Anda di halaman 1dari 27

MENINGKATKAN PELAYANAN PADA MASYRAKAT

TENTANG SUMBER DAYA AIR

Di ajukan untuk melengkapi bahan-bahan dan memenuhi syarat ujian dinas


TK.I / TK II
Tehnik Sipil (Sumber Daya Air)

DI
S
U
S
U
N

OLEH
SUHARNO, BE
Nip. 19630303 199103 1 015

BIDANG SUMBER DAYA AIR


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN
RUANG
KABUPATEN DOMPU
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, terlebih dahulu kami memanjatkan puji


syukur ke hadirat Allah SWT, tuhan seru sekalian alam, pencipta langit dan bumi,
atas rahmat dan karunia-NYA yang telah Melimpahkan rahmad dan
hidayahnyalah, sehingga makalah saya ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Karena makalah ini digunakan untuk melengkapi bahan Ujian Dinas
Tk. I/Tk II
Penulispun banyak mendapatkan bimbingan serta pengarahan yang sangat
berati dalam menyusun laporan ini baik itu secara langsung maupun tidak
langsung. Dari pengumpulan data sampai makalah ini selesai dibuat, oleh karena
itulah, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa hormat dan terima
kasih yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk
itulah kritik dan saran yang bersifat membangun sangat saya harapkan demi
kesempurnaan laporan ini. dan semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca.

Dompu, 09 Febuari 2017

\
DAFTAR ISI

Sampul Depan ................................................................................... i

Kata Pengantar ................................................................................... ii

Daftar Isi ................................................................................... iii

I. Pendahuluan ................................................................................... 1

I.1 Latar Belakang .................................................................

I.2 Tujuan .......................................................................


1

II.Pembahasan ................................................................................. 2

II.1. Pemanfaatan Air . 2

II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air. 2

II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air . 4

II.4. Sejarah Teknik Sumber Daya Air . 4

II.5. Masa Depan Teknik Sumber Daya Air . 5

III. Penutup .......................................................................................

III.1. Kesimpulan .................................................................

III.2. Saran ................................................................................ 7


Daftar Pustaka

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Segala sesuatu sekarang memerlukan pangetahuan atau sering kita sebut

ilmu pengetahuan. Salah satunya pengetahuan yang kita pelajari sekarang adalah

pengetahuan Sumber Daya Air. Pelajaran ini sangat penting karena pengetahuan

ini penting untuk kita dalam hal pembuatan pembangunan dibidang pengairan dan

didalam bidang lainnya. Pengembangan Sumber Daya Air (Water Resources)

memerlukan adanya konsepsi. Perencanaan, perancangan, konstruksi dan operasi

fasilitas-fasilitas untuk pengendalian dan pemanfaatan air pada dasarnya hal-hal

tersebut merupakan tugas para insinyur sipil, tetapi jasa-jasa para ahli dibidang

lain juga dibutuhkan. Setiap proyek pengembangan sumber daya air akan

menghadapi seperangkat konsisi fisik yang unik yang harus diatasi secara khusus,

sehingga desain buku pedoman ( standar ) yang menuju kepada penyelesaian

yang sederhana, yang bersandar pada buku pedoaman


( handbook ), jarang dapat digunakan. Kondisi-kondisi khusus setiap

proyek harus diatasi melalui penerapan pengetahuaan dasar berbagai

disiplin ilmu secara terpadu.

2. Tujuan

Sumber daya air ini kita pelajari bertujuan untuk memenuhi

berbagai kebutuhan ,seperti pengendalian banjir, drainasi lahan,

pembuangan limbah, serta desain gotong-royong jalan raya merupakan

penerapan teknik suber daya air pada pengendalian air (control of water),

sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang berlebihan terhadap harta

benda, gangguan terhadap masyarakat, atau kehilangan nyawa. Penyediaan

air, irigasi, pengembangan tenaga-hidroelektrik, serta peyempurnaan alur

pelayanan adalah contoh-contoh dari pemanfaatan air (ulitization of water)

untuk tujuan-tujuan yang berguna. Pencemaran mengancam penggunaan

air untuk keperluan kota serta irigasi disamping sangat merusak nilai

keindahan sungai. Oleh karena itu pengendalian pencemaran atau

pengelolaan mutu air ( water-quality management) telah menjadi tahapan

yang penting dalam teknik sumber daya air.


II. PEMBAHASAN

II.1. Pemanfaatan Air

Pemanfaatan air harus kita bedakan antara Penyadapan, atau

Pengambilan air kedalam satu system, dan Konsumsi, yaitu air yang

diuapkan atau digabungkan dengan suatu produk dan tidak dapat

digunakan lagi bagi pemanfaatan lainya. Air yang mengalir pada suatu

sungai tidak selalu siap untuk digunakan oleh setiap orang atau kelompok

yang menginginkannya. Hak untuk memanfaatkan air mempunyai nilai

yang sangat besar, terutama pada daerah-daerah dimana air merupakan


barang yang langkah. Seperti halnya benda-benda lain yang beharga, hak

atas air juga yang dilindungi oleh undang-undang. Masalah mutu air

dijumpai dalam perencanaan proyek-proyek penyediaan air irigasi serta

dalam pembuangan air limbah,

Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan

satwa liar, tidak sesuai untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang

kadang berbau. Pengujian kimiawi serta bakteriologis biasa dilaksanakan

untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli

ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran kotoran ini terhadap tumbuh-

tumbuhan dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan

standar mutu yang diijinkan.

II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air

a. Aspek Ekonomi Dalam Teknik Sumber Daya Air

Tidak banyak keahlian dibutuhkan untuk mendesain suatu

bangunan untuk berbagai tujuan apabila dana yang tersedia tidak

mencukupi untuk pembangunan tersebut. Kemampuan khusus dari ahli

teknik yang bersangkutan akan tercermin dalam peranan proyek-proyek

yang dapat memenuhi tujuan yang dimaksudkan dengan biaya yang

sepadan dengan keuntungan yang dihasilkan. Suatu analisis ekonomi

untuk menentukan rencana yang baik dari beberapa pilihan pada umumnya

dibutuhkan dalam merencanakan proyek. Biasanya harus dibutuhkan biaya

proyek yang bersangkutan cukup rendah dibandingkan terhadap


keuntungan-keuntungan yang diharapkan, demi terjaminnya infestasi yang

diperlukan.

Besarnya presipitasi serta aliran sungai berubah dari tahun ketahun,

pada umumnya pembangunan tidak ekonomis untuk merencanakan proyek

bagi pengaman banjir terbesar yang mungkin terjadi atau untuk

memastikan tersedianya air untuk musim kemarau ysang paling sering

yang bisa dibayangkan bisa terjadi. Sebaliknya rencana proyek diukur

dengan skala probalitas, sehingga probalitas gagalnya proyek yang

bersangkutan untuk memenuhi tujuannya akan kecil, tetapi tetap positif.

b. Aspek Sosial Dalam Teknik Sumber Daya Air

Hampir semua proyek untuk pengolahan air direncanakan dan

dibiayayai oleh badan pemerintah tertentu, dinas penyediaan air atau

pembuangan limbah kotor, dinas jalan raya negara bagian, proyek irigasi

pengendalian banjir dari pemerintah pusat atau oleh badan hukum umum.

Banyak proyek semacam ini menjadi isyu politik yang controversial dan

diperdebatkan secara berkepanjangan oleh orang-orang yang hanya


mempunyai pengetahuan terbatas tentang aspek-aspek teknik dasar dari

permasalahan nya. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab yang jelas dari

seorang insinyur yang memiliki fakta-fakta yang lebih lengkap tentang

proyek semacam ini untuk dengan tegas berdiri di atas kepentingan umum,

agar keputusan akhir tidak didasarkan pada alasan-alasan politis dan

emosional.

Insiyur yang bersangkutan harus menganalisis fakta-fakta yang ada

dan penyajian uraian yang jelas dengan istilah-istilah yang sederhana dan

harus menghindari terjadinya suatu proyek yang di biayai Negara atau

masyarakat, Seorang insinyur harus berpegang dengan seksama pada kode

etik kelompok propesional yang mewakili profesi teknik sipil di

negaranya. Kelalaian untuk bersikap demikian akan menimbulkan

prasangka terhadap permasalahanya serta terhadap seluruh propesi di

depan umum.

II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air

Perencanaan adalah suatu langkah penting dalam pengembangan

proyek sumber daya air. Perencanaan suatu proyek pada umumnya

bersangkutan pada suatu insentif politis atau pengakuan suatu proyek. Hal

ini diikuti oleh gagasan tentang alternative pemecahan permasalahan yang

layak secara teknis yang akan memenuhi kebutuhan yang bersangkutan.


Usul-usul alternatif harus di tinjau berdasarkan study ekonomi

yang menganalisis manfaat dan biaya masing-masing proyek tersebut

dalam menetapkan kelayakan ekonominya. Penilaian dampak sosial dan

lingkungan juga merupakan suatu langkah penting dalam perencanaan.

Akhirnya, kelayakan pinansial serta kepraktisan politis masuk pula dalam

rantai permasalahan serta memainkan perencanaan yang penting dalam

pemilihan alternatif-alternatif.

II.4 Sejarah Teknik Sumber Daya Air

Proyek pengelolaan air yang pertama ada di dunia telah hilang

dalam kabut prasejarah. Pentingnya air bagi kehidupan umat manusia

membenarkan pengadaian bahwa manusia purba telah memiliki gagasan

untuk mengalihkan aliran sungai dari alur buatan dengan maksud untuk

mengalirkan air ketempat-tempat tertentu di mana di butuhkan untuk

tanaman atau manusia. Pekerjaan drainasi dan irigasi skala besar yang

paling awal mempunyai pertalian dengan menes, pembangunan drainase

mesir yang pertama,kira-kira tahun 200 S.M. pekerjaan-pekerjaan ini

kemudian di usul berbagai proyek mediterania dan timur dekat, meliputi

bendungan-bendungan, saluran-saluran, talang air dan system pembuangan

limbah,. Talang air (aqueducts) yang panjangnya sekitar 381 mil dibangun

untuk mengalirkan air ke dalam kota roma, suatu proyek irigasi di propinsi
Szehuan di Cina yang di buat pada kira-kira 250 S.M,masih di gunakan

hingga sekarang, bahkan di dunia baru (Benua Amerika) proyek-proyek

yang berlinkup besar telah ada sebelum datangnya kulit putih. Reruntuhan

proyek irigasi yang rumit dan luas yang di bangun pada tahun 1100 oleh

bangsa Indian Hohokam menunjukan ekonomi irigasi yang telah maju.

Usaha pertama dalam pengetahuan teknik yang terorganisasi

adalah pembentukan Ecole des Ponts et Chaussees di Paris pada tahun

1760. Walaupun demikian, hingga tahun 1850, desain teknis terutama

didasarkan pada aturan-aturan kasar yang dikembangkan dari pengalaman

dan diwarnai dengan faktor-faktor keamanan yang ditentukan secara

bebas. Sejak saat itu, pemanfaatan teori telah meningkat dengan cepat,

sehingga dewasa ini sejumlah besar perhitungan yang teliti telah menjadi

bagian dari sebagian besar desain proyek. Walaupun demikian , tidaklah

dapat dianggap bahwa aturan-aturan kasar telah separuhnya dihapuskan

dalam praktek teknik karena masih banyak segi pengetahuan teknik yang

belum dipahami dengan sempurna, sehingga pemecahan masalah secara

teoritis tidaklah layak. Suatu jarak yang cukup besar tampak terjadi antara

riset dan penerapan. Jawaban atas berbagai masalah profesiolnal terdapat

dalam catatan-catatan laboratorium atau bahkan dalam makalah-makalah

yang diterbitkan, tetapi hal-hal tersebut belum banyak digunakan oleh para

insinyur pratisi
II.5 Masa Depan Teknik Sumber Daya Air

Orang awam, yang tidak terbiasa dengan massalah-masalah teknik,

sering memandang kegiatan-kegiatan yang besar dibidang pengamanan

banjir, Irigasi dan langkah-langkah lain dalam teknik sumber daya air

dengan pemikiran bahwa kemungkinan diperlukan pekerjaan lebih lanjut

pastilah sudah dapat diabaikan. Sebenarnya peradapan modern jauh lebih

tergantung pada air daripada peradapan dahulu kala. Pengetahuan

kedokteran modern bersama dengan teknik penyehatan modern telah

menurunkan kematian dan menaikan harapan hidup, sehingga jumlah

penduduk dunia meningkat dengan pesat. Standar modern tentang

kebersihan pribadi membutuhkan air yang jumlahnya jauh lebih banyak

daripada yang digunakan seabad yang lalu.

Para insinyur sumber daya air dimasa depan akan sangat terlibat

dengan teknologi serta gagasan-gagasan baru. Reklsamasi air limbah,

modifikasi cuaca, pengelolaan lahan untuk memperbaiki produksi air, serta

teknik-teknik baru untuk penyimpanan air disemua bidang pemanfatan air

merupakan topik-topik yang semakin menarik dan semakin dalam diteliti.

Bertumbuhnya penduduk dunia akan mengubah pola-pola ekologis

ditinjau dari berbagai segi, dan karenanya perencanaan pengelolaan air

harus meliputi penilaian cara-cara untuk menekan akibat-akibat ekologis


yang tidak diinginkan. Perhatian terhadap pelestarian lingkungan hidup

akan menjadi semakin penting dalam perencanaan pengelolaan air dimasa

yang akan datang. Pertentangan antara pelestarian ekosistem kita dengan

pencapaian Kebutuhan masyrakat didalam pengelolaan air pastilah

menuju kepada pendekatan-pendekatan baru dalam pengelolaan air dan

mungkin juga definisi baru dari perkataan Kebutuhan. Tidaklah akan

cukup bila dimasa depan permasalahan air ditangani secara sederhana

dengan meniru metode-metode yang telah dilaksanakan diwaktu yang lalu.

III. PENUTUP

III.1 Kesimpulan

Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan

satwa liar, tidak sesuai untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang

kadang berbau. Pengujian kimiawi serta bakteriologis biasa dilaksanakan

untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air. Ahli-ahli

ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran kotoran ini terhadap tumbuh-

tumbuhan dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan


standar mutu yang diijinkan. Sehingga membuat masyrakat merasa aman

dan tidak merasa takut pada saat mengkonsumsi air sungai.

III.2 Saran

Insinyur yang mendesain bangunan fasilitas proyek-proyek sumber

daya air haruslah orang yang mahir dibidang teknik sipil. Karena

keahliannya sangat berpengaruh pada bangunan sumber daya air. Bentuk

dan ukuran bangunan seringkali tergantung pada sipat hidrolik yang harus

dimiki, sehingga harus ditetapkan melalui penerapan asas mekanika fluida.


DAFTAR PUSTAKA

1. Agus Sugianto, Ilmu Lingkunga, Airlangga University Pres

2. Ersin Seyhan, Dasar-Dasar Hidrogin, Gajah Mada University Pres

3. Gelora Taigan dan Syaiful, Pengedapan Artikel Kolaidal Pada Air Minum,
USU, Medan 1988

4. Mangku Setepu, Air Untuk Kehidupan, Grasindo, Jakarta 1997.

5. Pramudia Sunu, Melindungi Lingkungan, PT Gramedia Widia Sarana,


Jakarta 2001

6. Suyono Sostrodarsono, Dr. Ir. Perbaikan dan Pengaturan Sungai, PT Pradia


Pramita, Jakarta 1985

7. Sri Harto Br, Analisis Hidrologi, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta


1993

8. Sunggono Kh Ir. Teknik-Sipil, Nova Bandung 1995


TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG
SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN
BONTOALA

Oleh:
PUPUT ALFIANI
F-13100

YAYASAN PENDIDIKAN KARYA ANAK BANGSA

AKADEMI FARMASI SANDI KARSA


MAKASSAR

2016

TINGKAT PENGETAHUANMASARAKAT TENTANG


SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN
BONTOALA

Karya Tulis Ilmiah Diajukan Untuk Memenuhi Syarat


Dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Program
Pendidikan Ahli Madya Farmasi

Oleh:

PUPUT ALFIANI

F_13100

YAYASAN PENDIDIKAN KARYA ANAK BANGSA

AKADEMI FARMASI SANDI KARSA


MAKASSAR

2016

LEMBAR PENGESAHAN
KARYA TULIS ILMIAH

TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG


SWAMEDIKASI DI APOTEK KECAMATAN
BONTOALA

Oleh:

PUPUT ALFIANI

F-13100

Menyetujui

Pembimbing

Drs.Rusli, Sp.FRS, Apt


NIK : 09060567.3.001

Mengetahui,
Direktur Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar,
Drs.Rusli, Sp.FRS, Apt
NIK : 09060567.3.001

LEMBAR PENGESAHAN TIM PENGUJI

Karya Tulis Ilmiah ini dipertahankan dihadapan tim penguji Karya Tulis
Ilmiah Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar pada tanggal 22 Agustus 2016

TIM PENGUJI

1. Drs.Rusli, Sp.FRS., Apt. ( Ketua ) 1......................

2. Zulfiah Muchtar, S.Si., M. Kes Apt. ( Anggota ) 2......................

3. Sisilia T.R. Dewi, S.Si, M.Kes., Apt. ( Anggota ) 3......................

Mengetahui,

Direktur Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar,

Drs.Rusli, Sp.FRS, Apt


NIK : 09060567.3.001
ABSTRAK

PUPUT ALFIANI: tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Di


Apotek Kecamatan Bontoala, (dibimbing oleh Rusli)
Abstrak -Swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau
penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat dalam melakukan
swamedikasi diapotek Kecamatan Bontoala. Penelitian ini merupakan penelitian
deskritif dengan menggunakan kuisioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan
masyarakat tentang swamedikasi di apotek kecamatan bontoala dengan jumlah
sampel 30 orang. Hasil penelitian nenunjukan bahwa tingkat pengetahuan
masyarakat tentang swamedikasi di apotek kecamatan bontoala termaksud dalam
kategori tinggi sebesar 68,6%.
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa


atas berkat rahmat dan hindayahNya sehingga penulisan dapat penyusunan KTI
dengan judul Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Di Apotek
Kecamatan Bontoala yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar
ahli madya farmasi pada Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar dapat
terselesaikan.

Pada kesempatan ini dengan tulus dan kerendahan hati penulis


mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan yang sebesar - besarnya kepada
Bapak Drs. Rusli, Sp.FRS, Apt atas kesempatan, bimbingan dan arahannya selama
menyelesaikan tugas akhir ini.

Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Ibu Hj. Hardayan, SE, sebagai pembina yayasan Pendidikan Karya Anak
Bangsa Makassar

2. Bapak Ir. H. Hardi Rachman, MT (Alm) sebagai Pendiri Yayasan Pendidikan


Karya Anak Bangsa Makassar

3. Bapak dr. Wahyudi Hardi sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Karya Anak
Bangsa Makassar

4. Bapak Drs. Rusli, Sp.FRS, Apt selaku Direktur Akademi Farmasi Sandi Karsa
Makassar

5. Drs. Rusli, Sp.FRS, Apt, Zulfiah Muchtar, S.Si., M.Kes., Apt, dan Sisilia T.R.
Dewi, S.Si., M.Kes., Apt selaku penguji KTI.

6. Bapak dan Ibu dosen serta Staf Administrasi dan Tata Usaha Akademi Farmasi
Sandi Karsa Makassar
7. Rekan Mahasiswa Akademi Farmasi Sandi Karsa Makassar angkatan tahun
2013

8. Kepada pihak lain yang tidak sempat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dan memberikan motivasi selama pengikuti pendidikan dan
menyelesaikan tugas akhir.

Lain dari pada itu, penulis sampaikan rasa hormat kepada kedua orang tua
tercinta yang tak henti-hentinya memberikan motivasi selama mengikuti
pendidikan dan menyelesaikan tugas akhir, serta adinda dan kakanda yang telah
mendorong dan menggugah semangat penulis untuk menyelesaikan pendidikan
dan tugas akhir.

Akhirnya penulis menyadari bahwa KTI ini masih jauh dari kesempurnaan,
namun kritik dan saran untuk kesempurnaan KTI ini sangat kami harapkan.
Harapan penulis semoga KTI ini dapat bermanfaat bagi kita semua.... Amin

Makassar, Juli 2016

Puput Alfiani
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL LUAR .............................................................................

HALAMAN SAMPUL DALAM .........................................................................

HALAMAN PRASYARAT ..................................................................................

HALAMAN PENGESAHAN ..............................................................................

ABSTRAK ...........................................................................................................

KATA PENGANTAR ...........................................................................................

DAFTAR ISI .........................................................................................................


........................................................................................................................

viii

DAFTAR TABEL .................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN .........................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................

A. Latar Belakang ...........................................................................................


B. Masalah penelitian .....................................................................................
C. Tujuan penelitian .......................................................................................
D. Manfaat penelitian .....................................................................................

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...........................................................................

A. Swamedikasi ..............................................................................................
B. Pengetahuan ...............................................................................................
C. Pengolongan obat .......................................................................................
D. Apotek ........................................................................................................

BAB III METODE PENELITIAN .......................................................................

A. Jenis penelitian ...........................................................................................


B. Tempat dan waktu penelitian .....................................................................
C. Populasi dan sampel ..................................................................................
D. Definisi operasional ...................................................................................
viii
E. Teknik pengumpulan data ..........................................................................
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..............................................................

A. HASIL ........................................................................................................
B. PEMBAHASAN ........................................................................................

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...............................................................

A. KESIMPULAN ..........................................................................................
B. SARAN ......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

DAFTAR
ix TABEL

Tabel 1.1 Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Swamedikasi Di Apotek

Kecamatan Bontoala

Tabel 1.2 Tabulasi Data


DAFTAR LAMPIRAN

1. ALUR PENELITIAN
2. TABEL TABULASI DATA
3. PERHITUNGAN
4. KUISEONER

SURAT PERNYATAAN