Anda di halaman 1dari 4

Sistem reproduksi merpati jantan

Analisis data

Pada pengamatan sistem reproduksi merpati jantan ditemukan sepasang testis yang
berwarna putih, berjumlah sepasang namun yang berkembang hanya bagian kiri sedangkan
yang kanan bentuuknya kecil dan hampir tidak terlihat, berbenntuk oval dan permukaannya
licin. Kemudian dilanjutkan dengan dilanjutkan oleh saluran epididimis yang panjang dan
berkelok-kelok serta jumalahnya sepasang yang terletak pada sisi dorsal testis dan menuju ke
ductus deferen yang bentuknya lurus dan jumlahnya sepasang dan menyilangi ureter dan
diteruskan ke vesicula seminalis berupa sepasang kantung yang dindinya berkelok-kelok dan
bermuara pada kloaka.

Berdasarkan hasil praktikum, ditemukan organ organ merpati masih kecil seperti
testis yang masih kecil sekali bentuknya , ductus deferens yang bentuknya lurus karena
merpati yang digunakan masih muda jadi organ-organnya masih belum terlihat jelas namun
jika setelah dewasa maka bentuk ductus deferens akan nampak berkelok-kelok seperti pada
burung merpati jantan dewasa umumnya dan organ-organnya pun juga jelas. Menurut
referensi yang kami dapatkan Pada merpati jantan alat reproduksinya terdiri atas sepasang
testis, pembuluh eferensia, saluran deferens, dan kloaka (Tenzer, 2003). Testis pada merpati
tidak memiliki kantung atau skrotumn yang terdapat didalam rongga tubuh tepatnya didaerah sekitar
ginjal. Testis pada merpati berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian
permukannya licin dan terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. tidak
memiliki ukuran yang sama besar dimana
testis sebelah kanan memiliki ukuran yang lebih kecil dari testiss
sebelah kiri. Pada testis ini melekat pembuluh-pembuluh eferensia yang berfungsi
menyalurkan sel sperma yang telah matang menuju kevasdeferens dan Dari vas deferens
selanjutnya akan dikeluarkan melalui kloaka (A, syarif. 2008). Pada burung- burung kecil,
duktus eferen bagian distal yang sangat panjang membentuk duktus aferen yang berdilatasi
membentuk duktus ampula yang bermuara dikloaka ssebagai duktus ejakulatori. Duktus
eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil dengan ureter ketika masuk kloka
(HASAN, 2010 ).
Daftar rujukan
A, sayrif hidayat. 2008. Sistem reproduksi.
(https://www.scribd.com/doc/111094670/Laporan-Perkembangan-Hewan-UNIT-II),
akses 17 September 2016

Hasan , Phika Ainnadiyah, dkk. 2010. PERBANDINGAN SISTEM REPRODUKSI


VERTEBRATA. Makassar: UNIVERSITAS HASANUDDIN.
Tenzer, Ami, et all. 2003. Struktur perkembangan hewan 1. Malang: Universitas Negeri
Malang
Analisis dan pembahasan mencit
Pada praktikum pengamatan sel reproduksi mencit betina ditemukan sepasang ginjal
berwarna merah dan berbentuk seperti kacang buncis, dan sepasang ovarium yang
bentuknya kecil , dan setelah ovarium terdapat tuba falopi yang di dalamnya terdapat
fimbriae yang berfungsi untk menangkap sel telur sebelum samapai ke oviduct. Dari
tuba fallopi di teruskan ke lumen uterus (oviduct ) yang bentuknya panjang dan berliku-
liku sebagai tempat pembuahan embrio,dan dilanjutkan pada corpus uterus yang
merupakan bagian pelebaran dari uterus, dan dilanjuttkan pada vagina atau mulut rahim
dan Vulva yang tepat berada di bawah vagina dan berhenti pada kelenjar klitoris yang
bentuknya kecil jumlahnya sepasang kanan dan kiri.

Menurut sumber referensi yang ada pada pengamatan reproduksi mencit betina
ditemukan sepasan ovarium yang terletak di sebelah kauda dari ginjal dan berupa
gelembung-gelembung yang terletak pada permukaan ovarium. Selanjutnya dilanjutkan
dengan uterus yang jumlahnya juga sepasang bentuknya berkelok-kelok dan merupakan
sambungan dari infudibulum yang merupakan pelebaran dari tuba falopi yang berbntuk
seperti corong dan letaknya di dekat varium , pada bagian tepi dari infudibullum terdapat
rumbai-rumbai yag disebut fimbriae yang berfungsi untuk menangkan sel telur dari
ovarium dan diteruskan ke oviduct, selanjutnya tuba yang jumlahnya sepasang dan
berkelok-kelok merupakan lanjutan dari infudibulum dan uterus pada mencit dindingnya
tebal sebagai tepat melekatnya embrio pada dinding uterus, dan pada organ luar
ditemukan vagina yang jumlahny hnya satu dan akan bermuara keluar yng dilanjutkn
pada vulva yang berupa celah antara kedua labium majus, dan pada labium majus
berjumlah sepasang dibagian kana dan kiri serta membatasi celah yang disebut vulva,
dan dilanjutkn pada labium minus yang letaknya di seblah dalam labius minus, dan
berakhir pada clitoris yang merupakan suatu alat kecil yang terdiri atas beberapa bagian
diantaranya corpus cavernosus clitolris, corpus spongiosum clitoris, praeputium, dan
gland clitoridis (soewason, 1981)

Daftar rujukan

Soewason, R. 1981. Diktat Asistensi Praktikum Zoolog/Anatomia Comprativa. Malang:


Universitas Negeri Malang