Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PERCOBAAN I

Disusun Oleh :

NO.JOBSHEET : 01
JUDUL : IDENTIFIKASI PERANGKAT PENERIMA TV HITAM
PUTIH
NAMA : GURANDI IMAM A.B
KELAS : TK 3B
NIM : 3.33.13.1.12
PENGAMPU : Drs. Bambang Eko Sumarsono.M.MT

NILAI : .........................................................................................
KETERANGAN : .........................................................................................

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2016
DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................................... 1


Daftar Isi ............................................................................................................................. 2
1. NO JOBSHEET......................................................................................................... 3
2. JUDUL....................................................................................................................... 3
3. TUJUAN.................................................................................................................... 3
4. ALAT DAN BAHAN................................................................................................ 3
5. TEORI SINGKAT ..................................................................................................... 3
6. LANGKAH PERCOBAAN ...................................................................................... 4
7. HASIL PERCOBAAN ............................................................................................. 5
8. ANALISIS DATA ..................................................................................................... 6
9. KESIMPULAN ......................................................................................................... 7
1. NO. JOBSHEET : 01

2. JUDUL : IDENTIFIKASI PERANGKAT PENERIMA

3. TUJUAN
1) Mahasiswa dapat menentukan lokasi bagian-bagian TV.
2) Mahasiswa dapat menentukan jenis komponen TV Hitam-Putih tiap bagian.
3) Mahasiswa dapat menentukan nilai komponen pada tiap bagian TV H-P.

4. ALAT DAN BAHAN


Perangkat Penerima TV Hitam-Putih

5. TEORI SINGKAT
Pada prinsipnya televisi merupakan tranduser yang merubah energi cahaya ke
bentuk energy-energi listrik, dan sekaligus berfungsi merubah gambar (visual) ke
bentuk sinyal listrik. Sinyal listrik yang dihasilkan dimodulasikan ke pemancar
dengan teknik modulasi amplitude (AM). Sedangkan mikrofon adalah tranduser yang
merubah suara ke bentuk sinyal listrik, dan dimodulasikan dengan teknik modulasi
frekuensi. Kedua sinyal gabungan tersebut pada televise akan diteria oleh penala pada
bagian TV yang disebut dengan TV tunner. Pesawat penerima TV hitam putih
memiliki bagian-bagian yang terdiri dari anterna penerima TV, tunner, penguat IF
(VIF), detector, penguat video, penguat audiom, loudspeaker, dan tabun gambar CRT.

Gb. 1 Blok Diagram TV Penerima TV Hitam Putih

Fungsi dari tiap-tiap bagian TV itu adalah sebagai berikut :


- Antena penerima TV berfungsi smenerima sinyal siaran TV yang merupakan
kombinasi gelombang suara dengan modulasi frekuensi dan gelombang video
dengan modulasi amplitudo.
- Tuner berfungsi menyeleksi atau memilih siaran TV yang ada sesuai dengan yang
kita kehendaki.
- Penguat IF berfungsi menguatkan sinyal IF dari output tuner.
- Detektor berfungsi memisahkan sinyal informasi asli terhadap sinyal pembawa.
- Penguat video berfungsi menguatkan sinyal video.
- Sinkronisasi separator berfungsi untuk memisahkan pulsa sinkronikasasi vertical
dan pulsa sinkronisasi horizontal.
- Bagian vertical berfungsi membangkitkan sinyal gigi gergaji 50 Hz untuk
scanning vertical.
- Bagian horizontal berfungsi membangkitkan sinyal gigi gergaji 15625 Hz untuk
scanning horizontal.
- Penguat audio berfungsi menguatkan sinyal audio atau suara.
- Loudspeaker berfungsi sebagai trandeswr untuk mengubah sinyal suara elektrik
menjadi sinyal suara akustik.
- Tabung gambar CRT berfungsi sebagai transduser untuk mengubah sinyal gambar
elektrik menjadi sinyal gambar akustik.

Suatu pesawat penerima TV hitam putih dapat bekerja melalui tahap-tahap


cara kerja sebagai berikut : antenna penerima TV hitam putih menerima sinyal siaran
TV dari stasiun TV yang telah dipilih melalui tuner, sinyal siaran TV tersebut berupa
kombinasi antara gelombang suara dengan modulasi frekuensi dan gelombang video
dengan modulasi amplitude, Kemudian sinyal tersebut masuk ke penguat RF
dilanjutkan lagi masuk ke mixer dan penguat IF, di mixer sinyal tersebut dicampur
dengan sinyal hasil keluaran dari osiloskop local, selanjutnya sinyal hasil
pencampuran tesebut masukke detector untuk memisahkan antara sinyal suara dengan
sinyal gambar. Untuk sinyal suara masuk ke penguat suara RF kemudian ke detector
suara dan ke penguat audio dan keluar melalui loudspeaker dalam bentuk sinyal suara
akustik, sedangkan untuk sinyal video masuk ke penguat video, pemisah sinkron,
dasar waktu horizontal, dasar waktu vertical, dan pembawa EHT(EHV) keluar melalui
tabung gambar CRT dalam bentuk sinyal gambar akustik.

6. LANGKAH PERCOBAAN
1) Menyiapkan Alat dan Bahan.
2) Mengamati bagian perangkat penerima TV Hitam Putih.
3) Menggambar bagian-bagian TV hitam-putih yang diamati.
4) Mengamati komponen dan nilai komponen pada bagian TV hitam putih yang
diamati.
5) Mencatat hasil pengamatan komponen dan nilai komponen TV hitam putih tiap
bagian.

7. HASIL PERCOBAAN
Bagian TV Hitam Putih

Gb.2 Bagian Perangkat Penerima TV Hitam Putih


Tabel 1. Komponen dan Nilai Komponen Perangkat Penerima TV Hitam-Putih

NO NAMA BLOK KOMPONEN


NAMA KODE NILAI/TYP SATUAN
E
1. VIDEO IF (VIF) RESISTOR R101 6800
R102 2700
R103 100
R104 720 M
R105 1000
R106 21 K
R107 6800
R108 2200
R109 270 K
R111 150
R112 680
R114 15 K
R115 820
KAPASITOR C101 - -
C102 - -
C103 - -
C104 - -
C105 - -
C106 47 /10 V F
C107 47 /10 V F
C108 47 /10 V F
C109 - -
C110 - -
C111 - -
C112 - -
C113 - -
TRANSISTO Q101 - -
R
IC IC101 - -
INDUKTOR L101 - -
SF101 - -
WT 3 - -
WT 9 - -
STZ - -
STY - -
2. VIDEO RESISTOR R201 1200
R202 6800
R203 330
R204 10000
R205 560
R206 120
R207 270
R208 82 K
R209 37
R211 320 K
KAPASITOR C201 10 /35 V
NO NAMA BLOK KOMPONEN
NAMA KODE NILAI/TYP SATUAN
E
C202 - -
C203 47 /60 V F
C204 220 /10 V F
TRANSISTO Q201 - -
R
XTAL X201 - -
X202 - -
3. AUDIO RESISTOR R301 150
R302 33 K
R303 680
R304 680
R305 1000
R306 100
R307 -
KAPASITOR C302 2200 /16 V F
C304 103Z F
C305 1Z1 F
C306 1000 /16 V F
C307 4,7 /25 V F
C308 4,7 /10 V F
C309 100 /10 V F
C311 100 /10 V F
C312 470 /10 V F
C314 103Z F
XTAL X301 SFE 5,5 MB -
X301 -
DIODA D301 SR1K -
IC IC301 NAC -
MALAYSIA
APC 1353C
8910 M
4. SYNC RESISTOR R401 120
R402 270
R403 33 K
R404 27
R405 1200
R406 680
R407 1500
R408 1000
R409 1200
KAPASITOR C401 50 -
C402 - -
C403 10 -
C404 1 -
C405 - -
C406 0,01 -
5. VERTIKAL RESISTOR R512 810 M
R513 150
R514 380
R515 380
R516 - -
R517 820
NO NAMA BLOK KOMPONEN
NAMA KODE NILAI/TYP SATUAN
E
R518 330
R519 220
KAPASITOR C501 1000 /16 V F
C505 2,2 /50 V F
C506 1 /50 V F
C507 - -
C508 - -
C509 470 /6,3 V F
C510 - -
C512 - -
DIODA D501 SR1K -
D502 - -
D503 - -
D504 - -
D505 - -
TRANSISTO Q501 - -
R Q502 - -
Q504 - -
TH501 - -
VR50R - -
WD2 - -
WD4 - -
WD5 - -
6. HORIZONTAL RESISTOR R601 15000
R602 47000
R603 8200
R604 110
R608 470
R609 560
R611 110K
R612 18K
R605 - -
KAPASITOR C601 - -
C603 1 /50 V F
C604 - -
C606 10 /50 V F
C609 - -
C611 - -
C612 - -
C613 H.0082M -
C614 1000 /10 V F
C615 1 /160 V F
C616 - -
C617 10 /25 V F
C618 - -
C619 - -
DIODA D603 8B4 -
D604 4028 -
D602 - -
INDUKTOR L603 - -
L604 - -
NO NAMA BLOK KOMPONEN
NAMA KODE NILAI/TYP SATUAN
E
JUMPER J601 - -
J602 - -
J608 - -
J605 - -
J607 - -
TRAFO T601 - -
7. POWER RESISTOR R701 - -
SUPPLY R702 220
R703 220 M
R704 3,3 M
R705 - -
KAPASITOR C701 - -
C702 - -
C704 - -
C705 4700 /35 V F
C707 100 /16 V F
C708 -
C709 100 /16 V F
DIODA D701 1K4 -
D703 1K4 -
D704 1K4 -
D705 - -
D706 - -

8. ANALISA DATA
Percobaan identifikasi perangkat penerima TV hitam putih, hasilnya yaitu
terdiri dari 8 bagian, yaitu Tuner, Video IF, Video, Audio, Sync, Vertikal, Horizontal,
dan Power Supply, dimana setiap bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing
saling terintegrasi. Pada masing-masing bagian memiliki komponen dengan nilai dan
kode yang berbeda.
Fungsi utama tuner yaitu untuk menala frekuensi radio kemudian frekuensi
yang tertala tersebut diubah menjadi frekuensi baru yang dinamakan frekuensi IF.
Frekuensi IF ini yang berisi informasi-informasi/data-data yang dibawa oleh
carier/frekuensi radio yang dipancarkan yang nantinya diproses dan diurai menjadi
informasi-informasi yang terpisah menjadi sinyal audio dan sinyal video.
Mixing (pecampuran/heterodyning) dengan osilator lokal merupakan metode
untuk menghasilkan IF pada umumnya, prinsipnya yaitu selisih pengurangan atau
penjumlahan antara frekuensi lokal dengan frekuensi yang ditala tersebut dinamakan
intermediate frequency (IF) yang umumnya besarnya jauh di bawah dari 2 frekuensi
yang dicampur tersebut. Tuner menghasilkan sinyal output yaitu sinyal yang sangat
lemah dan sangat tergantung pada jarak pemancar, termasuk posisi penerima dan
bentangan alam, sehingga sinyal tersebut harus dikuatkan oleh rangkaian penguat IF.
Kemudian rangkaian video detector berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi
asli terhadap sinyal pembawa, yaitu akan mendeteksi sinyal video komposit yang
keluar dari penguat IF serta meredam sinyal suara yang akan mengakibatkan
buruknya kualitas gambar. Penguatan pada sinyal audio diawali dengan penangkapan
sinyal ini oleh rangkaian audio detector dan kemudian dikuatkan melalui audio
amplifier dengan teknik modulasi frekuensi (FM). Sinyal audio yang merupakan hasil
keluaran dari detector juga mengalami penguatan sebelum dikeluarkan oleh speaker.
Speaker berfungsi sebagai transducer untuk mengubah besaran sinyal listrik menjadi
sinyal suara(akustik) sehingga dapat didengarkan oleh telinga manusia.
Video detector menghasilkan keluaran yaitu sinkronisasi separator, fungsinya
untuk memisahkan pulsa sinkronikasasi vertical dan pulsa sinkronisasi horizontal.
Untuk mengontrol atau mengunci frekuensi osilator horizontal menggunakan pulsa
sinkronisasi horizontal. Hasilnya yaitu dapat menyesuaikan gambar yang dipancarkan
dari pemancar. Rangkaian vertical mendapatkan catu daya dari power supply dan ada
beberapa televisi yang mengambil catu daya vertikal dari FBT (flyback
transformator). Televisi sudah dalam keadaan hidup maka tegangan akan mengalir
pada rangkaian ini.
Rangkaian vertical berfungsi membangkitkan sinyal gigi gergaji 50 Hz yang
telah disinkronkan dengan sinyal sinkronisasi vertical dan kemudian diperkuat untuk
mencapai derajat (level) yang dapat menggerakkan kumparan defleksi vertical dan
melakukan scanning vertical (atas bawah). Rangkaian horizontal berfungsi untuk
membangkitkan sinyal gigi gergaji 15625 Hz yang telah disinkronkan dengan sinyal
sinkronisasi horizontal yang berasal dari IC croma. dan kemudian diperkuat untuk
mencapai derajat (level) yang dapat menggerakkan kumparan defleksi horizontal dan
melakukan scanning horizontal (kanan-kiri).
Rectifier adalah penyearah gelombang yang merupakan bagian dari power
supply dan berfungsi untuk mengubah sinyal AC (Alternating Current) menjadi sinyal
DC (Direct Current). Pada penrima TV hitam putih ini yaitu bagian terakhir sebelum
menuju output tabung CRT gelombang hasil scanning horizontal dan vertical harus
melalui rangkaian rectifier.

9. KESIMPULAN
Berdasaran hasil percobaan dan analisa data diatas, maka dapat di ambil kesimpulan
bahwa :
Perangkat penerima televisi hitam putih terdiri dari 8 bagian, Tuner, Video IF,
Video, Audio, Sync, Vertikal, Horizontal, dan Power Supply, dimana setiap
bagian memilki fungsi masing-masing yang saling terintegrasi. Bagian input dan
ouput tiap blok terdapat pada kaki-kaki atau pin transistor atau IC yang
digunakan.
Fungsi utama tuner yaitu untuk menala frekuensi radio kemudian frekuensi yang
tertala tersebut diubah menjadi frekuensi baru yang dinamakan frekuensi IF.
Amplifier adalah bagian yang sangat penting dalam sebuah skema rangkaian
televisi karena rangkaian ini menguatkan sinyal yang diterima oleh antenna
sehingga masalah jarak pemancar, posisi penerima dan bentangan alam dapat
diatasi.
Pada penrima TV hitam putih ini yaitu bagian terakhir sebelum menuju output
tabung CRT gelombang hasil scanning horizontal dan vertical harus melalui
rangkaian rectifier.

Anda mungkin juga menyukai