Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

ASKEB KOMUNITAS

KELOMPOK PEMINAT KESEHATAN IBU DAN ANAK

(KP-KIA)

Dosen Pembimbing: Widi Astuti, S.ST

Disusun Oleh:

Ita Dianasikha 1301084

Mufidaturrosydah 1301085

Siti Faridhotun R 1301090

AKADEMI KEBIDANAN KH PUTRA BREBES

2015

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmaanirrahiim,
Segala puji bagi Allah SWT yang menciptakan seluruh alam serta memberi kita
nikmat yang tak ada habisnya.Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada
junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman
kegelapan menuju jaman yang terang benderang seperti saat ini dengan adanya
Nur Ilahi.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Ibu Widi Astuti, S.ST. selaku dosen
pembimbimg mata kuliah ASKEB KOMUNITAS, yang telah memberikan arahan dan
bimbingan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KP-KIA) dengan semaksimal mungkin.

Makalah ini dikemas secara ringkas tetapi tidak mengurangi nilai-nilai pengetahuan
yang harus diketahui bersama.

Kami menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan maka dari itu saran dan kritik
sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Benda, April 2015

Penyusun

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi, banyak usaha telah
dilakukan pemerintah dan tenaga kesehatan. Jumlah tenaga kesehatan yang ada
belum mampu mengatasi permasalahan-permasalahan kesehatan yang ada. Peran
serta masyarakat dalam meningkatkan kesehatan sebenarnya merupakan kunci
penyelesaian masalah-masalah kesehatan.

Bidan sebagai petugas kesehatan diharapkan mampu menjangkau pelayanannya


sampai ke masyarakat. Untuk efektifitas peningkatan pelayanan kesehatan, bidan
bekerja sama dengan masyarakat mengembangkan wahana yang ada di
masyarakat untuk berperan aktif dalam bidang kesehatan. Wahana atau forum yang
ada di masyarakat yang dipandang mampu untuk berperan aktif dalam
meningkatkan kesehatan salah satunya adalah KP-KIA (Kelompok Peminat
Kesehatan Ibu dan Anak).

Kelompok Peminat Kesehatan Ibu dan Anak (KP-KIA) merupakan kelompok yang
mempunyai kegiatan belajar tentang kesehatan ibu dan anak, yang beranggotakan
semua ibu hamil yang ada di wilayah desa. Kegiatan ini dibimbing oleh bidan
setempat dan pengelola KIA di Puskesmas karena kegiatan ini merupakan bagian
dari kegiatan posyandu yang dilaksanakan di luar jadwal posyandu atau lebih
dikenal dengan kegiatan kelas ibu hamil.

Di dalam pelaksanaan Kelas Ibu hamil ini terjadi suatu bentuk komunikasi, Informasi
dan Edukasi (KIE) yang lebih tepat karena pelayanan konseling secara perorangan
masih memiliki kelemahan-kelemahan yakni memakan waktu yang lama serta
materi yang disampaikan juga terbatas. Penerapan Kelas Ibu Hamil merupakan
suatu bentuk forum pertemuan dimana Proses Pembelajaran dilakukan secara
sederhana, mudah dimengerti dan mempunyai umpan balik yang bermakna bagi
kesehatan diri ibu hamil. Disamping itu hal yang paling penting dan mendasar dari
program pembentukan kelas ibu hamil ini adalah meningkatkan pengetahuan
(Kognitif) dari ibu hamil tersebut.

B. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas di dapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apa pengertian KP-KIA?

2. Apa tujuan KP-KIA?

3. Siapa saja Pelaksana KP-KIA?

4. Apa penentu keberhasilan KP-KIA?

5. Apa saja tugas pelaksana KP-KIA?

C. Tujuan

1. Tujuan Umum

Diharapkan setelah membaca makalah ini kita dapat mengerti dan mengetahui
tentang forum peran serta masyarakat di bidang KP-KIA pada asuhan kebidanan
komunitas.

2. Tujuan Khusus

Diharapkan setelah membaca makalah ini, dapat memahami dan mengerti tentang
Pengertian, Tujuan, Pelaksana, Penentu Keberhasilan, dan Tugas pelaksana KP-KIA.
D. Manfaat Penulisan

1. Manfaat Teoritis

Mahasiswa dapat mengetahui dan memperoleh wawasan yang luas tentang KP-KIA.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi mahasiswa

Mahasiswa mampu mengetahui lebih luas tentang KP-KIA.

b. Bagi institusi

Untuk menambah referensi di perpustakaan kampus AKBID KH. PUTRA dan


memperbanyak informasi tentang KP-KIA.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

KP-KIA adalah suatu kelompok yang mempunyai kegiatan belajar tentang kesehatan
ibu dan anak, yang beranggotakan semua ibu hamil dan menyusui yang ada di
wilayah desa. Kegiatan ini dibimbing oleh kader posyandu setempat, karana
kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan posyandu yang dilaksanakan di luar
jadwal posyandu.

B. Tujuan

1. Agar ibu hamil dan menyusui mengetahui cara yang baik dan menjaga
kesehatan sendiri dan anaknya.

2. Agar ibu hamil dan menyusui mengetahui pentingnya dan melakukan


pemeriksaan ke puskesmas dan posyandu sejak hamil dan setelah melahirkan.
3. Agar ibu hamil dan menyusui mengetahui dan mempergunakan kontrasepsi
yang efektif dan tepat.

C. Pelaksana

1. Pelaksana utama : dokter puskesmas, pengelola KP-KIA kecamatan, kader, ibu


hamil da menyusui.

2. Pelaksana pendudkung : camat, sector tingkat kecamatan, PKK, kepala desa,


LKMD, tokoh masyarakat.

3. Pelaksana Pembina : subdit binkes kebidanan dan kandungan pusat, subdin KIA
provinsi, tim pengelola peminat KIA Kabupaten

D. Penentu KeberhasPenentu Keberhasilan

Terlaksananya program KP-KIA ditentukan oleh:

1. Faktor manusia atau SDM (teknis dan human relation).

2. Faktor pengelola (perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi)

3. Faktor sarana (untuk latihan dan kegitan kelompok belajar).

E. Tugas Pelaksana

1. Subdit binkes kebidanan gabungan pusat

a. Bertanggungjawab atas kelancaran pelaksanaan program KP-KIA di seluruh


provinsi.

b. Mengusahakan tersedianya dana dan sarana sesuai dengan rencana dan jadwal
pelaksanaan program.

c. Memberikan pengarahan dan bimbingan secara berkala keada pengelola KP-


KIA.

d. Menyusun rencana pembinaan dan pengembangan KP-KIA secara nasional

e. Melaksanakan pemantauan secara berkala terhadap latihan dan pelaksanaan


KP-KIA.

f. Melaksanakan evaluasi atas hasil pelaksanaan program dan merumuskan


langkah tindak lanjut.

2. Sub dinas KIA provinsi


a. Bertanggungjawab atas kelancaran pelasanaan program KP-KIA di provinsi yang
bersangkutan termasuk pengiriman biaya latihan dan distribusi media cetak

b. Bertindak sebagai pelatih dalam orientasi kepala puskesmas dan bidan tentang
metodologi latihan yang dilaksanakan secara regional.

c. Menyusun rencana pembinaan dan pengembangan kelompok pemitan KIA


Provinsi

d. Memberikan arahan dan bimbingan berkala kepada pengelola tingkat kabupaten

e. Melaksanakan pemantauan berkala terhadap latihan dan pelaksanaan kegiatan

3. Tim pengelola peminat KIA kabupaten

a. Bertanggungjawab atas kelancaran pelaksaan program KP-KIA di provinsi yang


berangkutan termasuk pengiriman baya latihan dan distribusi media cetak

b. Bertindak sebagai pelatih dalam orientasi kepala puskesmas dan bidan tentang
metodologi latihanyang dilaksanakan secara regional.

c. Memberikan arahan dan bimbingan berkala kepada tim puskesmas dan kader

d. Melaksanakan pemantauan berkala terhadap latihan dan pelaksanaan kegiatan.

4. Pimpinan puskesmas

a. Bertanggungjawab atas pelaksanaan dan pemantauan rogram KP-KIA tingkat


kecamatan

b. Menjelaskan tujuan dan kegiatan program KP-KIA kepada staf puskesmas dalam
rangka membentuk tim puskesmas

c. Menjelaskan tujuan dan kegiatan program KP-KIA kepada camat, sector, PKK,
kades, LKMD, dalam rangka embentk tim pengelola peminat tingkat kecamatan

d. Menggali sumber daya (dana dan sarana) local untuk menunjang keterbatasan
dana untuk pelaksanaa latihan kelompok belajar.

e. Mengarahkan dan memn=mbing pengelola KIA dan staf puskesmas dalam


melaksanakan program latihan dan kegiatan kelompok.

f. Melaukan konsultasi kepada kepala dinas kesehatan

g. Bertangungjawab ats hasil pelaksanaan latihan kader dan distribusi media


serta kegiatan kelompok belajar.

5. Tim puskesmas
a. Mengidentifikasi ketersediaan kader dari kegiatan atau sector lain pada desa
terpilih

b. Menjelaskan tujuan dan kegiatan program KP-KIA kepada kades, tim penggerak
PKK desa, pengurus LKMD, kepala dukun dan tokoh masyarakat.

c. Mencari dan memilih calon kader yang sesuai dengan criteria (kader posyandu,
atau siapa saja yang bisa baca tulis dan diterima masyarakat).

d. Mempersiapkan latihan kader KP-KIA yang meliputi penyusunan jadwal,


penentuan lokasi, mengrimkan undangan, dan menhyiapkan media latihan atau ala-
alat peraga.

e. Menggali peran serta masyarakat dan instansi local dalam pelaksanaan latihan.

f. Bertindak sebagai pelatih dalam pelatihan kader KP-KIA

g. Memberikan informasi nama dan alamat dukun terlatih d wilayah kerja


puskesmas kepada kader KP-KIA

h. Memberikan bimbingan dan pengarahan kepada kader KP-KIA

i. Melakukan konsultasi berkala di antara tim puskesmas dan tim KP-KIA


kecamatan

j. Menggali pernyataan-pernyataan positif maupun kurang positif tentang KP-KIA


dari para anggota kelompok belajar.

k. Membuat laporan triwulan kepada dinas kesehatan dengan tembusan kepada


tingkat pusat

6. Camat

a. Mengundang anggota tim pengelola tngkat kecamatan untuk mendapat


penjelasan tentang program dari kepala puskesmas

b. Memina kepada anggota tim pengelola tingkat kecmatn untuk membantu


kelancaran program.

c. Memberikan bantuan pemikiran dana, sarana dan tempat untk kelancaran


program.

d. Memberikan saran kepada tim puskesmas, tim kecamatan dan kades dalam
proses pemilihan kader.

e. Memberikan petunjuk kepada kades dan kader dalam proses pembentukan


kelompol belajar
f. Memberikan saran kepada tim puskesmas, tim kecamatan dan kades tentang
upaya kelancaran kelompok belajar.

7. Kepala desa

a. Membantu tim puskesmas dalam memilih dan menetapkan calon kader

b. Membantu tim puskesmas dan kader dalam mencari bentuk organisasi yang
tepat untuk KP-KIA

c. Membantu kader dalam pembentukan kelompok belajar.

d. Memberikan bantuan sarana atau dana untuk kelancaran program

e. Memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kader dalam melaksanakan


tugasnya.

8. Kader

a. Membatu kelompok peminat belajar KIA

b. Menjadi pembimbing dalam kegiatan kelompok

c. Menganjurkan kepada ibu hamil untuk periksa ke posyandu atau puskesmas


mnimal empat kali, dan minta pertolongan persalinan kepada tenaga kesehatan

d. Menganjurkan kepada ibu menyusui untuk memeriksakan dir ke posyandu atau


puskesmas minimal empat kali dalam setahun

e. Mengirim atau merujuk anggota kelompok yang menderita kelainan ke


puskesmas atau rumah sakit

f. Mengisi buku harian setiap kali kegiatan dilaksanakan.

g. Melakukan konsultasi berkala dengan kades, PKK, dan pengelola KIA


kecamatan.

9. Anggota kelompok peminat KIA

a. Mengikuti kegiatan kelompom belajar sesuai jadwal dan sungguh-sungguh.

b. Menjalankan pesan-pesan yang diterima pada kegiatan sehari-hari

c. Mengajak ibu hamil dan menyusui yang belum menjadi anggota untuk hadir
dalam kegiatan kelompok.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Salah satu penyebab tingginya AKI/AKB adalah tingkat pengetahuan dan kesadaran
masyarakat (ibu hamil dan keluarga) yang masih rendah untuk mendeteksi secara
dini faktor resiko selama masa kehamilan dan persalinan. Melalui Kelas Ibu Hamil,
ibu - ibu hamil yang bergabung dalam satu kelompok dapat saling mengenal dan
membagi pengalaman kehamilannya dan mendapatkan informasi penting mengenai
kehamilan dan persalinan dari petugas kesehatan sehingga pada akhirnya mereka
siap untuk melahirkan dengan sehat dan selamat.

KP-KIA adalah suatu kelompok yang mempunyai kegiatan belajar tentang kesehatan
ibu dan anak, yang beranggotakan semua ibu hamil dan menyusui yang ada di
wilayah desa. Kegiatan ini dibimbing oleh kader posyandu setempat, karana
kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan posyandu yang dilaksanakan di luar
jadwal posyandu.

B. Saran

Menurunkan AKI/AKB merupakan tanggung jawab bersama. Namun semua ini bisa
terjadi jikalau kader kesehatan, bidan serta semua stakeholder yang terlibat
didalamnya memberikan pelayanan SEPENUH CINTA kepada para ibu hamil.
DAFTAR PUSTAKA

Karwati, Pujiati dan Mujiwati, 2011, Asuhan Kebidanan V Kebidanan Komunitas.


Jakarta: Trans Info Media

Niken Meilani, Nanik Setiyawati, Dwiana Estiwidani, Sumarah,2009,Kebidana


Komunitas,Yogyakarta: Fitramaya