Anda di halaman 1dari 3

2.

1 Konsep Peran Keluarga

2.1.1 Definisi Peran

Peran adalah sesuatu yang diharapkan secara normatif dari seseorang dalam

situasi sosial tertentu agar dapat memenuhi harapan harapan. Peran keluarga

adalah tingkah laku spesifik yang diharapkan oleh seseorang dalam konteks

keluarga. Jadi peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku

interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan

situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola

perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat. (Setiadi, 2008). Menurut

Hariyanto (2005) peran merupakan perilaku-perilaku yang berkenaan dengan

siapa yang memegang suatu posisi tertentu, posisi mengidentifikasi status atau

tempat seseorang dalam suatu sistem keluarga.

2.1.2 Definisi Keluarga

Keluarga adalah kumpulan anggota rumah tangga yang saling berhubungan

melalui pertalian darah, adopsi, atau perkawinan (WHO, 1969).

Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan

perkawinan, adopsi, kelahiran yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan

budaya yang umum, meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, dan

sosial dari tiap anggotanya (Duvall, 1976).

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga

karena adanya hubungan darah, perkawinan atau adopsi. Mereka saling

berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing, dan

menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya, 1978).


Keluarga adalah sebagaimana sebuah kesatuan yang kompleks dengan atribut

yang dimiliki, tetapi terdiri dari beberapa komponen yang masing-masing

mempunyai sebagaimana individu miliki (Gilis, 1983).

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga

dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu

atap dan dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes RI, 1988).

Oleh karena itu, betapa pentingnya peran dan fungsi keluarga dalam

membentuk manusia sebagai anggota masyarakat yang sehat biopsikososial

spiritual. Jadi, sangatlah tepat jika keluarga sebagai titik sentral pelayanan

keperawatan. Diyakini bahwa keluarga yang sehat akan mempunyai anggota yang

sehat dan mewujudkan masyarakat yang sehat pula.

2.1.3 struktur keluarga

Menurut Friedman (dalam Setyowati, 2008) elemen struktur keluarga adalah

2.1.3.1 Peran Keluarga

Menggambarkan peran masing-masing anggota keluarga baik dalam keluarganya sendiri

maupun peran di lingkungan masyarakat. Menurut Hariyanto (2005) peran dalam struktur

keluarga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

(1) Peran Formal Keluarga. Merupakan peran yang umumnya telah ada dalam

keluarga dan dibagi sesuai dengan kemampuan individu anggota keluarga secara

menyeluruh (peran sebagai suami-ayah, istri-ibu, anak-anak saudara). Menurut

Nye dan Gecas dalam Hariyanto (2005) menyatakan peran dasar yang membentuk

posisi sosial sebagai suami (ayah) dan istri (ibu): peran sebagai provider
(penyedia), peran pengatur rumah tangga, peran perawatan anak, peran sosialisasi

anak, peran rekreasi, peran persaudaraan (membina hubungan keluarga), peran

terapeutik (memenuhi kebutuhan afektif keluarga), dan peran seksual.


(2) Peran informal keluarga. Merupakan tambahan peran dalam keluarga selain

formal yang telah ada, peran ini tidak selalu ada dalam keluarga dan akan muncul

jika keluarga memerlukan suatu peran tersebut. Peran informal ini dapat dipeajari

melalui: pemodelan peran dalam keluarga, pengisian peran kosong dalam

keluarga, penguatan selektifitas anak dalam berperilaku dalam keluarga. Termasuk

dalam peran informal keluarga disini meliputi: peran pendorong, pengharmonis,

inisiator-kontributor, pendamai, penghalang, dominator, penyalah, pengikut,

pencari pengakuan, martir (berkorban untuk keluarga), perawat keluarga,

koordinator keluarga, dan peran-peran yang lain.

2.1.3.2 Nilai atau Norma Keluarga (Hariyanto, 2005)

Nilai adalah suatu keyakinan abadi yang berupa perilaku

2.1.3.3