Anda di halaman 1dari 172

PERANGKAT MENGAJAR

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN


( KTSP)
KELAS X
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

DI SUSUN OLEH :
SHENI KRISNADHIANTI NURSENA S.KEP

SMK KESEHATAN PARIGI


DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PANGANDARAN
Jalan Raya Cijulang No.66 Cibenda
Kecamatan parigi
Kabupaten Pangandaran

TAHUN 2016

0
Lembar Pengesahan
Program Pengembangan kurikulum Tingkat satuan Pendidikan ( KTSP) SMK
KESEHATAN PARIGI telah selesai diperiksa dan disyahkan sebagaimana
mestinya.

Di : ...........................
Pada Tanggal : .........................

Mengetahui,

Kepala SMK KESEHATAN PARIGI Guru Mata Pelajaran,

ERFIN RACHMAN
HAKIM,S.Kep,Ners SHENI KRISNADHIANTI
NIP . NURSENA ,S.Kep

Pengawas PEMBINA

...............................................
Nip...........................................

1
PROGRAM TAHUNAN
Bidang studi keahlian : Kesehatan
Kompetensi Keahlian : Keperawatan
Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM)
Tingkat / Semester : X / 1 dan 2
Tahun Pelajaran : 2016/2017

sm No Standar Kompetnsi / Kompetensi dasar Alokasi Keterang


t Waktu an
1 Menjelaskan pemenuhan kebutuhan kebersihan tubuh
2
Menjelaskan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin
Semester I

3 Menjelaskan pedoman untuk mengukur tanda vital


4
Menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan oksigen
5

Menjelaskan pemenuhan kebutuhan nutrisi

Jumlah
6
II Semester

Menjelaskan pemenuhankebutuhan cairan dan


7 elektrolit
Menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan
8
luka
Jumlah

Parigi,Juli 2016

SHENI KRISNADHIANTI
NURSENA ,S.Kep

2
PROGRAM SEMESTER
Bidang studi keahlian : Kesehatan
Kompetensi Keahlian : Keperawatan
Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)
Tingkat / Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2016/2017
SK / KD Jml Loka Materi PELAKSANAAN
Ja si pembelaja Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
m S L ran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
S
Menjelaskan
pemenuhan kebutuhan
kebersihan tubuh
Uji Kompetensi
Menjelaskan
pemenuhan kebutuhan
eliminasi urin
Uji Kompetensi
Menjelaskan pedoman
untuk mengukur tanda
vital
Uji Kompetensi
Menjelaskan tentang
pemenuhan kebutuhan
oksige
Uji Kompetensi
Menjelaskan
pemenuhan kebutuhan
nutrisi
Uji Kompetensi
Parigi juli 2016

3
Guru mata pelajaran

PROGRAM SEMESTER
Bidang studi keahlian : Kesehatan
Kompetensi Keahlian : Keperawatan
Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Tingkat / Semester : X / 2
Tahun Pelajaran : 2015/2016
SK / KD Jml Loka Materi PELAKSANAAN
Ja si pembelaja Juli Agustus September Oktober Nopember Desember
m S L ran 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
S
Menjelaskan
pemenuhankebutuhan
cairan dan elektrolit
Uji Kompetensi
Menjelaskan asuhan
keperawatan pada
pasien dengan luka
Uji Kompetensi
Menjelaskan konsep
rawat inap.
Uji Kompetensi
Menjelaskan
komunikasi
multidisiplinMenjelaska
n
Uji Kompetensi

Parigi juli 2016

4
Guru mata pelajaran

5
Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah
YAYASAN AZZAHRA USWATUN HASANAH
SMK KESEHATAN PARIGI
Jln Raya Cijulang No 66 Cibenda,Kecamatan Parigi , Kabupaten
Pangandaran

CATATAN KEGIATAN HARIAN GURU


N HARI/ JAM KEL KD/STANDAR KOMPETENSI / MATERI
O TANGGAL KE AS KEGIATAN

Mengetahui, Padaherang, Juli 2016


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran

ERFIN RACHMAN HAKIM , S.Kep SHENI KRISNADHIANTI NURSENA


,Ners ,S.Kep

6
KRITERIA KETENTUAN MINIMAL ( KKM)
MATA PELAJARAN : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)

SEKOLAH : SMK KESEHATAN PARIGI


KELAS :X
SEMESTER : 1 ( SATU)
KKM : 7,5

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL


KRITERIA PENETAPAN
KOMPETENSI DASAR & NILA
KETUNTASAN
INDIKATOR JUMLAH I
KOMPLEKSIT DAYA INTAK
KKM
AS DUKUNG E
1. Menjelaskan pemenuhan kebutuhan
kebersihan tubuh
2. Menjelaskan pemenuhan kebutuhan
eliminasi urin
3. Menjelaskan pedoman untuk
mengukur tanda vital
4. Menjelaskan tentang pemenuhan
kebutuhan oksigen
5. Menjelaskan pemenuhan
kebutuhan nutrisi

Parigi, Juli 2016


Guru Mata Pelajaran

SHENI KRISNADHIANTI
NURSENA ,S.Kep

7
KRITERIA KETENTUAN MINIMAL ( KKM)
MATA PELAJARAN : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)

SEKOLAH : SMK KESEHATAN PARIGI


KELAS :X
SEMESTER : II ( dua)
KKM : 7,5

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL


KRITERIA PENETAPAN
KOMPETENSI DASAR & NILA
KETUNTASAN
INDIKATOR JUMLAH I
KOMPLEKSIT DAYA INTAK
KKM
AS DUKUNG E
1. Menjelaskan pemenuhankebutuhan
cairan dan elektrolit
2. Menjelaskan asuhan keperawatan
pada pasien dengan luka
3. Menjelaskan konsep rawat inap
4. Menjelaskan komunikasi multidisiplin
Menjelaskan

Parigi , Juli 2016


Guru Mata Pelajaran

SHENI KRISNADHIANTI
NURSENA ,S.Kep

8
Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah
YAYASAN AZZAHRA USWATUN HASANAH
SMK KESEHATAN PARIGI
Jln. Raya Cijulang No 66 Cibenda,Kecamatan Parigi ,Kabupaten
Pangandaran

DAFTAR PENILAIAN KOMPETENSI SISWA


TAHUN PELAJARAN : 2015/2016
MATA PELAJARAN : KDM
KELAS : X PERAWAT
KKM : 75

Kehadirann

Presentasi
Prilaku
Tugas
Ulangan Harian / Rata UT UAS/U Ket
N Tugas rata S KK er
NAMA SISWA
O
U TUG
1 2 3 4 5 6
H AS
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

KETERANGAN :
UJIAN TENGAH SEMESTER : UTS Prilaku: A
= Amat Baik ( 81 90 )
UJIAN AKHIR SEMESTER : UAS B = Baik ( 71 80 )
UJIAN KENAIKAN KELAS : UKK C = Cukup ( 61
70 )
BERDASAR MAPEL : PRESENTASI D = Kurang ( 51
-60 )
Jumlah hadir x 100% = Kehadiran
Hadir Keseluruhan
Mengetahui, Padaherang, Juli 2016
Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran

9
ERFIN RACHMAN HAKIM ,S.Kep SHENI KRISNADHIANTI NURSENA
,S.KEP

DAPTAR HADIR SISWA


TAHUN PELAJARAN : 2016/2017
MATA PELAJARAN : KDM
KELAS : X PERAWAT
KKM : 75
N Absensi / pertemuan ke jumlah
NAMA SISWA 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2
A
O 1 2 3 4 5 6 7 8 9
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 S I

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran

Abdul Munir, S.Pd.MM Ns. Dodo rahman, S.Kep


NIP. 19620209 198305 1 005

10
11
SILABUS

`SILABUS
Nama Sekolah : SMK PASUNDAN PADAHERANG
Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)
Siswa mampu memahami konsep pemenuhan Kebutuhan
Standar Kompetensi : Dasar manusia
Kode : KDM -2D
Kelas/Semester : X / 1 dan 2
Durasi Pembelajaran : 20 Jam

ALOKASI WAKTU
KOMPETENSI MATERI PENGALAMAN PRAKTIK PRAKTI SUMBER
INDIKATOR PENILAIAN TATAP
DASAR PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN DISEKOLA K DI BELAJAR
MUKA
H DU/DI
Mendeskripsik 1.Menjelaskan pemenuhan kebutuhan Pesdik mempelajari dan kemudian Tes 6 6 Buku
an Kebutuhan pemenuhan kebersihan tubuh mendiskusikan tentang tertulis Referensi
Dasar pemenuhan kebutuhan kebersihan Tugas lain yang
manusia kebutuhan pemenuhan tubuh mandiri relevan
Sebagai kebersihan tubuh kebutuhan eliminasi Pesdik mempelajari dan kemudian Keaktifa Internet
pemenuhan 2.Menjelaskan urin mendiskusikan tentang n
hidup pemenuhan pedoman pemenuhan kebutuhan eliminasi
urin.
kebutuhan eliminasi untuk mengukur
Pesdik mempelajari dan
urin tanda vital
kemudian mendiskusikan tentang
3.Menjelaskan pemenuhan pedoman untuk mengukur tanda
pedoman untuk kebutuhan oksigen vital
mengukur tanda pemenuhan Pesdik mempelajari dan
vital kebutuhan nutrisi kemudian mendiskusikan
4.Menjelaskan tentang pemenuhan tentang pemenuhan
pemenuhan kebutuhan cairan dan kebutuhan oksigen
kebutuhan oksigen elektrolit Pesdik mempelajari dan
5.Menjelaskan kemudian mendiskusikan
asuhan keperawatan
pemenuhan tentang pemenuhan
pada pasien dengan

12
kebutuhan nutrisi luka kebutuhan nutrisi
6.Menjelaskan konsep rawat Pesdik mempelajari dan
pemenuhankebutuh inap kemudian mendiskusikan
an cairan dan komunikasi tentang pemenuhan
elektrolit multidisiplin kebutuhan cairan dan
7.Menjelaskan asuhan elektrolit
keperawatan pada Pesdik mempelajari dan
pasien dengan luka kemudian mendiskusikan
8.Menjelaskan konsep tentang asuhan
rawat inap keperawatan pada pasien
9. Menjelaskan dengan luka
komunikasi Pesdik mempelajari dan
multidisiplin kemudian mendiskusikan
tentang konsep rawat inap
Pesdik mempelajari dan
kemudian mendiskusikan
tentang komunikasi
multidisiplin

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran

Abdul Munir, S.Pd.MM Ns. Dodo rahman, S.Kep

13
NIP. 19620209 198305 1 005

14
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : X/1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (1 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Menjelaskan pemenuhan kebutuhan kebersihan tubuh
b. Menjelaskan pemenuhan kebutuhan eliminasi urin
c. Menjelaskan pedoman untuk mengukur tanda vital
d. Menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan oksigen
e. Menjelaskan pemenuhan kebutuhan nutrisi
f. Menjelaskan pemenuhankebutuhancairan dan elektrolit
g. Menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan luka
h. Menjelaskan konsep rawat inap
i. Menjelaskan komunikasi multidisiplinMenjelaskan pengertian anatomi fisiologi manusia

2. Materi Ajar
a. Kebutuhan personal Hygiene
b. Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine
c. Pedoman tanda-tanda vital
d. Pemenuhan kebutuhan oksigen
e. Pemenuhan kebutuhan nutrisi
f. Cairan dan elektrolit
g. Perawatan pasien luka
h. Konsep rawat inap
i. Komunikasi multi disiplin

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Diskusi Kelas
c. Pemberian Tugas
4. Media pembelajaran
a. Fasilitas Alat
1. Kelas beserta kelengkapannya
2. Peralatan yang mendukung
b. Sumber Belajar
1. Modul Keperawatan anatomi fisiologi

15
2. Buku yang relevan

5. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan awal :
a. Pengkondisian kelas: Membaca Quran, berdoa, pengabsenan
b. Penyampaian informasi materi yang akan dibahas.
c. Melaksanakan tes awal
Kegiatan Inti :

a. Guru menerangkan tentang konsep Kebutuhan personal Hygiene


b. Guru menerangkan tentang konsep Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine
c. Guru menerangkan tentang konsep Pedoman tanda-tanda vital
d. Guru menerangkan tentang konsep Pemenuhan kebutuhan oksigen
e. Guru menerangkan tentang konsep Pemenuhan kebutuhan nutrisi
f. Guru menerangkan tentang konsep Cairan dan elektrolit
g. Guru menerangkan tentang konsep Perawatan pasien luka
h. Guru menerangkan tentang konsep Konsep rawat inap
i. Guru menerangkan tentang konsep Komunikasi multi disiplin
Kegiatan Akhir :
Bersama siswa menyimpulkan pokok isi materi yang sudah dibahas
Penjajagan hasil belajar melalui tanya jawab
Informasi dan pemberian tugas

Penilaian Hasil Belajar


Prosedur Penilaian :
1. Penilaian proses belajar
2. Penilaian hasil belajar
Jenis dan Bentuk Tes :
1. Tes lisan
2. Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2014


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

16
Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang
Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan Pengertian pemenuhan kebutuhan kebersihan tubuh
Menjelaskan Macam macam personal hygien

2. Materi Ajar
Pengertian Kebutuhan personal Hygiene
Macam Macam personal hygien

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus

17
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Kebutuhan personal hygien
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan kebutuahn personal hygien

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Kebutuhan
personal hygien
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Kebutuhan
personal hygien
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar

18
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Macam macam personal hygien
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan macam macam personal hygien

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Macam macam
personal hygien
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Macam
macam personal hygien
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar

19
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang macam macam personal hygien
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
macam macam personal hygien

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Macam macam
personal hygien
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Macam
macam personal hygien

20
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

21
5. Alat dan sumber belajar
Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
a. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI :

PERSONAL HYGIENE
A. Pengertian
Personal Hygiene adalah suatu tindakan memelihara kebersihan dan
kesehatan seseorang untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Ukuran kebersihan

22
atau penampilan seseorang dalam pemenuhan kebutuhan Personal Hygiene
berbeda pada setiap orang sakit karena terjadi gangguan pemenuhan kebutuhan.
Perawat dapat memberikan informasi-informasi tentang personal hygiene yang
lebih baik terkait dengan waktu atau frekuensi aktifitas, dan cara yang benar
dalam melakukan perawatan diri.
Konsep Personal Hygiene
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan
harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan
kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial,
keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat
perkembangan.
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini
terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele,
padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara
umum.
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya
perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu
tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk
kesejahteraan fisik dan psikis.

B. Macam-macam personal hygiene


1. Memandikan
2. Oral hygiene (membersihkan mulut)
3. Mencuci rambut
4. Memotong kuku
5. Perineal hyigiene (membersihkan kelamin)

1. Memandikan pasien
A. Definisi
Memandikan pasien adalah suatu tindakan membersihkan seluruh bagian tubuh
pasien dengan posisi berbaring di tempat tidur dengan menggunakan air bersih,
sabun dan larutan antiseptic. Memandikan pasien merupakan suatu tindakan

23
keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri
dengan cara memandikannya di tempat tidur.

B. Indikasi
1. Pada pasien bed rest
2. Pada pasien yang tidak dapat dan tidak diizinkan mandi sendiri
3. Pada pasien baru yang dalam keadaan kotor.

C. Kontraindikasi
1. Pada pasien luka bakar
2. Hindari tindakan yang menimbulkan rasa malu pada pasien dan tetap
menjaga kesopanan.
3. Pada pasien yang koma
4. Pada pasien yang terpasang alat-alat kesehatan

D. Pelaksanaan
1. Alat dan bahan
a. Handuk mandi 2 buah
b. Waslap 3 buah
c. Sabun mandi pada tempatnya
d. Selimut ekstra 1 buah
e. Baskom air kecil 1 buah
f. Alat rias pribadi pasien, seperti :

Bedak atau kolonye


Deodorant
Losion atau krim tubuh
Minyak zaitun

2. Cara kerja
a. Identifikasi kebutuhan pasien
b. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
c. Siapkan alat alat dan susun diatas troli

24
d. Dekatkan ke pasien
e. Pasang tirai untuk menjaga privasi pasien
f. Atur pasien pada posisi supine atau semifowler
g. Cuci tangan dengan prinsip bersih
h. Pasang selimut ekstra sambil menurunkan selimut pasien
i. Buka pakaian pasien dibawah selimut
j. Pasang handung dibawah kepala pasien
k. Wajah :

Basahi waslap lalu basuh wajah dan leher pasien, dimulai dari
dahi. Tanyakan apakah pasien mau menggunakan sabun wajah?
Basuh dan bersihkan bibir dengan arah melingkar
Basuh kelopak matamenggunakan air bersih dengan arah dari
dalam ke luar
Bersihkan seluruh daun telinga dengan perlahan
Keringkan wajah dan telinga dengan handuk

l. Lengan :

Letakan handuk memanjang pada lengan yang terjauh


Basahi dan sabuni lengan dengan arah dari pergelangan tangan
sampai pangkal lengan atau dari bagian bersih ke bagian yang
kotor
Rendam tangan pasien lalu bersihkan telapak dan kukunya
menggunakan sikat dan sabun
Bilas dan bersihkan aeluruh lengan dengan air bersih lalu
keringkan dengan handuk, setelah kering lengan diposisikan ke
arah atas
Pindahkan handuk ke lengan terdekat, lakukan langkah langkah
yang sama pada lengan sebelumnya
m. Dada

Pindahkan handuk memanjang untuk menutupi bagian dada


dan perut pasien
Basahi dan sabuni bagian dada hingga atas simfisis dengan
arah gerakan dari dada ke bawah atau dari yang bersih ke
bagian yang kotor
Bilas dan bersihkan dengan air bersih lalu keringkan dengan
handuk setelah kering tutup dengan baju atau selimut bersih
n. Kaki

Letakan handuk dibawah kaki yang terjauh dari perawat

25
Basahi dan sabuni kaki tersebut dengan arah gerakan dari
telapak kaki ke paha atau dari bagian yang bersih ke bagian
yang kotor
Rendam kaki lalu bersihkan kuku dan telapaknya dengan
menggunakan sikat dan sabun
Bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk
Setelah kering, tutup dengan selimut bersih
Letakan handuk dibawah kaki yang terdekat dengan perawat,
bersihkan dengan cara yang sama

o. Genitalia

Dengan mneggunakan waslap lain, basahi dan sabuni bagian


genetalia pasien (bila pasien bisa melakukannya sendiri berikan
waslap ditangan kiri dan ajari cara membersihkannya)
Bilas dan keringkan area yang sudah dibersihkan, kemudian tutupi
dengan selimut bersih

p. Punggung

Miringkan pasien (berlawanan dengan perawat), letakan handuk


memanjang di bawah punggung dan bokong pasien, tutup bagian
bagian kaki yag sudah bersih
Basahi dan sabuni dengan arah dari bokong ke punggung. Bilas dan
keringkan dengan handuk
Lakukan message dengan menggunakan losion atau minyak dari
arah bokong ke punggung, lakukan gerakan melingkar pada area
area tulang yang menonjol. Lakukan selama 3-5 menit
Observasi adanya tanda-tanda luka tekan (kemerahan,lecet) pada
bagian yang menonjol
Bersihkan sisa losion atau minyak dengan handuk.

q. Berikan bedak, deodorant, dan lotion (sesuai kebiasaan pasien).


r. Bantu pasien memakai pakaian dalam dan baju luar
s. Atur pasien dalam posisi yang nyaman sebelum ditinggalkan
t. Rapikan dan bersihkan alat yang telah digunakan
u. Catat tindakan yang telah dilakukang dan hasilnya

2. Oral hygiene (membersihkan mulut pasien)

26
A. Definisi
Membersihkan mulut adalah membersihkan rongga mulut, lidah dan gigi
dari semua kotoran atau sisa makanan dengan menggunakan kain kasa
atau kapas yang dibasahi air bersih.
B. Indikasi
1. Pada pasien lumpuh
2. Pada pasien sakit berat
3. Pada pasien apatis
4. Pada pasien stomatitis
5. Pada pasien yang mendapatkan oksigenasi dan Naso Gastrik Tube
(NGT),
6. Pada pasien yang lama tidak menggunakan mulut
7. Pada pasien yang tidak mampu melakukan perawatan mulut secara
mandiri.
8. Pada pasien yang giginya tidak boleh di gosok dengan sikat gigi
misalkan karena tomatitis hebat
9. Pasien sesudah operasi mulut atau yang menderita patah tulang
rahang.

C. Kontraindikasi
1. Perhatikan perawatan mulut pada pasien yang menderita penyakit
diabetes dapat beresiko stomatitis ( penyakit yang disebabkan oleh
kemoterapi, radiasi dan itubasi selang nase gratik)
2. Luka pada gusi jika terlalu kuat membersihkannya

D. Pelaksanaan
1. Alat dan bahan
a. Pengalas (perlak dan kain)
b. Bengkok 1 buah (2 buah jika pasien sadar)
c. Kasa tebal lembab yang dibasahi dengan NaCl 0,9% atau air garam
d. Sudip lidah yang telah di balut dengan kasa (tidak perlu pada pasien
yang sadar)
e. Pinset anatomi 1 buah

27
f. Tisu pada tempatnya
g. Boraks gliserin (jika perlu)
h. Gentian violet (jika perlu)
i. Lidi kapas (jika perlu)
j. Air untuk berkumur dalam gelas (jika pasien sadar)

2. Cara kerja
a. Kaji kebutuhan pasien
b. Jelaskan perihal tindakan yang akan dilakukan.
c. Siapkan alat-alat sesuai kebutuhan pasien pada troli
d. Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien.
e. Cuci tangan
f. Atur posisi (miringkan kepala pasien)
g. Pasang pengalas dibawah dagu.
h. Letakkan bengkok dibawah dagu pasien.
i. Ambil kasa tebal yang telah dilembabkan dengan NaCl 0,9% atau air
garam.
j. Minta pasien untuk membuka mulut
k. Membersihkan mulut

Bersihkan langit-langit mulut dengan cara menariknya dari arah


dalam ke luar.
Bersihkan gusi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri.
Bersihkan gigi bagian dalam atas sebelah kanan dan kiri.
Gusi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri.
Gigi bagian dalam bawah sebelah kanan dan kiri
Gusi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri.
Gigi bagian luar atas sebelah kanan dan kiri.
Gusi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri.
Gigi bagian luar bawah sebelah kanan dan kiri.
Dinding mulut
Lidah bagian atas dan bawah.

l. Keringkan bibir dengan tisu


m. Oleskan gliserin/gentian violet pada bibir

28
n. Keringkan bibir dengan tisu
o. Angakt bengkok dan pengalas
p. Atur posisi pasien
q. Rapikan alat-alat
r. Cuci tangan
s. Observasi keadaan pasien
t. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.

3. Mencuci rambut pasien


A. Definisi
Mencuci rambut adalah menghilangkan kotoran rambut dan kulit kepala
dengan menggunakan sampo.
B. Indikasi
1. Pasien yang rambutnya kotor dan keadaan umumnya mengizinkan.
2. Bagi pasien yang berkutu dan sebelum dicuci harus diobati dan di
pasang kap kutu lebih dulu.
3. Pasien yang akan menjalani operasi besar ( Bila keadaan umum
mengizinkan).
C. Kontraindikasi
1. Apabila teridentifikasi lesi actual ketidak normalan ada kulit kepala
2. Intregritas kulit kepala berhubungan dengan gangguan parasit
D. Pelaksanaan
1. Alat dan bahan
a. Pengalas
b. Sisir biasa
c. Tisu dan tempatnya
d. Bengkok berisi larutan lisol 2-3%
e. Kantong plastic
f. Karet pengikat (jikaperlu)
g. Minya krambut (jikaperlu)
h. Peniti (jikaperlu)

29
i. Talang karet (perlak dan handuk yang dibuat sebagai talang)
j. Handuk 1 buah
k. Sampo
l. Kom kecil 1 buah
m. Kain kasa dan kapas bulat dalam tempatnya
n. Gayung air
o. Baskom berisi air hangat (400 C)
p. Ember kosong
q. Kain pel.
2. Cara kerja
a. Identifikasi kebutuhan pasien
b. Identifikasikan tingkat kemandirian pasien terkait kemampuan mencuci
rambut
c. Lakukan kontrak dengan pasien (waktu, tempat dan tindakan)
d. Informasikan tujuan dilakukannya tindakan
e. Siapkan alat-alat dan susun di troli
f. Bawa alat-alat ke dekat pasien
g. Angkat bantal, lalu pasang pengalas dan handuk di bawah kepala pasien
h. Pasang ujung rambut di atas bahu pasien
i. Atur posisi kepala pasien agar berada di pinggir tempat tidur
j. Pasang talang di bawah kepala pasien dengan ujung talang dimasukkan
ke dalam ember kosong, alasi ember dengan kain pel
k. Sisir rambut pasien
l. Tutup lubang telinga dengan kasa dan jika perlu tutup juga mata pasien
m. Basahi rambut mula dari pangkal sampai ke ujung rambut.
n. Oleskan sampo ke seluruh permukaan kulit kepala dan batang rambut
kemudian usap sambai berbusa
o. Bilas rambut sampai bersih
p. Angkat penutup telinga dan mata
q. Angkat talang masukkan karet ke dalam ember dan angkat handuk
r. Keringkan rambut dengan handuk, jika perlu dibungkus

30
s. Sisir rambut
t. Atur kembali posisi pasien (jika pasien pada posisi tidur, alasi bantal
dengan handuk)
u. Rapikan kembali alat-alat
v. Cuci tangan
w. Observasi keadaan pasien
x. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya

4. Memotong kuku pasien


A. Definisi
Memotong kuku adalah mengurangi panjang kuku tangan dan kuku kaki
dengan menggunakan alat pemotong kuku agar kotoran tidak masuk ke dalam
tubuh melalui kuku sehingga kuku tetap dalam keadaan sehat dan bersih.
Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan
perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Yang
bermanfaat mencegah infeksi, rasa nyaman pada pasien, mencegah musuknya
mikroorganisme ke dalam kuku yang panjang, bau kaki dan cidera pada
jaringan lunak

B. Indikasi
1. Pada pasien yang kukunya panjang yang tidak dapat melakukan sendiri.

C. Kontraindikasi
1. Memotong kuku pasien tidak terlalu dalam
2. Pada pasien diabetes memotong kuku harus dengan hati hati karena
bisa berakibat fatal

D. Pelaksanaan
1. Alat dan bahan
a. Gunting kuku dan pengikir
b. Bengkok berisi larutan lisol 2-3 % 1 buah
c. Baskom berisi air hangat (40-42C) 1 buah
d. Baskom berisi air bersih 1 buah

31
e. Handuk 1 buah
f. Pengalas perlak atau kain 1 buah
g. Sikat kuku 1 buah
h. Sabun 1 buah
i. Aseton dan kapas 1 buah
j. Lesion atau minyak 1 buah
k. Kain pel 1 buah (jika pelu)

2. Cara kerja
a. Identifikasi kebutuhan pasien.
b. Jelaskan prosedur dan tindakan yang akan dilakukan.
c. Siapkan alat-alat sesuai dengan kebutuhan pasien.
d. Cuci tangan.
e. Pasang sampiran/penutup pintu.
f. Atur posisi pasien.
g. Pasang pengalas di bawah tangan tepat pada bagian kuku yang akan
dibersihkan. Bersihkan cat kuku dengan aseton (bila pasien menggunakan
cat kuku), kemudian letakkan baskom berisi air hangat.
h. Rendam kuku tangan dengan air hangat selama 1-2 menit.
i. Sikat kuku dengan sikat khusus kuku dan sabun, lalu bersihkan dan
keringkan.
j. Dekatkan bengkok berisi larutan lisol 2-3% kepasien. Kemudian tangan
diletakkan diatasnya. Potong kuku tangan dengan lurus dan tidak boleh
sampai batas dasar kuku, kemudian kikir pinggiran-pinggiran kuku.
k. Cuci kuku dan tangan dengan air bersih dan keringkan (jika perlu
berikan lotion pada jari-jari).
l. Angkat pengalas dan pindahkan ketangan yang lainnya. Lakukan
langkah-langkah g sampai dengan j.
m. Atur kembali posisi pasien.
n. Rapikan alat-alat dan kembalikan ketempatnya
o. Cuci tangan.
p. Observasi keadaan pasien.

32
q. Cacat tindakan yang dilakukan dan hasilnya.

5. Perineal hygiene (genetalia/kelamin)


A. Definisi
Membersihkan alat kelamin merupakan menjaga kebersihan genetalia dengan
membilas bagian-bagian tersebut dengan air matang dan sabun setelah buang
air besar dan buang air kecil.

B. Indikasi
1. Dikhususkan pada area genital yang terkena edema
2. Pada psien yang tidak mampu secara mandiri merawat kelaminnya

C. Kontraindikasi
1. Berikan perhatian pada pasien yang sedang menstruasi
2. Membersihkan genetalia harus bersih agar tidak menimbulkan jamur.

D. Pelaksanaan
1. Alat dan bahan
a. Pengalas (perlak dan handuk)
b. Selimut ekstra
c. Kapas sublimat dalam tempatnya
d. Sarung tangan lateks 1 pasang
e. Bengkok 2 buah
f. Bed pan 1 buah
g. Botol berisi air hangat
h. Tisu toilet
i. Pinset anatomis 1 buah (jika sarung tangan tidak ada)
j. Kasa steril (jika perlu)
k. Duk atau pembalut (jika perlu)
l. Celana dalam bersih (jika perlu).

33
2. Cara kerja
a. Kaji kebutuhan pasien
b. Jelaskan kepada pasien mengenai tindakan yang akan dilakukan.
c. Siapkan alat-alat
d. Dekatkan alat-alat ke tempat tidur pasien.
e. Tutup jendela dan pintu atau pasang sampiran.
f. Mencuci tangan
g. Pasang selimut ekstra.
h. Pasang pengalas dibawah bokong pasien
i. Lepaskan pakaian bawah pasien
j. Atur posis

Posisi dorsal recumbent (M shape) pada wanita


Posisi supine (V shape) pada pria

k. Bungkuus kaki pasien dengan sudut selimut dan bagian tengah


menutupi daerah pubis (jika selimut lebar) atau buka selimut sampai
atas pubis
l. Letakkan bengkok dan kapas sublimat di dekat bokong pasien
m. Pasang sarung tangan
n. Membersihkan genetalia

Membersihkan vulva (wanita)

Buka labia mayora dengan tangan kiri dan tangan kanan


memegang kapas sublimat. Bersihkan labia mayora dengan kapas
sublimat dari atas ke bawah 1 kali usap. Bersihkan perineum 1 kali
usap.

Membersihkan penis (pria)

Pasang penis dengan tangan kiri, sementara tangan kanan


memegang kappa sublimat. Bersihkan gland penis dari ujung kea
rah bawah dengan cara memutar (bagi pasien yang belum disunat,
tarik prepetium kea rah gland penis dan kembalikan seperti semula
jika sudah dibersihkan). Bersihkan batang penis dari atas ke bawah.
Bersihkan skrotum, dari arah atas ke bawah mengarah ke rectum.

34
o. Pasang bed pan di bawah bokong pasien
p. Basuh daerah genitalia dengan air hangat
q. Keringkan vulva dengan tisu
r. Angkat bed pan
s. Oleskan obat merah(jika ada luka)
t. Pasang pembalut dari celana (jika ada menstruasi atau lochia) pada
wanita
u. Atur posisi pasien
v. Angkat pengalas
w. Ganti selimut ekstra dengan selimut pasien
x. Rapikan alat-alat dan kembalikan ke tempat semula
y. Cuci tangan
z. Buka sampiran/pintu/jendela
aa. Observasi keadaan pasien
bb. Catat tindakan yang dilakukan dan hasilnya

35
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

3. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan Pengertian Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine
Menjelaskan susunan sistem perkemihan
Menjelaskan Proses miksi

4. Materi Ajar
Pengertian Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine
Susunan sistem perkemihan
Proses miksi

7. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

8. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran

36
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Pemenuhan kebutuhan eliminasi urine

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
kebutuhan eliminasi urine
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
kebutuhan eliminasi urine
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik

37
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Susunan sistem perkemihan
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan Sususnan Sistem perkemihan

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Susunan sistem
perkemihan
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Susunan
sistem perkemihan
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.

38
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Proses Miksi
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
Proses Miksi

Kegiatan Inti :

39
Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Proses Miksi
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Proses Miksi
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

40
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

9. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
10. Penilaian
a. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI :
PEMENUHAN KEBUTUHAN ELIMINASI ALVI
A. Pengertian Sistem Urinaria

41
Sistem perkemihan atau sistem urinaria, adalah suatu sistem dimana
terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang
tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di
pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut
dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).

B. Susunan Sistem Perkemihan atau Sistem Urinaria :


1. GINJAL
Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakang
peritonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada
dinding abdomen.
Bentuknya seperti biji buah kacang merah (kara/ercis), jumlahnaya ada 2 buah
kiri dan kanan, ginjal kiri lebih besar dari pada ginjal kanan.
Pada orang dewasa berat ginjal 200 gram. Dan pada umumnya ginjal laki laki
lebih panjang dari pada ginjal wanita.
Satuan struktural dan fungsional ginjal yang terkecil di sebut nefron. Tiap tiap
nefron terdiri atas komponen vaskuler dan tubuler. Komponen vaskuler terdiri atas
pembuluh pembuluh darah yaitu glomerolus dan kapiler peritubuler yang
mengitari tubuli. Dalam komponen tubuler terdapat kapsul Bowman, serta
tubulus tubulus, yaitu tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal,
tubulus pengumpul dan lengkung Henle yang terdapat pada medula.
Kapsula Bowman terdiri atas lapisan parietal (luar) berbentuk gepeng dan lapis
viseral (langsung membungkus kapiler golmerlus) yang bentuknya besar dengan
banyak juluran mirip jari disebut podosit (sel berkaki) atau pedikel yang memeluk
kapiler secara teratur sehingga celah celah antara pedikel itu sangat teratur.
Kapsula bowman bersama glomerolus disebut korpuskel renal, bagian tubulus
yang keluar dari korpuskel renal disabut dengan tubulus kontortus proksimal
karena jalannya yang berbelok belok, kemudian menjadi saluran yang lurus
yang semula tebal kemudian menjadi tipis disebut ansa Henle atau loop of Henle,
karena membuat lengkungan tajam berbalik kembali ke korpuskel renal asal,
kemudian berlanjut sebagai tubulus kontortus distal.
a. Bagian Bagian Ginjal
Bila sebuh ginjal kita iris memanjang, maka aka tampak bahwa ginjal terdiri dari
tiga bagian, yaitu bagian kulit (korteks), sumsum ginjal (medula), dan bagian
rongga ginjal (pelvis renalis).
1. Kulit Ginjal (Korteks)
Pada kulit ginjal terdapat bagian yang bertugas melaksanakan penyaringan darah
yang disebut nefron. Pada tempat penyarinagn darah ini banyak mengandung
kapiler kapiler darah yang tersusun bergumpal gumpal disebut glomerolus.

42
Tiap glomerolus dikelilingi oleh simpai bownman, dan gabungan antara
glomerolus dengan simpai bownman disebut badan malphigi
Penyaringan darah terjadi pada badan malphigi, yaitu diantara glomerolus dan
simpai bownman. Zat zat yang terlarut dalam darah akan masuk kedalam
simpai bownman. Dari sini maka zat zat tersebut akan menuju ke pembuluh
yang merupakan lanjutan dari simpai bownman yang terdapat di dalam sumsum
ginjal.

2. Sumsum Ginjal (Medula)


Sumsum ginjal terdiri beberapa badan berbentuk kerucut yang disebut piramid
renal. Dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau
papila renis, mengarah ke bagian dalam ginjal. Satu piramid dengan jaringan
korteks di dalamnya disebut lobus ginjal. Piramid antara 8 hingga 18 buah
tampak bergaris garis karena terdiri atas berkas saluran paralel (tubuli dan
duktus koligentes). Diantara pyramid terdapat jaringan korteks yang disebut
dengan kolumna renal. Pada bagian ini berkumpul ribuan pembuluh halus yang
merupakan lanjutan dari simpai bownman. Di dalam pembuluh halus ini terangkut
urine yang merupakan hasil penyaringan darah dalam badan malphigi, setelah
mengalami berbagai proses.

3. Rongga Ginjal (Pelvis Renalis)


Pelvis Renalis adalah ujung ureter yang berpangkal di ginjal, berbentuk corong
lebar. Sabelum berbatasan dengan jaringan ginjal, pelvis renalis bercabang dua
atau tiga disebut kaliks mayor, yang masing masing bercabang membentuk
beberapa kaliks minor yang langsung menutupi papila renis dari piramid. Kliks
minor ini menampung urine yang terus kleuar dari papila. Dari Kaliks minor, urine
masuk ke kaliks mayor, ke pelvis renis ke ureter, hingga di tampung dalam
kandung kemih (vesikula urinaria).

b. Fungsi Ginjal:
1. Mengekskresikan zat zat sisa metabolisme yang mengandung
nitrogennitrogen, misalnya amonia.
2. Mengekskresikan zat zat yang jumlahnya berlebihan (misalnya gula dan
vitamin) dan berbahaya (misalnya obat obatan, bakteri dan zat warna).
3. Mengatur keseimbangan air dan garam dengan cara osmoregulasi.
4. Mengatur tekanan darah dalam arteri dengan mengeluarkan kelebihan asam
atau basa.

43
c. Tes Fungsi Ginjal Terdiri Dari :
1. Tes untuk protein albumin
Bila kerusakan pada glomerolus atau tubulus, maka protein dapat bocor masuk ke
dalam urine.
2. Mengukur konsentrasi urenum darah
Bila ginjal tidak cukup mengeluarkan urenum maka urenum darah naik di atas
kadar normal (20 40) mg%.
3. Tes konsentrasi
Dilarang makan atau minum selama 12 jam untuk melihat sampai seberapa tinggi
berat jenisnya naik.

d. Peredaran Darah dan Persyarafan Ginjal


Peredaran Darah

Ginjal mendapat darah dari aorta abdominalis yang mempunyai percabangan


arteria renalis, yang berpasangan kiri dan kanan dan bercabang menjadi arteria
interlobaris kemudian menjadi arteri akuata, arteria interlobularis yang berada di
tepi ginjal bercabang menjadi kapiler membentuk gumpalan yang disebut dengan
glomerolus dan dikelilingi leh alat yang disebut dengan simpai bowman,
didalamnya terjadi penyadangan pertama dan kapilerdarah yang meninggalkan
simpai bowman kemudian menjadi vena renalis masuk ke vena kava inferior.
Persyarafan Ginjal

Ginjal mendapat persyarafan dari fleksus renalis (vasomotor) saraf ini berfungsi
untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf inibarjalan
bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal. Anak ginjal (kelenjar
suprarenal) terdapat di atas ginjal yang merupakan senuah kelenjar buntu yang
menghasilkan 2(dua) macam hormon yaitu hormone adrenalin dan hormn
kortison.

2. URETER
Terdiri dari 2 saluran pipa masing masing bersambung dari ginjal ke kandung
kemih (vesika urinaria) panjangnya 25 30 cm dengan penampang 0,5 cm.
Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam
rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)

44
b. Lapisan tengah otot polos
c. Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan gerakan peristaltik tiap 5 menit
sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesika
urinaria).
Gerakan peristaltik mendorong urin melalui ureter yang dieskresikan oleh ginjal
dan disemprotkan dalam bentuk pancaran, melalui osteum uretralis masuk ke
dalam kandung kemih.
Ureter berjalan hampir vertikal ke bawah sepanjang fasia muskulus psoas dan
dilapisi oleh pedtodinium. Penyempitan ureter terjadi pada tempat ureter terjadi
pada tempat ureter meninggalkan pelvis renalis, pembuluh darah, saraf dan
pembuluh sekitarnya mempunyai saraf sensorik.

3. VESIKULA URINARIA ( Kandung Kemih )


Kandung kemih dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet, terletak
di belakang simfisis pubis di dalam ronga panggul.
Bentuk kandung kemih seperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat,
berhubungan ligamentum vesika umbikalis medius.
Bagian vesika urinaria terdiri dari :
1. Fundus, yaitu bagian yang mengahadap kearah belakang dan bawah, bagian
ini terpisah dari rektum oleh spatium rectosivikale yang terisi oleh jaringan ikat
duktus deferent, vesika seminalis dan prostate.
2. Korpus, yaitu bagian antara verteks dan fundus.
3. Verteks, bagian yang maju kearah muka dan berhubungan dengan ligamentum
vesika umbilikalis.
Dinding kandung kemih terdiri dari beberapa lapisan yaitu, peritonium (lapisan
sebelah luar), tunika muskularis, tunika submukosa, dan lapisan mukosa (lapisan
bagian dalam).

Proses Miksi (Rangsangan Berkemih).

Distensi kandung kemih, oleh air kemih akan merangsang stres reseptor yang
terdapat pada dinding kandung kemih dengan jumlah 250 cc sudah cukup
untuk merangsang berkemih (proses miksi). Akibatnya akan terjadi reflek
kontraksi dinding kandung kemih, dan pada saat yang sama terjadi relaksasi
spinser internus, diikuti oleh relaksasi spinter eksternus, dan akhirnya terjadi
pengosongan kandung kemih.

45
Rangsangan yang menyebabkan kontraksi kandung kemih dan relaksasi spinter
interus dihantarkan melalui serabut serabut para simpatis. Kontraksi sfinger
eksternus secara volunter bertujuan untuk mencegah atau menghentikan miksi.
kontrol volunter ini hanya dapat terjadi bila saraf saraf yang menangani
kandung kemih uretra medula spinalis dan otak masih utuh.
Bila terjadi kerusakan pada saraf saraf tersebut maka akan terjadi inkontinensia
urin (kencing keluar terus menerus tanpa disadari) dan retensi urine (kencing
tertahan).
Persarafan dan peredaran darah vesika urinaria, diatur oleh torako lumbar dan
kranial dari sistem persarafan otonom. Torako lumbar berfungsi untuk relaksasi
lapisan otot dan kontraksi spinter interna.
Peritonium melapis kandung kemih sampai kira kira perbatasan ureter masuk
kandung kemih. Peritoneum dapat digerakkan membentuk lapisan dan menjadi
lurus apabila kandung kemih terisi penuh. Pembuluh darah Arteri vesikalis
superior berpangkal dari umbilikalis bagian distal, vena membentuk anyaman
dibawah kandung kemih. Pembuluh limfe berjalan menuju duktus limfatilis
sepanjang arteri umbilikalis.

4. URETRA
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang
berfungsi menyalurkan air kemih keluar.
Pada laki- laki uretra bewrjalan berkelok kelok melalui tengah tengah prostat
kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis kebagia penis
panjangnya 20 cm.
Uretra pada laki laki terdiri dari :
1. Uretra Prostaria
2. Uretra membranosa
3. Uretra kavernosa
Lapisan uretra laki laki terdiri dari lapisan mukosa (lapisan paling dalam), dan
lapisan submukosa.
Uretra pada wanita terletak dibelakang simfisis pubisberjalan miring sedikit
kearah atas, panjangnya 3 4 cm. Lapisan uretra pada wanita terdiri dari
Tunika muskularis (sebelah luar), lapisan spongeosa merupakan pleksus dari vena
vena, dan lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam).Muara uretra pada wanita
terletak di sebelah atas vagina (antara klitoris dan vagina) dan uretra di sini
hanya sebagai saluran ekskresi.

C. Urine (Air Kemih)

46
1. Sifat sifat air kemih
- Jumlah eksresi dalam 24 jam 1.500 cc tergantung dari masuknya (intake)
cairan serta faktor lainnya.
- Warna bening muda dan bila dibiarkan akan menjadi keruh.
- Warna kuning terantung dari kepekatan, diet obat obatan dan sebagainya.
- Bau khas air kemih bila dibiarkan terlalu lama maka akan berbau amoniak.
- Baerat jenis 1.015 1.020.
- Reaksi asam bila terlalu lama akan menjadi alkalis, tergantung pada diet (sayur
menyebabkan reaksi alkalis dan protein memberi reaksi asam).

2. Komposisi air kemih


- Air kemih terdiri dari kira kira 95 % air
- Zat zat sisa nitrogen dari hasil metabolisme protein asam urea, amoniak dan
kreatinin
- Elektrolit, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat
- Pigmen (bilirubin, urobilin)
- Toksin
- Hormon

3. Mekanisme Pembentukan Urine


Dari sekitar 1200ml darah yang melalui glomerolus setiap menit terbentuk 120
125ml filtrat (cairan yang telah melewati celah filtrasi). Setiap harinyadapat
terbentuk 150 180L filtart. Namun dari jumlah ini hanya sekitar 1% (1,5 L) yang
akhirnya keluar sebagai kemih, dan sebagian diserap kembali.

4. Tahap tahap Pembentukan Urine


a. Proses filtrasi
Terjadi di glomerolus, proses ini terjadi karena permukaan aferent lebih besar dari
permukaan aferent maka terjadi penyerapan darah, sedangkan sebagian yang
tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein, cairan yang tersaring
ditampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida,
sulfat, bikarbonat dll, diteruskan ke seluruh ginja.
b. Proses reabsorpsi

47
Terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa, sodium, klorida, fosfat
dan beberapa ion karbonat. Prosesnya terjadi secara pasif yang dikenal dengan
obligator reabsorpsi terjadi pada tubulus atas. Sedangkan pada tubulus ginjal
bagian bawah terjadi kembali penyerapan dan sodium dan ion karbonat, bila
diperlukan akan diserap kembali kedalam tubulus bagian bawah, penyerapannya
terjadi secara aktif dikienal dengan reabsorpsi fakultatif dan sisanya dialirkan
pada pupila renalis.
c. Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi dari sebagian tubulus kontortus distal sampai tubulus
pengumpul. Pada tubulus pengumpul masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl-, dan
urea sehingga terbentuklah urine sesungguhnya.
Dari tubulus pengumpul, urine yang dibawa ke pelvis renalis lalu di bawa ke
ureter. Dari ureter, urine dialirkan menuju vesika urinaria (kandung kemih) yang
merupakan tempat penyimpanan urine sementara. Ketika kandung kemih sudah
penuh, urine dikeluarkan dari tubuh melalui uretra.

4. Mikturisi
Peristiwa penggabungan urine yang mengalir melui ureter ke dalam kandung
kemih., keinginan untuk buang air kecil disebabkan penanbahan tekanan di dalam
kandung kemih dimana saebelumnmya telah ada 170 23 ml urine.
Miktruisi merupakan gerak reflek yang dapat dikendalikan dan dapat ditahan oleh
pusat pusat persyarafan yang lebih tinggi dari manusia, gerakannya oleh
kontraksi otot abdominal yang menekan kandung kemih membantu
mengosongkannya.

5. Ciri ciri Urine Normal


Rata rata dalam satu hari 1 2 liter, tapi berbeda beda sesuai dengan jumlah
cairan yang masuk. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan, baunya
tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata rata 6.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eliminasi Urine
1. Diet dan Asupan (intake)
Jumlah dan tipe makanan merupakan faiKtcw utama yang memengaruhi output
urine (jumlah urine). Protein dapat menentukan jumlah urine yang dibentuk.
Selain itu, juga dapat meningkatkan pembentukan urine.
2. Respons Keinginan Awal untuk Berkemih
Kebiasaan mengabaikan keinginan awal untuk berkemih dapat menyebabkan
urine banyak tertahan di dalam urinaria sehingga memengaruhi ukuran vesika
urinaria dan jumlah urine.

48
3. Gaya Hidup
Perubahan gaya hidup dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi
dalam kaitannya terhadap tersedianva fasilitas toilet.
4. Stres Psikologis
Meningkatnya stres dapat mengakibatkan meningkatnya frekuensi keinginan
berkemih. Hal ini karena meningkatnya sensitivitas untuk keinginan berkemih dan
jumlah urine yang diproduksi.
5. Tingkat Aktivitas
Eliminasi urine membutuhkan tonus otot vesika urinaria yang baik untuk fungsi
sfingter. Hilangnya tonus otot vesika urinaria menyebabkan kemampuan
pengontrolan berkemih menurun dan kemampuan tonus otot didapatkan dengan
beraktivitas.
6. Tingkat Perkembangan
Tingkat pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memengaruhi pola
berkemih. I-Ial tersebut dapat ditemukan pada anak, yang lebih memiliki
mengalami kesulitan untuk mengontrol buang air kecil. Namun dengan usia
kemampuan dalam mengontrol buang airkecil
7. Kondisi Penyakit
Kondisi penyakit dapat memengaruhi produksi urine, seperti diabetes melitus.
8. Sosiokultural
Budaya dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan eliminasi urine, seperti
adanya kultur pada masyarakat tertentu yang meaarang untuk buang air kecil di
tempat tertentu9. Kebiasaan Seseorang
Seseorang yang memiliki kebiasaan berkemih di mengalamikesulitan untuk
berkemih dengan melalui urineal/pot urine bila dalam keadaan sakit.
10. Tonus Otot
Tonus otot yang memiliki peran penting dalam membantu proses berkemih
adalah otioti kandung kemih, otot abdomen dan pelvis. Ketiganya sangat
berperan dalam kontraksi pengontirolan pengeluaran urine.
11. Pembedahan
Efek pembedahan dapat menye;babkan penurunan pemberian obat anestesi
menurunkan filtrasi glomerulus yang dapat jumlah produksi urine karena dampak
dari
12. Pengobatan
Pemberian tindakan pengobatan dapat berdampak pada terjadinya peningkatan
atau penurunan proses perkemihan. Misalnya pemberian diure;tik dapat

49
meningkatkan jumlah urine, se;dangkan pemberian obat antikolinergik dan
antihipertensi dapat menyebabkan retensi urine.
13. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan diagnostik ini juga dap'at memengaruhi kebutuhan eliminasi urine,
khususnya prosedur-prosedur yang berhubungan dengan tindakan pemeriksaan
saluran kemih seperti IVY (intra uenus pyelogram), yang dapat membatasi jumlah
asupan sehingga mengurangi produksi urine. Se;lain itu tindakan sistoskopi dapat
menimbulkan edema lokal pada uretra yang dapat mengganggu pengeluaran
urine.
Kelainan- kelainan pada sistem perkemihan
Masalah-masalah dalam Eliminasi
Masalah-masalahnya adalah : retensi, inkontinensia urine, enuresis, perubahan
pola urine (frekuensi, keinginan (urgensi), poliurine dan urine suppression).
Penyebab umum masalah ini adalah :
- Obstruksi
- Pertumbuhan jaringan abnormal
- Batu
- Infeksi
- Masalah-masalah lain.
1. Retensi
a) Adanya penumpukan urine didalam kandung kemih dan ketidak
sanggupan kandung kemih untuk mengosongkan diri.
b) Menyebabkan distensi kandung kemih
c) Normal urine berada di kandung kemih 250 450 ml
d) Urine ini merangsang refleks untuk berkemih.
e) Dalam keadaan distensi, kandung kemih dapat menampung urine
sebanyak 3000 4000 ml urine
Tanda-tanda klinis retensi
a) Ketidaknyamanan daerah pubis.
b) Distensi kandung kemih
c) Ketidak sanggupan unutk berkemih.
d) Sering berkeih dalam kandung kemih yang sedikit (25 50 ml)
e) Ketidak seimbangan jumlah urine yang dikelurakan dengan intakenya.

50
f) Meningkatnya keresahan dan keinginan berkemih.
2. Inkontinensi urine
a) Ketidaksanggupan sementara atau permanen otot sfingter eksterna
untuk mengontrol keluarnya urine dari kandung kemih
b) Jika kandung kemih dikosongkan secara total selama inkontinensia
sampai inkontinensi komplit
c) Jika kandung kemih tidak secara total dikosongkan selama inkontinensia
sampai inkontinensi sebagian
Penyebab Inkontinensi
a) Proses ketuaan
b) Pembesaran kelenjar prostat
c) Spasme kandung kemih
d) Menurunnya kesadaran
e) Menggunakan obat narkotik sedative
I. Perubahan pola berkemih
1. Frekuensi
a) Normal, meningkatnya frekuensi berkemih, karena meningkatnya cairan
b) Frekuensi tinggi tanpa suatu tekanan intake cairan dapat diakibatkan
karena cystitis
c) Frekuensi tinggi pada orang stress dan orang hamil
d) Canture / nokturia meningkatnya frekuensi berkemih pada malam hari,
tetapi ini tidak akibat meningkatnya intake cairan.
1. Urgency
a) Adalah perasaan seseorang untuk berkemih
b) Sering seseorang tergesa-gesa ke toilet takut mengalami inkontinensi
jika tidak berkemih
c) Pada umumnya anak kecil masih buruk kemampuan mengontrol sfingter
eksternal.
1. Dysuria
a) Adanya rasa sakit atau kesulitan dalam berkemih
b) Dapat terjadi karena : striktura urethra, infeksi perkemihan, trauma
pada kandung kemih dan urethra.
1. Polyuria

51
a) Produksi urine abnormal dalam jumlah besar oleh ginjal, seperti 2.500
ml/hari, tanpa adanya peningkatan intake cairan
b) Dapat terjadi karena : DM, defisiensi ADH, penyakit ginjal kronik
c) Tanda-tanda lain adalah : polydipsi, dehidrasi dan hilangnya berat
badan.
1. Urinari suppresi
a) Adalah berhenti mendadak produksi urine
b) Secara normnal urine diproduksi oleh ginjal secara terus menerus pada
kecepatan 60 120 ml/jam (720 1440 ml/hari) dewasa
c) Keadaan dimana ginjal tidak memproduksi urine kurang dari 100 ml/hari
disanuria
d) Produksi urine abnormal dalam jumlah sedikit oleh ginjal disebut oliguria
misalnya 100 500 ml/hari
e) Penyebab anuria dan oliguria : penyakit ginjal, kegagalan jantung, luka
bakar dan shock.

J. Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan Urine meliputi Volime, warna, Berat Jenis, Ph, Protein,
Bikokarbonat, warna tambahan, dan osmolalitas.
2. pemeriksaan darah meliputi : HB, SDM, kalium, Natrium, pencitraan
radionuklida, dan Klorida, fosfat, dan magnesium meningkat.
3. pemeriksaan ultrasound ginjal
4. arteriogram ginjal
5. EKG
6. CT Scan
7. Endourologi
8. Urografi ekskretorius
9. sistouretrogram berkemih

52
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan Pengertian Pedoman untuk mengukur tanda vital
Menjelaskan Alat alat ukur secara umum
Menjelaskan Tahapan mengukur tanda vutal

2. Materi Ajar
Pedoman untuk mengukur tanda vital
Susunan sistem perkemihan
Proses miksi

53
3. Metoda Pembelajaran
b. Ceramah Bervariasi
c. Tanya jawab
d. Diskusi Kelas
e. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pengertian mengukur tanda tanda vital
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Pengertian mengukur tanda tanda vital

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pengertian
mengukur tanda tanda vital
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pengertian
mengukur tanda tanda vital
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber

54
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :

55
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Alat alat ukur secara umum
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan Alat alat ukur tanda vital

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Alat lat ukur
secara umum
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Alat alat ukur
secara umum
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas

56
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Tahapan mengukur tanda vital
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
tahapan mengukur tanda vital

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Tahapan
mengukur tanda vital
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Tahapan
mengukur tanda vital
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar

57
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
f. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

58
Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep
NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI :

PROSEDUR TANDA-TANDA VITAL

1. Definisi Prosedur Tanda-tanda Vital


Mengukur tanda vital adalah merupakan suatu cara untuk mendeteksi adanya
perubahan sistem tubuh.
Tanda vital meliputi : tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan
frekuensi pernafasan. Tanda vital mempunyai nilai yang sangat penting bagi
fungsi tubuh. Adanya perubahan tanda vital maka mempunyai arti sebagai
indikasi adanya kegiatan organ-organ di dalam tubuh.
2. Persiapan Alat Secara Umum
Alat-alat yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan tindakan:
a. Spigmomanometer (tensimeter)
b. Model air raksa atau jarum
c. Arloji (jam tangan)
d. Thermometer (pengukur suhu).
e. Stetoscop
3. Tujuan Mengukur Tanda-Tanda Vital
a. Untuk mengetahui adanya indikasi kegiatan organ-organ di dalam tubuh.
b. Memantau perkembangan pasien selama dirawat.
c. Merupakkan tindakkan pengawasan terhadap perubahan atau gangguan
sistem tubuh selama dirawat.

59
4. Prinsif Mengukur Tanda-Tanda Vital
Prinsipnya pemeriksaan tanda vital tidak selalu sama antara pasien satu
dengan yang lainya. Tingkat frekuensi pengukuran akan lebih sering atau
lebih ketat pada pasien dengan kegawat daruratan di banding dengan pasien
yang tidak mengalami kegawat daruratan/kritis.
5. Tahap dalam Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital
Tahap memulai tindakkan dapat dimulai dari:
a. Pemeriksaan suhu tubuh.
b. Pemeriksaan denyut nadi.
c. Pemeriksaan pernafasan.
d. Pemeriksaan tekanan darah.
a. Pemeriksaan Suhu Tubuh
Suhu tubuh merupakan hasil keseimbangan antara produksi panas dan
hilangnya panas dari tubuh ke lingkungan. Produksi panas yang dihasilkan
tubuh antara lain berasal dari :
1) Metabolisme dari makanan ( Basal Metabolic Rate )
2) Olahraga
3) Shivering atau kontraksi otot skeletal
4) Peningkatan produksi hormon tiroksin ( meningkatkan metabolisme
seluler )
5) Proses penyakit infeksi
6) Termogenesis kimiawi ( rangsangan langsung dari norepinefrin dan
efinefrin atau dari rangsangan langsung simpatetik )
Sedangkan hilangnya panas tubuh terjadi melalui beberapa proses yaitu :
1) Radiasi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lain tanpa
melalui kontak langsung, misalnya orang berdiri didepan lemari es yang
terbuka
2) Konduksi adalah pemindahan panas dari satu benda ke benda lainnya
melalui kontak langsung, misalnya kontak langsung dengan es
3) Konveksi adalah pemindahan panas yang timbul akibat adanya
pergerakan udara, misalnya udara yang berdekatan dengan badan akan
menjadi hangat
4) Evaporisasi adalah pemindahan panas yang terjadi melalui proses
penguapan, misalnya pernapasan dan perspiration dari kulit. Misalnya
keringat meningkatkan pengeluaran panas tubuh

60
Suhu tubuh terjaga konstan meskipun adanya perubahan kondisi lingkungan.
Hal ini disebabkan karena adanya proses pengaturan suhu melalui negative
feedback sistim ( mekanisme umpan balik ). Organ pengatur suhu yang utama
adalah hipotalamus. Untuk regulasi panas tubuh diperlukan konsentrasi sodium
dan kalsium yang cukup, terutama didalam dan disekitar Hipotalamus
posterior. Variasi suhu orang yang sehat berkisar 0.7 derajat Celcius dari normal
( 1.4 F ).
Pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan dibeberapa tempat yaitu di
mulut (oral), anus (rectal), ketiak (axilla) dan telinga ( auricular ). Masing-
masing tempat mempunyai variasi suhu yang berlainan. Suhu rektal biasanya
berkisar 0.4 C (0.7 F) lebih tinggi dari suhu oral dan suhu aksila lebih rendah 0.6
C (1 F) dari pada oral . Di Puskesmas biasanya yang sering dipergunakan adalah
pemeriksaan suhu aksila.

1) Mengukur Suhu Oral


Pengertian
Mengukur suhu tubuh dengan termometer yang ditempatkan di mulut.
Tujuan
Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan
membantu menentukan diagnosis.
Persiapan Alat
Baki berisi:
1) Thermometer air raksa atau thermometer elektrik siap pakai.
2) Bengkok.
3) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya.
4) Kertas tisu dalam tempatnya.
5) Sarung tangan.
6) Buku catatan dan alat tulis.
Prosedur Pelaksanaan
1) Jelaskan prosedur kepada klien.
2) Cuci tangan.
3) Gunakan sarung tangan.
4) Atur posisi pasien.
5) Tentukan letak bawah lidah

61
6) Turunkan suhu termometer dibawah anatara 340C 350C.
7) Letakkan termometer dibawah lidah sejajar dengan gusi
8) Anjurkan mulut dikatupkan selama 3 5 menit
9) Angkat thermometer dengan hati-hati dan baca hasilnya
10) Catatatan hasil
11) Bersihkan termometer dengan kertas / tissue
12) Cuci termometer dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih
dan keringkan.
13) Turunkan tingkat air raksa atau kembalikan thermometer digital ke skala
awal.
14) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan
15) Dokumentasikan dalam catatan perawat.

2) Mengukur suhu Rektal


Pengertian
Mengukur suhu tubuh dengan menggunakan thermometer yang ditempatkan
di rektum.
Tujuan
Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan
membantu menentukan tindakan diagnosis.
Persiapan Alat
Baki berisi:

Thermometer air raksa atau thermometer digital siap pakai.


Bengkok.
Vaselin/pelumas larut air.
Larutan sabun, desinfektan air bersih dalam tempatnya.
Kertas tisu dalam tempatnya.
Sarung tangan. Buku catatan dan alat tulis.

Prosedur Pelaksanaan
1) Jelaskan prosedur kepada klien
2) Cuci tangan
3) Gunakan sarung tangan
4) Pasang Tirai atau penutup (gorden/pintu) ruangan.

62
5) Buka pakaian yang menutupi pantat klien, pakaian diturunkan sampai
dibawah glutea (dibawah pantat)
6) Atur posisi pasien dengan posisi miring
7) Tentukan letak rektal, lalu oleskan Vaseline sekitar 2,5 -3,5 cm untuk
orang dewasa dan 1,2 2,5 cm untuk bayi/anak-anak
8) Turunkan suhu termometer dibawah antara 340C 350C.
9) Letakkan telapak tangan pada sisi glutea pasien, masukkan termometer
kedalam rektal dengan perlahan-lahan, jangan sampai berubah posisi dan
ukur suhu
10) Setelah 3 5 menit, angkat termometer dan baca hasilnya
11) Catat hasil
12) Bersihkan termometer dengan kertas / tissue
13) Cuci termometer dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih
dan keringkan.
14) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

3) Mengukur Suhu Aksila/ Ketiak


Pengertian
Mengukur suhu badan dengan menggunakan termometer yang ditempatkan di
ketiak/aksila.
Tujuan
Mengetahui suhu tubuh klien untuk menentukan tindakan keperawatan dan
membantu menentukan diagnosis.
Persiapan Alat
Baki berisi:
1) Termometer air raksa/ termometer digital siap pakai
2) Bengkok
3) Larutan sabun, desinfektan, air bersih dalam tempatnya
4) Sarung tangan
5) Buku catatan dan alat tulis
Prosedur Pelaksanaan
1) Jelaskan prosedur kepada klien

63
2) Cuci tangan
3) Gunakan sarung tangan
4) Pasang tirai penutup/gorden/pintu ruangan
5) Atur posisi pasien, bantu posisi klien untuk duduk atau posisi berbaring
telentang. Buka pakaian pada lengan klien.
6) Tentukan letak aksila (Ketiak) dan bersihkan daerah aksila dengan
menggunakan tissue
7) Turunkan suhu termometer dibawah anatara 340C 350C.
8) Letakkan termometer pada daerah aksila dan lengan pasien fleksi diatas
dada (mendekap dada)
9) Setelah 3 5 menit, angkat termometer dan baca hasilnya
10) Catat hasil
11) Bersihkan termometer dengan kertas / tissue
12) Cuci termometer dengan air sabun, desinfektan, bilas dengan air bersih
dan keringkan.
13) Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

b. Pemeriksaan Denyut Nadi


Nilai denyut nadi merupakan indikator untuk menilai sistem kardiovaskular.
Denyut nadi dapat diperiksa dengan mudah menggunakan jari tangan (palpasi)
atau dapat juga dilakukan dengan alat elektronik yang sederhana maupun
canggih. Pemeriksaan denyut nadi dapat dilakukan pada daerah arteri radialis
pada pergelangan tangan, arteri brakhialis pada siku bagian dalam, arteri
karotis pada leher, arteri temporalis, arteri femoralis, arteri dorsalis pedis, dan
pada arteri frontalis pada bayi.
Penilaian denyut nadi seharusnya dilakukan dalam keadaan tidur atau istirahat.
Pemeriksaan nadi juga dapat disertai pemeriksaan denyut jantung untuk
mengetahui adanya pulsus defisit, yaitu denyut jantung yang tidak cukup kuat
untuk menimbulkan denyut nadi. Setelah itu dilakukan pemeriksaan atau
kecepatan nadi. Takikardia adalah kaus dimana denyut jantung lebih cepat
daripada kecepatan normal. Hal ini dapat dijumpai pada keadaan hipertensi,
aktivitas tinggi, kecemasan, miokarditis, gagal jantung, dehidrasi, dan lain-lain.
Pengertian
Menghitung frekuensi denyut nadi(loncatan aliran darah yang dapat teraba
pada berbagai titik tubuh) melalui perabaan pada nadi.
Tujuan

64
1) Mengetahui jumlah dneyut nadi dalam satu menit
2) Mengetahui keadaan umum klien
3) Mengetahui integritas sistem kardiovaskular
4) Mengikuti perjalanan penyakit
Indikasi
1) Pada klien yang baru masuk untuk dirawat
2) Secara rutin pada klien yang sedang dirawat
3) Sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan klien
Persiapan Alat
1) Arloji tangan dengan jarum detik atau layar digital atau polsteller
2) Buku catatan dan alat tulis
Prosedur Pelaksanaan
1) Tempatkan alat di dekat pasien
2) Jelaskan prosedur pada klien
3) Cuci tangan.
4) Atur posisi pasien, bantu ke posisi telentang atau duduk.
Jika telentang, letakkan tangannya menyilang di dada bawahnya dengan
pergelangan terbuka dan telapak tangan ke bawah.
Jika duduk, tekuk sikunya 900 dan sangga lengan bawahnya di atas kursi
atau tangan pemeriksa. Julurkan pergelangan denga telapak tangan ke bawah.
5) Tempatkan dua atau tiga jari tangan pemeriksa di atas lekukan radial
searah ibu jari, sisi dalam pergelangan tangan klien
6) Berikan tekanan ringan di atas radius, abaikan denyutan awal kemudian
rilekskan tekanan sehingga denyutan menjadi mudah di palpasi
7) Saat denyutan teratur, mulai menghitung frekuensi denyut, dengan
menggunakan jam tangan berjarum detik
8) Jika denyut teratur, hitung selama 30 detik dan kalikan hasilnya dengan 2
9) Jika denyut tidak teratur dan pada klien yang baru pertama kali dilakukan
pemeriksaan, hitung selama satu menit penuh
10) Kaji kekuatan,irama, dan kesetaraan denyut
11) Bantu klien ke posisi yang nyaman
12) Cuci tangan

65
13) Dokumentasikan pada catatan perawatan

c. Pemeriksaan Pernafasan
Nilai pemeriksaan pernapasan merupakan salah satu indikator untuk
mengetahui fungsi sistem pernapasan yang terdiri dari mempertahankan
pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam paru dan pengaturan
keseimbangan asam basa.
Pengertian
Menghitung jumlah pernafasan (inspirasi yang diikuti ekspirasi)dalam 1 menit.
Tujuan
1) Mengetahui keadaan umum klien.
2) Mengetahui jumlah dan sifat pernafasan dalam 1 menit.
3) Mengikuti perkembangan penyakit.
4) Membantu menegakkan diagnosis.
Indikasi
1) Pada klien yang baru masuk untuk dirawat.
2) Secara rutin pada klien yang sedang rutinn dirawat
3) Sewaktu-waktu, sesuai kebutuhan klien.
Persiapan Alat
1) Arloji tangan dengan jarum detik atau layar digital atau polsteller.
2) Buku catatan dan alat tulis.
Prosedur Pelaksanaan
3) Tempatkan alat disamping klien.
4) Jelaskan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya.
5) Cuci tangan klien.
6) Letakkan lengan klien pada posisi rileks menyilang abdomen atau dada
bagian bawahnya, atau tempat kantangan pemeriksa langsung pada
abdomen atas klien.
7) Observasi siklus pernafasan lengkap (sekali inspirasi sekali ekspirasi).
8) Setelah siklus terobservasi, lihat pada jarum detik jam tangan dan
hitung frekwensinya.
9) Jika irama teratur, hitung respirasi selamma 30 detik dan kalikan 2.

66
10) Jika pernafasan tidak teratur, hitung 1 menit penuh.
11) Saat menghitung, catat kedalaman pernafasan.
12) Cuci tangan.
13) Dokumentasikan.
d. Pengukuran Tekanan Darah
Nilai tekanan darah merupakan indikator untuk menilai sistem kardiovaskular
bersamaan dengan pemeriksaan nadi. Pemeriksaan tekanan darah dapat
diukur dengan dua metode, yaitu metode langsung: metode yang
menggunakan kanula atau jarum yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah
yang dihubungkan dengan manometer. Metode ini merupakan cara yang paling
tepat untuk menentukan tekanan darah, tetapi memerlukan persyaratan dan
keahlian husus. Metode tak langsung: metode yang menggunakan
sfigmomanometer. Pengukuran tak langsung ini menggunakan dua cara, yaitu
palpasi yang mengukur tekanan sistolik dan auskultasi yang dapat mengukur
tekanan sistolik dan diastolik dan cara ini memerlukan alat stetoskop.
Pengertian
Melakukan pengukuran tekanan darah (hasil dari curah jantung dan tahanan
pembuluh perifer) dengan menggunakan sfigmomanometer.
Tujuan
Mengetahui keadaan hemodinamik klien dan keadaan kesehatan kesehatan
secara menyeluruh.
Indikasi
1) Setiap klien yang baru dirawat.
2) Setiap klien secara rutin.
3) Klien secara kebutuhan.
Persiapan Alat
Baki berisi:
1) Stetoskop.
2) Sfimomanometer air raksa atau aneroid dengan balon udara dan manset.
3) Kapas alkohol dalam tempatnya.
4) Bengkok.
5) Buku catatan dan alat tulis.
Prosedur Pelaksanaan
1) Bawa alat ke dekat klien.

67
2) Jelaskan tindakan yangakan dilakukan beserta tujuannya.
3) Cuci tangan.
4) Atur posisi klien: duduk atau berbaring dengan nyaman, lengan disokong
setinggi jantung, dan telapak tangan.
5) Buka pakaian yang menutupi lengan atas.
6) Palpasi arteri brakialis dan tempatkan manset 2,5 cm diatas sisi denyut
arteri brakialis.
7) Pusatkan alat panah yang tertera pada manset ke arteri brakialis dan
lingkaran menset pada lengan atas secara rapi dan tidak ketat.
8) Pastikan manometer terletak setinggi titik pandang mata dan perawat
berdiri tidak lebih dari 1 m jauhnya.
9) Palpasi arteri brakialis sambil memompa manset sampai ke kanan 30
mmHg diatas titik hilangnya denyut arteri. Perlahan kempiskan manset
perhatikan sampai denyut kembali teraba ( sistolik palpasi).
10) Kempiskan manset sepenuhnya dan tunggu selama 30 detik.
11) Tempatkan bagian telinga stetoskop pada telinga pemeriksa.
12) Cari kembali arteri brakialis dan tempatkan diafragma stetoskop
diatasnya.
13) Tutup kantong tekanan searah putaran jarum jam sampai kencang.
14) Pompa manset sampai tekanan mmHg diatas hasil palpasi sistolik klien.
15) Buka katup secara perlahan sehingga memungkinkan air raksa turun rata-
rata 2-3 mmHg/detik.
16) Perhatikan titik manometer saat bunyi pertama jelas terdengar.
17) Lanjutkan membuka katup secara bertahap dan perhatikan titik hilangnya
bunyi.
18) Kempiskan manset dengan cepat dan total.
19) Jika prosedur diulang, tunggu sampai 30 detik.
20) Buka manset serta lipat dengan baik.
21) Tutup lengan atas dan bantu klien untuk posisi yang diinginkan.
22) Desinfeksi bagian telinga (ear piece) stetoskop dan bagian diafragma
stetoskop dengan kapas alkohol.
23) Informasikan hasil kepada klien.
24) Mencucui tangan.
25) Dokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan.

68
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan oksigen

2. Materi Ajar
Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi

69
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan oksigen
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
Kebutuhan Oksigen
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
Kebutuhan Oksigen
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran

70
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Alat alat ukur secara umum
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan Alat alat ukur tanda vital

Kegiatan Inti :

71
Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Alat lat ukur
secara umum
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Alat alat ukur
secara umum
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik

72
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan Oksigen
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
Pemenuhan kebutuhan oksigen

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
kebutuhan oksigen
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
kebutuhan oksigen
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

73
Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
a. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

74
Lampiran :
RINGKASAN MATERI

KEBUTUHAN OKSIGENASI

Oksigen memegang peranan penting dalam semua proses tubuh secara fungsional. Tidak

adanya oksigen akan menyebabkan tubuh secara fungsional mengalami kemunduran atau

bahkan dapat menimbulkan kematian.

Oleh karena itu, kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan yang paling utama dan sangat vital

bagi tubuh.

Pemenuhan kebutuhan oksigen ini tidak terlepas dari kondisi sistem pernapasan secara

fungsional. Bila ada gangguan pada salah satu organ sistem respirasi, maka kebutuhan oksigen

akan mengalami gangguan. Sering kali individu tidak menyadari terhadap pentingnya oksigen.

Proses pernapasan dianggap sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Banyak kondisi yang

menyebabkan seseorang mengalami gangguan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen, seperti

adanya sumbatan pada saluran pernapasan. Pada kondisi ini, individu merasakan pentingnya

oksigen.

2.2 Sistem Tubuh yang Berperan dalam Kebutuhan Oksigenasi

75
Saluran pernapasan bagian atas:

a. Hidung, proses oksigenasi diawali dengan masuknya udara melalui hidung.


b. esophagus.
c. Laring, merupakan saluran pernapasan setelah faring.
d. Epiglotis, merupakan katup tulang rawan yang bertugas menutup laring saat proses

menutup.
Saluran pernapasan bagian bawah:
a. Trakhea, merupakan kelanjutan dari laring sampai kira-kira ketinggian vertebrae

torakalis kelima.
b. Bronkhus, merupakan kelanjutan dari trakhea yang bercabang menjadi bronchus

kanan dan kiri.


c. Bronkiolus, merupakan saluran percabangan setelah bronchus.
d. Alveoli, merupakan kantung udara tempat terjadinya pertukaran oksigen dengan

karbondioksida.
e. Paru-Paru (Pulmo), Paru-paru merupakan organ utama dalam sistem pernapasan.
2.3 Proses Oksigenasi
a. Ventilasi
Merupakan proses keluar masuknya oksigen dari atmosfer ke dalam alveoli atau

dari alveoli ke atmosfer. Proses ventilasi di pengaruhi oleh beberapa hal, yaitu

adanya perbedaan tekanan antara atmosfer dengan paru, semakin tinggi tempat

maka tekanan udara semakin rendah, demikian sebaliknya, semakin rendah tempat

tekanan udara semakin tinggi.


Pengaruh proses ventilasi selanjutnya adalah complienci dan recoil. Complience

merupakan kemampuan paru untuk mengembang. sedangkan recoil adalah

kemampuan CO2 atau kontraksi menyempitnya paru. Pusat pernapasan, yaitu

medulla oblongata dan pons, dapat dipengaruhi oleh ventilasi.


Proses ventilasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor :
1. Adanya konsentrasi oksigen di atmosfer
2. Adanya kondisi jalan napas yang baik
3. Adanya kemampuan toraks dan alveoli pada paru-paru dalam melaksanakan

ekspansi atau kembang kempis.

b. Difusi Gas

76
Difusi gas merupakan pertukaran antara oksigen dialveoli dengan kapiler paru

dan co2 di kapiler dengan alveoli.


Proses difusi pertukaran ini dipengaruhi oleh beberapa paktor, yaitu
1. Luasnya permukaan paru,
2. Tebal membran respirasi atau permeabilitas yang terdiri atas epitel alveoli

dan interstisial (keduanya dapat mempengaruhi proses difusi apabila terjadi

proses penebalan).
3. Perbedaan tekanan dan konsentrasi O2 (hal ini sebagai mana O2 dari alveoli

masuk kedalam darah oleh karena tekanan O2 dalam rongga alveoli lebih

tinggi dari tekanan O2 dalam darah vena pulmonalis, masuk dalam darah

secara difusi).
c. Transfortasi Gas
Transfortasi gas merupakan proses pendistribusian O2 kapiler ke jaringan

tubuh dan Co2 jaringan tubuh ke kapiler.


Transfortasi gas dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu
1. curah jantung (kardiak output),
2. kondisi pembuluh darah,
3. latihan (exercise),
4. perbandingan sel darah dengan darah secara keseluruhan (hematokrit),
5. serta eritrosit dan kadar Hb.
2.4 Jenis Pernapasan
1. Pernapasan Eksternal
Pernapasan eksternal merupakan proses masuknya O2 dan keluarnya CO2

dari tubuh, sering disebut sebagai pernapasan biasa. Proses pernapasan ini

dimulai dari masuknya oksigen melalui hidung dan mulut pada waktu

bernapas, kemudian oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronchial ke

alveoli, lalu oksigen akan menembus membrane yang akan diikat oleh Hb

sel darah merah dan dibawa ke jantung. Setelah itu, sel darah merah

dipompa oleh arteri ke seluruh tubuh untuk kemudian meninggalkan paru

dengan tekanan oksigen 100 mmHg.


2. Pernapasan Internal

77
Pernapasan internal merupakan proses terjadinya pertukaran gas antar sel

jaringan dengan cairan sekitarnya yang sering melibatkan proses Semua

hormon termasuk derivate catecholamine dapat melebarkan saluran

pernapasan.

2.5 Pemeriksaan Fungsi Paru Dengan Alat Spirometri

Respirasi (Pernapasan atau ventilasi) sebagai suatu siklus inspirasi dan

ekspirasi. Frekuensi pernapasan orang dewasa normal berkisar 12 - 16 kali

permenit yang mengangkut kurang lebih 5 liter udara masuk dan keluar paru.

Volume yang lebih rendah dari kisaran normal seringkali menunjukkan

malfungsi sistem paru. Volume dan kapasitas paru diukur dengan alat berupa

spirometer atau spirometri, sedang hasil rekamannya disebut dengan spirogram.

Udara yang keluar dan masuk saluran pernapasan saat inspirasi dan ekspirasi

sebanyak 500 ml disebut dengan volume tidal, sedang volume tidal pada tiap

orang sangat bervariasi tergantung pada saat pengukurannya. Rata-rata orang

dewasa 70% (350 ml) dari volume tidal secara nyata dapat masuk sampai ke

bronkiolus, duktus alveolus, kantong alveoli dan alveoli yang aktif dalam

proses pertukaran gas. Sedang sisanya sebanyak 30% (150 ml) menetap di

ruang rugi (anatomic dead space).

Volume total udara yang ditukarkan dalam satu menit disebut dengan minute

volume of respiration (MVR) atau juga biasa disebut menit vantilasi. MVR ini

didapatkan dari hasil kali antara volume tidal dan frekuensi pernapasan normal

permenit. Rata-rata MVR dari 500 ml volume tidal sebanyak 12 kali

78
pernapasan permenit adalah 6000 ml/menit.

Volume pernapasan yang melebihi volume tidal 500 ml dapat diperoleh dengan

mengambil nafas lebih dalam lagi. Penambahan udara ini biasa disebut volume

cadangan inspirasi (Inspiratory reserve volume) sebesar 3100 ml dari volume

tidal sebelumnya, sehingga volume tidal totalnya sebesar 3600 ml.

Meskipun paru dalam keadaan kosong setelah fase ekspirasi maksimal, akan

tetapi sesungguhnya paru-paru masih memiliki udara sisa yang disebut dengan

volume residu yang mempertahankan paru-paru dari keadaan kollaps, besarnya

volume residu sekitar 1200 ml.

Berikut cara pemeriksaan vital paru dengan alat spirometri :

1. Siapkan alat spirometri


2. Nyalakan alat terlebih dahulu dengan memencet tombol ON. Masukkan

data seperti umur, seks, TB, BB


3. Kemudian masukkan mouthpiece yang ada dalam alat spirometri kedalam

mulutnya dan tutuplah hidung dengan penjepit hidung.


4. Untuk mengatur pernapasan, bernapaslah terlebih dahulu dengan tenang

sebelum melakukan pemeriksaan.


5. Tekan tombol start jika sudah siap untuk memulai pengukuran.
6. Mulai dengan pernapasan tenang sampai timbul perintah dari alat untuk

ekspirasi maksimal (tidak terputus). Bila dilakukan dengan benar maka

akan keluar data dan kurva pada layar monitor spirometri.


7. Kemudian ulangi pengukuran dengan melanjutkan inspirasi dalam dan

ekspirasi maksimal.
8. Setelah selesai lepaskan mouthpiece, periksa data dan kurva kemudian

dilanjutkan dengan mencetak hasil rekaman (tekan tombol print pada alat

spirometri).

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Oksigen

79
Kebutuhan tubuh terhadap oksigen tidak tetap, sewaktu-waktu tubuh memerlukan

oksigen yang banyak, oleh karena suatu sebab.

Kebutuhan oksigen dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya lingkungan,

latihan, emosi, gaya hidup dan status kesehatan.

1. Lingkungan
Pada lingkungan yang panas tubuh berespon dengan terjadinya vasodilatasi pembuluh

darah perifer, sehingga darah banyak mengalir ke kulit. Hal tersebut mengakibatkan

panas banyak dikeluarkan melalui kulit. Respon demikian menyebabkan curah jantung

meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat. Sebaliknya pada lingkungan yang

dingin, pembuluh darah mengalami konstriksi dan penurunan tekanan darah sehingga

menurunkan kerja jantung dan kebutuhan oksigen.

Pengaruh lingkungan terhadap oksigen juga ditentukan oleh ketinggian tempat. Pada

tempat tinggi tekanan barometer akan turun, sehingga tekana oksigen juga turun.

Implikasinya, apabila seseorang berada pada tempat yang tinggi, misalnya pada

ketinggian 3000 meter diatas permukaan laut, maka tekanan oksigen alveoli berkurang.

Ini menindikasikan kandungan oksigen dalam paru-paru sedikit. Dengan demikian,

pada tempat yang tinggi kandungan oksigennya berkurang. Semakin tinggi suatu

tempat maka makin sedikit kandungan oksigennya, sehingga seseorang yang berada

pada tempat yang tinggi akan mengalami kekurangan oksigen.

Selain itu, kadar oksigen di udara juga dipengaruhi oleh polusi udara. Udara yang

dihirup pada lingkungan yang mengalami polusi udara, konsentrasi oksigennya rendah.

Hal tersebut menyebabkan kebutuhan oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi secara

optimal. Respon tubuh terhadap lingkungan polusi udara diantaranya mata perih, sakit

kepala, pusing, batuk dan merasa tercekik.

80
2. Latihan
Latihan fisik atau peningkatan aktivitas dapat meningkatkan denyut jantung dan

respirasi rate sehingga kebutuhan terhadap oksigen semakin tinggi.


3. Emosi

Takut, cemas, dan marah akan mempercepat denyut jantung sehingga kebutuhan oksigen

meningkat.

4. Gaya Hidup

Kebiasaan merokok akan memengaruhi status oksigenasi seseorang sebab merokok

dapat memperburuk penyakit arteri koroner dan pembuluh darah arteri. Nikotin yang

terkandung dalam rokok dapat menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah perifer dan

pembuluh darah darah koroner. Akibatnya, suplai darah ke jaringan menurun.

5. Status Kesehatan

Pada orang sehat, sistem kardiovaskuler dan sistem respirasi berfungsi dengan baik

sehingga dapat memenuhi kebutuhan oksigen tubuh secara adekuat. Sebaliknya, orang

yang mempunyai penyakit jantung ataupun penyakit pernapasan dapat mengalami

kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan oksigen tubuh.

2.7 Gangguan Oksigenasi

Permasalahan dalam hal pemenuhan kebutuhan oksigen tidak terlepas dari adanya gangguan

yang terjadi pada sistem respirasi baik pada anatomi maupun fisiologis dari organ-organ

respirasi. Permasalahan dalam pemenuhan tersebut dapat disebabkan adanya gangguan pada

sistem tubuh lain, misalnya sistem kardiovaskuler.

Gangguan pada sistem respirasi dapat disebabkan diantaranya oleh peradangan, obstruksi,

trauma, kanker, degeneratif dan lain-lain. Gangguan tersebut akan menyebabkan kebutuhan

oksigen dalam tubuh tidak terpenuhi secara adekuat. Secara garis besar, gangguan-gangguan

81
respirasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu gangguan irama/frekuensi lpernapasan,

insufisiensi pernapasan dan hipoksia.

a. Gangguan irama/frekuensi pernapasan


1. Gangguan irama pernapasan antara lain:
a) Pernapasan Cheyne-stokes yaitu siklus pernapasan yang amplitudonya

mula-mula dangkal, makin naik kemudian menurun dan berhenti. Lalu

pernapasan dimulai lagi dengan siklus baru. Jenis pernapasan ini biasanya

terjadi pada klien gagal jantung kongesti, peningkatan tekanan intrakranial,

overdosis obat. Namun secara fisiologis, jenis pernapasan ini terutama

terdapat pada orang di ketinggian 12.000-15.000 kaki di atas permukaan

laut dan pada bayi saat tidur.


b) Pernapasan Biot yaitu pernapasan yang mirip dengan pernapasan Cheyne-

stokes, tetapi amplitudonya rata dan disertai apnea. Keadaan pernapasan ini

kadang ditemukan pada penyakit radang selaput otak.

c) Pernapasan Kussmaul yaitu pernapasan yang jumlah dan kedalamannya

meningkat sering melebihi 20 kali/menit. Jenis pernapasan ini dapat

ditemukan pada klien dengan asiidosis metabolik dan gagal ginjal.


2. Gangguan frekuensi pernapasan
a) Takipnea/hiperpnea, yaitu frekuensi pernapasan yang jumlahnya meningkat

di atas frekuensi pernapasa normal.


b) Bradipnea, yaitu kebalikan dari takipnea dimana ferkuensi pernapasan yang

jumlahnya menurun dibawah frekuensi pernapasan normal.


b. Insufisiensi pernapasan
Penyebab insufisiensi pernapasan dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu:
1. Kondisi yang menyebabkan hipoventilasi alveolus, seperti:

a) Kelumpuhan otot pernapasan, misalnya pada poliomielitis, transeksi servikal.

b) Penyakit yang meningkatkan kerja ventilasi, seperti asma, emfisema, TBC dan

lain-lain.

82
2. Kelainan yang menurunkan kapasitas difusi paru:

a) Kondisi yang menyebabkan luas permukaan difusi berkurang, misalnya

kerusakan jaringan paru, TBC, kanker dan lain-lain.

b) Kondisi yang menyebabkan penebalan membran pernapasan, misalnya pada

edema paru, pneumonia, dan lain-lain.

c) Kondisi yang menyebabkan rasio ventilasi dan perfusi yang tidak normal

dalam beberapa bagian paru, misalnya pada trombosis paru.


3. Kondisi paru yang menyebabkan terganggunya pengangkutan oksigen dari paru-

paru ke jaringan yaitu:


a) Anemia dimana berkurangnya jumlah total hemoglobin yang tersedia untuk

transpor oksigen.
b) Keracunan karbondioksida dimana sebagian besar hemoglobin menjadi tidak

dapat mengankut oksigen.


c) Penurunan aliran darah ke jaringan yang disebabkan oleh karena curah

jantung yang rendah.


d) Hipoksia

Hipoksia adalah kekurangan oksigen di jaringan. Istilah ini lebih tepat

daripada anoksia. Sebab, jarang terjadi tidak ada oksigen sama sekali dalam

jaringan. Hipoksia dapat dibagi ke dalam empat kelompok yaitu hipoksemia,

hipoksia hipokinetik, overventilasi hipoksia dan hipoksia histotoksik.

1. Hipoksemia
Hipoksemia adalah kekurangan oksigen di darah arteri. Terbagi atas dua jenis

yaitu hipoksemia hipotonik (anoksia anoksik) dan hipoksemia isotonik

(anoksia anemik). Hipoksemia hipotonik terjadi dimana tekanan oksigen

arteri rendah karena karbondioksida dalam darah tinggi dan hipoventilasi.

Hipoksemia isotonik terjadi dimana oksigen normal, tetapi jumlah oksigen

83
yang dapat diikat hemoglobin sedikit. Hal ini terdapat pada kondisi anemia,

keracunan karbondioksida.
2. Hipoksia Hipokinetik (stagnat anoksia/anoksia bendunagn)

Hipoksia hipokinetik yaitu hipoksia yang terjadi akibat adanya

bendunagn atau sumbatan. Hipoksia hipokinetik dibagi kedalam dua

jenis yaitu hipoksia hipokinetik ischemic dan hipoksia hipokinetik

kongestif. Hipoksia hipokinetik ischemic terjadi dimana kekurangan

oksigen pada jaringan disebabkan karena kuarngnya suplai darah ke

jaringan tersebut akibat penyempitan arteri. Hipoksia hipokinetik

kongestif terjadi akibat penumpukan darah secara berlebihanatau

abnormal baik lokal maupun umum yang mengakibatkan suplai

oksigen ke jaringan terganggu, sehingga jarinagn kekurangan

oksigen.
3. Overventilasi hipoksia
Overventilasi hipoksia yaitu hipoksia yang terjadi karena aktivitas yang

berlebihan sehingga kemampuan penyediaan oksigen lebih rendah dari

penggunaannya.

4. Hipoksia histotoksik
Hipoksia histotoksik yaitu keadaan dimana darah di kapiler jaringan

mencukupi, tetapi jaringan tidak dapat menggunakan oksigen karena

pengaruh racun sianida. Hal tersebut mengakibatkan oksigen kembali dalam

darah vena dalam jumlah yang lebih banyak daripada normal (oksigen darah

vena meningkat).

2.8 Masalah Keperawatan Berkaitan dengan kebutuhan oksigen

a. Tidak efektifnya jalan napas

84
Masalah keperawatan ini menggambarkan kondisi jalan napas yang tidak

bersih, misalnya karena adanya sumbatan, penumpukan sekret, penyempitan

jalan napas oleh karena spasme bronkhus dan lain-lain.

b. Tidak efektifnya pola napas


Tidak efektifnya pola napas ini merupakan suatu kondisi dimana pola napas,

yaitu respirasi dan ekspirasi menunjukan tidak normal. Penyebabnya bisa

karena kelemahan neoromuskular, adanya sumbatan di trakheo-bronkhial,

kecemasan dan lain-lain.


c. Gangguan pertukaran gas
Gangguan pertukaran gas merupakan suatu keadaan dimana terjadi

ketidakseimbangan antara oksigen yang dihirup dengan karbondioksida

yang dikeluarkan pada pertukaran gas antara alveoli dan kapiler.

Penyebabnya bisa karena perubahan membran alveoli, kondisi anemia,

proses penyakit dan lain-lain.


d. Penurunan perfusi jaringan
Adalah suatu keadaan dimana sel kekurangan suplai nutrisi dan

oksigen. Penyebabnya dapat terjadi karena kondisi hipocolemia,

hipervolemia, retensi karbondioksida, penurunan cardiac output dan

lain-lain
e. Intoleransi aktivitas
Adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunan

kemampuan untuk melakukan aktivitasnya. Penyebabnya antara lain

karena ketidakseimbangan antara suolai dan kebututhan oksigen,

produksi energi yang dihasilkan menurun dan lain-lain.


f. Perubahan pola tidur
Gangguan kebutuhan oksigen dapat mengakibatkan pola tidur

terganggu. Kesulitan bernapas (sesak napas) menyebakan seseorang

85
tidak bisa tidur pada jam biasa tidur. Perubahan pola tidur juga dapat

terjadi karena kecemasan dengan penyakit yang dideritanya.


g. Risiko terjadinya iskemik otak
Gangguan oksigenasi mengakibatkan suplai darah ke otak berkurang.

Hal tersebut disebabkan oleh cardiac output yang menurun, aliran darah

ke otak berkurang, gangguan perfusi otak, dan lain-lain. Akibatnya, otak

kekurangan oksigen sehingga berisiko terjasi kerusakan jaringan otak.

2.9 Metode pemenuhan kebutuhan oksigen


1. Pemberian oksigen
Pemberian oksigen merupakan tindakan memberikan oksigen ke

dalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan alat bantu

oksigen. Pemberian oksigen pada pasien dapat melalui tiga cara

yaitu melalui kanula, nasal, dan masker. Pemberian oksigen tersebut

bertujuan untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan mencegah

terjadinya hipoksia.
Persiapan Alat dan Bahan :
1. Tabung oksigen lengkap dengan flowmeter dan humidifier
2. Nasal kateter, kanula, atau masker
3. Vaselin,/lubrikan atau pelumas ( jelly)

Prosedur Kerja :

1. Cuci tangan
2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan
3. Cek flowmeter dan humidifier
4. Hidupkan tabung oksigen
5. Atur posisi semifowler atau posisi yang telah disesuaikan

dengan kondisi pasien.


6. Berikan oksigen melalui kanula atau masker.
7. Apabila menggunakan kateter, ukur dulu jarak hidung dengan

telinga, setelah itu berikan lubrikan dan masukkan.


8. Catat pemberian dan lakukan observasi.
9. Cuci tangan

86
2. Fisioterapi dada
Fisioterapi dada merupakan suatu rangkaian tindak keperawatan

yang terdiri atas perkusi, vibrasi dan postural drainage.

a. Perkusi
Disebut juga clapping adalah pukualn kuat, bukan berarti sekuat-

kuatnya, pada dinding dada dan punggung dengan tangan dibentuk

seperti mangkuk.
Tujuannya, secara mekanik dapat melepaskan sekret yang melekat

pada dinding bronkhus.


Prosedur:
1. Tutup area yang akan dilakkan perkusi dengan handuk atau pakaian

untuk mengurangi ketidaknyamanan.


2. Anjurkan klien tarik napas dalam dan lambat untuk meningkatkan

relaksasi
3. Perkusi pada tiap segmen paru selama 1-2 menit
4. Perkusi tidak boleh dilakukan pada daerah dengan struktur yang

mudah cedera seperti : mammae, sternum dan ginjal.


b. Vibrasi
Getaran kuat secara serial yang dihasilkan oleh tangan perawat yang

diletakkan datar pada dinding dada klien.

Tujuannya, vibrasi digunakan setelah perkusi untuk meningkatkan

turbulensi udara ekspirasi dan melepaskan mukus yang kental.

Sering dilakukan bergantian dengan perkusi,

Prosedur:

1. Letakkan telapak tangan, telapak tangan menghadap ke bawah di

area dada yang akan di drainage. Satu tangan diatas tangan yang

87
lain dengan jari-jari menempel bersama dan ekstensi. Cara yang

lain: tangan bisa diletakkan secara bersebelahan.


2. Anjurkan klien menarik napas dalam melalui hidung dan

menghembuskan napas secara lambat lewat mulut atau pursed

lips.
3. Selama masa ekspirasi, tegangkan seluruh otot tangan dan

lengan dan gunakan hampir semua tumit tangan. Getarkan

(kejutkan) tangan keaarh bawah. Hentikan getaran jika klien

melakukan inspirasi.
4. Setelah tiap kali vibrasi, anjurkan klien batuk dan keluarkan

sekret ke dalam tempat sputum.


c. Postural drainage
Merupakan salah satu intervensi untuk melepaskan sekresi dari

berbagai segmen paru-paru dengan menggunakan pengaruh gaya

gravitasi. Waktu yang terbaik utnuk melakukannya yaitu sekitar 1

jam sebelum sarapan pagi dan sekitar 1 jam sebelum tidur pada

malam hari. Postural drainage harus lebih sering dilakukan apabila

lendir klien berubah warnanya menjadi kehijauan dan kental atau

ketika klien menderita demam.


Hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan postural drainage

yaitu:

a. Batuk 2 atau 3 kali berurutan setelah setiap kali berganti posisi

b. Minum air hangat setiap hari sekitar 2 liter.

c. Jika harus menghirup bronkodilator, lakukanlah 15 menit sebelum

melakukan postural drainage


d. Lakukan latihan napas dan latihan lain yang dapat membantu

mengencerkan lendir.

88
Peralatan:

a. Bantal
b. Papan pengatur posisi
c. Tisu wajah
d. Segelas air
e. Sputum pol
Prosedur:

1. cuci tangan
3. pilih area yang tersumbat yang akan di drainage berdasarkan

pengkajian semua area paru, data klinis dan chest X-ray.

3. Baringkan klien dalam posisi untuk mendrainage area yang

tersumbat.

4. Minta klien mempertahankan posisi tersebut selama 10-15

menit.

5. Selama 10-15 menit drainage pada posisi tersebut, lakukan

perkusi dan vibrasi dada diatas area yang di drainage

6. Setelah drainage pada posisi pertama, minta klien duduk dan

batuk. Bila tidak bisa batuk, lakukan suction. Tampung sputum

di sputum spot.
7. Minta klien istirahat sebentar bila perlu

8. Anjurkan klien istirahat sebentar bila perlu.

9. Anjurkan klien minum sedikit air.

10. Ulangi langkah 3-8 sampai semua area tersumbat telah ter

drainage

11. Ulangi pengkajian dada pada semua bidang paru.

12. Cuci tangan


13. Dokumentasikan

89
3. Napas dalam dan batuk efektif

a. Napas dalam

Yaitu bentuk latihan napas yang terdiri dari atas pernapasan abdominal (diafragma) dan purse

lips breathing.

Prosedur:

1. Atur posisi yang nyaman

2. Fleksikan lutut klien untuk merelaksasikan otot abdomen

3. Tempatkan 1 atau 2 tangan pada abdomen, tepat dibawah tulang iga

4. Tarik napas dalam melalui hidung, jaga mulut tetap tertutup. Hitung samapi 3 selama

inspirasi

5. Hembuskan udara lewat bibir seperti meniup (purse lips braething) secara perlahan-lahan

b. Batuk efektif

Yaitu latihan batuk untuk mengeluarkan sekret.

Prosedur:

1. Tarik napas dalam lewat hidung dan tahan napas untuk beberapa detik

2. Batukkan 2 kali. Pada saat batuk tekan dada dengan bantal. Tampung sekret pada sputum

pot.

3. Hindari penggunaan waktu yang lama selama batuk karena dapat menyebabkan fatigue dan

hipoksia.

4. Suctioning (pengisapan lendir)

Pengisapan lendir (suction) merupakan tindakan pada pasien yang tidak mampu mengeluarkan

sekret atau lendir secara sendiri. Tindakan tersebut dilakukan untuk membersihkan jalan napas

90
dan memenuhi kebutuhan oksigenasi.

Persiapan Alat dan Bahan :

1. Alat pengisap lendir dengan botol yang berisi larutan desinfektan

2. Kateter pengisap lendir

3. Pinset steril

4. Dua kom berisi larutan akuades/NaCl 0,9% dan larutan desinfektan

5. Kasa steril

6. Kertas tisu

Prosedur Kerja :

1. Cuci tangan
2. Jelaskan pada pasien mengenai prosedur yang akan dilaksanakan.
3. Atur pasien dalam posisi terlentang dan kepala miring ke arah perawat
4. Gunakan sarung tangan
5. Hubungakan kateter penghisap dengan selang penghisap
6. Hidupkan mesin penghisap
7. Lakukan penghisapan lendir dengan memasukan kateter pengisap ke dalam kom berisi

akuades atau NaCl 0,9% untuk mencegah trauma mukosa.


8. Masukkan kateter pengisap dalam keadaan tidak mengisap
9. Tarik lendir dengan memutar kateter pengisap sekitar 3-5 detik
10. Bilas kateter dengan akuades atau NaCl 0,9%
11. Lakukan hingga lendir bersih
12. Catat respon yang terjadi
13. Cuci tangan

91
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang konsep Pemenuhan kebutuhan nutrisi

2. Materi Ajar
Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran

92
Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
Kebutuhan Nutrisi
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
Kebutuhan Nutrisi
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif

93
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Alat alat ukur secara umum
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan Alat alat ukur tanda vital

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Alat lat ukur
secara umum

94
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Alat alat ukur
secara umum
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing

95
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
Pemenuhan kebutuhan Nutrisi

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
kebutuhan Nutrisi
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
kebutuhan Nutrisi
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :

96
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
b. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

97
Lampiran :
RINGKASAN MATERI

Konsep Dasar Kebutuhan Nutrisi

A. Pengertian
Nutrisi adalah proses pengambilan zat-zat makanan penting (Nancy Nuwer
Konstantinides).
Jumlah dari seluruh interaksi antara organisme dan makanan yang
dikonsumsinya (Cristian dan Gregar 1985). Dengan kata lain nutrisi adalah apa yang
manusia makan dan bagaimana tubuh menggunakannya.
Masyarakat memperoleh makanan atau nutrien esensial untuk pertumbuhan
dan pertahanan dari seluruh jaringan tubuh dan menormalkan fungsi dari semua
proses tubuh.
Nutrien adalah zat kimia organik dan anorganik yang ditemukan dalam
makanan dan diperoleh untuk penggunaan fungsi tubuh.

B. Jenis-Jenis Nutrien
1. Protein
Protein sangat penting untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh.
Beberapa sumber protein berkualitas tinggi adalah: ayam, ikan, daging, babi, domba,
kalkun, dan hati. Beberapa sumber protein nabati adalah: kelompok kacang polong
(misalnya buncis, kapri, dan kedelai), kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Protein merupakan konstituen penting pada semua sel, jenis nutrien ini berupa
struktur nutrien kompleks yang terdiri dari asam-asam amino. Protein akan dihidrolisis
oleh enzim-enzim proteolitik. Untuk melepaskan asam-asam amino yang kemudian
akan diserap oleh usus. Fungsi protein :
o Protein menggantikan protein yang hilang selama proses metabolisme yang normal
dan proses pengausan yang normal.

98
o Protein menghasilkan jaringan baru.
o Protein diperlukan dalam pembuatan protein-protein yang baru dengan fungsi khusus
dalam tubuh yaitu enzim, hormon dan haemoglobin.
o Protein sebagai sumber energi.
2. Karbohidrat
Karbohidrat memberikan energi kepada bayi. Sereal dan roti merupakan
sumber karbohidrat yang baik. Sebaiknya orangtua memilih sereal yang diperkaya
zat besi, terutama untuk bayi yang disusui, untuk mencegah timbulnya anemia
karena kekurangan zat besi.
Karbohidrat adalah komposisi yang terdiri dari elemen karbon, hidrogen dan
oksigen. Karbohidrat dibagi atas :
o Karbohidrat sederhana (gula) ; bisa berupa monosakarida (molekul tunggal yang terdiri
dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa). Juga bisa berupa disakarida (molekul ganda),
contoh sukrosa (glukosa + fruktosa), maltosa (glukosa + glukosa), laktosa (glukosa +
galaktosa).
o Karbohidrat kompleks (amilum) adalah polisakarida karena disusun banyak molekul
glukosa.
o Serat adalah jenis karbohidrat yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan, tidak dapat
dicerna oleh tubuh dengan sedikit atau tidak menghasilkan kalori tetapi dapat
meningkatkan volume feces.
3. Nukleotida
Nukleotida meningkatkan respons imun dan memperkecil kemungkinan
terjadinya diare pada bayi. Sekalipun tubuh dapat memproduksi nukleotida, bayi-bayi
tetap membutuhkan penambahan nukleotida untuk memenuhi kebutuhan
pertumbuhannya yang cepat. Makanan pada awal masa sapih bukan sumber
nukleotida yang baik. Beberapa susu-lanjutan telah diperkaya dengan nukleotida.
Susu-lanjutan premium dari Wyeth, yaitu PROMIL* GOLD, diperkaya dengan 5
nukleotida yang bermanfaat.

4. Lemak
Lemak merupakan sumber energi yang dipadatkan. Lemak dan minyak terdiri
atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak. Fungsi lemak :
o Sebagai sumber energi ; merupakan sumber energi yang dipadatkan dengan mem
berikan 9 kal/gr
o Ikut serta membangun jaringan tubuh.
o Perlindungan.
o Penyekatan/isolasi, lemak akan mencegah kehilangan panas dari tubuh.
o Perasaan kenyang, lemak dapat menunda waktu pengosongan lambung dan
mencegah timbul rasa lapar kembali segera setelah makan.
o Vitamin larut dalam lemak.

99
5. AA dan DHA
Asam arakhidonat (AA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) adalah dua asam
lemak penting, khususnya dalam masa pertumbuhan otak bayi yang berlangsung
sangat pesat selama 6 bulan kedua kehidupan. Pada periode ini, AA dan DHA
berperan besar dalam perkembangan mental dan daya lihat bayi. Karena sebagian
besar makanan sapihan mengandung sedikit AA dan DHA, susu-lanjutan yang
diperkaya dengan AA dan DHA akan menjadi sumber penting dua asam lemak ini.

6. Vitamin
Vitamin adalah bahan organic yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
Berikut ini rincian dari beberapa vitamin dan penting:
1. Vitamin C: Anak-anak dapat memperoleh vitamin C dari jeruk dan berbagai sayuran.
Mereka memerlukan vitamin C untuk membentuk beberapa zat kimia dan
menggerakkan zat kimia lain (salah satu anggota grup vitamin B, misalnya) agar
dapat digunakan tubuh. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Mereka yang
kekurangan vitamin C bisa menderita kelemahan tulang, anemia, dan gangguan
kesehatan lainnya.
2. Vitamin D: Sinar matahari membantu tubuh membuat sendiri vitamin D, bahkan pada
sejumlah anak, kebutuhan vitamin ini sudah terpenuhi dengan bantuan sinar
matahari. Vitamin D sangat penting karena membantu kalsium masuk ke tulang.
Inilah sebabnya mengapa vitamin D kadang ditambahkan ke dalam susu sapi (disebut
susu yang telah diperkaya). Sayangnya, banyak produk susu olahan yang digemari
anak-anak justru tidak diperkaya dengan vitamin D. Keju dan yogurt kaya kalsium
tetapi tidak mengandung vitamin D. Makanan yang diperkaya vitamin D lebih baik
daripada suplemen vitamin. Anak-anak yang mengkonsumsi diet rendah vitamin D
bisa menderita ricketsia, suatu penyakit yang melemahkan tulang atau menjadikan
tulang cacat.
3. Vitamin A: Vitamin ini membantu perkembangan daya lihat bayi. Juga berperan
dalam proses kerja sel tulang. Anak-anak yang kekurangan vitamin A akan menderita
rabun senja serta gangguan pertumbuhan. Mereka juga rentan terhadap infeksi.
Sumber vitamin A antara lain: telur, keju, dan hati.
4. Vitamin B-kompleks: Semua vitamin B membantu produksi energi, dan membantu
terbentuknya sel-sel otak bayi. Vitamin B1 dan niasin (salah satu anggota B-
kompleks) membantu sel tubuh menghasilkan energi. Vitamin B6 membantu tubuh
melawan penyakit dan infeksi. B12 digunakan dalam pembentukan sel darah merah.
Kecukupan vitamin B-kompleks membantu mencegah kelambatan pertumbuhan,
anemia, gangguan penglihatan, kerusakan syaraf, dan gangguan jantung. Makanan
seperti misalnya roti, padi-padian, dan hati banyak mengandung vitamin B-kompleks.

100
Setiap anggota vitamin B-kompleks bersumber dari makanan tertentu misalnya: B1
dari kacang buncis dan daging babi; B12 dari daging, ikan, telur, dan susu.
5. Zat besi: Banyak proses dalam tubuh yang membutuhkan zat besi, termasuk
diantaranya mengangkut oksigen ke dalam sel. Pertumbuhan fisik dan mental bayi
yang berlangsung sangat cepat menyebabkan kebutuhan zat besi pun bertambah
banyak. Sayangnya, makanan padat masa sapih serta susu sapi hanya mengandung
sedikit zat besi. Selain jumlahnya sedikit, zat besi dalam susu sapi pun sulit diserap
oleh tubuh bayi. Fakta menunjukkan adanya kaitan yang erat antara penggunaan
susu sapi dengan defisiensi zat besi dan anemia yang terjadi pada anak-anak sampai
usia 24 bulan. Defisiensi zat besi pada awal kehidupan anak berakibat buruk pada
perkembangan mentalnya, yang tidak dapat diperbaiki lagi. Untuk memastikan
asupan cukup zat besi, para ahli merekomendasikan penggunaan susu-lanjutan yang
diperkaya dengan zat besi. PROMIL GOLD telah diperkaya dengan zat besi dalam
jumlah yang tepat untuk membantu mencegah defisiensi mineral ini.
6. Seng: Banyak hormon dan zat kimia tubuh yang disebut enzim dapat berfungsi
dengan adanya seng. Mineral seng juga berperan dalam pertumbuhan bayi.
7. Kalsium: Kalsium adalah mineral yang diperlukan dalam pertumbuhan tulang.
Menurut penelitian, anak-anak harus mendapatkan kalsium dalam jumlah cukup
melalui makanan untuk mengurangi resiko patah tulang bila terjadi kecelakaan di
kemudian hari.

8. Mineral Dan Air Mineral merupakan unsure esensial bagi fungsi normal sebagian
enzim, dan sangat penting dalam pengendalian system cairan tubuh. Mineral
merupakan konstituen esensial pada jaringan lunak, cairan dan rangka. Rangka
mengandung sebagian besar mineral. Tubuh tidak dapat mensintesis sehingga harus
disediakan lewat makanan. Tiga fungsi mineral :
o Konstituen tulang dan gigi ; contoh : calsium, magnesium, fosfor.
o Pembentukan garam-garam yang larut dan mengendalikan komposisi cairan tubuh ;
contoh Na, Cl (ekstraseluler), K, Mg, P (intraseluler).
o Bahan dasar enzim dan protein.
C. Proses Metabolisme Dalam Tubuh Proses Pencernaan Dan
PenyimpananNutrisi
1. Mulut
Mulut merupakan bagian awal dari saluran pencernaan.Di dalam mulut makan
mengalami proses mekanis melalu pengunyahan yang akan membuat makanan
daoat hancur sampai merata yang dibantu oleh enzim aminase yang akan memecah
amilium yang terkandung dalam makanan menjadi maltosa.
2. Faring dan Esofagus
Faring merupakan saluran pencernaan yng terletak dibelakang hidung,mulut,dan
laring.Faring berbentuk krucut dengan bagian terlebar di bagian atas hingga vetebra

101
serpvikal ke enam.Faring langsung berhubungan dengan esofagus.Esofagus
merupakan bagian yang berfungsi mengantarkan makanan dari faring menuju
lambung
3. Lambung
Lambung memiliki fungsi ,yaitu fungsi motoris serta fungsi sekresi dan
pencernaan.fungsi motoris lambung adalah sebagai reservoir untuk menampung
makanan sampai dicerna sedikit demi sedikit dan sebagai pencampur adalah
memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil yang dapat bercampur dengan
asam lambung.
Makanan berada pada lambung selama 2-6 jam kemudian bercampur dengan getah
lambung(cairan asam bening tak berwarna)yang mengndung 0,4% HCL untuk
mengsamkan semua makanan serta bekerja sebagai anti septik dan disifektan.Dalam
getah lambung terdapat beberapa enzim,diantaranya pepsin,dihasilkan oleh
pepsinogen serta berfungsi mengubah makanan menjadi bahan yang mudah larut
dan renin,berfungsi mebekukan susu atau membentuk kasein dari kasinogen yang
dapat larut.
4. Usus halus
Fungsi usus halus pada umumyna adalah mencerna dan mengobserfasi chime dari
lambung.Zat-zat makanan ynag telah halus akan diabsorfsi di dalam usus halus yaitu
pada duodenum,dan disini terjadi absorfsi besi,kalsium dengan bantuan vitamin
D,vitamin A,vitamin D,E dan K dengan bantuan empedu dan asam folat.
5. Usus Besar
Usus besar atau juga disebut dengan kalon merupakan sambungan dari usus halus
yang dimulai dari katup ileokalik yang merupakan tempat lewatnya makana.Fungsi
utama usus besar adalah mengobserfasi air(kurang lebih 90%)elektrolit,vitamin,dan
sedikit glukosa.Kapasitas obserpsi air kurang lebih 5000 cc/hari.Flora yang terdapat
dalam usus besar berfungsi untuk menyintesis vitamin K dan B yang memungkinkan
pembusukan sisa-sisa makanan yang akan dikeluarkan.

D. Gangguan Keseimbangan Nutrisi


Secara umum,gangguan nutrisi terdri atas kekurangan dan kelebihan nutrisi,
obesitas, malnutrisi, diabetes melitus, hipertensi, jantung korener, kanker dan
anoreksia nervosa.
1. Kekurangan nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak
berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat tidak kecukupan asupan
nutrisi untuk kebutuhan metabolisme. Tanda tanda klinis
o Berat badan 10 20% dibawah normal
o Tinggi badan di bawah ideal
o Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar

102
o Adfanya penurunan trannsferin
Kemungkinan penyebab:
o Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalammencerna kalori akibat penyakit
infeksi atau kanker
o Disfagia karena adanya kelainan persarafan
o Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit crhon atau intoleransi laktosa
o Nafsu makan menurun
2. Kelebihan nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang
mempunyai resiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme
secara berlebih. Kemungkinan penyebab
o Berat badan lebih dari 10% berat ideal
o Obesitas (lebih dari 20% berat ideal)
o Lipatan kulit trisep lebih dari 15cm pada pria dan 25 mm pada wanita
o Adanya jumlah asupan yang berlebihan
o Aktifitas menurun atau menonton
Kemungkinan penyebab
o Perubahan pola makan
o Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman
Macam-macam kelainan pada gangguan nutrisi antara lain:
1. Obestisitas
Obestisitas merupakan maslah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari
20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihi asupan kalori dan
penurunan dalm penggunaan kalori.
2. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan dengan zat
gizi Pada tingkat selular atau dpat dikatakan sebagai masalah asupan zat gizi yang
tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah brat badan rendah
dengan asupan makanan yang cukup atau aupan kurang dari kebutuhan tubuh,
adanya kelemahan otot dan penurunan energi, pucat paa kulit, membran mukosa,
konjungtiva dan lain lain.
3. Diabetes militus
Diabetes miltus merupakan gagauan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adnya
gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau penggunaan
karbohidrat secara berlebihan.
4. Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yanmg juga disebabakan oleh berbagai
masalah pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab adanya obestisitas, serta
asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup yang berlebihan
5. Penyakit jantung korioner

103
Penykit jantiung korener merupakan gagguan nutrisi yang sering disebabkan oleh
adanya peniongkatan kolestrol darah dan merokok. Saat ini, gangguan ini sering
dialami karena adnya perilaku atau gaya hidup yang tidak sehat, obestisitas dan lain
lain.
6. Kanker
Kanker adlah gagguan kebutuhan nutrisi yang disebabkan oleh pengonsumsian lemak
secara berlebihan.
7. Anoreksia nervosa
Aneroksia nervosa merupakan penurunan berat badan secara mendadak dan
berkepanjangan, ditandai dengan adanya konstipasi, pembengkakan badan, nyeri
abdomen, kedinginan, elergi, dan kelebihan energi.

E. Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Nutrisi


1. Pengetahuan
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan tingi dapat mempengaruhi pola
konsumi makanan.Hal tersebut dapat di sebabkan oleh kurangnya informasi sehingga
dapat terjadi kesalahan dalam memahami kebutuhan gisi.
2. Prasangka
Prasangka buruk yang terjadi terhadap jenis makanan bergisi tinggi dapat
mempengaruhi setatus gisi seseorang .di beberapa daerah ,tempe yang merupakan
sumber protein yang paling murah,tidak di jadikan bahan makanan yang layak untuk
dimakan karena masyarakat menganggap mengonsusi makanan tersebut dapat
merendahkan derajat mereka.
3. Kebiasaan
Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga
dapat mempengaruhi status gizi.Misalnya,di beberapa daerah,terdapat larangan
makan pisang dan pepaya bagi gadis remaja .padahal,makanan tersebut merupakan
sumber vitamin yang sangat baik.adajuga larangan makan ikan bagi anak-anak
karena ikan di anggap dapat menyebabkan cacingan padahal ikan merupakan
sumber protein yang sangat baik bagi anak-anak.
4. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan
kurangnyavariasi makanan,sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat yang
dibutuhkan secara cukup
5. Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena makanan bergisi
membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit

104
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1I
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar

105
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang konsep Pemenuhan kebutuhan Cairan dan elektrolit

2. Materi Ajar
Pemenuhan Kebutuhan cairan dan elektrolit

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan cairan dan elektrolit

106
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Pemenuhan Kebutuhan cairan dan elektrolit

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
Kebutuhan cairan dan elektrolit
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
Kebutuhan Cairan dan elektrolit
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas

107
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan Cairan dan elektrolit

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
cairan dan elektrolit
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Cairan dan
elektrolit secara umum
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :

108
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Pemenuhan Kebutuhan cairan dan elektrolit
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
Pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Pemenuhan
kebutuhan cairan dan elektrolit
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai Pemenuhan
kebutuhan cairan dan elektrolit
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif

109
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
c. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar

110
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI
Konsep Dasar Pemenuhan Kebutuhan cairan dan elektrolit

1.1 Pengertian
Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh
tetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah
merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairan dan
elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. Cairan
tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut).
Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik
yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan dan elektrolit masuk ke dalam

111
tubuh melalui makanan, minuman, dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke
seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya
distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian
tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang
lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.

Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan
cairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di
seluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luar
sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairan
interstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di
dalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,
sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan
serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

1.2 Proportion Of Body Fluid


Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan
tergantung beberapa hal antara lain :
a.Umur
b.Kondisi lemak tubuh
c.Sex
Perhatikan Uraian berikut ini :
No. Umur Prosentase
1. Bayi (baru lahir) 75 %
2. Dewasa :
a.Pria (20-40 tahun) 60 %
b.Wanita (20-40 tahun) 50 %
3. Usia Lanjut 45-50 %

Pada orang dewasa kira-kira 40 % baerat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada
di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari
berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan
interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler.

1.3 Elektrolit Utama Tubuh Manusia


Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.
Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak
bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida dan
asam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+), kalium
(K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat (HCO3-),
fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).

Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan
bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian
berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan
negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif.

112
Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada
plasma terinci dalam tabel di bawah ini :

No. Elektrolit Ekstraseluler Intraseluler


Plasma Interstitial
1. Kation :
Natrium (Na+) 144,0 mEq 137,0 mEq 10 mEq
Kalium (K+) 5,0 mEq 4,7 mEq 141 mEq
Kalsium (Ca++) 2,5 mEq 2,4 mEq 0
Magnesium (Mg ++) 1,5 mEq 1,4 mEq 31 mEq

2. Anion :
Klorida (Cl-) 107,0 mEq 112,7 mEq 4 mEq
Bikarbonat (HCO3-) 27,0 mEq 28,3 mEq 10 mEq
Fosfat (HPO42-) 2,0 mEq 2,0 mEq 11 mEq
Sulfat (SO42-) 0,5 mEq 0,5 mEq 1 mEq
Protein 1,2 mEq 0,2 mEq 4 mEq

a. Kation :
Sodium (Na+) :
- Kation berlebih di ruang ekstraseluler
- Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
- Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
- Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen pada
ion sodium
di tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan
- Sumber : snack, kue, rempah-rempah, daging panggang.

Potassium (K+) :
- Kation berlebih di ruang intraseluler
- Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
- Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.
- Sumber : Pisang, alpokad, jeruk, tomat, dan kismis.

Calcium (Ca++) :
- Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam tulang
dan gigi untuk membuatnya keras dan kuat
- Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle
- Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifan
protrombin dan trombin
- Sumber : susu dengan kalsium tinggi, ikan dengan tulang, sayuran, dll.

b.Anion :
Chloride (Cl -) :
- Kadar berlebih di ruang ekstrasel
- Membantu proses keseimbangan natrium

113
- Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
- Sumber : garam dapur

Bicarbonat (HCO3 -) :
Bagian dari bicarbonat buffer sistem
- Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasana
garam untuk
menurunkan PH.

Fosfat ( H2PO4- dan HPO42-) :


- Bagian dari fosfat buffer system
- Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
- Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang
- Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.

1.4 Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh


Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu :
a.Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan
oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.

b.Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel

c.Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial
masuk ke dalam sel.
Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran
semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam
cairan tubuh ikut berpindah. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh
dengan cara :
Diffusi
Filtrasi
Osmosis
Aktiv Transport

Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Hampir semua zat
berpindah dengan mekanisme transportasi pasif. Diffusi sederhana adalah
perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas.
Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut
menembus membran kapiler dan sel yaitu :
Permebelitas membran kapiler dan sel
Konsenterasi
Potensial listrik
Perbedaan tekanan.

114
Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan
konsentrasi. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang
rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi.

Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan
konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif. Transportasi aktif
berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk
adenosin trifosfat (ATP). Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium
dan natrium.

Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma
dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada
kedua bagian itu. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan
hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler, terutama akibat oleh pemompaan
oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin
serum. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut
ultrafilterisasi. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal.

Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang


terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil, suatu keadaan
yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis.

1.5 Regulating Body Fluid Volumes


Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia
dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. Dalam
kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi.
Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan
kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi, penguapan
kulit, ginjal (urine), ekresi pada proses metabolisme.

a. Intake Cairan :
Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira
1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari
sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan, dan
oksidasi selama proses metabolisme.Berikut adalah kebutuhan intake cairan yang
diperlukan berdasarkan umur dan berat badan, perhatikan tabel di bawah ini :

No. Umur Berat Badan (kg) Kebutuhan Cairan (mL/24 Jam).


1. 3 hari 3,0 250-300
2 1 tahun 9,5 1150-1300
3. 2 tahun 11,8 1350-1500
4. 6 tahun 20,0 1800-2000
5. 10 tahun 28,7 2000-2500
6. 14 tahun 45,0 2200-2700
7. 18 tahun(adult) 54,0 2200-2700

115
Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat haus
dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi
dehidrasi intraseluler, sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan
tekanan darah, perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah.
Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun
kadang terjadi secara sendiri. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum
sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal.

b.Output Cairan :
Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu :
a.Urine :
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius
merupakan proses output cairan tubuh yang utama. Dalam kondisi normal output
urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar 30-50 ml per jam. Pada orang
dewasa. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam
setiap harinya, bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine
akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam
tubuh.

b.IWL (Insesible Water Loss) :


IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit, Melalui kulit dengan mekanisme difusi.
Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah
berkisar 300-400 mL per hari, tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh
meningkat maka IWL dapat meningkat.

c.Keringat :
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas, respon ini
berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya ditransfer melalui
sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada
kulit.
d.Feces :
Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari, yang diatur
melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).

1.6 Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit


Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
antara lain :
a.Umur :
Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia, karena usia akan
berpengaruh pada luas permukaan tubuh, metabolisme, dan berat badan. Infant
dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan
dibanding usia dewasa. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan
cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.

b.Iklim :
Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya
rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui

116
keringat. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat
kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.
c.Diet :
Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. Ketika intake
nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga
akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya
sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan
menyebabkan edema.

d.Stress :
Stress dapat meningkatkan metabolisme sel, glukosa darah, dan pemecahan
glykogen otot. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air
sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah.

e.Kondisi Sakit :
Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh Misalnya :
- Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL.
- Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
- Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan
pemenuhan intake
cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri.

f.Tindakan Medis :
Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan
elektrolit tubuh seperti : suction, nasogastric tube dan lain-lain.

g.Pengobatan :
Pengobatan seperti pemberian deuretik, laksative dapat berpengaruh pada
kondisi cairan dan elektrolit tubuh.
h.Pembedahan :
Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, dikarenakan kehilangan darah selama
pembedahan.

1.7 Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh


Tiga kategori umum yang menjelaskan abnormalitas cairan tibuh adalah :
Volume
Osmolalitas
Komposisi
Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler (ECF)
dan menyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam jumlah
yang relatif sama, sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan volume
ekstraseluler (ECF).

Ketidakseimbangan osmotik terutama mempengaruhi cairan intraseluler (ICF) dan

117
menyangkut bertambahnya atau kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang
relatif tidak seimbang. Gangguan osmotik umumnya berkaitan dengan
hiponatremia dan hipernatremia sehingga nilai natrium serum penting untuk
mengenali keadaan ini.

Kadar dari kebanyakan ion di dalam ruang ekstraseluler dapat berubah tanpa
disertai perubahan yang jelas dari jumlah total dari partikel-partikel yang aktif
secara osmotik sehingga mengakibatkan perubahan komposisional.

a. Ketidakseimbangan Volume
kurangan Volume Cairan Ekstraseluler (ECF)
Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan cairan
tubuh isotonik, yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif
sama. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan dehidrasi yang
seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relatif
mengakibatkan hipernatremia.
- airan Isotonis adalah cairan yang konsentrasi/kepekatannya sama dengan
cairan
tubuh, contohnya : larutan NaCl 0,9 %, Larutan Ringer Lactate (RL).
- Cairan hipertonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekatannya
melebihi cairan tubuh, contohnya Larutan dextrose 5 % dalam NaCl normal,
Dextrose
5% dalam RL, Dextrose 5 % dalam NaCl 0,45%.
- Cairan Hipotonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekataannya
kurang
dari cairan tubuh, contohnya : larutan Glukosa 2,5 %., NaCl.0,45 %, NaCl 0,33 %.

Kelebihan Volume ECF :


Kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila natrium dan air kedua-duanya
tertahan dengan proporsi yang kira- kira sama.Dengan terkumpulnya cairan
isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia) maka cairan akan berpindah ke
kompartement cairan interstitial sehingga mnyebabkan edema. Edema adalah
penunpukan cairan interstisial yang berlebihan. Edema dapat terlokalisir atau
generalisata.

b.Ketidakseimbangan Osmolalitas dan perubahan komposisional


Ketidakseimbangan osmolalitas melibatkan kadar zat terlarut dalam cairan-cairan
tubuh. Karena natrium merupakan zat terlarut utama yang aktif secara osmotik
dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas (overhidrasi) adalah
hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam plasma dan hipernatremia
yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma. Pahami juga perubahan
komposisional di bawah ini :
Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3,5
mEq/L.
Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau sama
dengan

118
5,5 mEq/L.
Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali,
dan
ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal.

2. Proses Keperawatan
2.1 Pengkajian
Pengkajian keperawatan secara umum pada pasien dengan gangguan atau resiko
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit meliputi :
Kaji riwayat kesehatan dan kepearawatan untuk identifikasi penyebab
gangguan
keseimbangan cairan dan elektrolit
Kaji manifestasi klinik melalui :
- Timbang berat badan klien setiap hari
- Monitor vital sign
- Kaji intake output
Lakukan pemeriksaan fisik meliputi :
- Kaji turgor kulit, hydration, temperatur tubuh dan neuromuskuler irritability.
- Auskultasi bunyi /suara nafas
- Kaji prilaku, tingkat energi, dan tingkat kesadaran
Review nilai pemeriksaan laboratorium : Berat jenis urine, PH serum, Analisa
Gas
Darah, Elektrolit serum, Hematokrit, BUN, Kreatinin Urine.

2.2 Diagnosis Keperawatan


Diagnosis keperawatan yang umum terjadi pada klien dengan resiko atau
gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit adalah :
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan ansietas, gangguan mekanisme
pernafasan, abnormalitas nilai darah arteri
Penurunan kardiak output berhubungan dengan dysritmia kardio,
ketidakseimbangan
elektrolit
Gangguan keseimbangan volume cairan : kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan
dengan diare, kehilangan cairan lambung, diaphoresis, polyuria.
Gangguan keseimbangan cairan tubuh : berlebih bwerhubungan dengan
anuria,
penurunan kardiak output, gangguan proses keseimbangan, Penumpukan cairan
di
ekstraseluler.
Kerusakan membran mukosa mulut berhubungan dengan kekurangan volume
cairan
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan dehidrasi dan atau edema
Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan edema

2.3 Intervensi Keperawatan


Intervensi keperawatan yang umum dilakukan pada pasien gangguan

119
keseimbangan cairan dan elektrolit adalah :
a. Atur intake cairan dan elektrolit
b. Berikan therapi intravena (IVFD) sesuai kondisi pasien dan intruksi dokter
dengan
memperhatikan : jenis cairan, jumlah/dosis pemberian, komplikasi dari tindakan
c. Kolaborasi pemberian obat-obatan seperti :deuretik, kayexalate.
d. Provide care seperti : perawatan kulit, safe environment.

2.4 Evaluasi/Kreteria hasil :


Kreteria hasil meliputi :
Intake dan output dalam batas keseimbangan
Elektrolit serum dalam batas normal
Vital sign dalam batas normal.

# Rujukan :

Barbara Kozier, Fundamental Of Nursing Concept, Process and Practice, Fifth


Edition, Addison Wsley Nursing, California, 1995

Dolores F. Saxton, Comprehensive Review Of Nursing For NCLEK-RN, Sixteenth


Edition, Mosby, St. louis, Missouri, 1999.

Sylvia Anderson Price, Alih : Peter Anugerah, Pathofisiologi Konsep Klinis Proses-
proses Penyakit, Edisi kedua, EGC, Jakarta, 1995

120
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang konsep Perawatan pasien luka

2. Materi Ajar
konsep Perawatan pasien luka

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga

121
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep perawatan pasien luka
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan Perawatan pasien luka

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :

122
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep perawatan pasien luka
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan konsep perawatan pasien luka

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :

123
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep perawatan pasien luka
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
konsep perawatan pasien luka

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :

124
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
perawatan pasien luka
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

125
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
d. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

126
Lampiran :
RINGKASAN MATERI

Konsep Dasar Perawatan Luka

A. Definisi
Penyembuhan luka adalah respon tubuh terhadap berbagai cedera dengan proses pemulihan yang kompleks dan
dinamis yang menghasilkan pemulihan anatomi dan fungsi secara terus menerus.(Joyce M. Black, 2001).

Penyembuhan luka terkait dengan regenerasi sel sampai fungsi organ tubuh kembali pulih, ditunjukkan dengan
tanda-tanda dan respon yang berurutan dimana sel secara bersama-sama berinteraksi, melakukan tugas dan
berfungsi secara normal. Idealnya luka yang sembuh kembali normal secara struktur anatomi, fungsi dan
penampilan.

B. Etiologi / Penyebab Luka


Secara alamiah penyebab kerusakan harus diidentifikasi dan dihentikan sebelum memulai perawatan luka, serta
mengidentifikasi, mengontrol penyebab dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan sebelum mulai
proses penyembuhan. Berikut ini akan dijelaskan penyebab dan faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan
luka :

1. Trauma

2. Panas dan terbakar baik fisik maupun kimia

3. Gigitan binatang atau serangga

4. Tekanan

5. Gangguan vaskular, arterial, vena atau gabungan arterial dan vena

6. Immunodefisiensi

7. Malignansi

8. Kerusakan jaringan ikat

9. Penyakit metabolik, seperti diabetes

10. Defisiensi nutrisi

11. Kerusakan psikososial

12. Efek obat-obatan

Pada banyak kasus ditemukan penyebab dan faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka dengan multifaktor.

C. Jenis-jenis luka
1. Berdasarkan Kategori

127
a. Luka Accidental

Adalah cedera yang tidak disengaja, seperti kena pisau, luka tembak, luka bakar; tepi luka bergerigi; berdarah;
tidak steril

b. Luka Bedah

Merupakan terapi yang direncanakan, seperti insisi bedah, needle introduction; tepi luka bersih; perdarahan
terkontrol; dikendalikan dengan asepsis bedah

2. Berdasarkan integritas kulit

a. Luka terbuka

Kerusakan melibatkan kulit atau membran mukosa; kemungkinan perdarahan disertai kerusakan jaringan; risiko
infeksi

b. Luka tertutup

Tidak terjadi kerusakan pada integritas kulit, tetapi terdapat kerusakan jaringan lunak; mungkin cedera internal dan
perdarahan

3. Berdasarkan Descriptors

a. Aberasi

Luka akibat gesekan kulit; superficial; terjadi akibat prosedur dermatologik untuk pengangkatan jaringan skar

b. Puncture

Trauma penetrasi yang terjadi secara disengaja atau tidak disengaja oleh akibat alat-alat yang tajam yang
menusuk kulit dan jaringan di bawah kulit

c. Laserasi

Tepi luka kasar disertai sobekan jaringan, objek mungkin terkontaminasi; risiko infeksi

d. Kontusio

Luka tertutup; perdarahan di bawah jaringan akibat pukulan tumpul; memar

4. Klasifikasi Luka Bedah

a. Luka bersih

Luka bedah tertutup yang tidak mengenai system gastrointestinal, , pernafasan atau system genitourinary, risiko
infeksi rendah

b. Bersih terkontaminasi

Luka melibatkan system gastrointestinal, pernafasan atau system genitourinary, risiko infeksi

128
c. Kontaminasi

Luka terbuka, luka traumatic, luka bedah dengan asepsis yang buruk; risiko tinggi infeksi

d. Infeksi

Area luka terdapat patogen; disertai tanda-tanda infeksi

D. Klasifikasi luka
1. Berdasarkan penyebab

a. Luka pembedahan atau bukan pembedahan

b. Akut atau kronik

2. Kedalaman jaringan yang terlibat

a. Superficial

Hanya jaringan epidermis

b. Partial thickness

Luka yang meluas sampai ke dalam dermis

c. Full thickness

Lapisan yang paling dalam dari jaringan yang destruksi. Melibatkan jaringan subkutan dan kadang-kadang meluas
sampai ke fascia dan struktur yang dibawahnya seperti otot, tendon atau tulang

E. Prinsip Dasar Penyembuhan Luka


Penyembuhan luka adalah proses yang komplek dan dinamis dengan perubahan lingkungan luka dan status
kesehatan individu. Fisiologi dari penyembuhan luka yang normal adalah melalui fase hemostasis, inflamasi,
granulasi dan maturasi yang merupakan suatu kerangka untuk memahami prinsip dasar perawatan luka. Melalui
pemahaman ini profesional keperawatan dapat mengembangkan ketrampilan yang dibutuhkan untuk merawat luka
dan dapat membantu perbaikan jaringan. Luka kronik mendorong para profesional keperawatan untuk mencari
cara mengatasi masalah ini. Penyembuhan luka kronik membutuhkan perawatan yang berpusat pada pasien
patient centered, holistik, interdisiplin, cost efektif dan eviden based yang kuat.

Penelitian pada luka akut dengan model binatang menunjukkan ada empat fase penyembuhan luka. Sehingga
diyakini bahwa luka kronik harus juga melalui fase yang sama. Fase tersebut adalah sebagai berikut:

1. Hemostasis
Pada penyembuhan luka kerusakan pembuluh darah harus ditutup. Pada proses penyembuhan luka platelet akan
bekerja untuk menutup kerusakan pembuluh darah tersebut. Pembuluh darah sendiri akan konstriksi dalam
berespon terhadap injuri tetapi spasme ini biasanya rilek. Platelet mensekresi substansi vasokonstriktif untuk
membantu proses tersebut.

Dibawah pengaruh adenosin diphosphat (ADP) kebocoran dari kerusakan jaringan akan menimbulkan agregasi
platelet untuk merekatkan kolagen. ADP juga mensekresi faktor yang berinteraksi dengan dan merangsang

129
pembekuan intrinsik melalui produksi trombin, yang akan membentuk fibrin dari fibrinogen. Hubungan fibrin
diperkuat oleh agregasi platelet menjadi hemostatik yang stabil. Akhirnya platelet juga mensekresi sitokin seperti
platelet-derived growth factor. Hemostatis terjadi dalam waktu beberapa menit setelah injuri kecuali ada
gangguan faktor pembekuan.

2. Inflamasi
Secara klinik, inflamasi adalah fase ke dua dari proses penyembuhan yang menampilkan eritema, pembengkakan
dan peningkatan suhu/hangat yang sering dihubungkan dengan nyeri, secara klasik rubor et tumor cum calore et
dolore. Tahap ini biasanya berlangsung hingga 4 hari sesudah injuri. Pada proses penyembuhan ini biasanya
terjadi proses pembersihan debris/sisa-sisa. Ini adalah pekerjaan dari PMNs (polymorphonucleocytes). Respon
inflamasi menyebabkan pembuluh darah menjadi bocor mengeluarkan plasma dan PMNs ke sekitar jaringan.
Neutropil memfagositosis sisa-sisa dan mikroorganisme dan merupakan pertahanan awal terhadap infeksi.
Mereka dibantu sel-sel mast lokal. Fibrin kemudian pecah sebagai bagian dari pembersihan ini.

Tugas selanjutnya membangun kembali kompleksitas yang membutuhkan kontraktor. Sel yang berperan sebagai
kontraktor pada penyembuhan luka ini adalah makrofag. Makrofag mampu memfagosit bakteri dan merupakan
garis pertahan kedua. Makrofag juga mensekresi komotaktik yang bervariasi dan faktor pertumbuhan seperti
faktor pertumbuhan fibrobalas (FGF), faktor pertumbuhan epidermal (EGF), faktor pertumbuhan beta trasformasi
(tgf) dan interleukin-1 (IL-1).

3. Proliferasi (proliferasi, granulasi dan kontraksi)


Fase granulasi berawal dari hari ke empat sesudah perlukaan dan biasanya berlangsung hingga hari ke 21 pada
luka akut tergangung pada ukuran luka. Secara klinis ditandai oleh adanya jaringan yang berwarna merah pada
dasar luka dan mengganti jaringan dermal dan kadang-kadang subdermal pada luka yang lebih dalam yang baik
untuk kontraksi luka. Pada penyembuhan luka secara analoginya satu kali pembersihan debris, dibawah kontraktur
langsung terbentuk jaringan baru.

Kerangka dipenuhi oleh fibroblas yang mensekresi kolagen pada dermal yang kemudian akan terjadi regenerasi.
Peran fibroblas disini adalah untuk kontraksi. Serat-serat halus merupakan sel-sel perisit yang beregenerasi ke
lapisan luar dari kapiler dan sel endotelial yang akan membentuk garis. Proses ini disebut angiogenesis. Sel-sel
roofer dan sider adalah keratinosit yang bertanggungjawab untuk epitelisasi. Pada tahap akhir epitelisasi,
terjadi kontraktur dimana keratinosit berdifrensiasi untuk membentuk lapisan protektif luar atau stratum korneum.

4. Remodeling atau maturasi


Setelah struktur dasar komplit mulailah finishing interior. Pada proses penyembuhan luka jaringan dermal
mengalami peningkatan tension/kekuatan, peran ini dilakukan oleh fibroblast. Remodeling dapat membutuhkan
waktu 2 tahun sesudah perlukaan.

Tabel 1. Fase penyembuhan luka

Analogi
Fase Sel-sel yang membangun
penyembuhan Waktu berperan rumah

Hemostasis Segera Platelets Capping off


Inflamation conduits
Hari 1-4 Neutrophils
Unskilled laborers

130
to clean uap the site

Hari 4 21
Macrophages
Supervisor Cell
Lymphocytes
Specific laborers at
Proliferation
Angiocytes the site:
Granulation
Neurocytes Plumber

Electrician

Fibroblasts Framers

Contracture Keratinocytes Roofers and Siders

Hari 21 2
tahun Fibrocytes Remodelers
Remodeling

Pada beberapa literatur dijelaskan juga bahwa proses penyembuhan luka meliputi dua komponen utama yaitu
regenerasi dan perbaikan (repair). Regenerasi adalah pergantian sel-sel yang hilang dan jaringan dengan sel-sel
yang bertipe sama, sedangkan repair adalah tipe penyembuhan yang biasanya menghasilkan terbentuknya scar.
Repair merupakan proses yang lebih kompleks daripada regenerasi. Penyembuhan repair terjadi oleh intention
primer, sekunder dan tersier.

Intension Primer
Fase-fase dalam penyembuhan Intension primer :

1. Fase Inisial (3-5 hari)

2. Sudut insisi merapat, migrasi sel-sel epitel, mulai pertumbuhan sel

3. Fase granulasi (5 hari 4 minggu)

Fibroblas bermigrasi ke dalam bagian luka dan mensekresi kolagen. Selama fase granulasi luka berwarna merah
muda dan mengandung pembuluh darah. Tampak granula-granula merah. Luka berisiko dehiscence dan resisten
terhadap infeksi.

131
Epitelium permukaan pada tepi luka mulai terlihat. Dalam beberapa hari lapisan epitelium yang tipis bermigrasi
menyebrangi permukaan luka. Epitel menebal dan mulai matur dan luka merapat. Pada luka superficial,
reepitelisasi terjadi selama 3 5 hari.

4. Fase kontraktur scar ( 7 hari beberapa bulan )

Serabut-serabut kolagen terbentuk dan terjadi proses remodeling. Pergerakan miofibroblast yang aktif
menyebabkan kontraksi area penyembuhan, membentu menutup defek dan membawa ujung kulit tertutup
bersama-sama. Skar yang matur selanjutnya terbentuk. Skar yang matur tidak mengandung pembuluh darah dan
pucat dan lebih terasa nyeri daripada fase granulasi

Intension sekunder
Adalah luka yang terjadi dari trauma, elserasi dan infeksi dan memiliki sejumlah besar eksudat dan luas, batas
luka ireguler dengan kehilangan jaringan yang cukup luas menyebabkan tepi luka tidak merapat. Reaksi inflamasi
dapat lebih besar daripada penyembuhan primer.

Intension Tersier
Adalah intension primer yang tertunda. Terjadi karena dua lapisan jaringa granulasi dijahit bersama-sama. Ini
terjadi ketika luka yang terkontaminasi terbuka dan dijahit rapat setelah infeksi dikendalikan. Ini juga dapat terjadi
ketika luka primer mengalami infeksi, terbuka dan dibiarkan tumbuh jaringan granulasi dan kemudian dijahit.
Intension tersier biasanya mengakibatkan skar yang lebih luas dan lebih dalam daripada intension primer atau
sekunder

Pengertian
Merupakan tindakan untuk merawat luka dan melakukan pembalut dengan tujuan mencegah infeksi silang
( masuk melalui luka ) dan mempercepat prose penyembuhan luka.

1. Tahap respon inflantasi akut terhadap cedera. Tahap ini dimulai saat terjadinya luka

2. Tahap destruktif, pada tahap ini terjadi pemberian jaringan yang mati oleh leukosit polimer fenuklear dan
makrofag

3. Tahap poliferatif, pada tahap ini pembuluh darah baru diperkuat oleh jaringa ikat dan mengifultasi luka.

4. Tahap maturasi, pada tahap ini terjadi reepitalisasi, kontraksi luka dan organisasi jaringan ikat

B. Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka


Proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh beberapa faktor :

1. Vaskularisasi, mempengaruhi luka karena luka membutuhkan keadaan peredaran darah yang baik untuk
pertumbuhan perbaikan sel

2. Anemia ,memperlambat proses penyembuhan luka mengingat perbaikan sel membutuhkan kadar protein
yang cukup.

3. Usia , kecepatan perbaikan sel berlangsung sejalan dengan pertumbuhan,kematangan usia seseorang.

132
4. Nutrisi,merupakan unsur utama dalam membantu perbaikan sel terutama karena kandungan zat gizi yang
terdapat didalamnya.

5. Kemungkinan,obat-obatan,merokok dan stress,mempengaruhi proses penyembuhan luka.

C. Perawatan Luka Insisi


Luka insisi dibersihkan dengan alcohol dan larutan suci hama(larutan betadine dan sebagainya),lalu ditutup
dengan kain penutup luka,secara penodik pembalut luka diganti dan luka dibersihkan.Dibuat pula catatan kapan
benang/orave,dicabut dan dilonggarkan.Diperhatikan pula apakah luka sembuh perprinum atau dibawah luka
terdapat eksudat.

D. Penatalaksanan luka dengan eksudat :


1. Luka dengan sedikit eksudat di tutup dengan band and operative dressing.

2. Luka dengan eksudat sedang di tutup dengan tegal filmated swabs atau dengan pembalut luka lainnya.

3. Luka dengan eksudat banyak ditutup dengan surgipad atau di kompres dengan cairan suci hama lainnya.

Untuk memberikan kenyamanan dan kebebasan bergerak bagi penderita, sebaiknya di pakai gurita.

E. Komplikasi luka insisi


1. Sebagai luka sembuh dan tertutup baik, sebagian lagi dengan eksudat sebagian lagi dalam sejumlah
sedang atau banyak akan keluar melalui lubang-lubang(fisdel)

2. Luka terbuka sebagian bernanah dan berinfeksi

3. Luka terbuka seluruhnya dan usus kelihatan

Tempat perawatan pasca operasi atau bedah

Setelah tindakan di kamar operasi , penderita dipindahkan dalam kamar rawat (recovery room) yang di lengkapi
dengan alat pendingin kamar udara setelah beberapa hari. Bila keadaan penderita gawat, segera pindahkan ke
unit kamar darurat(intensive care unit)

Pemberian cairan

Karena selama 24 jam pertama penderita Puasa Pasca Operasi (PPO), maka pemberian cairan perinfus harus
cukup banyak perban mengandung elektrolit yang diperlukan, agar jangan terjadi hipertemia, dehidrasi, dan
komplikasi pada organ-organ tubuh lainnya.

Nyeri

Sejak penderita sadar, dalam 24jam pertama. Rasa nyeri masih dirasakan di daerah operasi, untuk mengurangi
rasa nyeri di berikan obat-obatan anti septic dan penenang seperti suntikan intramuskuler pthidin dosis 100-150
mg atau morfin sebanyak 10-15 mg atau secara perinfus atau obat lainnya.

133
Mobilisasi

Mobilisasi segera tahap demi tahap sangat berguna untuk membantu jalan-jalannya penyembuhan penderita,
kemajian mobilisasi bergantung pula pada jenis-jenis operasi yang di lakukan oleh komlikasi yang mungkin di
jumpai. Secara psikologis hal ini memberikan pula kepercayaan pada si sakit bahwa ia mulai sembuh.

Perubahan gerakan dan posisi yang harus di terangkan kepada penderita atau keluarga yang menunggunya.

Mobilisasi berguna untuk mencegah terjadinya trombisis dam emboli sebaiknya, bila terlalau dini melakukan
mobilisasi dapat mempengaruhi penyembuhan operasi, jadi mobilisasi secara teratur dan bertahap serta di ikuti
dengan istirahat adalah yang paling di anjurkan.

Pemberian obat-obatan

Antibiotik, kemoterapi dan antiflamasi

Cara pemilihan dan pemberian anti biotika sangat berbeda-beda disetiap institut, bahkan dalam satu institutepun
masing-masing dokter mempunyai cara dan pemilihan yang berlainan.

Sebagai pedoman umum kira-kira sebagai berikut:

1. Sebelum melakukan uji biakan (culture test) dan uji kepekaan (sensitive test), pilihan antibiotika. Pilihan
antibiotika. Pembunuh kuman gram negative sebagai obat peroral atau sebaliknya.

2. Setelah hasil uji-makan dan uji kepekaan di terima, berikan obat dengan berpedoman dengan misi uji
laboratorium tersebut dengan cara seperti diatas.

3. Posisi obat harus tepat dan akurat serta bersifat spektrum luas (Groad Spektrum).

4. Obat-obat pencegah perut kembung.

Untuk mencegah perut kembung dan untuk memperlancar kerja saluran pencernaan dapat diberikan obat-obatan
secara subkutan dan peroral, diantaranya : plasil, perim peran, prostigmin, dan sebagainya. Apabila terjadi distansi
abdomen, yang ditandai dengan adanya perut kembung dan meteorimus, dilakukan dekompresi dengan
pemasangan pita rektal dan pita hasal. Boleh juga diberikan supporitoria bisa codyl, 36 jam pasca bedah.

5. Obat-obatan Lainnya.

Untuk meningkatkan vitalis dan keadaan umum penderita dapat diberikan roboronsia, obat anti inflamasi, atau
bahan tranfusi darah pada penderita yang anemis.

6. Perawatan Putih.

Setelah selesai operasi, dokter bedah dan anestesi telah membuat rencana pemeriksaan rutin atau (check up)
bayi penderita pasca bedah yang diteruskan kepada dokter atau nakes lain.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemeriksaan dan pengukuran, yang diukur adalah:

o Tekanan darah

134
o Jumlah nadi per menit

o Frekuensi pernafasan per menit

o Jumlah cairan masuk dan keluar (urine)

o Suhu badan

o Pemeriksaan lainnya menurut jenis operasi kasus periksaan dan pengukuran tersebut sekurang-kurangnya
dilakukan setiap 4 jam sekali dan dicatat dalam status penderita.

F. Peralatan dan Perlengkapan


1. Pinset anatomi

2. Gunting dan plester

3. Kapas sublimar

4. Bak instrument dan handscoon

5. Bengkok

6. Waskom berisi larutan klorin

7. Kassa steril

8. Troli

9. Tempat tidur

10. Perlak

11. Larutan Nacl 0,9 %

12. Betadine

13. Kapas alcohol

14. Peralatan cuci tangan

G. Prosedur Kerja
1. Beritahu pasien tindakan yang akan dilakukan.

2. Siapkan bahan dan alat secara ergonomis.

3. Pasang sampiran.

4. Atur posisi pasien senyaman mungkin.

135
5. Pasang perlak dan pengalasnya dibawah daerah yang akan dilakukan perawatan.

6. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

7. Pakai sarung tangan (handscoon).

8. Olesi plester dengan kapas alcohol, agar mudah dan tidak sakit saat plester dibuka.

9. Buka plester dan kasa dengan menggunakan pinset, buang dalam bengkok.

10. Kaji luka (tekan daerah sekitar luka, lihat sudah kering atau basah.

11. Bersihkan luka dengan larutan antiseptic atau larutan gram faal.

12. Buang kasa yang telah digunakan kedalam bengkok.

13. Keringkan luka dengan menggunakan kassa yang baru.

14. Berikan salep antiseptic.

15. Tutup luka dengan kassa dan memasang plester.

16. Rapikan pasien.

17. Bereskan alat.

18. Lepas sarung tangan (masukkan kedalam Waskom berisi larutan klorin 0,5% selama 10 menit ).

19. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk.

20. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan

136
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1I
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang konsep Rawat inap

2. Materi Ajar
Konsep Rawat inap

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa

137
Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep rawat inap
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan konsep rawat inap

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep rawat
inap
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
rawat inap
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh

138
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang Konsep rawat inap
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan konsep rawat inap

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep rawat
inap
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep rawat
inap
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok

139
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep rawat inap
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
Konsep rawat inap

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai Konsep rawat
inap
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep rawat
inap
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.

140
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain

141
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
e. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI

KONSEP RAWAT INAP

142
Pengertian Pelayanan Rawat Inap
Rawat inap (opname) adalah istilah yang berarti proses perawatanpasien oleh
tenaga kesehatan profesional akibat penyakit tertentu, di mana pasien diinapkan
di suatu ruangan di rumah sakit . Ruang rawat inap adalah ruang tempat pasien
dirawat. Ruangan ini dulunya sering hanya berupa bangsalyang dihuni oleh
banyak orang sekaligus. Saat ini, ruang rawat inap di banyak rumah sakit sudah
sangat mirip dengan kamar-kamar hotel. Pasien yang berobat jalan di Unit Rawat
Jalan, akan mendapatkan surat rawat dari dokter yang merawatnya, bila pasien
tersebut memerlukan perawatan di dalam rumah sakit, atau menginap di rumah
sakit.
Rawat inap merupakan suatu bentuk perawatan, dimana pasien dirawat dan
tinggal di rumah sakit untuk jangka waktu tertentu. Selama pasien dirawat,
rumah sakit harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien (Posma
2001 yang dikutip dari Anggraini (2008).
a. Memberikan bantuan kepada orang yang mempunyai kebutuhan
b. Memberikan pelayanan atas semua hal berikut ini:
1) Apa yang mereka kehendaki
2) Kapan mereka menghendaki
3) Siapa yang ingin mereka temui
4) Mengapa mereka menginginkannya
5) Cara apa yang mereka kehendaki dalam melekukan pekerjaan tersebut.

Pelayanan rawat inap adalah pelayanan terhadap pasien masuk rumah sakit yang
menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosa, terapi,
rehabilitasi medik dan atau pelayanan medik lainnya (Depkes RI 1997 yang
dikutip dari Suryanti (2002)).

2. Kegiatan Pelayanan Rawat Inap

143
a. Penerimaan Pasien ( Admission )
b. Pelayanan Medik
c. Pelayanan Penunjang Medik
d. Pelayanan Perawatan
e. Pelayanan Obat
f. Pelayanan Makanan
g. Pelayanan Administrasi Keuangan

Menurut Revans (1986) bahwa pasien yang masuk pada pelayanan rawat inap
akan mengalami tingkat proses transformasi, yaitu:
1) Tahap Admission, yaitu pasien dengan penuh kesabaran dan keyakinan
dirawat tinggal di rumah sakit.
2) Tahap Diagnosis, yaitu pasien diperiksa dan ditegakan diagnosisnya. Tahap
Treatment,yaitu berdasarkan diagnosis pasien dimasukan dalam program
perawatan dan therapi.
3) Tahap Inspection, yaitu secara continue diobservasi dan dibandingkan
pengaruh serta respon pasien atas pengobatan.
4) Tahap Control, yaitu setelah dianalisa kondisinya, pasien dipulangkan.
pengobatan diubah atau diteruskan, namun dapat juga kembali ke proses untuk
didiagnosa ulang.

3. Sistem Pelayanan Rawat Inap Rumah Sakit


a. Alur Proses Pelayanan Pasien di Unit Rawat Inap
Alur proses pelayanan pasien unit rawat inap akan mengikuti alur sebagai
berikut :
1) Bagian Penerimaan Pasien ( Admission Departement )
2) Ruang Perawatan
3) Bagian Administrasi dan Keuangan

4. Klasifikasi Rawat Inap di Rumah Sakit


a. Klasifikasi perawatan rumah sakit telah ditetapkan berdasarkan tingkat
fasilitas pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit, yaitu seperti berikut:
1) Kelas Utama (termasuk VIP)

144
2) Kelas I
3) Kelas II dan Kelas III
b. Klasifikasi pasien berdasarkan kedatangannya
1) pasien baru
2) pasien lama
c. Klasifikasi pasien berdasarkan pengirimnya
1) Dikirim oleh dokter rumah sakit
2) Dikirim oleh dokter luar
3) Rujukan dari puskesmas dan rumah sakit lain
4) Datang atas kemauan sendiri

5. Kualitas Pelayanan Rawat Inap


Menurut Jacobalis (1990) kualitas pelayanan kesehatan di ruang rawat inap
rumah sakit dapat diuraikan dari beberapa aspek, diantaranya adalah:
a. Penampilan keprofesian atau aspek klinis, Aspek ini menyangkut
pengetahuan, sikap dan perilaku dokter dan perawat dan tenaga profesi lainya.
b. Efisiensi dan efektifitas, Aspek ini menyangkut pemanfaatan semua sumber
daya di rumah sakit agar dapat berdaya guna dan berhasil guna.
c. Keselamatan Pasien, Aspek ini menyangkut keselamatan dan keamanan
pasien
d. Kepuasan Pasien, Aspek ini menyangkut kepuasan fisik, mental, dan sosial
pasien terhadap lingkungan rumah sakit, kebersihan, kenyamanan, kecepatan
pelayanan, keramahan, perhatian, biaya yang diperlukan dan sebagainya.

Menurut Jacobalis (1993), pelayanan kesehatan di ruang rawat inap rumah sakit
erat kaitanya dengan:
a. Dokter, perawat atau petugas kesehatan
b. Aspek hubungan antar manusia.
c. Kemanusiaan.
d. Kenyamanan atau kemudahan fasilitas dan lingkungan.

e. Peralatan dan perlengkapan.

145
f. Biaya pengobatan.

6. Tujuan Pelayanan Rawat Inap


a. Membantu penderita memenuhi kebutuhannya sehari-hari sehubungan
dengan penyembuhan penyakitnya.
b. Mengembangkan hubungan kerja sama yang produktif baik antara unit
maupun antara profesi.
c. Menyediakan tempat/ latihan/ praktek bagi siswa perawat.
d. Memberikan kesempatan kepada tenaga perawat untuk meningkatkan
keterampilannya dalam hal keperawatan.
e. Meningkatkan suasana yang memungkinkan timbul dan berkembangnya
gagasan yang kreatif.
f. Mengandalkan evaluasi yang terus menerus mengenai metode keperawatan
yang dipergunakan untuk usaha peningkatan.
g. Memanfaatkan hasil evaluasi tersebut sebagai alat peningkatan atau
perbaikan praktek keperawatan dipergunakan.

7. Ruang pasien rawat inap


Ruang untuk pasien yang memerlukan asuhan dan pelayanan keperawatan dan
pengobatan secara berkesinambungan lebih dari 24 jam. Untuk tiap-tiap rumah
sakit akan mempunyai ruang perawatan dengan nama sendiri-sendiri sesuai
dengan tingkat pelayanan dan fasilitas yang diberikan oleh pihak rumah sakit
kepada pasiennya.
8. Ruang Post Perawat
Ruang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian asuhan dan pelayanan
keperawatan (pre dan post conference, pengaturan jadwal), dokumentasi sampai
dengan evaluasi pasien.
9. Ruang Konsultasi
Ruang untuk melakukan konsultasi oleh profesi kesehatan kepada pasien dan
keluarganya.

10. Ruang Tindakan


Ruangan untuk melakukan tindakan pada pasien baik berupa tindakan invasive
ringan maupun non-invasive.

146
B. Manajemen Pelayanan Medik
1. Manajemen Pelayanan Medik
a. Menurut PP No.32 Tahun 1996 Tenaga Medik termasuk tenaga kesehatan
b. Menurut Permenkes No.262/1979 yang dimaksud dengan tenaga medis
adalah lulusan Fakultas Kedokteran atau Kedokteran Gigi dan "Pascasarajna" yang
memberikan pelayanan medik dan penunjang medik.
c. Pelayanan medik di Rumah Sakit : adalah salah satu jenis pelayanan Rumah
Sakit yang diberikan oleh tenaga medik.
d. Manajemen Pelayanan Medik di Rumah Sakit secara sederhana : adalah suatu
pengelolaan yang meliputi perencanaan berbagai sumber daya medik dengan
mengorganisir serta menggerakkan sumber daya tersebut diikuti dengan evaluasi
dan kontrol yang baik, sehingga dihasilkan suatu pelayanan medik yang
merupakan bagian dari sistem pelayanan di Rumah Sakit.

2. Pelayanan Medik
a. Tenaga yang dibutuhkan sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan,
beban kerja yang ada dengan memperhitungkan kecenderungan (TREND) pada
masa yang akan datang.
b. Sumber daya lain yang dibutuhkan untuk terselenggaranya suatu pelayanan
medis.
c. Kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan sasaran yang diharapkan
dengan memperhitungkan sumber daya potensial yang ada maupun kendala
yang mungkin terjadi. Berdasarkan "waktu" maka perencanaan kegiatan dapat
harian, mingguan, bulanan, tahunan dan jangka panjang sesuai dengan visi dan
misi Rumah Sakit Dalam perencanaan kegiatan alangkah baiknya apabila Ruma h
Sakit mempunyai skala prioritas dan mempunyai projek unggulan.

3. Sarana dan Prasarana Pelayanan Medik


a. Gedung rawat jalan
b. Rawat inap
c. Ruang bedah
d. UGD
e. Penunjang medik radiologi

147
f. Laboratorium
g. Gizi dan lain lain yang harus memenuhi syarat sesuai dengan arsitektur
Rumah Sakit yang berlaku.
h. Sarana dan prasarana alat kesehatan sederhana maupun canggih untuk
terlaksananya pelayanan medik yang bermutu.

4. Pelaksanaan Pelayanan Medik


Hal penting yang mendasari pelayanan medis agar dihasilkan suatu pelayanan
yang optimal yaitu Falsafah dan tujuan dalam arti Pelayanan medis yang
diberikan harus sesuai dengan ilmu pengetahuan kedokteran mutakhir serta
memanfaatkan kemampuan dan fasilitas Rumah Sakit secara optimal. Tujuan
pelayanan medis adalah mengupayakan kesembuhan pasien secara optimal
melalui prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan
standar masing-masing profesi.

C. Manajemen Pelayanan Perawatan

Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawa baik di dalam
maupun di luar negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku. Pelayanan perawatan di rumah sakit merupakan bagian integral dari
pelayanan rumah sakit secara menyeluruh, yang sekaligus merupakan tolak ukur
keberhasilan pencapaian tujuan rumah sakit, bahkan sering menjadi faktor
penentu citra rumah sakit di mata masyarakat. Keperawatan sebagai suatu
profesi di rumah sakit yang cukup potensial dalam menyelenggarakan upaya
mutu, karena selain jumlahnya yang dominan juga pelayanannya menggunakan
metode pemecahan masalah secara ilmiah melalui proses keperawatan.

1. Asuhan Keperawatan

a. Pelayanan keperawatan (Nursing Service ) adalah seluruh fungsi, tugas,


kegiatan dan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh seorang perawat dalam
praktek profesinya
b. Asuhan keperawatan (Nursing Care) adalah suatu pelayanan keperawatan
langsung berupa bantuan, bimbingan, penyuluhan, pengawalan atau
perlindungan yang diberikan oleh seorang perawat untuk memenuhi kebutuhan
pasien

148
Menurut Doenges (2000) menyebutkan proses keperawatan adalah proses yang
terdiri dari 5 tahap yang spesifik, yaitu :

a. Pengkajian
Adalah pengumpulan data yang berhubungan dengan pasien secara sistematis,
meliputi fisik, psikologi, sosiokultural, spiritual, kognitif, kemampuan fungsional,
perkembangan ekonomi dan gaya hidup. Pengkajian mencakup data yang
dikumpulkan melalui wawancara, pengumpulan riwayat kesehatan, pemeriksaan
fisik, laboratorium dan diagnosa serta melihat kembali catatan sebelumnya.

b. Identifikasi Masalah/Diagnosa Keperawatan


Adalah analisa data yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi,
memfokuskan dan mengatasi kebutuhan spesifik pasien serta respon terhadap
masalah aktual dan resiko tinggi.

c. Perencanaan
Adalah proses dua bagian yaitu pertama adalah identifikasi tujuan dan hasil yang
diinginkan dari pasien untuk memperbaiki masalah kesehatan atau kebutuhan
yang telah dikaji, hasil yang diharapkan harus spesifik, realistik, dapat diukur,
menunjukkan kerangka waktu yang pasti, mempertimbangkan keinginan dan
sumber pasien. Kedua adalah pemilihan intervensi keperawatan yang tepat untuk
membantu pasien dalam mencapai hasil yang diharapkan.

d. Implementasi
Impelementasi adalah melakukan tindakan dan mendokumentasikan proses
keperawatan sesuai dengan rencana keperawatan.

e. Evaluasi
Adalah menentukan kemajuan pasien terhadap pencapaian hasil yang diharapkan
dan respon pasien terhadap keefektifan intervensi keperawatan. Kemudian
mengganti rencana keperawatan jika diperlukan.

D. Manajemen Pelayanan Penunjang Medik

149
Fungsi seorang manajer penunjang medik di bidang klinik utamanya adalah
menjamin mutu pelayanan yang baik. Produk pelayanan penunjang medik harus
dapat memuaskan pasien dan juga memuaskan dokter yang meminta tindakan
itu dilakukan pada pasiennya. Kunci keberhasilan pelayanan dengan kualitas
teknis yang baik adalah dengan melakukannya secara baik, secara terus menerus
dalam berbagai keadaan dan sedapat mungkin mencapai hasil seperti yang
diharapkan.
1. Pelayanan Penunjang Medik
Pelayanan penunjang medik di rumah sakit menurut Jhon R. Griffith meliputi
pelayanan diagnostik, terapeutik dan kegiatan di masyarakat umum.
a. Pelayanan Penunjang Medik Diagnostik
1) Laboraturium : kimiawi, hematologi, histopologi, bakteriologi, virologi, otopsi
dan kamar jenazah.
2) Diagnostik imaging : radiologi, tomografi, radioisotop, ultra-sonografi dan CT
scan
3) Laboraturium kardiopulmoner : elektrokardiografi, tes fungsi paru dan
kateterisasi jantung.
4) Lain-lain : elektroensefalografi, elektromiografi dan audiologi.
b. Pelayanan Penunjang Medik Terapeutik
1) Farmasi
2) Ruang operasi : anastesi, ruang bedah, ruang pulih
3) Ruang melahirkan/persalinan
4) Unit gawat darurat
5) Bank darah
6) Rehabilitasi medik : terapi fisik, terapi respirasi, terapi wicara dan terapi
okupasi.
7) Pelayanan sosial
8) Radioterapi
9) Psikologi klinik
10) Terapi di rumah penderita : homecare, hospice

E. Manajemen Pelayanan Farmasi

150
Sesuai dengan SK Menkes Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar
Pelayanan Rumah Sakit bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian
yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang utuh
dan berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu,
termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan
masyarakat. Farmasi rumah sakit bertanggung jawab terhadap semua barang
farmasi yang beredar di rumah sakit tersebut.
1. Tujuan Pelayanan Farmasi
a. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal baik dalam keadaan
biasa maupun dalam keadaan gawat darurat, sesuai dengan keadaan pasien
maupun fasilitas yang tersedia
b. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan profesional berdasarkan prosedur
kefarmasian dan etik profesi
c. Melaksanakan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) mengenai obat
d. Menjalankan pengawasan obat berdasarkan aturan-aturan yang berlaku
e. Melakukan dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, telaah dan
evaluasi pelayanan
f. Mengawasi dan memberi pelayanan bermutu melalui analisa, telaah dan
evaluasi pelayanan
g. Mengadakan penelitian di bidang farmasi dan peningkatan metoda

2. Tugas pokok dan Fungsi


a. Melangsungkan pelayanan farmasi yang optimal
b. Menyelenggarakan kegiatan pelayanan farmasi profesional berdasarkan
prosedur kefarmasian dan etik profesi
c. Melaksanakan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
d. Memberi pelayanan bermutu melalui analisa, dan evaluasi untuk
meningkatkan mutu pelayanan farmasi
e. Melakukan pengawasan berdasarkan aturan-aturan yang berlaku
f. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di bidang farmasi
g. Mengadakan penelitian dan pengembangan di bidang farmasi
h. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan
formularium rumah sakit

3. Pendistribusian

151
Merupakan kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di rumah sakit untuk
pelayanan individu dalam proses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan
serta untuk menunjang pelayanan medis.
a. Pendistribusian Perbekalan Farmasi untuk Pasien Rawat Inap
Merupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi
kebutuhan di rumah sakit, yang diselenggarakan secara sentralisasi dan atau
desentralisasi dengan sistem persediaan lengkap di ruangan, sistem resep
perorangan, sistem unit dosis dan sistem kombinasi oleh Satelit Farmasi.

b. Pendistribusian Perbekalan Farmasi untuk Pasien Rawat Jalan


Merupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk memenuhi
kebutuhan pasien rawat jalan di rumah sakit, yang diselenggarakan secara
sentralisasi dan atau desentralisasi dengan sistem resep perorangan oleh Apotik
Rumah Sakit.

4. Pengkajian Resep
Kegiatan dalam pelayanan kefarmasian yang dimulai dari seleksi persyaratan
administarasi, persyaratan farmasi dan persyaratan klinis baik untuk pasien rawat
inap maupun rawat jalan. Persyaratan administrasi meliputi :
a. Nama, umur, jenis kelamin dan berat badan pasien
b. Nama, nomor ijin, alamat dan paraf dokter
c. Tanggal resep
d. Ruangan/unit asal resep

5. Persyaratan Farmasi
a. Bentuk dan kekuatan sediaan
b. Dosis dan Jumlah obat
c. Stabilitas dan ketersediaan
d. Aturan, cara dan tehnik penggunaan

6. Pelayanan Informasi Obat


Merupakan kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh Apoteker untuk memberikan
informasi secara akurat, tidak bias dan terkini kepada dokter, apoteker, perawat,
profesi kesehatan lainnya dan pasien.

152
F. Manajemen Pelayanan Administrasi
Administrasi menurut John M. Echols dan Hassan Shadily adalah hak atau ijin
masuk bagi pasien yang berfungsi sebagai koordinator untuk penerimaan pasien
dirawat inap, baik yang berasal dari rawat darurat (emergency) atau rawat jalan
(poliklinik). Admisi merupakan kegiatan yang sangat penting karena sebagai
ujung tombak pelayanan rawat inap. Bagian ini mempunyai tanggung jawab
dalam pendaftaran pra penerimaan pasien,penerimaan pasien dan dalam
penentuan ruang perawatan.

1. Fungsi Administrasi di Rumah Sakit


Fungsi bagian Administrasi di Rumah Sakit adalah:
a. Sebagai koordinator untuk penerimaan pasien di rawat inap baik yang
berasal dari rawat jalan (Poliklinik) maupun dari gawat darurat ( Emergency).
b. Melaksanakan instruksi rujukan dari rawat jalan dan emergency.
c. Mengatur tujuan pengiriman pasien ke ruang bangsal sesuai dengan instruksi
rujukan dan kondisi yang ada.
d. Menentukan posisi pasien dalam daftar tunggu ( Waiting List ) untuk
mendapatkan pelayanan lain misalnya Penyinaran, pembedahan, dll.
Tata cara penerimaan pasien yang disebut admitting procedureharus wajar sesuai
dengan keperluannya. Dengan makin meningkatnya jumlah pasien, pimpinan
rumah sakit harus memberikan perhatian yang konstan dalam membina sistem
dan procedure penerimaan pasien yang sebaik-baiknya.

2. Tujuan Kegiatan Administrasi di Rumah Sakit

a. Menentukan persyaratan pasien bisa masuk ke rumah sakit.


b. Menerima pasien yang akan masuk bangsal rawat inap.
c. Memproses perpindahan pasien antar bangsal perawatan di dalam rumah
sakit tersebut, antar rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan yang lainnya.
d. Memproses pemulangan pasien dan kematian pasien.
e. Mengelola daftar pasien yang menunggu termasuk pasien dalam waiting
list.
f. Mengantar pasien menuju ke bangsal dan menyerahkannya kepada
kepala ruangan.

153
g. Memberikan konsultasi keuangan kepada pasien sebelum atau pada awal
pendaftaran.

3. Peran Bagian Administrasi


Menurut Fendy (2000), dahulu peran bagian admisi amat sederhana, yaitu hanya
meminta data faktual tentang pasien agar bisa masuk rumah sakit. Sekarang
sengan perubahan pola pembiayaan (asuransi, perusahaan), cara pembayaran
(cash, credit card , transfer bank), aspek hukum dokumen rekam medis, maka
peran pengumpulan data ini menjadi semakin penting. Juga karena pasien
pertama kali datang langsung berhadapan dengan bagian admisi, maka bagian
ini bertanggung jawab terhadap pembentukan pola hubungan rumah sakit
dengan calon pasien dan keluarganya. Kedalam rumah sakit bagian ini
bertanggung jawab kepada dokter dan staf rumah sakit dalam memasukan
pasien tersebut, sehingga komunikasi yang baik dan manajemen admisi pasien
yang efektif menjadi keharusan bagi suatu rumah sakit. Citra rumah sakit dapat
lebih baik dengan adanya brosur atau leaflet yang menjelaskan apa yang harus
dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan, selama pasien dirawat. Juga apa
yang menjadi hak dan kewajiban pasien perlu diterangkan kepada pasien dan
keluarganya. Bagian admisi sangat berperan dalam meningkatkan citra rumah
sakit karena kunjungan pertama dan terakhir umumnya akan ditangani oleh unit
ini.

a) Jenis Bagian Administrasi


jenis bagian administrasi terdiri dari:
1) Administrasi terpusat, dimana penerimaan pasien rawat jalan dan rawat inap
dalam satu area.
2) Administrasi terpisah, penerimaan rawat jalan dan rawat inap dalam dua
area/tempat terpisah.
b) Ruang Lingkup Administrasi
Menurut Wolper (2001) yang dikutip dari Suryanti (2002), ruang lingkup admisi
mencakup:
1) Pengaturan jadwal pasien
2) Penempatan pasien
3) Pendaftaran pendahuluan, pendaftaran pasien rawat jalan, pendaftaran
praktek dokter, ruang perawatan, ruang darurat.
4) Evaluasi kemampuan keuangan dan konseling
5) Penerimaan uang muka pasien
6) Informasi kepada pasien

154
7) Pembuatan sertifikat
8) Surat kelahiran dan kematian
9) Memproses formulir ijin perawatan, ijin memberikan informasi, perawatan
dan wasiat.
10) Pembuatan sensus harian dan laporan khusus lainnya.
11) Memelihara sistem identifikasi pasien.
13) Hubungan dengan klien/pasien
14) Telekomunikasi
15) Transportasi pasien
16) Uji diagnostic
17) Pemasaran/penghubung dengan praktek dokter
18) Bidang lain, seperti manajemen rekening pasien, manajemen sumber daya,
kontrak perawatan terpadu, rencana pemulangan pasien, dan manajemen resiko

c. Tugas dan Tanggung Jawab Bagian Administrasi


tugas dan tanggung jawab bagian admisi adalah:
1) Pendaftaran pra administrasi
2) Pemeriksaan pra administrasi
3) Pendaftaran diterima di muka
4) Penjadwalan ruang operasi
5) Wawancara masalah keuangan pasien
6) Pembuatan sertifikat kelahiran
7) Penerimaan pasien
8) Penempatan/penentuan tempat tidur pasien (kamar rawat)
9) Menghasilkan suatu informasi bagi departemen lain
10)Melaksanakan pendaftaran pasien unit gawat darurat
11)Memproses formulir persetujuan pasien dilakukan perawatan atau tindakan
khusus
12) Membuat sensus harian pasien dan laporan-laporan lainnya.
13) Menganalisa lama hari rawat, jumlah penerimaan pasien

155
14) Mengatur dan menerima uang muka dari pasien
15) Mengantar pasien ke ruang perawatan

d. Proses Pelaksanaan Administrasi


Menurut Rowland (1984) yang dikutip dari Hendrayani (2000), siklus yang
dimulai sejak sebelum pasien masuk rumah sakit sampai pasien keluar dari
rumah sakit adalah sebagai berikut :

1) Tahap Pra Penerimaan ( Pre Administrasi )


a) Proses pra-penerimaan pasien
Menurut Rijadi (1997) yang dikutip dari Hendrayani 2000, proses pra-penerimaan
pasien adalah pengumpulan data pribadi pasien dan data kemampuan
keuangan/sumber pembiayaan sebelum pasien masuk rumah sakit. Data ini
biasanya di dapat melalui surat atau telepon sebelum pasien masuk ke rumah
sakit, untuk mendapatkan informasi tersebut dapat dipakai formulir pra
penerimaan ( pre-admision form ). Tujuan utama dipakainya formulir tersebut
adalah untuk mendapatkan informasi mengenai :
1. Identitas pasien dan latar belakang keluarganya.
2. Diagnosa saat masuk rumah sakit dan nama dokter yang akan merawatnya.
3. Informasi mengenai sumber pembiayaan pasien yang berhubungan dengan
penataan rekening pasien.
Pra-registrasi menurut Wolper (2001) yang dikutip Suryanti (2002), secara
tradisional merupakan cara bagaimana pasien dapat dipercepat dalam proses
penerimaan pasien. Akibat sukarnya mewawancarai pasien di dalam proses
pendaftaran atau proses layanan, karena stress dan kecemasan pasien, maka
informasi yang di dapat maupun yang disampaikan bisa tidak lengkap atau tidak
tepat.
Tujuan pra-penerimaan:
a) Mempercepat proses penerimaan pasien sehingga pasien tidak memerlukan
waktu tunggu yang lama ketika masuk ke rumah sakit.
b) Efisiensi pengaturan jadwal masuk pasien ke rumah sakit.
c) Permintaaan khusus pasien ketika dirawat dapat disediakan sebelumnya.
d) Pelaksanaan pemeriksaan laboratorium, radiology, yang dapat dilakukan
sebelum pasien masuk rumah sakit pada bagian rawat jalan. Keuntungan pra-
penerimaan pasien adalah:

156
1) Mengurangi pembatalan operasi dengan mengetahui hasil pemeriksaan
laboratorium/radiology terlebih dahulu.
2) Bagian laboratorium dan radiology dapat menjadwalkan pemeriksaan
sesuai dengan beban kerja mereka.
3) Informasi hasil laboratorium dan radiology bermanfaat bagi dokter dalam
mendiskusikan atau menentukan rencana tindakan sebelum pasien masuk
rumah sakit.
4) Pemeriksaan laboratorium dan radiology akan mengurangi LOS dan
mengurangi beban pasien dalam pembayaran, selain tempat tidur rumah sakit
dapat digunakan untuk mereka yang betul-betul membutuhkannya. Beberapa
kasus tidak mungkin melakukan pre-admission, misalnya:
a. Pasien terlampau lemah.
b. Pasien rumahnya terlampau jauh.
c. Kesulitan ijin pekerjaan
Secara keseluruhan pra penerimaan pasien adalah balok pembangunan yang
memungkinkan pasien dan rumah sakit mencari pilihan keuangan sebelum
menjalani perawatan guna menjamin pembayaran yang tuntas dan tepat waktu
(Wolper (2001) yang dikutip dari Suryanti (2002)).
Menurut Wolper (2001), tahap pre-addmission secara tradisional merupakan cara
bagaimana pasien dapat dipercepat dalam proses penerimaan pasien. Akibat
sukarnya mewawancarai pasien di dalam proses pendaftaran atau proses
layanan, karena stress dan kecemasan pasien, maka informasi yang di dapat
maupun yang disampaikan bisa tidak lengkap atau tidak tepat.

2) Tahap Penerimaan (Admission)


Pada tahap ini dapat dipakai sebagai kesempatan untuk mendapatkan informasi
yang selengkap-lengkapnya mengenai pasien dalam waktu yang relative singkat.
Wawancara dilakukan oleh petugas yang telah diberikan pelatihan dan menguasai
peraturan rumah sakit dalam hal keuangan, menguasai seluk beluk peraturan
asuransi dan pelayanan secara umum akan sangat berguna bagi pihak rumah
sakit maupun pasien. Informasi yang di dapat harus dicatat pada tempat yang
tepat. Apabila pasien tidak melalui tahap pra penerimaan misalnya pasien gawat
darurat, seluruh informasi yang di dapat seperti tahap pra penerimaan harus
dicatat dalam formulir penerimaan. Formulir penerimaan ini garis besarnya berisi
informasi mengenai hal sebagai berikut:
a) Nama dan alamat pasien
b) Nama dan alamat penaggung jawab
c) Surat jaminan

157
d) Bila pembayaran dengan kartu kredit
e) Besar deposit tertulis dengan jelas dalam ketentuan, juga ketentuan
bahwa
Apabila deposit mencapai sekian persen maka akan dilakukan penagihan.
(Djembarsari (1997) yang dikutip dari Hendrayani (2000)). Menurut Ernast dan
Young (1991), kontak pertama pasien di rumah sakit ada pada bagian admisi,
maka bila penanganannya kurang baik akan menimbulkan masalah yang cukup
besar, bukan saja akan menurunkan citra rumah sakit di masyarakat, tetapi
akhirnya akan menurunkan pendapatan rumah sakit.

G. Manajemen Pelayanan Diet / makanan di Rumah Sakit

Diet dalam istilah umum sesungguhnya memiliki dua makna, pertama sebagai
makanan dan kedua pengaturan jumlah dan jenis makanan yang dimakan setiap
hari agar kita tetap sehat, Bila diet dilakukan di Rumah sakit tujuannya adalah
untuk meningkatkan status nutrisi dan atau membantu kesembuhan pasien. Maka
istilah yang lazim digunakan adalah diet rumah sakit.
Pengaturan makanan bagi orang sakit rawat inap di Rumah Sakit bukan
merupakan tindakan yang berdiri sendiri dan terpisah dari perawatan dan
pengobatan, akan tetapi ketiganya merupakan satu kesatuan dalam proses
penyembuhan penyakit pasien antara Dokter, Perawat dan Ahli Gizi.
Di rumah sakit terdapat pedoman diet tersendiri yang akan memberikan
rekomendasi yang lebih spesifik mengenai cara makan yang bertujuan bukan
hanya untuk meningkatkan atau mempertahankan status nutrisi pasien tetapi
juga mencegah permasalahan lain seperti diare akibat inteloransi terhadap jenis
makanan tertentu. Tujuan selanjutnya adalah untuk meningkatkan atau
mempertahankan daya tahan tubuh dalam menghadapi penyakit / cedera
khususnya infeksi. Dan membantu kesembuhan pasien dari penyakit / cideranya
dengan memperbaiki jaringan yang aus atau rusak serta memulihkan keadaan
homeostasis yaitu keadaan seimbang dalam lingkungan internal tubuh yang
normal / sehat.
Dengan memperhatikan tujuan diet tersebut Rumah Sakit umumnya akan
menyediakan ( Hartono, 2000 ) adalah :

1) Makanan dengan kandungan nutrisi yang baik dan seimbang, menurut


keadaan penyakit dan status gizi masing masing pasien.

158
2) Makanan dengan tekstur dan konsistensi yang sesuai menurut kondisi gastro
intestinal dan penyakit masing masing pasien.
3) Makanan yang mudah dicerna dan tidak merangsang, seperti misalnya tidak
mengandung bahan yang bisa mengandung bahan yang bisa menimbulkan gas,
tidak mengandung bahan yang lengket, tidak terlalu pedas, asin, berminyak serta
tidak terlalu panas atau dingin.
4) Makanan yang bebas unsur aditif berbahaya misalnya pengawet dan
pewarna. Makanan alami jauh lebih baik daripada makanan yang diawetkan atau
dikalengkan.
5) Makanan dengan cita rasa yang menarik untuk menggugah selera makan
pasien yang umumnya terganggu oleh penyakit dan kondisi indera pengecap atau
pembau.

a. Waktu Makan
Pada manusia secara alamiah akan merasa lapar setelah 3 4 jam makan,
sehingga setelah waktu tersebut sudah harus mendapatkan makanan, baik dalam
bentuk makanan ringan atau berat.

b. Penampilan Hidangan
Masalah penyajian makanan kepada orang sakit lebih komplek dari pada
makanan untuk orang sehat. Hal ini disebabkan oleh nafsu makan, kondisi mental
pasien yang berubah akibat penyakit yang diderita, aktifitas fisik yang menurun
dan reaksi obat obatan disamping sebagian pasien harus menjalani diet.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Pasundan Padaherang


Mata Pelajaran : KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
Kelas/Semester : XI /1I
Standar Kompetensi : Siswa mampu memahami Konsep Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Manusia

159
Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan pemenuhan kebutuhan Dasar manusia
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (3 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat :
Menjelaskan tentang konsep Komunikasi Multidisiplin

2. Materi Ajar
Konsep komunikasi multi disiplin

3. Metoda Pembelajaran
a. Ceramah Bervariasi
b. Tanya jawab
c. Diskusi Kelas
d. Pemberian Tugas

4. Langkah langkah kegiatan Pembelajaran


Pendahuluan
- Mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketik memasuki ruang kelas
- Berdoa sebelum membuka pelajaran
- Membaca Quran dengan tampilan proyeqtor selama 10 menit
- Memeriksa kehadiran siswa
- Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainya
- Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu
- Menegur siswa yang terlambat dengan sopan
- Menyiapkan Siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti Proses pembelajaran
- Mengajukan pertanyaan pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang
akan dipelajari
- Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
- Mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
- Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus
- Mengaitkan materi / kompetensi yang akan dipelajari dengan nilai nilai karakter dan yang
berhubungan dengan program keahlian :

Nilai budaya dan karakter bangsa


Teliti Religius Logis Kerjasama
Kreatif Santun Percaya Diri Aktif
Pantang Menyerah Perhatian Hormat Cinta ilmu
Rasa Ingin Tahu Analitis

Pertemuan Pertama :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep komunikasi multidisiplin
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsikan konsep komunikasi multidisiplin

160
Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep konsep
komunikasi multidisiplin
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
komunikasi multidisiplin
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran

161
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

Pertemuan Kedua :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep komunikasi multidisiplin
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat
mendeskripsiakan konsep komunikasi multidisiplin

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep
komunikasi multidisiplin
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
komunikasi multidisiplin
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar

162
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas
Pertemuan KeTiga :
Apersepsi : Mengingat kembali tentang konsep komunikasi multidisiplin
Motivasi : Apabila materi ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelasakn
konsep komunikasi multidisiplin

Kegiatan Inti :

Eksplorasi :
Dalam kegiatan eksplorasi, Guru :
- Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai konsep
komunikasi multidisiplin
- Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai konsep
komunikasi multidisiplin
- Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik / tema materi
yang akan dipelajari dengan menerapakn prinsip dan aneka sumber
- Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar
lain.
- Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik antara peserta didik dengan guru,
lingkungan dan sumber belajar lain.
- Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
Elaborasi
Dalam kegatan elaborasi, guru :
- Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi dan lain lain untuk memunculkan
gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis
- Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran koperatif dan kolaboratif
- Mempasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar

163
- Mempasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun
tertulis secara individual maupun kelompok
- Mempasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok
Konfirmasi
Dalam kegiatan Konfirmasi, guru :
- Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan , isyarat maupun
hadiah terhadap keberhasilan peserta didik
- Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai
sumber
- Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman bermakna dalam
mencapai kompetensi dasar :
Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta
didik yang menghadapi kesulitan dan menggunakan bahasa yang baku dan benar
Membantu menyelesaikan masalah
Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi
Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh
Memberikan motivasi kepeada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipatif

Kegiatan Akhir :
Dalam kegiatan akhir, guru :
- Bersama Peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman/ simpulan pelajaran pokok isi materi
yang sudah dibahas
- Melakukan penilaian dan atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan secara konsisiten
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remidi, program pengayaan,
layanan konseling dan atau memberikan tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil
belajar peserta didik
- Peserta didik diberikan pekerjaan Rumah ( PR)
- Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
- Guru dan peserta didik mengakhiri pelajaran dengan membaca doa sesuai agama dan
kepercayaan masing masing
- Guru mengucapkan salam kepada peserta didik sebelum keluar kelas

5. Alat dan sumber belajar


Sumber :
- Buku faket
- Buku referensi lain
- Internet
Alat ;
- Laptop
- Proyekctor
- Papan Tulis
6. Penilaian
f. Prosedur Penilaian :
Penilaian proses belajar
Penilaian hasil belajar

164
b. Jenis dan Bentuk Tes :
Tes lisan
Tes Tertulis : Pilihan Ganda dan Essay

Mengetahui, Padaherang, Juli 2015


Kepala SMK Pasundan Padaherang Guru Mata Pelajaran,

Abd.Munir, S.Pd.MM Ns.Dodo Rahman, S.Kep


NIP. 196202029 198305 1 005 NIP. 19811105 201408 1 001

Lampiran :
RINGKASAN MATERI

KOMUNIKASI, MULTI DISIPLIN

Cakrawala komunikasi sangat luas dan beraneka ragam. Hampir tidak ada aspek kehidupan
yang tidak lepas dari komunikasi. Berbagai dimensi selalu hadir dalam kehidupan manusia
dan sepanjang sejarah manusia ada, komunikasi dipastikan selalu hadir baik secara
perorangan, kelompok, bangsa maupun umat manusia sepanjang hidup di muka bumi.

165
Dengan demikian, komunikasi bisa dipandang sebagai ilmu yang multidimensional, karena
dipelajari dari berbagai disiplin ilmubersama-sama maupun sendiri. begitu luasnya
khazanah dan pembahasan ilmu komunikasi maka tidaka ada yang bisa menguasainya secara
menyeluruh. Namun, yang biasanya terjadi seorang manusia komunikasi hanya memusatkan
perhatian dan keahliannya pada satu bidang saja. Dengan begitu, jarang ada yang bergerak,
memahami maupun menjadi ahli di dua bidang atau tiga bidang komunikasi.[1] Hal ini
membuktikan begitu luasnya cakupan ilmu komunikasi, hingga segala aspek kehidupan nyaris
tidak bisa lepas dari komunikasi.

Awalnya, mata kuliah yang berhubungan dengan komunikasi terdapat pada banyak jurusan:
ilmu pengetahuan, seni, matematika, sastra, biologi, bisnis dan ilmu politik.[2] Dalam
penerapannya masing-masing disiplin ilmu itu menggunakan komunikasi untuk tujuan yang
disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Misalnya, para psikolog meneliti komunikasi
sebagai jenis perilaku tertentu yang didorong oleh proses-proses psikologi yang berbeda.
Begitu juga para sosiolog memfokuskan pada masyarakat dan proses sosial, serta melihat pula
komunikasi sebagai salah satu faktor sosial yang penting dalam masyarakat.

Kemudian para antropolog yang biasanya tertarik pada kebudayaan memperlakukan


komunikasi sebagai sebuah faktor yang membantu mengembangkan, mempertahankan, dan
mengubah kebudayaan. Secara perlahan jurusan kemampuan berbicara, komunikasi bahasa,
komunikasi dan komunikasi massa secara terpisah mulai berkembang. Pada akhinya
komunikasi dipandang sebagai pusat untuk memahami pengalaman manusia, meski lebel ilmu
yang tertera padanya begitu banyak, seperti jurusan komunikasi atau pendidikan komunikasi.

Bagi para peneliti yang bergerak di bidang-bidang lain, seperti psikologi, sosiologi,
antropologi, atau bisnis lebih condong memandang komunikasi sebagai sebuah proses
sekunder. Yaitu, sesuatu yang penting untuk menyampaikan informasi saat strukturnya sudah
terbentuk. Sebaliknya, para akademisi ilmu komunikasi memandang komunikasi sebagai
elemen yang menyusun kehidupan kemanusiaan. Saat ini, walaupun ilmu komunikasi
dianggap bukan ilmu yang berdiri sendiri karena sifatnya yang interdisipliner, dan ciri
interdisipliner yang terus berlanjut, dalam perkembangannya, komunikasi menghasilkan teori-
teorinya sendiri serta tidak bergantung pada cabang ilmu sebagai titik awal toretikal seperti
pada awal bidang ini dimulai.

166
Itu sebabnya, komunikasi dianggap sebagai ilmu yang tidak berdiri sendiri dan sering kali
meminjam dari disiplin ilmu lain, seperti disebutkan di atas, termasuk juga filsafat. Proses
interdisipliner ini membuat ilmu komunikasi berkembang begitu pesatnya. Seiring dengan
perkembangan komunikasi umat manusia di era globalisasi dan teknologi informasi
komunikasi (ITC) ala abad-21.[3] Perkembangan ilmu komunikasi mengambil bentuk-bentuk
dan arahan yang berbeda di belahan dunia yang berbeda-beda. Misalnya, teori-teori Timur
cenderung berfokus pada keutuhan dan persatuan, sedangkan peandangan Barat kadang-
kadang mengukur bagian-bagian tanpa harus memperhatikan integrasi dasar atau
penggabungan bagian-bagian tersebut.

Sebagai sebuah ilmu interdisipliner, sebuah visi teori komunikasi yang mengambil sebuah
langkah maju yang besar untuk mempersatukan bidang yang akan sedikit berbeda ini dan
menunjukkan kerumitan-kerumitannya. Dengan kata lain, komunikasi tidak akan pernah
menyatu dengan dengan sebuah teori tunggal atau kelompok teori. [4] Teori-teori akan selalu
mencerminkan perbedaan gagasan praktis mengenai komunikasi dalam kehidupan yang
umum. Sehingga, manusia selalu dihadapkan pada keragaman pilihan.

Menurut Robert T. Craig, untuk melihat komunikasi haruslah mencari jenis hubungan yang
berbeda berdasarkan pada. Pertama, pemahaman umum mengenai kesamaan dan perbedaan
atau titik tekanan di antara teori-teori dan kedua, sebuah komitmen untuk mengatur tekanan-
tekanan melalui dialog. Namun, Craig sekaligus menekankan pentinya komunikasi sebagai
sebuah bidang: Komunikasibukanlah fenomena sekunder yang dapat dijelaskan oleh
faktor-faktor psikologis, sosiologis, kultural, atau ekonomi. Tetapi komunikasi itu sendiri
merupakan proses sosial yang utama dan mendasar yang menjelaskan semua faktor.

KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Di tingkat metodologi, semenjak awal pertumbuhan ilmu-ilmu sosial sudah dikenali mahzab
yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian
kuantitatif lahir dan berkembang biak dari tradisi ilmu-ilmu sosial Perancis dan Inggris yang
kental dipengaruhi oleh tradisi ilmu-ilmu alam. kuantitatif diwarnai oleh aliran filsafat
materialisme, realisme, naturalisme, empiris-me, dan positivisme (Klaus Bruhn 1991). [5]

167
Dari mahzab Pendekatan kuantitatif ini lahir dan berkembang ilmu sosial berwajah
positivisme yang mengedepankan pendekatan penelitian kuantitatif sebagi satu-satunya cara
untuk menjelaskan fenomena sosial (perilaku sosial). Mahzab ini manusia di pandang sebagai
mahluk jasmaniah biasa, yang sehari-hari berperilaku (melakukan respons). Perilaku
berkonotasi mekanistik/bersifat otomatis, yang penyebabnya bisa terletak pada kekuatan yang
berasal dari dalam maupun dari luar diri manusia itu sendiri. Penyebabnya bisa bersifat
internal (karena faktor organismik), dan bisa juga bersifat eksternal (karena faktor struktur
sosial).

Mahzab pendekatan kualitatif, lahir dan berkembang dari tradisi ilmu-ilmu sosial Jerman yang
sarat diwarnai pemikiran filsafat ala Platonik sebagai-mana yang kental tercermin pada
pemikiran Kant maupun Hegel. Mahzah ini kental diwarnai oleh aliran filsafat idealisme,
rasionalisme, humanisme, fenomenologisme, dan interpretivisme. Sehingga dari sini
berkembang ilmu sosial interpretivisme yang mengunggulkan pendekatan penelitian kualitatif
sebagai satu-satunya cara yang relevan memahami fenomena sosial (tindakan sosial). Dalam
pandangan mahzab ini manusia dipandang sebagai makhluk rohaniah, selaku makhluk sosial,
sehari-hari bukanlah berprilaku melainkan bertindak.

Dalam mahzab ini lahir dan berkembang biak tradisi ini tidak tunggal, melainkan beragam
sesuai dengan keragaman aliran teori dan akrab tradisinya masing-masing. Tetapi itu semua
walaupun memperlihatkan keragaman, kesemuanya bermuara kepada alasan-alasan yang
tersembunyi di balik tindakan para pelaku tindakan sosial. Atau bermuara kepada makna sosial
dari suatu fenomena sosial.

Dalam tradisi komunikasi seperti dipopulerkan oleh Craig, ada dua tradisi yang masuk dalam
mahzab kuantitatif, yakni sosiopsikologi dan sibernetika. Sedangkan, aliran kualitatif adalah
fenomenologi, semiotik, sosiokultural, kritis dan retorika.

1. Sosiopsikologi. Dapat diartikan bahwa komunikasi merupakan pengaruh antarpribadi).


Tradisi ini mewakili perspektif objektif/scientific. Penganut tradisi ini percaya bahwa
kebenaran komunikasi bisa ditemukan melalui pengamatan yang teliti dan sistematis. Tradisi
ini mencari hubungan sebab-akibat yang dapat memprediksi kapan sebuah perilaku
komunikasi akan berhasil dan kapan akan gagal. Adapun indikator keberhasilan dan kegagalan

168
komunikasi terletak pada ada tidaknya perubahan yang terjadi pada pelaku komunikasi.
Semua itu dapat diketahui melalui serangkaian eksperimen.

2. Sibernetika. Komunikasi dipandang sebagai pemrosesan informasi.


Ide komunikasi sebagai pemrosesan informasi pertama kali dikemukakan oleh ahli matematik,
Claude Shannon. Karyanya, Mathematical Theory Communication diterima secara luas
sebagai salah satu benih yang keluar dari studi komunikasi. Teori ini memandang komunikasi
sebagai transmisi pesan. Karyanya berkembang selama Perang Dunia kedua di Bell Telephone
Laboratories di AS. Eksperimennya dilakukan pada saluran kabel telepon dan gelombang
radio bekerja dalam menyampaikan pesan. Meski eksperimennya sangat berkaitan dengan
masalah eksakta, tapi Warren Weaver mengklaim bahwa teori tersebut bisa diterapkan secara
luas terhadap semua pertanyaan tentang komunikasi insani (humancommunication). Jadi
dalam tradisi ini konsep-konsep penting yang dikaji antara lain pengirim, penerima, informasi,
umpan balik, redundancy, dan sistem. Walaupun dalam tradisi ini seringkali mendapat kritik
terutama berkenaan dengan pandangan asumtif yang cenderung menyamakan antara manusia
dengan mesin dan menganggap bahwa suatu realitas atau gejala timbul karena hubungan
sebab-akibat yang linier.

3. Retorika, memandang komunikasi sebagai ilmu bicara yang sarat seni. Ada enam ciri pada
tradisi ini:

Keyakinan bahwa berbicara membedakan manusia dari binatang

Ada kepercayaan bahwa pidato publik yang disampaikan dalam forum


demokrasi adalah cara yang lebih efektif untuk memecahkan masalah politik

Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba


mempengaruhi seorang audiens dari sekian banyak audiens melalui pidato
yang jelas-jelas bersifat persuasive. Public speaking pada dasarnya
merupakan komunikasi satu arah

Retorika merupakan sebuah strategi di mana seorang pembicara mencoba


mempengaruhi seorang audiens dari sekian banyak audiens melalui pidato
yang jelas-jelas bersifat persuasive. Public speaking pada dasarnya
merupakan komunikasi satu arah

169
Menekankan pada kekuatan dan keindahan bahasa untuk menggerakkan
orang banyak secara emosional dan menggerakkan mereka untuk
beraksi/bertindak. Pengertian Retorika lebih merujuk kepada seni bicara
daripada ilmu berbicara

Sampai tahun 1800-an, perempuan tidak memiliki kesempatan untuk


menyuarakan haknya. Jadi retorika merupakan sebuah keistimewaan bagi
pergerakan wanita di Amerika yang memperjuangkan haknya untuk bisa
berbicara di depan publik.

4. Semiotic. Komunikasi sebagai proses membagi makna melalui tanda. Semiotika adalah
ilmu tentang tanda dan cara tanda-tanda itu bekerja. Sebuah tanda adalah sesuatu yang
menunjukkan sesuatu yang lain.

5. Sosiokultural. Komunikasi sebagai penciptaan dan pembuatan realitas sosial. Premis tradisi
ini adalah ketika orang berbicara, mereka sesungguhnya sedang memproduksi dan
memproduksi kembali budaya. Sebagian besar dari kita beranggapan bahwa kata-kata
mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. Pandangan kita tentang realitas dibentuk oleh
bahasa yang telah kita gunakan sejak lahir.

6. Kritis. Komunikasi adalah refleksi penolakan terhadap wacana yang tidak adil. Dua Asumsi
dasar tradisi ini:

Menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sosial interpretif. Ilmuwan kritis


menganggap perlu untuk memahami pengalaman orang dalam konteks

Mengkaji kondisi-kondisi sosial dalam usahanya mengungkap struktur-


struktur yang seringkali tersembunyi

7. Fenomenologi (Komunikasi sebagai pengalaman diri dan orang lain melalui dialog). Meski
fenomenologi adalah sebuah filosofi yang mengagumkan, pada dasarnya menunjukkan
analisis terhadap kehidupan sehari-hari. Titik berat tradisi fenomenologi adalah pada
bagaimana individu mempersepsi serta memberikan interpretasi pada pengalaman
subyektifnya. Bagi seorang fenomenologis, cerita kehidupan seseorang lebih penting daripada
axioma-axioma komunikasi.[]

170
171