Anda di halaman 1dari 10

JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO.

3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DENGAN


METODE GRAFIK DAN CRAFT UNTUK MINIMASI ONGKOS MATERIAL
HANDLING

PRODUCTION FACILITIES AND LAYOUT REDESIGN USING GRAPHIC AND


CRAFT TO MINIMIZE MATERIAL HANDLING COST

Agnes Novita Ningtyas1), Mochamad Choiri2), Wifqi Azlia3)


Jurusan Teknik Industri, Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang, 65145, Indonesia
E-mail: agnesnovitan@gmail.com1), moch.choiri76@ub.ac.id2), wifqi.azlia@ub.ac.id3)

Abstrak

PT Selatan Jadi Jaya merupakan salah satu produsen aki di Indonesia. Pada PT Selatan Jadi Jaya ini
memiliki masalah dalam tata letak fasilitas produksinya, yaitu terdapat beberapa aliran material yang
backward dan terdapatnya jarak antar stasiun kerja yang kurang sesuai. Aliran backward dan jarak yang
kurang sesuai terletak pada stasiun casting, pole, cutting dan enveloping. Aliran backward dapat
mempengaruhi tinggi rendahnya ongkos material handling. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk
menghitung ongkos material handling (OMH) layout eksisting dan mendapatkan layout perbaikan untuk
minimasi ongkos material handling. Metode yang digunakan untuk mendapatkan alternatif layout perbaikan
adalah metode grafik dan CRAFT. Hasil analisa layout eksisting menunjukkan bahwa momen perpindahan
perpindahan per tahunnya 642.337,5 m. Dari momen perpindahan tersebut dapat dianalisa aliran backward
yang dimiliki adalah sebesar 20,47%, dan OMH per tahunnya adalah Rp 16.251.287,5. Alternatif layout
yang dihasilkan metode grafik memberikan perbaikan momen perpindahan, yaitu per tahunnya adalah
546.000 m. Aliran backward yang dimiliki berkurang menjadi 0%, dan OMH per tahunnya adalah sebesar
Rp 14.574.448,44. Sedangkan alternatif layout metode CRAFT dengan bantuan software Winqsb 2.0
memberikan hasil momen perpindahan sebesar 642.337,5 m pertahun, sehingga persen aliran backwardnya
adalah 14,84% dan OMH yang didapatkan sebesar Rp 15.433.586, 79 per tahun. Dari hasil tersebut dapat
ditentukan layout terpilih adalah alternatif layout grafik, karena memberikan pengurangan OMH terbesar
yaitu Rp 1.676.839,06 per tahun.

Kata Kunci : minimasi, OMH, grafik, CRAFT, tata letak fasilitas

1. Pendahuluan agar dapat tetap menjaga produktivitas sehingga


Dalam perkembangan sekarang ini, keuntungan yang didapatkan pun dapat terus
pengguna kendaraan bermotor meningkat ditingkatkan. Salah satu cara atau strategi untuk
cukup signifikan. Peningkatan tersebut mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan
berakibat pula pada peningkatan terhadap mengatur tata letak fasilitas dari lantai produksi.
kebutuhan suku cadang kendaraan bermotor. Suatu tata letak fasilitas produksi yang optimal
Salah satunya adalah aki yang merupakan salah harus didukung dengan kegiatan pemnidahan
satu komponen yang berfungsi untuk men-start bahan (material handling) yang baik (Jawin,
atau menghidupkan kendaraan bermotor. 2011). Hal tersebut disebabkan karena proses
Semakin tingginya tingkat kebutuhan terhadap pemindahan bahan mempengaruhi operational
aki, dapat mengakibatkan semakin tinggi pula flow time sebesar 95% (Starberk dan Menart,
tingkat persaingan industri produsen aki 2000). Pengaturan material handling yang
tersebut. buruk akan memberikan dampak yang cukup
Tingkat persaingan yang tinggi dalam besar terhadap ongkos produksi yang harus
industri ini akhirnya mengharuskan perusahaan dikeluarkan, karena dalam kegiatan manufaktur
untuk menentukan strategi-strategi yang tepat biaya untuk material handling berpengaruh

495
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

sebesar 20%-70% dari total ongkos produksi perpindahan dan aliran proses produksinya.
(Heragu, 2008). Sedangkan metode CRAFT merupakan sebuah
PT Selatan Jadi Jaya merupakan salah satu program perbaikan. Program ini mencari
produsen aki di Indonesia, yang terletak di perancangan optimum dengan melakukan
Sidoarjo Jawa Timur. Perusahaan ini perbaikan tata letak secara bertahap (Hadiguna
memproduksi beberapa jenis produk, yaitu aki dan Setiawan, 2008). CRAFT mengevaluasi
mobil dan sepeda motor. Pada PT Selatan Jadi tata letak dengan cara mempertukarkan lokasi
Jaya ini memiliki masalah dalam tata letak departemen. Metode CRAFT memerlukan input
fasilitas produksinya. Dimana dalam tata letak yang berupa biaya perpindahan material. Input
fasilitas produksinya, terdapat beberapa aliran biaya perpindahan berupa biaya per satuan
material yang backward dan terdapatnya jarak perpindahan per satuan jarak (ongkos material
antar stasiun kerja yang kurang sesuai. handling per satuan jarak atau OMH per satuan
Dari kedua produk yang dihasilkan yang jarak).
akan dikaji lebih lanjut dalam penelitian ini Pada penelitian ini metode grafik dan
adalah aku mobil, karena aki mobil memiliki CRAFT akan digunakan untuk menentukan
jumlah aliran backward yang lebih banyak. suatu tata letak fasilitas baru yang sesuai
Dimana pada tata letak fasilitas produksi yang dengan kondisi perusahaan yang dapat
dimiliki oleh PT Selatan Jadi Jaya saat ini meminimumkan ongkos produksi. Dari
stasiun kerja proses casting, yang seharusnya alternatif tata letak yang dihasilkan oleh metode
menjadi proses setelah melting dan sebelum grafik dan CRAFT akan dievaluasi dengan
pole, memiliki jarak yang lebih jauh dari pertimbangan momen perpindahan materialnya.
stasiun kerja melting dibandingkan dengan
stasiun kerja proses melting dengan pole. Aliran 2. Metode Penelitian
backward juga terjadi pada stasiun kerja proses Penelitian ini termasuk jenis penelitian
cutting dan envelope. Proses cutting adalah kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011),
proses yang terlebih dahulu dikerjakan, namun Penelitian kuantitatif adalah suatu metode
pada pengaturan tata letak fasilitasnya aliran penelitian yang bersifat induktif, objektif dan
material akan melalui stasiun kerja envelope ilmiah dimana data yang diperoleh berupa
terlebih dahulu. Gambar 1. menyajikan gambar angka-angka atau pernyataan-pernyataan yang
layout eksisting dan aliran material handling PT di nilai dan dianalisis.
Selatan Jadi Jaya.
2.1 Langkah-langkah Penelitian
Prosedur dari penelitian yang akan
Pasting
dilakukan adalah sebagai berikut:
Pole Formation

Melting
1. Studi Lapangan
Studi lapangan adalah kegiatan
Casting
pembelajaran lebih dalam mengenai objek
sasaran penelitian dan mengenai masalah-
Assembly Packaging
masalah yang ada. Dalam studi lapangan
Enveloping
pengetahuan yang diperoleh dapat berupa
Cutting
kondisi perusahaan, proses produksi, dan
Gambar 1. Layout Eksisting PT Selatan Jadi Jaya informasi-informasi lainnya tentang
perusahaan.
Ada beberapa metode yang dapat 2. Studi Pustaka
dilakukan untuk permasalahan di atas. Studi pustaka adalah kegiatan
Beberapa diantaranya adalah dengan pembelajaran lebih dalam mengenai teori-
menggunakan metode grafik dan Computerized teori yang dapat menambah wawasan dan
Relatfue Allocation Facilities Technique dijadikan referensi dalam melakukan
(CRAFT). Dengan menggunakan metode grafik penelitian.
akan menghasilkan suatu tata letak yang dapat 3. Identifikasi Masalah
memperpendek jarak yang ditempuh untuk Identifikasi masalah merupakan tahap
aliran bahan, karena metode ini awal untuk mengamati kondisi riil yang
mempertimbangkan departemen yang saling terjadi di lapangan untuk mengetahui
berhubungan dengan menggunakan frekuensi bagaimana sistem yang sedang

496
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

berlangsung di perusahaan. Kemudian e. Perhitungan ongkos material handling


dilanjutkan dengan memahami dari layout eksisting yang dimiliki oleh
permasalahan yang terjadi berdasarkan PT Selatan Jadi Jaya.
pengamatan yang dilakukan f. Perhitungan momen perpindahan dari
4. Perumusan Masalah tiap-tiap stasiun kerja. Momem
Perumusan masalah merupakan hasil perpindahan ini akan digunakan sebagai
dari proses identifikasi masalah. Topik input untuk From to Chart.
penelitian dan identifikasi masalah yang g. Pembuatan From to Chart untuk
telah diperoleh, digunakan sebagai acuan mengetahui bagaimana aliran material
dalam menentukan tingkat keberhasilan pada PT Selatan Jadi Jaya, dengan
suatu penelitian. memanfaatkan informasi-informasi
5. Penentuan Tujuan Penelitian yang sudah dihitung sebelumnya.
Hal yang ingin dicapai dari penelitian. h. Pembuatan ARC dengan
Hal ini sangat penting dilakukan untuk memperhitungkan hubungan
mendapatkan acuan dalam menentukan keterikatan antar stasiun kerja, seperti
tingkat keberhasilan suatu penelitian. keterikatan proses, proses yang
6. Pengumpulan Data berurutan, penggunaan area yang sama,
Tahapan yang dilakukan untuk penggunaan resources yang sama, dan
memperoleh data-data yang diperlukan sebagainya.
dalam penelitian, yang mendukung i. Perancangan ulang tata letak fasilitas
keberhasilan penelitian. Data yang departemen produksi PT Selatan Jadi
dikumpulkan pada penelitian ini adalah Jaya dengan metode grafik.
tata letak fasilitas produksi awal, volume j. Perancangan ulang tata letak fasilitas
produksi, luas stasiun kerja, proses departemen produksi PT Selatan Jadi
produksi, dan biaya alat angkut/jam. Jaya dengan metode CRAFT.
7. Pengolahan Data 8. Analisis dan Pembahasan
Pada tahap ini data yang telah Setelah dilakukan pengolahan data,
diperoleh diolah dengan metode grafik dan hasil dari pengolahan data tersebut
metode CRAFT. Berdasarkan data-data selanjutnya dianalasis. Dalam penelitian
yang telah dikumpulkan, akan dilakukan: ini, analisis dan pembahasan dilakukan
a. Pembuatan Operation Process Chart pada alternatif layout terpilih, yang
(OPC) untuk menggambarkan langkah- diharapkan dapat meminimasi ongkos
langkah pengerjaan aki yang terdapat material handling.
pada departemen produksi PT Selatan 9. Kesimpulan dan Saran
Jadi Jaya. Tahap ini berisi kesimpulan yang
b. Pembuatan Flow Process Chart (FPC) diperoleh dari hasil pengumpulan,
untuk menggambarkan interaksi antar pengolahan, dan analisis data yang
proses satu dengan proses yang lain digunakan untuk menjawab tujuan
termasuk juga proses menunggu dan penelitian yang telah ditetapkan
pemindahan yang terjadi pada sebelumnya.
departemen produksi PT Selatan Jadi
Jaya. 3. Hasil dan Pembahasan
c. Perhitungan jarak perpindahan antar 3.1 Operation Process Chart (OPC)
stasiun kerja pada departemen produksi Dari hasil analisa OPC diketahui bahwa
PT Selatan Jadi Jaya dengan pada proses produksi PT Selatan Jadi Jaya
menggunakan input dimensi dari tiap-
terdapat 9 operasi dengan total waktu 65.280,2
tiap stasiun kerja.
d. Perhitungan frekuensi perpindahan detik.
antar stasiun kerja, frekuensi
perpindahan ini akan dijadikan input 3.2 Flow Process Chart (FPC)
untuk menghitung OMH dan From to Perbedaan analisa OPC dengan FPC
Chart. adalah pada analisa FPC selain mendefinisikan
proses-proses operasi, proses delay dan
transportasi yang terjadi juga didefinisikan.
497
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Dari analisa FPC untuk komponen grid terdapat 3.4 Perhitungan Frekuensi Perpidahan
7 operasi, 6 delay, dan 6 transportasi. Frekuensi perpindahan ini dapatkan dari
Sedangkan untuk komponen lead part terdapat jumlah unit yang dipindah dibagi dengan
3 operasi, 2 delay, dan 2 transportasi. kapasitas alat angkut. Jumlah unit yang
dipindah didaptkan dari pengamatan pada
3.3 Penentuan Jarak Stasiun Kerja perusahaan. Kapasitas alat angkut didapatkan
Untuk mendapatkan jarak antar stasiun dari hasil bagi volume alat angkut dan volume
kerja, harus diketahui koordinat centroid dari unit yang dipindah. Perhitungan frekuensi
tiap stasiun kerja. Perhitungan koordinat perpindahan untuk tiap proses pemindahan
centroid tersebut dapat dilakukan dengan disajikan pada Tabel 2.
menggunakan bantuan block layout.
Tabel 2. Volume Produksi dan Frekuensi
Pemindahan

Gambar 2. Block Layout Eksisting

Keterangan:
1. Stasiun Melting 3.5 Perhitungan Momen Perpindahan Awal
2. Stasiun Casting Momen perpindahan merupakan data yang
3. Stasiun Pole diperlukan untuk from to chart. Momen
4. Stasiun Pasting perpindahan ini dapat dihitung dengan
5. Stasiun Formation mengalikan frekuensi permindahan per tahun
6. Stasiun Cutting dengan jarak antar stasiun kerja. Tabel 3.
7. Stasiun Enveloping menyajikan hasil perhitungan momen
8. Stasiun Assembly Packaging perpindahan dari tiap pemindahan yang terjadi
Dari block layout dapat dihitung jarak antar stasiun kerja.
antar stasiun kerja. Pada penelitian ini jarak Z1-3 = f1-3 x d1-3 = 1.500 x 105,875 = 158.812,5
antar stasiun kerja dihitung dengan rumus m/tahun
rectilinear. Contoh perhitungan jarak antara Tabel 3. Perhitungan Momen Perpindahan
stasiun kerja 1 ke stasiun kerja 2 adalah sebagai f (frekuensi)
Momen
Perpindahan (z)
berikut: N Stasiu Stasiun Pe
Jarak
Antar
r
dij = |x i-xj| + |yi-yj| (Pers.1) o n Awal Tujuan
H
Per Stasiun Per Per
Tahun (d) (m) Hari Tahun
d12 = |x1-x2| + |y1-y2| ar
i
= |2,125 - 11| + |9,625 11,375| = 10,625 1 Melting Casting 5 1.500 105,875
529,37
158.812,5
5
Hasil untuk perhitungan jarak antar semua
2 Casting Pole 3 900 56 168 50.400
stasiun kerja disajikan pada Tabel 1.
3 Casting Pasting 1 300 35 35 10.500

Assemb
Tabel 1. Jarak Antar Stasiun Kerja (dalam cm) 4 Pole
ly
1 300 119 119 35.700

Format 345,62
5 Pasting 5 1.500 69,125 103.687,5
ion 5
Format
6 Cutting 1 300 73.5 73.5 22.050
ion
Envelo
7 Cutting 27 6.000 14 280 84.000
ping
Envelo Assemb 590,62
8 20 8.100 21,875 177.187,5
ping ly 5

Setelah diketahui momen perpindahan dari


tiap stasiun yang berhubungan, dilakukan
analisa momen untuk mengetahui berapa
jumlah dan persen aliran backward yang terjadi.
498
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Untuk layout eksisting diketahui terdapat 2 Total OMH perhari=OMH/m x momen perpindahan
aliran backward dengan persentase 20,47%. = 12,36 x 529,38
= Rp 1.248,44
3.6 Perhitungan OMH Layout Eksisting
Ongkos material handling dipengaruhi 3.7 Pembuatan ARC
oleh ongkos material handling per meter, jarak Pada pembuatan ARC departemen
antar stasiun kerja yang berhubungan, dan produksi PT Selatan Jadi Jaya ini penentuan
frekuensi pemindahan yang terjadi. Tabel 4. derajat kedekatan antar stasiun kerja
menyajikan biaya operasi per jam dan jarak mempertimbangkan jumlah alasan kedekatan
angkut per jam. yang dimiliki dan brainstorming dengan pihak
perusahaan. ARC tersebut dapat dilihat pada
Tabel 4. Biaya Operasi dan Jarak Angkut Per Jam Gambar 3.
Biaya Jarak Aktivitas Tingkat Hubungan
N Stasiun Stasiun
Operasi/Jam Angkut/Ja
o Awal Tujuan
(Rp/jam) m (m/jam)

1 Melting
1 Melting Casting 14.150 6.000 I
3 E
2 Casting Pole 3.200 6.000 2 Pole
E 1,2 U
3 Casting Pasting 331.700 6.000 1,2 4 U
3 Casting O
E U 4 U
4 Pole Assembly 298.850 6.000 1,2 U 6 4 U
4 Pasting O
5 Pasting Formation 222.200 6.000 E 5 4 U
O O
1,2 E 4
5 Formation O O
6 Formation Cutting 156.500 6.000 U 1,2
O O
5 I
7 Cutting Enveloping 78.250 3.000 6 Enveloping O
A 1 U
8 Enveloping Assembly 233.150 6.000 1,2,3 E 5
7 Cutting
E 1,2
1,2
8 Assembly
Setelah mengetahui biaya operasi dan jarak
angkut per jam dapat dilakukan perhitungan Gambar 3. ARC Departemen Produksi
untuk ongkos material handling per meter dan
3.8 Perancangan Tata Letak dengan Metode
ongkos material handling keseluruhan, seperti
Grafik
yang disajikan pada Tabel 5.
Metode grafik merupakan metode
Tabel 5. Perhitungan OMH Per Hari dan Per Tahun perancangan tata letak yang menggunakan
Momen grafik kedekatan (adjacency graph) sebagai
Total OMH
Perpindahan
N
o
Stasiun
Awal
Stasiun
Tujuan
OMH
/m Per Per Per Per
penghubung antara departemen-departemen
Hari Tahun Hari Tahun atau fasilitas-fasilitas yang ada, dengan tujuan
529,3 158.81 1.248,4 374.532,
1 Melting Casting 2,36
8 2,5 4 81 memperoleh bobot terbesar (Hadiguna dan
2 Casting Pole 0,53 168 50.400 89,60 26.880 Setiawan, 2008).
3 Casting Pasting 55,28 35 10.500
1.934,9
2
580.475 Langkah-langkah yang dilakukan:
4 Pole
Assemb
ly
49,81 119 35.700
5.927,1
9
1.778.15
7,5
1. Menentukan pemindahan antar 2 stasiun
5 Pasting
Format
37,03
345,6 103.68 12.799, 3.839.89 kerja yang memiliki momen perpindahan
ion 3 7,5 65 3,75
6
Format
Cutting 26,08 73,5 22.050
1.917,1 575.137, terbesar, yaitu stasiun 6 dan 8 dengan
ion 3 5
Envelo 7.303,3 2.191.00
momen perpindahan sebesar 177.188.
7 Cutting 26,08 280 84.000
pe 3 0
Envelo Assemb 590,6 177.18 22.950, 6.885.21
8 38,86
pe ly 3 7,5 7 0,94
236,0 2.141, 642.33 54.170, 16.251.2
Total
4 13 7,5 96 87,5
Gambar 4. Grafik Antara Stasiun 6 dan 8
Contoh perhitungan untuk mendapatkan 2. Menentukan stasiun ke tiga yang akan
Total OMH dari stasiun melting ke stasiun dimasukkan ke dalam grafik. stasiun ketiga
casting adalah: dipilih berdasarkan jumlah momen yang
/
OMH/m = (Pers.2) terkait dengan dua stasiun yang terpilih di
/
14.150 langkah pertama.
=
6000
= Rp 2,36/m

499
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Tabel 6. Pemilihan Stasiun Ketiga Keterangan:


Stasiun Kerja 6-8
1. Stasiun Melting
2. Stasiun Casting
1 0+0=0 3. Stasiun Pole
2 0 + 35.700 = 35.700 4. Stasiun Pasting
3 0+0=0 5. Stasiun Formation
4 0+0=0 6. Stasiun Cutting
5 0+0=0 7. Stasiun Enveloping
8. Stasiun Assembly Packaging
7 84.000 + 0 = 84.000
Selanjutnya akan dilakukan perhitungan
jarak antar stasiun kerja untuk alternatif layout
Gambar 5. menyajikan stasiun 7 dalam
grafik, yang disajikan pada Tabel 7.
segitiga plannar 6-8-7. dij = |x i-xj| + |yi-yj| (Pers.3)
d12 = |x1-x2| + |y1-y2|
= |2,125 - 11| + |9,625 11,375| = 10,625

Tabel 7. Jarak Antar Stasiun Kerja Alternatif Layout


Grafik (dalam cm)
To
Gambar 5. Segitiga Plannar 6-8-7 Fro
1 2 3 4 5 6 7 8
m
10,37 14,87 16,12 22,87
3. Cara yang sama dilakukan sampai semua 1
5 5 5
22,5 23,75 25,5
5
stasiun kerja yang ada telah masuk ke 2
10,37
5
7,25 5,75
14,87
5
16,12
5
17,87
5
15,25
dalam grafik. 3
14,87
7,25 5,5
10,37
8,875
10,62
8
5 5 5
Gambar 6. adalah hasil graph dari metode 4
16,12
5,75 5,5 9,875
11,12 12,87
10,25
5 5 5
grafik untuk departemen produksi PT SJJ. 14,87 10,37 12,87
5 22,5 9,875 8,25 9
5 5 5
16,12 11,12
6 23,75 8,875 8,25 1,75 4,625
5 5
17,87 10,62 12,87
7 25,5 9 1,75 2,875
5 5 5
22,87 12,87
8 15,25 8 10,25 4,625 2,875
5 5

3.8.1 Perhitungan Momen Perpindahan


Alternatif Layout Metode Grafik
Alternatif layout yang diberikan oleh
metode grafik selanjutnya juga akan dihitung
Gambar 6. Hasil metode grafik momen perpindahannya. Perhitungan momen
pemindahan untuk alternatif layout metode
Setelah semua stasiun telah masuk dalam grafik dapat dilihat pada Tabel 8.
grafik dapat dilakukan pembuatan rancangan
alternatif dari metode grafik dengan Tabel 8. Momen Perpindahan Alternatif Layout
mempertimbangkan hubungan kedekatan antar Metode Grafik
tiap stasiun hasil dari ARC. Gambar 7.
menyajikan block layout dari rancangan
alternatif metode grafik.

Gambar 7. Block Layout Alternatif Metode Grafik Seperti sebelumnya, pada alternatif layout
metode grafik juga dilakukan analisa momen.

500
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Dari analisa momen yang dilakukan didapatkan


bahwa tidak ada aliran backward, sehingga = 2,36 x 363,125
persentase aliran backward adalah 0%. = Rp 856,37 per hari
b. Per tahun
3.8.2 Perhitungan OMH Alternatif Layout Total OMH
= OMH/m x momen perpindahan aktual
Metode Grafik
per tahun (Pers.7)
Besar ongkos material handling per meter = 2,36 x 108937,5
alternatif layout grafik adalah sama dengan = Rp 256.910,94 per tahun
ongkos material handling layout eksisting,
karena tidak ada perubahan pada biaya operasi 3.9 Perancangan Tata Letak Metode
dan jarak angkut per jam. Perubahan yang CRAFT
terjadi adalah pada jarak antar stasiun kerja, Pada pengolahan dengan metode CRAFT
karena pada alternatif layout grafik terjadi menggunakan software Winqsb ini,
perubahan letak stasiun kerja. Tabel 9. menawarkan empat macam rekomendasi
menyajikan perhitungan ongkos material alternatif perbaikan layout. Tabel 10.
handling per meter dan ongkos material menyajikan hasil pengolahan software Winqsb
handling keseluruhan untuk alternatif layout untuk empat macam solusi yang ditawarkan.
yang ditawarkan metode grafik.
Tabel 9. Perhitungan OMH Per Meter dan Tabel 10. Hasil Tiap Solution Option Winqsb 2.0
Keseluruhan Total Cost
No Solution Option Iterasi
CRAFT
Improve by Exchanging 2
1 2 86.243,66
Departements
Improve by Exchanging 3
2 0 95.100
Departements
Improve by Exchanging 2
3 0 95.100
then 3 Departements
Improve by Exchanging 3
4 2 86.243,66
then 2 Departements

Berdasarkan tabel 10. untuk solution


option Improve by Exchanging 2 Departements
dan Improve by Exchanging 3 then 2
Departements jumlah iterasi yang hasilkan
software Winqsb 2.0 untuk mencapai hasil
paling optimal adalah sejumlah 2 iterasi,
dengan total cost 86.243,66. Alternatif layout
Contoh perhitungan total OMH dari
yang diberikan oleh dua iterasi tersebut
stasiun melting ke stasiun casting untuk
mengalami perubahan letak pada stasiun kerja
alternatif layout metode grafik adalah:
casting, pole, dan pasting. Sedangkan untuk
1. Skala
solution option Improve by Exchanging 3
a. Per hari
Departements dan Improve by Exchanging 2
Total OMH
= OMH/m x momen perpindahan skala then 3 Departements jumlah iterasi yang
per hari (Pers.4) dihasilkan adalah 0 iterasi, dengan total cost
= 2,36 x 51,875 95.100, dimana 0 iterasi berarti bahwa alternatif
= Rp 122,34 per hari layout yang dihasilkan tidak mengalami
b. Per tahun perubahan dari layout eksisting. Gambar 8. dan
Total OMH 9. menyajikan layout dari iterasi 0 dan 2 dari
= OMH/m x momen perpindahan skala tiap solution option yang ditawarkan oleh
pertahun (Pers.5) Winqsb.
= 2,36 x 15.562,2
= Rp 36.701,56 per tahun
2. Aktual
a. Per hari
Total OMH
= OMH/m x momen perpindahan aktual
per hari (Pers.6)

501
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

menggunakan jarak yang dihasilkan dari


pengolahan dengan software Winqsb 2.0

Tabel 12. Momen Perpindahan Alternatif Layout


Metode Grafik
Momen
Frekuensi
Stasi Stasi Perpindahan
un un Jara
No Per Aktual
Awa Tuju k Per
Har
l an Tahun Per Per
i
Hari Tahun
Melti Casti 90,0
1 5 1.500 450,1 135.030
ng ng 2
Casti 35,9
2 Pole 3 900 107,94 32.382
ng 8
Gambar 8. Layout Untuk 0 Iterasi 3
Casti
ng
Pasti
ng
42,0
7
1 300 42,07 12.621
Asse
4 Pole 87,5 1 300 87,5 26.250
mbly
For
Pasti 61,9
5 mati 5 1.500 309,75 92.925
ng 5
on
For
Cutti
6 mati 73,5 1 300 73,5 22.050
ng
on
Enve
Cutti
7 lopin 14 20 6.000 280 84.000
ng
g
Enve
Asse 21,8 177.187
8 lopin 27 8.100 590,63
mbly 8 ,5
g
426, 1.941, 582.445
Total 63 18.900
90 49 ,5

Gambar 9. Layout Untuk 2 Iterasi Untuk alternatif layout metode CRAFT


juga dilakukan analisa momen. Dimana
Perancangan alternatif layout metode diketahui bahwa alternatif layout metode
CRAFT dengan bantuan software Winqsb 2.0, CRAFT memiliki 2 aliran backward, dengan
disamping memunculkan alternatif layout dapat persentase aliran backward 14,84%.
pula memunculkan jarak antar stasiun kerja.
Tabel 11. menyajikan jarak antar stasiun kerja 3.9.2 Perhitungan OMH Alternatif Layout
dari alternatif layout CRAFT. Metode Grafik
Tabel 11. Jarak Antar Stasiun Alternatif Layout Perhitungan ongkos material handling
CRAFT untuk alternatif layout metode CRAFT, seperti
perhitungan ongkos material handling layout
eksisting, dan alternatif layout metode grafik,
dipengaruhi oleh ongkos material handling per
meter, jarak antar stasiun kerja yang
berhubungan, dan frekuensi pemindahan yang
terjadi. Tabel 13. Menyajikan OMH alternatif
layout metode CRAFT.
Tabel 13. Perhitungan OMH Per Meter dan
Keseluruhan Alternatif Layout CRAFT
3.9.1 Perhitungan Momen Perpindahan
Alternatif Layout Metode CRAFT
Momen perpindahan alternatif layout yang
ditawarkan oleh metode CRAFT menggunakan
software Winqsb 2.0 akan dihitung secara skala
dan aktual, karena jarak antar stasiun kerja yang
dimasukkan dalam pengolahan Winqsb adalah
jarak dalam skala. Disamping itu, momen
perpindahan juga dihitung dalam satuan per
hari dan per tahun. Frekuensi pemindahan
alternatif layout metode CRAFT besarnya sama
dengan frekuensi pemindahan layout eksisting,
sedangkan untuk jarak pemindahan

502
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

3.10 Analisis dan Pembahasan Gambar 9. menyajikan perbandingan


Tabel 14. menyajikan perbandingan analisa layout eksisting dan alternatif layout dari
momen dan Tabel 15. menyajikan perbandingan metode grafik sebagai alternatif layout terpilih.
momen perpindahan serta OMH dari layout
eksisting dan alternatif-alternatif layout.
Pasting

Tabel 14. Perbandingan Forward dan Backward Pole Formation

Melting
Forward Backward
No Jenis Layout
Total % Total %
Casting

1 Layout Eksisting 1.044.488 79,53 268,8 20,47


Alternatif Layout
2 646.803 100 0 0
Garfik
Alternatif Layout Assembly Packaging
3 963.963 85,16 168 14,84 Enveloping
CRAFT
Cutting

Tabel 15. Perbandingan Momen Perpindahan dan


OMH Pasting
Casting
Momen Ongkos Material handling
Perpindahan (OMH) Formation
N Jenis
Per Melting
o Layout Per tahun Per hari Per tahun
hari
(m) (Rp) (Rp)
(m) Pole
Layout 2.141, 16.251.287,
1 642.337,5 54.170,96
Eksisting 13 50
Alternatif
14.574.448,
2 Layout 1.820 546.000 48.581,49 Cutting
44
Garfik Assembly Packaging
Enveloping
Alternatif
1.941, 15.433.586,
3 Layout 582.445,5 51.445,29
49 79
CRAFT

Gambar 10. Perbandingan Layout Eksisting Dan


Berdasarkan perbandingan dari ketiga Layout Terpilih
layout yang dimiliki yang disajikan pada Tabel
14 dan Tabel 15 dapat disimpulkan bahwa Gambar 10. merupakan gambaran
layout terpilih adalah alternatif layout metode perbandingan layout eksisting dan alternatif
grafik. Hal tersebut disebabkan karena dari tiga layout terpilih, yaitu alternatif layout grafik.
parameter perbandingan yaitu nilai backward, Pada gambar 4.21 juga digambarkan tiga garis,
momen perpindahan, dan ongkos material yaitu garis hijau, merah dan biru. Garis tersebut
handling, alternatif layout metode grafik menggambarkan aliran material dari komponen
memberikan hasil yang paling minimum. Nilai aki yang diproduksi oleh PT Selatan Jadi Jaya,
backward adalah sebesar 0%, momen yaitu komponen grid dan komponen pole.
perpindahan per tahun sebesar 546.000, dan Dimana garis hijau merupakan gambaran aliran
ongkos material handling per tahun Rp timah batangan dari proses melting yang
14.307.608,44. Berikut merupakan perhitungan dibawa ke dua stasiun, yaitu stasiun casting
% pengurangan momen perpindahan dan selisih sebanyak 60% dan pole sebanyak 40%. Garis
ongkos material handling. merah merupakan gambaran aliran material
komponen grid, yang bermula dari stasiun
% pengurangan momen perpindahan casting, pasting, formation, cutting, enveloping,

= x 100% (Pers.8) dan assembly packaging. Sedangkan garis biru

642.337,5546.000 merupakan gambaran aliran material komponen
= x 100%
642.237,5
pole, yang bermula dari stasiun pole, dan
= 14,998% = 15%
assembly packaging.
Selisih OMH
4. Kesimpulan
= OMH layout eksisting OMH layout
Berdasarkan hasil pengolahan data dan
perbaikan (Pers.9)
pembahasan pada bab sebelumnya, kesimpulan
= Rp 16.251.287,5 - Rp 14.574.448,44
yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
= Rp 1.676.839,06
1. Ongkos material handling (OMH)
didapatkan dengan mengalikan OMH per
meter dengan momen perpindahan. Setelah
503
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN SISTEM INDUSTRI VOL. 3 NO. 3
TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS BRAWIJAYA

melakukan perhitungan didapatkan bahwa Daftar Pustaka


OMH untuk layout eksisting adalah
sebesar Rp 54.170,96 per hari dan sebesar Apple, J. M. (1990). Tata Letak Pabrik dan
Rp 16.251.287,5 per tahun. Pemindahan Bahan, Edisi Ketiga. Terjemahan
2. Pembuatan alternatif layout perbaikan Nurhayati, Mardiono, ITB, Bandung.
untuk departemen produksi PT Selatan
Jadi Jaya menggunakan 2 metode, yaitu Hadiguna, R.A. dan Setiawan, H. (2008). Tata
grafik dan CRAFT. Setelah dilakukan Letak Pabrik, Yogyakarta : Penerbit Andi.
pengolahan dengan metode grafik
diperoleh alternatif layout seperti yang Heragu, S. (2008). Facilities Design. Boston:
ditunjukkan pada gambar 7. Berdasarkan PWS Publishing Company.
gambar tersebut terlihat bahwa alternatif
layout metode grafik memberikan Jawin, E. (2011) Perancangan Ulang Tataletak
perbaikan dengan perubahan letak pada 4 Fasilitas dengan Metode Grafik dan Algoritma
stasiun kerja, yaitu stasiun casting, stasiun CRAFT Pada PT. Prima Indah Saniton, Jurnal
pole, stasiun cutting, dan stasiun Teknik Industri, Sumatera Utara: USU.
enveloping. Sedangkan untuk metode
CRAFT pengolahan yang dilakukan Purnomo, H. (2004). Perencanaan dan
menggunakan bantuan software Winqsb Perancangan Fasilitas. Edisi Pertama, Penerbit
2.0. Alternatif layout metode CRAFT yang Graha Ilmu, Yogyakarta.
merupakan hasil dari pengolahan Winqsb
2.0 ditunjukkan oleh gambar 9. Gambar 9 Starberk, M. & Menart, D. (2000). The
menunjukkan perbaikan layout dengan Optimization of Material Flow Production,
perubahan letak pada 3 stasiun kerja, yaitu International Journal of Machine Tools &
stasiun casting, pole, dan pasting. Manufacture 40 1299-1310.
3. Setelah mendapatkan alternatif layout
dengan metode grafik dan CRAFT, Wignjosoebroto, S. (2003). Tata Letak Pabrik
selanjutnya kedua alternatif tersebut akan dan Pemindahan Bahan edisi ketiga Guna
dibandingkan dengan layout eksisting Widya, Jakarta: Guna Widya.
untuk menentukan alternatif layout mana
yang terpilih. Pada tabel 4.40 yang
menyajikan perbandingan OMH untuk tiap
layout, dapat disimpulkan bahwa alternatif
layout terpilih adalah alternatif layout
metode grafik, karena alternatif metode
grafik adalah alternatif layout yang
memberikan OMH paling minimum, yaitu
sebesar Rp 48.581,49 per hari dan Rp
14.574.448,44 per tahun. Hal tersebut
menunjukkan bahwa besar pengurangan
OMH, yang merupakan selisih OMH
layout eksisting dengan OMH alternatif
layout metode grafik, adalah Rp
1.676.839,06 per tahun.

504