Anda di halaman 1dari 6

Aktiva Produktif

1. Pengertian Aktiva Profuktif

Menurut Dahian Siamat (2004:134) Aktiva produktif atau earning assets adalah :

Semua penanaman dana dalam rupiah dan valuta asing yang dimaksudkan untuk
memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.

Menurut Dendawijaya (2003:66) aktiva produktif atau earning assets adalah semua
aktiva dalam rupiah dan valuta asing yang dimiliki bank dengan maksud untuk memperoleh
penghasilan sesuai dengan fungsinya.

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 3111 47/KEP/DIR Tanggal 1?
November 1998 adalah:

Aktiva produktif adalah penanaman dana bank, baik dalam rupiah maupun valuta
asing dalam bentuk kredit, surat berharga, penempatan dana antar bank, penyertaan, termasuk
komitmen dan kontijensi pada transaksi rekening administratif :

Adapun komponen - komponen aktiva produktif meliputi:

a. Kredit yang diberikan

Kredit berasal dan bahasa yunani yaitu Credere yang berarti kepercayaan atau dalam
bahasa latin yaitu Creditum yang -berarti kepercayaan akan kebenaran.

Menurut Muljono (2001:9) Kredit adalah :

Kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman


dengan suatu janji pembayarannya akan di lakukan ditangguhkan pada suatu jangka waktu
yang disepakati.

Menurut Undang - undang Perbankan Nomor 10 tahun 1998 adalah:

Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersembahkan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam - meminjam antar bank dengan pihak lain
yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu
dengan pemberian bunga.
b. Surat - surat berharga.

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No/31/147/KEP/DIR Tanggal 12


November 1998 adalah :

Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, obligasi, sekuritas kredit, atau
setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dan penerbit, dalam bentuk
yang lazim diperdagangkan dalam pasar komersial (Commercial Papers), Sertifikat
Reksadana, dan medium term note

c. Penempatan Dana pada Bank lain.

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No/31/147/KEP/DIR Tanggal 12


November 1998 adalah :

Penempatan dana pada bank lain adalah penanaman dana bank pada bank lainnya berupa
giro, call money, deposito berjangka, sertifikat deposito, kredit yang diberikan dan
penempatan lainnya.

d. Penyertaan

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No/3 1 147/KEP/DIR Tanggal 12


November 1998 adalah :

Penyertaan modal adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham pada perusahaan
yang bergerak dibidang keuangan yang tidak melalui pasar.

Menurut Lapoliwa dan Daniel S. Kuswandi (2000:172) adalah:

Penyertaan adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk
tujuan investasi jangka panjang, baik dalam rangka pendirian, ikut serta dalam lembaga
keuangan lain, penyelamatan kredit atau lainnya.

2. Kualitas Aktiva Produktif

Menurut Siamat Dahlan (2004:135) adalah:

Kualitas aktiva produktif suatu bank dinilai berdasarkan kolektibilitasnya. Kolektibilitas


adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok clan bunga kredit oleh nasabah serta
tingkat kemungkinan diterimanya kembali yang ditanamkan dalam surat-surat berharga.
Kualitas aktiva produktif bank dinilai berdasarkan pada :

a. Ketepatan pembayaran kembali pokok dan bunga serta kemampuan peminjam yang
ditinjau dan keadaan usaha yang bersangkutan untuk kredit yang diberikan.

b. Tingkat kemungkinan diterimanya kembali dana yang ditanamkan untuk surat berharga.

Penanaman dana oleh bank dalam aktiva produktif harus dinilai dengan seksama,
sehingga dalam penentuan kolektibilitasnya disamping menggunakan unsur - unsur
kuantitatif juga dilakukan penilaian atau judgment. Untuk memungkinkan bank melakukan
penilaian (judgement) atas kolektibilitas aktiva produktif nya dan guna memperoleh
keseragaman dalam pelaporan maka kolektibilitas aktiva produktif digolongkan sebagai
lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet.

Adapun penggolongan kolektibilitas aktiva produktif menurut Surat Edaran Bank


Indonesia No. 31/147/KEP/DIR Tanggal 12 November 1998 Tentang Kualitas Aktiva
Produktif adalah sebagai berikut :

a. Penggolongan Kolektibilitas Kredit yang diberikan

Menurut ketentuan Bank Indonesia penggolongan, kualitas kredit ditetapkan sebagai


berikut:

1) Lancar (pass), apabila memenuhi kriteria :

a) Pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga tepat waktu ; dan


b) Memiliki mutasi rekening yang aktif; atau
c) Bagian dan kredit yang dijamin dengan agunan tunai (cash callateral).

2) Dalam perhatian khusus (special mention), apabila memenuhi kriteria:

a) Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang belum melampaui 90


hari ; atau
b) Kadang - kadang terjadi cerukan; atau
c) Mutasi rekening relatif aktif atau
d) Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan atau
e) Didukung oleh peminjam baru.
3) Kurang lancar (suhstandcrrcl), apabila memenuhi kriteria:

a) Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang telah, melampaui 90


hari; atau
b) Sering terjadi cerukan; atau
c) Frekuensi mutasi rekening relatif rendah; atau
d) Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dan 90 hari; atau
e) Terdapat indikasi masalah keuangan yang dihadapi debitur; atau
f) Dokumentasi pinjaman yang lemah.

4) Diragukan (doubtful), apabila memenuhi kriteria:

a) Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau yang telah melampaui 180 hari; atau
b) Terjadi cerukan yang bersifat permanen; atau
c) Terjadi wanprestasi lebih dan 180 han; atau
d) Terjadi kapitalisasi bunga; atau
e) Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian kredit maupun peningkatan
jaminan

5) Macet (loss), apabila memenuhi kriteria:

a) Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga yang telah melampaui 270 hari;
atau
b) Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru ; atau
c) Dari segi hukum maupun kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai
wajar.
a) b. Penggolongan Kolektibilitas Surat berharga.

Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 3111 47/KEP/DIR tanggal 12
November 1998 tentang kualitas aktiva produktif untuk kualitas surat Berharga ditetapkan
sebagai berikut :

1) Lancar (pass) adalah:


a) Sertifikat Bank Indonesia (SB!) dan Surat Utang Pemerintah.
b) Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan atau prunres yang diterbitkan oleh bank dan
belum jatuh tempo.
c) Surat Berharga Komersial (Commercial Papers/CP,) yang belum jatuh! tempo
dengan peringkat id Al, Id A2, Id A3, Id A4 sebagaimana ditetapkan oleh PT
Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo), atau yang setingkat dengan itu dan
lembaga pemeringkat yang memiliki, reputasi baik dan dikenal Was oleh
masyarakat.
d) Obligasi yang dicatat dan diperdagangkan di pasar modal, belum jatuh tempo, dan
kupon selalu dibayar dalam jumlah dan waktu yang tepat.
e) Sertifikat Reksadana yang memiliki prospek pengembalian, serta / mengikuti
ketentuan untuk surat berharga komersial atau obligasi sebagaimana dimaksud,
dalam angka 3 dan angka 4 dan portofolionya tidak mengandung saham.
f) Surat berharga lainnya seperti Medium Term Note yang mempunyai prospek
pengembalian serta mengikuti ketentuan untuk surat berharga komersial atau
obligasi sebagaimana dimaksud dalam angka 3 dan angka 4,
2) Macet (loss), apabila tidak memenuhi kriteria lancar (pass) sebagaimana dimaksud dalam
huruf a.
a) Penggolongan Kolektibilitas Penempatan Dana pada Bank lain.
b) Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/147/KEP/U1R tanggal 12
November 1998 tentang kualitas aktiva produktif untuk kualitas penempatan dana
bank hanya didasarkan pada ketepatan pembayaran pokok dan bunga.
c) Penggolongan Kolektibilitas Penyertaan.
d) Menurut Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 31/147/KEP/DJR tanggal 12
November 1998 tentang kualitas aktiva produktif untuk kualitas Penyertaan
ditetapkan sebagai berikut :
i. Lancar (pass) adalah :
Perusahaan tempat Penyertaan bank memperoleh laba dan tidak mengalami
kerugian kumulatif berdasarkan laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah
diaudit.
ii. Kurang Lancar (substandard) adalah:

Perusahaan tempat Penyertaan bank mengalami kerugian sampai dengan 25%


(dua puluh lima perseratus) dan modal perusahaan berdasarkan laporan keuangan
tahun buku terakhir yang telah diaudit.

iii. Diragukan (doubtful) adalah:

Perusahaan tempat Penyertaan bank mengalami kerugian lebih dan 25% (dua
puluh lima perseratus) sampai dengan 50% (lima puluh perseratus) dan modal
perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun buku, terakhir yang telah diaudit.

iv. Macet (loss) adalah:

Perusahaan tempat Penyertaan bank mengalami kerugian lebih dan 50% (lima
puluh perseratus) dan modal perusahaan berdasarkan laporan keuangan tahun buku
terakhir yang telah diaudit.