Anda di halaman 1dari 21

46

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Langsa kelas X

semester genap tahun ajaran 2016/2017. Penelitian dilaksanakan pada bulan

Januari tahun 2017.

3.2 Populasi dan Sampel


3.2.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X semester II

SMA Negeri 1 Langsa yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah siswa seluruhnya

adalah 400 orang siswa.

3.2.2 Sampel Penelitian

Dari seluruh kelas X, yang menjadi sampel penelitian ini adalah dua kelas

yaitu kelas X.6 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol yang

dipilih secara tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti (purposive sampling).

Kelas eksperimen adalah kelas yang diterapkan model pembelajaran kooperatif

tipe group investigation dan kelas kontrol adalah kelas yang diterapkan

pembelajaran konvensional.

47
47

3.3 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas tiga variabel yaitu variabel bebas,

variabel moderator dan variabel terikat dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Variabel bebas
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam

penelitian ini adalah pembelajaran dengan model group investigation


2. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variable yang menghubungkan variabel bebas dan

variabel terikat. Variabel moderator dalam penelitian ini adalah kemampuan

kerja sama siswa.


3. Variabel terikat
Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang mejadi akibat

karena adanya variabel bebas. Variabel terikat pada penelitian ini adalah

kognitif tingkat tinggi fisika siswa SMA.

3.4 Jenis dan Desaian Penelitian


3.4.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian quasi eksperimen,

yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan

pada subjek yaitu siswa.

3.4.2 Desain Penelitian


Penelitian ini melibatkan dua kelas yang diberi perlakuan berbeda di mana

pada kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model

pembelajaran group investigation, sedangkan kelas control dengan menggunakan


48

pembelajaran konvensional yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan kerja

sama siswa dan kognitif tinggi siswa yang dilakukan dengan memberikan tes pada

kedua kelas sebelum dan sesudah perlakuan.

Rancangan penelitian quasi eksperimen ini dengan desain: control group

pretest-postest design. Dengan demikian rancangan penelitian dapat dilihat pada

tabel 1:

Tabel 3.1: Rancangan Desain Penelitian

Kelas Pretes Perlakuan Postes


Y1 X1 Y2
Eksperimen
Kontrol Y1 X2 Y2

Keterangan:

X 1 : Pembelajaran dengan model group investigation

X 2 : Pembelajaran konvensional

Y 1 : Pretes yang diberikan kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol

sebelum perlakuan.

Y 2 : Postes yang diberikan setelah adanya perlakuan pada kelas

eksperimen dan kelas kontrol.

Desain penelitian untuk hipotesis dapat dilihat pada tabel 3.2

Tabel 3.2 Desain Penelitian (ANAVA 2x2)

Pembelajaran Group Konvensional Rata-Rata


49

Investigation
Kemampuan kerja sama (A1) (A2)

di atas rata-rata (B1) T


A1B1 A2B1
di bawah rata-rata (B2) R
A1B2 A2B2
A k

Keterangan :

A1B1 = Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa yang diajarkan dengan

model pembelajaran group investigation untuk kelompok siswa yang

memiliki kemampuan kerja sama di atas rata-rata

A2B1 = Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa yang diajarkan dengan

model pembelajaran group investigation untuk kelompok siswa yang

memiliki kemampuan kerja sama di bawah rata-rata

A1B2 = Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa yang diajarkan dengan

pembelajaran konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki

kemampuan kerja sama di atas rata-rata

A2B2 = Kemampuan kognitif tinggi fisika siswa yang diajarkan dengan

pembelajaran konvensional untuk kelompok siswa yang memiliki

kemampuan kerja sama di bawah rata-rata

A = Rata-rata kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa yang

diajarkan dengan model pembelajaran group investigation

k = Rata-rata kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa yang

diajarkan dengan pembelajaran konvensional


50

T = Rata-rata kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa dengan

kemampuan kerja sama di atas rata-rata.

R = Rata-rata kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa dengan

kemampuan kerja sama di bawah rata-rata

3.5. Prosedur Penelitian

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan penelitian

ini adalah sebagai berikut:

1. Tahap Awal (Persiapan dan Perencanaan)


Pada tahap awal ini peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut :
a. Melakukan konsultasi dengan pembimbing tentang masalah penelitian.
b. Melakukan studi pendahuluan ke SMA Negeri 1 Langsa dengan

melakukan wawancara serta konsultasi pada guru fisika Ibu Syukriah dan

pak Zulfikar tentang rencana penelitian disekolah.


c. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas

eksperimen dengan model pembelajaran group investigation dan RPP

untuk kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional


d. Menyusun LKS, instrumen kognitif tingkat tinggi dan melakukan validasi

instrumen yang akan diujikan.


e. Menyusun jadwal penelitian disekolah, dan mengurus surat izin untuk

melaksanakan penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan, peneliti melakukan hal-hal berikut :
a. Menentukan kelas yang akan dijadikan sampel di SMA Negeri 1 Langsa.
b. Melakukan pre-test, peneliti memberikan soal pre-test yang telah

divalidasi pada siswa sebelum materi diajarkan untuk mengetahui

kemampuan awal siswa.


51

c. Menganalisis data pre-test dengan menggunakan uji normalitas,

homogenitas terhadap nilai rata-rata pre-test siswa di kelas yang akan

dijadikan sample penelitian untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas

kontrol.
d. Melakukan kegiatan pembelajaran pada kedua kelas, dimana pada kelas

eksperimen kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran gruop investigation dan pada kelas kontrol kegiatan

pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional


e. Memberikan soal post-test pada akhir kegiatan pembelajaran.
f. Melakukan analisis data pre-test dan post-test yaitu uji normalitas, uji
Studi Pendahuluan
homogenitas dengan microsoft excel dan uji hipotesis dengan

menggunakan program SPSS.


Validitas Instrumen Penelitian
3. Tahap Pelaporan

Pada tahap pelaporan yaitu dengan menyusun analisis data dan kesimpulan

hasil penelitian dalam kemampuan kerja sama siswa


bentuk laporan akhir/thesis.

Pretes

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Adapun bagan alur prosedur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1. Konvensional
Pembelajaran
Model Pembelajaran kooperatif tipe GI

Postes

Analisis Data

Hasil Penelitian

Kesimpulan
52

Gambar 3.1 Bagan Alur Prosedur Penelitian

3.6 Instrumen Penelitian


Salah satu komponen penting dalam sebuah penelitian adalah tersedianya

instrumen yang dapat diandalkan untuk menjaring dan mengumpulkan data

penelitian sesuai dengan kebutuhan penelitian. Intstrumen yang digunakan dalam

penelitian ini berupa tes dan observasi.

3.6.1 Kemampuan Kerja Sama Siswa


53

Tes kemampuan kerja sama dalam penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui kemampuan kerja sama yang dimiliki masing-masing siswa. Adapun

indikator dari kemampuan kerja sama yaitu: bekerja ke arah pencapaian tujuan

kelompok, mendemonstruksikan keterampilan interpersonal yang efektif,

berkontribusi terhadap pemeliharaan kelompok. Kemampuan kerja sama ini

diukur dengan mengobservasi siswa di dalam kelas dengan menggunakan rubrik

penilaian. Adapun tabel pedoman penilaian kemampuan kerja sama siswa

(Marzano dkk dalam Arends, 2007:34) dapat dilihat pada tabel 3.3.
Tabel 3.3 Pedoman Penilaian Kemampuan Kerja Sama

No Indikator
A Bekerja ke arah pencapaian tujuan kelompok
4. secara aktif membantu mengidentifikasi tujuan kelompok dan bekerja
keras mencapainya.
3. mengkomunikasikan komitmen terhadap tujuan kelompok, dan
melaksanakan secara efektif peran yang telah ditetapkan.
2. mengkomunikasikan komitmen terhadap tujuan kelompok, tetapi tidak
melaksanakan peran yang telah ditetapkan
1. tidak bekerja ke arah tujuan kelompok atau secara aktif bekerja ke arah
yang bertentangan dengan tujuan kelompok

B Mendemonstruksikan keterampilan interpersonal yang efektif


4. Secara aktif membantu mendorong interaksi kelompok yang efektif dan
pengekspresian ide atau opininya dengan cara yang sensitif terhadap
perasaan dan dasar pengetahuan orang lain.
3. Berpartisipasi dalam interaksi kelompok tanpa dorongan.
Mengekspresikan ide dan opini dengan cara yang sensitif terhadap
perasaan dan dasar pengetahuan orang lain.
2. Berpartisipasi dalam interaksi kelompok bila diberi dorongan atau
mengekspresikan ide dan opini tanpa mempertimbangkan perasaan
dan dasar pengetahuan orang lain.
C Berkontribusi terhadap pemeliharaan kelompok
54

4. Secara aktif membantu kelompok mengidentifikasi berbagai perubahan


atau modifikasi yang dibutuhkan dalam proses kelompok dan bekerja
ke arah melaksanakan perubahan-perubahan itu.
3. Membantu mengidentifikasi perubahan atau modifikasi yang
dibutuhkan dalam proses kelompok dan bekerja ke arah pelaksanaan
perubahan-perubahan itu.
2. Bila diberi dorongan, membantu mengidentifikasi perubahan atau
modifikasi yang dibutuhkan dalam proses kelompok atau hanya
terlibat secara minimal dalam melaksanakan perubahan-perubahan itu.
1. Tidak berusaha mengidentifikasi perubahan atau modifikasi yang
dibutuhkan dalam proses kelompok, meskipun diberi dorongan, atau
menolak untuk bekerja ke arah pelaksanaan perubahan-perubahan itu.

3.6.2 Tes Kemampuan Kognitif Tingkat Tinggi Fisika

Tes yang diberikan pada siswa dalam penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui kemampuan kognitif tinggi fisika siswa. Bentuk tes yang digunakan

adalah tes uraian. Jumlah tes kognitif tinggi fisika yang digunakan sebanyak 10

soal. Indikator tes disusun berdasarkan taksonomi Bloom kognitif tinggi mulai

dari C3 C6. Sebelum tes hasil belajar diberikan pada kelas sampel, terlebih

dahulu test akan di uji cobakan disekolah yang sama dengan tingkat kelas yang

lebih tinggi yaitu kelas XI dan tes juga akan divalidasi oleh validator. Adapun

kisi-kisi instrument hasil belajar dapat dilihat pada tabel 3.3.

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Tes Kognitif Tingkat Tinggi Materi Pokok Suhu dan
Kalor (Lampiran 12)
Materi Kategori
C3 C4 C5 C6
Suhu 6 15
Pemuaian 1 9, 12
Kalor 3
Perubahan Wujud 2 14
Azas Black 4 5 10
Perpindahan Kalor 7 8, 11 13
55

3.7. Teknik Analisis Tes

3.7.1 Validitas Isi

Validitas isi adalah validitas yang berkenaan dengan kesanggupan alat

penilaian dalam mengukur isi yang seharusnya Artinya tes tersebut mampu

mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Instrumen

yang telah disusun kemudian divalidkan terlebih dahulu dengan dua validator

yaitu dua orang dosen jurusan fisika.

3.7.2 Validitas ramalan

Validitas ramalan dilaksanakan dengan mengujikan soal yang telah dibuat

kepada siswa sekolah lain yang sudah pernah mempelajari materi tersebut. Setelah

data diperoleh maka lakukan analisis dengan menggunakan rumusan-rumusan

berikut :

3.7.2.1 Validitas Tes


Menurut Arikunto (2007:12), untuk menentukan koefisien validitas tiap

item dapat digunakan teknik korelasi product moment dengan rumus :


N xy x y
r
xy N x 2 x 2 N y 2 y 2


Keterangan:

rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y

x = skor butir soal yang dihitung

y = skor total butir soal

N = banyak sampel

Koefisien korelasi (Arikunto, 2012:89) diinterpretasikan sebagai berikut:


56

Antara 0,800 sampai dengan 1,00 : sangat tinggi


Antara 0,600 sampai dengan 0,800 : tinggi
Antara 0,400 sampai dengan 0,600 : cukup
Antara 0,200 sampai dengan 0,400 : rendah
Antara 0,00 sampai dengan 0,200 : sangat rendah

Harga rhitung dikonsultasikan dengan harga Product Moment dari tabel

(rtabel) dengan taraf signifikan 0,05. Suatu butir soal dinyatakan valid apabila r hitung

> rtabel dan sebaliknya.

3.7.2.2 Reliabilitas Tes


Suatu instrumen dinyatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi

jika instrumen tersebut dapat memberikan hasil yang tetap. Untuk mengetahui

reliabilitas tes uraian dapat dicari dengan rumus Alpha (Arikunto, 2012:122):

i 2

( )(
r 11 =
n
n1
1
2t )
Keterangan:

r11 = reliabilitas tes secara keseluruhan

2i = jumlah varians skor tiap-tiap item

2i = varians total

Kriteria pengujian tes dinyatakan reliabel (dapat dipercaya) rhitung > rtabel

pada taraf signifikan 0,05 dimana rtabel dilihat dari table kritis r product momen.

3.7.2.3 Tingkat Kesukaran Tes

Untuk menentukan besarnya indeks kesukaran tes uraian dalam penelitian

ini, digunakan rumus:


57

mean
P
skor maksimum

Dimana :

P : Indeks Kesukaran

Mean : skor rata rata peserta didik untuk satu nomor butir soal

Skor maksimum : skor tertinggi yang telah ditetapkan untuk nomor butir

soal yang dimaksud

Kriteria indeks kesukaran (Arikunto, 2012:225):

Soal dengan P 0,00 sampai 0,30 adalah soal sukar


Soal dengan P 0,31 sampai 0,70 adalah soal sedang
Soal dengan P 0,71 sampai 1,00 adalah soal mudah

3.7.2.4 Daya Pembeda Tes

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan

antara siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan

rendah. (Arikunto, 2012:226). Daya pembeda tes atau indeks deskriminasi tes

uraian ditentukan dengan rumus:

Untuk menentukan daya pembeda digunakan rumus sebagai berikut :

M A M B
D=
skor maksimum soal

Dengan :

D : daya pembeda
58

MA : mean pada kelompok atas

MB : mean pada kelompok bawah

Kriteria Indeks Daya Pembeda (Arikunto, 2012:232):

0,00 0,20 = jelek (poor)

0,21 0,40 = cukup (satisfactory)

0,41 0,70 = baik (good)

0,71 1,00 = baik sekali (excellent)

Negative = tidak baik, harus dibuang

3.8 Teknik Analisis Data

Untuk uji prasyarat analisis dalam penelitian ini menggunakan uji anava.

Data yang diperoleh berupa nilai fisika siswa diolah dengan menggunakan uji

homogenitas dan uji normalitas sebelum diuji hipotesisnya. Untuk mengetahui

data yang didapatkan homogen dan data berdistribusi normal.

3.8.1 Menentukan Rata-Rata ( x )

Nilai rata-rata menurut Sudjana (2005:70) dapat dicari dengan

menggunakan rumus :

x =
f i xi
fi

Keterangan :

x = Nilai rata-rata

fi
= Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas
59

xi = Tanda kelas interval

3.8.2 Standar Deviasi atau Simpangan Baku

Sebelum menentukan simpangan baku terlebih dahulu kita dapat

2
menentukan varians ( s . Sudjana (2005:99) menjelaskan bahwa varians

melukiskan derajat perbedaan atau variasi nilai data individu yang ada dalam

kelompok atau kumpulan data tersebut. Varians menurut Sudjana (2005:95) dapat

dituliskan dengan munggunakan rumus:

f i xi


2

2
fi x i
n
s2 =

Keterangan :

s2 = Varians data

fi = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas

xi = Tanda kelas interval

n = Sampel penelitian

2
Untuk mencari simpangan baku ( s ), dari ( s ) diambil harga akarnya

yang positif. Dengan menggunakan persamaan :


60

f i xi


2

fi x 2i
n

s=
Keterangan :

s = Simpangan baku

fi = Frekuensi yang sesuai dengan tanda kelas

xi = Tanda kelas interval

n = Sampel penelitian

3.8.3 Uji Homogenitas

Selanjutnya dilakukan pengujian homogenitas data, uji ini digunakan untuk

mengetahui apakah kedua kelompok sampel memiliki tingkat varian yang sama

atau tidak. Untuk menguji kesamaan dua varian data dari kelompok maka

digunakan persamaan:

Varian terbesar
F=
Varian terkecil (Sudjana,

2005:250)

Fhitung Ftabel
Dengan ketentuan jika berarti varians kedua kelompok

sama.
61

3.8.4 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh

berdistribusi normal. Uji Lilliefors digunakan bila ukuran sampel (n) lebih kecil

dari 30. Metode Lilliefors menggunakan data dasar yang belum diolah dalam tabel

distribusi frekuensi. Data ditransformasikan dalam nilai Z untuk dapat dihitung

luasan kurva normal sebagai probabilitas komulatif normal. Persamaan uji

Lilliefors yang dikemukakan ole Sudjana (2005:466) adalah:

x ix
z i=
s

Keterangan :

Xi = Angka pada data

Zi = Transformasi dari angka ke notasi pada distribusi normal

F(zi) = Probabilitas komulatif normal

S( zi) = Probabilitas komulatif empiris

F(zi)= komulatif proporsi luasan kurva normal berdasarkan notasi Zi

Persyaratan

a. Data berskala interval atau ratio (kuantitatif)

b. Data tunggal / belum dikelompokkan pada tabel distribusi frekuensi

c. Dapat untuk n besar maupun n kecil.

d. ukuran sampel n <= 30

Signifikansi

Signifikansi uji, nilai terbesar |F(zi) - S(zi)| dibandingkan dengan nilai tabel

Lilliefors. Jika nilai |F(zi) - S(zi)| terbesar kurang dari nilai tabel Lilliefors, maka
62

Ho diterima ; H1 ditolak. Jika nilai |F(zi) - S(zi)| terbesar lebih besar dari nilai

tabel Lilliefors, maka Ho ditolak ; H1 diterima. Tabel nilai Quantil Statistik

Lilliefors.

3.8.5 Uji hipotesis (ANAVA)

Analisis varians dua jalan merupakan teknik analisis data penelitian dengan

desain faktorial dua faktor. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang

digunakan untuk dasar peninjauan sekor untuk variabel terikat (Arikunto,

2009:424).

Syarat yang harus dipenuhi bila menggunakan ANAVA adalah : (a) data

dipilih secara acak, (b) masing-masing data berdistribusi normal, dan (c) masing-

masing data homogen.

Tabel 3.5 Rumus Unsur Tabel Persiapan Anava Dua Jalan

Jumlah
F0
Sumber Variasi Kuadrat db MK
(JK)
JK A MK A
JK A
Antar A A-1 db A MK D

JK B MK B
JK B
Antar B B-1 db B MK D

JK AB MK AB
Antar AB JK AB db A x db B
(Interaksi) db AB MK D

JK D
JK D dbT db AdbB db AB
Dalam (D) db D

JK T
Total (T) N-1
63

Dengan dituntun oleh rumus unsur tabel persiapan anava maka langkah

selanjutnya adalah mencari harga-harga seperti berikut:

1. Menghitung Jumlah Kuadrat Total (JKT)


2
( X T )
JK T = X T 2
N

JK A
2. Jumlah Kuadrat Variabel A ( )

2 2
( X T ) ( X T )
JK A=
nA N

JK B
3. Jumlah Kuadrat Variabel B ( )

2 2
( X B) ( X B )
JK B=
nB N

4. Menghitung Jumlah Kuadrat Interaksi antara Variabel A dengan Variabel B (

JK AB
)

2 2
( X AB) ( X T )
JK AB= JK A JK B
n AB N

5. Menghitung Jumlah Kuadrat Dalam (JKD)

JK D =JK T JK A JK B JK AB

6. Menghitung Derajat Kebebasan


db A = A1
a.
db B=B1
b.
db AB =dk A x dk B
c.
64

db D =dbT db AdbB db AB
d.
dbT =N 1
e.
7. Menghitung Rata-Rata Kuadrat
JK A
a. MK A =
db A

JK B
b. MK B=
dbB

JK AB
c. MK AB =
db AB

JK D
d. MK D=
db D

F0 FA
8. Menghitung harga untuk variabel A ( )
MK A
FA=
MK D

F0 FB
9. Menghitung harga untuk variabel B ( )
MK B
B=
MK D

F0 F AB
10. Menghitung harga untuk interaksi variabel A dan variabel B ( )
MK AB
F AB =
MK D

Fhitung > F tabel H0


Kriteria pengujian: jika maka ditolak, sedangkan

Fhitung F tabel H0
jika maka diterima. Pengujian hipotesis penelitian dengan

menggunakan SPSS pada taraf signifikan =0,05 . Adapun hipotesis

penelitian yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:

1. Pengujian Hipotesis Pertama


65

H 0 : A1 A2 Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa

dengan model pembelajaran kooperatif tipe group

investigation tidak lebih baik daripada kemampuan kognitif

tingkat tinggi fisika siswa dengan pembelajaran

konvensional.

H a : A 1> A2 Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa

dengan model pembelajaran kooperatif tipe group

investigation lebih baik daripada kemampuan kognitif

tingkat tinggi fisika siswa dengan pembelajaran

konvensional.

1. Pengujian Hipotesis Kedua

H 0 : B1 B 2 Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa

yang memiliki kemampuan kerja sama di atas rata-rata

tidak lebih baik daripada kemampuan kognitif tingkat

tinggi fisika siswa yang memiliki kemampuan kerja sama di

bawah rata-rata.

H a : B1 > B 2 Kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa

yang memiliki kemampuan kerja sama di atas rata-rata

lebih baik daripada kemampuan kognitif tingkat tinggi

fisika siswa yang memiliki kemampuan kerja sama di

bawah rata-rata.
66

2. Pengujian Hipotesis Ketiga

H 0 : A > B=0 Tidak terdapat interaksi model pembelajaran

kooperatif tipe group investigation dengan kemampuan

kerja sama terhadap kemampuan kognitif tingkat tinggi

fisika siswa.

H a : A > B 0 Terdapat interaksi model pembelajaran kooperatif

tipe group investigation dengan kemampuan kerja sama

terhadap kemampuan kognitif tingkat tinggi fisika siswa.

Adapun kriteria pengujian hipotesis adalah sebagai berikut:

H0 Ha
Jika p-value > 0,05 maka diterima dan ditolak
H0 Ha
Jika p-value < 0,05 maka ditolak dan diterima