Anda di halaman 1dari 7

MATERI KULIAH

AKUNTANSI HOTEL (SAP 3)


Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan dan Penerapannya

Oleh Kelompok IV

Anggota :
I MADE ARYA PARTAYADNYA (1406305017) (01)
I GEDE DHYANA PUTRA (1406305057) (10)
GUSTI AYU RAISA ERSANIA (1406305099) (20)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2017
Ruang Lingkup Akuntansi Perhotelan dan Menerapkan Akuntansi pada
Hotel

1. Menerangkan Akuntansi

Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi akuntansi. Definisi


resmi yang mula-mula diajukan adalah definisi yang dimuat dalam Accounting
Terminologi Bulletin No.1 (1965) yang diterbitkan oleh APB yaitu suatu komite
penyusun prinsip akuntansi yang dibentuk oleh AICPA. Accounting is the art of
recording, classifying, and summarizing in a significant manner and in terms of
money, transaction and event which are, in part at least, of financial character,
and interpreting the result there off. Akuntansi adalah seni pencatatan,
penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan
dengan cara yang berdaya guna dalam bentuk satuan uang, dan
menginterpretasikannya hasil proses tersebut.
Karena semakin luasnya fungsi akuntansi dan semakin berkembangnya
praktik akuntansi definisi di atas dirasa kurang memadai. Berdasarkan hal
tersebut, komite kemudian mengajukan revisi definisi akuntansi sebagai berikut:
Akuntansi adalah seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan
dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, pengklasifikasian, dan
penyajian secara sistematis informasi yang dapat dipercaya dan berdaya guna
tentang transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam
pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan untuk dasar
penyusunan laporan keuangan yang harus disampaikan untuk memenuhi
pertanggungjawaban pengurusan keuangan dan lainnya.
Definisi akuntansi menjadi lebih luas lagi sebagaimana yang dimuat dalam
Statement of Accounting Principle Board No.4 (1970) sebagai berikut:
Accounting is a service activity. Its function is to provide quantitative
information, primary financial in nature, about economic entities that intended to
be useful in making economic decisions. Akuntansi adalah kegiatan jasa.
Kegiatannya adalah menyediakan informasi kuantitatif tentang unit-unit usaha
ekonomik, terutama yang bersifat keuangan yang diperkirakan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan-keputusan ekonomik.
2. Membuat bagan dan menerangkan siklus akuntansi pada usaha
perhotelan

Dalam setiap periode akuntansi, siklus akuntansi akan diawali dengan


pencatatan transaksi berakhir dengan post-closing trial balance. Proses akuntansi
bisa dilakukan secara manual ataupun menggunakan aplikasi komputer. Beberapa
transaksi penting dalam operasi hotel, yaitu :

1) Penjualan produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan


bagian akuntansi, transaksi harian penjualan produk dan jasa dicatat
dalam buku khusus penjualan, diakhir periode akuntansi baru dibuatkan
jurnal khusus penjualan.
2) Penerimaan kas dan pengeluaran kas (cash disbursement), merupakan
transaksi dari penagihan dan penjualan tunai harian dimana hasil
penagiahn, penjualan tunai dan pengeluarankas harian dicatat dalam buku
khusus yang disebut dengan buku kas dan bank.
3) Pembelian produk dan jasa, untuk efisiensi dan mempermudah pekerjaan
bagian akuntansi, transaksi harian pembelian produk dan jasa dicatat
buku khusus pebelian, diakhir periode akuntansi dibuatkan jurnal khusus
pembelian.
4) Payroll, karena dihotel terdiri dari beberapa departemen maka bagian
personalia membuat rekapitulasi daftar gaji, upah dan Pph 21 sesuai
dengan departemen dimana karyawan tersebut bekerja.

Dasar akuntasi untuk usaha hotel menggunakan double-entry


bookkeeping, dimana setiap entry data harus ada yang sama dan yang berlawanan
sehingga hasilnya akan sama. Siklus akuntansi secara umum pada perhotelan:

1) Journal entry, mencatat perubahan neto setiap akun yang mempengaruhi


saldo debet dan kredit.
2) General ledger, mencatat pengelompokan secara kolektif dari akun
individual.
3) Trial balance, menunjukan daftar saldo akun dalam suatu periode.
4) Financial Statement, menggambarkan posisi keuangan usaha yang
biasanya disiapkan pada akhir periode akuntansi, bisa secara bulanan atau
tahunan.
3. Membuat bagan dan menerangkan rerangka konseptual akuntansi

FASB telah menerbitkan Statement of Financial Accounting Concepts


yang berhubungan dengan pelaporan keuangan entitas bisnis, yaitu:

a. SFAC No.1, Obyectives of Financial Reporting By Business Enterprise


b. SFAC No.2, Qualitative Characteritics of Accounting Information
c. SFAC No.3, Elements of Financial Statements of Business Enterprises
d. SFAC No.5, Recognition and measurement I financial statements of
Business Enterprise
e. SFAC No.6, Elements of Financial Statements
f. SFAC No.7, Using cash flow information and present value in
accounting Measurements
g. SFAC No.8, Conceptual framework for Financial reporting
4. Menerangkan dan membedakan sistem dan prosedur akuntansi

Sistem dapat dijelaskan dari dua pendekatan, yaitu: pendekatan prosedur


dan pendekatan komponen. Dari pendekatan prosedur, sistem adalah kumpulan
dari prosedur-proseduryang dilengkapi dengan formulir dan catatan untuk
mencapai tujuan-tujuan tertentu. Bisa dikatakan sistem akuntansi terdiri dari
subsistem yang saling berkaitan. Cecil Gillespie (1971) menyatakan bahwa sistem
akuntansi terdiri dari:
1. Subsistem akuntansi Utama
2. Subsistem penjualan dan penerimaan uang
3. Subsistem penjualan dan pengeluaran uang
4. Subsistem pencatatan waktu dan penggajian
5. Subsistem produksi dan biaya produksi

Sistem informasi mempunyai enam buah komponen, yaitu:

1) Komponen Input

Input dari sistem informasi berupa data yang akan diolah oleh sistem informasi.
Data sistem informasi perlu ditangkap dan dicatat di dokumen dasar. Fungsi
dokumen dasar, yaitu:a)Untuk menunjukan jenis dari data yang
dikumpulkan;b)Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten, dan akurat.;c)Data
disebutkan satu persatu, sehingga data akuntansi akan lengkap;d)Sebagai alat
pendistribusi data antar departemen, karena tembusan atau copynya diberikan ke
departemen lain;e)Sebagai pembuktian bahwa transaksi tersebut sah, sehingga
sangat berguna audit trail;f)Dapat digunakan sebagai buck up dari file-file
komputer

2) Komponen Model
Model-model yang digunakan dalam sistem informasi dapat berupa model
logika dan model matematika.
3) Komponen Output
Output dari sistem informasi dibuat dengan menggunakan data yang ada di
data base dan diproses menggunakan model tertentu.
4) Komponen data base
Data base adalah kumpulan dari data base yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya.
5) Komponen Teknologi
Tekonologi merupakan komponen yang penting dari sistem informasi.
6) Komponen Kontrol
Komponen kontrol diperlukan untuk menjamin bahwa informasi yang
dihasilkan dari sistem informasi adalah informasi yang akurat. Pengendalian
umum dapat terdiri dari:a)Pengendalian organisasi;b)Pengendalian
dokumentas;c)Pengendalian perangkat keras;d)Pengendalian keamanan
fisik;e)Pengendalian keamanan data;f)Pengendalian komunikasi
5. Menerangkan SPI di perhotelan (unsur-unsur SPI, lingkup SPI,
merancang SPI)
Terdapat beberapa elemen yang merupakan ciri pokok dari sistem pengendalian
intern yang baik, yaitu:1)Adanya struktur organisasi yang memisahkan tanggung
jawab fungsional secara tepat dan tegas ;2)Adanya sistem wewenang dan prosedur
pencatatan yang baik untuk melakukan pengawasan akuntansi yang cukup
terhadap harta milik perusahaan, hutang, pendapatan dan biaya;3)Adanya praktik
yang sehat didalam menjalankan tugas dan funsi disetiap bagian dalam
organisasi;4)Tingkat kecakapan pegawai yang sesuai dengan funsi, tugas dan
tanggungjawabnya;5)Adanya pengecekan independen.
Struktur pengendalian intern menurut CoCo terdiri dari lima komponen
yakni:a) Lingkungan pengendalian (control environment);b) Penilaian resiko (risk
ussessement);c) Aktivitas pengendalian (control activities);d) Informasi dan
komunikasi (information and communication);e) Pemantauan (monitoring)
The Canadian Institute of Chartered Accountants Criteria of Control
Committee (CoCo) memfokuskan diri pada empat pertanyaan utama yakni: 1)
Apakah perusahaan mempunyai tujuan yang benar?, 2) Apakah perusahaan
tersebut mempunyai aktivitas pengendalian yang memadai?, 3) Apakah
perusahaan tersebut mempunyai kapabilitas, komitmen dan lingkungan yang
tepat?, 4) Apakah perusahaan tersebut melakukan monitoring, pembelajaran dan
mengadaptasi?
CoCo mempunyai empat komponen untuk menjawab keempat pertanyaan
tersebut yakni:

1) PURPOSE ;2) COMMITMENT; 3) CAPABILITY; 4) MONITORING AND


LEARNING

6. Menerangkan struktur Organisasi di Departemen Akuntansi

o General cashier o Cost control


o Cashier outlet o Personalia
o Income auditor o Electronic data processing
o Night audit o Purchasing
o Credit o Storeroom
o Account receivable o Accounting/bookeeper
o Account payble
o

o Referensi

o
o

o Widanaputra, AAGP., Suprasto, H Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari,


Maria M Ratna. 2009. Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi).
o

o http://id.scribd.com/doc/150662685/Akuntansi-Perhotelan#scribd diakses
tanggal 18-02-2017
o
o