Anda di halaman 1dari 14

KUMPULAN SAFETY TALK

Example :

1. Profesional Managemen K-3

Secara umumnya, orang menganggap K-3 adalah urusan memadamkan api bila ada
kebakaran dan melaporkan bila ada kecelakaan, padahal K-3 termasuk pilar utama bagi
kelangsungan operasional industri dan manfaat K-3 baru diingat orang tatkala bencana besar
sudah terjadi, contoh terjadinya meledaknya PT. Petrowidada, meledaknya Gas PT. Samator
Gresik, kebocoran (besar) Tanki Ammonia di PT. Petrokimia Gresik yang menimbulkan
korban jiwa manusia, lingkungan maupun rusaknya aset perusahaan.

Berdasarkan Undang-Undang Keselamatan Kerja Nomor I Tahun 1970 jelas ditujukan agar
Perusahaan dapat memberikan perlindungan kepada tenaga kerjanya dan aset perusahaan,
sedangkan secara operasional Pemerintah juga telah menerbitkan Permenaker No. 05 Tahun
1996 tentang SMK-3 yang harus dilaksanakan oleh semua usaha industri di Indonesia.

Kunci keberhasilan secara umum sebenarnya terletak pada Sistim Pencegahan dan
Pemeliharaan, agar bencana seperti di atas tidak terjadi.

Perlu kita sadari bahwa untuk merubah kebiasaan dari semula menjadi yang lebih baik
bukanlah pekerjaan yang mudah tetapi memerlukan dukungan/peran Manajemen dan kerja
keras seluruh karyawan.

Belum diketahui secara pasti teori PROFESIONAL MANAGEMEN K-3 apakah ada dalam
bentuk buku, akan tetapi teori ini akan didapat jika kita sering berhubungan dengan orang-
orang yang mempunyai ilmu K-3 yang cukup berpengalaman di Bidang
K-3.
Cara lain untuk mendapatkan ilmu ini adalah mengikuti Training yang berjudul :
1. Managemen K-3 untuk Top Managemen.
2. Managemen K-3 untuk Manager.
3. Managemen K-3 untuk Supervisor.

Diharapkan dengan adanya K-3 yang profesional, maka seluruh sistim komunikasi antar unit
kerja lebih efektif, mudah dikontrol, mudah dikendalikan sehingga menjamin sistim K-3 tetap
terjaga dengan baik dan yang paling penting menjadikan K-3 bukan semata-mata milik
Bagian Keselamatan Kerja tetapi K-3 milik semua orang yang berkepentingan dengan
Perusahaan.

Tentu kita pernah mendengar semboyan "SAFETY IS EVERY BODIES CONCERN" Safety
milik semua orang, pertanyaan kita Sudahkah Safety kita sekarang sudah menjadi milik
semua orang ?.

Indikasi jika Safety belum menjadi milik semua orang adalah kinerja K-3 sepenuhnya
tanggung jawab Bagian Keselamatan Kerja, norma-norma K-3 mudah dilupakan orang dan
tanpa disadari itu berarti pelanggaran telah dilakukan karyawan pada akhirnya kebakaran,
kecelakaan cenderung terjadi.

Indikasi jika Safety sudah menjadi milik semua orang adalah operasional safety sebagai
PENASEHAT/PENGAWAS (Advisor) bukan sebagai EXSEKUTOR (pelaksana pekerjaan)
sehingga semua karyawan menjunjung tinggi norma-norma K-3 dan karyawan cenderung
menghindari kesalahan & sangsi pada akhirnya menurunnya angka kebakaran dan
kecelakaan.

Dengan kata lain secara struktural safety dianggap identik dengan orang-orang K3, padahal
seharusnya safety adalah merupakan sikap / perilaku seseorang tentang keselamatan dimana
saja dan kapan saja.

Profesional Managemen K-3 mengatur tentang tugas & tanggung jawab serta komunikasi
antar unit kerja serta peran aktif seluruh karyawan.

Bagaimana cara memulai sebuah misi Profesional Managemen K-3 :


a. Perlu perubahan Struktur kinerja K-3.
b. Perlu peningkatan ilmu pengetahuan tentang K-3 untuk tingkat Supervisor ke atas (non
Struktur Bag. Kesl. Kerja).
d. Ada niat merubah kebiasaan lama ke yang baru karena sistim ini mendidik karyawan
bekerja secara profesional ,karyawan dituntut selalu aktif, kreatif dan inovatif.

Perubahan-perubahan yang akan terjadi pada kinerja K-3 adalah :

1. Bag. Kesl. Kerja tidak lagi mengurusi tentang : persediaan, distribusi dan pemasangan alat
keselamatan kerja atau alat pemadam kebakaran, tetapi ini menjadi tanggung jawab Bagian
lain.
Alasan :
Bag. Kesl. Kerja tidak bisa dikambing hitamkan karena tidak menyediakan alat sarana dan
prasarana sehingga menurunkan eksistensi K-3.

2. Ada pemisahan yang jelas dari segi Struktur Organisasi antara Fire & Safety.
Alasan :
Untuk memisahkan mana Bidang Pencegahan dan mana Bidang Penanggulangan agar
perhatian terfokus pada persoalan dan mudah dikendalian.

3. Bag. Kesl. Kerja tidak lagi menanda tangani safety permit tetapi penanda tanganan safety
permit dilakukan oleh Supervisor pelaksana pekerjaan yang bersangkutan.
Alasan :
Karena Supervisor pelaksana pekerjaan lebih paham tentang lokasi dan lingkungan kerja, alat
yang digunakan, resiko pekerjaan dan karakteristik / perilaku pekerjaan itu sendiri.

4. Bag. Kesl. Kerja akan lebih giat lagi membina / mendidik para Supervisor mempunyai
ilmu di Bidang Fire & Safety disamping bidang pekerjaan pokoknya.
Alasan :
- Karena ditangan para Supervisor inilah pencegahan kecelakaan dan terjadinya kebakaran
dapat dicegah secara dini.
- Kegiatan harian pada awal perubahan mencapai 70% dititik beratkan pada pembinaan dan
setelah semua sistim berjalan 70% kemudian dititik beratkan sistim pengawasan.
5. Jumlah personil K-3 menjadi berkurang akan tetapi terdiri dari orang-orang yang
profesional dan rata-rata jenjang jabatannya adalah staf.
Alasan :
Pada dasarnya orang-orang K-3 adalah orang yang benar-benar paham betul tentang K-3 dan
mempunyai kredibilitas tanggi karena menyangkut nyawa manusia dan peralatan pabrik.

6. Bag. Kesl. kerja selalu aktif mengawasi sistim K-3, membina. kreatif memikirkan resiko
bahaya yang mungkin timbul, memberikan sangsi pelanggaran dan selalu meningkatkan
komunikasi dengan unit kerja terkait.
Alasan :
Kegiatan inilah yang menjadi kunci suksesnya "K-3 sebagai Advisor / Pengawas".

7. Pelanggaran K-3 selalu ditujukan ke Kepala Unit Kerja bukan kepada pelaksana pekerjaan,
bila ditemukan pekerjaan dalam kondisi / tindakan bahaya, maka Bag. Kesl. Kerja langsung
menyetop pekerjaan, memberikan pengarahan dan mengeluarkan sangsi kepada atasannya.
Alasan :
Sesuai sasaran bahwa K-3 milik semua orang, maka atasan masing-masing bertanggung
jawab terhadap semua bentuk kegiatan K-3 dijajarannya dan ini merupakan sarana
komunikasi yang paling idial.

8. Bag. Kesl. Kerja memiliki sekurang-kurangnya satu orang Safety Engineer.


Alasan :
Untuk mengetahui dini secara teknis kemungkinan resiko atau bahaya yang lebih besar yang
akan timbul di luar program kerja harian.

Sistim Profesional Managemen K-3 ini akan lebih mudah diterapkan pada industri yang baru
mulai beroperasi karena semua sistim berjalan dari awal dan menjadi kebiasaan yang baik.
2. Mengapa Ponsel Tidak Boleh Dipakai Di Dalam Pesawat Terbang
PHONSEL (HP) yang aktif di dalam pesawat terbang dapat mengganggu kendali / navigasi
pesawat, akibatnya pesawat beserta seluruh penumpang dan awak pesawat terancam
keselamatannya.
Pada masa sekarang, naik pesawat bukanlah milik orang yang berkantong tebal karena tarip
relatip murah dan seiring kemajuan teknologi, orang dapat berkomunikasi dengan mudah
cepat, kapan saja dimana saja termasuk di dalam pesawat terbang, menggunakan Phonsel
(HP).
Apa hubungan HP dengan Pesawat Terbang ?
Kedua-duanya adalah makhluk berteknologi tinggi dan keduanya pula ada hubungan yang
kontroversi.
Kendali / Navigasi pesawat menggunakan serangkaian alat eletronik digital yang sangat
sentitif terhadap frekuensi gelombang radio sedangkan HP mengeluarkan/menerima
gelombang radio yang sangat kuat.
Sebuah HP yang sedang aktif & Transmit saat posisi terbang pada ketinggian 35.000 kaki
sanggup menembus jarak radius 35 Km di bawah pesawat (di pusat kota Jakarta pada radius
35 Km terdapat 600 BTS (Base Transceiver Station), itu artinya disamping menggangu
system Kemudi & Navigasi pesawat, juga menggangu BTS yang mampu terjangkau oleh HP.

Hukum apa yang patut dituduhkan bagi pengguna HP di dalam pesawat ?


1. Dapat membahayakan keselamatan umum & mengganggu kenyamanan umum, (Dasar
Peraturan FAA (Federal Aviation Administration).
2. Melanggar etika penggunaan HP.

Babagimana kita menyikapi hal ini :


1. Pastikan HP dimatikan saat menyimpan dalam kopor bagasi.
2. Matikan HP ketika akan memasuki ruang pesawat.
3. Bersabarlah, bahwa semua orang tau kita memiliki HP, kita orang penting dan
bergegas untuk menaiki mobil jemputan.
4. HP dihidupkan saat memasuki Gedung Terminal.
Berikut contoh kasus gangguan HP & alat elektronik lainnya terhadap pesawat terbang :
1. Pesawat CROSSAIR nomor penerbangan LX498 selepas landas dari Bandara Zurich
Swiss, mengalami gangguan kemudi, menukik dan jatuh menewaskan 10 penumpang.
2. Pesawat SLOVENIA AIR menuju Sarajevo mendarat darurat, karena HP aktif di Bagasi
mengganggu navigasi (alarm di kokpit).
3. Pesawat 747 QANTAS saat akan mendarat (Final Approach) di Bandara Heathrow London,
tiba-tiba miring dan mendaki lagi setinggi 700 kaki, karena 2 CD Player, Electrik Game pada
posisi aktif.
4. Seorang Tentara Arab berpangkat Kapten dihukum cambuk 70 kali karena kedapatan
menyalakan HP di dalam pesawat.
5. Seorang Teknisi Inggris dijebloskan dalam penjara karena menolak permintaan Pramugari
British Airways untuk mematikan HP.
Berikut gangguan HP dalam bentuk-bentuk lain :
1. VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tidak terdengar.
2. Arah terbang melenceng.
3. Indikator HIS (Horizontal Situational Indicator) terganggu.
4. Gangguan System Navigasi.
5. Gangguan Frekuensi Komunikasi.
6. Gangguan Indikator Bahan Bakar.
7. Gangguan System Kemudi Otomatis.
8. Gangguan arah Kompas (karena Komputer, CD, Game).
9. Gangguan indicator CDI (Course Deviation Indicator) karena Gameboy.

" TENTU SAJA INI DIMAKSUDKAN AGAR KITA


SELAMAT SAMPAI DITUJUAN"
Sumber : ARS (AVIATION SAFETY REPORTING SYSTEM) / KOMPAS 24/10/2004
Ditulis oleh : Kelik Sugiran
http://www.pim.co.id/portal/ikkk/Safety_Talk/HP_di_pesawat.htm
3. SMK-3 (Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja)

Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Tenaga Kerja telah menerbitkan


Peraturan tentang Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja No. 5 Tahun 1996

Pada awal-awalnya, Peraturan ini disosialisasikan dan diterapkan oleh Perusahaan-


perusahaan BUMN selanjutnya diikuti oleh semua industri yang ada di seluruh pelosok
Indonesia.

Dalam sistem manajemen, kita mengenal ISO 14001 (LH), ISO 9002 (MUTU), dan untuk K3
dikenal dengan SMK-3, konon penyusunan SMK-3 sebagian mengacu OHSAS 18001 ; 2000
(Ocupational Health & Safety Management System), sedangkan landasan dasar berpedoman
pada Undang-undang Keselamatan Kerja No. 1 Tahun 1970 (isi ringkas Perlindungan K3
terhadap Tenaga Kerja).

Dikalangan karyawan non personil K-3, banyak beranggapan bahwa SMK-3 itu mengada-
ada, kurang manfaat dan hanya menambah kesibukan.

Itu merupakan anggapan yang tidak tepat, karena suka tidak suka, bersedia tidak bersedia
SMK-3 harus (wajib) dilaksanakan oleh perusahaan karena merupakan ketentuan/peraturan
dari Pemerintah.

Melalui wadah SMK-3 inilah Pemerintah Cq. Departemen Tenaga Kerja berupaya
mengendalikan, mengontrol, mengawasi dan memberikan Reword terhadap perusahaan
berkaitan dengan K3.

Bila Perusahaan ingin mendapat pengakuan K-3 di Badan International tetap dibenarkan
tetapi Peraturan Pemerintah RI harus sudah dipenuhi.

Untuk jenis penghargaan tingkat National (RI) yang pernah diperoleh oleh PT. Pupuk
Iskandar Muda.

Penghargaan Bidang K-3 Tingkat National


I. "Zero Accident Award" ("Kecelakaan Nihil" Dari Presiden R.I via Depnaker Pusat).
1. Tahun 1992 sebanyak 8.358.282 jam kerja.
2. Tahun 1994 sebanyak 8.216.696 jam kerja.
3. Tahun 1996 sebanyak 10.859.765 jam kerja.
4. Tahun 1997 sebanyak 13.726.656 jam kerja.

5. Tahun 1998 sebanyak 22.226.796 jam kerja.

6. Tahun 2003 sebanyak 9.043.113 jam kerja


II. "Five Star" (Dasar Audit Britisf Safety Council / Tingkat APPI).
1. Tahun 1993 Perolehan Bintang
2. Tahun 1995 Perolehan Bintang
III. "Bendera Emas" Audit SMK-3 dari Depnaker R.I Pusat
1. Tahun 1999 Perolehan "Bendera Emas" dengan Nilai 95%.
2. Tahun 2003 Perolehan "Bendera Emas" dengan Nilai 90%.

Berikut ketentuan penerapan kriteria SMK-3 yang harus diterapkan oleh perusahaan :
1. Perusahaan kecil atau perusahaan dengan tingkat resiko rendah harus menerapkan
sebanyak 64 kriteria.
2. Perusahaan sedang atau perusahaan dengan tingkat resiko menengah harus menerapkan
sebanyak 122 kriteria.
3. Perusahaan besar atau perusahaan dengan tingkat resiko tinggi harus menerapkan sebanyak
166 kriteria.

PT. Pupuk Iskandar Muda digolongkan pada point 3 (Perusahaan besar) termasuk 5 pabrik
pupuk lainnya telah melakukan hal yang sama, kecuali PT. AAF belum diketahui secara pasti.

Ketentuan pelaksanaan Audit :


1. Audit Intern sekurang-kurangnya dilakukan sekali dalam 2 tahun (untuk PT. PIM
diputuskan oleh managemen dilakukan setahun sekali, agar K3 dapat terpelihara dengan
baik).
2. Audit Extern dilakukan tiga tahun sekali oleh Departemen Tenaga Kerja Cq. PT.
Sucofindo Pelaksanaan audit Extern adalah kehendak Departemen Tenaga Kerja, tanpa kita
minta atau kita undang pihaknya akan datang secara terjadwal.

Pencapaian hasil :
1. 0-59% dilakukan tindakan hukum.
2. 60-84% diberikan reword Bendera Perak & Sertifikat.
3. 85-100% diberikan reword Bendera Emas & Sertifikat.

Upaya apa yang pernah dilakukan oleh PT. Pupuk Iskandar Muda :
1. Pembuatan Manual SMK-3 (Buku Merah) sudah dibagi ke seluruh unit kerja (selesai Tgl.
01 April 2002).
2. Sosialisasi Prosedur yang terdapat pada Buku Manual SMK-3 kepada seluruh karyawan
PT. Pupuk Iskandar Muda dan Managemen (selama 2 bulan pada bulan Mei & Juni 2002).
3. Pelaksanaan Audit Inten (Tahun 2002, 2003 & 2004).
3. Pelaksanaan Audit Extern (Tahun 1999 & 2003).

Disampaikan olek : Kelik Sugiran T-891600

http://www.pim.co.id/portal/ikkk/Safety_Talk/Man_hours/Man_hours.html
4. Sekilas Tentang Man Hours
Man Hours adalah jam kerja untuk orang, jika makin besar jumlahnya menggambarkan
semakin baik kinerja K-3 suatu perusahaan, oleh Pemerintah Cq. Departemen Tenaga Kerja
cara ini dijadikan persyaratan untuk memperoleh PENGHARGAAN KECELAKAN NIHIL
atau ZERO ACCIDENT AWARD.

BERIKUT CARA MENGHITUNG MAN HOURS :

VERSI KETENTUAN DEPNAKER : Contoh untuk perhitungan Tahun 1995

Jumlah karyawan X 50 minggu X 40 jam ==> 1334 x 50 x 40 = 2.668.000,- Jam.

VERSI PT. PUPUK ISKANDAR MUDA : Contoh untuk tahun yang sama (1995).

Perhitungan jam kerja dibuat / dilaporkan oleh Biro SDM setiap bulan ke Biro IK-3, dengan
memperhitungkan jumlah karyawan, status Reguler / Shift, jumlah rata-rata jam kerja,
ditambah jam lembur dan dikurangi Absensi (cuti, Sakit Dll) total jam kerja = 2.878.392,2
jam.

Selisih jam kerja dari dua versi di atas adalah = 210.392,2 setara perolehan Man Hours
dalam satu bulan (Rata-rata perbulan 239.866,02,- jam).

Jelas terlihat dari versi Depnaker jumlahnya lebih kecil dibanding Versi PT. PIM, maka
untuk itu kita memutuskan untuk membuat system sendiri yang kita namakan SYSTEM
PERHITUNGAN RIEL dan system ini dibangun pertama kali mulai tanggal 01 April 1992
yang berlaku hingga sekarang.

Departemen Tenaga Kerja telah menyetujui system yang kita pakai, dan kita telah menerima
6 (enam) kali penghargaan ZERO ACCIDENT AWARD (terakhir Tahun 2003 tercatat
9.043.113 jam).

Penyebab perolehan jumlah jam Versi Departemen Tenaga Kerja lebih kecil karena rumus
dibuat secara umum dimaksudkan untuk mempermudah perhitungan.

Apa syarat-syaratnya untuk mendapatkan ZERRO ACCIDENT AWARD ?

1. Perusahaan PT. Pupuk Iskandar Muda selama beroperasi 3 tahun berturut-turut tidak terjadi
kecelakaan dengan katagori BERAT atau MENINGGAL (menghilangkan jam kerja) atau
tercapai jumlah jam kerja sekurang-kurangnya 6.000.000,- jam kerja.

2. Mengajukan atau Mengisi Formulir Surat Edaran dari Departemen Tenaga Kerja Daerah /
Pusat.
3. Perusahaan telah melaksanakan ketentuan SMK-3 dengan serangkaian pelaksanaan Internal
Audit maupun External Audit.

Departemen Tenaga Kerja, secara langsung meninjau/meneliti semua kebenaran


dokumentasi, sehingga disepakati jumlah Man Hours dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Pengharaan diserahkan oleh Kepala Negara (Presiden) dalam suatu acara resmi Kenegaraan
pada HARI GERAKAN NASIONAL K3 . antara Tanggal 12 Januari s/d 12 Pebruari setiap
tahunnya.

Demikian disampaikan, semoga bermanfaat untuk kita semua dan menambah pengetahuan
kita di Bidang Keselamatan Kerja.

\\

Safety Talk : Alat Pelindung Diri Perorangan (Personal


Protective Equipment)
Berikut ini salah satu contoh safety talk yang bisa anda terapkan pada saat toolbox meeting.
Anda bisa mengembangkannya sesuai dengan cara masing masing.

Assalamualaikum Wr. Wb.


Selamat Pagi

Saudara-saudara sekalian...............
Selamat bertemu kembali ditempat ini untuk bersama-sama kita memahami arti pentingnya
keselamatan kerja terutama yang berkaitan dengan topik kita yaitu alat pelindung diri perorangan

Pemakaian alat pelindung diri perorangan bertujuan melindungi pemakai dari kemungkinan cidera,
sebab bahaya / kecelakaan tidak mungkin dihilangkan sama sekali.

Demikian pula alat pelindung diri kita tersebut sama sekali tidak menghilangkan / mengurangi bahaya
yang akan timbul karena bahaya dan kecelakaan masih mungkin terjadi karena faktor mekanis yang
lain.

Macam dan fungsi alat pelindung diri perorangan


I. Pelindung Kepala (Safety Helmet)
Pelindung kepala digunakan jika terdapat kemungkinan cidera kepala akibat atau bentuk peristiwa
yang lain

II. Pelindung Mata dan Wajah


- Kedok Las melindungi pemakai terhadap sinar ultra violet dan radiasi panas
- Burner Gogles dipakai pekerjaan las karbit dan hubungan dengan nyala
- Grinding Gogles dipergunakan pada pekerjaan menggerinda
- Chemikal Gogles mengindari mata dari percikan bahan kimia
- Dust Gogles melindungi pemakai sebagai penahan debu atau partikel

III. Pelindung Pernafasan


Kemungkinan bahaya pernafasan antara lain : konsentrasi gas, uap, racun asap dan lain-lain.
Kekuraangan Oxigen (Oxigen Deficiency)
Mechanical Filtter Resfirator berfungsi mencegah terhirupnya deebu / partikel padat yang lain
Chemical Catridge Respirator digunakan jika terdapatt kemungkinan terhirupnya uap, gas, asam
beracun, pada konsentrasi tertentu
Breathing apparatus dipergunakan untuk suatu kondisi lingkungan yang mengandung gas yang
tinggi, uap beracun yang kuat, atau sama sekali tidak ada oxygen maka diperlukan suplai oksigen
melalui persediaan yang ada dalam suatu botol yang bertekanan. Peralatan yang dimaksud pada
umumnya dilengkapi dengan tabung yang berisi dengan oksigen / udara.

IV. Pelindung Pendengaran


Tujuan pemakaian adalah :
Menghilangkan/mengurangi dari kondisi kebisingan
Menghindari dari kerusakan alat pendengaran pada tubuh manusia

Mengurangi tingkat kebisingan berarti menciptakan dan mengembangkan kondisi kerja yang lebih
baik, lebih nyaman, karena kebisingan dapat mengurangi efesiensi kerja.

Pengaruh tingkat kebisingan terhadap manusia :

Kurang dari 85 dB - Pada umumnya tidak mengganggu selama 8 jam


- Dapat menyakiti orang dan dapat peka pada jangka waktu lama
85 100 dB - Dapat merusak alat pendengaran manusia dalam jangka waktu lama

Lebih besar 120 dB - Dapat merusak alat pendengaran dalam jangka waktu lama
- Menyakitkan alat pendengaran
Alat pelindung telinga bertujuan mengurangi tingkat kebisingan.

Terdapat 2 (dua) jenis alat pelindung :


1. Ear Plug : Soft material, rubber, plastik\
2. Ear Muff

V. Pelindung Kaki
Safety shoes, Rubber Boat untuk lingkungan berair/becek, berlumpur, berminyak dan lain sebagainya
Safety shoes dalam industri harus mempunyai spesifikasi :
- Anti Slip
- Electrician Resistant
- Oil resistant
- Chemical Resistant
- Fire Resistant

VI. Pelindung Badan


Baju kerja (over all)
Appron penutup tubuh bagian depan
Safety Body Harnnes dll.

Terimakasih atas perhatiannya Semoga Allah SWT. Selalu melindungi kita semua amin.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Safety Talk : Bahaya-bahaya ditempat kerja


Berikut ini contoh bagaimana anda akanmenyampaikan materi dalam toolbox meeting sekali lagi ini
hanya contoh: anda bisa mengembangkan sesuai dengan cara dan gaya anda sendiri.

Assalamualaikum Wr. Wb.


Selamat Pagi

Pada pagi hari ini, adalah giliran saya selaku rekan senasib sepenanggungan bagi rekan-rekan
semua akan menyampaikan pesan-pesan keselamatan yang berkaitan dengan bahaya-bahaya yang
selalu mengintai ditempat kerja dan bagaimana cara mengatasinya.

Bahaya-bahaya yang ada ditempat kerja ada bermacam-macam, bahaya-bahaya ini meliputti bahaya
kecelakaan kerja, bahaya kebakaran tempat kerja dan bahaya timbulnya penyakit akibat kerja.

Bahaya kecelakaan kerja yang diperdiksi ditempat kerja kita diantaranya adalah bahaya jatuh dari
ketinggian, bahaya tertimpa benda-benda keras, bahaya terpukul peralatan kerja, bahaya terjepit
benda keras, bahaya terpukul peralatan kerja, bahaya terjepit benda keras, kekurangan oxigen bila
berada dalam ruangan terbatas, bahaya tersengat listrik dan lain-lain yang apabila terjadi pada diri
kita dapat menimbulkan cidera ringan sampai parah dan mungkin dapat menimbulkan kematian.

Kita juga dituntut harus menjaga bahaya kebakaran yang ditimbulkan diantaranya oleh mesin-mesin
las yang tidak dilengkapi dengan kabel pentanahan, atau kabelnya terkelupas, atau tabung oxygen
dan acitiline tidak dilengkapi dengan flas back arester, atau karena peletakan kabel pentanahan atau
grounding yang tidak aman, bahaya kebakaran lainnya dapat ditimbulkan karena korek api, puntung
rokok yang dibuang sembarangan, adanya gas-gas yang terjebak pada saat melakukan pengelasan,
dan lain sebagainya.
Bahaya-bahaya timbulnya penyakit akibat kerja, misalnya fitter yang menggerinda tidak
menggunakan gogle atau face shield terkena gram atau serpihan logam mengenai mata akan
menimbulkan rabun mata dan bahkan bisa mengakibatkan buta, dan lain sebagainya.

Rekan-rekan sekerja sekalian.............!

Untuk mengetahui bahaya-bahaya yang ditimbulkan tadi ada jalan bagi kita sebagai pekerja adalah
mematuhi ketentuan-ketentuan ataupun peraturan-peraturan keselamatan yang telah ditetapkan, dan
tidak mengerjakan sesuatu yang bukan wewenangnya agar kita terhindar dari segala macam bahaya.

Misalnya kalau mau bekerja ditempat yang tingginya lebih dari 2 meter, pakailah safety body harnnes.
Kalau hanya bekerja dibawah saja cukup kenakan topi keselamatan, safety glass dan sepatu
keselamatan, kalau bekerja disekitar debu, kenakanlah masker debu dan sebaginya.

Rekan-rekan sekerja sekalian. Kiranya kita cukup dulu sampai disini materi kita pagi ini. Harapan
semua, agar setiap hari kita pulang kerumah dalam keadaan aman, sehat dan tidak kurang suatu
apapun.

PESAN KEPADA ANDA

1. Bekerjalah dengan baik sesuai dengan tugas utama anda


2. Jangan mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya
3. Perhatikan kondisi lingkungan kerja anda, laporkan segera kepada atasan anda, bilamana anda
menemukan Bahaya
4. Pakailah alat pelindung diri anda dengan baik, dan disesuaikan dengan pekerjaan yang akan atau
sedang anda lakukan
5. Jagalah selalu kebersihan dilokasi kerja anda
6. Cucilah tangan anda, sebelum makan, ingat kesehatan
7. Jangan bersenda gurau ditempat pekerjaan
8. Tempatkan diri anda ditempat yang aman, ingat bahaya selalu mengancam keselamatan kita
9. Berdoalah sebelum bekerja

Terimakasih atas perhatiannya Semoga Allah SWT. Selalu melindungi kita semua amin.