Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

FUNGSI PELAKSANAAN (ACTUATING)


DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Manajemen Sumber Daya Manusia yang di bina
Oleh : Prof. Dr. Ach. Fatchan, M.Pd, M.P

Disusun Oleh : Kelompok 3

Al Istiqomah 130722607356
I Ketut Andika 130722607274

JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
Maret 2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan
pertolonganNya sehingga Kami dapat menyelesaikan Makalah ini. Melalui makalah
ini, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing.
Makalah ini membahas tentang Fungsi Actuating/Penggerakan/Pelaksanaan
dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Telah kita ketahui bahwa
pembelajaran kita dalam pengantar manajemen ini menyangkut pembelajaran tentang
perusahaan dan hal terpenting dalam tercapainya usaha yang maju tergantung dari
kemampuan sumber daya manusia. Oleh karena itu timbul dalam pemikiran kami untuk
mengambil tema dalam pembuatan makalah ini Fungsi Actuating/
Penggerakan/Pelaksanaan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia agar kita lebih
memahami dan mengerti apa dan bagaimana arti penting sumber daya manusia dalam
manajemen perusahaan.
Makalah ini akan menjelaskan seluas-luasnya mengenai Fungsi Actuating/
Penggerakan/Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia yang kami rangkum dari
berbagi sumber baik melalui buku penunjang maupun dari sumber-sumber lainnya.
Untuk itu semoga makalah yang Kami buat ini dapat menjadi dasar dan acuan agar kita
menjadi lebih kreatif lagi dalam membuat suatu laporan atau makalah.

Malang,01 Maret 2016

Penulis

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 2


DAFTAR ISI

Kata Pengatar 2
Dafrtar Isi . 3
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang ... 4
1.2. Rumusan Masalah . 5
1.3. Tujuan 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dari Pelaksanaan (actuating). 6
2.2 Fungsi dan Tujuan Pelaksanaan (actuating).. 7
2.3 Prinsip Pelaksanaan (actuating).. 8
2.4 Cara Pelaksanaan (actuating)..... 10
2.5 Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan (actuating)... 12
2.6 Eelemen Pelaksanaan (actuating).. 15
2.7 Tahapan Pelaksanaan (actuating).. 16
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..... 17
3.2 Saran .. 17
Dafttar Rujukan ... 18

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 3


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sumber daya manusia merupakan sektor sentral dan penting dalam rangka
pencapaian tujuan di suatu perusahaan, karena dengan adanya kemampuan skill para
pekerja dan kualitas sumber daya manusia dapat menggerakan perusahaan dengan baik
dan benar.
Pengelolaan sumber daya manusia penting, dikarenakan sumber daya manusia
yang merupakan aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya dan
dikelola dengan baik guna mencapai efektivitas dan efisiensi organisasi. Maka dari itu,
perlunya manajemen manusia agar sumber daya manusia yang ada bisa dikelola dengan
baik.
Seiring dengan meningkatkan intensitas persaingan, perusahaan membutuhkan
sumber daya yang bisa membedakan dirinya dengan perusahaan lain. Salah satu faktor
yang menentukan kesuksesan perusahaan terletak pada Sumber Daya Manusia
perusahaan. Menurut Connoly, Mardis & Down (1997) dalam Harjanti, 2004 sumber
daya manusia memiliki kemampuan untuk menjadi faktor pembeda (distinction)
perusahaan dalam persaingan melalui kemampuan mereka dalam menerapkan
pengetahuan dalam pekerjaan mereka. Dasar yang nyata dari keberhasilan suatu
perusahaan tidak lagi ditentukan oleh proses produksi yang besar atau jenis produk
yang beraneka ragam, melainkan pada kualitas orang-orang yang berada di belakang
layar perusahaan tersebut.
Fungsi actuating merupakan fungsi yang terpenting dalam manajemen SDM,
karena pada fungsi ini sebuah organisasi melaksanakan secara fisik kegiatan dari
aktivitasnya, maka pimpinan mengambil tindakan-tindakannya kearah itu,agar
organisasi bisa berjalan dengan baik sesuai dengan visi dan misi dari organisasi. Oleh
karena itu, dalam menghadapi situasi-situasi yang ada di perusahaan, perusahaan
membutuhkan beberapa fungsi, salah satunya adalah fungsi Aktuating. Sehingga
diharapkan dengan berjalannya fungsi actuating ini, kelancaran dalam operasional
manajemen dapat berlangsung dengan baik.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 4


1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber
daya manusia?
2. Apa fungsi dan tujuan pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber daya
manusia?
3. Bagaimana prinsip pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber daya
manusia?
4. Bagaimana cara pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber daya manusia?
5. Apa sajakah faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan (actuating) dalam
manajemen sumber daya manusia?
6. Apasajakah elemen dari pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber daya
manusia?
7. Bagaimanakah tahapan dari pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber
daya manusia?

1.3. Tujuan
Berikut adalah tujuan dari pembuatan makalah ini:
1. Untuk mengetahui maksud dari pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber
daya manusia
2. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan pelaksanaan (actuating) dalam manajemen
sumber daya manusia
3. Untuk mengetahui prinsip pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber daya
manusia
4. Untuk mengetahui cara pelaksanaan (actuating) dalam manajemen SDM
5. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan (actuating)
dalam manajemen sumber daya manusia
6. Untuk mengetahui elemen dari pelaksanaan (actuating) dalam manajemen SDM
7. Untuk mengetahui tahapan dari pelaksanaan (actuating) dalam manajemen sumber
daya manusia

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 5


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian dari pelaksanaan (actuating)


Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota
kelompok berusaha untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan perencanaan
manejerial dan usaha-usaha organisasi. Actuating adalah Pelaksanaan untuk bekerja.
Untuk melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tesebut, maka pimpinan
mengambil tindakan-tindakannya kearah itu. Seperti : Leadership(pimpinan), perintah,
komunikasi dan conseling (nasehat). Actuating disebut juga gerakan aksi mencakup
kegiatan yang dilakukan seorang pimpinan untuk mengawali dan melanjutkan kegiatan
yang ditetapkan oleh unsur-unsur perencanaan dan pengorganisasian agar tujuan-
tujuan dapat tercapai. Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan
(actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. (Rahman,2011).
Menurut George R. Terry (1986),dalam Dimas 2010, mengemukakan bahwa
actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian
rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan
dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut, oleh karena para anggota itu juga
ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.
Pandangan lain tentang pelaksanaan (Actuating) adalah fungsi yang teramat
penting dalam manajemen. Seringkali diketahui perencanaan dan pengorganisasiannya
bagus, namun dikarenakan kurangnya kemampuan pelaksanaan, hasil kegiatan suatu
pekerjaan belum seperti diharapkan (Wijono, 1997). Istilah lain juga yang berhubungan
dengan pengarahan atau pelaksanaan adalah Actuating atau disebut juga gerakan aksi
mencakup kegiatan yang dilakukan seorang manajer dalam mengawali dan
melanjutkan kegiatan yang ditetapkan oleh unsur perencanaan dan pengorganisasian,
agar tujuan-tujuan dapat tercapai. Actuating mencakup penetapan dan pemuasan
kebutuhan manusiawi dari pegawai-pegawainya, memberi penghargaan, memimpin,
mengembangkan dan memberi kompensasi kepada mereka (Terry, 2006 dalam
Herman 2009)

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 6


Jadi, dapat disimpulkan bahwa actuating/pelaksanaan artinya menggerakkan
orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau dengan kesadaran secara
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif sesuai dengan
perencanaan yang ada.

2.2 Fungsi dan Tujuan pelaksanaan (actuating)


Fungsi pelaksanaan menurut Nawawi,2000 dalam Anggowo,2013 adalah sebagai
berikut:
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung
dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik
kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya
manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang
ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Setiap
SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, peran, keahlian, dan kompetensi
masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang
telah ditetapkan.
Fungsi dari Pelaksanaan (actuating) adalah sebagai berikut: (James Stoner, 1993)
1) Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian
motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam
pencapaian tujuan
2) Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3) Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
4) Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam
organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Fungsi aktuasi haruslah dimulai pada diri manajer selaku pimpinan organisasi.
Manajer yang ingin berhasil menggerakkan karyawannya agar bekerja lebih produktif,
harus memahami dan menerapkan ilmu psikologi, ilmu komunikasi, kepemimpinan
dan sosiologi.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 7


Seorang manajer harus mampu bersikap yaitu objektif dalam menghadapi
berbagai persoalan organisasi melalui pengamatan, objektif dalam menghadapi
perbedaan dan persamaan karakter stafnya baik sebagai individu maupun kelompok
manusia. Manajer mempunyai tekad untuk mencapai kemajuan, peka terhadap
lingkungan dan adanya kemampuan bekerja sama dengan orang lain secara
harmonis.(Herujito, 2003)
Dengan kata lain, manajer harus peka dengan kodrat manusia yaitu mempunyai
kekuatan dan kelemahan, tidak mungkin akan mampu bekerja sendiri dan pasti akan
memerlukan bantuan orang lain, manusia mempunyai kebutuhan yang bersifat pribadi
dan sosial, dan pada diri manusia kadang-kadang muncul juga sifat-sifat emosional.
(Herujito, 2003)
Tujuan fungsi aktuasi, adalah:
1) Menciptakan kerja sama yang lebih efisien
2) Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan staf
3) Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
4) Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi dan
prestasi kerja staf
5) Membuat organisasi berkembang secara dinamis
Jadi, yang berperan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah pimpinan,karena
dalam hal ini pimpinan yang selalu mengusahakan suasana kerja yang meningkat,
dengan diberikan motivasi dan prestasi supaya bawahannya lebih semangat dalam
bekerja.

2.3 Prinsip pelaksanaan (actuating)


Pelaksanaan merupakan aspek hubungan antar manusiawi dalam kepemimpinan
yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga
kerja efektif serta efesien untuk mencapai tujuan.
Fungsi pengarahan/pelaksanaan ini bersifat sangat kompleks karena disamping
menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia
itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 8


pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu, pengarahan yang
dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a. Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin
efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap
usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam
melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-
faktor lain seperti :perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup,
pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta
kemampuan bawahan.
b. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak
mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka mengkehendaki demikian dengan
harapan tidak terjadi penyimpangan yang terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat
dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik
akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang
wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik,
dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai
tujuan organisasi.
c. Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan
tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur
didalam melaporkan segala kegiatannya. Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan
saja, maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi, serta semakin
besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal.

Menurut Kurniawan (2009) prinsip-prinsip dalam penggerakan/actuating antara lain:


a. Memperlakukan pegawai dengan sebaik-baiknya
b. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan manusia

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 9


c. Menanamkan pada manusia keinginan untuk melebihi
d. Menghargai hasil yang baik dan sempurna
e. Mengusahakan adanya keadilan tanpa pilih kasih
f. Memberikan kesempatan yang tepat dan bantuan yang cukup
g. Memberikan dorongan untuk mengembangkan potensi dirinya

2.4 Cara pelaksanaan (actuating)


Cara pelaksanaan ini digunakan karena pada umumnya pimpinan menginginkan
pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia bekerja dengan
sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip di muka.
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa:
1. Orientasi
Merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu supaya
kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Biasanya, orientasi ini diberikan kepada
pegawai baru dengan tujuan untuk mengadakan pengenalan dan memberikan solusi
atas berbagai masalah yang dihadapinya. Pegawai lama yang pernah menjalani masa
orientasi tidak selalu ingat atau paham tentang masalah-masalah yang pernah
dihadapinya. Suatu ketika mereka bisa lupa, lalai, atau sebab-sebab lain yang membuat
mereka kurang mengerti lagi. Dengan demikian orientasi ini perlu diberikan kepada
pegawai-pegawai lama agar mereka tetap memahami akan perananya. Informasi yang
diberikan dalam orientasi dapat berupa diantara lain, :
1. Tugas itu sendiri
2. Tugas lain yang ada hubungannya
3. Ruang lingkup tugas
4. Tujuan dari tugas
5. Delegasi wewenang
6. Cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja
7. Hubungan antara masing-masing tenaga kerja, Dst.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 10


2. Perintah
Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang-orang yang berada
dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan
tertentu. Jadi, perintah itu berasal dari atasan, dan ditujukan kepada para bawahan atau
dapat dikatakan bahwa arus perintah ini mengalir dari atas ke bawah. Perintah tidak
dapat diberikan kepada orang lain yang memiliki kedudukan sejajar atau orang lain
yang berada di bagian lain. (Halomoan.2009). Adapun perintah yang dapat berupa :
a. Perintah umum dan khusus
Penggunaan perintah ini sangat bergantung pada preferensi manajer, kemampuan
untuk meramalkan keadaan serta tanggapan yang diberikan oleh bawahan.
Perintah umum memiliki sifat yang luas, serta perintah khusus bersifat lebih
mendetail.
b. Perintah lisan dan tertulis
Kemampuan bawahan untuk menerima perintah sangat mempengaruhi apakan
perintah harus diberikan secara tertulis atau lisan saja. Perintah tertulis
memberikan kemungkinan waktu yang lebih lama untuk memahaminya, sehingga
dapat menghindari adanya salah tafsir. Sebaliknya, perintah lisan akan lebih cepat
diberikan walaupun mengandung resiko lebih besar. Biasanya perintah lisan ini
hanya diberikan untuk tugas-tugas yang relatif mudah.
c. Perintah formal dan informal
Perintah formal merupakan perintah yang diberikan kepada bawahan sesuai
dengan tugas/aktivitas yang telah ditetapkan dalam organisasi. Sedangkan perintah
informal lebih banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan
ajakan.
3. Delegasi wewenang
Pendelegasian wewenang bersifat lebih umum jika dibandingkan dengan
pemberian perintah. Dalam pendelegasian wewenang ini, pemimpin melimpahkan
sebagian dari wewenang yang dimilikinya kepada bawahan.
Kesulitan-kesulitan akan muncul bilamana tugas-tugas akan diberikan kepada
bawahan itu tidak jelas, misalnya kesulitan-kesulitan dalam menafsirkan wewenang.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 11


Ini dapat menimbulkan keengganan bawahan untuk mengambil suatu tindakan.
Sebagai contoh, seorang Kepala Bagian Pembelian mengadakan perjanjian pembelian
dengan pihak penyedia (supplier) dengan wewenang yang kurang jelas itu, ia akan
menanyakan kepada pimpinan, yang jawabannya belum tentu memuaskan. Hal ini
dapat diatasi dengan membuat suatu bagan wewenang untuk menyetujui perjanjian.
Setelah perencanaan dan pengorganisasian selesai dilakukan, maka langkah
selanjutnya yang perlu ditempuh dalam manajemen adalah mewujudkan rencana
tersebut dengan mempergunakan organisasi yang terbentuk. Langkah tersebut adalah
actuating yang secara harfiah diartikan sebagai memberi bimbingan namun istilah
tersebut lebih condong diartikan penggerak atau pelaksanaan. Secara praktis fungsi
actuating ini merupakan usaha untuk menciptakan iklim kerjasama diantara staf
pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

2.5 Faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan (actuating)


Faktor-faktor yang diperlukan dalam penggerakan diantaranya :
1) Faktor Pendukung
a. Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar
berusaha dengan ikhlas untuk mencapai tujuan bersama. Seorang manajer yang
tidak memiliki kepemimpinan tidak akan mampu untuk mempengaruhi bawahannya
untuk bekerja, sehingga manajer yang demikian akan gagal dalam usahanya. Sifat-
sifat kepemimpinan menurut Harold koontz, diantaranya sebagai berikut :
1) Memiliki kecerdasan orang-orang yang dipimpin
2) Mempunyai perhatian terhadap kepentingan yang menyeluruh
3) Memiliki kelancaran dalam berbicara
4) Matang dalam berpikir dan emosi
5) Memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk memimpin
6) Memahami/menghayati kepentingan kerja sama.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 12


b. Sikap dan Moril (Attitude and Morale)
Sikap ialah suatu cara memandang hidup, suatu cara berpikir, berperasaan dan
bertindak. Oleh karena itu sikap manajer akan berbeda-beda sesuai dengan pola
hidupnya. Beberpa sikap manajer diantaranya yaitu :
1. Sikap feudal (feudal attitude)
Manajer yang mempunyai sikap cara berpikir, berperasaan dan
bertindak sesuai dengan pola-pola kehidupan feodalisme, yaitu suka terikat oleh
aturan-aturan tertentu yang telah teradat dan selalu ingin penghormatan yang
serba lebih. Dengan demikian dalam masyarakat feudal dimana sikap anggota
masyarakat sesuai dengan pola hidup feodalisme akan sukar lahir
kepemimpinan demokratis dari para manajer, mengingat manajer tersebut
hidup dari masyarakat feudal.
2. Sikap Kediktatoran (Dictatorial attitude)
Manajer yang bersikap kediktatoran akan berpikir berperasaan dan
bertindak sebagai dictator yang mempunyai kekuasaan mutlak, sehingga
bawahan, pekerja akan menjadi sasaran daripada kekuasaannya.
c. Tata hubungan (Communication)
Komunikasi membantu perencanaan managerial dilaksanakan dengan efektif,
pengorganisasian managerial dilakukan dengan effektif, penggerakan managerial
diikuti dengan efektif dan pengawasan diterapkan dengan efektif. Dalam melakukan
komunikasi dalam manajemen ada beberapa macam diantaranya :
1) Komunikasi intern
yaitu komunikasi yang dilakukan dalam organisasi itu sendiri baik antara atasan
dengan atasan atau bawahan dengan bawahan atau antara atasan dengan
bawahan atau sebaliknya.
2) Komunikasi Ekstern
yaitu komunikasi yang dilakukan keluar organisasi.
3) Komunikasi Horizontal
yaitu komunikasi yang dilakukan baik intern maupun ekstern antar jabatan yang
sama.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 13


4) Komunikasi Vertikal
yaitu komunikasi yang dilakukan dalam intern organisasi antara atasan dan
bawahan atau sebaliknya dalam suasana formil.
d. Perangsang (Incentive)
Insentif ialah sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan seseorang
bertindak.
e. Supervisi (Supervision)
Supervisi dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan pengawasan, sehingga
suka timbul kekacauan pengertian dengan kata pengawasan sebagai terjemah dari
kata control. Menurut Terry Supervsi ialah kegiatan pengurusan dalam tingkatan
organisasi dimana anggota manajemen dan bukan anggota manajemen saling
berhubungan secara langsung. Dengan demkian tugas supervisor cukup berat karena
ia harus dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya, serta
memberi petunjuk untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan dan memberi nasehat-
nasehat kepada pegawai yang mengalami kesulitan.
f. Disiplin (Discipline)
Disiplin ialah latihan pikiran, perasaan, kehendak dan watak untuk melahirkan
ketaatan dan tingkah laku yang teratur. Jenis disiplin ada dua :
a. Self Imposed discipline (disiplin yang timbul dengan sendirinya).
b. Command Discipline (Disiplin berdasarkan perintah).
Hal hal yang perlu diperhatikan manajer dalam fungsi penggerakan
1. Manajer harus bekerja lebih produktif
2. Manajer perlu memahami ilmu psikologi, komunikasi, kepemimpinan dan
sosiologi
3. Manajer harus mempunyai tekat untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap
lingkungan
4. Manajer harus bersikap obyektif
2) Faktor Penghambat
Kegagalan manajer dalam menumbuhkan motivasi stafnya, hal ini terjadi karena
manajer kurang memahami hakekat perilaku dan hubungan antar manusia. Seperti

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 14


konsep perilaku manusia yang dikemukakan oleh Maslow, dinegara berkembang yang
menjadi prioritas adalah kebutuhan fisik, rasa aman, dan diterima oleh lingkungan
sedangkan dinegara maju kebutuhan yang menonjol adalah aktualisasi diri dan self
esteem. Perbedaan tersebut juga akan mempengaruhi etos kerja dan produktifitas kerja.

2.6 Elemen dari pelaksanaan (actuating)


Berikut ini adalah beberapa elemen penggerakan atau actuating dalam manajemen :
a. Coordinating adalah fungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer agar
terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan
kepentingan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai . (George. R. Terry, 1986
dalam Simanjutak 2010)
b. Motivating merupakan salah satu elemen penting dalam manajemen perusahaan,
dengan memberikan fasilitas yang bagus dan gaji yang cukup maka kinerja para
karyawan dalam perusahaan pun akan optimal. (George. R. Terry, 1986 dalam
Simanjutak 2010)
c. Communication, komunikasi antara para pimpinan dan karyawan sangat diperlukan
untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan menjalin komunikasi yang baik maka
akan menimbulkan suasana kerja yang kondusif di perusahaan dan akan
menumbuhkan teamwork atau kerjasama yang baik dalam berbagai kegiatan
perusahaan. (George. R. Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010)
d. Commanding, dalam memberi perintah pun seorang atasan tidak bisa seenaknya,
tetapi harus memperhitungkan langkah langkah dan resiko dari setiap langkah
yang para atasan itu ambil karena setiap keputusan dan langkah akan memberi
pengaruh bagi perusahaan. Dengan pengarahan yang baik dari para atasan dengan
visi dan misi yang jelas dari suatu manajer perusahaan dapat menimbulkan efek
yang positif untuk perusahaan itu sendiri, antara lain teamwork yang baik dan dapat
memunculkan decision maker yang bagus. (Prajudi Atmosudirdjo, 1982 dalam
Simanjutak 2010) Karena decision maker dan teamwork dalam suatu perusahaan
adalah kunci kesuksesan suatu perusahaan untuk mencapai goal atau tujuan
perusahaan seefektif dan seefisien mungkin. Bilamana diambil secara singkat dan

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 15


ringkas, maka fungsi actuating dapat tercakup dalam lima sub fungsi manajemen,
yakni : communicating, leading, directing, motivating, dan facilitating(George. R.
Terry, 1986 dalam Simanjutak 2010)

2.7 Tahapan actuating


Tindakan actuating dibagi dalam tiga tahap, yaitu:
a. Memberikan semangat, motivasi, inspirasi atau dorongan sehingga timbul kesadaran
dan kemauan para petugas untuk bekerja dengan penuh semangat sesuai dengan
harapan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Nuraida, 2008
dalam Dalimunte,2006). Tindakan ini juga disebut motivating (Muninjaya, 2004
dalam Dalimunte,2006). Motivasi merupakan proses dengan apa seseorang menejer
merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya mencapai sasaran
organisatoris sebagai alat untuk memuaskan keinginan pribadi mereka sendiri.
Contohnya adalah menaikkan sistem upah untuk memotivasi para karyawan. Makin
besar hasil yang dikerjakan karyawan tersebut makin besar upah yang didapat
(Pintauli, 2003).
b. Memberikan kesempatan pengembangan diri melalui pemberian pendidikan dan
pelatihan (Nuraida, 2008). Tindakan ini juga disebut koding yang meliputi beberapa
tindakan, seperti: pengambilan keputusan, mengadakan komunikasi antara
pimpinan dan staf, memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompok dan
memperbaiki sikap, pengetahuan maupun keterampilan staf (Muninjaya, 2004).
c. Pengarahan (directing atau commanding) yang dilakukan dengan memberikan
petunjuk-petunjuk yang benar, jelas dan tegas. Segala saran-saran atau instruksi
kepada staf dalam pelaksanaan tugas harus diberikan dengan jelas agar terlaksana
dengan baik terarah kepada tujuan yang telah ditetapkan (Muninjaya, 2004).
d. Berkomunikasi secara efektif (Herujito, 2001 dalam Dalimunte,2006).

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 16


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Actuating penting dalam manajemen dan berbeda dengan ketiga fungsi lainnya
karena dalam actuating berisi tentang hal-hal yang menyangkut dengan proses dari
sebuah manajemen, juga mengatur tentang hubungan kerja antar orang.
Actuating adalah usaha menggerakkan seluruh orang yang terkait, untuk secara
bersama-sama melaksanakan program kegiatan sesuai dengan bidang masing-masing
dengan cara yang terbaik dan benar. Fungsi dan peranan actuating yakni pertama,
melakukan pengarahan (commanding), bimbingan (directing) dan komunikasi
(communication). Kedua, upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan,
dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian. Pengaplikasian actuating
dalam perusahaan adalah pengarahan dan pemotivasian seluruh personil pada setiap
kegiatan perusahaan untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya.
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung
dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik
kurang berarti bila tidak diikuti dengan penggerakan seluruh potensi sumber daya
manusia dan nonmanusia pada pelaksanaan tugas.

3.2 Saran
Sebaiknya perusahaan dapat menjalankan fungsi actuating dengan baik supaya
dapat tercapai visi dan misi dari perusahaan tersebut. Selain dengan fungsi
perencanaan, organizing dan controlling.

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 17


DAFTAR RUJUKAN

Rahman,dkk.2011. Actuating dalam Manajemen Sumber Daya Manusia. Lampung:


Universitas Negeri Lampung.
Dimas,dkk.2010. Dasar-dasar Manajemen Actuating. Bandung: Sekolah Tinggi
Pariwisata Bandung
Anggowo. 2013. Actuating dalam Pendidikan. (Online),
(http://www.rumahbelajar.web.id/actuating-penggerakan-dalam-pendidikan/),
dikases pada tanggal 1 Maret 2016)
Halomoan, Rutdtra. 2009. Penerapan Fungsi Manajemen dalam program Produksi
Acara Mimbar Jum'atan di Radio Global FM Yogyakarta. Yogyakarta:
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Harjanti, S. (2004, April). Menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan
melalui manajemen sumber daya manusia. Jurnal Ekonomi dan
Kewirausahaan, vol. 4, no 41 55.
Jumarni.2013. Makalah Fungsi Actuating. (Online),
(http://joemarnioye.blogspot.co.id/2013/02/makalah-fungsi-manajemen-
actuating.html, dikases pada tanggal 1 Maret 2016).)
Simanjuntak, A. (2010, September). Prinsip-prinsip manajemen bisnis keluarga
(family business) dikaitkan dengan kedudukan mandiri perseroan terbatas (PT).
Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, vol. 12, no 2
Pintauli, S. 2003. Dokter Sebagai Menejer di Puskesmas. (Online)
(http://repository.usu.ac.id/, dikases pada tanggal 1 Maret 2016).
Herman,2009. Hubungan Pengarahan dalam Keperawatan. Universitas Indonesia
Dalimunthe, R. F. 2006. Keterkaitan Antar Penelitian Dengan Pendidikan Dan
Pengemangan Ilmu Manajemen. available (Online),
(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1229/1/manajemen-ritha.pdf.
dikases pada tanggal 1 Maret 2016)

Makalah Fungsi Pelaksanaan (Actuating) dalam Manajemen Sumber Daya Manusia | 18