Anda di halaman 1dari 8

LAPO R AN

HASIL PENYELIDIKAN & VERIFIKASI LAPORAN DPC


PARTAI DEMOKRAT KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAAN
TERHADAP PELANGGARAN ETIKA DAN TINDAKAN TAK TERPUJI
KADER PARTAI ATAS NAMA RAHMAN H. MAKMUR

Nomor : 03/Lit-Komwasda/PD-ST/IX/2016
Sifat : "Confidencial Raport"
Dasar : Laporan Pengaduan
No. 20/DPC-PD/PAW-DPRD/V/2016
tanggal 9 Juni 2016, atas nama pelapor
Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten
Banggai Kepulauan; -----------------------------

Pedoman : Pasal 35 ayat (1) dan (2) Anggaran Rumah Tangga,


PD , Jo Pasal 46 ayat (3) dan (4) Anggaran Dasar
PD,jo PO No.01/DPP-PD/X/2015, tanggal 31 Oktober
2015, jo Kode Etik Partai dan pacta integritas,
serta Peraturan Organisasi (PO); --------------

Oleh : Komisi Pengawas Daerah (Komwasda) DPD Partai


Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah;

A. PENDAHULUAN ;
Komisi Pengawas Daerah (Komwasda) DPD Partai Demokrat
Provinsi Sulawesi Tengah, pada bulan September 2016, telah menerima
Laporan Pengaduan bernomor; 20/DPC-PD/PAW-DPRD/V/2016, tertanggal
09 Juni 2016, perihal : Permohonan Pertimbangan Tim Pengawas Partai
Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah;
Guna merespons Laporan Pengaduan tersebut, Komwasda telah
mendapat masukan dari Sekretaris DPD Partai Demokrat, Sekretaris BP
OKK DPD Partai Demokrat, dan mantan PLT DPC Partai Demokrat
Kabupaten Donggala, serta unsur pengurus lain di DPD Partai Demokraat
Sulawesi Tengah;
Bahwa Komwasda, dengan mengacu kepada ketentuan AD/ART, jo
Peraturan Organisasi (P.O), berkepentingan dalam menjalankan peran,
tugas, dan fungsinya (Tupoksi), sejalan dengan etika politik Partai
Demokrat, sebagai partai yang bersih, cerdas dan santun, serta doktrin
partai "Tri Pakca Gatra Praja" (vide pasal 4 dan 5 AD - PD );
Sehubungan dengan itu, Komwasda telah menghubungi terlapor sdr.
Rahman H. Makmur, melalui Ponsel nya, selama tiga hari berturut-turut
pada ahir bulan Oktober 2016, untuk kepentingan konfirmasi dan "chek and
re chek" atas laporan tersebut, namun tidak ada respons (tidak diangkat)
oleh yang bersangkutan, sehingga Komwasda menganggap yang
bersangkutan tidak mau dikonfirmasi untuk kepentingan "pembelaan diri"
dan perimbangan informasi, sehingga upaya testimoni yang dilakukan
kepada yang bersangkutan (terlapor) dianggap buntu;
Oleh karena itu, Komwasda, dalam rangka melakukan tugas
penyelidikan dan verifikasi, Kowasda telah mencermati secara seksama
laporan Pelapor beserta lampiran bukti-bukti tertulis (Bukti surat), juga
telah melakukan testimoni dengan
Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah
sebagai upaya Pulbaket (Pengumpulan Bahan dan Keterangan),
yang akan dijadilan materi laporan Komwasda, selanjutnya akan diteruskan
kepada Dewan Kehormatan Daerah, sesuai jiwa pasal 34 ayat (1) dan (2)
Anggaran Dasar Partai Demokrat;
Bahwa dari hasil pulbaket dan pencermatan bukti-bukti tertulis (bukti
surat), baik yang bersifat testimoni, maupun analisis bukti surat, diperoleh
fakta-fakta, sebagaimana diuraikan dalam Laporan Penyelidikan &
Verifikasi yang dilakukan oleh Komwasda, dan dituangkan sebagai
rangkuman laporan Komwasda kepada Dewan Kehormatan Daerah /Dewan
Kehormatan DPP-PD;
Bahwa Laporan ini bersifat kajian dan analisis, penyajian fakta-fakta
terkait dengan masalah yang diadukan, kesimpulan dan saran-saran, yang
selanjutnya sesuai ketentuan AD/ART, Dewan Kehormatan Daerah berhak
menerima laporan dan saran Komwasda (vide pasal 34 ayat (1) huruf a)
ART PD, dan berhak pula memeriksa, memutus dan merekomendasikan
sanksi atas suatu pelanggaran internalisasi partai (vide pasal 34 ayat (2)
ART PD);
Oleh karena itu, sistematika laporan ini dituangkan dalam bab-bab
sebagai berikut:
a. PENDAHULUAN ;
b. LATAR BELAKANG MASALAH;
c. FAKTA-FAKTA;
d. ANALISA FAKTA;
e. KESIMPULAN;
f. SARAN dan REKOMENDASI;
g. PENUTUP;
Demikian kata pendahuluan laporan ini, sebagai backgraound
information, dalam persoalan yang dilaporkan; Komwasda berharap dapat
ditindak lanjuti oleh Dewan Kehormatan DPD-PD / Dewan Kehormatan
DPP-PD, sebagai langkah konkret dalam menegakkan etika dan moralitas
kader partai, untuk disikapi oleh DPP Partai Demokrat;

B. LATAR BELAKANG MASALAH;


Pada bulan Oktober 2016, komwasda DPD Partai Demokrat Provinsi
Sulawesi Tengah, telah menerima laporan dari Pengurus DPC Partai
Demokrat Kabupaten Banggai Kepulauan, dilampiri bukti-bukti tertulis
(Bukti Surat), tentang adanya sejumlah pelanggaran yang bersifat
pelanggaran etika, dan pelanggaran hukum dalam wilayah hukum pidana;
Menindak lanjuti laporan pengaduan tersebut, Komwasda telah
mengundang dan meminta keterangan dari masing-masing pihak untuk
memperoleh kongkretisasi persoalan yang dilaporkan, sehingga dapat
dijadikan bahan kajian secara seksama untuk menghasilkan analisis
penyelidikan dan verifikasi, yang akan bermuara pada kesimpulan, saran
dan rekomendasi Komwasda untuk dijadikan materi sikap DPP Partai
demokrat dalam menjatuhkan sanksi kepada kadernya;
Dalam laporan DPC Partai Demokrat Kabupaten Banggai kepulauan
tersebut, tercermin adanya tindakan dan perbuatan Terlapor, atas nama
Rahman H.Makmur, sekarang masih berkedudukan sebagai anggota DPRD
Bangkep, yang tergabung dalam fraksi GESID, dengan sejumlah perbuatan
dan pelanggaran sebagaimana tercermin dalam laporan DPC Partai
Demokrat Kabupaten Bangkep (terlampir). Sehingga memerlukan sikap
DPP Partai demokrat untuk menjatuhkan sanksi, sesuai dengan
kadar perbuatan dan pelanggaran yang dilanggarnya, dalam rangka
menegakkan citra partai dan wibawa pengurus yang menginginkan
"pembersihan" internal partai secara konsisten;

C. FAKTA-FAKTA;
Bahwa pada pertengahan bulan Oktober 2016, Komwasda telah
melakukan audiensi dengan unsur pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi
Sulawesi Tengah, dan mencermati bukti-bukti surat yang terlampir dalam
laporan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangkep;
Mempelajari dan mencermati secara seksama bukti-bukti yang
diajukan oleh DPC Partai Demokrat Kabupaten Bangkep tersebut, antara
lain :
1. Surat Peringatan bertanggal 4 April 2016 (Bukti P.1)
2. Surat bertanggal 16 Mei 2016 (Bukti P.2)
3. Surat bertanggal 3 November 2014 (Bukti P.3)
4. Surat Dakwaan bertanggal 21 Pebruari 2014 (Bukti P.4)
5. Surat bertanggal 25 Nopember 2014 (Bukti P.5)
6. Petikan Putusan Pengadilan No.47/Pid.B/2014/PN.Lwk (P.6)
7. Laporan Polisi , bertanggal 02 November 2015 (P.7)
8. Surat bertanggal 15 April 2014 (Bukti P.8)
9. Surat bertanggal 1 April 2014 (P.9)
Komwasda mendapatkan fakta-fakta kongkret tentang adanya
sejumlah pelanggaran etika maupun pelanggaran hukum yang dilakukan
oleh Terlapor sdr. Rahman H. Makmur, kader Partai Demokrat, Kabupaten
Bangkep, yang saat ini masih menduduki jabatan anggota DPRD
Kabupaten bangkep dari Partai demokrat, dan bergabung dalam fraksi
GESID; ------------------------
Bahwa upaya Komwasda untuk memperoleh perimbangan informasi
(balancing information), Komwasda telah berusaha menghubungi Terlapor
sdr.Rahman H. Makmur melalui Ponselnya selama tiga hari berturut-turut,
namun meskipun ponselnya aktif, yang bersangkutan enggan merespons
panggilan masuk. Dengan demikian, Komwasda menilai yang bersangkutan
tidak mau dimintai konfirmasi dan dengan demikian, yang bersangkutan
kehilangan hak untuk "membela diri" atas laporan yang menempatkan
dirinya sebagai Terlapor;

D. ANALISA FAKTA ;
Bahwa anggota DPRD merupakan representasi rakyat, dalam
menjalankan peran dan fungsinya, haruslah memiliki integritas, bersih dan
capable; Terlapor sdr. Rahman H. Makmur, sebagai kader partai, haruslah
menjunjung tinggi visi-misi partai, doktrin partai dan etika politik partai
sebagaimana tercermin dalam pasal 4 dan 5 Anggaran Dasar Partai
Demokrat. Bahwa Anggaran dasar Par tai/Anggaran rumah Tangga, dan
Peraturan Organisasi (PO), serta pacta integritas, merupakan statuta yang
harus dijadikan pegangan setiap kader dalam kehidupan berbangsa, berne-
gara dan bermasyarakat. Sehingga, setiap kader partai, haruslah melekat
doktrin : Tri Pakca Gatra Praja, dan etika politik : bersih, cerdas dan santun;
Mencermati secara seksama sejumlah fakta-fakta perbuatan Terlapor
sdr. Rahman H. Makmur, yang kongkret tak terbantahkan, maka fakta-fakta
tersebut jelas merupakan penyimpangan dari jiwa anggaran dasar/anggaran
rumah tangga, serta ketentuan hukum yang berlaku;
E. KESIMPULAN ;
Bahwa berdasarkan kajian dan analisis persoalan, Komwasda
sampai pada kesimpulan sebagai berikut :
1. Terhadap substansi dan materi Laporan Pengaduan Pelapor, telah
diuraikan dalam paparan fakta-fakta, analisa fakta yang kemudian
dituangkan dalam kesimpulan ini;
2. Bahwa terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilaporkan, secara jelas
perbuatan tercela yang dilakukan Terlapor didukung oleh bukti-bukti
surat yang jelas dan kengkret (vide bukti P.1 s/d bukti P.9);
3. Bahwa partai, melalui organ partai, dalam hal ini Komwasda, Dewan
Kehormatan Daerah dan / atau Dewan Kehormatan Pusat, perlu
menentukan sikap dan memberikan rekomendasi kepada DPP untuk
menjatuhkan sanksi organisasi;
4. Bahwa Dewan Kehormatan, dapat memberikan saran dan pendapat serta
rekomendasi tentang sanksi yang tepat untuk ditindak lanjuti oleh DPP
Partai Demokrat;
5. Bahwa Partai Demokrat melalui sistem dan mekanisme partai
berkepentingan menegakkan prosedure dan mekanisme partai sebagai
langkah penegakan peraturan organisasi, AD/ART dan pacta integritas
kader;
6. Karena Terlapor (Sdr. Rahman H. Makmur) hingga saat ini masih duduk
sebagai anggota DPRD Kabupaten Bangkep dari Partai Demokrat, perlu
menegakkan citra partai dengan mendudukkan kader pada posisi "clen &
clear";

F. SARAN dan REKOMENDASI ;


1. Terhadap dugaan pelanggaran yang secara faktual terbukti in conkreto,
Dewan Kehormatan Daerah dan/atau Dewan Kehormatan Pusat, perlu
menjatuhkan sanksi organisasi;
2. Dewan Kehormatan, perlu mengusulkan kepada DPP Partai Demokrat,
untuk menindak lanjuti sanksi yang dijatuhkan oleh Dewan Kehormatan
Daerah dan/atau Dewan Kehormatan Pusat, untuk ditindak lanjuti oleh
DPP Partai Demokrat dengan menjatuhkan sanksi "pemberhentian" dari
keanggotaan Partai Demokrat, dan menarik seluruh fasilitas yang
diperoleh Terlapor dalam kedudukannya sebagai anggota DPRD
Kabupaten Bangkep; --------------------------------
3. Dewan Kehormatan Daerah, dan/atau Dewan Kehormatan Pusat perlu
mengusulkan kepada DPP Partai Demokrat, agar dibuat surat penarikan
kader dari kenggotaan DPRD Kabupaten Banggai atas nama : Rahman
H. Makmur, dengan alasan "pemberhentian" sebagai anggota Partai
Demokrat, yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Banggai dan
Bupati Kabupaten Banggai, selanjutnya dapat dilakukan pengganti antar
waktu (PAW) terhadap kader yang diberhentikan dari keanggotaan Partai
Demokrat tersebut;

G. PENUTUP ;
Demikian Laporan Komwasda DPD Partai Demokrat Provinsi
Sulawesi Tengah, sebagai bahan kajian untuk putusan sanksi organisasi
yang akan dilakukan oleh Dewan Kehormatan Daerah dan/atau Dewan
Kehormatan Pusat. Semoga dapat menjadi bahan dan materi yang berguna
bagi Dewan Kehormatan dan Pengurus DPP Partai Demokrat dalam
menjatuhkan putusannya;

Palu, 07 November 2016


Komisi Pengawas Daerah DPD - PD
Provinsi Sulawesi Tengah
Ketua,

A.H. MAKKASAU,SH,MH

CC : - Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah;


- file;