Anda di halaman 1dari 10

Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM


REAKTOR NUKLIR MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED
ELECTRON BEAM

Abu Khalid Rivai1, Annette Heinzel2, Frank Zimmermann2, Mattia DelGiacco2


1
Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir-BATAN, Kawasan PUSPIPTEK, Tangerang Selatan, 15314
2
Pulsed Power and Microwave Technology - Karlsruhe Institute of Technology Germany
E-mail: rivai.abukhalid@batan.go.id

ABSTRAK
REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR
MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM. Rekayasa permukaan baja
AISI316Ti dan baja C60 dengan menggunakan teknik pulsed electron beam di fasilitas GESA I
(Gepulste Elektronen Strahl Anlage I) telah dilakukan. Terjadi peningkatan properti bahan
pada lapisan permukaan bahan baja AISI316Ti dan baja C60 yang diberi perlakuan dengan
teknik pulsed electron beam-GESA I ini. Terbentuk lapisan tipis yang kuat ikatannya dengan
substrat, fine-grained, dan homogen. Baja AISI316Ti dan baja C60 yang diberi perlakuan ini
memiliki ketebalan lapisan pelelehan 50m sesuai dengan karakteristik fasilitas GESA I. Dalam
hal properti kekerasan (hardness), diperoleh peningkatan kekerasan (hardness) baja C60 sampai
dengan 4,2 kali lipat dari kondisi semula. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa teknik pulsed
electron beam memiliki keunggulan dalam meningkatkan properti permukaan bahan baja dengan
ikatan yang kuat antara lapisan leleh dan substrat sehingga cukup menjanjikan untuk aplikasi
pada bahan sistem reaktor nuklir maju.
Kata kunci: pulsed electron beam, GESA, baja, AISI316Ti, C60, kekerasan

ABSTRACT
SURFACE TREATMENT OF STEELS FOR NUCLEAR SYSTEMS MATERIALS USING
PULSED ELECTRON BEAM TECHNIQUE. Surface treatment of steels AISI316Ti and C60
using pulsed electron beam technique at GESA I facility (Gepulste Elektronen Strahl Anlage I) has
been carried out. Improvement on the surface layer of the steels was achieved. A thin film with
strong bonding to the substrate, fine-grained, and homogeneous was formed. The melted thin
layer thickness of steels AISI316Ti and C60 were 50m correspond to the characteristic of GESA
I facility. In relation to the hardness property, an increase in the steel C60s hardness up to 4.2
was observed. The results showed that the pulsed electron beam technique has superiority to
improve the mechanical properties of steels with the tight bonding between the melted layer and
the substrate therefore this technique is promising for application to the advanced nuclear systems
materials.
Keywords: pulsed electron beam, GESA, stainless steels, AISI316Ti, C60, hardness

PENDAHULUAN radioaktif, keamanan dan keandalan, ketahanan


proliferasi dan kompetitif secara ekonomi [1].

K ualitas keandalan bahan yang digunakan untuk


sistem reaktor nuklir merupakan salah satu
syarat utama dalam perancangan dan pengoperasian
Reaktor maju ini sangat membutuhkan kualitas
keandalan bahan yang tinggi seperti ketahanan
bahan pada temperatur tinggi dengan tingkat
sistem reaktor nuklir. Dalam sistem reaktor nuklir pembakaran bahan bakar yang tinggi, kompatibilitas
secara umum bahan yang digunakan harus kuat yang tinggi dalam lingkungan yang korosif serta
menahan berbagai pengaruh lingkungan yang dapat keandalan bahan untuk digunakan dalam operasi
mengurangi kekuatan dan kualitas bahan seperti yang panjang. Kebutuhan akan bahan sistem reaktor
radiasi nuklir, tekanan, temperatur dan kondisi kimia. nuklir yang memiliki kualitas keandalan sangat
Hal ini terlebih lagi dalam desain reaktor maju yang tinggi ini yang tidak ditemukan dalam bahan
target utamanya adalah meminimalisasi limbah

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR 165


MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM
Abu Khalid Rivai, dkk
ISSN 1411-1349 Volume 13, Januari 2012

konvensional sangat membutuhkan pengembangan beam yaitu GESA I, GESA II dan GESA IV. GESA
teknologi bahan maju. I dan GESA II memiliki perbedaan terutama dalam
Salah satu teknik yang dikembangkan di hal kemampuan penetrasi elektron dan kedalaman
dunia untuk meningkatkan kualitas keandalan bahan lapisan pelelehan yang terkait dengan tingkat energi
untuk sistem reaktor nuklir adalah pulsed electron kinetik elektron dan densitas daya yang dihasilkan,
beam [2-8]. Rekayasa permukaan material jenis sedangkan GESA IV dibuat dengan tujuan untuk
logam maupun baja menggunakan teknik pulsed perlakuan pada bahan berbentuk kelongsong silindris
electron beam menawarkan aplikasi yang luas dalam seperti bentuk cladding tubes bahan bakar nuklir.
meningkatkan maupun menyempurnakan kualitas Adapun GESA III tidak jadi dikonstruksi setelah
properti permukaan material seperti keausan (wear), sebelumnya ada kontrak kesepakatan dengan
korosi dan ketahanan oksidasi [2-8]. Teknik ini perusahaan Siemens Jerman untuk rekayasa
melibatkan pelelehan permukaan material dengan permukaan material turbine blades.
cepat di bawah pengaruh electron beam kemudian Secara umum diagram pulsed electron
diikuti dengan quenching dengan cepat. beam-GESA ditunjukkan pada Gambar 2.
e-- Dapat dilihat bahwa secara umum pulsed electron
beam
beam-GESA terdiri dari katode, anode, koil magnetik
Pemanasan Volumetrik:
dan target di dalam treatment chamber.
Tingkat kecepatan : < 109 K/s Perbandingan waktu pemanasan dan
Durasi : < 40 s pendinginan antara GESA (Gepulste Elektronen
Lapisan Lebur: Strahl Anlage-pulsed electron beam facility),
Kedalaman : < 100 m DC-electron beam dan DC-laser ditunjukkan pada
Kecepatan Pendinginan : < 107 K/s Gambar 3 [8]. Dapat dilihat bahwa dengan GESA (
= 30s) dapat diperoleh profil proses pemanasan
Restrukturisasi yang sangat cepat (<0,25 ms; <109K/s) serta proses
Lapisan Permukaan
pendinginan yang sangat cepat (<107K/s). Tingkat
Struktur dan transisi fasa. pendinginan yang terjadi pada bahan dengan
Alloying permukaan Pengerasan (hardness) berbagai teknik pelelehan lapisan permukaan dapat
baik pada lapisan baru
atau lapisan yang
Wear resistance dilihat pada Tabel 1 [8]. Dapat dilihat bahwa GESA
Korosi dan ketahanan
sudah di treatment. oksidasi memiliki tingkat pendinginan lapisan yang sangat
cepat (106108 K/s) dibandingkan teknik quenching
Gambar 1. Proses rekayasa permukaan bahan konvensional maupun dengan teknik scanning (laser,
dengan pulsed electron beam [8] DC-electron beam). Adapun tingkat pendinginan
Proses rekayasa permukaan logam maupun yang paling tinggi dapat diperoleh dengan
baja menggunakan pulsed electron beam dapat menggunakan teknik pulsed laser. Proses pemanasan
dilihat pada Gambar 1 [8]. Di bawah pengaruh dan pendinginan yang sangat cepat dengan teknik
pulsed electron beam terjadi pemanasan volumetrik Pulsed Electron Beam-GESA ini menyebabkan
dengan tingkat kecepatan <109 K/s dan dalam durasi proses adiabatik sehingga panas yang ditimbulkan
<40s. Pemanasan volumetrik ini menyebabkan tidak mempengaruhi permukaan di bawah lapisan
pelelehan lapisan permukaan dengan kedalaman yang meleleh.
<100 m dengan tingkat kecepatan pendinginan
<107 K/s. Proses pelelehan dan pendinginan yang
sangat cepat ini menyebabkan restrukturisasi lapisan
permukaan berupa pembentukan butiran yang sangat
baik (fine-grained), pengerasan (hardness) serta
ketahanan terhadap korosi maupun oksidasi.
Salah satu fasilitas pulsed electron beam
untuk rekayasa permukaan bahan yang dikenal di
dunia dengan aplikasinya untuk bahan sistem reaktor
nuklir maju berada di Institute for Pulsed Power and
Microwave Technology-Karlsruhe Institute of
Technology Jerman. Fasilitas pulsed electron beam
ini dinamakan GESA (Gepulste Elektronen Strahl Gambar 2. Diagram pulsed electron beam-
Anlage) [2-8]. Di institut ini ada 3 pulsed electron GESA [8].

166 Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi


Akselerator dan Aplikasinya
Vol. 13, Januari 2012 : 165- 174
Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349

2000

temperature [C]
1500 DC-Electrons (= 690s)

DC-Laser (= 490s)
1000

500
GESA (= 30s)

0
0,0 0,5 1,0 1,5 2,0 2,5 3,0
time [ms]

Gambar 3. Perbandingan waktu pemanasan dan pendinginan antara GESA, DC-Electron dan DC-Laser [8].

Tabel 1. Perbandingan tingkat pendinginan antara berbagai teknik. [8]

Tingkat Teknik Komersil Penelitian


Pendinginan
< 102 K/s conventional
quenching
103 - 104 K/s scanning (Laser,
DC-e beam)
106 - 108 K/s GESA
< 1012 K/s pulsed laser

TATA KERJA PERCOBAAN resistor Rgap. Hal ini memungkinkan dua hal,
pertama untuk mengatur besarnya arus electron
Fasilitas GESA I (Gepulste Elektronen Strahl beam pada rentang tertentu tanpa mengubah energi
Anlage I-Pulsed Electron Beam Facility) kinetik elektron pada keluaran injektor dan yang
Fasilitas GESA I mulai beroperasi pada bulan kedua untuk membuat kekuatan medan listrik yang
Nopember 1995. Alat dan skema Pulsed Electron cukup tinggi dekat permukaan katode pada awal
Beam-GESA I ditunjukkan pada Gambar 4 [2, 8], pulsa yang dibutuhkan untuk homogenitas emisi
sedangkan parameter utama GESA I dapat dilihat elektron.
pada Tabel 2 [2]. Sebagai sebuah sumber elektron digunakan
Bagian utama dari fasilitas GESA I ini sebuah multipoint explosive emission cathode (MPC)
adalah electron injector (EI), high-voltage generator dengan katode stabil. Jenis katode ini tidak
(HVG) dengan sebuah unit konrol durasi pulsa, membutuhkan pemanasan, dapat dioperasikan dalam
focusing magnetic coils (MC), drift channel (DC), keadaan kondisi vakum yang sedang, dan tidak
chamber untuk sample tratment (TC), radiation terkontaminasi oleh gas-gas atmosfir maupun debu
protection (RP), dan controlling unit (CU) [2]. partikel dari sampel yang diperlakukan. Luas area
Electron injector (EI) terdiri dari sebuah insulator permukaan emisi katode GESA I adalah sekitar 700
tegangan tinggi, sebuah katode multipoint explosive cm2.
emission, sebuah kisi-kisi pengontrol dan sebuah Generator tegangan tinggi (HVG-high voltage
anode, membentuk sebuah triode. Kisi-kisi generator) menggunakan skema Marx. Adapun
pengontrol terhubung dengan ground anode melalui generator Marx merupakan sirkuit elektrik yang

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR 167


MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM
Abu Khalid Rivai, dkk
ISSN 1411-1349 Volume 13, Januari 2012

pertama kali diperkenalkan oleh Erwin Otto Marx Tabel 2. Parameter utama GESA I [2].
pada tahun 1924. Tujuannya adalah untuk Parameter Besaran
membangkitkan pulsa tegangan tinggi. Durasi dari
bagian rata pulsa adalah sekitar 40s dengan Energi Elektron 50-150 kV
amplitudo terkait adalah 150 kV. Durasi pulsa
Densitas Daya Sampai dengan 2 MW/cm2
tegangan tinggi dapat dikontrol dengan unit kontrol
durasi dengan tahapan waktu 1 s. Durasi Pulsa 5-50 s
Sistem pemfokus magnetik (MC) terdiri dari
enam koil, memberikan bentuk, pengangkutan dan Diameter Beam 4-8 cm
variasi dari diameter beam pada rentang 6-10 cm.
Volum dari chamber tempat memperlakukan Tekanan 10-5 10-4 mbar
(treatment chamber) sampel terpisah dari volum
injektor dengan menggunakan gerbang katup. Hal ini Bahan Sampel Percobaan
memungkinkan sampel dapat dipindahkan tanpa
Telah dilakukan percobaan rekayasa
mengganggu kondisi vakum di dalam injektor dan
permukaan dengan teknik pulsed electron beam
untuk menggunakan chamber yang berbeda. Untuk
menggunakan fasilitas GESA I. Ada dua sampel
pengangkutan beam dari injektor menuju treatment
percobaan yang akan dijelaskan dalam makalah ini.
chamber, yang dalam hal ini disebut drift channel,
Untuk sampel pertama adalah material baja
digunakan pipa stainless steel dengan diameter 15
AISI316Ti dengan komposisi kimianya ditunjukkan
cm dan panjang 50 cm. Tekanan gas sisa pada volum
pada Tabel 3, sedangkan untuk sampel kedua adalah
kerja adalah 10-5 10-4 mbar.
material baja C60 dengan komposisi kimianya
ditunjukkan pada Tabel 4. Pada Gambar 5
ditunjukkan pada saat sampel bahan dimasukkan ke
dalam treatment chamber sebelum perlakukan
pulsed electron beam pada fasilitas GESA I.

Gambar 5. Saat memasukkan sampel ke dalam


treatment chamber di GESA I.
Kondisi Percobaan
Kondisi percobaan GESA I untuk sampel-1
ditunjukkan pada Gambar 6(a) dan untuk sampel-2
ditunjukkan pada Gambar 6(b). Parameter terkait
kondisi eksperimen GESA I untuk sampel-1 dan 2
ditunjukkan pada Tabel 5. Pada percobaan ini besar
energi kinetik elektron adalah 120 keV dengan
Gambar 4. Alat dan skema GESA I. [2, 8]. densitas dayanya adalah ~ 2 MW/cm2 baik untuk
perlakuan pada sampel-1 maupun 2, sedangkan
durasi pulsa untuk perlakuan pada sampel-1 adalah
~50s dan untuk ~45s.
Tabel 3. komposisi kimia baja AISI316Ti (wt.%).

Fe Cr Ni Mo Ti C
Balance 16,5-18,5 10,5-13,5 2,0-2,5 0,70 0,08

168 Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi


Akselerator dan Aplikasinya
Vol. 13, Januari 2012 : 165- 174
Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349

Tabel 4. Komposisi kimia baja C60 (wt.%).


Fe Cr Ni Mo Si Mn P S C Cr+Mo+Ni

Balance <0,40 0,40 <0,10 <0,40 0,60-0,90 <0,045 <0,045 0,57-0,65 <0,63

(a) (b)
Gambar 6. Kondisi percobaan GESA I untuk (a) sampel-1 dan (b) sampel-2.

Tabel 5. Parameter terkait kondisi eksperimen GESA I untuk sampel 1.


Parameter Besaran (sampel-1) Besaran (sampel-2)
UL 120kV 120kV
Um 300/500 300/500
Ch1 (UDiode) 119,6 kV/V 119,6 kV/V
Ch2 (Itarget) 80 A/V 80 A/V
Ch3 (Iges) 200 A/V 200 A/V
Ch4 (Ukisi) 44,75 A/V 44,75 A/V
-5
Vacuum < 3,0 10 mbar < 3,0 10-5 mbar

Setelah dilakukan penembakan dengan pulsed electron beam-GESA I. Tampak permukaan


pulsed electron beam-GESA I kemudian sampel-1 menjadi lebih terang dan kasar.
sampel-sampel uji dianalisis kondisi fisik lapisan
dan permukaan serta kekerasan. Analisis kondisi
fisik lapisan dan permukaan dilakukan dengan
menggunakan kamera optik, mikroskop optik dan
laser profilometri. Analisis uji kekerasan dilakukan GESA I
dengan menggunakan alat uji Vickers Hardness yang
dilakukan untuk sampel baja C60.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sampel 1 (AISI316 Ti): Analisis kondisi lapisan
dan permukaan Gambar 7. Foto-foto sampel-1 (AISI316Ti) yang
tanpa dan dengan GESA I.
Pada Gambar 7 ditunjukkan foto
perbandingan antara bahan sampel-1 (AISI316Ti) Hasil mikroskop optik untuk sampel-1
yang tanpa dan yang dengan perlakuan GESA I. ditunjukkan Gambar 8 dengan perbesaran 200 dan
Dapat terlihat bahwa terjadi perubahan kondisi 1000 kali. Sebelumnya sampel tersebut di-etching
permukaan sampel setelah dilakukan perlakuan untuk memudahkan analisis. Hasil analisis

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR 169


MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM
Abu Khalid Rivai, dkk
ISSN 1411-1349 Volume 13, Januari 2012

menunjukkan bahwa terbentuk lapisan tipis dan Baja C60 ini merupakan baja dengan kandungan
homogen di permukaan sampel-1 dengan ketebalan karbon relatif tinggi dibanding baja pada umumnya.
33-37m. Terlihat secara umum bahwa lapisan tipis Dapat terlihat perubahan permukaan baja C60
hasil pelelehan yang sangat cepat serta pendinginan setelah perlakuan pulsed electron beam-GESA I.
yang sangat cepat ini memiliki struktur yang baik. Kondisi lapisan permukaannya tampak homogen
Keunggulan penggunakan pulsed electron beam dengan tingkat kekasaran yang lebih tinggi
yang memungkinkan rapid cooling ini terlihat dibandingkan sampel aslinya. Pada Gambar 13
dengan jelas dengan tidak ditemukannya bagian ditunjukkan mikrofoto mikroskop optik untuk
yang dipengaruhi panas (heat affected zone) sampel-2 dengan perbesaran 200 dan 500 kali.
sehingga tampak jelas batas antara lapisan hasil Sebelumnya sampel-2 tersebut di-etching agar
perlakuan dan daerah yang tidak terkena perlakuan. memudahkan analisis strukturnya. Hasil analisis
Hasil mikroskop optik ini juga menunjukkan menunjukkan terbentuknya lapisan tipis yang
secara kualitatif ikatan yang kuat antara lapisan homogen di permukaan baja C60 dengan ketebalan
pelelehan dengan substrat. Tidak ada tanda-tanda sekitar 45-50m. Hasil mikroskop optik ini
keretakan atau lepasnya lapisan leleh dari substrat menunjukkan secara kualitatif ikatan yang kuat
walaupun sebelum observasi mikroskop optik antara lapisan pelelehan dan substrat. Tidak ada
dilakukan beberapa perlakuan mekanik yaitu tanda-tanda keretakan atau lepasnya lapisan leleh
pemotongan sampel dan polishing dengan mesin dari substrat walaupun sebelum observasi mikroskop
gerinda beberapa tahap. optik dilakukan beberapa perlakuan mekanik yaitu
Analisis profil permukaan sampel-1 setelah pemotongan sampel dan polishing dengan mesin
perlakuan pulsed electron beam- GESA I dilakukan gerinda beberapa tahap. Hasil analisis ini juga
dengan menggunakan laser profilometer. Hasil menunjukkan adanya distribusi unsur karbon yang
analisis profil permukaan sampel-1 ditunjukkan pada merata di lapisan hasil pelelehan. Hal ini terlihat
Gambar 9-11. Analisis ini terdiri dari profil levelling dengan tidak tampaknya distribusi zona
serta volumetrik berupa lubang dan puncak. Secara hitam/kelabu pada lapisan tipis hasil pelelehan ini
umum diperoleh densitas lubang dan puncak yang yang zona hitam/kelabu ini tampak jelas pada
relatif sama sehingga profil permukaannya secara strukstur bahan aslinya di bawah lapisan tipis.
umum homogen. Tingkat kekasaran permukaannya Pengaruh teknik pulsed electron beam
adalah sekitar 5-8 m dengan kondisi relatif merata fasilitas GESA I pada kekerasan bahan juga
di seluruh permukaan sampel-1. Kondisi kekasaran dianalisis pada percobaan ini menggunakan alat uji
ini relatif baik dan tidak mempengaruhi sifat layer Vickers Hardness. Gambar 14 menunjukkan
karena ketebalan lapisan leleh yang jauh lebih tebal perbandingan antara kekerasan bahan sebelum
yaitu 33-37m. Hasil analisis profil permukaan perlakuan pulsed electron beam GESA I dan setelah
sampel-1 ini menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan. Hasil uji menunjukkan bahwa terjadi
perlakuan pulsed electron beam-GESA I pada peningkatan kekerasan bahan sampai dengan 4,2 kali
permukaan baja AISI316Ti relatif baik dari segi lipat setelah perlakuan pulsed electron beam GESA I.
distribusi kekasaran, puncak dan lubang yang Kekerasan ini terjadi terutama diakibatkan oleh
homogen dan merata. akumulasi merata dari karbon pada lapisan tipis hasil
pelelehan. Hal ini menunjukkan salah satu
Sampel-2 (C60): Analisis kondisi lapisan dan
keunggulan teknik pulsed electron beam GESA I
kekerasan
dalam meningkatkan properti bahan yaitu kekerasan
Hasil analisis mikroskop optik untuk (hardness).
sampel-2 baja C60 ditunjukkan pada Gambar 12.

37.15 m 35.70 m 33.35 m

200 m
20 m

Gambar 8. Mikrofoto mikroskop optik analisis untuk sampel-1 (AISI316Ti).

170 Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi


Akselerator dan Aplikasinya
Vol. 13, Januari 2012 : 165- 174
Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349

Gambar 9. Profil ketinggian (levelling-3D) sampel-1 menggunakan laser profilometer.

Gambar 10. Analisis volumetrik untuk lubang (holes-3D) sampel-1 menggunakan laser profilometer.

Gambar 11. Analisis volumetrik untuk puncak (peaks-3D) sampel-1menggunakan laser profilometer.

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR 171


MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM
Abu Khalid Rivai, dkk
ISSN 1411-1349 Volume 13, Januari 2012

GESA I

Gambar 12. Foto sampel-2 (baja C60) tanpa dan dengan perlakuan GESA I.

200 m

Gambar 13. Mikrofoto mikroskop optik sampel-2 (baja C60) setelah perlakuan GESA I.
1400
Vickers Hardness (HV)

1200
1000
800
600
400
200
0
C60 (original) C60 (GESA I)
Sampel
Gambar 14. Perbandingan kekerasan Vickers hardness sampel-4 (baja C60) antara tanpa dan dengan perlakuan
GESA I.
KESIMPULAN beam-GESA I ini memiliki peningkatan properti
bahan pada lapisan permukaan. Terbentuk lapisan
Telah dilakukan rekayasa permukaan tipis yang kuat ikatannya dengan substrat,
bahan-bahan baja yaitu baja AISI316Ti dan baja C60 fine-grained, dan homogen. Secara umum baja yang
dengan menggunakan teknik pulsed electron diberi perlakuan ini memiliki ketebalan lapisan
beam-GESA I (Gepulste Elektronen Strahl Anlage I) pelelehan 50m sesuai dengan karakteristik
di Institute for Pulsed Power and Microwave fasilitas GESA I. Dalam hal properti kekerasan
Technology-Karlsruhe Institute of Technology (hardness), diperoleh peningkatan kekerasan
Jerman. Bahan baja AISI316Ti dan baja C60 yang (hardness) baja C60 sampai dengan 4,2 kali lipat
diberi perlakuan dengan teknik pulsed electron

172 Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi


Akselerator dan Aplikasinya
Vol. 13, Januari 2012 : 165- 174
Volume 13, Januari 2012 ISSN 1411-1349

dari kondisi semula. Hasil percobaan ini containing Pb45Bi55 at 550 C, Journal of
menunjukkan bahwa teknik pulsed electron beam Nuclear Materials, 377 (1), 261-267, (2008).
memiliki potensi untuk aplikasi pada bahan sistem 7. A. WEISENBURGER, A. HEINZEL, G.
reaktor nuklir maju. MLLER, H. MUSCHER, A.
ROUSSANOV, T91 cladding tubes with and
UCAPAN TERIMA KASIH without modified FeCrAlY coatings exposed in
Penulis mengucapkan terima kasih kepada LBE at dierent flow, stress and temperature
Kementerian Riset dan Teknologi yang telah conditions, Journal of Nuclear Materials,
mendanai program pemagangan riset di Institute for 376 (3), 274-281, (2008).
Pulsed Power and Microwave Technology 8. ALFONS WEISENBURGER, PEB
(IHM)-Karlsruhe Institute of Technology (KIT) treatment of materials: Facilities,
Jerman. Terima kasih kepada Ir. Iman Kuntoro Applications, HLM related applications,
(Kepala Pusat Teknologi Bahan Industri Structural Materials for Innovative Nuclear
Nuklir-Batan) dan Dr. Sudaryanto, M.Eng (Kepala Systems (SMINS), Karlsruhe-Germany, 4-6
Bidang Bahan Industri Nuklir Batan) atas Juni (2007).
dukungannya dalam pengajuan dan pelaksanaan
program ini. Terima kasih kepada Dr. Georg
Mller (Deputy Director of IHM-KIT) dan Dr. TANYA JAWAB
Alfons Weisenburger (Group Leader of
GESA-Gepulste Elektronen Strahl Anlage) atas Rany Saptaaji
kesediaannya menerima kegiatan pemagangan riset Apakah rekayasa permukaan baja dapat
penulis serta bantuan dan dukungannya selama dilakukan menggunakan Teknik Continuous
pelaksanaan. Electron Beam?
Abu Khalid Rivai
DAFTAR PUSTAKA 9 Mungkin saja rekayasa permukaan baja dapat
dilakukan dengan Teknik Continuous Electron
1. U.S. DOE Nuclear Energy Research Advisory Beam. Namun keunggulan Pulsed Electron
Committee and the Generation IV International Beam dalam menghasilkan tingkat pemanasan
Forum, A technology roadmap for Generation yang cepat dengan dibarengi tingkat
IV nuclear energy systems, U.S. DOE Nuclear pendinginan yang cepat (rapid quenching) yang
Energy Research Advisory Committee and the menghasilkan proses adiabatik dimana
Generation IV International Forum, (2002). pemanasan tidak akan mempengaruhi lapisan
2. V. ENGELKO, B. YATSENKO, G. substrat dibawah lapisan leleh tidak akan
MUELLER, H. BLUHM, Pulsed electron diperoleh dengan menggunakan Teknik
beam facility (GESA) for surface treatment of Continuous Electron Beam.
materials, Vacuum 62, 211-216, (2001).
3. V. ENGELKO, G. MUELLER, Formation
Drs. Tjipto Sujitno, MT
of plasma and ion flux on a target, irradiated
Dari foto makro permukaan kasar artinya lunak
by an intense electron beam, Journal of
dan dari foto mikro permukaan halus maka
Applied Physics 98, 013303, (2005).
kekerasan naik serta butir halus. Apabila
4. A. WEISENBURGER, W. ANA, V.
kekerasan naik maka sesuai teori. Mohon
ENGELKO, A. HEINZEL, A. JIANU, F.
penjelasannya?
LANG, G. MUELLER, F. ZIMMERMANN,
Intense Pulsed Electron Beam Application of Abu Khalid Rivai
Modified Materials, Proceedings of the 2nd 9 Dari foto makro memang terlihat bahwa
Euro-Asian Pulsed Power Conference, Vilnius, permukaan yang terbentuk akibat perlakuan
Lithuania, September 22-26, (2008). Pulsed Electron Beam ini menjadi relatif kasar.
5. W. ANA, V. ENGELKO, G. MUELLER, A. Dari foto mikro dapat dianalisis kualitatif
WEISENBURGER, Optical Investigation terbentuknya butiran yang baik (fine-grained).
of Plasma FormationProcess by Interaction of Kekasaran baja yang dianalisis pada makalah
Intense Electron Beam with Metallic Targets, ini hanya untuk baja high carbon C-60 sehingga
Proceedings of the 2nd Euro-Asian Pulsed belum dapat digeneralisir untuk seluruh baja
Power Conference, Vilnius, Lithuania, seperti misalnya baja low carbon. Kekerasan ini
September 22-26, (2008). terjadi karena karakteristik baja high carbon
6. A. WEISENBURGER, A. HEINZEL, C. yang jika diberi perlakuan panas yang memadai
FAZIO, G. MLLER, V.G. MARKOV, A.D. yang dalam ini menggunakan teknik Pulsed
KASTANOV, Low cycle fatigue tests of Electron Beam terjadi perubahan fase yang
surface modified T91 steel in 10-6 wt% oxygen memungkinkan terjadinya kekerasan (hardness)

REKAYASA PERMUKAAN BAJA UNTUK BAHAN SISTEM REAKTOR NUKLIR 173


MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED ELECTRON BEAM
Abu Khalid Rivai, dkk
ISSN 1411-1349 Volume 13, Januari 2012

yang signifikan. dengan 4,2 kali lipat setelah perlakuan Pulsed


Elektron Beam, sehingga hal ini masih belum
Prof. Drs. Darsono dapat digeneralisir untuk seluruh baja seperti
1. Parameter yang paling dominan apa dari Pulsed misalnya baja low carbon.
Electron Beam pada sifat pengerasan bahan? 2. Secara umum pengerasan ini terjadi karena
2. Bagaimana sifat fisisnya sehingga bisa terjadi karakteristik baja high carbon yang dapat
pengerasan dengan Pulsed Electron Beam? ditingkatkan kekerasannya dengan heat
treatment seperti penggunaan teknik Pulsed
Abu Khalid Rivai Electron Beam ini di mana terjadi perubahan
1. Dalam penelitian ini hanya disajikan data fase pada struktur baja C-60.
pengerasan baja high carbon C-60 yang
mengalami pengerasan (hardness) sampai

174 Prosiding Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Teknologi


Akselerator dan Aplikasinya
Vol. 13, Januari 2012 : 165- 174