Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam proses pengolahan mineral, proses awal yang pertama dilakukan
adalah crushing.Crushing merupakan proses pengecilan ukuran ore atau bijih yang
didapat dari proses penambangan mineral. Proses dari crushing sendiri
menggunakan beberapa jenis alat.Indikator atau ukuran pemisahan dari setiap alat
ini pun akan berbeda-beda sesuai keinginan dan hasil dari pengecilan ore yang
dinginkan. Alat dari proses ini disebut crusher.Crusher akan mengecilkan ukuran
ore dengan metode yang beragam sesuai dengan crusher yang digunakan.Proses
crushing ini akan membantu dalam proses pengolahan mineral selanjutnya yakni
proses grinding. Dalam kominusi terdapat grinding. Grinding sendiri merupakan
proses peremukan bijih mineral dengan system menggiling.Proses dari grinding
sendiri menggunakan beberapa jenis alat.Indikator atau ukuran pemisahan dari
setiap alat ini pun akan berbeda-beda sesuai keinginan dan hasil dari pengecilan
bijih mineral yang dinginkan.Alat dari proses Ini disebut grinder.Grinder akan
mengecilkan ukuran ore dengan metode yang beragam sesuai dengan grinder yang
digunakan.Proses grinding ini akan membantu dalam proses pengolahan mineral
selanjutnya yakni proses konsentrasi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas, kami merumuskan masalah sebagai
berikut :
1. Apa yang dimaksud proses crushing ?
2. Alat apa saja yang digunakan dalam proses crushing ?
3. Apa yang dimaksud proses grinding ?
4. Jenis alat apa saja yang digunakan dalam proses grinding ?

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


BAB II
CRUSHING

2.1 Definisi Proses Crushing


Proses crushing merupakan proses awal yang dilakukan terhadap suatu
mineral yang telah melalui proses penambangan.Crushing sendiri adalah
pengecilan ukuran bijih mineral atau batuan yang mengandung bijih mineral
menjadi ukuran yang lebih kecil.Proses crushing ini dilakukan agar material atau
bijih mineral dapat melalui proses selanjutnya yakni grinding. Proses crushing
dibagi menjadi beberapa jenis antara lain : primary crushing, secondary crushing
dan fine crushing.Primary crushing sendiri merupakan proses pengecilan bijih
mineral awal setelah dilakukannya penambangan untuk mendapatkan ukuran yang
lebih kecil dari mineral sebelumnya. Untuk secondary crushing, proses ini
dilakukan untuk lebih memperkecil ukuran mineral setelah melalui primary
crushing.Pada secondary crushing, ukuran bijih mineral berkisar 1.5-
2.5.Sedangkan fine crushing adalah penghaulsan bijih-bijih yang berukuran 1.5-
2.5 tadi menjadi lebih halus yakni pada ukuran -325#.

2.2 Alat-Alat Crushing


2.2.1 Jaw Crusher
Jaw crusher merupakan alat yang menyebabkan patah atau hancurnya
suatu mineral yang diproses di dalamnya.Secara otomatis, bijih mineral yang
awalnya besar akan mengalami penusutan ukuan menjadi lebih kecil. Jaw crusher
sendiri pada umumnya dibuat dengan toggle sebagai bagian terlemah, yang mana
hal ini dapat menjadikan jaw crusher dapat menghancurkan tanpa membuat
kecacatan yang banyak.Contoh Jaw Crusher antara lain : blake, pivot, eccentric
dan dodge.dari keempat contoh tersebut, blake dan eccentric lah yang memiliki
ukuran paling besar yakni 125x150 mm sampai 1600x2100 mm.Sedangkan bila
ditinjau dari segi perbandingan rasio reduksi, keempatnya memiliki perbandingan
yang sama yakni 7:1.

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


a b

c d

Gambar 2.1 (a) Jaw Crusher. (b) Blake Jaw Crusher. (c) Eccentric Jaw Crusher.
(d) Dodge Jaw Crusher

Faktor-faktor yangmempengaruhi efisiensi jaw crusher :


1 Lebar lubang bukaan
2 Variasi dari throw
3 Kecepatan
4 Ukuran umpan
5 Reduction ratio (RR)
6 Kapasitas yang dipengaruhi oleh jumlah umpan per jam dan berat jenis
umpan

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


Reduction ratio merupakan perbandingan antar ukuran umpan dengan ukuran
produk. Reduction ratio yang baik untuk ukuran primary crushing adalah 4 7,
sedangkan untuk secondary crushing adalah 14 20 dan fine crushing (mill)
adalah 50 -100.
1 Sistem Blake degan ciri-ciri titik engsel di atas, bagian bawah bergerak
mundur maju.
2 Sistem Dodge degan ciri-ciri titik engsel di bawah, bagian atas bergerak
mundur maju.
Kebaikan pemecah menurut sistem Dodge ialah pada titik engselnya
terletak dibagian bawah. Pada waktu pemecahan berlangsung lubang pembuang
hanya sedikit terbuka (seolah-olah tetap). Oleh karena itu hasil olahannya akan
lebih rata. Keburukannya ialah lubang pembuang itu mudah tersumbat. Pemecah
menurut sistem Blake paling banyak di pakai karena tidak mempunyai keburukan
seperti Dodge. Keburukan sistem Blake hasil olahan kurang rata. Supaya mulut
kedua rahang itu tidak mudah rusak, biasanya dilapis dengan plat baja yg
dikeraskan dan mudah diganti. Pada bidang penekan dari plat baja itu di bentuk
rusuk-rusuk bergerigi untuk mempercepat proses pemecahannya.

2.2.2 Gyratory Crusher


Gyratory crusher adalah alat yang menghancurkan bongkahan bijih
mineral dengan sistem tekanan yang berasal dari kedua sisi rahangnya. Gyratory
crusher memiliki mata perhancur di permukaan bagian rahang luar diatas body
atau penyangga. Gyratory crusher dibagi menjadi 2 yakni true gyratory dan cone.
True gyratory memiliki ukuran 760x1400 mm sampai 2135x3300 mm. Dengan
ukuran yang sebesar itu memungkinkan true gyratory menampung lebih banyak
bijih mineral yang akan melalui proses crushing.True gyratory digunakan untuk
batuan mineral primer maupun sekunder. Sedangkan cone memiliki ukuran
diameter 600-3050 mm.Cone memiliki perbandingan rata-rata rasio reduksi
sebesar 6:1 sampai 8:1.Cone digunakan pada proses crushing sekunder dan tersier.
Gyratory crusher konsep dasarnya mirip dengan jaw crusher, terdiri dari
permukaan cekung dan kepala kerucut; kedua permukaan biasanya dilapisi dengan
permukaan baja mangan. Kerucut bagian dalam memiliki gerakan melingkar

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


sedikit, tetapi tidak memutar, gerakan ini dihasilkan oleh eccentric assembly.
Seperti jaw crusher, feed bergerak ke bawah antara dua permukaan makin
kebawah ukuran akan semakan hancur sampai cukup kecil untuk jatuh keluar
melalui celah antara dua permukaan.

a b
Gambar 2.2 (a) True Gyratory Crusher. (b) Cone Gyratory Crusher

Sebuah grytory crusher adalah salah satu jenis crusher primer dalam
tambang bijih atau pabrik pengolahan. Gyratory crusher dapat digunakan untuk
penghancuran primer atau sekunder. Penghancuran oleh grytory crusher
disebabkan oleh penutupan secara berjenjang celah antara mainshaft assembly
(bergerak) dipasang vertikal pada poros pusat dan Shell assembly (tetap) dipasang
pada bingkai utama crusher. Kesenjangan dibuka dan ditutup diatur oleh eccentric
essembly pada bagian bawah spindle yang menyebabkan poros pusat bergerak.
Poros vertikal bebas berputar mengelilingi porosnya Mesin ini memiliki rahang
bundar (circular jaw).Sebuah crushing head yang berbentuk kerucut berputar di
dalam sebuah funnel shaped casing yang membuka ke atas.Crushing head tersebut
berfungsi memcahkan umpan yang masuk. Alat ini mempunyai kapasitas yang
lebih besar dibandingkan dengan jaw crusher. Faktor yang mempengaruhi
Gyratory Crusher :
1. Ukuran butir
2. Kandungan air dari feed
3. Kecepatan putaran
4. Gape
2.2.3 Roll Crusher

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


Roll Crusher adalah type crusher dengan sistem gilas rotary dengan
kecepatan rpm yang realatif lebih rendah dari impact crusher yaitu sekitar 300
rpm dan memiliki kapasitas produksi yang jauh lebih besar. Unjuk kerja dari
mesin Roll Crusher ini bergantung pada jenis / kualiatas material gigi gilasnya,
ukuran shaft dan ukuran Roda nya, yang semuanya harus disesuaikan dengan raw
material dan target kapasitas produksi. Roll Crusher biasa banyak digunakan
didunia pertambangan, yaitu untuk menghancurkan batuan dengan tingkat
kekerasan & keuletan yang relatif rendah, seperti batu bara, batu kapur, bahan
semen, batu tembaga, belerang, dsb. Roll crusher memiliki rasio MAKSIMUM
pengurangan teoritis 4:1. Jika partikel 2 inci diumpankan ke crusher melempar
satu ukuran absolut terkecil bisa harapkan dari crusher adalah 1 / 2 inci. Roll
Crusher hanya akan menghancurkan materi ke ukuran partikel minimum sekitar
10 Mesh (2 mm). Roll crusher digunakan sebagai crusher sekunder atau crusher
terseier setelah batuan melewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher
primer. Roll crusher terdiri dari single roll dan double roll. Single roll digunakan
untuk memecahkan batuan yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan
untuk memecahkan batuan yang abrasive. Kapasitas roll crusher tergantung pada
jenis batuan, ukuran crusher primer, ukuran batuan yang diinginkan, lebar roda
dan kecepatan roda berputar.
Roll Crusher atau pemecah batu jenis roll, memecah batu dengan
menjepitnya diantara satu roll, dua roll atau lebih, dimana roll-roll akan berputar
berlawanan dengan adanya berat tersendiri dan gusuran dari batu, maka batu akan
pecah. Adapun permukaan dari Roll bermacam-macam ada yang rata,
bergelombang, beralur dengan bermacam-macam, gigi-gigi dan sebagainya,
sesuai dengan jenis batu dan hasil pemecahan yang diharapkan. Beberapa
keuntungan utama dari roll crusher antara lain :
1. Memberikan distribusi produk ukuran yang sangat halus dan
2. Menghasilkan debu yang sangat sedikit.
Crusher Rolls secara efektif digunakan dalam material penghancur dimana
bijih tidak terlalu kasar dan juga digunakan dalam pertambangan skala produksi
lebih kecil antara lain bijih logam abrasif, seperti emas. Batubara mungkin adalah
pengguna terbesar roll Crusher saat ini, meskipun batubara akan menggunakan
roll crusher, baik single roll Crusher maupun double roll Crusher, crusher primer

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


dapat mengurangi batubara ROM. Biasanya, crusher ini akan memiliki bentuk
gigi yang berada di muka gulungan. (Roll crusher yang digunakan untuk mineral
dan bijih logam memiliki gulungan yang halus.
Pada single roll crusher memiliki satu buah roda. Bagian utamanya adalah
bagian roda silinder yang dapat berputar yang berfungsi sebagai penghancur
batuan, pelat befungsi untuk menahan. Single Roll Crusher melakukan
pengurangan ukuran di daerah panghancuran berbentuk baji yang mendapat
tekanan. Tubuh penghancur terdiri dari satu roll berputar dan pegas peredam dan
piringan yang terletak di sisi berlawanan. Jarak antara dasar dari pelat penghancur
dan ujung gigi roll crusher memeliki jarak yang dapat bervariasi tergantung pada
ukuran produk yang diinginkan. Setiap keausan yang mungkin terjadi dapat
disesuaikan melalui pela penghancur.

Gambar 2.3 Single Roll Crusher

2.2.4 Double Roll Crusher


Double roll crusher adalah roll crusher yang mempunyai 2 buah roller,
dengan sumbu yang sejajar pada bidang horizontal yang sama. Double roll crusher
sangat cocok digunakan untuk batuan mineral jenis : Batu bara,lime stone, kaolin,
phospat, dan tersier crusher pada batu split/andesit. Dengan kecepatan 300-350
rpm double roll crusher memiliki kecepatan dalam menghancurkan berbagai jenis
batuan. Double roll crusher melakukan peremukan dengan cara menjepit benda
yang hendak diremukkan diantara satu buah roller yang dikenal dengan sebutan
crushing roll. Alat ini terdiri dari 2 silinder (roller) dengan sumbu yang sejajar

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


pada bidang horizontal yang sama kedua roller berdekatan lalu berputar dengan
arah putaran berlawanan kemudian batubara mentah diumpan masuk akan dijepit
diantara dua roller, akibat tekanan yang kuat akhirnya batubara mentah remuk dan
jatuh kedalam roller truk ke penampungan. Tipe roll crusher dari bentuk
permukaan roll antara lain :
1. Smooth roll
Tipe roll berdasar bentuk permukaan ini mempunyai kegunaan khusus
terutama dalam mengolah bahan. Smooth roll adalah permukaan roll yang
halus tanpa gerigi. Roll jenis ini biasanya digunakan untuk memeras
minyak dari biji-bijian, dll. Roll ini biasanya banyak terdapat pada double
roll. Tipe smooth roll digunakan pada bahan yang mempunyai tinkat
kekerasan yang rendah contohnya biji-bijian.
2. Roll yang bergerigi
Tipe roll yang mempunyai permukaan yang bergerigi digunakan untuk
memecah bahan yang memiliki tingkat kekerasan medium sampai high.
Roll jenis ini memiliki ketahanan dan energi yang besar sehingga mampu
memecah batuan yang keras dengan permukaannya yang kasar. Tipe roll
yang bergerigi ini baik digunakan pada single maupun double roll.
3. Roll bergerigi dengan hammer
Tipe roll ini digunakan untuk hasil pengolahan yang lebih halus. Hasil
yang dihasilkan menjadi lebih kecil atau halus. Penggunaan roll ini pada
single roll crusher.
Tipe roll crusher dari gerakan roll (double roll crusher) antara lain :
1. Dua roll yang bergerak
Pada umumnya roll crusher mengandalkan gerak roll untuk memecah
bahan. Pada single roll, yang bekerja hanya sebuah roll saja, sehingga
dapat diketahui pasti bahwa gerakan rollnya memutar. Sedangkan pada
double roll crusher, ada dua buah roll yang bekerja. Keduanya adalah roll
yang memiliki fungsi sama yaitu memecah bahan. Karena ada dua buah
roll yang bekerja, dapat dipastikan bahwa gerak roll dapat sama dapat pula
tidak. Tipe dua roll yang bergerak pada double roll crusher berarti kedua
buah roll bergerak bersamaan dengan arah yang berlawanan.
2. Double roll dengan kedua roll yang bergerak
3. Satu roll yang bergerak dan satu roll diam (double roll crusher)

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


Pada double roll yang mempunyai cara kerja seperti ini, maka hanya ada
satu roll di antara kedua roll yang bergerak memutar memecah bahan.
Sedangkan satu roll tidak bergerak, fungsinya sebagai penahan pemecahan
atau pengolahan bahan. Sekilas jika dicermati, seperti cara kerja pada
single roll, namun memiliki roll yang berbeda. Tapi dilihat dari fungsinya,
maka akan terlihat berbeda. Karena dari segi hasil double roll yang
memiliki satu buah roll yang bergerak, memiliki hasil lebih halus
dibanding single roll. Pada tipe roll jenis ini, hanya digunakan pada roll
yang memiliki permukaan halus atau smooth roll. Karena dilihat dari cara
gerak, tidak memungkinkan jika roll dengan permukaan bergerigi bekerja
dengan metode seperti ini.
Karateristik atau Bagian dari Roll crusher antara lain :
1. Base Frame dan Hopper
Semua konstruksi baja dibuat, terbuat dari pelat baja Roll memiliki akses
dilepas meliputi untuk memungkinkan pemeliharaan berkala dan
pemeriksaan gulungan.
2. Bearings
Bearing bekerja sebagai anti-gesekan atau bantalan bulat roller yang
mendukung poros roll. Mereka adalah adaptor yang dipasang dan
dilumasi, dan terkandung dalam heavysection. Sebuah plat yang terletak
antara bantalan geser dan dasar bingkai untuk mencegah keausan pada
bantalan dasar.
3. Segel Debu
Segel Debu sekitar roll poros mencegah debu dari melarikan diri ke
atmosfer. V-belt drive adalah sala satunya.
4. Desain Roll
Kerang Roll tersedia dalam berbagai paduan untuk mengolah bahan
pakan. Permukaan roll mencakup berbagai elemen penghancur, seperti
intermeshing gigi, manik-manik dilas, bergalur dan smoothfaced atau
kombinasi halus dan manik-manik, semuanya dirancang untuk siap
mengubah bahan dan menghancurkan sampai tahap yang diinginkan.
5. Tramp Perlindungan
Otomatis perlindungan terhadap baja, sampah dan lainnya uncrushables
disediakan oleh toggle khusus pengaturan. Toggle akan terbuka dan
bergerak roll bergerak kembali, membuat lubang besar untuk lulus

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


mekanisme beralih uncrushable material.The menyediakan produk positif
ukuran kontrol dan bar torsi dan keterkaitan balik roll bergerak menjamin
keselarasan paralel gulungan sepanjang waktu.
6. Penyesuaian Ukuran Hidrolik
Penyesuaian ukuran produk dicapai melalui suatu mekanisme hidrolik
yang beroperasi melalui batang torsi. Shims Baja ketebalan yang
bervariasi yang digunakan untuk menjaga pengaturan sementara crusher
sedang bekerja.

Gambar 2.3 Double Roll Crusher

2.3.5 Cone Crusher


Cone crusher merupakan pengembangan dari gyratory crusher.
Konstruksinya mempunyai sepasang kerucut yang satu diam dan yang satunya
berputar. Proses pemecahan bahan olahan (Feed) dari pemecah rahang ini
berlangsung continue dengan cara gesekan & potongan. Akan tetapi pada
pemecah kerucut ini cara memecahnya tidak berkala seperti pemecah rahang,
melainkan terus-menerus. Pada waktu pemecah kerucut ini bekerja, ujung sumbu
atas kerucut berfungsi sebagai engsel, sedangkan ujung bagian bawah berkeliling
hingga gerakan kerucut berayun mengelilingi bagian bawah dalam selubung yang
tetap. Akibat ayunan kerucut ini jarak antara kerucut dengan selubung berubah-
ubah. Pada waktu ruang itu sedang mengecil terjadi pemecahab dan pada waktu
ruang membesar bahan olhan yang sudah di giling akan turun. Pekerjaan ini

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


berlangsung sepanjang keliling kerucut dan terus-menerus. Konstruksi sebuah
pemecah kerucut yang diputarkan dengan perantaraan sebuah rod sabuk dengan
roda gigi konis (roda gigi tirus). Dalam pesawat ini sumbu utam bagian bawah
dimasukkan kedalam uatu tabung eksenterik. Bila tabung tersebut di putar
makanya sumbunya akan berayun. Kadang-kadang bidang penekan kerucut dan
tabung kerucut membentuk rusuk-rusuk dan bias diganti bilamana sudah tipis atau
terjadinya aus.

Gambar 2.4 Cone Crusher

BAB III
GRINDING

3.1 Definisi Proses Grinding


Proses grinding atau bisa disebut juga proses penggilingan merupakan
proses yang masuk didalam proses dressing selain crushing.Prosese grinding

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


(penggilingan) dibutuhkan untuk menghancurkan bijih mineral yang besar dengan
efek pecahan yang kecil. Alat grinding mungkin dapat dibagi lagi dengan metode
pemasukan dan pengeluaran dari bijih mineral.Grinder juga dapat dibagi
berdasarkan umpan atau feed yang digunakan baik dalam basah atau kering.
Terdapat perbedaan mencolok antara crusher dan tumbling mill.Pertama, tumbling
mill relatif memaksakan pembatasan ukuran umpan dan produk, karena pada
proses awalannya ukuran mineral lebih besar berkali lipat. Perbedaan kedua
berfokus pada penggunaan energy.Jaw dan gyratory crusher menggunakan energy
alat langsung terhadap partikel bijih mineral.Dengan tumbling mill, energy yang
dihasilkan tersimpan dalam mill shell, media, dan dalam gerakan mineral;patahan
yang terjadi pada produk dalam mill dan merupakan proses statistik. Tahap
grinding dilakukan dengan meremukkan bijih yang besar menjadi bijih yang lebih
halus.Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemisahan bijih yang telah menjadi
serpihan tadi dengan mineral pengotornya.

3.2 Alat-Alat Grinding


3.2.1 Rod Mill
Rod mill merupakan salah satu alat dari proses grinding yang melakukan
sedikit pengendalian pada ukuran produk dimana produk yang dihasilkan akan
berbentuk lebih halus.Mengapa rod mill dapat melakukan pengendalian tersebut ?
Karena pertikel besar yang terseleksi akan menjadi partikel halus dalam
mekanisme proses grinding dalam rod mill. Dengan demikian, transport bahan
yang melewati rod mill ini tergantung pada karakteristik aliran.seperti perbedaan
yang terletak pada kendala dalam pelepasan tekanan pada crusher.

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


Gambar 3.1 Rod Mill

3.2.2 Ball Mill


Ball mill merupakan salah satu contoh mesin grinding yang paling umum
digunakan. Alat ini berbentuk seperti silinder yang cukup besar .Pada bagian
dalam alat ini terdapat banyak bola yang terbuat dari logam keras dengan ukuran
yang berbeda-beda. Ball mill dapat dioperasikan untuk memperhalus bijih dalam
kondisi yang basah. Ball mill juga digunakan secara primer maupun sekunder.
Untuk pengoperasian primer, bijih yang dimasukan kurang lebih berukuran 50-
100 mm. Sedangkan untuk pengoperasian sekunder,, bijih yang digiling berukuran
20-50mm.Tujuannya untuk memperoleh produk sebesar ~45m.

Gambar 3.2 Ball Mill


Alat ini bergerak dengan cara berputar. Ketika silinder raksasa berputar, bola-bola
logam yang ada di dalamnya akan menggelinding, sehingga bijih material yang
dimasukkan akan hancur terlindas.

3.2.3 Vibrating Mill


Vibrating mill banyak digunakan karena relatif lebih hemat energi. Namun
alat ini mempunyai kemampuan yang relatif rendah, sehingga vibrating mill
hanya dibatasi untuk partikel berukuran kecil.Material yang digunakan biasanya

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


batubara. Vibrating mills sendiri merupakan alat grinding yang mirip dengan ball
mill. Tetapi, vibrating mill terdapat kaki-kaki penggetar. Sistem kerja vibrating
mill dengan tidak memutar silinder, namun menggetarkan silinder, sehingga bola-
bola grinder yang berada di dalamnya bergetar dan menghancurkan pertikel-
pertikel material.Penghancuran ini bisa disebut peremukan, karena sistem kerja
grinding adalah meremukkan

Gambar 3.3 Vibrating Mill

3.2.4 Hammer mill


Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip
kerja hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek. Penggiling palu merupakan penggiling yang
serbaguna, dapat digunakan untuk bahan kristal padat, bahan berserat dan bahan
yang agak lengket. Pada skala industri penggiling ini digunakan untuk lada dan
bumbu lain, susu kering, gula dan lain-lain (Wiratakusumah, 1992).
Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa
keuntungan antara lain adalah :
1. Konstruksinya sederhana

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


2. Dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-
macam ukuran
3. Tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan
beroperasi tanpa bahan
4. Biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr
mill
Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain adalah :
1 biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam
2 biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr
mill
3 untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang
relatif besar sampai batas-batas tertentu.

Gambar 3.4 Hammer Mill

DAFTAR PUSTAKA

Gaudin, A.M., Flotation, Mc Graw Hill Book Co., Inc., New York, 1957.

Hayes, P.C., Process Selection in Extractive Metallurgy, Hayes


Publishing Co., Brisbane, Australia, 1985.

Kelly, Errol. G. and J. Spothiswood, David. Introduction to Mineral


Processing. Willey & Sons inc. 1982.

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING


Taggart, A.F., Elements of Ore Dressing, John Wiley & Sons, Inc., New
York, 1954.

Taggart, A.F., Handbook of Mineral Dressing, John Wiley & Sons, Inc.,
New York, 1956.

PERALATAN CRUSHING DAN GRINDING