Anda di halaman 1dari 15

SAP 3

Strategi Pemasaran Ritel

Istilah strategi sering digunakan dalam bisnis ritel. Dalam manajmen ritel, sering
dijumpai pembahasan tentang strategi barang dagangan, strategi promosi,
strategi lokasi, dan strategi merek privat. Kenyataannya, istilah tersebut selalu
digunakan sehingga semua keputusan ritel saat ini adalah keputusan yang
strategis.

1.1. Pengertian Strategi Pemasaran Ritel

Strategi pemasaran ritel adalah pernyataan yang memperjelas tentang


beberapa hal berikut ini:

1) Target pasar ritel

Di mana pengertian target pasar dapat diperjelas dengan definisi sebagai


berikut, yaitu segmen-segmen atau kelompok-kelompok pasar atau
pelanggan yang direncanakan oleh peritel untuk dilayani, terkait dengan
keterbatasan sumber daya yang dimiliki dan sekaligus yang harus
disiapkan oleh peritel. Segmen atau kelompok pelanggan tersebut harus
sudah diidentifikasi dengan jelas, sehingga kebutuhan dan keinginannya
dapat dipahami dan disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki
maupun yang harus disiapkan oleh peritel.

2) Format yang direncanakan oleh ritel untuk digunakan dalam memenuhi


kebutuhan target pasar

Format ritel adalah gabungan ritel didasarkan pada sifat atau ciri barang
dagangan dan jasa yang ditawarkan, kebijakan penentuan harga,
pemasangan iklan dan program promosi, maupun pendekatan pada desain
toko dan lokasi khusus. Beberapa format ritel yang banyak berkembang di
Indonesia khususnya untuk format ritel dengan toko (store retailing)
adalah hypermarket, supermarket dan minimarket (untuk kelompok
orientasi makanan), dan departement store ataupun factory outlet (untuk
kelompok barang dagangan umum).

1
3) Dasar perencanaan ritel untuk memperoleh keuntungan bersaing yang
dapat dipertahankan (sustainable competitive advantage)

Pengertian keunggulan bersaing yang dipertahankan adalah keuntungan


dari persaingan yang dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang.

Dengan demikian, tiap strategi pemasaran ritel akan meliputi hal-hal sebagai
berikut: (1) memilih segmen target pasar dan penentuan format ritel, (2)
mengembangkan keunggulan bersaing yang memungkinkan ritel untuk
mengurangi tingkat kompetensi yang dihadapi.

1.2. Bauran Pemasaran Ritel

Bauran ritel (retail mix) adalah strategi pemasaran yang mengacu pada
beberapa variabel, di mana peritel dapat mengkombinasikan variabel-variabel
tersebut menjadi jalan alternatif dalam upaya menarik konsumen. Variabel
tersebut pada umumnya meliputi faktor-faktor seperti variasi barang
dagangan dan jasa yang ditawarkan, harga, iklan, promosi dan tata ruang,
desain toko, lokasi toko, dan pengelolaan barang dagangan.

Untuk menjaga kelangsungan hidup serta kemajuan dan keunggulan


daalam bisnis ritel yang semakin kompetitif, maka pengelola bisnis tersebut
harus berupaya menerapkan strategi berupa program bauran penjualan ritel
yang diharapkan memunculkan minat beli konsumen. Dalam konsep
pemasaran, Mc Carthy (1993:46) mengemukakan komponen produk, harga,
tenpat dan promosi atau lebih dikenal dengan 4P (product, prace, place, dan
promotion) dengan menitikberatkan perhatian yang berbeda pada keempat
variabel tersebut, karena tergantung pada pembuat keputusan
pemasarannya untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang cenderung
berubah-berubah dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan
mencapai tujuan perusahaan.

Para peritel menggabungkan unsur-unsur bauran ritel untuk menciptakan


suatu metode dalam upaya menarik pasar sasaran. Kombinasi dari bauran
ritel ini akan memproyeksikan citra toko yang memengaruhi persepsi para
konsumen. Dengan menggunakan kesan-kesan atas toko ini, para pembeli

2
memposisikan toko yang satu terhadap yang lain. Seorang manajer pemasarn
ritel harus memastikan penetapan dan memperbaiki posisi dasar tokonya
secara tepat agar sesuai dengan harapan konsumen ketika mereka
memutuskan untuk berkunjung dan berbelanja di toko tersebut. Cara-cara
yang dipergunakan oleh peritel tersebut didasarkan pada kumpulan dari
unsur-unsur yang sering disebut bauran ritel.

1.1.1. Unsur-Unsur Bauran Ritel

1) Produk

Produk adalah keseluruhan dari penawaran yang dilakukan secara normal


oleh perusahaan kepada konsumen dalam memberikan pelayanan, letak
toko, dan nama barang dagangannya. Konsumen akan memberikan kesan
yang baik terhadap suatu toko apabila toko tersebut dapat menyediakan
barang yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen. Oleh karena itu,
peritel harus tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan oleh suatu toko atau departement


store dalam memilih produk yang dijualnya yaitu:

a. Variety, kelengkapan produk yang dijual dapat memengaruhi


pertimbangan konsumen dalam memilih suatu toko atau departement
store.

b. Width or Breath, tersedianya produk-produk pelengkap dari produk


utama yang ditawarkan. Contohnya pada toko roti, selain menyediakan
roti juga menyediakan berbagai macam minuman.

c. Depth, merupakan macam dan jenis karakteristik dari suatu produk,


misalnya baju yang dijual di departement store tidak hanya dari satu
merek saja tetapi juga tersedia merek-merek lainnya.

d. Consistency, produk yang sudah sesuai dengan keinginan konsumen


harus tetap dijaga keberadaannya dengan cara menjaga kelengkapan,
kualitas, dan harga dari produk yang dijual.

3
e. Balance, berkaitan erat dengan usaha untuk menyesuaikan jenis dan
macam-macam produk yang dijual dengan pasar sasarannya.

2) Harga

Harga sangat berhubungan dengan nilai dasar dari persepsi konsumen


berdasarkan dari keseluruhan unsur bauran ritel dalam menciptakan suatu
gambaran dan pengalaman transaksi. Tingkat harga pada suatu toko dapat
memengaruhi cara berpikir konsumen terhadap unsur-unsur lain dari bauran
ritel. Contohnya tingkat harga sering kali dianggap dapat mencerminkan
kualitas dari barang dagangan dan pelayanan yang diberikan, sehingga pada
akhirnya juga akan memengaruhi konsumen dalam menentukan pilihannya
untuk berbelanja di sebuah departement store. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan dalam menetapkan harga adalah pasar sasaran, persaingan,
biaya produk yang akan dijual, aturan harga dalam bauran ritel, karakteristik
barang dagangan, dan pertimbangan-pertimbangan hukum. Dalam
menetapkan harga, terdapat tiga macam strategi harga yang pada umumnya
digunakan sebagai dasar oleh peritel yaitu:

a. Penetapan harga di bawah harga pasar (pricing below the market),


umumnya dilakukan oleh peritel yang mempunyai biaya operasional
yang lebih rendah dan volume yang lebih tinggi.

b. Penetapan harga sesuai dengan harga pasar (pricing at the market),


umumnya dilakukan oleh peritel untuk memperlebar pasarnya dengan
menawarkan kepada konsumen mengenai kualitas produk yang baik,
harga yang cukup, dan pelayanan yang baik.

c. Penetapan harga di atas harga pasar (pricing above the market),


biasanya dijalankan oleh toko yang sudah mempunyai reputasi yang
baik atau sudah terkenal. Konsumen akan tetap membeli meskipun
harganya di atas harga pasar dan ini merupakan keuntungan bagi
penjual.

3) Promosi

4
Promosi merupakan kegiatan yang memengaruhi persepsi, sikap, dan
perilaku konsumen terhadap suatu toko ritel dengan segala penawarannya.
Berman dan Evans (2001:154) membagi promosi dalam beberapa tipe,
diantaranya: point of purchase, kontes, kupon, program belanja, undian,
contoh gratis, demonstrasi, pemberian hadiah yang diadakan pada peristiwa
khusus.

Promosi merupakan alat komunikasi untuk menghubungkan keinginan


pihak peritel dengan konsumen untuk memberitahu, membujuk, dan
mengingatkan konsumen agar mau membeli produk yang dijual dari
keuntungan dan manfaat yang diperolehnya. Para peritel harus dapat
mendukung dan memperkuat posisi badan usahanya di pasar. Ada tiga
macam alat promosi yang sering digunakan oleh peritel, yaitu:

a) Iklan, segala bentuk presentasi nonpersonal dan promosi dari barang-


barang serta pelayanan oleh sebuah sponsor tertentu yang dapat
dilakukan melalui berbagai media seperti televisi, radio, majalah, surat
kabar, katalog, dan media lainnya.

b) Penjualan langsung, bentuk presentasi lisan dalam suatu percakapan


dengan satu atau beberapa orang calon pembeli dengan tujuan untuk
mencapai kesepakatan pembelian. Cara ini biasanya dilakukan dengan
menggunakan tenaga wiraniaga.

c) Promosi penjualan, merupakan aktivitas yang dapat merangsang


konsumen untuk membeli yang meliputi pemajangan, pameran,
pertunjukkan, dan demonstrasi. Bentuk promosi penjualan, antara lain
dengan pemberian sampel dan kupon hadiah.

4) Pelayanan

Pelayanan merupakan suatu keinginan konsumen untuk dilayani, dan


pelayanan tersebut tentunya berhubungan dengan penjualan produk yang
akan dibeli konsumen, misalnyaa pemberian fasilitas alternatif pembayaran,
pemasangan perlengkapan, merubah model untuk pakaian dan sebagainya.

Pelayanan didefinisikan sebagai aktivitas, manfaat, kepuasan dari sesuatu


yang ditawarkan dalam penjualan. Para pengusaha harus dapat

5
menyesuaikan jenis layanan yang ditawarkan dengan unsur-unsur lainnya
dalam bauran ritel. Contohnya, toko yang menetapkan harga jual di atas
harga pasar harus memberikan pelayanan yang benar-benar sesuai dengan
harga yang dibayar oleh konsumen. Adapun jenis-jenis pelayanan dalam
bauran ritel antara lain: (1) waktu pelayanan toko (jam operasional toko), (2)
pengiriman barang, (3) penanganan terhadap keluhan dari konsumen, (4)
penerimaan pesanan melalui telepon dan pos, dan (5) penyediaan fasilitas
parkir.

Berbagai jenis pelayanan yang ditawarkan di atas dapat membedakan


pelayanan antara toko yang satu dengan yang lain, sehingga dapat
disimpulkan bahwa semakin lengkap dan memuaskan pelayanan yang
diberikan oleh departement store, maka semakin besar kemungkinan
konsumen akan akan tertarik untuk memilih berbelanja di departement store
yang bersangkutan.

5) Fasilitas fisik

Fasilitas fisik merupakan faktor penentu dalam mendominasi pangsa pasar


yang diinginkan oleh perusahaan, karena penguasaan pasar dapat dicapai
apabila perusahaan mendapat kedudukan yang baik sehingga dapat
menciptakan citra perusahaan bagi para konsumennya. Secara spesifik,
beberapa elemen penting yang dapat lebih menonjolkan citra dari suatu toko
yaitu berupa arsitektur yang baik, desain eksterior dan interior yang
menarik, sumber daya manusia yang memadai, penyediaan barang yang
baik, lambang dan logo, penempatan lokasi toko dan nama toko yang dapat
menarik perhatian. Nama toko berperan penting karena sebagian besar dari
elemen tersebut berkaitan dengan peritel (pengelolanya) yang ditampilkan
secara fisik. Adapun faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan, yaitu
kestrategisan, apakah daerah tersebut dapat dijadikan pusat bisnis atau
bukan dan bagaimana arus lalu lintasnya. Arus lalu lintas memngaruhi
penempatan lokasi toko ritel karena dapat menarik konsumen untuk
mengunjungi toko tersebut, bahkan berbelanja.

Lokasi merupakan struktur fisik dari sebuah toko yang merupakan


komponen utama yang terlihat dalam mebentuk kesan sebuah toko yang
dilakukan peritel dalam melakukan penempatan tokonya dan kegiatan dalam

6
menyediakan saluran pelayanan yang dibutuhkan konsumen. Fasilitas fisik
mempunyai peran penting untuk memposisikan toko ritel dalam benak
konsumen. Sebagai contoh, sebuah peritel yang ingin memposisikan dirinya
sebagai toko berskala atas akan menggunakan penampilan yang mewah
atau canggih untuk menarik minat konsumen agar datang ke toko dan
melakukan pembelian. Fasilitas fisik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

a) Lokasi toko, mencari dan menentukan lokasi merupakan tugas paling


penting, karena penentuan lokasi yang tepat merupakan kunci
kesuksesan sebuah bisnis.

b) Tata letak toko, penataan toko yang dirancang dan dibuat setelah lokasi
toko dipilih. Semuanya ini bertujuan untuk memudahkan dan
memberikan kenyamanan bagi konsumen dalam berbelanja.

c) Desain toko, desain dari sebuah toko dibagi ke dalam dua bagian:

Desain eksterior, merupakan penampilan luar dari sebuah toko


yang harus dapat menarik konsumen untuk melakukan
pembelian. Faktor-faktor desain eksterior meliputi: penempatan
pintu masuk, penerangan pada bagian luar toko, penempatan
papan reklame serta pengaturan jendela dan dinding.

Desain interior, merupakan penampilan bagian di dalam suatu


toko yang tidak kalah pentingnya untuk menarik konsumen.
Faktor-faktor desain interior ini meliputi: ketinggian langit-langit,
penerangan dalam toko, warna dan temperatur dalam ruangan

PRODUK
Keluasan dan kedalaman serta keragaman produk
Keluasan dan kedalaman serta keragaman produk
Keluasan dan kedalaman serta keragaman produk

PROMOSI
Periklanan, publisitas, dan humas
PERSONALIA
Pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi

7
PASAR
SASARAN

PRESENTASI
Tata letak dan suasana LOKASI
Site dan lokasi perdagangan
Gambar: Bauran

Harga

Gambar 1.1 : Bauran Ritel

Sumber: Lamb, Hair, McDaniel, Manajemen Pemasaran. 2001

1.3. Mengembangkan Keunggulan Bersaing

Mengembangkan keuntungan bersaing berarti ritel membangun sebuah dinding


disekitar posisinya pada pasar ritel. Hal ini membuat para pesaing sulit keluar daro
dinding atau pembatas untk menghubungkan konsumen pada target pasar ritel. Elemen
terakhir dalam strategi ritel adalah pendekatan-pendekatan untuk mengembangkan
keuntungan bersaing yang bisa dipertahankan atau berkelanjutan dalam jangka panjang.

Tujuh kesempatan yang penting bagi ritel untuk mengembangkan keuntungan


bersaing yang bisa dipertahankan adalah :

1. Loyalitas konsumen

Loyalitas konsumen berarti bahwa konsumen bersedia berbelanja di lokasi ritel.


Mempunyai konsumen loyal adalah metode yang penting dalam mempertahankan

8
keuntungan dari para pesaing. Beberapa cara dalam membangun loyalitas adalah
dengan :

1. Mengembangkan strategi-strategi yang jelas dan tepat

2. Menciptakan hubungan emosional dengan para konsumen melalui program


loyalitas

2. Lokasi

Lokasi adalah faktor utama dalam pemilihan toko konsumen. Hal ini juga merupakan
keuntungan bersaing yang tidak dengan mudah ditiru.

3. Manajemen sumber daya manusia

Ritel adalah bisnis tenaga kerja intensif. Para pegawai memiliki peranan penting
dalam memberikan layanan pada konsumen dan membangn loyalitas konsumen.
Pegawai yang berpengetahuan dan ahli, berusaha mewujudkan tujuan-tujuan ritel
yaitu asset-aset penting yang mendukung keberhasilan perusahaan.

4. Sistem distribusi dan informasi

Semua ritel berusaha untuk melakukan pengelolaan yang efisien. Mereka terus
memenuhi kebutuhan konsumen. Pada saat yang sama, memberi mereka barang-
barang dengan harga lebih rendah daripada pesaingnya atau memutuskan untuk
menggunakan kesempatan guna menarik perhatian konsumen dari para pesaing
dengan menawarkan jasa yang lebih baik, berbagai barang dan penyajian secara
visual. Ritel dapat mencapai efisiensi dengan mengembangkan sistem distribusi dan
informasi.

5. Barang-barang yang unik

Sangat sulit bagi ritel untuk mengembangkan keuntungan bersaing melalui barang-
barang karena para pesaing dapat membeli dan menjual merek-merek nasional yang
sama terkenalnya. Tetapi beberapa ritel menyadari keuntungan bersaing yang dapat
dipertahankan dengan mengembangkan merek-merek berlebel privat ( juga disebut

9
merek-merek toko), yang merupakan produk-produk yang dikembangkan dan
dipasarkan oleh ritel dan hanya tersedia dari ritel tersebut.

6. Hubungan pedagang atau penjual

Dengan mengembangkan hubungan yang kuat dengan para pedagang atau penjual,
ritel bisa mendapatkan hak-hak eksklusif, yaitu : untuk menjual barang-barang
disebuah daerah, untk mendapatkan istilah-istilah khusus dan membeli yang tidak
tersedia untuk para pesaing yang kekurangan dalam hal tersebut, dan untuk menerima
barang-barang terkenal dalam pengiriman yang singkat.

Hubngan dengan penjual seperti hubungan dengan konsumen, dikembangkan dalam


waktu yang lama dan tidak dapat diimbangi dengan mudah oleh seorang pesaing.

7. Layanan konsumen

Beberpa ritel menawarkan layanan-layanan pada konsumen yang tidak benar-benar


mereka inginkan, tetapi membuat konsumen melakukan pembelian barang. Sangatlah
membutuhkan waktu dan usaha untuk membangun sebuah tradisi dan reputasi untk
layanan konsumen, tetapi layanan yang bagus adalah asset strategis yang berharga.

Untuk membangun keuntungan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang, ritel
secara khsus tidak boleh hanya bergantung pada pendekatan tunggal seperti biaya
rendah atau layanan bagus. Namun harus secara komprehensif membangun hubungan
yang terintegrasi.

Loyalitas konsumen

Layanan konsumen Lokasi

Keunggulan bersaing yang berkelanjutan

Manajemen SDM
Hubungan para pedagang

10
Barang dagangan yang unik Sistem distribusi dan informasi

Gambar 1.2 : Keunggulan Bersaing Berkelanjutan

(Sustainable Competitive Advantage)

1.4. Strategi Pertumbuhan

1. Penembusan pasar

Kesempatan penembusan pasar meliputi usaha-usaha langsung terhadap konsumen


yang telah ada menggunakan format ritel sekarang. Ritel dapat mencapai strategi
pertumbuhan ini dengan menarik konsumen pada target pasar sekarang yang tidak
berbelanja ditokonya untuk mengunjungi toko tersebut lebih sering atau untuk
membeli lebih banyak barang saat tiap kunjungan.

2. Perluasan pasar

Kesempatan perluasan pasar menggunakan format ritel yang ada pada segmen pasar
baru.

3. Pengembangan format ritel

Kesempatan pengembangan format ritel meliputi penawaran format ritel baru, format
dengan gabungan ritel yang berbeda pada target pasar yang sama.

4. Diversifikasi

Kesempatan diversifikasi adalah saat ritel memperkenalkan format ritel baru secara
langsung pada segmen pasar yang tidak termasuk.

11
a. Diversifikasi yang berkaitan dan yang tidak berkaitan

Pada kesempatan diversifikai yang berkaitan atau berhubungan, target pasar


sekarang atau format ritel memiliki kesempatan baru. Keadaan seperti ini
diperlukan pembelian dari penjal-penjual yang sama dengan menggunakan sistem
distribusi atau manajemen yang sama atau pengiklanan dikoran yang sama pada
target pasar yang sama. Sebaliknya, diversifikasi yang tidak berkaitan memiliki
kekurangan dalam hal bisnis sekarang dan bisnis baru.

b. Penyatuan vertical

Penyatuan vertical adalah diversifikasi yang dilakukan ritel dalam penjualan atau
produksi.

1.5. Proses Perencanaan Strategi Pemasaran Ritel

Proses perencanaan pemasaran ritel strategis yaitu sekumpulan langkah-


langkah yang dilalui ritel untuk mengembangkan perencaan ritel strategis.
Langkah-langkah ini menjelaskan bagaimana ritel memilih segmen target
pasar, menentukan format ritel yang sesuai, dan membangun keuntungan
bersaing yang bisa dipertahankan. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai
berikut:

Langkah 1: Jelaskan Tujuan Bisnis atau Misi Bisnis

Pernyataan misi di sini adalah gambaran atau penjelasan yang luas tentang
tujuan ritel dan lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan.

Langkah 2: Laksanakan Pemeriksaan Situasi

Audit (pemeriksaan) situasi adalah suatu kegiatan untuk melakukan analisis


kesempatan-kesempatan dan ancaman-ancaman dalam lingkungan ritel dan
kelebihan serta kekurangan bisnis ritel.

a. Faktor Pasar, untuk melakukan analisis faktor-faktor pasar, dapat


dilakukan dengan mencari data dan informasi ke Badan Pusat Statistik
(BPS) untuk mendapatkan informasi tentang ukuran, pertumbuhan,
perputaran dan pasar musiman pada umumnya.

12
b. Faktor Persaingan, sifat atau ciri persaingan pada pasar ritel terpengaruh
oleh penghalang atau hambatan untuk masuk, penawaran, kekuasaan
penjualan, dan persaingan.

c. Faktor Lingkungan, faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi


ketertarikan pasar meliputi perubahan teknologi, ekonomi, peraturan dan
sosial. Ritel perlu menjawab tiga pertanyaan ini: (1) Perkembangan atau
perubahan baru apa yang mungkin terjadi, seperti peraturan dan
teknologi baru atau faktor-faktor sosial yang berbeda dan kondisi
ekonomi?, (2) Kemungkinan apa yang akan terjadi dalam perubahan
lingkungan? Faktor-faktor kunci apa yang memengaruhi perubahan-
perubahan ini terjadi?, (3) Bagaimana perubahan-perubahan ini
memengaruhi dampak tiap-tiap pasar ritel, perusahaan, dan para
pesaingnya?

Langkah 3: Jelasakan Kesempatan-Kesempatan Strategis

Setelah menyelesaikan audit situasi, langkah berikutnya adalah menjelaskan


kesempatan-kesempatan dalam meningkatkan penjualan ritel.

Langkah 4: Evaluasi Kesempatan-kesempatan Strategis

Evaluasi ini menentukan kemungkinan ritel untuk meningkatkan keuntungan


bersaing yang dipertahankan dan keuntungan jangka panjang dari
kesempatan-kesempatan dengan evaluasi.

Langkah 5: Menentukan Tujuan-tujuan Khusus dan Mengalokasi Sumber-


sumber Daya

Setelah mengevaluasi, langkah berikut adalah proses perencaan strategis.


Proses perencanaan strategis adalah menentukan tujuan khusus untuk tiap
kesempatan. Tujuan-tujuan khusus ini memiliki tiga komponen.

1. Pengelolaan, termasuk adanya kemajuan yang bisa diukur

2. Kerangka waktu di mana tujuan harus dicapai

3. Tingkat investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Langkah 6: Kembangkan Penggabungan Ritel untuk Melaksanank Strategi

13
Langkah keenam dalam proses perencanaan adalah mengembangkan
penggabungan ritel untuk tiap kesempatan di mana investasi akan dilakukan
dan untuk mengendalikan dan mengevaluasi pengelolaan.

Langkah 7: Evaluasi Pengelolaan dan Buat Penyesuaian

Jika ritel memenuhi atau melebih-lebihkan tujuan, perubahannya tidak


diperlukan. Tetapi jika ritel gagal memenuhi tujuannya, analisis ulang
diperlukan. Analisis ulang ini dimulai dengan peninjauan program-program
pelaksanaan, tetapi ini bisa menunjukkan bahwa kebutuhan atau perlunya
strategi harus dipertimbangkan ulang.

Langkah 1: Jelaskan Tujuan Bisnis atau Misi Bisnis

Langkah 2: Laksanakan Pemeriksaan Situasi

Langkah 3: Jelasakan Kesempatan-Kesempatan Strategis


Strategis

Langkah 4: Evaluasi Kesempatan-kesempatan Strategis

14
Langkah
Langkah Langkah
5: Menentukan7:Tujuan-tujuan
Evaluasi
6: Kembangkan Pengelolaan danMengalokasi
KhususRitel
Penggabungan dan Buat Penyesuaian
untuk Sumber-sumber
Melaksanank Strategi Daya
Gambar 1.3: Langkah Perencanaan Ritel Strategis

Sumber: Levy & Weitz, 2004

Daftar Pustaka

Utami, Christina Whidya. 2014. Manajemen Ritel: Strategi dan


Implementasi Operasional Bisnis Ritel Modern di Indonesia. Edisi 2.
Jakarta: Salemba Empat.

15