Anda di halaman 1dari 5

TEKNIK-TEKNIK PEMANTAUAN

Pemantauan, tidak sama seperti metode analisis kebijakan lain, tidak


menggunakaan prosedur yang secara jelas berhubungan dengan pendekatan-
pendekatan alternatif. Namun banyak teknik yang sama yang dapat diterapkan
untuk masing-masing dari keempat pendekatan pemantauan, dalam keempat
pendekatan pemantauan ini terdapat beberapa teknik-teknik yang dapat
digunaakan dan memadai untuk pendekatan pemantauan ini. Untuk lebih jelasnya
dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel Teknik-Teknik Yang Memadai untuk Pendekatan Pemantauan


Analisis
Analisis Analisis
Pendekatan Sajian Sajian Angka Waktu
No Berkala Diskontinuitas
Pemantauan Grafik Tabel Indeks Berkala
Terkontrol Regresi
Terputus
1 Akuntansi
Sistem Sosial

2 Pemeriksaan
Sosial

3 Eksperimentas

i Sosial
4 Sintesis Riset
dan Praktek

Keterangan : untuk teknik yang tepat untuk pendekatan pemantauan

tersebut, untuk teknik yang tidak tepat untuk pendekatan tersebut

SAJIAN GRAFIK
Banyak informasi tentang hasil kebijakan disajikan dalam bentuk grafik,
yaitu gambar yang mewakili nilai dari satu atau lebih variabel tindakan atau
hasil. Sajian grafik dapat digunakan untuk melukiskan sebuah variabel pada
satu titik waktu atau lebih, atau untuk merangkum hubungan antara dua
variabel. Setiap grafik menampilkan sejumlah titik data yang masing-masing
berada dalam koordinat dua skala numerik. Skala horisontal disebut absis dan
skala vertikal disebut ordinal. Bila grafik itu menampilkan hubungan kausal,
sumbu horisontal dipakai untuk variabel bebas(X) dan disebut sumbu-X,
sedangkan sumbu vertikal untuk variabel tergantung (Y) dan disebut sumbu-Y.
Karena salah satu tujuan utama dari pemantauan adalah menjelaskan
bagaimana tindakan kebijakan mempengaruhi hasil kebijakan. Maka kita
biasanya meletakan variabel-variabel input dan proses pada aksis-X dan
variabel-variabel keluaran maupun dampak pada sumbu Y. Salah satu kesulitan
yang biasa dijumpau dalam menggunakan grafik adalah interpretasi yang
palsu(spurious) , yakni suatu situasi dimana dua variabel tampak berkorelasi
tapi sebenarnya keduanya berkolerasi dengan variabel lain. Sajian grafik
sendiri terdiri dari beberapa jenis yang akan dijelaskan secara singkat berikut
ini.
Grafik waktu berkala
Salah satu jenis grafik yang paling sederhana dan bermanfaat adalah grafik
waktu berkala yang menampilkan variabel hasil pada sumbu vertikal dan
waktu pada sumbu horisontal. Berikut ini adalah contoh dari grafik waktu
berkala.

(a)
Sumbu terentangkan
(b) 58
56
Sumbu terpadatkan 54
58 52
50
57.5 48
46
57
44
56.5 42
1970 1972 1974 1976 1970 1972 1974 1976

Column2 Column2

Keterangan : Kematian mencakup kematian karena tabrakan motor dengan motor


dan tabrakan antara motor dengan kereta api, sepeda, dan benda mati.
Diagram skater
Diagram skater merupakan salah satu dari sajian grafik, grafik ini juga
dapat digunakan untuk memperlihatkan hubungan antara dua variabel atau
lebih dalam satu titik waktu. Kita dapat menggunakan diagram skater ini
untuk menemukan apakah ada perubahan sebuah variabel searah dengan
perubahan variabel lain, atau dengan kata lain, apakah dua variabel itu
berkorelasi. Jika salah satunya mendahului yang lain dalam hal waktu
terjadinya, atau jika ada teori persuasif yang menerangkan korelasi antar
variabel, maka kita dapat menegaskan bahwa ada hubungan kausal antara
beberapa variabel. Bila tidak, maka variabel-variabel hanyalah berkolerasi
yakni, nilai dari kedua variabel itu bersifat covary atau bersamaan: satu
sama lain dan salah satu variabel tidak dapat diasumsikan sebagai
penyebab atas variabel yang lain.
Grafik Bar
Grafik Bar merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk
menampilkan tentang hasil kebijakan. Grafi bar adalah suatu tampilan
gambar yang menyajikan data dalam bentuk garis-garis pararel yang
terpisah disepanjang sumbu horisontal atau vertkal. Berikut ini merupakan
contoh penggunaan grafik bar.

Distribusi frekuensi kelompok


Informasi tentang hasil kebijakan kadang-kadang tersedia pula dalam
bentuk Distribusi frekuensi kelompok yang didalamnya jumlah atau orang
ataupun kelompok sasaran pada kategori tertentu (misalnya umur atau
pendapatan) ditampilkan dalam bentuk grafik. Berikut ini merupakan
contoh penggunaan Distribusi Frekuensi Kelompok.
Histogram
Histogram merupakan grafik bar yang mengorganisasi informasi tentang
distribusi frekuensi yang berkelompok dari suatu variabel tindakan atau
hasil pada suatu titik waktu. Dalam sebuah histogram lebar bar disumbu
horisontal sama semuanya, dan tidak ada sela antar bar. Tinggi bar dalam
histogram memperlihatkan frekuensi kejadian dalam setiap kelompok
(disebut interval kelas). Berikut ini merupakan contoh penggunaan
Histogram

Poligin Frekuensi Kumulatif


Cara lain untuk menampilkan informasi tentang hasil kebijakan adalah
dengan Poligon frekuensi kumulatif. Ini merupakan grafim yang
memperlihatkan frekuensi kumulatif dari suatu distribusi di sepanjang
aksis vertikal. Bila kita lihat dari kiri ke kanan sepanjang sumbu
horisontal, frekuensi orang di dalam kelompok pertama diplot sumbu
vertikal; frekuensi orang dikelompok pertama dan kedua kemudian diplot;
dan seterusnya sampai kita pada akhir skala horisontal, yang merupakan
jumlah dari seluruh frekuensi tersebut. Berikut ini merupakan contoh
penggunaan Poligon frekuensi kumulatif.

Indeks Gini (ini punya Angga udah nad)