Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1.

Februari 2015

DAMPAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP


TINGKAT PERAWATAN DIRI

Eka Purwati1, Herniyatun2, Diah Astutiningrum3


1, 2, 3 Jurusan Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong
Email: eka_queenbee91@yahoo.com

ABSTRACT
Data of national commission of women (2005) in 2005 shows that
there has been 455 cases of domestic violence, domestic violence is either
physical or non physical, done actively or in a passive way (not done),
desired by the perpetrator, and no adverse effect on the victim (physical
or psychological). The effect can be seen from the daily victims of
domestic violence. Self care is one of daily activities of the victim. There
are various reasons for the lack of self care physical fatigue and loss of
consciousness.
The study is aimed to determine the influence of domestic violence
on the level self care. This is a non experimental study using cross
sectional approach. The samples consist of 30 respondents. The data
analysis technique is Chi Square.Analysis of the data indicated a
significant count of p=1.000 physical abuse, p=1.000 psychical abuse,
p=1.000 economic abuse, p=1.000 sexual abuse. p > 0.05 means that
there is no significant effect among the physical, emotional, economic,
and sexual domestic violence with the level of self care. While the results
of p count of domestic violence with self care show p 1.000 or p > 0,05.

Keywords: Domestic Violence, Self Care.

PENDAHULUAN adalah perempuan dan pelakunya


Kekerasan adalah perbuatan biasanya suami atau responden-
yang dapat berupa fisik maupun responden yang tersubordinasi di
non fisik, dilakukan secara aktif dalam rumah tangga itu (Komnas
maupun dengan cara pasif (tidak Perempuan, 2007).
berbuat), dikehendaki oleh pelaku, Data komnas Perempuan
dan ada akibat yang merugikan (2005), menunjukkan bahwa dari
pada korban (fisik atau psikis) yang tahun 2001 terjadi 258 kasus
tidak dikendaki oleh korban. kekerasan dalam rumah tangga.
Kekerasan bisa berupa tindakan Tahun 2002 terjadi sebanyak 226
kekerasan fisik atau kekerasan kasus, pada tahun 2003 sebanyak
psikologi. Kekerasan Dalam Rumah 272 kasus, tahun 2004 terjadi 328
Tangga (KDRT) atau biasa juga kasus dan pada tahun 2005 terjadi
disebut sebagai kekerasan domestik 455 kasus kekerasan dalam rumah
(domestic violence) merupakan tangga. Kekerasan dalam rumah
suatu masalah yang sangat khas tangga menjadi kasus yang tak
karena kekerasan dalam rumah pernah habis dibahas karena
tangga terjadi pada semua lapisan meskipun berbagai instrumen
masyarakat mulai dari masyarakat hukum, mulai dari internasional
berstatus sosial rendah sampai sampai pada tingkat nasional belum
masyarakat berstatus sosial tinggi. mampu menekan angka kasus
Sebagian besar korban KDRT kekerasan dalam rumah tangga

25
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

yang terjadi. Dari data di atas dapat penyiksaan, atau perlakuan yang
kita ketahui bahwa dari tahun ke merendahkan derajat, martabat
tahun kekerasan dalam rumah kemanusiaan. Kekerasan dalam
tangga cenderung meningkat dan rumah tangga dalam segala bentuk
kekerasan yang dihadapai perilaku yang menyebabkan
perempuan juga meningkat. penderitaan fisik maupun psikologis
Sedangkan dari sumber yang sama pada seseorang sehingga orang yang
didapat bahwa jenis kekerasan yang pernah mengalami kekerasan dalam
paling sering dihadapi oleh rumah tangga akan mengalami luka
perempuan adalah kekerasan psikis fisik karena kekerasan fisik dan
(45,83 %). penurunan motivasi diri yang sebab
Menurut Departemen kekrasan psikologis. Motivasi diri
Kehakiman Amerika Serikat, antara yang rendah akan memberi dampak
tahun 1998 dan 2002 : dari 3,5 juta kurangnya merawat diri.
kejahatan kekerasan yang Perawatan diri adalah salah
dilakukan terhadap anggota satu kemampuan dasar manusia
keluarga, tercatat 49 % di antaranya dalam memenuhi kebutuhannya
merupakan kejahatan terhadap guna mempertahankan
pasangan, 84 % dari pasangan kehidupannya, kesehatan dan
korban pelecehan adalah kesejahteraan sesuai dengan
perempuan. Data Komnas kondisi kesehatannya, klien
Perempuan menunjukkan bahwa dinyatakan terganggu perawatan
pada awal tahun 2004 dirinya jika tidak dapat melakukan
menunjukkan peningkatan serius perawatan diri. Berbagai penyebab
dalam jumlah kasus kekerasan kurangnya perawatan diri antara
berbasis gender yang menimpa lain kelelahan fisik dan penurunan
perempuan. Pada tahun 2001 kesadaran. Dampak yang terjadi
terdapat 3.169 kasus yang bisa dari tanda dan gejala fisik,
dilaporkan ke lembaga pengada psikologis dan sosial (Depkes :
layanan tersebut. Pada tahun 2002 2000).
angka itu meningkat menjadi 5.163 Data Badan Pemberdayaan
kasus dan tahun 2003 terdapat Perempuan dan Keluarga Berencana
5.934 kasus. Sedangkan tahun di daerah Kebumen tercatat pada
2006, catatan dari Ketua Komnas tahun 2009 terjadi 86 kasus
Anti Kekerasan Terhadap kekerasan dalam rumah tangga,
Perempuan (Kamala Chandrakirana) dari jumlah tersebut 52 kasus atau
menunjukkan kekerasan terhadap 60% dialami responden dewasa dan
perempuan (KTP) sepanjang tahun 34 % atau 40 % di alami ole anak
2006, mencapai 22.512 kasus, dan anak. Hasil studi pendahuluan di
kasus terbanyak adalah kekerasan desa Bendungan kecamatan
dalam rumah tangga sebanyak Kuwarasan dari jumlah penduduk
16.709 kasus atau 76% (Komnas sebanyak 2213 di dapat keluarga
Perempuan, 2005). dengan kejadian kekerasan dalam
Kekerasan dalam rumah rumah tangga berjumlah 30
tangga merupakan pelanggaran hak responden atau 1,35%, dengan latar
asasi manusia dan kejahatan belakang yang berbeda beda. Dari
terhadap martabat kemanusiaan data serta uraian masalah tersebut,
serta bentuk diskriminasi yang peneliti tertarik untuk meneliti
harus dihapus. Korban kekerasan tentang dampak kekerasan dalam
dalam rumah tangga yang rumah tangga terhadap tingkat
kebanyakan adalah perempuan perawatan diri di desa Bendungan
harus mendapat perlindungan sebab prevalensi kejadian yang
Negara dan masyarakat agar masih cukup banyak yaitu 1, 35 %
terhindar dari kekerasan, atau 30 responden dari jumlah

26
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

2213 penduduk dengan latar antaralain faktor predisposisi


belakang yang berbeda beda. dan faktor presipitasi, diantara
Adapun tujuan penelitian ini faktor predisposisi yaitu faktor
adalah untuk mengetahui dampak biologis responden atau penyakit
kekerasan dalam rumah tangga
kronis yang menyebabkan klien
terhadap tingkat perawatan diri.
tidak mampu melakukan
METODE PENELITIAN
perawatan diri, kemampuan
realitas turun dan klien dengan
Desain penelitian ini
gangguan jiwa, kemampuan
adalah penelitian kuantitatif
realitas yang kurang
dengan pendekatan Non menyebabkan ketidakpedulian
Eksperimen. Penelitian ini dirinya dan lingkungan
termasuk survey dengan termasuk perawatan diri.
pendekatan Study Cross Sedangkan beberapa faktor yang
sectional yaitu variabel bebas mempengaruhi perawatan diri
dan variabel terikat yang dari faktor presipitasi adalah
terjadi pada objek penelitian Body Image atau gambaran
diukur atau dikumpulkan individu terhadap dirinya,
secara simultan atau dalam budaya, status sosial ekonomi,
waktu yang bersamaan pengetahuan, faktor fisik dan
psikis. Pada responden dalam
(Notoatmodjo, 2010). Analisa
penelitian ini sebagian besar
data dengan menggunakan chi
mereka merawat diri dengan
square.
baik dan hanya sebagian kecil
yang mengalami perawatn diri
HASIL DAN BAHASAN
kurang.
Berdasarkan hasil uji
Hal ini didasari oleh
korelasi dengan Chi Square
lingkungan sosial mereka yang
diperoleh kekerasan dalam
sudah berubah dari lingkungan
rumah tangga kategori fisik,
sosial zaman dahulu yang selalu
psikis, ekonomi, seksual dengan
taat dan tunduk pada suami.
perawatan diri didapatkan nilai
Dan lingkungan sosial sekarang
signifikan (p) : 1,000 dan hasil
yang rata-rata dan hampir
yang didapat dari korelasi KDRT
keseluruhan responden dalam
dengan perwatan diri didapatkan
penelitian ini aktif dalam acaran
nilai (p) : 1,000, maka hasilnya
rutin desa seperti PKK, arisan
(p) lebih besar dibandingkan
dalam lingkup RT atau desa,
dengan nilai a : 5% (0,05),
pengajian. Sehingga mereka
dengan demikian Ho diterima
termotifasi untuk melakukan
dan Ha ditolak yang artinya
perwatan diri dengan adanya
tidak ada hubungan yang
acara rutin tersebut.
signifikan antara KDRT dari
Sesuai dengan kondisi
masing masing kategori dan
yang ada saat ini di mana telah
dari jumlah KDRT keseluruhan
terjadi perubahan sosial dalam
dengan tingkat perawatan diri.
masyarakat yang diiringi dengan
Banyak Faktor yang
meningkatnya ilmu pengetahuan
mempengaruhi perawatan diri
dan teknologi yang mendorong
sebagaimana dituliskan menurut
tumbuhnya modernisasi yang
Departemen Kesehatan (2000),
merupakan upaya pembaharuan
penyebab kurang perawatan diri

27
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

yang tumbuh sebagai suatu dapat diminimalisir. Dampak


akibat peningkatan kecerdasan KDRT yang berlarut-larut
dan keterkaitan dan tentunya tidak baik bagi
ketergantungan umat manusia kejiwaan seseorang dan dapat
secara universal baik secara mengganggu terhadap
ekonomi maupun sosial budaya. perkembangan mental
Hal ini mengakibatkan seseorang.
perubahan nilai-nilai budaya Penelitian terkait tentang
yang dianut sebelumnya yang faktor yang mempengaruhi
telah mengakibatkan perawatan korban KDRT untuk
terpengaruhnya pola-pola pikir mengetahui hubungan tingkat
dan tindakan anggota pengetahuan keluarga tentang
masyarakat termasuk kaum perilaku kekerasan dengan
perempuan. Perempuan yang tindakan perawatan pasien
pada mulanya dianggap hanya perilaku kekerasann di ruang
pantas bekerja di dapur, kini IPC RSJKO Soeprapto Bengkulu
terbukti dengan semakin tahun 2009. penelitian ini
terbukanya kesempatan untuk bersifat analitik dengan desain
turut bekerja di luar rumah cross sectional. Teknis analisis
dengan didasari oleh berbagai data yang digunakan pada
kebutuhan motif yang berbeda- penelitian ini adalah uji chi-
beda mulai dari motif ekonomi, square yang disajikan dalam
yaitu berusaha menambah bentuk tabel dan narasi. Hasil
pendapatan keluarga, keinginan penelitian terhadap 44 orang
untuk memperoleh harga diri responden menunjukkan adanya
sampai dengan kebutuhan hubungan yang bermakna
untuk mengaktualisasikan diri. antara pengetahuan keluarga
Beberapa pola pikir ini tentang perilaku kekerasan
berpengaruh terhadap dengan tindakan perawatan
kehidupan harian dan koping pasien perilaku kekerasan. Dari
individu. Kehidupan harian hasil penelitian ini diperoleh
korban dari segi perawatan diri, nilai X2 hitung 4,415 sedangkan
perawatan diri tidak hanya nilai X2 tabel pada 0,05.
sebagai pemenuhan kebutuhan Berdasarkan hasil penelitian
personal hiegene tapi juga peneliti menyimpulkan bahwa
sebagai fungsi pemenuhan perlu di tingkatkan upaya
kepuasan penampilan sehingga preventif dan promotif tentang
meningkatnya perawatan diri perilaku kekerasan pada
seseorang. Perubahan pola pikir masyarakat, secara khusus pada
yang juga merubah koping keluarga yang mempunyai
individu seseorang sehingga anggota keluarga dengan
permasalahan yang mereka perilaku kekerasan melalui
hadapi dapat terselesaikan pelaksanaan penyuluhan
dengan baik. Koping yang baik kesehatan sehingga hal-hal yang
inilah yang bisa menyelesaikan tidak diinginkan sebagai efek
permasalahan dalam rumah dari tindakan kekerasan baik
tangga sehingga permasalahan terhadap diri pasien sendiri,
dalam rumah tangga tidak keluarga, lingkungan, dan
berlarut-larut dan dampaknya masyarakat tidak terjadi.

28
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

Kejadian KDRT mungkin Reorientasi Kebijakan


bukanlah faktor yang Publik. Yogyakarta:
mempengaruhi kejiwaan Graha Guru.
seseorang korbannya khususnya Departemen Kesehatan. (2000).
dalam perawatan diri sehari - Standar Pedoman
hariannya, dan banyak faktor Perawatan Jiwa
yang lebih dominan yang Djannah, F., Rustam, N.S.M., &
mempengaruhi perawatan diri Barbara, C. (2002).
dari korban. Hasil penelitian Kekerasan terhadap
yang dilakukan oleh Khaeriyah istri.Yogyakarta: LkiS Pelangi
(2009), komunikasi terapeutik Aksara.
perawat pada pasien dengan Dharmono, Suryo dkk. (2008).
masalah defisit perawatan diri. Draft Modul Konseling
Hasil penelitian menunjukkan Bagi Korban Kekerasan Dalam
bahwa bentuk komunikasi Rumah Tangga.
terapeutik mempengaruhi Wordpress.com/2009/01/model-
kemauan perawatan diri dengan konselinbg-untuk-
nilai p : 0,00. KDRT-pdf diakses bulan
November
SIMPULAN Feranie, Selly dkk. (2006). Kupas
Tidak ada dampak antara KDRT Tuntas Kekerasan
fisik, psikis, ekonomi,dan Terhadap Perempuan Dalam
kekerasan sexual dengan Rumah Tangga/Domestic
tingkat perawatan diri. Violence (Studi Kasus
Perempuan -Perempuan
DAFTAR PUSTAKA Yang Mengalami Kekerasan
Arikunto, Suharsimi. (2006). Dalam Rumah Tangga di
Prosedur penelitian suatu Bandung)
Pendekatan praktek Fitria, Nita. (2009). Prinsip Dasar
edisi revisi V. Jakarta : dan Aplikasi Penulisan
Rineka Cipta Laporan Pendahuluan dan
(2010). Strategi Pelaksanaan
Prosedur Penelitian Tindakan Keperawatan ( LP
suatu pendekatan praktek & SP untuk 7 Diagnosis
edisi revisi V. Jakarta : Keperawatan Jiwa Berat
Rineka Cipta bagi Program S1 Keperawatan.
Budiman, Arif. (1985). Salemba Medika Jakarta
Pembagian Kerja Secara Goble, Frank. (1997). Mazhab
Seksual (sebuah Ketiga Psikologi
pembahasan sosiologis Humanistik Abraham
tentang peran wanita Maslow, cetakan I.
dalam masyarakat). Yogyakarta: Kanisius.
Jakarta: Gramedia. Harkrisnowo, Harkristuti,
Darmono dan diantri. (2008). Menyimak RUU Perlindungan
kekerasan dalam rumah Terhadap Korban Kekerasan
tangga dan dampaknya Dalam Rumah Tangga,
terhadap kesehatan jiwa. Jurnal Legislasi
Jakarta : FK UI Jakarta. Indonesia, Volume I, Nomor
Darwin, Muhadjir. (2005). 1 Juli 2004.
Negara dan Perempuan:

29
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No 1. Februari 2015

Hastono. S. P. 2007. Analisis psikologi feminimistik,


Data Kesehatan. Jakarta : pemahaman bentuk-
Fakultas Kesehatan bentuk tindak kekerasan
Masyarakat Universitas terhadap perempuan dan
Indonesia alternative pemecahannya.
Hasanah, M., Alsa, A., & Jakarta: Pusat kajian
Rustam, A. (2003). Kekerasan Wanita & Jender UI.
dalam rumah tangga POLRI. (2005). Buku Pegangan
(Studi kualitatif mengenai pusat pelayanan terpadu. http:
kekerasan dalam rumah // Buku Pegangan Pusat
tangga di LBH APIK Pelayanan Terpadu.org.
Semarang). Semarang: di akses 19 Januari 2014
Penerbit Sultan Riwidikdo, Handoko. 2008.
Agung. Satistika Kesehatan
Khaeriyah, Uswatun (2009). (Belajar mudah
Pengaruh Komunikasi Tehnik Analisis Data
Terapeutik terhadap Kemauan Penelitian Kesehatan).
dan Kemampuan Personal Yogyakarta: Mitra
Hiegene terhadap Pasien Cendekiapress.
Defisit Perawatan Diri Susanto, Budi, dkk. (2000) Citra
Komnas Perempuan dalam Wanita dan Kekuasaan
Catatan tahunan tentang (Jawa). Yogyakarta :
kekerasan terhadap Kanisius. Sitorus, Ratna. (2000).
perempuan. (2007). Model Praktik Keperawatan
http://ww.komnasperemp Profesional di Rumah Sakit
uan.or.id diakses pada : Penataan Struktur dan
bulan desember 2013 Proses (Sistem)
Mufidah, CH. (2004). Paradigma Pemberian Asuhan
Gender. Malang: Keperawatan di Ruang
Bayumedia Publishing. Rawat. Jakarta : EGC.
Nurjanah, Intansari. (2005). Tarwoto dan Wartonah. (2000).
Pedoman Penanganan Pada Kebutuhan Dasar
Gangguan Jiwa. Yogyakarta : manusia. Jakarta UU RI No.
Momedia 23 Tahun 2004. Undang-
Notoatmodjo. (2010). Metode Undang Penghapusan
penelitian Kesehatan. Kekerasan Dalam
Jakarta : Rineka Cipta Rumah Tangga,
Potter, P.A & Perry, A. G. (2005). Desember, 2006.
Fundamental of Undang-undang Nomor 23 tahun
Nursing : Concept, Process 2004 tentang Penghapusan
and Practice. Philadelpia : Kekerasan Dalam
Mosby Year Book Inc. Rumah Tangga
Poerwandari, E.K. (2000). (KDRT) Lembaran Negara RI
Kekerasan terhadap Tahun 2004 Nomor 95.
perempuan: Tinjauan

30