Anda di halaman 1dari 13

ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

PENTINGNYA MEMPELAJARI ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN SERTA


KONSEP PROFESI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

KELOMPOK : 1

NAMA KELOMPOK : 1. NOVRIZAL SAPUTRA (15033039)

2. RAHMA RANNY (15035113)

3. SEPTIKA R.A (15045085)

DOSEN PEMBIMBING: NELITAWATI, S.Pd, M.Pd

MATA KULIAH UMUM

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2017

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami
panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Pentingnya Mempelajari
Administrasi Dan Supervisi Pendidikan Serta Konsep Profesi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan kami mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Terlepas dari itu semua, kami
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karea itu kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
pembaca.

Padang, 04 Februari 2017

Penyusun

DAFTAR ISI
1
KATA PENGANTAR...................................................................................................... 1

BAB I (PENDAHULUAN).............................................................................................. 3

BAB II (ISI)

PENTINGNYA ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN.......................... 4

KONSEP PROFESI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN............................ 11

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 13

BAB I

PENDAHULUAN
2
Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan untuk mengembangkan kemampuan
dalam bidang administrasi. Ilmu pengetahuan dan keterampilan bertujuan agar tenaga administrasi
dapat mengembangkan ilmu yang telah dipelajari dan dipraktekkan di sekolah.

Administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam dunia
pendidikan. Semua itu tidak terlepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam
sekolah. Administrasi bukan hanya dalam keuangan saja, namun juga dalam keteraturan dalam
pembukuan. Administrasi adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan
agar proses belajar mengajar lebih efektif.

BAB II

ISI

3
1. PENTINGNYA ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN

A. Pengertian Administrasi Pendidikan


Administrasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu,
melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.
Sedangkan administrasi pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan
pengintegrasian segala sesuatu, baik personal, spiritual maupun material yang bersangkut paut
dengan pencapaian tujuan pendidikan. Administrasi pendidikan meliputi kegiatan-kegiatan
yang berhubungan dengan pengelolaan pendidikan di suatu negara.
Sedangkan administrasi sekolah kegiatan-kegiatannya terbatas pada pelaksanaan
pengelolaan pendidikan di sekolah sehingga kita mengenal adanya administrasi Sekolah
Dasar, Lanjutan, Perguruan Tinggi dan sebagainya, diantaranya kepemimpinan Kepala
Sekolah, Supervisi dan sebagainya. Didalam administrasi terdapat beberapa unsur pokok,
diantaranya: Adanya sekelompok manusia (sedikitnya dua orang), Adanya tujuan yang hendak
di capai bersama, Adanya tugas / fungsi yang harus dilaksanakan, dan Adanya perlengkapan
dan peralatan.
Administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang
pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan,
pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau memanfaatkan
fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk mencapai tujuan
pendidikan secara efektif dan efisien.
Pengertian administrasi oleh para ahli administrasi pendidikan. Diantaranya adalah
sebagai berikut:
1. Henri Fayol (1841-1929) administrasi adalah fungsi dalam organisasi niaga yang unsur-
unsurnya adalah perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian,
dan pengawasan. Teori administrasi dapat diterapkan pada semua bentuk organisasi
kerjasama manusia yang menekankan rasionalisme dan konsistensi logis.
2. Dwight Waldo (1995) administrasi adalah suatu bentuk daya upaya manusia yang
kooperatif, yang mempunyai tingkat rasionalitas yang tinggi. Pernyataan ini
membutuhkan kualifikasi lebih lanjut: (1) bahwa administrasi bukanlah satu-satunya
bentuk kerjasama manusia yang rasional; dan (2) ada suatu pernyataan implicit yang
penting terhadap ungkapan tingkat rasionalitas yang tinggi.
3. John M Pfiffner (1960) administrasi adalah suatu kegiatan proses terutama mengenai cara-
cara (alat-alat) sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Administrasi juga
dapat dirumuskan sebagai pengorganisasian dan pengarahan sumber daya manusia, tenaga
kerja, dan materi untuk mencapai tujuan yang dikehandaki.
4. Ordway Tead (1953) menjelaskan bahwa administrasi adalah usaha yang luas mencakup
segala bidang untuk memimpin, mengusahakan, mengatur kegiatan kerjasama manusia
yang ditujukan pada tujuan-tujuan dan maksud-maksud tertentu. Kepemimpinan sebagai

4
segala macam kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang supaya mereka bersatu dan mau
bekerjasama dalam mencapai tujuan yang dicita-citakan.
5. Sondang P. Siagian (1985:3) mengatakan administrasi adalah keseluruhan proses
pelaksanaan daripada keputusan yang telah diambil dan pelaksanaan itu pada umumnya
dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan.
6. The Liang Gie (1983:81) mengatakan bahwa administrasi adalah segenap rangkaian
kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok yang dilaksanakan oleh sekelompok orang
dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
7. Syarif (1976 :7), Administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk
mendayagunakan sumber-sumber (personil maupun materil) secara efektif dan efisien
untuk menunjang tercapainya pendidikan.
8. Syamsi (1985:10) administrasi adalah seluruh kegiatan dalam setiap usaha kerjasama
yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih orang-orang secara bersama-sama dan
simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
9. Soepardi (1988:7) administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama
yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan
simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
10. Sutisna (1979:2-3) adalah : Administrasi pendidikan adalah keseluruhan (proses) yang
membuat sumber-sumber personil dan materiil sesuai yang tersedia dan efektif bagi
tercapainya tujuan-tujuan bersama. Ia mengerjakan fungsifungsinya dengan jalan
mempengaruhi perbuatan orang-orang. Proses ini meliputi perencanaan, organisasi,
koordinasi, pengawasan, penyelenggaraan dan pelayanan dari segala sessuatu mengenai
urusan sekolah yang langsung berhubungan dengan pendidikan seklah seperti kurikulum,
guru, murid, metode-metode, alat-alat pelajaran, dan bimbingan. Juga soal-soal tentang
tanah dan bangunan sekolah, perlengkapan, pembekalan, dan pembiayaan yang diperlukan
penyelenggaraan pendidikan termasuk didalamnya.
11. Hadari Nawawi1 mengatakan administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau
keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama sejumlah orang untuk mencapai tujuan
pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan
tertentu, terutama berupa pendidikan lembaga formal.
6. Sedangkan dalam encyclopedia of educational research chester W. Haris
mendefinisikan administrasi pendidikan sebagai suatu proses pengintegrasian segala usaha
pendayagunaan sumber-sumber personalia dan material sebagai usaha untuk
meningkatkan secara efektif pengembangan kwalitas manusia2.
12. Engkoswara (1987 : 42) Administrasi pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya adalah
suatu ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu sumber daya manusia,
kurikulum atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara
optimal dan menciptakan suasana yang baik bagi manusia, yang turut serta dalam
pencapaian tujuan pendidikan yang disepakati. Administrasi pendidikan pada dasarnya

5
adalah suatu media belaka untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu
efektif dan efisien.
13. Purwanto dan Djojopranoto (1981:14) bahwa : Karena administrasi pendidikan
merupakan suatu usaha bersama yang dilakukan untuk mendayagunakan semua sumber
daya baik manusia, uang, bahan dan peralatan serta metode untuk mencapai tujuan
pendidikan secara efektif dan efisien.
Jadi, Administrasi pendidikan adalah proses keseluruhan kegiatan bersama dalam
bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaporan,
pengkoordinasian, pengawasan dan pembiayaan, dengan menggunakan atau
memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personil, materiil, maupun spirituil untuk
mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
14. Djaman Satori, (1980: 4) mengatakan Administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai
keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil
yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien
15. Made Pidarta, (1988:4) berpendapat, Dalam pendidikan, manajemen itu dapat diartikan
sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya
16. Biro Perencanaan Depdikbud, (1993:4), Manajemen pendidikan ialah proses perencanaan,
peng-organisasian, memimpin, mengendalikan tenaga pendidikan, sumber daya
pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan, mencerdaskan kehidupan bangsa,
mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan, keterampilan,
kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri, serta bertanggung jawab
kemasyarakat dan kebangsaan
17. Soebagio Atmodiwirio. (2000:23) menjelaskan bahwa Manajemen pendidikan dapat
didefinisikan sebagi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, mengendalikan
tenaga pendidikan, sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
18. Stephen J. Knezeich Administrasi pendidikan merupakan sekumpulan fungsi-fungsi
organisasi yang memiliki tujuan utama untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pelayanan
pendidikan, sebagaimana pelaksanaan kebijakan melalui perencanaan, pengambilan
keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi sumber daya, stimulus dan
koordinasi personil, dan iklim organisasi yang kondusif, serta menentukan perubahan
esensial fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat di masa depan
19. Daryanto (1998:8) mengemukakan administrasi pendidikan adalah suatu cara bekerja
dengan orang-orang, dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif.
20. Dasuqi dan Somantri (1992:10) mengemukakan administrasi pendidikan adalah upaya
menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan
21. Sagala (2005:27) mengemukakan bahwa administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu
administrasi dalam dunia pendidikan atau sebagai penerapan administrasi dalam
pembinaan, pengembangan, dan pengendalian usaha dan praktek-praktek pendidikan.

6
B. Pengertian Supervisi Pendidikan
Dilihat dari sudut etimologi, supervisi berasal dari kata super dan vision yang
masing-masing kata itu berarti atas dan penglihatan. Jadi, supervisi pendidikan dapat diartikan
sebagai penglihatan dari atas. Melihat dakam hubungannya dengan masalah supervisi dapat
diartikan dengan menilik, mengontrol, atau mengawaasi.
Supervisi adalah pembinaan yang diberikan kepada seluuruh staf sekolah agar mereka
dapat meningkatkan kemampuan dan mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih
baik. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.
Dalam Dictionary of Education. Good Carter (1959) memberikan pengertian bahwa
supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas-
petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi
pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru, merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan
pengajaran, metode, dan evaluasi pengajaran (Sabertian,2008:17).
Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967), Supervisi adalah
bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumusan ini
mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar.
Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah
perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar
khususnya. Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan. Sedangkan pembinaan tersebut
bisa untuk kepala sekolah, guru, pegawai, serta tata usaha.
Pengertian supervisi pendidikan menurut pandangan para ahli:
1. Good Carter
Memberi pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam
memimpin guru-guru dan petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk
menstimulir, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan merevisi
tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar dan evaluasi
pengajaran. God Carter melihatnya sebagai usaha memimpin guru-guru dalam jabatan
mengajar.
2. Boardman
Menyebutkan Supervisi adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinir dan
membimbing secarr kontinyu pertumbuhan guru-guru di sekolah baik secara individual
maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh
fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat menstmulir dan membimbing
pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta mampu dan lebih cakap berpartsipasi
dlm masyarakat demokrasi modern. Boardman. Melihat supervisi sebagai lebih sanggup
berpartisipasi dalam masyarakat modern.
3. Wilem Mantjla (2007)
Mengatakan bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan supervisor (jabatan resmi) yang
dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar (PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda)
yang harus diwujudkan oleh supervisi, yaitu; perbaikan (guru murid) dan peningkatan
mutu pendidikan. Willem Mantja memandang supervisi sebagai kegiatan untuk perbaikan
(guru murid) dan peningkatan mutu pendidikan.
7
4. Kimball (1967)
Konsep supervisi modern dirumuskan sebagai berikut : Supervision is assistance in the
development of a better teaching learning situation. Kimball Wiles beranggapan bahwa
faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat penting untuk menciptakan suasana
belajar mengajar yang lebih baik.
5. Mulyasa (2006)
Supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai
supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih
independent, dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan
tugas.
6. Ross. L (1980)
Mendefinisikan bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang bertujuan
menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Ross L memandang
supervisi sebagai pelayanan kapada guru guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan.
7. Purwanto (1987)
Supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru
dan pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.

C. Pentingnya Administrasi dan Supervisi Pendidikan


1. Pentingnya Administrasi Pendidikan
Pelaksanaan administrasi dalam bentuk tulis-menulis atau lebih dikenal dengan
ke-Tata Usahaan di sebuah lembaga pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting,
terkait di berbagai bidang, baik pencatatan, maupun surat menyurat bahkan masalah
hukum, sosial maupun ekonomi dan lain-lain, sehingga tidak bisa dipandang kurang
penting fungsinya. Lebih-lebih produk administrasi yang berupa dokumen seperti Ijazah,
Sertifikat dan surat-surat penting lainnya akan mempunyai nilai tinggi sekali di mata
hukum, jika akurasi isinya dijamin benar. Oleh karena itu kebenaran data administrasi
menuntut kejujuran dan kedisiplinan baik pelaksana maupun pengelolanya, karena produk
administrasi yang demikian ini biasanya digunakan untuk memperkuat bukti-bukti fisik
ditinjau dari aspek hukum. Dalam bidang pendidikan, kebutuhan informasi mulai dari
data lembaga, sarana kurikulum sampai dengan data asal dan kondisi ekonomi siswa,
sangat diperlukan baik oleh perorangan maupun lembaga-lembaga pemerintah dan
swasta, maupun untuk kepentingan penelitian mahasiswa. Dalam rangka memberikan
pelayanan yang baik bagi masyarakat umum, tentu hal ini menjadi tantangan bagi para
pemikir administrasi pendidikan untuk menciptakan format data administrasi pendidikan
dan sistem pengelolaan data administrasi kependidikan yang mampu mengakomodir
berbagai keperluan. Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin cepat ini, sudah
barang tentu format administrasi pendidikan harus capable terhadap teknologi informasi
saat ini.
Administrasi pendidikan yang juga sering disebut dengan manajemen pendidikan
yang sangat diperlukan untuk menjamin supaya seluruh kegiatan pendidikan dapat
terlaksana dengan optimal.
8
Administrasi pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Perencanaan (Planning)
b. Pengorganisasian (Organizing)
c. Pengoordinasian (Coordinating)
d. Komunikasi
e. Supervisi
f. Kepegawaian (Staffing)
g. Pembiayaan (Budgeting)
h. Penilaian (Evaluating)
Dalam administrasi pendidikan terkandung unsur-unsur, yaitu 1) Tujuan yang akan
dicapai, 2) Adanya proses kegiatan bersama, 3) Adanya pemanfaatan sumber daya, 4)
Adanya kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan terhadap
sumber daya yang ada.
Secara terperinci bidang garapan administrasi pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Administrasi tata laksana sekolah, meliputi :
a. Organisasi dan struktur pegawai tata usaha
b. Organisasi dan anggaran belanja keuangan sekolah, Masalah kepegawaian,
Masalah perlengkapan dan perbekalan, Keuangan dan pembukuan
c. Korespondensi / suratmenyurat,
d. Laporanlaporan (bulanan, kuartalan, dan tahunan), Masalah pemangkatan,
pemindahan, penempatan, dan pemberhentian pegawai,
e. Pengisian buku pokok, klapper, raport, dan sebagainya.
2. Administrasi Murid, meliputi:
a. Organisasi dan perkumpulan murid
b. Masalah kesehatan dan kesejahteraan murid
c. Penilaian dan pengukuran kemajuan murid
d. Bimbingan dan penyuluhan bagi murid
3. Supervisi pengajaran, meliputi:
a. Usaha membangkitkan semangat guru dan pegawai
b. Usaha mengembangkan, mencari dan menggunakan metode pengajaran yang baru
c. Usaha mengembangakan kerja sama antara guru, murid,dan pegawai
d. Mengusahakan cara-cara menilai hasil pendidikan
e. Usaha mempertinggi mutu dan pengalaman guru-guru
f. Pelaksanaan dan Pembinaan Kurikulum, meliputi:
a) Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum dalam kurikulum
sekolah yang bersangkutan
b) Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum
c) Kurikulum bukanlah sesuatu yang harus di ikuti begitu saja tanpa perubahan
g. Pendidikan dan perencanaan bangunan sekolah, meliputi:
a) Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang di butuhkan
b) Mengusahakan, merencanakan dan menggunakan biaya pendirian sekolah
c) Menentukan jumlah ruang dan luasnya
d) Cara-cara penggunaan gedung dan fasilitas sekolah
e) Alat-alat perlengkapan
f) Kondisi masyarakat sekitar sekolah
Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur, sangat diperlukan
untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi Kepala Sekolah dan
Guru. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif, yaitu makin
meningkatnya efisiensi, mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut.
Untuk memperlancar kegiatan di atas agar lebih efektif dan efisien perlu informasi
9
yang memadai. Sistem informasi di dunia pendidikan ini menyangkut dua hal pokok
yaitu kegiatan pencatatan data(recording system) dan pelaporan (reporting system).
Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan suatu sumber utama
manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga
tercapainya suatu tujuan terpenting pada lembaga pendidikan tersebut. Yang sangat
diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya.
Kepala Sekolah dan guru disekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa,
kurikulum, sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Pengawas
pendidikan di semua tingkat memerlukan data-data tersebut sebagai bahan sarana
supervisi. Untuk tingkat yang lebih tinggi misalnya Dinas Pendidikan mulai tingkat
kecamatan sampai propinsi memerlukan data untuk pelaporan yang lebih tinggi,
untuk melakukan pembinaan, serta untuk menyusun rencana atau program pendidikan
pada masa mendatang. Di tingkat pusat (nasional) data pendidikan diperlukan untuk
perencanaan yang lebih makro, melakukan pembinaan, pengawasan, penilaian
(evaluasi), dan keperluan administrasi lainnya.
2. Pentingnya Supervisi pendidikan
Dengan mempelajari supervisi dalam bidang kependidikan tentunya kita mampu
membina diri kita sebagai seorang calon pendidik ke arah perbaikan guna meningkatkan
mutu atau kualitas pendidikan. Selain itu, supervisi pendidikan dapat digunakan sebagai
usaha terencana untu membangun tenaga pendidik seperti guru dan pegawai untuk
melakukan tugas atau pekerjaan secara efektif.

2. KONSEP PROFESI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1. Profesi Pendidik
Kata profesi berasal dari bahasa Yunani Pbropbaino yang berarti menyatakan secara
publik dan dalam bahasa latin disebut professio yang digunakan untuk menunjukkan
pernyataan publlik yang dibuat oleh seorang yang bermaksud menduduki jabatan publik.
Menurut De George, profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Dalam UU No.20 tahun 2003 dijelaskan bahwa pendidik adalah seseorang yang
secara sadar dan terencana dapat mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.

2. Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat
untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Yang termasuk dalam tenaga kependidikan
adalah kepala satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. Kepala satuan
pendidikan yaitu orang yang berwenang dan bertanggungjawab dalam memimpin satuan
pendidikan tersebut seperti kepala sekolah, rektor, direktur, dll. Tenaga kependidikan lainnya

10
adalah yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan, walaupun
secara tidak langsung terlibat dalam proses pendidikan, diantaranya :
wakil-wakil/kepala urusan : umumnya pendidik yang mempunyai tugas tambahan
dalam bidang yang khusus, untuk membantu kepala satuan pendidikan dalam
penyelenggaraan pendidikan pada instasi tersebut.
tata usaha : tenaga kependidikan yang bertugas dalam bidang administrasi instansi
tersebut. Bidang administrasi yang dikelola diantaranya administrasi surat menyurat
dan pengarsipan, administrasi kepegawaian, administrasi peserta didik, keuangan dan
inventaris.
laboran : petugas khusus yang bertanggung jawab terhadap alat dan bahan di
laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA

11
http://biografinanni.blogspot.co.id/2010/11/konsep-dasar-profesi-
guru.html, diakses pada tanggal 04 Februari 2017

https://mazguru.wordpress.com/2009/03/30/pentingnya-supervisi-
pendidikan-sebagai-upaya-peningkatan-profesionalisme-guru/, diakses
pada tanggal 04 Februari 2017

http://myblogpkmak.blogspot.co.id, diakses pada tanggal 04 Februari 2017

http://nizaralkadiri.blogspot.co.id/2014/11/konsep-dasar-profesi-dan-
profesi.html, diakses pada tanggal 04 Februari 2017

https://prezi.com/dhc6ctohnkxt/manajemen-tenaga-pendidik-dan-
kependidikan/, diakses pada tanggal 04 Februari 2017

http://winamartiana.blogspot.co.id/2011/01/pentingnya-administrasi-
pendidikan.html, diakses pada tanggal 04 Februari 2017

http://www.sarjanaku.com/2010/01/makalah-pentingnya-administrasi.html,
diakses pada tanggal 04 Februari 2017

12