Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Berbangsa dan bernegara merupakan suatu konsep atau istilah yang
menunjukkan seseorang individu terkait dan menjadi bagian dari suatu
bangsa dan negara tertentu. Kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia
mempunyai makna, bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah
dan naungan di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus
mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh dari kemauan diri yang
dilandasi keikhlasan atau kerelaan bertindak dan berkorban demi kebaikan
bangsa dan negara.
Berbagai peristiwa di tanah air yang terjadi di negeri kita, dapat kita
saksikan di media massa, bagaimana tingkah laku para wakil rakyat, pelajar,
mahasiswa dan juga kelompok masyarakat yang menunjukan tanda- tanda
bahwa mereka masih kurang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara.
Hal ini yang perlu mendapatkan perhatian bagi kita semua, bahwa
kesadaran berbangsa dan bernegara sangat diperlukan. Oleh karena itu,
untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara di masyarakat
adalah dengan mengembangkan nilai-nilai Pancasila dan kepekaan sosial.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengertian pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara
dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik?
2. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran berbangsa dan
bernegara dalam konteks sejarah dan geoplitik?
3. Bagaimana perilaku tentang pentingnya kesadaran berbangsa dan
bernegara dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik?

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui pentingnya kesadran berbangsa dan bernegara dilihat
dari konteks sejarah dan geopolitik.
Untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung yang
mempengaruhi kesadaran berbangsa dan bernegara
Untuk mengetahui perilaku tentang pentingnya kesadaran berbangsa dan
bernegara dilihat dari konteks sejarah dan geopolitik.

1
1.4 Manfaat
1. Sebagai sumber bacaan dan tambahan bagi semua pihak yang ingin
mengetahui Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam
Konteks Sejarah dan Geopolitik Indonesia
2. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang Pentingnya Kesadaran
Berbangsa dan Bernegara dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik
Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam


Konteks Sejarah dan Geopolitik Indonesia

2
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan hal penting dalam
upaya menjaga keutuhan bangsa. Kurangnya rasa kesadaran berbangsa dan
bernegara dapat menimbulkan perilaku perilaku yang memicu
perpecahan.
Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia mempunyai makna
bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah
Negara Kesatuan RI harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh
dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi
kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda
merupakan hal penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena
pemuda merupakan penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari
perjalan panjang bangsa ini. Kesadaran berbangsa dan bernegara ini jangan
ditafsir hanya berlaku pada pemerintah saja, tetapi harus lebih luas
memandangnya, sehingga dalam implementasinya, pemuda lebih kreatif
menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupannya
tanpa menghilangkan hakekat kesadaran berbangsa dan bernegara itu
sendiri.
Kesadaran berbangsa dan bernegara memiliki arti sikap yang
mencerminkan pemahaman seseorang terhadap peran dan tanggung
jawabnya untuk mewujudkan kebaikan bersama tanpa membeda bedakan
suku, agama, ras dan golongan dalam sebuah wadah yang disebut bangsa
dan negara.
A. Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dilihat dari
Konteks Sejarah Indonesia
Sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia dimulai sejak
zaman kerajaan sampai dengan perjuangan mencapai kemerdekaan, baik
melalui cara diplomatis maupun peperangan. Indonesia sebagai bangsa
yang besar dan memiliki kekayaan yang berlimpah harus mempunyai
kesadaran untuk mengelola kekayaan tersebut, dan mempunyai
kesadaran untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara dari ancaman,
tantangan, gangguan, dan hambatan
Mempertahankan kemerdekaan oleh tokoh-tokoh bangsa Indonesia
banyak berlandaskan dengan kesadaran bernegara. Jelas dalam sejarah

3
diceritakan bahwa para tokoh-tokoh bangsa dalam merumuskan dasar
negara dan lain sebagainya didasari dengan kesadaran bernegara yang
tinggi. Jika tidak, kemerdekaan tidak akan terwujud. Sebagai generasi
penerus perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Banyak sekali cara
untuk Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Sebagai seorang yang
memiliki jiwa nasionalisme tinggi, kita hendaknya menghargai jasa para
pahlawan dan ikut serta mempertahankan kemerdekaan indonesia.
B. Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dilihat dari
Konteks Geopolitik Indonesia
Geopolitik adalah sistem politik dalam wujud kebijaksanaan
nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik suatu negara,
yang apabila dilaksanakan akan berdamapak langsung kepada sistem
politik negara.
Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dari aspek geografis
dari aspek geografis dalam membentuk kebijakan nasional sehingga
prinsip geopolitik menjadi dasar perkembangan wawasan nasional.
Wawasan nusantara dibangun atas dasar geopolitik bangsa Indonesia
yang dikaitkan dengan poltik kekuasaan.
Salah satu kepentingan nasional dalam konsep Wawasan Nusantara
adalah mewujudkan tujuan nasional yang diamanatkan dalam
pembukaan UUD 1945. Sehingga hakikat wawasan nusantara adalah
keutuhan bangsa dan kesatuan wilayah nasional.

Makna dari kesadaran berbangsa dan bernegara dalam kontek sejarah dan
geopolitik adalah
1. Bangsa Indonesia pernah mengalami kehidupan dalam kehidupan
sebagai bangsa terjajah dan terpecah
2. Bangsa Indonesia pernah dijajah Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda
Dan Jepang selama 350 tahun. Selama itu pula rakyat mengalami
penderitaan kebodohan, kemidkinan dan kesengsaraan. Namun karena
adanya rasa persatuan dan kesatuan Indonesia mampu menghadapi
penjajah secara bersama-sama hingga Indonesia merdeka pada 17
Agustus 1945. Hal itu karena rakyat mempunyai kesadaran berbangsa
dan bernegara

4
3. Pada saat merdeka, wilayah RI terpisah dengan Irian Barat hingga
akhirnya bisa direbut kembali dari Belanda.
4. Perkembangan semangat kebangsaan Indonesia digolongkan 3 zaman:
a. Zaman perintis (1908) ditandai dengan pergerakan nasional Budi
Utomo,
b. Zaman penegas (1928) ditandai dengan Sumpah pemuda
c. Zaman pendobrak (1945) dengan proklamsi kemerdekaan Indonesia.

2.2 Faktor Faktor Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam konteks


sejarah dan Geopolitik
A. Faktor penghambat :
1. Faktor Dalam Negeri, dinamika kehidupan masyarakat Indonesia
yang terdiri dari masyarakat majemuk dengan berbagai suku bangsa,
agama, adat dan kebudayaan yang disertai dengan rasa,
primordialisme yang tinggi.
2. Faktor luar negeri, dinamika kehidupan bangsa lain dengan budaya
dan simbol simbolnya sering kali lebih dibanggakan daripada
bangga terhadap budaya bangsa sendiri. Hal ini berakibat pada
menurunnya rasa penghormatan terhadap nilai nilai budaya bangsa
sendiri.
3. Rasa malu berbangsa dan bernegara Indonesia
4. Merosotnya tingkat keamanan di Indonesia.
5. Ketidak tegasan hukum yang berlaku
B. Faktor pendorong
1. Tingkat keamanahan seorang pejabat
2. Pemerataan kesejahteraan setiap daerah
3. Keadilan memberikan hak dan kewajiban semua rakyat
4. Kepercayaan kepada wakil rakyat atau pemerintah
5. Tegasnya hukum dan aturan pemerintah
6. Rasa memiliki dan bangga berbangsa Indonesia
7. Menyadari bahwa berbangsa dan bernegara yang satu
8. Mengetahui lebih banyak nilai positif dan kekayaan bangsa

2.3 Perilaku Tentang Pentingnya Kesadaran Berbangsa dan Bernegara


Dalam Konteks Sejarah dan Geopolitik Indonesia
A. Perilaku Kesadaran Berbangsa dan Bernegara yaitu:
1. Perilaku kebangsaan dalam keberagaman ras dan suku diIndonesia.
2. Perilaku kebangsaan dalam keberagaman agama
3. Perilaku kebangsaan dan keberagaman sosial budaya
4. Perilaku kebangsaan dan perbedaab gender

5
Jika Indonesia tidak memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara maka
akan :
1. Memiliki perlakuan yang menyimpang dari norma-norma umum di
masyarakat.
2. Keutuhan bangsa dan negara akan terpecah belah.
3. Menyalah gunakan kekuasaan.
4. Melakukan tindakan kejahatan dll.

B. Bentuk-Bentuk Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Dalam Konteks


Sejarah dan Geopolitik Indonesia
1. Cinta Tanah Air
Negeri yang luas dan kaya akan sumber daya ini perlu kita
cintai. Kesadaran bela negara yang ada pada setiap masyarakat
didasarkan pada kecintaan kita kepada tanah air kita. Kita dapat
mewujudkan itu semua dengan cara kita mengetahui sejarah negara
kita sendiri, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga
lingkungan kita dan pastinya menjaga nama baik negara kita.
2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan sikap kita yang
harus sesuai dengan kepribadian bangsa yang selalu dikaitkan dengan
cita-cita dan tujuan hidup bangsanya. Kita dapat mewujudkannya
dengan cara mencegah perkelahian antar perorangan atau antar
kelompok dan menjadi anak bangsa yang berprestasi baik di tingkat
nasional maupun internasional.
3. Mengamalkan Pancasila
Ideologi kita warisan dan hasil perjuangan para pahlawan
sungguh luar biasa, pancasila bukan hanya sekedar teoritis dan
normatif saja tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kita
tahu bahwa Pancasila adalah alat pemersatu keberagaman yang ada di
Indonesia yang memiliki beragam budaya, agama, etnis, dan lain-lain.
Nilai-nilai pancasila inilah yang dapat mematahkan setiap ancaman,
tantangan, dan hambatan.
4. Rela berkorban untuk Bangsa dan Negara
Dalam wujud bela negara tentu saja kita harus rela berkorban
untuk bangsa dan negara. Contoh nyatanya seperti sekarang ini yaitu
perhelatan seagames. Para atlet bekerja keras untuk bisa
mengharumkan nama negaranya walaupun mereka harus merelakan

6
untuk mengorbankan waktunya untuk bekerja sebagaimana kita
ketahui bahwa para atlet bukan hanya menjadi seorang atlet saja,
mereka juga memiliki pekerjaan lain. Begitupun supporter yang rela
berlama-lama menghabiskan waktunya antri hanya untuk
mendapatkan tiket demi mendukung langsung para atlet yang berlaga
demi mengharumkan nama bangsa.
5. Memiliki Kemampuan Bela Negara
Kemampuan bela negara itu sendiri dapat diwujudkan dengan
tetap menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani
profesi masing-masing.
Kesadaran bela negara dapat diwujudkan dengan cara ikut
dalam mengamankan lingkungan sekitar seperti menjadi bagian dari
siskamling, membantu korban bencana sebagaimana kita ketahui
bahwa Indonesia sering sekali mengalami bencana alam, menjaga
kebersihan minimal kebersihan tempat tinggal kita sendiri, mencegah
bahaya narkoba yang merupakan musuh besar bagi generasi penerus
bangsa, mencegah perkelahian antar perorangan atau antar kelompok
karena di Indonesia sering sekali terjadi perkelahian yang justru
dilakukan oleh para pemuda.
Cinta produksi dalam negeri agar Indonesia tidak terus menerus
mengimpor barang dari luar negeri, melestarikan budaya Indonesia
dan tampil sebagai anak bangsa yang berprestasi baik pada tingkat
nasional maupun internasional.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesadaran Berbangsa dan Bernegara Indonesia mempunyai makna
bahwa individu yang hidup dan terikat dalam kaidah dan naungan di bawah
Negara Kesatuan RI harus mempunyai sikap dan perilaku diri yang tumbuh
dari kemauan diri yang dilandasasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi
kebaikan Bangsa dan Negara Indonesia.
Membangun Kesadaran Berbangsa dan Bernegara kepada pemuda
merupakan hal penting yang tidak dapat dilupakan oleh bangsa ini, karena
pemuda merupakan penerus bangsa yang tidak dapat dipisahkan dari
perjalan panjang bangsa ini. Kesadaran berbangsa dan bernegara ini jangan
ditafsir hanya berlaku pada pemerintah saja, tetapi harus lebih luas
memandangnya, sehingga dalam implementasinya, pemuda lebih kreatif
menerapkan arti sadar berbangsa dan bernegara ini dalam kehidupannya
tanpa menghilangkan hakekat kesadaran berbangsa dan bernegara itu
sendiri.
Kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan hal penting dalam
upaya menjaga keutuhan bangsa. Jika Indonesia tidak memiliki kesadaran
berbangsa dan bernegara maka Negara akan banyak mengalami masalah
seperti penyimpangan norma-norma di masyarakat, banyak tindakan
kejahatan, bahkan dapat memicu perpecahan
3.2 Saran
Sebagai rakyat Indonesia kita harus selalu menjaga persatuan dan
kesatuan di Negara Indonesia. Kita harus bisa menghargai jasa para
pahlawan sehingga Negara Indonesia yang awalnya dijajah sekarang bisa
merdeka. Dengan kesadaran berbangsa dan bernegara kita bisa
mewujudkan persatuan dan kesatuan tersebut agar Indonesia selalu aman,
tentram, dan damai.

DAFTAR PUSTAKA

8
1. http://kumpulan-kumpulan-makalah.blogspot.co.id/2016/03/makalah-
pentingnya-kesadaran-berbangsa.html

2. http://mycikpust.blogspot.co.id/2015/08/v-
behaviorurldefaultvmlo.html

3. http://firaa16.blogspot.co.id/2016/06/anggotakelompok-6-aildelsyah-fani.html