Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Metode numerik adalah teknik-teknik yang digunakan untuk merumuskan masalah


matematika agar dapat diselesaikan hanya dengan operasi hitungan, yang terdiri dari operasi
tambah, kurang, kali dan bagi. Perkembangan metode numerik sangat dipengaruhi dan ditentukan
oleh komputer yang sangat diperlukan dalam kerja matematis, dan oleh kemajuan yang luar biasa
dalam komputasi dijital. Tidak mengherankan bahwa dengan berkembangnya komputer yang cepat
dan efisien, peranan metode numerik dalam penyelesaian masalah juga meningkat secara dratis.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa itu integrasi numeric ?
2. Apa yang dimaksudkan dengan aturan simpson, aturan boole,
metode Rombreg?
3. Apa itu kuadratur Gauss-Legendre?
4. Bagaimana penghitungan kuadratur dengan MATLAB?
1.3 Tujuan masalah
1. Mengetahui arti integrasi numeric.
2. Mengetahui aturan simpson, Boole, Rombreg.
3. Mengetahui kuadratur Gauss-Legendre.
4. Mengetahui cara penghitungan kuadratur dengan MATLAB.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Integrasi Numerik


Integrasi numerik umumnya dilakukan apabila :
a) Fungsi yang akan diintegrasi sedemikian hingga tidak ada metode
analitik untuk menyelesaikannya, misalnya

sin x dx
a

b) Metode analitik ada (bisa dipakai), tetapi agak kompleks untuk


digunakan misalnya ketika akan menyelesaikan integral berikut ini
b

1+1x 4 dx
a

c) Fungsi yang akan diintegrasi, bentuk eksplisitnya tak diketahui, tetapi


diberikan nilai-nilai variabel bebasnya dan nilai-nilai fungsi yang

berkorespondensinya di dalam suatu interval [a ,b ] .

Masalah umum dari integrasi numerik dapat dinyatakan sebagai berikut:


x
diberikan sekumpulan titik, ( 0 , y 0) , ( x 1 , y 2 ) , ,( x n , y n ) , dari fungsi y=f (x) ,

dimana bentuk eksplisit dari f ( x) , tidak diketahui, dan dari data

(keterangan) tersebut akan dihitung nilai integral tentu berikut:


b
I = y dx ,
a

2
seperti didalam diferensiasi numerik, f (x) akan diaproksimasi oleh interpolasi

polinom , (x) dan hasilnya pada integrasi tersebut adalah nilai aproksimasi

integral tentu. Jadi, perbedaan formula integrasi bergantung pada bentuk dari
formula integrasi yang dipakai. Dalam bagian ini formula umum untuk integrasi
numerik akan dipakai formula selisih maju dari Newton.

Misalkan interval [ a , b ] dibagi menjadi interval bagian, sedemikian hingga .

a=x 0< x 1 < x 2< < x n=b .

Oleh karena itu


x n=x 0+ nh . Dengan demikian diperoleh ,

xn

I = y dx
x0

2.2 Permasalahan Integrasi


Perhitungan integral adalah perhitungan dasar yang digunakan dalam kalkulus, dalam banyak
keperluan. Integral ini secara definitif digunakan untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh
fungsi y = f(x) dan sumbu x. Perhatikan gambar berikut :

Luas daerah yang diarsir L dapat dihitung dengan :


b
L= f ( x)dx
a

Pada beberapa permasalahan perhitungan integral ini, dapat dihitung secara manual dengan
mudah, sebagai contoh :

3
1
L= ( x 2 +e x ) dx
0

ax n 1
ax dx C
n

n 1
e ax
C
ax
e dx
a
sin( ax b)dx 1 a cos( a b) C
cos(ax b)dx 1 a sin( a b) C
1
x dx ln | x | C
ln | x |dx x ln | x | x C
fungsi yang dapat dihitung integralnya :

2 3
2 cos(1 x 2 ) 0.5 x
0 1 0.5 sin x e dx
Tetapi pada banyak permasalahan, integral sulit sekali dihitung yaitu:

Perhitungan integral adalah perhitungan dasar yang digunakan dalam kalkulus, dalam banyak
keperluan.

Digunakan untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh fungsi y = f(x) dan sumbu x.

Penerapan integral : menghitung luas dan volume-volume benda putar .

2.3 Metode Integrasi Simpson

4
Metode integrasi Simpson merupakan pengembangan metode integrasi trapezoida, hanya saja
daerah pembaginya bukan berupa trapesium tetapi berupa dua buah trapesium dengan
menggunakan pembobot berat di titik tengahnya seperti telihat pada gambar berikut ini. Atau
dengan kata lain metode ini adalah metode rata-rata dengan pembobot kuadrat.
f(xi)

f(xi-1)
f(xi+1)

xi-1 xi xi+1
Bila menggunakan trapesium luas bangun di atas adalah :

h
L f i 1 f i h f i f i 1 h f i 1 f i 1
2 2 2

Pemakaian aturan simpson dimana bobot fi sebagai titik tengah dikalikan dengan 2 untuk
menghitung luas bangun diatas dapat dituliskan dengan:
h h h
L f i 1 2 f i 2 f i f i 1 f i 1 4 f 1 f i 1
3 3 3

Dengan menggunakan aturan simpson, luas dari daerah yang dibatasi fungsi y=f(x) dan
sumbu X dapat dihitung sebagai berikut:
h h h h h h
L f 0 2 f1 2 f 1 f 2 f 2 2 f 3 2 f 3 f 4 ... f n 2 2 f n 1 2 f n 1 f n
3 3 3 3 3 3

h
L f0 4 fi 2 fi f n
3
i ganjil i genap

atau dapat dituliskan dengan:

Contoh :
1

Hitung 2 x3 dx dengan step h=0,1


0

Dengan menggunakan tabel diperoleh:

5
X 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1
F(x 0 0,002 0,016 0,054 0,128 0,25 0,432 0,686 1,024 1,458 2
)

Dan aturan simpson dapat dituliskan dengan :

0+4

1,458
0,1
L=
3

Dibandingkan dengan hasil perhitungan kalkulus, maka kesalahannya sangat kecil.


Catatan:
Metode ini akan mendapatkan hasil yang baik bila diambil n genap.
Metode ini sangat terkenal karena kesalahannya sangat kecil, sehingga menjadi alternatif
yang baik dalam perhitungan integral dan penerapannya khususnya di bidang teknik.

Algoritma Metode Integrasi Simpson adalah:


(1) Definisikan y=f(x)
(2) Tentukan batas bawah (a) dan batas atas integrasi (b)
(3) Tentukan jumlah pembagi n
h
L f0 4 fi 2 fi f n
2
i ganjil i genap
(4) Hitung h=(b-a)/n
(5) Hitung

2.4 Metode Romberg

Metode integrasi Romberg didasarkan pada perluasan ekstrapolasi Richardson untuk


memperoleh nilai integrasi yang semakin baik.
Sebagai catatan, setiap penerapan ekstrapolasi Richardson akan menaikkan order galat
2n 2 n+ 2
pada hasil solusinya sebesar dua: O(h ) menjadi O(h )

6
Misalnya,bila I(h) dan I(2h) dihitung dengan kaidah trapesium yang berorde galat
2n
O(h ) , maka ekstrapolasi Richardson menghasilkan kaidah Simpson 1/3 yang berorde

O(h 4) .

Selanjutnya, bila I(h) dan I(2h) dihitung dengan kaidah Simpson 1/3, ekstrapolasi
6
Richardson menghaslkan kaidah Boole yang berorde O(h )

persamaan ekstrapolasi Richardson:


I ( h )I (2 h)
J =I ( h ) +
2q1
Misalkan I adalah nilai integrasi sejati yang dinyatakan sebagai
I =A k +C h2+D h 4 +E h6 +

Yang dalam hal ini h =(b-n)/n

dan Ak =perkiraan nilai integrasi dengan kaidah trapezium dan jumlah pias n=2k gunakan

A 0 , A 1 , , Ak
pada persamaan ekstrapolasi Richardson untuk mendapatkan runtutan

A
B 1 , B2 , , B k A k1
, yaitu : B k= A k+
221

' 4 ' 6
Jadi, nilai I (yang lebih baik) sekarang adalah I =B k + D h + E h + , dengan orde galat

Bk 4
, adalah O(h ) .

B 1 , B2 , , B k
Selanjutnya, gunakan , pada persamaan ekstrapolasi Richardson untuk

C2 , C3 , , C k
mendapatkan runtunan ,, yaitu

7
B
B k 1
C k =C k +
24 1

'' 6
I =C k + E h + , dengan orde galat Ck
Jadi, nilai I (yang lebih baik) sekarang adalah

6
adalah O(h ) .

C 2 , C3 , , C k
Selanjutnya, gunakan pada persamaan ekstrapolasi Richardson untuk

D3 , D 4 , , Dk
mendapatkan runtunan , yaitu

C
C k1
D k =D k + 6
2 1

Jadi, nilai I (yang lebih baik) sekarang adalah I =Dk + E' '' h8 + ,dengan orde galat Ck

.
8
adalah O(h ) . Demikian seterusnya

Dari runtunan tersebut, diperoleh tabel yang dinamakan tabel


Romberg seperti berikut ini
h h h h h h h
O( 2) O( 4 ) O( 6) O( 8) O( 10) O( 12) O( 14)

A0
B1
A1 C2
B2 D3
A2 C3 E4
B3 D4
A3 F5
C4 E5
B4 G6
D5 F6
A4 C5 E6
B5 D6
A5 C6
B6
A6

8
Nilai integrasi yg lebih baik

2.5 Metode Integrasi Gauss- legendre


Kuadratur gauss
Metode integrasi Gauss merupakan metode yang tidak menggunakan pembagian area yang
banyak, tetapi memanfaatkan titik berat dan pembobot integrasi. Metode ini secara komputasi
memiliki banyak keuntungan karena mempunyai kecepatan yang tinggi hal ini ditunjukkan dengan
jumlah pembaginya yang kecil dan denganjumlah pembagi yang relatif kecil mempunyai
kesalahan yang sama dengan metode lain dengan jumlah pembagi yang besar. Metode integrasi
Gauss dapat dijelaskan sebagai berikut:
Untuk luas daerah ke i, mempunyai luas
xi

Li= f (x)dx
xi1

Pertama yang harus dilakukan adalah mengubah range x=[xi-1,xi]=[a,b] pada integrasi di atas

b+ a
2 x(b +a)
menjadi u=[-1,1] dengan menggunakan: u= atau 1 1
ba x= ( ba ) u+
2 2

sehingga bentuk integral dapat dituliskan menjadi:


1
Li= g(u)du
1

1 1 1
g(u)= ( ba ) f ( ( ba ) u + ( b+a ))
Dimana : 2 2 2

Dari bentuk ini, dapat diambil sejumlah titik pendekatan yang digunakan sebagai titik
acuan dalam integrasi kuadratur gauss sebagai berikut:
1 n

g (u)du= A i g()
1 i=1

i
untuk menentukan nilai dapat digunakan persamaan polinom Legendre:

P0 (u )=1

9
P1 ( u )=u

1
P m ( u )= [ ( 2 m1 ) uP ( u ) (m1)P m2 (u)]
m

Dan untuk menentukan nilai Ai digunakan pembobot sebagai berikut:


2
Ai
i
2

1 Pn ( i )
2

Integrasi Kuadratur Gauss Dengan Pendekatan 2 Titik

Metode ini menggunakan formulasi integrasi:

g (u)du= A0 g ( 0 ) + A1 g( 1 )
1

Untuk menghasilkan metode ini diambil n=2 pada persamaan polinom Legendre,
sehingga diperoleh:

2
1 (
P 2 ( u )= [ 41 ) u . u1.1 ]= 3u 1
2 2 2

1

Akar-akar dari persamaan polinomial di atas adalah 3 jadi diperoleh:

1 1
0= dan 1=
3 3
Nilai A0 dan A1 dapat dicari dengan:
2 2
A 0= =1 dan A 1= =1
1 1
( )
1 3
3 ( )
1 3
3

Sehingga model dari integrasi kuadratur gauss dengan pendekatan 2 titik dapat

10
Dituliskan dengan:

g (u)du=g 1
1 3 ( )+ g( 13 )
Contoh :

Hitung integral : L= x 2 dx
0

Pertama yang harus dilakukan adalah menghitung u, dengan:

2 xb+ a 2 x1 1
u = =2 x1 atau x= (u+ 1)
ba 1 2

Dengan demikian diperoleh fungsi g(u):

2
1 1 1
g (u ) (u 1) 2 1 2
2 2 8

2 2
1 1 1 1 1 1
L g g 1 1
3 3 8 3 8 3
Dengan menggunakan integrasi kuadratur
gauss pendekatan 2 titik diperoleh :

= 0.311004+0.022329

= 0.33333

Algoritma Metode Integrasi Gauss Dengan Pendekatan 2 Titik:


1. Definisikan fungsi f(x)
2. Tentukan batas bawah (a) dan batas atas integrasi (b)

11
b+a
3. Hitung nilai konversi variabel : x= 1 ( ba ) u+ 1 )
2 2
4. Tentukan fungsi g(u) dengan:
1 1 1
g(u)= ( ba ) f ( ( ba ) u + ( b+a ))
2 2 2

1
5. Hitung:
L=g
( 1
3 ) +g
( 3)

Integrasi Kuadratur Gauss Dengan Pendekatan 3 Titik

Metode ini menggunakan formulasi integrasi:

g (u)du= A0 g ( 0 ) + A1 g ( 1 ) + A 2 g (2)
1

0 , 1 , dan 2
Untuk menentukan digunakan persamaan polinom Legendre dengan n=3
1
P3 ( u )= [5 u P2 ( u ) 2 P1 ]
3


1
3[ 1
] [
5 u ( 3u 21 )2 =
2
1 5
3 2
u ( 3 u21 )2 u ]
[
1 15 3 9
3 2
1
]
u u = u (5u 23)
2 2

3
3
Diperoleh : 0=0, 1= 5 , dan 2= 5
A 0 , A 1 , A2
Nilai dapat diperoleh dengan

15 2 3
:
P 3 ( u )= u
2 2

12
2 2 8
Ai
(1) P3 (0)
2 2
3 9

2

2 2 10 5
A12
3
2
3 18 9
3 3
2
1 P3 5
5 5

Contoh :
1

Hitung integral L= e x dx
0

Terlebih dahulu dilakukan pengubahan range:

2 x( b+ a ) 2 x1 1
u= = =2 x1 atau x= (u+1)
(ba) 1 2

Sehingga diperoleh :
1
1
g (u )= ( 10 ) 2
2 2 [ ]
1 1 ( u+1) 1 2 (u +1)
= e
2

Dengan menggunakan integrasi kuadratur gauss dengan pendekatan tiga titik diperoleh:

8 5
L= g ( 0 ) + g
9 9
3 5
+ g
5 9 ( ) ( 35 )
0.732765+0.310916+0.6746

1.718281

Algoritma Metode Integrasi Gauss Dengan Pendekatan 3 Titik:

13
Definisikan fungsi f(x)
Tentukan batas bawah (a) dan batas atas integrasi (b)
Hitung nilai konversi variabel :
1 1
x= ( ba ) u+ (b+ a)
2 2

Tentukan fungsi g(u) dengan:


1 1 1
g(u)= ( ba ) f ( ( ba ) u + ( b+a ))
2 2 2

Hitung :

8 5
L= g ( 0 ) + g
9 9 ( ) ( 35 )
3 5
+ g
5 9

2.6 Perhitungan Kuadratur dengan MATLAB


MATLAB telah menyediakan perintah=perintah untuk menghitung kuadratur atau nilai
integral tentu suatu fungsi secara numeric. Terrdapat bebrapa perintah (fungsi) MATLAB yang
dapat digunakan untuk menghitung nilai integral tentu secara numeric, yakni quad, quad8, quad1.
Masing-masing perintah berkaitan dengan metode khusus dalam metode numeric. Perintah quad
menggunakan metode Simpsin, sedangkan perintah quad8 menggunakan metode Newton-Cotes.
Perintah quad1 juga merupakan pengganti perintah quad8 yang pada versi terbaru MATLAB sudah
dianggap kedaluwarsa. MATLAB juga menyediakan perintah untuk menghitung integral ganda,
yakni db1quad.

Sintaks pemakaian perintah quad:

q = quad (f,a,b)

q = quad (f,a,b,tol)

q =quad (f,a,b,tot,trace)

sintaks q = quad8 (f,a,b,tot,trace,p1,p2, )

14
sintaks [q,y] = quad8 () akan menyimpan nilai-nilai fungsi selama proses iterasikedalam vector
y.

sintaks pemakaian perintah quad1:

q = quad1 (f,a,b)

q = quad1 (f,a,b,tol)

q = quad1 (f, a, b, tot, trace)

q = quad1 (f, a, b, tot, trace, p1,p2, )

[q,y] = quad1 (f, a, b, )

Sintaks q = quad1 (f, a, b) menghitung hampiran nilai f (x) dx menggunakan metode Gauss/
a

6
Lobatto adaptif secara rekursif dengan batas toleransi batas toleransi galadi 10

Sintaks q = quad1 (f, a, b, tol) sama seperti di atas namun menggunakan batas toleransi galat
sendiri, yakni tol sebagai pengganti nilai asli 1. 0e-6=0.00001. semakin besar nilai batas toleransi
galat, semakin cepat sintaks q = quad1 (f, a, b, tol, trace) sama seperti di atas, dan jika nilai trace
nonnegative, maka MATLAB menampilkan jejak nilai-nilai fungsi selama proses interasi.

Sintaks q = quad1 (f, a, b, tol, trace, p1, p2, ) sama seperti di atas, dengan parameter-parameter
tambahan p1, p2, akan dimasukan kedalam perhitungan fungsi f, (x, p1, p2, ).

Sintaks [q,y] = quad1 (f, a, b, )akan menyimpan nilai-nilai fungsi selama proses interasi ke
dalam vector y.

15
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Perhitungan integral adalah perhitungan dasar yang digunakan dalam kalkulus, dalam banyak

keperluan. Integral ini secara definitif digunakan untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh
fungsi y = f(x) dan sumbu x.

16

Beri Nilai