Anda di halaman 1dari 9

VISUAL INSPECTION TURBOCHARGER

Pengertian Visual Inspection


Visual inspection adalah suatu procedure yang dilakukan setelah melakukan remove and
disassembly pada suatu komponen yang bertujuan untuk mengetahui kerusakan pada
komponen dengan melihat bagian bagian komponen tersebut dan menganalisa kerusakan
yang ada pada komponen agar dapat diketahui penyebab kerusakan serta memungkinkan
untuk menanggulangi penyebab kerusakan agar keusakan dapat di minimalisir.

Manfaat Melakukan Visual Inspection


Berikut ini adalah manfaat melakukan visual inspection diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Dapat mengetahui komponen-komponen atau parts yang rusak.
2. Dapat mengetahui jenis kerusakan pada komponen, parah atau tidak.
3. Dapat mengetahui komponen yang bisa digunakan lagi atau tidaknya.
4. Dapat mengetahui penyebab kerusakan pada komponen.
5. Dapat menanggulangi kerusakan agar dapat diminimalisir.
6. Dapat mencegah kerusakan dini pada komponen.

Tata Cara Melakukan Visual Inspection at Turbocharger


Barikut ini adalah tata cara melakukan visual inspection at turbocharger yang terdiri dari :
1. Yakinkan bahwa turbocharger sudah di remove dari engine.
2. Yakinkan bahwa turbocharger sudah di disassembly.
3. Bersihkan komponen turbocharger dari kotoran dan kerak kerak.
4. Keringkan komponen turbocharger dari sisa sisa pembersihan.
5. Mulai memeriksa komponen pada turbocharger dengan pedoman grpts.
6. Catat hasil pemeriksaan dan dokumentasikan komponen yang bermasalah.
7. Lihat pemberitahuan penyebab kerusakan pada grpts.
8. Analisa penyebab kerusakan komponen yang bermasalah.

Penyebab Kerusakan yang Sering Terjadi pada Turbocharger


Kerusakan yang sering terjadi pada turbocharger akan berdampak besar pada
kinerjaturbocharger sehingga membuat kinerja engine akan menurun drastis. Maka dari itu
untuk mencegah kerusakan pada turbocharger maka harus memahami penyebab kerusakan
yang sering terjadi pada turbocharger sehingga penanganan yang effektif dapat di lakukan
sedini mungkin guna mengurangi angka down time pekerjaan karena rusaknya turbocharger.
Berikut ini merupakan penyebab kerusakan yang sering terjadi pada turbocharger diantaranya
adalah sebagai berikut : akibat kurangnya pelumasan, akibat oli yang terkontaminasi,
akibat temperature gasbuang yang terlalu tinggi, banyaknya material asing di
dalam turbocharger, dan kesalahan dalam pembuatan komponen atau parts turbocharger.
Akibat Kurangnya Pelumasan pada Turbocharger
Kurangnya pelumasan berimbas pada komponen karena kurangnya pelumasan dapat
meningkatkan gesekan dan panas pada komponen yang bergesekan sehingga membuat
komponen tersebut terkikis sedikit demi sedikit dan akan menimbulkan dampak yang merusak
komponen.

1. Kerusakan pada bushing and shaft turbochager


Gambar 1 Kerusakan shaft dan bushing turbocharger
Sumber. Caterpillar Reference Book

Ketika beroperasi tanpa pasokan pelumas yang memadai memungkinkan keausanbushing and
shaft karena gesekan serta panas serta perputaran yang sangat tinggi akibatnya yang
berlebihan.

2. Patahnya shaft pada turbocharger


Gambar 2 Patahnya shaft pada turbocharger
Sumber Caterpillar Reference Book

Patahnya sambungan shaft akibat perputaran turbocharger yang sangat tinggi dan minimnya
pelumasan untuk mendinginkan komponen pada turbocharger akan berimbas pada krusakan
sambungan shaft.

3. Kerusakan pada journal bearing turbocharger

Gambar 3 Kerusakan pada journal bearing pada turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book

Kerusakan pada journal bearing akibat panas yang tinggi dan minimnya pelumasan sehingga
membuat terkikisnya permukaan luar pada jornal bearing dan minimnya pelumasan juga
berimbas pada perubahan warna dari journal bearing sehingga membuatjournal bearing tidak
bisa digunakan lagi atau tidak bisa dipakai lagi pada turbocharger.

4. Perubahan diameter pada shaft turbocharger

Gambar 4 Perubahan diameter pada shaft turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book
Perubahan diameter pada shaft diakibatkan oleh kekurangan pelumasan yang tidak sebanding
dengan putaran shaft yang sangat tinggi sehingga berakibat pada
perubahandiameter pada shaft.

Akibat Pelumas yang Terkontaminasi


Oli yang terkontaminasi dapat memperpendek umur komponen karena partikel yang
terkandung dalam oli dapat mempercepat keausan komponen sehingga membuat
komponen turbocharger beroperasi dengan oli yang kotor.

1. Keausan pada bearing turbocharger

Gambar 5 Keausan pada bearing turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book

Bearing pada sisi kanan banyak mengalami keausan, itu menunjukan bahwa oli yang
terkontaminasi dapat menyebabkan terkikisnya permukaan suatu komponen.

2. Kerusakan bagian dalam bearing pada turbocharger


Gambar 6 Kerusakan bagian dalam bearing pada turbocharger
Sumber Caterpillar Reference Book

Ausnya bagian dalam bearing akibat oli yang kotor dan perputaran shaft yang tinggi sehingga
membuat bagian dalam bearing terkikis

Akibat Temperature gas buang yang terlalu tinggi


Suhu gas buang yang terlalu tinggi dapat membuat turbocharger mengalami kerusakan
sehingga akan merusak komponen yang ada pada turbocharger.
Kerusakan pada Center housing turbocharger

Gambar 7 Kerusakan pada center housing turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book

Kerusakan pada center housing di sebabkan oleh temperature gas buang yang di hasilkan
ruang bakar yang terlalu tinggi mengakibatkan turbocharger mengalami over heating .

Banyaknya Material Asing pada Turbocharger


Masuknya material asing didalam turbocharger akan berdampak pada kerusakan
komponen turbocharger. Material asing akan mengikis dan membuat
komponenturbocharger akan mengalami corrosion.
1. Terkikisnya compressor wheel turbocharger

Gambar 8 Terkikisnya compressor wheel turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book

Benda asing yang masuk kedalam turbocharger akan bersifat megikis komponen dan
membuat umur komponen menjadi pendek.

2. Patahnya compressor wheel turbocharger

Gambar 9 Patahnya compressor wheel turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book
Patahnya compressor wheel akibat dari material asing yang masuk kedalam turbochargerdan
ditambah dengan perputaran turbocharger yang tinggi menyebabkan patahnyacompressor
wheel.

Kesalahan dalam Pembuatan Komponen atau parts


Kesalahan dalam pembuatan komponen akan berimbas pada berkurangnya kemampuan
komponen tersebut dalam bekerja. Selain berkurangnya kemampuan komponen kesalahan
pembuatan komponen juga akan berimbas pada berkurangnya umur pakai komponen tersebut
sehingga menurunkan kemampuan sebuah turbocharger.
Cacatnya compressor wheel turbocharger

Gambar 10 Cacatnya compressor wheel turbocharger


Sumber Caterpillar Reference Book

Kesalahan dalam pembuatan komponen terlihat pada cacatnya compressor wheel yang
mengakibatkan ketidak nomalnya konstruksi dari compressor wheel dan mengurangi
kemampuannya dalam bekerja sehingga menurunkan kinerja turbocharger.

Tujuan Melakukan Pencegahan Kerusakan pada Turbocharger

Tujuan pencegahan secara umum dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir kerusakan
yang sering terjadi sehingga kegagalan pada turbocharger bisa berkurang. Berkurangnya
kegagalan pada turbocharger membuat performa sebuah engine akan meningkat sehingga
membuat produktifitas suatu alat berat atau machine akan meningkat. Berikut ini beberapa
alasan dilakukannya pencegahan kerusakan pada turbocharger ialah sebagai berikut :
1. Memperpanjang umur pakai komponen turbocharger.
2. Meningkatkan performa kinerja turbocharger.
3. Mengurangi kegagalan suatu engine karena masalah pada turbocharger.
4. Meningkatkan produktivitas suatu engine.
5. Mengurangi angka down time suatu machine karena turbocharger.
Cara Melakukan Pencegahan Kerusakan pada Turbocharger.
Cara melakukan pencegahan kerusakan pada turbocharger harus dikakukan dengan benar dan
tepat sehingga penanganan yang benar atas kerusakan yang terjadi akan menimbulkan
dampak yang baik pada turbocharger tersebut.
Cara Melakukan Pencegahan Akibat Kurangnya Pelumasan
Berikut ini adalah cara melakukan pencegahan kerusakan pada turbocharger karena
kekurangan pelumasan :
1. Ganti filter oli jika sudah masuk waktu perawatan karena jika filter tidak diganti dapat
menyebabkan oli sulit mengalir.
2. Lakukan pengecekkan secara berkala pada saluran oli menuju turbocharger karena bila
tersumbat atau bocor dapat mengurangi jumlah aliran oli yang menuju keturbocharger.
3. Perhatikan saat melakukan pengisian oli engine agar oli terisi pada level yang benar dan
tidak mengalami kekurangan oli.
4. Gunakan oli yang tepat saat pengisian oli engine karena menggunakan oli yang salah
dapat mengurangi kemampuan oli tersebut untuk melumasi akibat suhu kerja engineyang
tinggi.
5. Lakukan pengecekkan saat melepas pompa oli karena jika pompa oli rusak
makasupply oli menuju turbocharger akan bekurang.
6. Lakukan pengecekkan pada relive valve saat melepas pompa karena
jika spring padarelive valve rusak maka oli yang di alirkan ke oil gallery akan sedikit.
7. Jangan mematiakan engine saat kecepatan engine sedang tinggi Karena engine akan
berhenti atau mati seketika, crankshaft adalah sumber putaran atau sumber penggerak pada
gear train maka jika crankshaft berhenti berputar akan mengakibatkan gear train berhenti
berputar. Oil pump adalah salah satu dari gear train tersebut yang di
gerakkan crankshaft maka jika oil pump berhenti berputar makan supply oli
ke turbocharger akan berkurang bahkan berhenti dan mengakibatkan turbocharger berputar
hanya dengan pelumasan yang sedikit bahkan tidak ada pelumasan maka akan
mengakibatkan kerusakan yang parah padaturbocharger.

Cara Melakukan Pencegahan Pelumasan yang Terkontaminasi


Berikut ini adalah cara melakukan pencegahan kerusakan pada turbocharger karena
pelumasan yang terkontaminasi :
1. Kotornya filter karena tidak diganti sehingga oli menjadi kotor.
2. Filter udara yang kotor akibat tidak di bersihkan maka kotoran akan masuk keruang bakar
dan ke lapisan oli pada dinding cylinder liner dan turun kebawah menuju oil gallery dan ke oil
pan.
3. Ausnya bearing dan shaft akibatnya oli di dalam turbocharger jadi kotor akibat serpihan
debu aus dari bearing dan shaft.
4. Kotornya oli karena tidak diganti secara berkala.
Cara Melakukan Pencegahan Temperature Gas Buang yang Tinggi
Berikut ini adalah cara melakukan pencegahan kerusakan
pada turbocharger karenatemperature gas buang yang tinggi :
1. Jangan mengoperasikan engine diatas beban atau load serta rpm yang tinggi di
atasload dan rpm maksimalnya karena akan mengakibatkan pembakaran yang hebat
padaengine sehingga membuat suhu engine meningkat drastis dan menyebabkantemperature
gas buang yang tinggi masuk ke dalam turbocharger.
2. Melakukan penyetingan fuel system yang benar dan tepat karena penyettingan fuel
system yang tidak benar mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna akibatnya bahan
bakar tidak terbakar semua di ruang bakar sehinnga masuk ke dalam exhaust manifold dan
terbakar di sana akibatnya suhu gas buang pun meningkat dan bisa
membuat turbocharger ngalami kerusakan.

Cara Melakukan Pencegahan Material Asing di dalam Turbocharger


Berikut ini adalah cara melakukan pencegahan kerusakan
pada turbocharger karenamaterial asing yang terdapat pada turbocharger :
1. Lakukan pengecekkan secara pada pree cleaner dan bila kotor bersihkan dan ganti bila
tidak memungkinkan untuk dipakai lagi karena dapat membuat udara yang masuk
kedalam turbocharger menjadi kotor.
2. Lakukan pengecekkan secara pada air filter dan bila kotor bersihkan dan ganti bila tidak
memungkinkan untuk dipakai lagi karena dapat membuat udara yang masuk
kedalam turbocharger menjadi kotor.

Cara Melakukan Pencegahan Kesalahan dalam Pembuatan Parts


Berikut ini adalah cara melakukan pencegahan kerusakan pada turbocharger karena kesalahan
dalam pembuatan parts :
1. Gunakan bahan pembuatan komponen yang standart dan sudah terjamin akan
kwalitasnya.
2. Gunakan tingkat ketelitian yang bagus saat pembuatan komponen.
3. Lakukan pengujian pada komponen sebelum menggunakan komponen tersebut untuk
dipakai pada turbocharger.

Sumber:
1. Taupik Rahman ( HE 03110021 )
2. Theo Febrianto ( HE 03110022 )
3. Zainal Arifin .H ( HE 03110023 )
POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN