Anda di halaman 1dari 7

V. Data Hasil Pengamatan.

Setelah melaksanakan percobaan diperoleh data sebangai berikut :


Sampel Penambahan Pengamatan
Pereaksi
1. Hidrrokarbo Paraffin Cair 1 ml H2SO4 + Paraffin tidak larut
n Alifatis 1 ml Parafin cair dalam H2SO4 ,
membentuk 2 lapisan
pada larutan tersebut
dengan lapisan
Paraffin di atas dan
H2SO4dibawah serta
berwarna kekuningan.
2. Hidrokarbon Benzene 1 ml Aquadest Terdapat 2 lapisan,
Alimatis + 1 ml Etanol + 1 Benzena yang tidak
(Benzene) ml Benzene ke larut, dan air larut
dalam tabung dalam etanol
dengan perlahan.

3. Sifat Aquadest Tabung 1 : 1 Paraffin tidak


Benzena sebagai Benzene ml Aquadest + 1 larut dalam air,
pelarut ml Paraffin membentuk 2 lapisan
Tabung 2 : 1 dengan air dibawah
ml Aquadest + 1 Minyak tidak
ml minyak larut dalam air,
kelapa membentuk 2 lapisan
Tabung 3 : 1 dengan minyak di
ml Aquadest + 1 lapisan atas.
gram Kristal Larutan kelewat
Iodium. jenuh sehingga
Tabung 4 : 1 Kristal Iodium tidak
ml Benzana + 1 terlarut semua.
ml Paraffin Membentuk seperti
Tabung 5 : 1 endapan dalam
ml Benzena + 1 larutan berwarna
ml minyak coklat.
kelapa Paraffin tidak
Tabung 6 : 1 larut dalam Benzena,
ml sehingga membentuk
benzene + 1 2 lapisan dengan
gram Kristal paraffin dibawah dan
Iodium. terdapat cincin
berwarna seperti
pelangi.
Pada saat-saat
awal minyak tidak
larut dalam Benzena,
membentuk 2 lapisan
dengan cincin pelangi
dan minyak terdapat
pada lapisan bawah.
Tapi setelah
didiamkan minyak
menjadi larut dalam
Benzena
Larutan kelewat
jenuh, sehingga
Kristal Iodium tidak
terlarut sempurna,
membentuk seperti
endapan dalam
larutan berwarna
ungu gelap.
4. Nitrasi HNO3 pekat 1 ml Pada saat
Benzena H2SO4pekat + 3 penambahan H2SO4+
ml HNO3 pekat HNO3 +
(secara perlahan) C6H6terbentuk 3
+ 1 ml Benzena lapisan tak tercampur
+ 25 ml aquadest dengan Benzene pada
secara perlahan- lapisan atas, As.Nitrat
lahan. lapisan ke 2 dan
As.Sulfat pada
lapisan ke 3. Tapi
ketika ditambahkan
aquadest ke 3 lapisan
tidak tercampur itu
menjadi larutan yang
terlarut sempurna.

VI. Pembahasan
Pada data hasil pengamatan diketahui bahwa Paraffin tidak larut dalam H2SO4 , membentuk 2 lapisan pada
larutan tersebut dengan lapisan Paraffin di atas dan H2SO4 dibawah serta berwarna kekuningan dari pembiasan
H2SO4. Hal ini menunjukkan bahwa alkana dengan ikatan tunggal bereaksi dengan asam sulfat dalam jumlah
sedikit atau terjadi reaksi pengsulfonatan. uji ini menghasilkan larutan bening yang terpisah berdasarkan
tingkat kekeruhannya. Sedangkan bau yang ditimbulkannya kurang menyengat. Hilangnya bau ini diakibatkan
terjadinya reaksi sulfonasi pada senyawa itu. Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga
disebut parafin yang artinya afinitas kecil.
C2H5 + H2SO4 C5 H 11 SO3H + H2O
Untuk mengetahui sifat Benzena sebagai pelarut pada data pengamatan diketahui jika, terdapat 2 lapisan,
Benzena yang tidak larut dan air larut dalam etanol.

+ CH3CH2OH CH3CH3 + H2O

Untuk data hsil pengamatan sifat benjena sebagai pelarut dikatahui jika, Paraffin tidak larut dalam air,
membentuk 2 lapisan dengan air dibawah; Minyak tidak larut dalam air, membentuk 2 lapisan dengan minyak
di lapisan atas; Larutan kelewat jenuh sehingga Kristal Iodium tidak terlarut semua. Membentuk seperti
endapan dalam larutan berwarna coklat; hal ini terjadi karena untuk paraffin dan minyak kelapa tidak sesuainya
tegangan permukaan antara air dan lemak, dan perbedaan gugus karbonolnya. Paraffin tidak larut dalam
Benzena, sehingga membentuk 2 lapisan dengan paraffin dibawah dan terdapat cincin berwarna seperti
pelangi; Pada saat-saat awal minyak tidak larut dalam Benzena, membentuk 2 lapisan dengan cincin pelangi
dan minyak terdapat pada lapisan bawah. Tapi setelah didiamkan minyak menjadi bercampur lambat dengan
Benzena; Larutan kelewat jenuh, sehingga Kristal Iodium tidak terlarut sempurna, membentuk seperti endapan
dalam larutan berwarna ungu gelap. Perhatikan bahwa paraffin tidak larut maupun dalam benzene hal ini
disebabkan karena paraffin yang tidak terhidrogenasi. Sedangkan untuk minyak kelapa yang akhirnya
tercampur lambat membuktikan jika minyak kelapa terhidrogenasi sebagian.
Untuk Nitrasi Benzena seperti pada data hasil pengamatan diperoleh bahwa pada saat penambahan H2SO4 +
HNO3 + C6H6 terbentuk 2 lapisan tak tercampur dengan Benzene pada lapisan atas, As.Nitrat lapisan ke 2 dan
As.Sulfat pada lapisan. Tapi ketika ditambahkan aquadest ke lapisan tidak tercampur itu menjadi larutan yang
terlarut sempurna. Hal ini terjadi karena Benzena menjalani nitrasi dengan HNO3 pekat dengan H2SO4 sebagai
katalis dengan nitrasi aromatic yang berupa reaksi 2 tahap

VII. Kesimpulan
. Sifat Benzena yang tidak larut membentuk lapisan ke dua dengan cincin berbentuk awan berwarna
putih.
. Benjena sebagai pelarut hanya dapat melarutan senyawa-senyawa polar
. Nitrasi Benzene diketahui jika Benzene, as.Sulfat dan as.Nitrat yang masing-masing tidak saling
melarutkan, dapat larut pada pelarut polar (air).

Daftar Pustaka
Fessenden Ralp J & Fessenden Joan S. 1982. Kimia Organik : Edisi Ketiga.
Jakarta. Erlangga
http://blog.unnes.ac.id/iw4n/2009/10/09/materi-hidrokarbon/ (diakses tanggal 7 Juli 2013 / 22:05)
http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon(diakses tanggal 7 Juli 2013 / 22:05)
http://migasnet02wulan8011.blogspot.com/2010/01/sifat-sifat-hidrokarbon(diakses tanggal 7 Juli 2013 /
22:05)
Sumber hidrokarbon utama di alam adalah minyak bumi. Minyak bumi digunakan
secara luas sebagai bahan bakar dan sebagai bahan baku industri
petrokimia. Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa-senyawa organic yang
berasal dari jasad organisme yang hidup jutaan tahun yang lalu, yang tertimbun di
tanah baik di daratan ataupun di daerah lepas pantai. Pengaruh besarnya tekanan
dan suhu tinggi menyebabkan terjadinya penguraian endapan fosil hewan/tumbuhan
menjadi endapan minyak bumi dan gas. Pada umumnya minyak bumi terperangkap
dalam bebatuan tidak berpori. Oleh karena itu minyak bumi disebut bahan bakar fosil
dan disebut juga petroleum (dari bahasa Latin petrus yang berarti batu dan oleum
yang berarti minyak). Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui. Minyak bumi mengandung bermacam-macam alkana yang berbeda jumlah
atom C-nya. Minyak bumi ditemukan bersama-sama dengan gas alam. Gas alam
merupakan campuran alkana. Komposisi gas alam tergantung sumbernya, umumnya
mengandung 80% metana, 7% etana, 6% propane, 4% butane dan isobutana serta 3%
pentane. Propana dan butane dicairkan dengan tekanan tertentu dan dikenal
sebagaiLiquefied Petroleum Gas (LPG). Minyak bumi yang telah dipisahkan dari gas
alam disebut minyak mentah (crude oil). Minyak bumi biasanya berada 3 4 km di
bawah permukaan, untuk memperolehnya dilakukan pengeboran, di darat dan di
lepas pantai. Pengeboran lepas pantai dapat dilakukan dengan cara menanam pipa di
dasar laut dan memompa ke daratan jika jarak ladang minyak ke darat cukup dekat,
atau dengan membuat anjungan di lepas pantai, selanjutnya minyak dibawa oleh
kapal tanker ke kilang minyak (refinery) di daratan. Minyak mentah berbentuk cairan
kental hitam. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar, tetapi
harus diolah terlebih dahulu. Melalui distilasi bertingkat itulah minyak mentah
dipisahkan berdasarkan titik didih yang mirip, menjadi fraksi-fraksi. (Andi, 2007).

Manfaat hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari misalnya BBM seperti bensin,


LPG, aptur, minyak pelumas non BBM antara lain poly propylen (biji plastik), aspal
untuk jalan.selain itu manfaat senyawa Hidrokarbon di Berbagai Bidang Kehidupan di
antaranya dalam bidang pangan maka yang dimanfaatkan bukan merupakan
senyawa hidrokarbon murni, tetapi sedikit lebih luas yaitu karbohidrat. Karbohidrat
merupakan senyawa karbon, hidrogen dan oksigen yang terdapat dalam alam.
Banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris CH2O Banyak karbohidrat yang
merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai
yang panjang serta bercabang-cabang karbohidrat merupakan bahan makanan
penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan.
Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup
dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin. Karbohidrat
menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Selain itu juga manfaat
hidrokarbon dalam bidang sandang dari bahan hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan
untuk sandang adalah PTA (Purified Terephthalic Acid) yang dibuat dari para-xylene
dimana bahan dasarnya adalah kerosin (minyak tanah). Dari Kerosin ini semua
bahannya dibentuk menjadi senyawa aromatik, yaitu para-xylene Para-xylene ini
kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi PTA. Dari PTA yang berbentuk
seperti tepung detergen ini kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat
poliester. Serat poliester inilah yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti
benang (Fadholi, 2009).

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Senyawa Hidrokarbon

Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan
atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom
hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga
sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik. Sebagai contoh,metana (gas rawa)
adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen:
CH4. Etanaadalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua
atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga
atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2n+2).
( Nurul, 2009)

2.2. Penggolongan Senyawa Hidrokarbon

Hidrokarbon terdiri dari hidrogen dan karbon. Hidrokarbon ini dapat diklasifikasi
atau digolongkan untuk mempermudah dalam pengenalannya. Penggolongan
pertama berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya yaitu , Hidrokarbon jenuh
yaitu senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan
tunggal. dan hidrokarbon tak jenuh, ini yaitu senyawa hidrokarbon yang memiliki 1
ikatan rangkap dua (alkena) atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua atau ikatan
rangkap tiga (alkuna). Sedangkan Penggolongan kedua berdasarkan bentuk rantai
karbonnya yaitu hidrokarbon alifatik (senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka
jenuh /ikatan tunggal maupun tidak jenuh / ikatan rangkap), hidrokarbon alisiklik
(senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar atau tertutup /cincin ), dan
hidrokarbon aromatik (senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar /cincin yang
mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling /
bergantian ). ( Miranda, 2002)

2.3. Sifat Senyawa Hidrokarbon

Adapun sifat-sifat senyawa hidrokarbon dalam alkana yaitu Pada suhu C1C4
berwujud gas, C5C17 berwujud cair, dan di atas 17 berwujud padat, Semakin
bertambah jumlah atom C maka Mr ikut bertambah akibatnya titik didih dan titik
leleh semakin tinggi. Alkana rantai lurus mempunyai titik didih lebih tinggi dibanding
alkana rantai bercabang dengan jumlah atom C sama. Semakin banyak cabang, titik
didih makin rendah, alkana mudah larut dalam pelarut organik tetapi sukar larut
dalam air dan senyawa alkana mumpunyai rantai panjang dapat mengalami reaksi
eliminasi an alkana juga dapat bereaksi subsitusi dengan halogen. dan sifa-sifat
alkena yaitu Titik didih alkena mirip dengan alkana, makin bertambah jumlah atom C,
harga Mr makin besar maka titik didihnya makin tinggi. Alkena mudah larut dalam
pelarut organik tetapi sukar larut dalam air. Alkena dapat bereaksi adisi dengan H2
dan halogen (X2 = F2, Cl2, Br2, I2). Adisi alkena dengan H2. contoh: CH2=CH2 + H2
CH3CH3. Sedangkan untuk sifat-sifat alkuna yaitu titik didih alkuna mirip dengan
alkuna dan alkena semakin bertambah jumlah atom C harga M, makin besar maka
titik didihnya makin tinggi.alkuna juga dapat beraksi adisi dengan H 2, halogen dan
asam halida. (Nurul, 2009).

4.2. Pembahasan

Dari Pada percobaan kali ini yang akan dilakukan adalah percobaan tentang
pengamatan hidrokarbon alifatis (alkana) menggunakan asam sulfat (H 2SO4). Pada
reaksi ini melibatkan campuran parafin. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut
tentang percobaan ini yaitu percobaan pertama bahan mula-mula menggunakan
asam sulfat dan di campurkan parafin yang berwarna bening dengan jumlah 1 ml,
kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Adapun Tingkat keberhasilan yang
didapatkan pada percobaan ini dapat dilihat pada hasil pengamatan yaitu sebelum di
gojok campuran tersebut berwarna putih bening setelah digojok beberapa menit
ternyata campuran tersebut mengalami perubahan warna yaitu bening dan kental.

Pada percobaan selanjutnya tentang pengamatan hidrokarbon aromatis (benzena)


dengan menggunakan bahan utama aquades. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut
tentang percobaan ini yaitu percobaan pertama bahan mula-mula menggunakan
aquades sebanyak 1 ml, kemudian dimasukan kedalam gelas ukur dan ditambahkan
etanol (C2H5OH) dan benzena (C6H6) kedalam gelas ukur tersebut. Adapun tingkat
keberhasilan yang didapatkan pada percobaan ini tentang hidrokarbon aromatis
(benzena) dapat dilihat pada hasil pengamatan bahwa terjadi 2 lapisan berwarna
keruh dalam beberapa menit setelah direaksikan dengan bahan-bahan tersebut
tanpa ada perlakuan.

Pada percobaan ketiga ini yaitu tentang sifat benzena sebagai pelarut
menggunakan bahan utama aquades dan benzena pada reaksi ini melibatkan
campuran parafin, minyak kelapa dan kristal iodium. Berikut akan dijelaskan lebih
lanjut tentang percobaan ini yaitu percobaan pertama bahan mula-mula
menggunakan aquades berwarna bening sebanyak 1 ml dan campurkan dengan
parafin berwarna bening sebanyak 1 ml yang dimasukan kedalam gelas ukur. Adapun
tingkat keberhasilan yang didapatkan adalah keruh terdapat 2 lapisan setelah
digojok. Pada perlakuan kedua menggunakan bahan utama aqudes sebanyk 1 ml dan
campurkan dengan minyak kelapa berwarna kuning sebanyak 1 dan tingkat
keberhasilan yang didapatkan adalah 1 lapisan berwarna keruh setelah digojok. Pada
perlakuan ketiga menggunakan bahan utama aquades sebanyak 1 ml dan campurkan
kristala iodium berwarna hitam sebanyak 1 gram dan tingkat keberhasilan yang
didapatkan yaitu larutan berwarna kuning kecoklatan dan kristalnya belum terlarut
setelah di gojok. Pada perlakuan keempat menggunakan bahan utama benzena
berwarna bening sebanyak 1 ml dan campurkan dengan menggunakan parafin yang
berwarna bening sebanyak 1 ml. Adapun tingkat keberhasilan yang dapatkan adalah
larutannya terlarut seletalah digojok. Pada perlakuan kelima menggunakan bahan
utama benzena yang dicampurkan dengan menggunakan minyak kelapa sebanyak 1
ml dan tingkat keberhasilan yang didapatkan adalah ada 1 lapisan berwarna keruh
setelah digojok dan pada perlakuan keenam menggunakan bahan utama benzena
yang dicampurkan dengan menggunakan bahan kristal iodium sebanyak 1 gram
dengan tingkat keberhasilan yaitu terjadi perubahan warna yaitu warna ungu pekat
terlarut setelah digojok.

Pada percobaan terakhir ini yaitu tentang nitrasi benzena menggunakan bahan
dasar asam sulfat (H2SO4 ) yang di reaksikan dengan menggunakan bahan asam
nitrat benzena dan ditambah aquades. Berikut akan dijelaskan lebih lanjut tentang
percobaan ini tentang hasil pengamatan nitrasi benzena. Percobaan pertama bahan
mula mula menggunakan asam sulfat berwarna bening sebanyak 1 ml dan
campurkan atau ditambahkan asam nitrat benzena sebanyak 3 ml dan aquades 2 ml
ke dalam gelas ukur. Adapun tingkat keberhasilan yang didaptkan yaitu terdapat 2
lapisan, kedua lapisan tersebut berwarna bening tanpa ada perlakuan. Adapuan pada
percobaan kedua menggunakan bahan utama asal sulfat sebanyak 1 ml dan
campurkan asam nitrat benzena sebanyak 3 ml dan aquades 25 ml dan tingkat
keberhasilan yang di dapatkan adalah lapisan atas berwarna putih kentl, dan lapisan
bawah putih bening tanpa ada perlakuan.

V. KESIMPULAN

Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan
hidrogen ( H ). Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin.
Adapun Sifat Benzena yang tidak larut membentuk lapisan ke dua dengan cincin
berbentuk awan berwarna putih. Benzena juga sebagai pelarut hanya dapat
melarutan senyawa-senyawa polar. Dalam nitrasi benzena diketahui jika Benzena,
asam sulfat dan asam nitrat yang masing-masing tidak saling melarutkan, dapat
larut pada pelarut polar (air).

DAFTAR PUSTAKA

April, 2002. Senyawa karbon dan hidrogen. http:// senyawa-karbon-dan-


hidrogen.wordpress.com. Diaksespada tanggal 25/04/2013/

Andi, 2007. Hidrokarbon di alam. http://hidrokarbon-di-alam-blogspot.com. Diakses


pada tanggal 25/04/2013.

Fadholi,2009. Manfaat hidrokarbon. Erlangga.jakarta. http://manfaat-hidrokarbon-


dalam-kehidupan-sehari-hari.blogspot.com. Diakses pada tanggal 26/04/2013