Anda di halaman 1dari 21

DYNAMIC COMPACTION | 2016

A. Dynamic Compaction

Secara garis besar, pengertian DC adalah suatu metoda peningkatan kondisi tanah
yang dapat diterapkan pada tanah yang kering, basah/lembab dan jenuh (saturated).
Metoda ini bisa juga diterapkan pada tanah jenuh dengan kandungan butiran halus
mencapai hingga 30%. Target DC dicapai dengan menjatuhkan beban (pounder) dari
suatu ketinggian tertentu ke atas permukaan tanah yang akan dipadatkan. Proses
pemadatan ini berlangsung pada sekian banyak jatuhan pada lahan yang dituju.

Gambar 1. Dynamic Compaction

1. Prinsip Dasar Peningkatan Tanah

Mengapa bisa terjadi pemadatan hanya dengan menjatuhkan beban?


Pounder/beban yang dijatuhkan pada ketinggian yang sudah ditetapkan akan
memberikan impact energy (energy benturan). Energi benturan ini menciptakan
getaran dan mengatur ulang partikel-partikel tanah yang ada dan mendorong keluar
gas dan air terkandung didalam partikel didalam tanah asal. Hal ini dapat
meningkatkan kepadatan tanah lunak. Metoda DC ini selain dapat diterapkan pada
kondisi tanah diatas, dapat juga secara terbatas, -berdasarkan hasil soil investigation
tentunya-, pada kondisi tanah kepasiran, lapisan tanah berbatu lepas, atau tanah hasil
pembuangan.

Perilaku tanah setelah diterapkannya metoda DC ini bisa berbeda secara


signifikan tergantung kondisi tanah, seperti apakah tanah tersebut adalah tanah jenuh
(saturated soil) ataupun tanah tidak jenuh (non saturated soil). Dalam halnya tanah
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 1
DYNAMIC COMPACTION | 2016

tidak jenuh, efek benturan yang muncul adalah seperti halnya kita melakukan Proctor
Compaction Test di laboratorium mekanika tanah.
Sedangkan jika kondisi tanah jenuh, akan terjadi berbagai bentuk gelombang benturan
yang berpusat pada pusat jatuhan beban. Gambar dibawah ini akan bisa memberikan
gambaran tentang gelombang benturan yang dimaksud.

Gambar 2. Gelombang Benturan

P wave atau gelombang tekan akan merombak struktur partikel tanah akibat
Push-Pull Motion dan meningkatkan tekanan pori. Sedangkan S wave atau gelombang
geser memainkan peran menyusun ulang kepadatan partikel meskipun kecepatan
gelombang cukup pelan. Adapun Rayleigh wave adalah ringkasan dari gelombang geser
dan gelombang permukaan yang tersebar dekat dengan permukaan tanah. Sehingga
akibat adanya berbagai macam gelombang yang tercipta oleh karena beban benturan
pounder, akan menghasilkan tekanan tarik dibawah tanah, berujung pada retak tarik
dalam bentuk radial (seperti gambar diatas) pada pusat beban benturan. Retak tarik ini
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 2
DYNAMIC COMPACTION | 2016

membuat jalur aliran yang berguna untuk mengeluarkan tekanan pori yang berlebihan
dan membuang air pori dalam tanah jenuh. Hal inilah yang berujung pada peningkatan
kapasitas daya dukung tanah.

Gambar 3. Ilustrasi perilaku tanah selama pemadatan

Illustrasi diatas adalah perilaku partikel tanah secara mikroskopik selama


pemadatan berlangsung dan setelahnya.

Bagaimana dengan penurunan permukaan tanah? Penurunan tanah tergantung dari


pada jenis tanah dan energi jatuhan/pemadatan yang tercipta. Namun biasanya berkisar 3-
8 % dari ketebalan tanah asal alami, sedangkan untuk reklamasi lahan buangan sekitar 20-
30 %. Tekanan pori yang berlebih terjadi karena jatuhan beban bisa saja masih terjadi
bahkan setelah proses jatuhan itu selesai. Namun tingkat disipasi
(penghamburan/penghilangan) tekanan pori berlebih ini sangat singkat jika dibandingkan
dengan metoda pemadatan statis seperti halnya metoda pre-loading.

2. Karakteristik Metoda Dynamic Compaction

- Pekerjaan terapan yang cepat dengan tahapan sederhana, penghematan biaya dan
sangat dimungkinkan pelaksanaannya dengan pekerjaan lain pada saat yang sama.

- Meskipun tergantung dari jenis tanah, kelangsungan pekerjaan lain diatas tanah
setelah peningkatan terjadi sangatlah diijinkan.

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 3


DYNAMIC COMPACTION | 2016

- Dapat diterapkan pada berbagai jenis tanah termasuk jenis tanah hasil
bongkaran/pembuangan, pasir tanah kepasiran (dredging soil), tanah halus,
lumpur buangan maupun hasil pengeboran atau bentonit.

- Kualitas kerja dapat dikontrol dan hasil yang baik.

- Tidak bermasalah terhadap lapisan batuan dibawahnya.

- Tidak memerlukan material khusus.

3. Prosedur

- Melaksanakan pra PMT Test, cukup 1 lubang.


- Pengujian 1 lobang penetrasi dan penancapan patok penguji level muka tanah seri
1 (pertama).
- Lanjutan pengujian penetrasi seri 1 sebanyak 8 lobang.
- Perataan lahan (pengurugan lubang).
- Untuk seri 2, langkah 2-4 diulang kembali, hanya saja pengujian penetrasi cukup 3
lobang.
- Melaksanakan 1 kali tamping diarea pengujian kemudian dilakukan perataan.
- Melaksanakan test PMT akhir, cukup 1 lobang.

Gambar 4. Prosedur

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 4


DYNAMIC COMPACTION | 2016

4. Contoh Perhitungan

DC area kita tentukan nilai Pl= 5 bar dan Ep= 60 bar.

5. Pemantauan Efek Getaran dan Suara

Perlu disadari bahwa pekerjaan DC ini juga menimbulkan efek samping yaitu
suara dan getaran. Untuk itu perlu diadakan antisipasi sebaik mungkin untuk
meminimalisasikan dampaknya. Terutama jika DC dilaksanakan pada daerah dimana
sudah terdapat suatu struktur yang sudah berdiri. Berdasarkan pengalaman
lapangan/best practice dan teoritis, dampak samping yang ditimbulkan bisa diredam
sekecil mungkin.
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 5
DYNAMIC COMPACTION | 2016

Dari data grafik gelombang Rayleigh berdasarkan perhitungan Menard (France


1960), dari energi benturan yang dihasilkan dapat dilihat kecepatan rambat permukaan
terhadap jarak dari titik benturan. Besaran kecepatan permukaan inilah yang dapat
mempengaruhi seberapa besar efek yang bakal diterima oleh suatu bangunan/struktur
yang sudah berdiri. Menard adalah formulator/penemu metoda pengujian DC dengan
Pressure Meter Test (PMT). Untuk PT yang dilakukan kita ambil contoh penggunaan
energy tamping sebesar 300 t.m, menghasilkan kecepatan getar V= 10 mm/sec pada
jarak 27 m dari titik tamping. Angka V= 10 mm/sec ini adalah angka aman untuk
kriteria energi yang dipakai berbanding sifat tanah dan efisiensi pekerjaan nantinya.

Jika ternyata jarak aman 27 m belum terpenuhi dibeberapa titik tamping, maka
pembuatan galian/trench disekeliling pekerjaan dapat secara signifikan mengurangi
efek getaran dengan memutus kecepatan rambat permukaan. Sehingga jarak titik
tamping terhadap struktur yang sudah ada dapat lebih dekat lagi. Dimensi galian,
berdasarkan best practice untuk energi 300 t.m, tersebut adalah berkedalaman 1,5
2,5 m.

Gambar 5. Pengujian Suara

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 6


DYNAMIC COMPACTION | 2016

Berikut adalah contoh alat pengujian dan tabel efek getaran dibeberapa negara serta
tabel suara peralatan:

Gambar 6. Alat Penguji Getaran

Untuk aplikasi PMT device, berikut contoh illustrasinya:

Gambar 7. Aplikasi PMT

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 7


DYNAMIC COMPACTION | 2016

Gambar 8. Contoh Tabel efek getaran

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 8


DYNAMIC COMPACTION | 2016

B. Rubber Balloon Method

Gambar 9. Alat Rubber Balloon Method

1. Definisi

Metode ini meliputi penentuan kepadatan di tempat dari tanah yang dipadatkan atau
firmlybonded menggunakan alat karet balon. Aparat dijelaskan insection 3, bagaimanapun,
tidak cocok untuk tanah yang sangat lunak yang akan merusak di bawah slightpressure atau di
mana volume lubang tidak dapat dipertahankan pada nilai konstan.

2. Peralatan

Dikalibrasi Kapal - Sebuah kapal dikalibrasi dirancang untuk mengandung cairan


dalam arelatively tipis, fleksibel, membran elastis (karet balon) untuk mengukur
volumeof yang lubang tes di bawah kondisi metode ini (Lihat Gambar 1).
apparatusshall yang dilengkapi sehingga tekanan eksternal dikendalikan atau parsial
vakum dapat beapplied ke cairan yang terkandung. Ini akan menjadi berat tersebut
dan ukuran yang akan notcause distorsi lubang tes digali dan menguji area yang
berdekatan selama theperformance tes. Ketentuan harus dibuat untuk menempatkan
bobot (biaya tambahan) onthe aparat. Harus ada indikator volume untuk menentukan
ke 6.0cc terdekat perubahan volume lubang uji. Membran fleksibel harus dari
suchsize dan bentuk untuk mengisi lubang uji sepenuhnya tanpa kerutan atau lipatan
whenNOTE: Deskripsi dan persyaratan yang diberikan dalam 3.1 dimaksudkan untuk

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 9


DYNAMIC COMPACTION | 2016

benonrestrictive. Setiap aparat menggunakan fleksibel (karet) membran dan cairan


yang canbe digunakan untuk mengukur volume lubang uji di tanah di bawah kondisi
thismethod untuk akurasi dalam 1,0 persen memuaskan. Saldo - saldo sesuai dengan
persyaratan AASHTO M 231, Kelas G 20 dan G 2.

Pengeringan Aparatur - Sebuah kompor, oven, atau peralatan lain yang terbukti
cocok untuk pengeringan soilor sampel air.

Macam-macam Alat - pick Kecil, pahat, atau sendok untuk menggali lubang uji;
kantong plastik, ember dengan tutup, atau kontainer logam lain yang cocok yang
dapat closedfor mempertahankan tanah yang diambil dari lubang uji; termometer
untuk determining temperature air; kuas cat kecil.

3. Prosedur
- Posisi pelat kepadatan pada permukaan yang datar dan mengatur pengukuran
volume (A) aparatur dalam lubang tersembunyi di piring kepadatan
- Menampung peralatan dengan kuat dalam posisi, membuka katup kontrol, pompa
balloondown dengan bola karet sampai tingkat air dalam silinder lulus telah
mencapai posisi itslowest, dan merekam buku ini yang merupakan pembacaan
awal.
- Pompa balon kembali ke dalam silinder dengan membalik bola karet, dan tutup
katup the control.
- Tempatkan piring kepadatan di posisi level pada material yang akan diuji,
menggali about4 tes lubang di. Diameter dan 4 di. Mendalam, mempertahankan
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 10
DYNAMIC COMPACTION | 2016

semua materi yang dihapus dari lubang, kemudian mengukur dan mencatat massa
digali tanah.
- Mengatur aparat di reses di piring kepadatan, terus ke bawah dengan kuat,
membuka controlvalve itu, pompa balon ke dalam lubang, dan mencatat titik
terendah dicapai oleh incylinder air yang merupakan pembacaan akhir.
- Membalikkan bola tekanan-vakum dan pompa balon kembali ke dalam silinder.
- Kurangi pembacaan awal dari pembacaan akhir dan mendapatkan volume lubang
kaki incubic.
- Campur bahan secara menyeluruh dan mengamankan sampel yang representatif
dari tidak kurang dari 100 penentuan kelembaban gmfor.
- Membuat perhitungan kepadatan berdasarkan volume lubang uji dan berat kering
atau basah (asrequired) bahan dihapus.

Volume Penentuan (A)

- Setelah membaca awal telah diambil, menggali thedensity lubang menggunakan


pelat kepadatan lapangan sebagai atemplate. Memompa balon ke dalam lubang
kepadatan.
- Operator Dibutuhkan membaca pada titik terendah pada silinder thegraduated.
- Mengganti bola aktuator dalam quickcoupler berubah dari operasi toa vakum
operasi tekanan, pompa air dan balloonback ke dalam silinder.

4. Perhitungan

Hitung kadar air, w (dinyatakan sebagai persentase dari berat tanah kering), tanah
sebagai berikut:

w = berat air / berat tanah kering x 100%

Menghitung volume, kepadatan basah dan kering dari tanah sebagai berikut

V = V2 - V1

DW = W / V

D = (DW x 100) / (100 + w)

dimana:
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 11
DYNAMIC COMPACTION | 2016

V1 = Volumeasure awal membaca, sentimeter kubik

V2 = Volumeasure pembacaan akhir, sentimeter kubik

V = Volume lubang, sentimeter kubik

Berat W = tanah basah yang diambil dari lubang tes, gram

DW = kepadatan Basah, g / cc

D = kepadatan kering, g / cc

w = Kadar air dari sampel dinyatakan sebagai persentase dari berat tanah kering.

Metode karet balon seakurat metode kerucut pasir, tapi volumeter yang mudah
dioperasikan dan dapat volume dapat diukur lebih cepat daripada dalam metode kerucut pasir.
Hal ini juga cocok untuk berbagai jenis tanah, kecuali orang-orang dengan jumlah besar
kerikil berat

C. Sand Cone Test

Kepadatan di lapangan adalah kepadatan yang dihasilkan oleh mesin pemadat


misalnya: Tandem Roller, Sheep Foot, Roller, dll. Untuk memeriksa kepadatannya

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 12


DYNAMIC COMPACTION | 2016

banyak metode yang digunakan, tetapi yang paling sering dipakai adalah metode Pasir
Kerucut (Sand Cone Method).

Gambar 10. Sand Cone Test

1. Peralatan
- Peralatan utama terdiri dari botol kaca, kerucut logam yang dilengkapi dengan
katup serta landasan.
- Pasir uji pasir yang bersih, kering, bisa mengalir bebas dengan ukuran lolos
saringan No. 10 (2 mm) dan tertahan saringan No. 200 (0,075 mm). Sering juga
disebut dengan pasir Ottawa.
- Timbangan kapasitas 10 kg dengan ketelitian 1 gram dan kapasitas 500 gram
dengan katelitian 0,1 gram.
- Alat pengering kompor atau oven atau alat lain yang dapat dipergunakan untuk
memeriksa kadar air.
- Alat-alat lain pahat, cetok atau sendok yang dapat dipergunakan untuk membuat
lubang di tanah, kantong plastik untuk tempat tanah hasil galian. Container untuk
memeriksa kadar air tanah, dll.

2. Prosedur Pemeriksaan
a) Pemeriksaan Berat Volume Pasir Uji (A)

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 13


DYNAMIC COMPACTION | 2016

- Buka katup pada kerucut kemudian isi alat uji dengan pasir uji sampai penuh dan
pasir melewati katup. Tutup katup dan buang kelebihan pasir uji kemudian
timbang alat uji berisi pasir uji (B).
- Kosongkan pasir uji kemudian isi alat uji dengan air sampai melalui katup dan
buang kelebihan air kemudian timbang alt uji berisi air (C).

b) Pemeriksaan Volume Kerucut


- Isi botol kaca dengan pasir uji kemudian timbang (E).
- Dalam keadaan katup tertutup letakkan alat di atas bidang rata dengan kerucut
berada di bawah. Kemudian buka katup sehingga pasir uji mengalir mamasuki
kerucut. Tutup katup setelah terlihat tidak ada lagi aliran pasir uji dari botol ke
kerucut. Kemudian timbang alt berisi sisa pasir uji (F).

c) Pemeriksaan Kepadatan Tanah di Lapangan


- Ratakanlah permukaan tanah yang akan diperiksa kepadatannya.
- Pasanglah landasan alat uji dan buatlah sedemikian rupa sehingga landasan
tersebut tidak mudah bergerak dengan menanamkan paku di tepi dari landasan.
- Galilah lubang melalui tengah-tengah landasan sampai sedalam 15 cm
(tergantung lapisan tanah yang akan diuji).
- Masukkan tanah hasil galian ke dalam Container atau kantung plastik tanpa ada
yang tercecer sedikitpun. Kemudian timbang Container berisi tanah tersebut
sehingga berat tanah basah (H) akan ketemu dengan cara mengurangi hasil
timbangan tersebut dengan berat Container kosong.
- Ambil sebagian tanah hasil galian tersebut untuk diperiksa kadar airnya. (prosedur
lihat bab pemeriksaan kadar air).
- Volume lubang minimum dan beratminimum contoh tanah untuk pemeriksaan
kadar air adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Contoh tanah untuk pemeriksaan kadar air

Maks. Ukuran Butir Berat contoh minimum


Volume lubang minimum
Tanah untuk kadar air

No. 4 (4,75 mm) 708 cm3 100 gram

(12,5 mm) 1416 cm3 250 gram

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 14


DYNAMIC COMPACTION | 2016

1 (25 mm) 2124 cm3 500 gram

3
2 (50 mm) 2832 1000 m

- Timbang alat penguji berisi pasir uji (D). Kemudian letakkan alat uji di atas
lubang yang telah dibuat sehingga kerucut terletak pada lubang dari landasan.
- Buka katup sehingga pasir uji dalam botol mengalir memasuki lubang dan tutup
katup setelah tidak terlihat lagi ada aliran pasir uji memasuki lubang. Timbang
berat alat uji berisi sisa pasir uji.
- Ambil kembali pasir uji yang ada dalam lubang dan masukkan kembali ke dalam
botol. Hati-hati jangan sampai tercampur dengan tanah.

3. Perhitungan

a) Berat volume pasir uji (D) : (B-A)/(C-A)

Dengan:

A = Berat alat kosong

B = Berat alat + pasir uji

C = Berat alat + air

b) Volume kerucut (G) : (E-F)/D

Dengan:

E = Berat alat + pasir sebelum dituang

F = Berat alat + pasir sesudah dituang

c) Volume lubang (K) : [(I-J)/D]-G


d) Berat volume tanah basah (L) : H/K
e) Kepadatan lapangan : [L/(100+w)] x 100 %

Dengan:
VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 15
DYNAMIC COMPACTION | 2016

I = Berat alat + pasir sebelum dituang

J = Berat alat + pasir sesudah dituang

H = Berat tanah basah

W = Kadar air tanah (hasil pemeriksaan c.3.)

4. Permasalahan dalam Pengujian Sand Cone

Permasalahan yang mungkin timbul dalam pengujian sand cone sehingga


mengakibatkan pengukuran kepadatan lapangan yang tidak akurat atau salah,
disebabkan antara lain oleh :

bahan pasir yang tidak bagus (tidak memenuhi syarat gradasi, kurang kering sehingga
sulit mengalir melalui corong, tercampur dengan material yang mempunyai daya lekat
[mis : lempung, lumpur, dsb])

berat isi pasir yang digunakan untuk pengujian tidak terkalibrasi dengan baik (selalu
lakukan kalibrasi berat isi pasir setiap akan melakukan pengujian, hitung rata-rata dari
minimal 3 kali kalibrasi berat isi pasir)

volume pasir dalam botol kurang untuk mengisi penuh lubang dan corong (gunakan
botol yang lebih besar jika volume botol kurang)

adanya getaran yang mempengaruhi pemadatan pasir yang diisikan ke dalam lubang
uji

lubang uji yang terlalu kecil ukurannya

sample tanah atau material lapis dasar pondasi yang tidak dimasukkan dalam wadah
tertutup atau terkena suhu panas sehingga kehilangan kelembaban yang
mengakibatkan pemeriksaan kadar air tidak akurat

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 16


DYNAMIC COMPACTION | 2016

permukaan tanah atau lapis dasar pondasi yang diuji tidak rata (jika perlu, pastikan
dengan mistar waterpass untuk kerataan permukaan)

pengujian pada lebih dari 1 jenis lapisan (untuk menguji lapis yang sudah tertutup
lapis lainnya, pastikan bahwa lapis di atasnya sudah dikupas habis seluruhnya dan
permukaan uji merupakan permukaan lapisan yang diinginkan untuk diuji -- jangan
menggali pada perbatasan antar lapisan tanah atau perbatasan antar lapis material
dasar pondasi)

ukuran lubang plat dudukan corong dan diameter corong tidak sama, sehingga ada
sisa pasir pada plat dudukan corong yang tidak terhitung pada waktu menghitung isi
corong (usahakan diameter lubang plat dudukan corong sama dengan diameter
corong)

penggalian menghasilkan lubang yang lebih besar dari diameter lubang plat dudukan
corong sehingga ada celah di bawah plat dudukan yang tidak terisi pasir uji

D. Dynamic Cone Penetration

Pengujian cara dinamis ini dikembangkan oleh TRLL (Transport and Road
Research Laboratory), Crowthorne, Inggris, dan mulai diperkenalkan di Indonesia
sejak tahun 1985 / 1986. Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan nilai CBR
(California Bearing Ratio) tanah dasar, timbunan, dan atau suatu sistem perkerasan.
Pengujian ini akan memberikan data kekuatan tanah sampai kedalaman 70 cm di
bawah permukaan lapisan tanah yang ada atau permukaan tanah dasar. Pengujian ini
dilakukan dengan mencatat data masuknya konus yang tertentu dimensi dan sudutnya,
kedalam tanah untuk setiap pukulan dari palu/hammer yang berat dan tinggi jauh
tertentu pula.

1. Peralatan dan Bahan


- Satu set alat DCP
- Palu/hammer geser dengan berat 10 kg dan tinggi jatuh 46cm
- Batang baja berdiameter 16 mm primer dan sekunder
- Konus bersudut 60 atau 30 dengan diameter tengah sebesar 2 cm

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 17


DYNAMIC COMPACTION | 2016

- Batang baja berskala 1-100 cm

Gambar 11. Alat DCP

2. Langkah Kerja
- Pilih titik pengujian yang akan dilakukan pengujian. Biasanya dilakukan secara
zig zag pada arah dan jarak tertentu.
- Letakkan alat pada posisi titik pengujian secara vertikal tegak lurus terhadap
permukaan tanah. Bila terjadi penyimpangan sedikit saja akan menyebabkan
kesalahan pengukuran yang relatif besar.
- Atur batang berskala sehingga menunjukkan angka 0 dan caat dalam centimeter.
- Naikkan palu geser sampai menyentuh bagian bawah pegangan, lalu lepaskan
sehingga palu jatuh secara bebas menumbuk anvil atau landasan pemumbuk
sambil menjaga agar posisi alat tidak menjadi miring. Tumbukan ini akan
menyebabkan konus menembus lapisan yang akan diuji.
- Catat jumlah pukulan dan kedalaman penetrasinya ke dalam formulir/ blanko
percobaan.

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 18


DYNAMIC COMPACTION | 2016

- Hentikan pengujian jika jumlah pukulan telah mencapai 40 kali atau kedalaman
penetrasi antara 70 s.d 90 cm.
- Cabut batang dan konus yang telah masuk kedalam tanah dengan cara
menumbukkan palu geser keatas hingga menyentuh plat alas pemegang alat.

3. Data Percobaan dan Perhitungan


- Catat jumlah tumbukan pada kolom n (tumbukan ke-n), dan bacaan penetrasi pada
kolom D (dalam mm). Plotkan bacaan tersebut pada grafik kedalaman (D)
terhadap jumlah tumbukan kumulatif (n)
- Hitung D, yaitu selisih pembacaan penetrasi dalam mm, dan SPP yaitu Skala
Penetrasi dalam cm/tumbukan.
- Tarik garis antara titik pada grafik, dan dengan bantuan penggaris segitiga,
sejajarkan garis yang didapat dengan garis-garis nilai CBR pada pojok kanan
bawah form pengisian.

4. Keselamatan Kerja
- Jaga posisi alat saat melakukan tumbukan agar selalu tetap pada posisi vertikal
tegak lurus terhadap permukaan tanah.
- Pastikan posisi tangan tidak berada didekat anvil/landasan penumbuk

5. Perawatan
- Bersihkan peralatan (terutama pada batang baja dan konus) setiap kali selesai
digunakan.
- Masukkan kembali peralatan kedalam kantongnya setelah selesai digunakan agar
terhindar dari air dan cuaca yang dapat menyebabkan karat.

6. Contoh Perhitungan dan Pengolahan Data

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 19


DYNAMIC COMPACTION | 2016

DAFTAR PUSTAKA

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 20


DYNAMIC COMPACTION | 2016

Anonim. 2013. Rubber Balloon Method. [online]


(https://labmekanikatanah.wordpress.com/2013/10/ ) diakses tanggal 29 Oktober
2016.

Izza, Imoet. 2011. Tugas 1 Paper Pemadatan Tanah. [online]


(https://www.scribd.com/doc/74103554/Tugas-1-Paper-Pemadatan) diakses tanggal
29 Oktober 2016.

Madona, Aris. 2012. Perbaikan Daya Dukung Tanah dengan Metode Dynamic Compaction
& Dynamic Replacement (Bagian 2). [online]
(http://itp-civilengineering.blogspot.co.id/2012/05/perbaikan-daya-dukung-tanah-
dengan_31.html) diakses tanggal 29 Oktober 2016.

Septian, Rudi. _____. Pengujian Kepadatan Lapangan dengan Sand Cone. [online]
(https://aboutsoil.wordpress.com/test-project/sondir/sand-cone-test/) diakses tanggal
29 Oktober 2016.

Yanuar, Thomas. 2011. Perbaikan Daya Dukung Tanah dengan Metode Dynamic
Compaction & Dynamic Replacement. [online]
(https://civilandstructure.wordpress.com/2011/03/31/perbaikan-daya-dukung-tanah-
dengan-metoda-dynamic-compaction-dynamic-replacement-bagian-1/) diakses
tanggal 29 Oktober 2016.

VIONA PRADYA M (1400445) | TEKNIK SIPIL S1 21