Anda di halaman 1dari 1

ASTM D2500

Standar Metode Uji Cloud Point pada Produk Petroleum

1. Scope
1.1.Metode uji ini hanya mengcover produk petroleum dan biodiesel fuel yang
transparent pada ketebalan lapisan 40 mm dan dengan cloud point dibawah
49oC.
Note 1 :
Interlaboratory program mencakup produk petroleum dengan metode uji warna
D1500 dari 3,5 dan dibawahnya. Presisi yang dinyatakan dalam metode uji ini
tidak dapat diterapkan pada sampel yang memiliki ASTM warna lebih tinggi
dari 3,5.
1.2.Nilai dinyatakan salam satuan SI telah menjadi standar. Tidak ada satuan
pengukuran lain yang dinyatakan pada standar ini.
1.3.WARNING Mercury telah ditetapkan oleh banyak agency regulatory sebagai
bahan berbahaya yang dapat menyebabkan gangguansistem syaraf pusat,
ginjal dan kerusakan hati. Mercury atu uapnya, kemungkinan berbahaya
untuk kesehatan dan sangat korosif untuk material. Cautions tersebut harus
dilakukan saat dilakukan mercury handling dan pada produk yang
mengandung mercury. Lihat keberlakuan produk pada MSDS untuk lebih
jelas dan website EPA http://www.epa.gov/mercury/faq.htm - untuk informasi
tambahan. Pengguna harus

1.3 WARNINGMercury has been designated by many


regulatory agencies as a hazardous material that can cause
central nervous system, kidney and liver damage. Mercury, or
its vapor, may be hazardous to health and corrosive to
materials. Caution should be taken when handling mercury and
mercury containing products. See the applicable product Material
Safety Data Sheet (MSDS) for details and EPAs
websitehttp://www.epa.gov/mercury/faq.htmfor additional
information. Users should be aware that selling mercury
and/or mercury containing products into your state or country
may be prohibited by law.
1.4 This standard does not purport to address all of the
safety concerns, if any, associated with its use. It is the
responsibility of the user of this standard to establish appropriate
safety and health practices and determine the applicability
of regulatory limitations prior to use. For specific hazard
statements, see Section 7.
2. Referenced Documents