Anda di halaman 1dari 6

RESUME

BATUAN BEKU 1

A. Pengertian Batuan Beku


Batuan beku adalah batuan yang terbentuk langsung dari magma yang
membeku/mendingin dan mengeras atau kristalisasi. Batuan beku, dapat
terbentuk diatas permukaan bumi atau yang disebut batuan beku ekstrusif,
maupun yang terbentuk di bawah permukaan bumi atau yang disebut batuan
beku intrusif. Magma sendiri berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan
yang sudah ada, yang ada di mantel bumi atau kerak bumi.

B. Genesa Batuan Beku


Batuan beku terbentuk akibat proses kristalisasi magma. Magma yang
bersifat mobile yang cenderung untuk bergerak mencari tekanan dan temperatur
yang lebih rendah bergerak menuju permukaan melewati celah celah batuan
yang dibantu oleh zat folatil yang dimiliki magma. Saat mendapat suhu dan
tekanan yang pas, maka magma akan mulai membeku dan membentuk mineral
mineral yang bersifat silikat yang kemudian mineral mineral tersebut akan
terakumulasi dan menjadi batuan beku. Magma sendiri muncul ke permukaan
atau biasa disebut dengan intrusi juga diakibatkan arus konveksi yang terjadi
akibat pergerakan magma di dalam permukaan bumi.

Sumber : Bagus,2011
Gambar 1
Intrusi magma
Berdasarkan genesa nya, batuan beku dibagi menjadi 2:
1. Batuan beku intrusif
Batuan beku intrusif merupakan batuan beku yang terbentuk akibat
proses kristalisasi magma yang terjadi di dalam permukaan bumi. Batuan ini juga
sering dikenal sebagai batuan beku dalam atau batuab beku plutonik. Batuan
beku intrusif memiliki ciri khas dimilikinya mineral mineral yang kasar, yang
memiliki bentuk kristal sempurna. Mineral mineral tersebut memiliki tekstur yang
kasar karena proses pembekuan magma yang berlangsung sangat lama,
sehingga kristal yang terbentuk memiliki bentuk yang sempurna.
Beberapa contoh dari batuan beku intrusif seperti batu granit, batu diorit,
batu gabro, dan batu peridotit.

Sumber : anonim,2011
Foto 1
Batu gabbro

2. Batuan beku ekstrusif


Batuan beku ekstrusif merupakan batuan beku yang terbentuk akibat
proses pembentukan magma yang terjadi di luar permukaan bumi. Batuan beku
ini memiliki ciri khas yaitu terdapat mineral mineral halus, yang memilliki bentuk
kristal yang tidak sempurna. Mineral tersebut memiliki tekstru yang halus karena
proses pembekuan yang berlangsung secara cepat, hal ini diakibatkan
drastisnya penurunan suhu dan tekanan yang terjadi pada saat proseds
pembentukan.
Beberapa contoh dari batuan beku ekstrusif seperti riolit, andesit, dan
basalt.
Sumber : Aulizar,2010
Foto 2
Batu riolit

C. Mineral Penyusun Batuan Beku


Batuan adalah sebuah padatan yang tersusun atas kumpulan beberapa
mineral. Mineral mineral pembentuk batuan beku merupakan mineral primer
yang termasuk kedalam kelompok silikat. Mineral mineral tersebut tersusun
dalam sebuah deret yang biasa disebut dengan seri bowen. Mineral mineral
tersebut dikelompokan berdasarkan tingkat keasaman yang dimiliki tiap tiap
mineral. Terdapat mineral ultra basa, basa, menengah, dan asam.

Sumber : rio,2012
Gambar 2
Seri bowen

Berdasarkan serie bowen diatas, terdapat dua buah deret mineral, yang
pertama adalah deret continous yang terdidri dari mineral mineral yang
penamaanya berdasarkan kandungan Ca dan Na yang dimiliki seperti anortit,
bitownit, labradorit, andesin, oligoklas, dan albit. Deret ini pembentukannya
secara berurutan.
Yang kedua adalah deret uncontinous, deret ini pembentukan mineralnya
tidak selalu berurutan.
Mineral deret ini adalah olivin, piroxen, amphibole, biotit, ortoklas,
muskovit, dan kuarsa.Mineral mineral penyusun batuan beku memiliki tingkat
keasaman nya masing masing, dimulai dari mineral ultra basa yang terdiri dari
olivin, anortit, dan bitownit.

Sumber : yusuf,2014
Foto 3
Batuan ultra basa (Peridotit)

Yang kedua adalah mineral yang bersifat basa yang terdiri dari piroxen,
amphibole dan labradorit.

sumber : anonim, 2012


Foto 4
Batuan beku basa (Basalt)

Yang ketiga adalah mineral yang bersifat menengah yang terdiri dari
mineral biotit, andesin dan oligoklas
Sumber : anonim, 2015
Foto 5
Batuan beku menengah (Andesit)

Yang terakhir adalah mineral yang bersifat asam yang terdiri dari mineral
ortoklas, muskovit, dan kuarsa.

Sumber : anonim,2011
Foto 6
Batuan beku asam (granit)

KESIMPULAN

Batuan beku adalah benda padat yang terbentuk akibat membekunya


magma sehingga menghasilkan mineral mineral yang tersusun menjadi satu
satuan yang membentuk batuan. Magma yang membeku akibat penurunan suhu
serta tekanan yang terjadi ketika magma menerobos rekahan rekahan batuan
yan diakibatkan oleh sifat dari magama itu sendiri yaitu mobile.
Batuan beku dapat diklasifikasikan berdasarkan genesa atau
keterbentukannya, yang pertama adalah batuan beku intrusif. Batuan beku ini
terbentuk didalam permukaan bumi yang memiliki mineral pembentuk bertekstur
kasar dan bentuk kristal yang sempurna. Yang kedua adalah batuan beku
ekstrusif. Batuan beku ini terbentuk di permukaan bumi sehingga mineral mineral
yang dimilikinya bersifat halus.
Selain berdasarkan genesa, batuan beku dapat dikelompokan
berdasarkan tingkat keasaaman yang dimiliki oleh mineral mineral penyusunnya.
Pertama batuan beku ultra basa seperti peridotit, batuan beku basa seperti
basalt dan gabbro, batuan beku menengah seperti andesit dan diorit, serta
batuan beku asam seperti granit dan riolit.

DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 2012. genesa batuan beku pustakatambang.blogspot.co.id.


diakses pada tangal 30 oktober 2016 pukul 21.10

2. Rio,. 21012. bowen reaction series rio-rio1210.blogspot.com. diakses


pada tanggal 30 oktober 2016 pukul 21.10

3. Saepullah, ahmad. 2010. batuan beku medlinkup.wordpress.com.


diakses pada tanggal 30 oktober 2106 pukul 21.10