Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Persaingan dunia bisnis dalam bidang pariwisata dalam beberapa tahun terakhir
semakin meningkat. Di Indonesia sektor pariwisata telah memainkan peranan yang penting
dalam pembangunan nasional. Untuk dapat menarik minat wisatawan lokal maupun
mancanegara maka dibutuhkan peran dan dukungan dari pemerintah serta seluruh lapisan
masyarakat (Anggraeni, et all; 2014). Hal tersebut menunjukkan arti pentingnya sebuah hotel.
Semakin banyaknya hotel yang berdiri menunjukkan bahwa dunia industri perhotelan semakin strategis.
Selain itu, arti pentingnya industri perhotelan dapat juga dilihat dari sisi pendapatan pajak yang
diberikan hotel terhadap pemerintah. Industri perhotelan merupakan bagian dari industri
pariwisata yang memiliki arti penting, terutama bila dikaji dari aspek ekonomi.
Perkembangan industri perhotelan dapat dikatakan dimulai pada tahun 1962 pada saat Hotel
Indonesia di Jakarta disiapkan untuk menerima duta bangsa-bangsa mancanegara dalam
rangka pesta olah raga (Games of the New Emerging Forces atau Ganefo). Hotel Indonesia
saat itu dikelola oleh jaringan Hotel Intercontinental.
Keberadaaan suatu hotel memberikan dampak bagi masyarakat di sekitarnya, dengan
adanya hotel tersebut penduduk dapat bekerja langsung sebagai karyawan hotel yang
bersangkutan, dapat pula sebagai penunjang operasional hotel dengan berperan sebagai
rekanan hotel. Dampak sosial juga meningkat karena peningkatan penghasilan penduduk
meningkatkan taraf hidup sehingga sekaligus meningkatkan kondisi sosial mereka. Dari sisi
penerimaan pemerintah, hotel memberikan pemasukan bagi pemerintah di bidang pajak.
Dapat disimpulkan bahwa secara ekonomi dan sosial kontribusi hotel pada suatu kawasan
cukup berarti. Di sisi lain, harus dicermati pula bahwa hotel berpotensi untuk memberikan
tekanan fisik dan nonfisik pada lingkungan sekitarnya. Tekanan pada lingkungan fisik
diakibatkan antara lain oleh limbah cair dan padat yang dihasilkan oleh hotel dari kegiatan
operasionalnya. Untuk itu, manajemen hotel hendaknya sadar lingkungan sehingga tekanan
yang diberikan oleh hotel dapat dikendalikan sampai pada tingkat yang paling minimal.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Bagaimanakan proses bisnis hotel ?

1.2.2 Bagaimanakah struktur organisasi hotel ?

1.2.3 Bagaimanakah laporan keuangan hotel ?

1.3 TUJUAN MAKALAH

1.3.1 Untuk mengetahui proses bisnis hotel

1.3.2 Untuk mengetahui struktur organisasi hotel

1.3.3 Untuk mengetahui laporan keuangan hotel


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 BISNIS HOTEL

2.1.1 PENGERTIAN HOTEL

Hotel Proprietors Act (1956) mengatakan hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola
oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar
untuk tidur kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu membayar
dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian
khusus. Grolier Electronic Publishing Inc. (1995) mengemukakan bahwa hotel adalah usaha
komersial yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan-pelayanan lain
untuk umum. AHMA (America Hotel & Motel Association) hotel adalah suatu tempat yang
menyediakan tempat menginap, makanan dan minuman, dan pelayanan lainnya yang
disewakan kepada tamu atau orang-orang yang tinggal untuk sementara waktu. Berdasarkan
surat keputusan Menparpostel No.KM 37/ PW.340/ MPPT-86, tentang Peraturan Usaha dan
Penggolongan Hotel menyebutkan hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan
sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman
serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

Pengertian hotel menurut Keputusan Menparpostel tersebut, membedakan pengertian


penginapan atau losmen, di mana dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa penginapan
atau losmen tidak termasuk dalam pengertian hotel. Penginapan atau losmen adalah suatu
usaha komersial yang menggunakan sebagian atau seluruh dari bangunan yang khusus
disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan sewa kamar untuk menginap.
Dengan demikian bedanya dengan hotel adalah penginapan tidak menyediakan pelayanan
makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya.

Dari seluruh rumusan dan pengertian di atas, maka yang dimaksud dengan hotel adalah
suatu badan usaha yang bergerak dibidang jasa dan di dalamnya terdapat beberapa unsur
pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu suatu jenis akomodasi, menggunakan
sebagian atau seluruh bangunan yang ada, menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan,
menyediakan makan dan minuman serta jasa lainnya fasilitas dan pelayanan tersebut
disediakan untuk para tamu dan manyarakat umum yang menginap. berfungsi sebagai tempat
sementara, dikelola secara komersial.

Industri hotel terdiri dari beberapa jenis operasi yang berbeda yang menyediakan
produk dan jasa pada klien atau tamu. Karakteristik dari industry hotel (Gray, 199), yaitu:

a. Usaha musiman (seasonality of business), yang ditunjukan dengan fluktuasi dalam


volume penjualan pada saat peak season (Agustus, September dan Desember) dan
off season (Maret, April dan Mei).
b. Mempunyai rantai distribusi dan rentang waktu yang pendek, seperti dalam operasi
jasa makanan, dimana bahan mentah diolah menjadi produk jadi kemudian dijual
dan menjadi kas dalam waktu yang relatif singkat, sehingga investasi pada
persediaan nilainya minimal (biasanya berkisar antara 5% dari total aktiva).
c. Merupakan industri yang menggunakan tenaga kerja secara intensif, di mana
memberikan pelayanan yang cepat, fasilitas pelayanan selama 24 jam,
mengutamakan kepuasan tamu, sehingga dari hal tersebut beban gaji menjadi
elemen utama daiam kos penjualan.
d. Investasi pada industri hiotel sebagian besar daiam aktiva tetap, seporti kos
konstruksi, furniture, elektronik dan lain-iainnya (biasanya berkisar 55%-85% dari
total aktiva).

2.1.2 JENIS PENGGOLONGAN HOTEL ATAU KIASIFIKASI HOTEL

Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatu system pengelompokan hotel


kedalam berbagai kelas atau tingkatan, berdsarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat
dikelompokan kedalam berbagai criteria menurut kebutuhanya, namun ada beberapa criteria
yang dianggap paling lazim digunakan. Sistem klasifikasi hotel di dunia berlainan antara
negara yang satu dengan negara yang lain. Sebagai contoh negara Tiongkok menggunakan
kiasifikasi: Tourist class, standart & super class. Negara Bulgaria, Kolombo, Equador, Syria,
Kuwait menggunakan klasifikasi hotel kelas A, B, C, D dan E. Di Indonesia pada tahun 1977,
dengan keputusan Menparpostel No. PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan kiasifikasi
hotel, ditetapkan bahwa penilaian kiasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada, jumlah
kamar, fasilitas, peralatan yang tersedia, mutu pelayanan.

Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan ke


daiam 5 (lima) kelas hotel, yaitu: bintang satu sampai bintang lima.
Tujuan dari kiasifikasi atau penggolongan hotel secara umum adalah:

1. Sebagai pedoman teknis bagi calon investor untuk memilih investasinya dibidang
usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati.
2. Memberikan informasi kepada para tamu yang akan menginap dihotel tentang standar
fasilitas yang dimliki oleh masing-masing jenis dan tipe hotel.
3. Agar tercipta suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4. Supaya tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand)
daiam usaha perhotelan.
Peraturan tersebut kemudian diperbaiki dengan peraturan baru yaitu berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi No. KM37/PW.340/MPPT-86 tentang
Peraturan Usaha dan Penggolongan Hotel, diberikan penjelasan tentang:
- Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mernpergunakan sebagian atau seluruh
bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa
penunjang lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial (Bab 1, pasal 1, ayat b).
- Akomodasi adalah wahana untuk menyediakan pelayanan jasa penginapan, yang
dapat dilengkapi dengan pelayanan makan dan minum serta jasa lainnya (Bab I, pasal
1, ayat a).
- Penginapan atau Losmen adalah suatu usaha komersial yang menggunakan seluruh
atau sebagian dari suatu bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang untuk
memperoleh pelayanan sewa kamar untuk menginap (Bab I, pasal 2).
Fasilitas usaha hotel sebagai bagian integral dari usaha pariwisata, yang merupakan
usaha akomodasi yang dikomersialkan, meliputi kamar tidur (kamar tamu), makanan dan
minuman, pelayanan penunjang lain, seperti tempat rekreasi, fasilitas olah raga, fasilitas
laundry dan sebagainya.
Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh tamu yang menginap pada hotel tersebut selama
24 jam. Sedangkan penggolongan hotel berdasarkan SK di atas, ditetapkan sebagai berikut:
- Penggolongan hotel ditandai dengan "bintang", dari bintang 1 sampai dengan 5.
- Syarat penggolongan hotel berdasarkan kondisi phisik:
Besar/kecilnya hotel atau banyaknya kamar:
o Hotel kecil: 25 kamar atau kurang
o Hotel sedang: lebih dari 25-100 kamar
o Hotel menengah: lebih dari 100-300 kamar
o Hotel besar: lebih dari 300 kamar
Kualitas, lokasi dan lingkungan bangunan
Fasilitas yang dimiliki hotel untuk tamu
Kelengkapan peralatan yang tersedia
Kualitas bangunan
Tata letak ruang dan ukuran ruang
- Operasional/manajemen meliputi:
Struktur organisasi, uraian tugas dan manual kerja secara tertulis
Tenaga kerja, spesialisasi dan tingkat pendidikan karyawan
- Pelayanan meliputi:
Keramahan, sopan dan menggunakan seragam
Pelayanan mengacu pada kebutuhan dan keinginan tamu
Pelayanan dibuka selama 24 jam (hotel bintang 4 dan 5)
Dalam SK Dirjen Pariwisata tersebut juga mengatur jenis penginapan dengan fasilitas
bawah hotel berbintang (hotel melati), seperti wisma, home stay, losmen.
United State Lodging Industry membagi hotel menjadi beberapa jenis, yaitu:
- Transient hotel, hotel yang lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang menginap
sebagian besar adalah untuk urusan bisnis dan turis.
- Residential hotel, hotel yang pada dasamya merupakan rumah-rumah berbentuk
apartemen dengan kamar-kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan yang
menyediakan kemudahan-kemudahan seperti restoran, layanan makanan yang diantar ke
kamar, dan pelayanan kebersihan kamar.
- Resort hotel, hotel yang pada urnumnya berlokasi di tempat-tempat wisata, dan
menyediakan tempat-tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk
tamu-tamunya.
Dilihat dari jaringan pemasaranya, ada 3 kelompok jaringan pengusahaan hotel:
- Jaringan hotel intemasional (international hotel chains) adalah jenis hotel yang
pengelolaanya dibawah hotel jaringan intemasional sehingga pemasaran dan fasilitas
antara jaringan tersebut akan sama.
- Jaringan hotel nasional (national hotel chains) adalah jenis hotel yang pengelolaanya
dibawah hotel jaringan nasional sehingga pemasaran dan fasilitas antara jaringan tersebut
akan sama.
- Hotel yang dikelola secara independen adalah hotel yang dimiliki secara personal sehingga
dari segi pemasaran dan pengelolaannya tergantung dari pemiliknya.

Perbedaan dari ke 3 kelompok tersebut ada pada produk yang dihasilkan, yang
memberikan kekuatan bagi konsumen dan pengelola secara sendiri-sendiri untuk
mempengaruhi permintaan dan penawaran.

Dilihat dari tipe harga kamar (plan) yaitu penetapan harga kamar yang dikaitkan dengan
penyediaan atau penjualan makanan, maka hotel dikelompokan menjadi:

a. European Plan (EP) adalah sistem satuan harga hanya untuk kamar saja, sedangkan
harga makanan tidak termasuk dalam satuan harga kamar. Jika ada tamu ingin
makan,dan minum maka tamu dapat menggunakan fasilitas restaurant yang ada dihotel,
dan harga makanan dan minuman dikenakan di luar kamar.
b. American Plan (AP) adalah sistem satuan harga sewa kamar sudah termasuk harga
makanan yang disajikan kepada tamu, tanpa memperhatikan apakah tamu tersebut
makan atau tidak. Sistem American Plan dapat dibedakan menjadi dua:
- Full American Plan adalah hotel sudah memasukan keharga kamar plus tiga kali
makan, yaitu: breakfast, lunch dan dinner.
- Modified American Plan adalah hotel sudah memasukan keharga kamar plus makan dua
kali, yaitu: breakfast dengan lunch atau breakfast dengan dinner.
c. Continental Plan (CP) adalah hotel sudah memasukan keharga kamarnya makan satu
kali, yaitu breakfast dan jenis makan breakfast adalah makanan continental.
d. Bermuda Plan (BP) adalah hotel sudah memasukan keharga kamarnya makan satu kali,
yaitu breakfast dan jenis makan breakfast adalah makanan ala American atau English.
Kebanyakan hotel kecil, dikelola secara langsung oleh pemiliknya, tetapi pada hotel
besar terdapat pemisahan antara pengelola dan pemiliknya. Dilihat dari kepemilikan dan
manajemenya, hotel dapat dibagi menjadi tiga, yaitu Propretary ownership, Franchise,
Management Contract. Kegiatan utama dari suatu hotel adalah menyewakan kamar kepada
tamu. Untuk bisa memberikan kepuasan kepada tamu keadaan kamar yang disewakan hams
ada dalam keadaan bersih, nyaman, menarik dan aman. Jenis-jenis kamar pada hotel dilihat
dari fasilitas tempat tidak yang ada dikamar pada dasarnya dapat dibedakan menjadi :
a. Single room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran single untuk satu orang.
b. Twin room adalah kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur berukuran single.
c. Double room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran double untuk dua orang.
d. Double-Double room adalah kamar untuk empat orang yang dilengkapi dua kamar
dengan dua buah tempat tidur berukuran double untuk dua orang.
Adapun jenis kamar menurut harga atau tarif dan fasilitas yang ada dikamar dapat
dibedakan menjadi Standart Room, Superior Room, Moderate Room, Suite Room, Excecutive
suite room, Penhouse

2.1.3 SEJARAH PERKEMBANGAN HOTEL DI EROPA DAN AMERIKA

Kata hotel dulunya berasal dari kata HOSPITIUM (bahasa latin) artinya ruang tamu.
Dalam jangka waktu lama kata hositium mengalami proses perubahan pengertian dan untuk
membedakan antara Guest room dan Masion House yang berkembang pada saat itu, maka
rumah-rumah besar disebut HOSTEL. Kata hostel lambat laun huruf s pada kata hotel
tersebut menghilang dan dihilangkan oleh orang, sehingga kata hostel berubah menjadi hotel
seperti yang dikenal sekarang.
Pada tahun 3000 sebelum masehi telah ada penginapan pertama yang berbentuk inn,
yaitu rumahh-rumah pribadi dengan beberapa kamar yang disediakan bagi pejalan kaki untuk
istirahat atau tidur. Kemudian tahun 961 sesudah masehi, di Swiss-Alpine, Augustinian
Monks membangun hotel Le Grand Saint Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang
yang berziarah dari dan ke Roma.

City Hotel dibangun pertama kali di New York pada tahun 1794. Tahun 1800-an,
Amerika menjadi negara pengembangan usaha hotel yang utama, tapi karena harganya mahal
hanya kaum hartawan yang dapat menikmati menginap di hotel mewah bergaya Eropa.
Kemudian pada tahun 1829, Hotel Tremont House di Boston Amerika yang pertama kali
melengkapi hotelnya dengan lobby dan menyediakan kamar privat dengan pintu kamar
dipasang kunci pengaman.

Awal tahun 1990-an, pelayanan hotel secara professional mulai dikembangkan oleh
Ellsworth M. Statler, seorang operator hotel Amerika, yang melengkapi kamar dengan kamar
mandi privat dan kaca rias yang lebar. Pada pertengahan tahun 1990-an, mulai
berkembangnya hotel-hotel yang dikelola oleh suatu mata rantai pengelola usaha hotel
(individu atau suatu perusahaan yang memilik beberapa hotel).

2.1.4 SEJARAH PERKEMBANGAN HOTEL DI INDONESIA

Pada jaman penjajahan Belanda sudah ada usaha akomodsi yang dikelola secara
komersial, tapi belim dikelola secara modern, seperti :

a. Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian direnovasi tahun 1937
dan selesai tahun 1939.
b. Hotel Preanger dibangun tahun 1897, kemudian pada tahun 1928 menjadi hotel yang
lebih terkonsep.
c. Hotel Mij De Boer, hotel yang paling megah di Medan, didirikan tahun 1989 oleh Aient
Herman De Boer (Belanda), yang diperuntukkan bagi penguasa perkebunan dan pejabat
pemerintah Belanda. Dalam rangka nasionalisasi pada tanggal 14 Desember 1957
diambil alih Indonesia dan berganti nama menjadi Hotel Dharma Bakti, kemudian
diubah lagi menjadi Hotel Dharma Deli
d. Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro Yogyakarta didirikan tahun 1908
dan beroprasi tahun 1911, kemudian setelah direnovasi diganti menjadi Hotel Garuda.
2.2 STRUKTUR ORGANISASI HOTEL

Prinsip-prinsip pengelolaan manajemen pada hakekatnya adalah sama dengan prinsip-


prinsip manajemen organisasi perusahaan pada umumnya. Prinsip-prinsip pengelolaan
manajemen hotel didasarkan pada falsafah dan gaya manajemen yang dimiliki oleh pemilik
dan manajemen hotel. Falsafah dan gaya manajemen yang bersifat konservatif atau agresif
akan dijadikan sebagai suatu dasar untuk menetapkan visi dan misi perusahaan. Berdasarkan
visi dan misi, hotel akan menyusun sasaran-sasaran yang hendak dicapai dalam bentuk
kebijakan-kebijakan perusahaan seperti, pangsa pasar yang dituju, jenis produk yang
dihasilkan, standar produk yang dihasilkan, keuntungan yang ingin dicapai, dan pola
hubungan antara perusahaan dengan karyawan, pemasok, komunitas, dan masyarakat
disekitarnya.

Struktur organisasi menunjukan suatu tingkatkan hirarkis, di mana dari struktur


organisasi tersebut dapat diketahui bagian-bagian yang ada di hotel, hubungan antara bagian
di hotel serta hubungan antara atasan dan bawahan. Dasar penyusnan organisasi antara hotel
yang satu dengan hotel yang lain mempunyai kesamaan, karena setiap hotel mempunyai
produk layanan yang sama, yaitu : sewa kamar, makanan dan minuman, sport, kasino dan
produk lainnya. Bentuk dan luas organisasi hotel akan berbeda antara hotel yang satu dengan
hotel yang lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan seperti, type dan
jenis hotel, size hotel (besar atau kecil), fisik bangunan hotel, kemampuan tenaga kerja yang
ada di dalamnya, sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan
Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan
lengkap fasiliasnya maka struktur organisasinya juga semakin komplek. Berdasarkan struktur
organisasi dapat ditentukan perkiraan jumlah karyawan yang dibutuhkan secara keseluruhan.
Struktur organisasi pada hotel biasanya disusun berdasarkan fungsionalnya seperti:
marketing, accounting, personel, dan produksi. Struktur organisasi merupakan bagan
organisasi dan rantai perintah. Dari struktur organisasi karyawan dan organisasi di daamnya
mendapatkan informasi :
1 Kedudukan dirinya dalam organisasi, dalam batas dan jalur wewenang serta tanggung
jawabnya sehingga mengurangi kebingungan karyawan untuk mendiskusikan komplin
sesuai rantai komando.
2 Mengetahui jenjang karier yang jelas melalui hirarki yang ada dalam jabatan-jabatan di
struktur organisasi.
3 Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur intruksi.
4 Menunjukan jalur koordinasi dan kerjasama antar bagian melalui departemen dan seksi-
seksi yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta tugas masing-masing departemen dan
seksi-seksi yang ada sehingga meningkatkan efisiensi.

Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (Job Analysis) yang terdiri
dari uraian tugas (job description), standar manual pekerjaan (standart operational
procedure/SOP), spesifikasi jabatan (job specification).

Job description menggambarkan kewajiban dari masing-masing posis. Prosedur manual


SOP (standart operational procedure) memberikan gambaran bagaimab pekerjaan atau
kewajiban akan dilaksanakan. Struktur jabatan yang ada di hotel, seperti, Manajer (General
Manajer, Resident Manajer), Head/ Manajer Departement (room, food and beverage,
accounting, maintenance dan engineering), Chef (Kitchen, pastry), (Assistant Manajer),
Supervisor, dan Staf.

2.2.1 DEPARTEMEN DALAM HOTEL

Room department :

a. Front office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel
b. Room division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar
c. Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar
d. Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu atau agen
e. Roommaid/roomboy, berfungsi memberikan pelayanan mengantar dan membantu
tamu membawa barang
f. Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon

Food and Beverage Departement :

a. Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pada F dan B produksi.
b. Steward, berfungsi membantu cook dan membersihkan peralatan di dapur.
c. Waiter/waitress, berfungsi memberikan pelayanan pada tamu dan bertugas pada F
dan B service.

Accounting Departement :

a. General cashier, berfungsi mengadministasikan penerimaan dan pengeluaran kas


dan bertugas pada back office.
b. Income auditor, berfungsimelaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab atas
pengendaliannya.
c. Credit, berfungsi melakukan analisa kredit dan kebutuhan modal kerja hotel.
d. Staff (account receivable, account payable), berfungsi membantu
pengadministrasian piutang dan hutang.
e. Bookkeeper, berfungsi membuat penyesuaian dan memposting data akuntansi serta
menyusun laporan keuangan.
f. Marketing/sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel.
g. Personnel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel.

Minor Departement :

a. Operator, berfungsi memberikan pelayanan telepon.


b. Laundry, berfungsi memberikan pelayanan laudry.
c. Sport, berfungsi memberikan pelayanan fasilitas olah raga.
d. Sauna dan lain-lain

Fungsi Lain :

a. Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel.


b. Security, berfungsi menjaga keamanan hotel.
c. Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area di luar kamar.
Gambar Struktur Organisasi Hotel

2.3 LAPORAN KEUANGAN HOTEL

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Hotel adalah suatu badan usaha yang bergerak dibidang jasa dan di dalamnya
terdapat beberapa unsur pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu suatu
jenis akomodasi, menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada,
menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan,dan lain sebagainya. Karakteristik
dari industry hotel :

1. Usaha musiman
2. Mempunyai rantai distribusi
3. Merupakan industri yang menggunakan tenaga kerja secara intensif
4. nvestasi pada industri hiotel sebagian besar daiam aktiva tetap

Sistem klasifikasi hotel di dunia berlainan antara negara yang satu dengan
negara yang lainDi Indonesia pada tahun 1977, dengan keputusan Menparpostel No.
PM.10/PW.301/Pdb-77 tentang usaha dan kiasifikasi hotel, ditetapkan bahwa
penilaian kiasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada, jumlah kamar, fasilitas,
peralatan yang tersedia, mutu pelayanan. Peraturan tersebut kemudian diperbaiki dengan
peraturan baru yaitu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan
Telekomunikasi No. KM37/PW.340/MPPT-86 tentang Peraturan Usaha dan
Penggolongan Hotel

Prinsip-prinsip pengelolaan manajemen hotel didasarkan pada falsafah dan gaya


manajemen yang dimiliki oleh pemilik dan manajemen hotel. Falsafah dan gaya
manajemen yang bersifat konservatif atau agresif akan dijadikan sebagai suatu dasar
untuk menetapkan visi dan misi perusahaan. Struktur organisasi dirancang sesuai
dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan lengkap fasiliasnya maka struktur
organisasinya juga semakin komplek.Struktur organisasi pada hotel biasanya disusun
berdasarkan fungsionalnya seperti: marketing, accounting, personel, dan produksi.

DAFTAR PUSTAKA
Widanaputra, AA GP., Suprasto, Herkulanus Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari, MM
Ratna. 2009. Akuntansi Perhotelan Pendekatan Sistem Informasi. Yogyakarta:
Graha Ilmu.

Anggraeni, Citra Violitasari., AR, Moch. Dzulkirom., Rahayu, Sri Mangesti. 2014.
Analisis Sistem Dan Prosedur Akuntansi Jasa Penjualan Kamar Dan Jasa
Restoran Hotel Dalam Upaya Peningkatan Pengendalian Intern (Studi Pada UB
Hotel Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis. Vol,12, No,1. Juli 2014.

http://sofyanhotel.co.id/?page_id=2220