Anda di halaman 1dari 5

Pentingnya Pola Pikir Wirausaha

Mindset/pola pikir pada seseorang dalam mewujudkan mimpinya dalam melakukan


wirausaha kadang sering berubah,karna banyak sekali orang yang takut akan hal hal yang
belum pernah mereka coba, padahal menurut dweck menerjemahkan mindset
sebagai kepercayaan mengenai siapa kita dan apa kemampuan kita, maka dari itu kita terlebih
dahulu harus mengenal kemampuan kita dan kita harus yakin/percaya kepada kemampuan
diri kita sendiri, karna banyak sekali orang yang ragu akan kemampuan dirinya
yang dapat mengurungkan niat mereka untuk mewujudkan mimpinya dalam menjadi
wirausaha, dalam hal ini kita harus mengubah mindset kita dengan cara
mengetahui/mempelajari pengetahuan baru tentang bagaimana kita harus mempunyai
pola pikir yang inovatif, karna dengan berpikiran inovatif kita dapat menciptakan hal
yang baru dalam berwirausaha.

Perubahan pola pikir kadang sering terjadi terhadap semua orang, terutama kepada orang
yang selalu merasakannya, karna mereka akan menyadari perubahan sekecil apapun terhadap
pola pikir mereka, apakah itu pola pikir yang positive atau negative yang mereka rasakan,
jika mereka merasakan perubahan hal positive terhadap diri mereka sendiri maka ada
dorongan dalam diri mereka untuk selalu optimis dalam meraih mimpi dalam
berwirausaha, dan jika dengan pola pikir yang negative , itu akan menyebabkan mereka
selalu bersifat pesimis untuk meraih mimpi mereka, maka dari itu pendidikan
dan komunikasi untuk medapatkan informasi sangatlah penting dalam mengubah
mindset seseorang dalam berwirausaha supaya mempunyai pikiran inovatif dan
kreatif dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang wirausaha yang berhasil. Mungkin
hal-hal di bawah

Pola pikir wirausaha (Entrepreneurial Mindset) sebagai berikut:

Mereka, secara bersemangat, selalu mencari peluang-peluang baru.


Mengeksplor berbagai kesempatan dengan pendekatan/disiplin yang tidak biasa
Mereka secara efektif hanya mengeksplor peluang terbaik dan menjauhi berlelah-lelah dengan
mengejar setiap kesempatan
Mereka fokus pada eksekusi, terutama eksekusi yang adaptif.
Mereka menyatukan energi setiap orang dalam domain mereka
KETERKAITAN ANTARA WIRAUSAHA DAN POLA BERPIKIR
Berbicara tentang kewirausahaan, mindset (pola pikir) dan method
(sistem kerja, langkah, prosedur, tehnik) mengenai pola pikir wirausaha yang dikembangkan
dari pemikiran Neal Thornberry. Menurut Neal Thornberry, keterkaitan antara pola

pikir wirausaha melibatkan 10 kualitas, sebagai berikut :

A. Memiliki Locus of Control internal

Locus of Control (lokus kendali) adalah istilah untuk menggambarkan bagaimana seseorang
berpikir tentang kendali hidupnya. Seseorang yang memiliki kendali eksternal, adalah mereka
yang merasa bahwa hidupnya dikendalikan oleh factor-
faktor diluar dirinya, seperti cuaca, kebijakan pemerintah, keluarga, pacar, peraturan kantor d
an lainlain. Sehingga mereka hanya punya sedikit sekali punya kontrol terhadap kehidupanny
a. Mereka cenderung pasrah, dan mengikuti kehendak di luar dirinya.
Intinya, hidup mereka dikendalikan oleh dayadaya diluar dirinya, dan mereka meyakini bahw
a tidak banyak yang mampu dilakukan untuk mengatasinya. Sebaliknya kendali internal (inter
nal locus of control) adalah pemikiran bahwa kita adalah pusat kendali.Cuaca boleh hujan, na
mun kita tetap punya kontrol penuh untuk membuat hati kita sedih/senang karena adanya huj
an tersebut. Seorang wirausaha, diyakini memiliki kendali internal tersebut. Mereka yakin ba
hwa dirinyalah pusat kendali, bukan atasan, cuaca, kebijakan pemerintah dll.

B. Memiliki toleransi
seorang wirausaha memiliki toleransi untuk berbuat berbeda dan melanggar hal
hal yang dianggap jarang dilakukan. Sebagai contoh, yang umum buat mereka yang ingin me
mbuka restoran adalah bukalah di tempat yang ramai. Namun demikian, saat ini sudah sangat
banyak contohnya dimana restoran yang dibuka di tempat terpencil (jauh diatas gunung, di pu
lau, di tengah sawah, dll) justru diserbu oleh pelanggannya.

C. Kesediaan untuk mengaji orang yang lebih cerdas dari dirinya

Seorang wirausaha sejati sangat mengenal dirinya, dan ia menyadari bahwa dirinya bukanlah
dewa. Ia sangat sadar akan kelebihan dan potensi, dan juga terkait hal
hal yang kurang dikuasainya. Oleh karena itu, mereka selalu siap untuk berbagi pikiran dan a
wasan, serta mengisi kekosongan-kekosongan dalam usahanya. Sebagai contoh, beberapa ora
ng mahasiswa yang membuka bisnis cuci motor, sangat sadar akan keterbatasannya dengan c
airan kimia sabun. Oleh karena itu, mereka ikhlas bekerja sama dengan mahasiswa kimia/far
masi untuk menghasilkan formula sabun yang tidak panas ditangan, wangi dan tahan lama be
rsihnya. Satu hal penting bahwa, mereka tidak pernah takut tersaingi. Sebaliknya, mereka san
gat sadar bahwa kerjasama akan menghasilkan jauh lebih banyak dari yang dapat dibayangka
n. Kerjasama bukanlah satu ditambah satu sama dengan dua, namun satu ditambah satu bisa
menjadi tiga, tujuh atau bahkan sebelas.

D. Konsistensi untuk selalu berkreativitas, membangun dan mengubah berbagai hal

Begitu seseorang berkecimpung dalam dunia wirausaha, maka ia harus siap berenang dalam k
reativitas. Hal ini sangat bisa dimaklumi, mengingat beberapa peluang bisnis, terutama pintu
(entrance) untuk memulainya tidak sulit untuk dibuka (tidak butuh keterampilan khusus, tidak
butuh modal besar dll), dimana akan sangat mudah dipenuhi oleh para pemula.

E. Dorongan yang kuat untuk peluang dan kesempatan

Mata seorang wirausaha seperti mata elang. Mereka selalu awas terhadap peluang-peluang ba
ru. Mereka dengan kemampuan yang dimiliki selalu ditempa agar mampu membaca trend za
man. Salah satu contoh kepekaan ini adalah apa yang dilakukan oleh Trans Corp dengan Proy
ek Trans Studionya. Mereka melihat kesempatan yang besar pada bisnis hiburan di Bandung I
bu kota Jawa Barat. Jumlah penduduk yang berjumlah kurang lebih 40 juta ditambah penghu
ni Jabodetabek yang sekitar 20 juta, menjadi alasan yang sangat kuat untuk mendirikan kawas
an terpadu yang menjadi salah satu hiburan kelas dunia untuk keluarga. Inilah mata elang wir
ausaha. Mereka mampu melihat peluang dan berani mengambil tindakan untuk menangkapny
a.

F. Mengikuti perkembangan pasar

Para tokoh bisnis sering mengatakan bahwa inovasi sudah merupakan sesuatu harga mati, ini
adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Mengapa? Karena kompetitor begitu banya
k dan pasar sangat haus terhadap inovasi baru. Mari kita lihat trend pasar telepon selular. Inov
asi yang terjadi disini dapat dikatakan hampir terjadi setiap hari. Jika kita membaca surat kab
ar, maka sangat mudah ditemukan iklan yang mengabarkan teknologi terbaru dari sebuah tele
pon selular. Inilah bentuk dari perkembangan pasar yang sangat tinggi. Para pelaku alat telek
omunikasi canggih tersebut sangat paham, bahwa lengah satu langkah dapat berarti ancaman
kebangkrutan.

G. Memelihara ide
Mereka menjaga dan memelihara idenya untuk kemudian diwujudkan. Beberapa orang hanya
berhenti pada level menemukan ide baru. Namun para wirausahawan sejati mereka memeliha
ra, mengembangkan dan berusaha mewujudkan ide tersebut. Nurfitira Khoirunnisa adalah co
ntoh yang baik untuk menjelaskan karakter ini. Ia memiliki ide untuk membuat penghapus ele
ktrik gara-gara badannya yang kurang tinggi, sehingga tidak dapat menjangkau seluruh bagia
n papan tulis di sekolahnya. Berkaca dari situasi itu, ia dan rekannya kemudian berusaha men
ciptakan penghapus elektrik. Inilah contoh usaha untuk menemukan ide baru kemudian berus
aha mematangkan dan mewujudkannya.

H. Ketahanan

Wirausaha yang tangguh memiliki sikap seperti boneka anak-


anak yang jika dipukul selalu kembali ke posisi semula. Inilah kewirausahaan yang sesunggu
hanya. Tidak ada satupun usaha yang tanpa penghalang dan tanpa hambatan.

Namun, daya tahan ini akan mengembalikan kita kembali ke posisi semula. Sudah terlalu ban
yak para pelaku usaha mental dan jatuh diterjang angin. Namun tidak terlalu banyak yang ke
mudian dapat kembali ke posisi semula. Inilah sikap ketahanan yang perlu dimiliki setiap kita
yang sadar bahwa hidup adalah perjuangan, dan perjuangan selalu memerlukan kekuatan untu
k bangkit setelah jatuh dan bangun setelah terjerembab oleh kerasnya kehidupan.

I. Optimis

Optimis, secara sederhana dapat diartikan sebagai lompatan dari satu aktivitas ke aktivitas lai
n. Optimis adalah juga bentuk keyakinan bahwa tujuan akan tercapai dan target akan terpenu
hi dengan kekuatan sendiri. Mungkin para pembaca mengenal sosok Jerry Aurum, seorang fo
tographer ternama. Ia adalah contoh seorang wirausaha yang sangat optimis dan yakin denga
n kapabilitas yang dimilikinya. Saat ini, berbagai institusi, dan perusahaan besar di Indonesia
sudah menggunakan jasanya. Optimisnya antara lain dibuktikan dengan kegigihannya dalam
memulai usaha fotographinya. Ia mengirimkan 500 eksemplar kalender ke berbagai perusaha
an di Indonesia yang berisi foto-foto hasil karyanya. Dengan rasa optimisnya, ia beranggapan
bahwa minimal pasti ada satu dua perusahaan yang akan menggunakan jasanya. Hal itu kemu
dian terbukti, dan akhirnya berbagai tingkatan klien berlomba-lomba menggunakan jasanya.

J. Rasa humor tentang diri sendiri


Ini adalah bentuk rasa besar hati. Kemampuan mentertawakan diri sendiri adalah salah bentu
k kapabilitas untuk mengkoreksi dan bahkan mengkritik diri sendiri. Ini adalah sebuah rasa u
ntuk tidak menilai diri sendiri sudah mencapai prestasi yang optimal. Sebaliknya sikap ini me
ndorong kita untuk selalu melihat hal-hal belum maksimal dan punya potensi untuk dikemba
ngkan. Rasa humor terhadap diri sendiri, juga akan mampu memacu kreativitas dalam diri unt
uk selalu mencari sisi-sisi yang belum tereksplorasi