Anda di halaman 1dari 2

Nama : Trio Waseso Jati

NIM : 150210102034

Mata Kuliah : Elektronika Dasar II

A. Fungsi Common Emitter, Common Collector, dan Common Base


1. Common emitter
Rangkaian commmon emitter berfungsi sebagai penguat tegangan yang
memiliki titik kerja stabil. Tidak ada tegangan AC pada rangkaian emitter,
karena pengaruh dari penggunaan kapasitor bypass. Ketika kapasitor
bypass terhubung terbuka, maka akan ada tegangan antara emitter dan
ground.
2. Common collector
Rangkaian common collector adalah penguat yang kaki kolektor transistor
di groundkan, dan input masukkan ke basis serta output diambil pada kaki
emitor. Common collector ini mempunyai penguat arus yang besarnya
sama dengan HFE transistor dan penguat tegangannya sama dengan 1.
Common collector ini berfungsi sebagai penguat arus (buffer) karena
memiliki impedadansi input yang tinggi sedangkan impedansi outputnya
rendah. Konfigurasi ini seringkali digunakan pada tingkat akhir pada
penguat bertingkat karena memiliki resistansi output yang kecil sehingga
baik digunakan pada beban dengan resistansi kecil.
3. Common base
Rangkaian common base adalah penguat dengan basis yang di groundkan.
Pada rangkaian ini emitor berperan sebagai input dan kolektor berperan
sebagai output sedangkan basis ditanahkan. Impedansi input pada common
base ini hanya sedikit atau kecil da impedansi outputnya sama seperti
common emitter. Fungsi common base adalah sebagai penguat tegangan
antar sinyal input dan output, tetapi tidak digunakan sebagai penguat arus.
Karena arus input dan output mempunyai nilai yang hampir sama,
kapasitor tray dari transistor tidak terlalu berpengaruh dibandingkan
dengan penguat common emitter. Penguat common base sering digunakan
pada frekuensi tinggi yang menghasilkan penguatan tegangan yang
nilainya lebih besar daripada rangkaian dengan 1 transistor lainnya.

B. Perbedaan Sensor dan Transduser


Sesor dan transduser merupakan piranti yang berbeda. Terdapat beberapa
perbadaan diantara keduanya. Berikut ini merupakan perbedaan antara
sensor dan transduser:
1. Transduser itu sendiri adalah alat untuk mengubah suatu energi ke
energi lain, salah satu contohnya adalah sensor. Sensor itu merupakan
salah satu jenis transduser yang mengubah energi panas, suhu, sinar,
dll menjadi energi listrik. Jadi sensor merupakan bagian dari
transduser.
2. Sensor memerlukan kompnen lain untuk menghasilkan tegangan,
sedangkan transduser dapat menghasilkan tegangan sendiri tanpa
memerlukan komponen lain.
3. Sensor hanya merubah besaran fisik seperti panas, suhu, cahaya, dll
menjadi energi listrik, sedangkan transduser mengubah beberapa
macam energi ke bentuk energi lainnya.

Anda mungkin juga menyukai