak tetapi yang keluar dari sistem antrian
yang sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk sedikit, maka keadaan tersebut dikatakan belum

6
optimal karena customer mengalami proses Jumat 0.09 4.10
mengantri yang cukup lama dengan antrian yang Sumber: Data Primer Diolah (2014)
panjang.
Berdasarkan Tabel 3, pada hari Minggu
Work In Process memiliki nilai QWT dan QNW paling besar.
Work In Process (WIP) menunjukkan Dimana waktu tunggu sebesar 0.27 dengan
jumlah pelanggan yang belum selesai diproses jumlah pelanggan yang mengantri sebanyak
pada sistem antrian. Keadaan ini terjadi ketika 10.52 atau 11 orang. Tingginya waktu tunggu
pelanggan sudah masuk kedalam sistem antrian yang terjadi pada proses tersebut diakibatkan
dan pelanggan tersebut sedang menerima belum selesainya pelanggan sebelumnya yang di
pelayanan oleh kasir (server). Rekap nilai WIP proses, sehingga terjadi antrian yang lama akan
dilihat pada Tabel 2. tetapi pada beberapa proses terdapat pula nilai
Tabel 2 Rekap Nilai WIP rata-rata waktu tunggu yang kecil, misalnya
Hari WIP Avarage pada hari Sabtu, dimana waktu tunggunya
Sabtu 4.1522 5 sebesar 0.07 dan jumlah pelanggan yang
Minggu 11.5133 12 mengantri sebanyak 3.29 atau 4 orang, sehingga
Senin 9.6239 10 untuk pelanggan berikutnya dapat berjalan
Selasa 3.7124 4
dengan lancar dengan waktu antrian yang lebih
Rabu 7.0369 8
Kamis 9.4309 10
singkat. Menurut Iksan (2006), karena panjang
Jumat 5.0497 6 pendeknya antrian tergantung pada fasilitas
Sumber: Data Primer Diolah (2014) pelayanan (server). Alternatif yang dapat
digunakan adalah dengan penambahan server
Berdasarkan rekap nilai WIP selama atau pengurangan waktu pelayanan. Waktu
tujuh hari, terdapat beberapa pelanggan yang pelayanan diusahakan lebih kecil dari waktu
belum selesai diproses pada sistem antrian. Pada antar kedatangan customer.
hari Minggu memiliki rata-rata pelanggan paling
banyak yaitu sebesar 12 orang. Semakin banyak Utilization
pelanggan yang belum selesai diproses, maka Utilization menunjukkan nilai utilitas
semakin banyak pula pelanggan yang terdapat atau daya guna pada fasilitas pelayanan kasir
dalam garis tunggu antrian (waiting line) untuk (server). Nilai utilitas yang baik adalah nilai
menunggu giliran sampai akhirnya utilitas yang mendekati 1. Apabila nilai utilitas
mendapatkan pelayanan. Menurut Ahmad mendekati 0, maka dapat dikatakan fasilitas
(2010), banyaknya jumlah penumpukan WIP pelayanan tersebut dalam kondisi yang belum
dalam jumlah yangcukup besar diakibatkan optimal dengan banyak waktu menganggur.
waktu pengerjaan dan waktu tunggunya lebih Nilai utilitas pada rumah makan Kober Mie
lama daripada waktu prosenya sehingga terjadi Setan antara 0.86 sampai 1.00. Hal tersebut
penumpukan WIP dalam jumlah besar dan menunjukkan bahwa memiliki utilitas yang
menyebabkan kemacetan/antrian. besar, sehingga fasilitas pelayanan kasir (server)
pada rumah makan ini dalam kondisi waktu
Queue Waiting Time dan Queue Number Waiting menganggur yang kecil. Menurut Dewanti
Queue Waiting Time (QWT) (2010), Utilitas tenaga kerja yang sangat rendah,
menunjukkkan waktu tunggu pada saat disebabkan karena jumlah tenaga kerjanya
mengantri untuk diproses dengan mendapatkan dengan tugas dari tenaga kerja yang tidak sesuai
pelayanan dari kasir (server), sedangkan Queue sehingga menyebabkan banyak waktu
Number Waiting (QNW) menunjukkan banyaknya menganggur.
pelanggan yang sedang mengantri pada sistem
antrian. Rekap nilai dapat dilihat pada Tabel 3. Perbaikan Sistem
Perbaikan sistem merupakan salah satu
Tabel 3 Rekap Nilai QWT dan QNW. cara yang dibuat untuk memperbaiki sistem yang
Queue ada dengan melihat pada permasalahan dari
Hari sistem tersebut. Sistem yang memerlukan
Waiting Time Number Waiting
Sabtu 0.07 3.29 perbaikan adalah pada bagian kasir (server).
Minggu 0.27 10.52 untuk itu diperlukan beberapa alternatif dalam
Senin 0.20 8.54 sistem untuk membuat sistem tersebut lebih
Selasa 0.08 2.77 optimal yaitu dengan membuat beberapa
Rabu 0.24 6.05 skenario pada process analyzer. Beberapa skenario
Kamis 0.23 8.43 perbaikan sistem antara lain :

7
1. Skenario 1, yaitu terdapat 1 kasir (server). sebesar 0.527 atau 53%, sehingga pada kondisi ini
Skenario 1 menunjukkan keadaan yang ada di fasilitas pelayanan pelanggan dalam keadaan
rumah makan Kober Mie Setan saat ini. sibuk melayani pelanggan selama 53% dari
2. Skenario 2, yaitu usulan perbaikan dengan waktunya karena banyaknya pelanggan yang
penambahan 1 kasir (server), sehingga terdapat datang, sedangkan 47% dari waktunya untuk
2 kasir (server) pada sistem antrian. beristirahat. Kemudian untuk rata-rata jumlah
3. Skenario 3, yaitu usulan perbaikan dengan pelanggan dalam antrian sebanyak 1 orang per
penambahan 2 kasir (server), sehingga terdapat menit dengan rata-rata waktu pelayanan yaitu
3 kasir (server) pada sistem antrian. 0.792 menit, sedangkan rata-rata jumlah
Berdasarkan hasil skenario perbaikan pelanggan dalam sistem juga sebanyak 2 orang
sistem dari hari Sabtu sampai dengan hari per menit dengan rata-rata waktu sebesar 1.501
Jumat, skenario yang paling optimal adalah menit. Dari hasil perhitungan tersebut, dapat
skenario 2 yaitu dengan penambahan 1 fasilitas dikatakan bahwa kondisi rumah makan Kober
pelayanan kasir (server) sehingga menjadi 2 buah. Mie Setan setelah dilakukan perbaikan sistem
Pada skenario 2, jumlah pelanggan yang keluar antrian memiliki pelayanan yang lebih optimal
dengan pelanggan yang masuk memiliki selisih dibandingkan dengan kondisi awal sebelum
yang kecil, dengan lama waktu mengantri yang dilakukan perbaikan, dimana pelanggan yang
lebih singkat dibandingkan kondisi sebelumya mengantri sedikit dengan rata-rata waktu antrian
dan jumlah pelanggan yang mengantri juga yang cukup singkat. Menurut Nasution (2012),
mengalami penurunan. Menurut Putra (2011), dalam banyak hal, penambahan jumlah layanan
output yang dihasilkan adalah jumlah antrian dapat dipenuhi untuk mengurangi antrian yang
yang menjadi lebih minimum dari kondisi sistem terlalu panjang atau menghindari antrian yang
sebelumnya dan waktu tunggu yang lebih terus membesar.
singkat, penurunan nilai utilitas dari resoure atau
server akan menyebabkan pemanfaatan dari KESIMPULAN
setiap resoure tersebut tidak optimal. Apabila Rumah makan Kober Mie Setan Jl.
dilihat dari nilai utilitas skenario 2, mengalami Soekarno Hatta-Malang hanya terdapat satu
penurunan nilai utilitas yang tidak terlalu besar, fasilitas pelayanan kasir (server) dengan struktur
sehingga fasilitas pelayanan kasir (server) dapat model antrian (M/M/1);(FCFS//) dengan
dikatakan tidak dalam keadaan menganggur sistem antrian Singgle Channel-Single Phase.
yang cukup lama. Hal tersebut didukung oleh Pelanggan yang datang memiliki rata-rata lama
pendapat Aji (2012), bahwa penurunan nilai waktu antar kedatangan dari hari Sabtu sampai
utilitas yang kecil dapat diterima, karena hari Jumat yaitu 1.12 menit sampai 1.48 menit.
karyawan butuh waktu untuk melakukan Kemudian rata-rata lama waktu yang dihabiskan
aktifitas pribadi seperti ke kamar kecil. pelanggan untuk mengantri berkisar antara 13.25
Setelah didapatkan skenario perbaikan menit sampai 19.29 menit, dan rata-rata lama
yang paling optimal maka dilakukan waktu fasilitas pelayanan kasir (server) dalam
perhitungan karakteristik sistem antrian dengan melayani pelanggan mengabiskan waktu antara
menggunakan 2 fasilitas pelayanan kasir (server), 1.19 menit sampai 1.55 menit.
yaitu sebagai berikut : Berdasarkan hasil skenario yang telah
- Kondisi awal dengan 1 fasilitas pelayanan kasir dirancang dan dijalankan dengan bantuan process
(server) analyzer software ARENA 5.0 dipilih skenario 2.
= 0.744, = 0.705 jadi, > Pada skenario 2 mengasumsikan penambahan
- Kondisi setelah perbaikan yang paling optimal satu fasilitas pelayanan kasir (server). Maka
adalah skenario 2, yaitu dengan 2 fasilitas model antrian yang cocok adalah Multichannel-
pelayanan kasir (server) Single Phase (M/M/2);(FCFS//) dimana
= 0.744 = 0.705 terdapat dua jalur antrian dengan dua fasilitas
pelayanan kasir (server).
>
0.744 > 0.705 x k
SARAN
0.744 > 0.705 x 2
Pada rumah makan ini diharapkan
0.744 < 1.410
perlu melakukan penambahan fasilitas
jadi, < (Kondisi sudah terpenuhi) pelayanan kasir (server), sehingga pelanggan
Dari perhitungan karakteristik antrian, tidak menghabiskan waktu untuk menunggu
didapatkan nilai probabilitas atau peluang tidak terlalu lama. Selain itu untuk mengantisipasi
ada pelanggan yaitu sebesar 0.473 atau 47% pada hari tertentu apabila pelanggan yang
dengan tingkat kegunaan fasilitas pelayanan

8
datang semakin banyak dan mempersiapkan Dimyanti, N. S.2009. Komunitas Kafe Sebagai
kemungkinan bertambahnya panjang antrian. Gaya Hidup (Studi Tentang Motif
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut Mahasiswa dan Konstruksi Kuliner Kafe
dengan menggunakan waktu penelitian yang di Yogyakarta). Skripsi Sosiologi Agama
lebih lama dan dilakukan juga pengamatan pada Ushuludin UIN Sunan Kalijaga.
waktu yang tidak sibuk, sehingga didapatkan Yogyakarta.
hasil yang lebih optimal lagi. Selain itu dilakukan
perhitungan dari segi biaya (total cost) yang Hardiyatmo .2007. Usulan perancangan sistem
dikeluarkan oleh perusahaan jika diperlukan antrian dan jumlah kasir di swalayan
melakukan penambahan fasilitas pelayanan kasir luwes dengan metode simulasi. Skripsi
(server). Teknik Industri Universitas Sebelas Maret.

DAFTAR PUSTAKA Herawati, M.G.H.S. 2008. Simulasi Antrian pada


Adeleke, R.A., Ogunwale, O.D. dan Halid O.Y. Pom Bensin (studi Kasus pada SPBU
2009. Application of Queuing Theory to 54.651.13. Rampal, Malang). Skripsi
Waiting Time of Out-Patient in Hospitals. Jurusan Matematika FMIPA Universitas
Journal of Science and Technology. 10(2): Brawijaya. Malang.
2070-274.
Iksan. 2006. Merekomendasi Tambahan
Ahmad N.H. dan Wahyuni W. 2010. Analisis Dermaga Pelabuhan III Cabang Tanjung
Bottle Neck dengan Pendekatan Simulasi Perak Surabaya dengan Analisis Simulasi
Arena pada Produk Sarung Tenun Ikat Sitem Antrean Kapal Barang. Jurnal
Tradisional. Jurnal Teknik Industri. Sistem Teknik Industri. 7(2): 33-42.
Surabaya. 1(1): 1-13.
Nasution, E. Z. 2005. Pembuatan Mie Kering
Aji P.S. dan Bodroastuti T. 2012. Penerapan dari Tepung Terigu dengan Tepung
Model Simulasi Antrian Multi Channel Rumput Laut yang Difortifikasi dengan
Singge Phase pada Antrian di Apotek Kacang Kedelai. Jurnal Sains Kimia
Purnama Semarang. Jurnal STIE Widya FMIPA Medan. 9(2): 87-91
Manggala Semarang. 1(1): 1-16.
Putra, A.K. dan Hasan, D.P. 2011. Simulasi
Aminudin. 2005. Prinsip-prinsip Riset Operasi. Pelayanan Pengisian Bahan Bakar di
Penerbit Erlangga. Jakarta. Hal.177-180. SPBU Gunung Pangilun. Jurnal Teknik
Industri. Andalas. 2(1):43-50.
Candra, E. A. 2007. Penerapan Teori Antrian
untuk Mengoptimalkan Pelayanan Utami, A.S. 2009. Simulasi Antrian Satu Chanel
Pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di dengan Tipe Kedatangan Berkelompok.
SPBU (Studi Kasus pada SPBU Panglima Jurnal Ilmiah Generic. 4(1): 49-56.
Sudirman Malang). Skripsi Teknik
Industri Universitas Brawijaya. Malang. Wahyudi, G.V., Sinulingga, S. dan Firdaus, F.
2012. Perancangan Sistem Simulasi
Dewanti, A.M.P. 2010. Perancangan Model Antrian Kendaraan Bermotor pada
Simulasi Shop Floor Layout pada unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
Sigaret Kretek Mesin (SKM) PT. Djitoe (SPBU) Menggunakan Metode
Indonesia Tobacco Coy Surakarta. Skripsi Distribusi Eksponensial Studi Kasus
TI Universitas Sebelas Maret. Surakarta. SPBU Sunset Road. Jurnal Elektronik
Ilmu Komputer 1(2): 104-183.