Anda di halaman 1dari 29

ILMU KEKUATAN

BAHAN (MS 2246)


Rifel Landong Pordiman, ST, MSc
Pokok Bahasan:
Analisa Tegangan-Regangan
Sifat mekanik material
Tegangan Geser (shear stress)
Torsi
Bending

Pembebanan secara kombinasi


Sifat sifat bahan
Desain kekuatan statis
Desain Kekuatan Lelah

Copyright Showeet.com

Tegangan geser
Formula tegangan geser
Aplikasi tegangan geser

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Sebelumnya kita sudah membahas
tegangan normal yang diakibatkan beban
aksial yang bekerja pada batang
prismatis.
Tegangan tersebut adalah tegangan
normal karena bekerja dalam arah yang
tegak lurus permukaan bahan.
Pada topik ini kita akan meninjau jenis
lain dari tegangan yang disebut tegangan
geser, yaitu tegangan yang bekerja dalam
arah tangensial terhadap permukaan

Copyright Showeet.com
bahan.
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
Sambungan baut terdiri dari batang datar
A, pengapit C, dan baut B yang
menembus lubang di batang dan pengapit
diberi gaya tarik P.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
Akibat beban tarik tersebut, batang dan
pengapit menekan baut dengan cara
bearing (tumpu), sehingga timbul suatu
tegangan yang disebut dengan bearing
stress (tegangan tumpu).
Baut pada sambungan tersebut
memberikan respon geser sehingga
menghasilkan tegangan geser (shear
stress).

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
Tegangan tumpu dan tegangan geser
dapat dilihat pada gambar di bawah.
Tegangan tumpu dari pengapit ke baut
ada di (c), label 1 dan 3, sedangkan
tegangan tumpu dari batang ada di (c),
label 2.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
Dari kedua tegangan tumpu tersebut,
dengan asumsi tegangan terdistribusi
terbagi rata, maka
=

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
merupakan gaya tumpu, adalah luas
tumpu.
Untuk label (1) dan (3), gaya tumpu
masing-masingnya adalah P/2.
Luas tumpu merupakan tebal dari
pengapit dikalikan dengan diameter baut.
Sedangkan untuk label (2), gaya tumpu
adalah P dan luas tumpu adalah tebal
batang datar dikalikan dengan diameter

Copyright Showeet.com
baut.
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Ilustrasi
Pada sepanjang penampang mn dan pq,
gaya geser V bekerja, di mana V = P/2.
Oleh karena gaya geser ini bekerja pada 2
penampang, maka baut ini dikatakan
mengalami geser ganda.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Gaya geser
Gaya geser adalah resultan dari tegangan
geser yang terdistribusi di seluruh
penampang (baik mn atau pun pq),
seperti ditunjukkan pada gambar (e).
Artinya, tegangan ini bekerja sejajar
dengan permukaan potongan baut.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Rumus
Tegangan geser rata-rata pada suatu
penampang diperoleh dengan
=
adalah tegangan geser (dalam MPa)
V adalah gaya geser (N)
A adalah luas penampang yang sejajar
dengan V

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Pada ilustrasi sambungan baut yang
dijelaskan sebelumnya, gaya geser V
nilainya diperoleh sama dengan P/2.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Contoh berikutnya menunjukkan suatu
sambungan dengan baut yang mengalami
geser tunggal.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Tampak atas memperlihatkan sambungan
tersebut dibebani beban aksial P pada
batang metal yang disalurkan ke flens
kolom baja melalui sebuah baut.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Secara rinci, potongan pada baut (c)
menunjukkan distribusi tegangan tumpu
yang bekerja secara ideal.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Pada gambar (d), dengan memotong baut
di potongan mn, kita memperoleh
distribusi tegangan tumpu berikut dengan
gaya geser V yang bekerja sepanjang luas
melintang baut.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Disinilah geser tunggal V bekerja dengan
nilai sama dengan beban tarik P.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Geser Tunggal
Deformasi baut yang dibebani hingga
mendekati kegagalan pada geser tunggal
terlihat pada gambar berikut.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Pembebanan geser pada geser tunggal
dan geser ganda adalah contoh geser
langsung di mana tegangan geser
dihasilkan oleh aksi langsung dari gaya-
gaya dalam.
Geser langsung terjadi pada desain
sambungan yang menggunakan baut,
sendi, paku keling, kunci, las, atau lem.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Tegangan geser juga timbul secara tidak
langsung apabila elemen struktur
mengalami tarik, torsi, dan lentur.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Regangan geser
Gaya geser tidak mempunyai
kecenderungan untuk memperpanjang
atau memperpendek struktur, namun
gaya geser dapat menyebabkan
perubahan bentuk.
Perubahan bentuk dinyatakan dalam arah
radian.

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Regangan geser
Besar tegangan dan regangan geser
dapat ditentukan dengan melakukan uji
torsi di laboratorium, di mana suatu
elemen struktur (biasanya berupa tabung
lingkaran berlubang) dipuntir hingga
mencapai kegagalannya.
Pembebanan secara bertahap
menghasilkan kurva tegangan-regangan
geser (bentuknya kurang lebih seperti
kurva tegangan-regangan normal pada uji

Copyright Showeet.com
tarik)
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Hukum Hooke
Pada daerah elastis linear dari kurva
tersebut, besar slope / kemiringannya
ditentukan dengan

Rumus ini merupakan hukum Hooke untuk


kondisi geser di mana
G = modulus elastisitas geser (modulus
rigiditas)
= tegangan geser
= regangan geser

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Hukum Hooke
Hubungan antara modulus elastisitas
pada kondisi geser dan tarik dapat
ditentukan dengan persamaan berikut
=
2(1 + )
di mana
E = modulus elastisitas tarik
G = modulus elastisitas geser
= poisson ratio

Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)
Copyright Showeet.com
TEGANGAN GESER (SHEAR STRESS)