Anda di halaman 1dari 4

Metode Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pada umumnya, metode diartikan sebagai cara mengajar. Sebenarnya


pengertian yang tepat untuk cara mengajar adalah teknik mengajar, sedangkan
metode pada hakikatnya adalah suatu prosedur untuk mencapai suatu tujuan yang
telah ditetapkan yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Pemilihan bahan
2. Urutan bahan
3. Penyajian bahan
4. Pengulangan bahan
Metode-metode yang yang dapat diterapkan di dalam pengajaran bahasa
Indonesia di SD dan menunjang pendekatan yang disarankan oleh kurikulum
bahasa Indonesia yang diberlakukan, yaitu Direct Method, Natural Method,
Reading Method, dan Eclectic Method.
a. Direct Method
Direct Method atau Metode Langsung ialah metode pengajaran bahasa
yang di dalam pelaksanaannya guru langsung menggunakan bahasa sasaran, yaitu
bahasa yang diajarkan. Dari pihak siswa tidak boleh menggunakan bahasa ibu
atau bahasa pertamanya selama pembelajaran berlangsung. Pada tahap permulaan
tidak banyak diajarka tata bahasa. Kata-kata diajarkan dengan cara langsung
menghubungkan dengan benda-benda , situasi-situasi dan gerak yang
digambarkan oleh kata itu.
Tujuan Metode Langsung di SD ialah penggunaan bahasa sasaran dalam
dalam hal ini bahasa Indonesia yang merupakan bahasa kedua secara lisan agar
siswa mampu berkomunikasi dalam bahasa kedua tersebut.
Adapun fungsi Metode Langsung ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu
bagi siswa dan bagi guru. Bagi siswa berfungsi memudahkan siswa untuk mampu
berbahasa (lisan) dengan tepat, memberikan situasi yang menyenangkan, dan
mendorong siswa untuk belajar bahasa. Sedangkan bagi guru metode ini
memudahkan guru untuk mengajar berbahasa tanpa menggunakanbahasa
pengantar bahasa lain selain bahasa sasaran.
Kegiatan dalam proses belajar mengajar apabila menggunakan Metode
Langsung, sebagai berikut:
a) Guru memulai pelajaran dengan dialog atau humor yang pendek dalam
bahasa sasaran (BI).
b) Guru kemudian mulai menyajikan materi secara lisan dengan gerakan-
gerakan, isyarat-isyarat, dramatisasi-dramatisasi, atau gambar-gambar.
c) Guru mengadakan tanya jawab dalam bahasa sasaran (BI) betrdasarkan
dialog atau humor yang telah disampaikan.
d) Guru mengajarkan tata bahasa secara induktif dengan memberikan contoh-
contoh yang merangsang siswa untuk menyimpulkan sendiri.
e) Guru memberikan bacaan sastra untuk pemahaman dan kenikmatan, tetapi
tidak sampai menganalisis secara struktural.
f) Guru mengajarkan budaya yang relevan pada aspek-aspek bahasa secara
induktif.

b. Natural Method
Natural Method yang disebut juga Metode Murni atau Metode Alamiah
adalah metode yang dalam pelaksanaannya menggunakan peraga yang berupa
benda-benda, gambar-gambar, atau peragaan secara langsung dalam aktivitas
sehari-hari. Metode Murni ini mempunyai ciri-ciri, seperti berikut ini:
a) Kosakata baru dijelaskan dengan cara menggunakan kata-kata yang sudah
diketahui siswa sebelumnya.
b) Makna sesuatu kata diajarkan dengan cara inferensi/menarik kesimpulan
dari beberapa contoh yang diberikan.
c) Kamus dipergunakan untuk mengingat kata-kata yang diluapakan atau
mencari makna kata-kata baru.
d) Tata bahasa digunakan untuk membetulkan kesalahan.
e) Penyajian pelajaran mengikuti urutan : mendengarkan, berbicara, membaca,
dan menulis, kemudian baru diajarkan tata bahasa.
Proses pembelajaran dalam menerapkan metode ini adalah:
1) Pertama-tama guru memperkenalkan bunyi-bunyi bahasa, kata-kata dan
kalimat bahasa yang dipelajari secara lisan dengan menggunakan alat
peraga.
2) Guru menyuruh siswa meniru apa yang diucapkan seperti pada butir (1).
3) Dalam penyajian materi, guru menggunakan urutan-urutan berbicara,
membaca, menulis, baru mengajarkan tata bahasa.
c. Reading Method
Merupakan metode membaca dipakai di Amerika Serikat pada tahun 1929-
an baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi. Tujuannya adalah
untuk memberi pelajar/mahasiswankemampuan dalam memahami teks ilmiah
yang mereka perlukan dalam studi islam.
Langkah-langkah penyajian metode ini menurut Rivers (dalam Subyakto-
N, 1988:17-18), seperti berikut:
a) Pemberian kosakata dan istilah-istilah yang dianggap sukar oleh guru bagi
siswanya.
b) Penyajian bacaan dalam kelas yang dibaca secara diam selama kurang 10-15
menit.
c) Diskusi mengenai isi bacaan yang dapat berupa tanya jawab dengan
menggunakan bahasa sasaran.
d) Pembicaraan/keterangan tentang bahasa dapat dilakukan secara singkat ,
kalau ini memang dirasa perlu oleh guru.
e) Pembicaraan tentang kosakata yang relevan dengan jalan memberikan daftar
kosakata yang disiapkan sebelumnya.
f) Pemberian tugas, seperti mengarang, membuat denah, skema, diagram, dan
sebagainya (yang berkaitan dengan topik bacaan).
Metode ini dapat juga diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di
SD dengan jalan dimodifikasi disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat
kemampuan siswa. Ada beberapa tujuan khusus yang ingin dicapai guru dalam
metode membaca, yaitu:
1) Mengajar membaca dengan cepat.
2) Mengajar pemahaman teks tanpa pencurahan waktu yang terlalu banyak
pada latar belakang bacaan.
3) Mengajar membaca dengan suara keras untuk menunjang keterampilan
melafal.

d. Eclectic Method
Lahirnya metode ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa tidak ada
satupun metode pengajaran bahasa yang paling baik karena setiap metode yang
ada ada keuntungan/keunggulan/kebaikan juga ada
kerugian/kelemahan/kejelekannya. Itulah sebabnya guru bebas memilih metode
yang mana yang paling cocok dengan situasi kelas yang akan diajar.
Eclectic artinya memilih secara bebas. Dalam hubungannya dengan
metode pengajaran bahasa, bebas di sini yang dimaksud adalah bebas untuk
menambah atau mengombinas/mencampur antara metode yang satu dengan
lainnya yang dianggap cocok dan diperkirakan dapat mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Itulah sebabnya Eclectic method
diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Indonesia Metode Campuran.