Anda di halaman 1dari 23

A.

Judul Percobaan :Pembuatan Garam Kompleks dan Garam


Rangkap
B. Mulai Percobaan : Selasa/ 24 Maret 2015, Pukul 07.00
C. Selesai Percobaan : Selasa/ 24 Maret 2015, Pukul 09.30
D.Tujuan Percobaan :
Membuat dan mempelajari sifat-sifat garam rangkap kupri
ammonium sulfat dan garam kompleks tembaga (II) sulfat
monohidrat

E. Dasar Teori
Suatu garam yang terbentuk lewat kristalisasi dari
larutan campuran sejumlahekivalen dua atau lebih garam
tertentu disebut garam rangkap. Sedangkan garam-garam
yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai
senyawa koordinasi ataugaram kompleks, misalnya
heksammin kobalt(III) klorida Co(NH3)6Cl3 dan kalium
heksasianoferat(III) K3Fe(CN)6. Bila suatu kompleks
dilarutkan, akan terjadi pengionan atau disosiasi, sehingga
akhirnya terbentuk kesetimbangan antara kompleks yang
tersisa (tidak berdisosiasi).
Beberapa garam dapat mengkristal dari larutannya
dengan mengikat sejumlah molekul air sebagai hidrat.
Contoh: CuSO4,5H2O, FeSO4.7H2O dan Al2(SO4)3.9H2O. Bentuk
struktur dalam kristal terdiri atas kation terhidrat dan anion
terhidrat, seperti Cu(H2O)42+ dan SO4(H2O)2- dalam
CuSO4,5H2O. Selain itu banyak dijumpai ion logam transisi
dengan molekul atau ion ynag terikat lebih kuat daripada
molekul air. Contohnya, Co(NH3)63+ dan Fe(CN)63-.
Garam-garam yang mengandung ion-ion kompleks
misalnya Heksaaminkobalt (II) klorida, Co(NH3)6Cl3 dan
Kaliumheksaaminferat(III), K3Fe(CN)5. Garam rangkap adalah
garam kristalin ynag mempunyai dua anion atau kation yang
berbeda. Pembentukan garam rangkap terjadi apabila dua
garam mengkristal bersama-sama dalam perbandingan

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 1


tertentu. Garam rangkap memiliki struktur sendiri dan tidak
harus sama dengan struktur garam komponennya, misalnya
garam alumina KAl(SO4)2.12H2O dan Ferroaluminiumsulfat
Fe(NH3)2(SO4).6H2O. Garam rangkap dalam larutan akan
terionisasi menjadi ion-ion komponennya (biasanya
terhidrat).Garam rangkap dan garam kompleks yang dibuat
dalam pelarut air dan terionisasi menjadi ion-ion yang tidak
sama persis jenisnya sehingga kedua jenis garam tersebut
mempunyai sifat yang berbeda, misalnya kelarutannya,
warna larutan, dan daya hantar listrik.
Tembaga membentuk senyawa dengan tingkat oksidasi
+1 dan +2 namunhanya tembaga (II) yang stabil dan
mendominasi dalam larutan air. Dalam larutan airhampir
semua garam tembaga (II) berwarna biru yang karakteristik
dari warna ion kompleks koordinasi 6, [Cu(H2O)6]2-.
Kekecualian yang terkenal yaitu tembaga (II) klorida yang
berwarna kehijauan oleh karena ion kompleks [CuCl4]2- yang
mempunyai bangun geometri dasar tetrahedral atau bujur
sangkar bergantung padakation pasangannya. Dalam
larutan encer ia menjadi berwarna biru oleh
karenapendesakan ligan Cl- dan ligan H2O. Oleh karena itu,
jika warna hijau ingin dipertahankan, ke dalam larutan pekat
CuCl2 dalam air ditambahkan ion senama Cl dengan
penambahan padatan NaCl atau HCl pekat atau gas.
[CuCl4]2-(aq) + 6H2O (l) [Cu(H2O)6]2-(aq) + 4Cl-(aq)
Jika larutan amonia ditambahkan ke dalam larutan ion
Cu2+, larutan biruberubah menjadi biru tua karena terjadinya
pendesakan ligan air oleh ligan ammonia menurut reaksi:
[Cu(H2O)6]2+(aq) + 5 NH2 (aq) [Cu(NH3)4]2+ + 5H2O
biru tua
Reaksi antara ion Cu2+ dengan OH- pada berbagai
konsentrasi bergantung padametodenya. Penambahan ion

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 2


hidroksida kke dalam larutan tembaga (II) sulfat (0,1 0,5),
secara bertetes dengan kecepatan 1 mL/menit
mengakibatkan terjadinya endapan gelatin biru muda
tembaga (II) hidroksi sulfat, [CuSO4nCu(OH)]2 bukan
Cu(OH)2.
Reaksi pengendapan terjadi sempurna pada pH= 8 dan
nilai n berpariasi bergantung pada temperatur reaksi dan
laju penambahan reaktan, sebagai contoh denngab laju
penambahan reaksi -1 ml/menit, reaksi tersebut
menghasilkan CuSO4 3Cu(OH)2jika reaksi berlangsung pada
20oC dan CuSO4 4Cu(OH)2 pada 24oC. (Sugiyarto, 2003: 17,6-
17,7).
Tembaga tidak melimbah (55 ppm) namun terdistribusi
secara luas sebagai logam, dalam sulfida, arsenida, dan
karbonat. Mineral yang paling umum adalah chalcopirite
CuFeS2. Tembaga diekstraksi dengan pemanggangan dan
peleburan oksidatif, atau dengan pencucian dengan bantuan
mikroba,yang diikuti oleh elektro deposisi dari larutan sulfat.
Tembaga digunakan dalam aliasi seperti kuningan dan
bercampur sempurna dengan emas. Ia sangat lambat
teroksidasi, superfisial dan uap udara, kadang-kadang
menghasilkan lapisan hijau hidrokso karbonat dan hidrokso
sulfat (dari SO2dalam atmosfer). Logam tembaga merupakan
logam merah muda yang lunak,dapat ditampa dan liat,
tembaga dapat melebur pada suhu 1038oC karena potensial
elektrodanya positif (+0,34 V) utuk pasangan Cu/Cu 2+
tembaga tidak larut dalam asam klorida dan asam encer,
meskipun dengan adanya oksigen tembaga bisa larut.
Kebanyakan senyawa Cu (I) sangat mudah teroksida
menjadi Cu (II). Namun oksidasi selanjutnya menjadi Cu(II)
adalah sulit. Terdapat kimiawi larutan Cu2+ yang dikenal baik
dan sejumlah besar garam sebagai anion didapatkan banyak

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 3


diantaranya larut dalam air, menambah perbendaharaan
kompleks sulfat biru, CuSO4. 5H2O yang paling dikenal.
Garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal
sebagai senyawa koordinasi atau garam kompleks, misalnya
neksamin cobalt (III) klorida, CO(NH 4)6Cl3 dan kalium
heksasianoferrat (III), K3Fe(CN)6. Garam kompleks berbeda
dengan garam rangkap, garam rangkap dibentuk apabila
dua garam mengkristal bersama-sama dalam perbandingan
molekul tertentu.
Garam-garam itu memiliki instruktur sendiri dan tidak
harus sama dengan instruktur garam komponennya. Dua
contoh garam rangkap yang bisa dijumpai adalah garam
alumina, (SO4)2.12H2O dan farroamonium sulfat,
Fe(NH4)2(SO4).6H2O. Garam rangkap dalam larutan akan
terionisasi menjadi ion-ion komponennya (biasanya
terhidrat) (Amaria, 2015)
Pembuatan dari kompleks-kompleks logam biasanya
dilakukan dengan mereaksikan garam-garam dengan
molekul-molekul arau ion-ion tertentu. Penelitian-penelitian
pertama selalu memakai amoniak dan tat yang terjadi
disebut logammine.
Kemudian ternyata, bahwa anion-anion seperti CN -,
NO2-, NCS-. Dan Cl-juga membentuk kompleks dengan
logam-logam.
Senyawa yang mengandung ion kompleks (dapat
berupa kation kompleks atau anion kompleks 1. Senyawa
tersusun dari ion kompleks atau kation kompleks, dan ion
atau kation kompleks biasa disebut dengan senyawa
kompleks (senyawa koordinasi) atau garam kompleks. Ion
kompleks terdiri dari atom pusat (atom logam) dan ligan
yang terikat pada atom pusat melalui ikatan koordinasi,
sedangkan garam rangkap merupakan bila semua gugus H

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 4


dari asam digantikan oleh ion logam tak senama, atau
semua gugus OH dari basa digantikan oleh ion sisa asam
tak senama (Mulyono, 2005).
Kristalisasi adalah cara untuk memurnikan padatan
yang masih kotor sebagai pelarut umumnya air, prinsip yang
digunakan zat yang larutdalam air panas kelarutannya lebih
besar daripada dalam air dingin.
Ada 4 macam proses kristalisasi, yaitu:
1. Kristalisasi dengan Pendinginan
Berlaku untuk zat yang memiliki perubahan daya larut
besar terhadap perubahan suhu.
2. Kristalisasi dengan Penguapan
Berlaku untuk larutan yang mempunyai perubahan
daya larut kecil terhadap perubahan suhu sehingga bila
temperature diubah relative besar maka kristal yang
akan terbentuk sedikit.
3. Kristalisasi Adiabatis
Merupakan gabungan dari a dan b. Metode ini sering
disebut metode vakum. Maksud dari pendinginan
adalah memperkecil daya larut. Sedangkan penguapan
bertujuan membuat tekanan total dan permukaan lebih
kecil dari tekanan uappada suhu tersebut, sehingga
perubahan keadaan ini secara adiabatis karena
pendinginan terjadi karena penguapan sistem itu
sendiri.
4. Kristalisasi dengan Salting Out
Pengeluaran garam dari larutan dengan penambahan
zat baru ke dalam laruatn dengan tujuan menurunkan
daya larut solvent terhadap solute, diusahakan dalam
keadaan suhu dan tekanan tetap, daya larut
solventterhadap solute akan turun sehingga elepaskan
zat baru yang memiliki daya larut lebih besar dalam
pelarut daripada solute awal.
(Cahyono, 1991)

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 5


F. Rancangan Percobaan
1. Alat dan Bahan
a. Alat
- Tabung reaksi besar 2
- Tabung reaksi kecil 4
- Rak tabung reaksi 1
- Gelas ukur 500 mL 1
- Gelas ukur 10 mL 1
- Gelas kimia 100 mL 1
- Kaca arloji 2
- Pompa vakum 1
- Kompor listrik 1
- Spkektrofotometer 1 set

b. Bahan
- Kristal kupri sulfat pentahidrat
- Kristal amonium sulfat
- Etanol
- Larutan amonia pekat
- HCl
- NaOH

2. Prosedur Percobaan
a. Pembuatan garam rangkap Cu(NH4)2SO4

1,2475 g CuSO4 + 0,66 g (NH4)2SO4

Dilarutkan dengan 5 mL aquades dalam gelas kimia 100 mL


Dipanaskan perlahan sampai semua garam larut sempurna.
Didinginkan pada suhu kamar
Diletakkan dalam waterbath

Kristal
Di dekantasi
Dikeringkan pada suhu 50 sampai berat konstan
Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 6
Dihitung %hasil

% hasil
b. Pembuatan garam kompleks Cu(NH3)4SO4 . 5H2O

2 mL amonia pekat

Diencerkan dengan 2 mL aquades ke dalam gelas kimia


Ditambah 1,2475 g CuSO4 . 5H2O
Diaduk sampai larut

Larutan biru
Ditambah 4 mL etanol perlahan melalui dinding gelas kimia(jangan diaduk)/digoyang
Ditutup dengan kaca arloji
Dibiarkan 30 menit
Diaduk perlahan-lahan untuk mengendapkan secara sempurna
Dipisahkan kristal dengan dekantasi

Kristal

Dipindahkan ke kertas saring


Dicuci dengan 3-5 mL campuran NH3 pekat + etanol engan perbandingan yang sam
Dicuci lagi dengan etanol 5 mL dan disaring
Di masukkan dalam oven 60 sampai berat konstan
c. Perbandingan beberapa sifat garam rangkap dan
kompleks
Kristal garam komplek

Dimasukkan dalam tabung reaksi


Larutan
Ditambah biruaquades
4 mL

Larutan kristal garam komplek

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 7


Kristal garam rangkap

Dimasukkan dalam tabung reaksi


Ditambah 4 mL aquades

Larutan kristal garam rangkap

I mL larutan garam rangkap

Dimasukkan dalam 3 tabung reaksi

Ditambah 2 mL aquades
Ditambah Ditambah
2 mL 2 NaOH encer
HCl encer

I Warna
mL larutanWarna Warna
garam rangkap

Dipanaskan
Dicatat perubahan warna yang terjadi

Gas

Diuji dengan kertas lakmus


Diuji dengan
yang sudah
spatula
dibasahi
yang telah dicelupkan HCl

Hasil Hasil

I mL larutan garam komplek

Dimasukkan dalam 3 tabung reaksi

Ditambah 2 mL aquades
Ditambah Ditambah
2 mL 2 NaOH encer
HCl encer

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 8

Warna Warna Warna


d. Data Pengamatan

I mL larutan garam komplek

Dipanaskan
Dicatat perubahan warna yang terjadi

Gas

Diuji dengan kertas lakmus


Diuji dengan
yang sudah
spatula
dibasahi
yang telah dicelupkan HCl

Hasil Hasil

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 9


Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan Dugaan/reaksi Ke
Pembuatan garam rangkap Sebelum CuSO4 . 5H2O (s) -
1,2475 g CuSO4 + 0,66 g (NH4)2SO4 - Serbuk CuSO4 . 5H2O =
Cu(NH 4)2SO4 +
serbuk biru, 1,2525g
(NH
- (NH4)2SO4 = butiran
Dilarutkan dengan 5 mL aquades dalam gelas kimia 100 mL 4)2S
putih 0,6640g
Dipanaskan perlahan sampai semua garam larut sempurna.
- Aquades= tidak O4
Didinginkan pada suhu kamar
Diletakkan dalam waterbath berwarna (s)
Sesudah +
- Serbuk CuSO4 . 5H2O + H2O
Kristal aquades= garam (l)
Di dekantasi belum larut sempurna
Dikeringkan pada suhu 50 sampai berat konstan
- Setelah dipanaskan,
CuS
Dihitung %hasil garam larut sempurna
O4
- Setelah dilarutkan dalam
% hasil (NH
waterbath (air es)=
)S
4 2
terbentuk kristal
O4 .
berwarna biru muda
- Setelah di dekantasi= 6H2
didapat residu berupa O
kristal berwarna biru (s)
muda, filtrat berupa Kristal biru muda
larutan berwarna biru
muda
m1= 1,0301g -
m2= 1,0254g
m3= 1,0251g

2 mL amonia pekat

Diencerkan dengan 2 mL aquades ke dalam gelas kimia


Ditambah 1,2475 g CuSO4 . 5H2O
II mL
mL larutan
larutan garam
garam rangkap
komplek
Diaduk sampai larut
Dipanaskan
Dipanaskan
Kristal
Dicatat
Dicatat
Larutan biru perubahan
perubahanwarnawarnayang
yangterjadi
terjadi
ke kertas saring
mL etanolIperlahan
ImL
mLlarutan
larutan garam
garam komplek
rangkap
melalui dinding gelas kimia(jangan diaduk)/digoyang
n 3-5 mL campuran GasNH3
Gas pekat + etanol engan perbandingan yang sama
gan kaca arloji Dimasukkan
Dimasukkan dalam
dalam33tabung
tabungreaksi
reaksi
engan etanol 5 mL dan disaring
0 menit
dalam oven 60 sampai berat konstan
ahan-lahan untuk mengendapkan secara sempurna
dengan
engan kertas
kertas
Ditambah
Ditambah
kristal dengan 2lakmus
2lakmus
Diuji
mLDiuji
mL dengan
yang
dengan
yang
aquades
aquades
dekantasi
Kristal
Ditambah
Ditambah
garam 22sudah
sudah
spatula
spatula
dibasahi
dibasahi
Ditambah
komplek
rangkap
mL
mLDitambah
HCl
HCl yang
yang telah
telahencer
22NaOH
encer
encer NaOH dicelupkan
dicelupkanHCl
encer HCl

Garam Rangkapdalam
Dimasukkan dan Garam KompleksPage
tabung reaksi 10
Ditambah 4 mL aquades
Warna
Warna
Hasil
Hasil Warna
Warna Warna
Hasil
HasilWarna
Larutan
Kristal kristal
Larutan biru garam komplek
rangkap
G. Analisis Data dan Pembahasan
1. Pembuatan garam rangkap Cu(NH4)2SO4.6H2O
Langkah pertama yang dilakukan yaitu menimbang
CuSO4.5H2O yang berbentuk serbuk berwarna biru sekitar 1,2475
gram, tetapi yang digunakan sebanyak 1,2525 gram dan
selanjutnya menimbang (NH4)2SO4 berbentuk butiran putih
sebanyak 0,66 garam dan yang digunakan sebanyak 0,6640 gram.
Kemudian mencampurkan kedua garam ke dalam gelas kimia 100
ml dan menambahkan 5 ml aquades. Kedua garam masih belum
larut sempurna sehingga campuran tersebut dipanskan dalam
penangas sampai campuran garam larut sempurna, dan menjadi
larutan berwana biru muda. Aquades digunakan untuk melarutkan
kedua garam karena dapat larut dalam aquades dan tetap berupa
satu spesies ion.
CuSO4.5H2O + (NH4)2SO4 + H2O
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O
Campuran garam yang telah larut sempurna selanjutnya
didinginkan pada suhu kamar, dimana fungsinya untuk
mempercepat pembentukan kristal sebelum dimasukkan dalam
water bath (air es). Setelah dingin, selanjutnya dimasukkan dalam
water bath sampai terbentuk kristal berwarna biru muda. Kemudian
didekantasi kristal yang terbentuk dari larutan yang masih ada.
Funsgi diletakkan dalam water bath (air es) yaitu untuk
mempercepat pembentukan kristal. Kristal hasil dekantasi
selanjutnya diletakkan dalam kertas saring yang sebelumnya
ditimbang terlebih dahulu, kemudian dioven pada suhu 50 oC
sampai berat konstan. Massa kristal garam rangkap yang
diperoleh , (1) sebesar 1,031 gram, (2) sebesar 1,0254 gram, (3)
sebesar 1,051 gram.
Berdasarkan data massa garam rangkap yang diperoleh ,
selanjutnya dihitung % randemen yang diperoleh dengan cara
berat hasil praktikum
randemen= x 100 , kemudian dihitung rata-
berat teori

rata % randemen yang diperoleh untuk garam rangkap. Dari hasil

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 11


praktikum diperoleh % randemen berturut-turut yaitu 51,32%,
51,334%, 51,57 % sehingga diperoleh rata-rata % randemen garam
rangkap yang telah dibuat yaitu sebesar 51,048% dan 48,592%
merupakan air yang masih terikat dalam garam rangkap yang telah
dibuat.

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 12


2. Pembuatan garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O
Langkah yang dilakukan untuk membuat garam kompleks
Cu(NH3)4SO4.5H2O yaitu mengukur 2 ml larutan amonia pekat yang
diambil dalam lemari asam, selanjutnya dimasukkan ke dalam gelas
kimia 100 ml dan diencerkan dengan 2 ml aquades dengan diaduk
sempurna agar proses pengenceran terjadi sempurna. Kemudian
ditambahkan 1,2498 gram CuSO4.5H2O yang berbentuk serbuk
berwarna biru, diaduk campuran tersebut sampai CuSO 4.5H2O larut
sempurna. Pada campuran ini larutan amonia berfungsi sebagai
penyedia ligan dengan CuSO4.5H2O sebagai atom pusat , dan
penambahan aquades (H2O) sebagai pengompleks Cu2+ yang
kemudian ligan H2O diganti oleh NH3 sebab NH3 sebagai ligan yang
kuat mendegak ligan netral H2O. Kemudian campuran yang telah
larut sempurna ditambahkan 4 ml etanol melalui dinding tabung
reaksi agar uap etanol menutupi campuran larutan yang telah
dibuat, Fungsi penambahan etanol yaitu membentuk
Cu(OH)2.CuSO4. Selanjutnya segera ditutup dengan kaca arloji agar
etanol yang telah ditambahkan tidak menguap jika amonia
menguap maka ligan akan habis karena amonia merupakan
penyedia ligan dalam reaksi pembentukan garam kompleks
Cu(NH3)4SO4.5H2O dan didiamkan selama 30 menit agar reaksi
berjalan sempurna dan dihasilkan endapan yang banyak.
Selanjutnya campuran tersebut diaduk perlahan untuk
mengendakan endapan secara sempurna, dan endapan yang
diperoleh didekantasi dengan agar terpisah dari larutannya.
Endapan yang dihasilkan berwarna biru tua yang disebabkan
karena terbentuknya ion kompleks tertaaminokuprat(II):
Cu(OH)2.CuSO4 + NH3 2[Cu(NH3)4]2+ + SO42- + 2OH-
Endapan yang dihasilkan dipindahkan ke kertas saring dan
kemudian dicuci dengan etanol dan amonia pekat masing-masing 3
ml, larutan tetap berwarna biru tua. Fungsi pencucian dengan
etanol dan amonia pekat yaitu untuk mengendapkan sempurna ion
kompleks tetraminokuprat(II) yang telah terbentuk, seanjutnya
dicuci kembali dengan etanol sebanyak 5 ml untuk menambah ligan

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 13


yang mungkin hilang dalam proses sebelumnya sehingga kompleks
yang diharapkan dapat terbentuk sempurna. Endapan yang
dihasilkan kemudian dioven pada suhu 60oC sampai berat yang
diperoleh konstan.
Massa konstan yang diperoleh untuk garam kompleks yaitu
0,8655 gram, 0,8620 gram, 0,8616 gram.

berat hasil praktikum


randemen= x 100 ,
berat teori yaitu 51,29 %, 51,08%,

51,058% dengan rata-rata % randemen yaitu 51,14% yang


merupakan garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O dan sebesar 48,86%
merupakan air yang masih terdapat dalam kristal garam kompleks.

3. Perbandingan sifat garam rangkap dan garam kompleks


a. Kristal garam rangkap berwarna biru muda, ketika ditambahkan
4 ml aquades menjadi larutan berwarna biru muda karena garam
rangkap terurai menjadi ion-ion penyusunnya.
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O + H2O Cu2+ + 2SO42- + 2NH4+ + 2OH-
Pada tabung reaksi pertama dimasukkan 1 ml larutan garam
rangkap yang telah dibuat sebelumnya, kemudian
ditambahkan 2 ml aquades , larutan menjadi tidak berwarna
karena ion-ion penyusun garam rangkap terurai dengan
penambahan aquades.
Pada tabung reaksi kedua dimasukkan 1 ml larutan garam
rangkap, selanjutnya ditambahkan 2 ml larutan HCl encer
menghasilkan larutan yang tidak berwarna karena larutan
garam rangkap dapat larut dalam larutan asam, karena dalam
larutan garam rangkap terdapat ion-ion yang bersifat basa
(NH4+, OH-) sehingga dapat bereaksi dengan larutan HCl.
Pada tabung reaksi ketiga dimasukkan 1 ml larutan garam
rangkap, kemudian ditambahkan 2 ml larutan NaOH, larutan
menjadi berwarna biru muda (+++) dan menghasilkan
endapan biru. Larutan NaOH yang ditambahkan bereaksi
dengan ion SO42-, Cu2+ dari larutan garam rangkap sehingga
menghasilkan endapan Cu(OH)2.

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 14


Pengujian gas yang dihasilkan oleh garam rangkap, kristal
garam rangkap diambil sedikit kemudian dimasukkan dalam
tabung reaksi dan selanjutnya dipanaskan dalam penangas
air.
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O CuSO4 + (NH4)2SO4 + 6H2O
Dilakukan pengujian dengan dua cara yaitu menggunakan
kertas lakmus yang telah dibasahi dengan air dan dengan
spatula yang telah dicelupkan pada larutan HCl pekat. Pada
pengujian dengan kertas lakmus yang diletakkan di atas mulut
tabung, menghasilkan perubahan pada kertas lakmus biru
menjadi merah dan kertas lakmus merah tetap menjadi
merah, hal ini menunjukkan bahwa larutan garam rangkap
bersifat asam yang berasal dari ion SO42-. Ketika diuji dengan
spatula yang sebelumnya telah dicelupkan pada larutan HCl
pekat, menghasilkan uap putih , yang menandakan adanya
gas NH4Cl yang terbentuk dari kristal garam rangkap.
2NH4+ + 2OH- + H+ + Cl- NH4Cl (g) +H2O
Pengukuran titik leleh garam rangkap CuSO 4(NH4)2SO4.6H2O
yang telah dibuat yaitu sebesar190oC hasil yang diperoleh
mendekati titik leleh garam rangkap secara teori yaitu 185oC.
b. Kristal garam kompleks berwarna biru tua, ketika ditambahkan
dengan 4 ml aquades menjadi larutan berwarna biru muda (++),
karena garam komples terurai menjadi ion-ion penyusunnya.
Cu(NH3)4SO4.5H2O + H2O [Cu(NH3)4]2+ + SO42- + 2H2O
Pada tabung reaksi pertama dimasukkan 1 ml larutan garam
kompleks (biru muda +++), kemudian ditambahkan 2ml
aquades, larutan berwarna biru muda (++) , dan terdapat
endapan biru (+). Terjadinya perubahan warna pada larutan
terjadi karena ion-ion dari larutan garam kompleks terirai
sempurna menjadi ion-ion penyusunnya. Endapan yang
terbentuk mungkin terbentuk dari Cu(OH)2.
Pada tabung reaksi kedua 1 ml larutan garam kompleks dan
ditambahkan 2 ml larutan HCl encer, larutan menjadi tidak
berwarna yang menandakan bahwa larutan garam kompleks
larut dengan larutan asam. Kelarutan larutan garam kompleks

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 15


pada larutan asam lebih besar daripada larutan garam
rangkap, hal ini dapat diamati dari perubahan warna garam
kompleks dari biru muda (++)langsung menjadi larutan yang
tidak berwarna.
Pada tabung reaksi ketiga dimasukkan 1 ml larutan garam
kompleks dan ditambahkan 2 ml larutan NaOH encer, larutan
menjadi berwarna biru muda (++) dan terdapat endapan biru
(+), hal ini menunjukkan bahwa larutan garam kompleks tidak
dapat larut dalam larutan basa.
Pengujian gas untuk garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O,
sedikit kristal garam kompleks dan selanjutnya dimasukkan
dalam tabung reaksi dan dipanaskan dalam penangas air.
Cu(NH3)4SO4.5H2O CuSO4(s) + 5H2O(l) + NH3(g)
Kemudian dilakukan pengujian dengan dua cara yaitu dengan
menggunakan kertas lakmus yang telah dibasahi dan dengan
spatula yang telah dicelupkan pada HCl pekat. Saat pengujian
dengan kertas lakmus, terjadi perubahan lakmus merah
menjadi biru dan lakmus biru tetap menjadi biru, hal ini
membuktikan bahwa garam kompleks bersifat basa. Ketika
diuji dengan menggunakan spatula yang telah dibasahi
dengan HCl pekat menghasilkan warna hijau kekuningan.
Titik leleh garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O sebesar 251oC
tidak berbeda jauh secara toeri yaitu 247oC

H. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
sebagai berikut:
1. Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.6H2O dapat dibuat dengan
mereaksi garam CuSO4.5H2O dengan (NH4)2SO4 dan diperoleh
kristal garam rangkap sebesar 1,027 gram dengan % randemen
sebesar 51,048%.
2. Garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O dapat dibuat dengan mereaksi
CuSO4.5H2O dengan NH4OH pekat dan diperoleh massa kristal
sebesar 0,8630 garam dengan % randemen sebesar 5,14%.
3. Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.6H2O dapat terionisasi menjadi
Cu2+, 2SO42-, 2NH4+, 2OH-, sedangkan untuk garam kompleks

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 16


Cu(NH3)4SO4.5H2O dapat terionisasi menjadi [Cu(NH3)4]2+, SO42-,
2H2O.
4. Pada larutan asam, garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O memiliki
kelarutan lebih tinggi daripada garam rangkap
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O.
5. Pada larutan basa, garam rangkap CuSO 4(NH4)2SO4.6H2O memiliki
kelarutan lebih tinggi daripada garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O,
dan kedua garam tidak dapat larut sempurna dalam larutan basa.
6. Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.6H2O bersifat asam, garam
kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O bersifat basa.
7. Titik leleh Garam rangkap CuSO4(NH4)2SO4.6H2O sebesar 190oC dan
garam kompleks Cu(NH3)4SO4.5H2O sebesar 251oC.

Jawaban Pertanyaan
1. Hitung persen hasil dari percobaan 1 dan 2!

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 17


Jawab:

Pembuatan garam rangkap CuSO4 (NH4)2 SO4.6H2O


Diketahui:
Masa CuSO4 .5H2O = 1,2525 gram
Mr CuSO4 .5H2O = 249,55
CuSO4 (NH4)2 SO4 = 399,5
m1 = 1,0301 gram
m2 = 1,0254 gram
m3 = 1,0251 gram
Ditanya :
Rendemen?
Jawab:
CuSO4 .5H2O(s) + (NH4)2 SO4(s) + H2O(l) CuSO4 (NH4)2 SO4.6H2O
Mula-mula: 0,005 mol 0,005 mol - -
Reaksi : 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol 0,005 mol
Sisa : - - 0,005 mol 0,005 mol

Masa CuSO4 (NH4)2 SO4 = mol x Mr


= 0,005 mol x 399,5 g/mol
= 1,9975g

berat hasil praktikum


% Rendemen 1 =
x 100
berat teori
1,0301
=
x 100
1,9975
= 51,57%

berat hasil praktikum


% Rendemen 2 =
x 100
berat teori
1,0254
=
x 100
1,9975
= 51,334%

berat hasil praktikum


% Rendemen 3 =
x 100
berat teori
1,0251
=
x 100
1,9975
= 51,32%

% hasil Rendemen rata-rata


51,32 + 51,334 +51,57
= 3
154,224
= 3
= 51,408%

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 18


Pembuatan garam komplek CuSO4 (NH3)4SO4.5H2O
Diketahui:
Masa CuSO4 .5H2O = 0,005 gram
MrCu (NH3)4 SO4 . H2O = 337,5 g/mol
m1 = 0,8655 gram
m2 = 0,8620 gram
m3 = 0,8616 gram
Ditanya :
Rendemen?
Jawab:
CuSO4 .5H2O(s) + NH4OH (aq) + H2O(l) Cu (NH3)4SO4.5H2O(s) + H2O(l)

Masa Cu (NH3)4SO4.H2O = mol x Mr


= 0,005 mol x 337,5 g/mol
= 1,6875g

berat hasil praktikum


% Rendemen 1 =
x 100
berat teori
0,8655
=
x 100
1,6875
= 51,29%

berat hasil praktikum


% Rendemen 2 =
x 100
berat teori
0,8620
=
x 100
1,6875
= 51,08%

berat hasil praktikum


% Rendemen 1 =
x 100
berat teori
0,8616
=
x 100
1,6875
= 51,058%

% hasil Rendemen rata-rata


51,29 +51,08 +51,058
= 3
153,428
= 3
= 51,14%

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 19


2. Tulis persamaan reaksi yang terjadi dari percobaan 1, 2, dan 3!

Jawab:
Pembuatan garam rangkap:
CuSO4.5H2O (s) + (NH4)2SO4 (s) + H2O(l) CuSO4. (NH4)2SO4.
6H2O (s)
Pembuatan garam kompleks:
NH3 (aq) + H2O (l) NH4OH(aq)

4 NH4OH (aq) + CuSO4 . 5H2O(s) Cu(NH3)4 SO4. 5H2O(s) + 3H2O (l)

Pengujian garam rangkap dan garam kompleks:


Penambahan H2O

CuSO4(NH4)2SO4.6H2O (s) + H2O (l) Cu2+ + 2 SO42- + 2 NH4+ + H2O(l)


Cu(NH3)4SO4.5H2O (s) + H2O (l)[Cu(NH3)4]2+ + SO42- + 2 H2O(l)

Penambahan HCl encer

CuSO4(NH4)2SO4.6H2O (s) + HCl(l) NH4Cl (l) + H2SO4(aq)


Cu(NH3)4 + SO42- + HCl Cu(NH3)4Cl2 + HOSO4 (l)

Penambahan NaOH

4 NaOH (aq) + CuSO4.5H2O + H2O (l) Cu(NH3)4 SO4 . 3H2O(aq) +


CuSO4 3H2O(sl)
Cu(NH3)4SO4.5H2O (s) + NaOH(l) [Cu(NH3)4](OH)2 (s)

Pengujian lakmus
H2O(g) + HCl (l) HCl
NH3(g) + HCl (l) NH4Cl

Pemanasan
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O(s) dipanaskan CuSO4+ (NH4)2SO4 + 6H2O (l)
Cu(NH3)4SO4.5H2O (s)dipanaskan CuSO4+ 5H2O + 4NH3(g)

3. Jelaskan perbedaan sifat antara garam rangkap dan garam


kompleks berdasarkan percobaan 3!
Jawaban :
a. Kristal kupri sulfat anhidrat, CuSO4 anhidrat direaksikan dengan
akuades (H2O) menghasilkan larutan biru (+) jernih, dimana
CuSO4 anhidrat merupakan penyedia atom pusat dan H 2O
merupakan penyedia ligan.

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 20


Garam rangkap dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan biru
(+) jernih, lalu diencerkan dengan H2O menghasilkan larutan biru
jernih. Hal ini karena garam rangkap terurai menjadi ion-ion
penyusunnya sehingga menghasilkan warna biru jernih.
b. Garam rangkap dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan biru
(+) jernih, lalu diencerkan dengan HCl menghasilkan larutan biru
jernih. Hal ini karena garam rangkap dapat larut dengan larutan
asam sehingga menghasilkan warna biru jernih.
Garam kompleks dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan
biru (++) keruh. Lalu diencerkan dengan HCl lagi menghasilkan
larutan biru (++) jernih. Hal ini karena garam kompleks dapat
larut dengan larutan asam sehingga menghasilkan warna larutan
biru (++) jernih.
Hal ini dapat simpulkan bahwa tingkat kelarutan garam
kompleks lebih tinggi daripada garam rangkap pada larutan
asam.
c. Garam rangkap dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan biru
(+) jernih, lalu diencerkan dengan NaOH menghasilkan larutan
biru keruh. Hal ini karena garam rangkap tidak dapat larut
dengan larutan basa sehingga menghasilkan warna larutan biru
keruh.
Garam kompleks dilarutkan dalam H2O menghasilkan larutan
biru (++) keruh. Lalu diencerkan dengan NaOH lagi
menghasilkan larutan biru (++) keruh (+). Hal ini karena garam
kompleks dapat tidak dapat larut dengan larutan basa sehingga
menghasilkan warna larutan biru (++) keruh.
Hal ini dapat simpulkan bahwa tingkat kelarutan garam rangkap
lebih tinggi daripada garam kompleks pada larutan basa.
d. Pada pengujian gas pada kristal garam rangkap dengan cara
kristal garam rangkap dipanaskan melepaskan uap H 2O yang
tidak menimbulkan bau, sedangkan kristal garam kompleks
ketika dipanaskan menghasilkan gas ammonia (NH3).
e. Pengujian gas dengan menggunakan kertas lakmus pada garam
rangkap dapat merubah kertas lakmus biru menjadi warna
merah, hal ini menunjukkan bahwa garam rangkap
CuSO4(NH4)2SO4.6H2O bersifat asam. Sedangkan pada pengujian

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 21


gas dengan menggunakan kertas lakmus pada garam kompleks
dapat merubah kertas lakmus merah menjadi warna biru, hal ini
menunjukkan bahwa garam kompleks Cu(NH 3)4SO4.5H2O bersifat
basa.
f. Pengujian warna nyala pada garam rangkap dan garam
kompleks dengan mencelupkan spatula telah dibasahi HCl pekat
(berwarna kuning jernih) pada tabung yang berisikan garam
rangkap dan garam kompleks, menghasilkan warna nyala yang
sama yaitu hijau. Hal ini menunjukkan garam rangkap dan
garam kompleks yang mengandung kupri anhidrat dapat
menghasilkan warna nyala hijau.
g. Pengukuran titik leleh. Titik leleh garam rangkap dihasilkan
sebesar 2500C sedangkan titik leleh garam kompleks dihasilkan
sebesar 3000C, hal ini terbukti bahwa secara teori titik leleh
garam kompleks lebih besar daripada titik leleh garam rangkap.

4. Berapakah titik leleh garam rangkap dan kompleks hasil


sintesis anda? Bandingkan dengan titik leleh garam rangkap
dan kompleks secara teori! Jika berbeda, apakah sebabnya?
Jelaskan!
Jawaban:
Titik leleh garam rangkap dihasilkan sebesar 250 oC sedangkan titik
leleh garam kompleks dihasilkan sebesar 300 oC, hal ini terbukti
bahwa secara teori titik leleh garam kompleks lebih besar daripada
titik leleh garam rangkap.

Daftar Pustaka

Amaria, dkk. 2015.Penuntun Praktikum Kimia Anorganik III: Unsur-unsur


Golongan Transisi. Surabaya: Jurusan Kimia UNESA.
Austin, G. 1986. The Chemical Process Industries. New York: Graw-Hill.

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 22


Brady, J. E. 1992. Kimia Universitas Asas dan Srtuktur. Binarupa Aksara.
Jakarta.
Cahyono, Bambang. 1991. Segi Praktis dan Metode Pemisahan
Senyawa Organik. Semarang: Jurusan Kimia UNDIP.
Cotton and Wilkinson. 1992.Kimia Anorganik Dasar.Jakarta: UI Press.
Kristian, Sugiarto. 2003. Kimia anorganik II. Yogyakarta: Jurusan
Pendidikan Kimia FMIPA UNY.
Muliyono. 2005. Kamus Kimia. Bandung: Bumi Aksara.
Sukardjo. 1992.Metode Pemisahan.Jakarta: Kanisius.
Syarifuddin, N. 1994.Ikatan Kimia. Yogyakarta: Gajah Mada University
Press.
Vogel,1985.Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimakro.Jakarta: PT Kalman Media Pustaka.

Garam Rangkap dan Garam KompleksPage 23