Anda di halaman 1dari 8

Landasan Teori

Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Edukasi

Kesehatan

Manajemen

Psikologi

Perbankan

Ekonomi

Politik

Hukum

IT

Home / Pembelajaran / Pengertian Model Pembelajaran NHT Numbered Head Together Tujuan
Langkah Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian Model Pembelajaran NHT


Numbered Head Together Tujuan Langkah
Kelebihan dan Kekurangan
02:25:00
Pembelajaran
Pengertian Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) atau penomoran
berpikir bersama merupakan salah satu jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk
mempengaruhi pola interaksi mahasiswa dan sebagai alternative terhadap kelas tradisional.
Teknik belajar mengajar Numbered Head Together (NHT) dikembangkan oleh Spencer Kagan
(1992).

Teknik ini dirancang dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk saling membagikan
ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Dengan melibatkan lebih banyak
lebih banyak mahasiswa di dalam metode ini, metode ini juga bertujuan untuk menggali setiap
pemahaman mahasiswa terhadap isi pelajaran. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata
pelajaran dan semua tingkatan usia anak didik (Trianto, 2010 ; Lie, 2010).

Tujuan Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Menurut Muslimin (2010) tiga tujuan yang hendak dicapai dalam model pembelajaran NHT
yaitu: hasil belajar akademik stuktural bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-
tugas akademik. Pengakuan adanya keragaman bertujuan agar siswa dapat menerima teman-
temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.

Pengembangan keterampilan sosial bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.


Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat
orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, dosen menggunakan struktur empat fase
sebagai sintaks NHT :

Fase 1: Penomoran. Dalam fase ini, dosen membagi mahasiswa ke dalam kelompok 3-5
orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.

Fase 2 : Mengajukan pertan yaan.Dosen mengajukan sebuah pertanyaan kepada


mahasiswa. Pertanyaan dapat b ervariasi. Pertanyaan apat amat spesifik dan dalam bentuk
kalimat tanya.

Fase 3 : Berpikir Bersama. Mahasiswa menyatuka n pendapat terhadap jawaban


pertanyaan itu dan meyakini tiap anggota d alam timny a mengetahui jawaban tim

Fase 4: Menjawab. Dosen me manggil su atu nomor tertentu, ke mudian m hasiswa yang
nom ornya ses uai mengac ungkan tangannya d n mencoba untuk menjawab pertanyaan
untuk sel uruh kelas (Lie, 2010).

Langkah-langkah Model Pembelajaran NH T


Kelebihan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Menurut Ibrahim (2009) kelebihan model pembelajaran NHT : Saling Ketergantungan Positif.
Dalam pembelajaran kooperatif, dosen dituntut utuk dapat menciptakan suasana belajar yang
mendorong mahasiswa untuk aktif dalam bekerja melakukan sesuatu bersama-sama dan saling
membutuhkan antar sesama lainnya. Hubungan saling membutuhkan antara mahasiswa yang satu
dengan mahasiswa yang lain disebut saling ketergantungan positif. Di dalam pembelajaran
kooperatif, setiap anggota kelompok sadar bahwa mereka perlu bekerja sama dalam mencapai
suatu tujuan.

Tanggung Jawab Perseorangan. Tanggung jawab dalam pembelajaran cooperative learning,


setiap mahasiswa akan merasa bertanggug jawab untuk melakukan yang terbaik. Persiapan dosen
dalam penyusunan tugas merupakan kunci keberhasilan dalam metode cooperative learning.
Seorang dosen yang masuk ke kelas dan langsung membagi kelompok tanpa membuat sebuah
persiapan bukanlah dosen yang menerapkan cooperative learning. Seorang dosen yang efektif
dalam cooperative learning harus membuat persiapan dan menyusun tugas agar masing-masing
anggota kelompok melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam
kelompok dapat dilaksanakan. Dengan metode ini kita dapat mengetahui, mahasiswa yang tidak
melaksanakan tugasnya.

Tatap Muka. Dalam setiap kelompok diberikan kesempatan yang sama untuk bertemu dan
mendiskusikan setiap tugas yang diberikan. Kegiatan berdiskusi secara bersama-sama akan lebih
menigkatkan hasil pemikiran dibandingkan secara individu. Setiap anggota kelompok memiliki
latar belakang pengalaman, sosial ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Di dalam
kelompok, para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima
satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi pribadi (Warsono, 2013).

Komunikasi Antar Anggota. Keberhasilan suatu kelompok juga ditentukan oleh kesediaan setiap
anggota dalam mengemukakan pendapatnya dengan berkomunikasi secara tepat. Di dalam
komunikasi anatar anggota ini, setiap mahasiswa diajarkan cara berkomunikasi yang baik antar
sesama kelompok, cara memberi tanggapan, memberi jawaban, dan menghargai orang lain.
Proses tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk memperkaya pengalaman belajar dan
pembinaan perkembangan mental dan emosional para mahasiswa.

Evaluasi Proses Kelompok. Setiap dosen seharusnya menjadwalkan waktu yang tepat untuk
mengevaluasi proseskerja kelompok dan hasil kerja sama agar lebih efektif. Waktu evaluasi bisa
diadakan setelah beberapa waktu dalam kegiatan pembelajaran cooperative learning. Format
evaluasi bisa bermacam-macam sesuai tingkat pendidikan (Lie, 2010).

Kekurangan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Mahasiswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan sehingga
dosen harus bisa memfasilitasi mahasiswa dalam setiap pembelajaran dan lebih sering untuk
menggunakan model pembelajaran NHT supaya mahasiswa terbiasa belajar mandiri, aktif dalam
proses belajar.

Model Pembelajaran NHT ini tidak terlalu cocok untuk jumlah mahasiswa yang banyak karena
membutuhkan waktu yang lama dan tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh dosen dalam
praktiknya (Barkley, 2013).

Daftar Pustaka Makalah Model Pembelajaran NHT Numbered Head Together

Barkley, E. E., Cross, P. K., Howell, Claire. (2012). Collaborative Learning Techniques, edisi 2, Bandung: Nusa
Media.

Lie, A. (2010). Cooperative Learning. edisi ketujuh, Jakarta: Gramedia.

Warsono, Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif Teori dan Assement, edisi 2, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslimin. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Trianto. (2009) Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, edisi 4, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
BAGIKAN ke Social Mediamu:

Facebook Google+ Twitter

Related Articles :

Pengertian Evaluasi Hasil Belajar Definisi, Tujuan, Klasifikasi, Penilaian,


Syarat, Batas Minimal dan Faktor yang Mempengaruhi Pengertian Evaluasi Hasil Belajar
adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan,
penafsiran dan ...

Pengertian Kerangka Teori Definisi Menurut Para Ahli Pengertian


Kerangka Teori Adalah diperlukan dalam setiap penelitian untuk memberikan landasan
teoritis bagi penulis dalam menyelesaik ...

Pengertian Pembelajaran Kooperatif Definisi, Tujuan dan


PrinsipPengertian Pembelajaran Kooperatif adalah sebuah alternatif dari sesuatu yang
dipercaya sebagai penekanan berlebihan terhadap kompetis ...

Model Pembelajaran Orang Dewasa (POD) Prinsip dan Konsep


Pengertian Model Pembelajaran Orang Dewasa - Pembelajaran dapat diartikan sebagai
suatu interaksi antara peserta pebelajar dengan pen ...
Pengertian Model Pembelajaran Tanya Jawab Tujuan, Langkah,
Kelebihan dan Kekurangan Pengertian Model Pembelajaran Tanya Jawab adalah model
pembelajaran yang bersifat aktif individual dengan mengakibatkan terjadinya ko ...

0 comments:

Post a Comment

Newer Post Older Post Home

Rekomendasi Bacaan

Peranan Sekretaris Dalam Membantu Pimpinan dan Hubungannya

Pengertian Otoritas Jasa Keuangan Definisi, Tujuan, Fungsi, Tugas, dan Wewenang serta
Latar Belakang Pembentukan

Pengertian Ombudsman Definisi, Fungsi Tujuan dan Wewenang Republik Indonesia


Menurut Para Ahli


Pengertian Dana Pensiun Definisi Jenis, Manfaat, Program Pensiunan dan Sistem
Pemberian Tunjangan

Pengertian Analisis Rasio Keuangan Jenis dan Rumusnya

Dwi Fungsi ABRI Demokrasi Masa Orde Baru Landasan Konsep, Serta Peran Ganda

Pengertian Pelayanan Publik Dentuk Definisi Standar Faktor Pendukung Menurut Para
Ahli

Pengertian Perilaku Konsumtif Definisi Tipe, Indikator, Faktor Gambaran Terhadap Pria
Metroseksual

Pengertian Suku Bunga dan Teori Faktor-faktor Yang Mempengaruhi

Pengertian Rasio Profitabilitas Definisi Menurut Para Ahli dan jenis Terdiri dari

Advertiser

Privacy Policy | Term of Use | Contact Us |


Owner. Ade Sanjaya | Copyright 2015 Landasan Teori by Templatoid