Anda di halaman 1dari 4

KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN ENERGI

Elastisitas Energi adalah perbandingan antara laju pertumbuhan ekonomi dengan


pertumbuhan konsumsi energi disebuah negara. Semakin kecil angka elastisitas
energi, maka semakin efisien penggunaan energi disuatu negara. Angka elastisitas
energi dibawah 1,0 dicapai apabila energi yang tersedia telah dimanfaatkan secara
optimal.

Intensitas Energi Parameter lain untuk menilai efisiensi energi di sebuah negara
adalah intensitas energi yaitu jumlah konsumsi energi per Produksi Domestik
Bruto (PDB). Semakin rendah angka intensitas energi, semakin efisien
penggunaan energi disebuah negara.

Konservasi konservasi energi adalah kegiatan pemanfaatan energi secara efisien


dan rasional tanpa mengurangi penggunaan energi yang memang benar benar
diperlukan untuk menunjang pembangunan nasional. Konservasi dilakukan
dengan meningkatkan efisiensi pemakaian energi dengan mengembangkan
teknologi hemat energi.

Diversifikasi adalah usaha peningkatan hasil produksi dengan


penganekaragaman faktor produksi.. Diversifikasi dilakukan untuk
meningkatkan pangsa penggunaan batubara dan gas yang cadangannya relatif
lebih banyak

Intensifikasi adalah peningkatan hasil produksi tanpa menambah faktor-faktor


produksi. Intensifikasi dilakukan untuk meningkatkan ketersediaan energi
sejalan dengan meningkatnya laju pembangunan dan populasi.

Ekstensifikasi adalah usaha peningkatan hasil produksi dengan menambah faktor


produksi.

Rekonstrusi sektor energi adalah penerapan mekanisme pasar yang didasarkan


pada kerangka peraturan perundang-udangan dan ketertiban yang baru.
KEN disusun sebagai pedoman pengelolaan energi guna mewujudkan
kemandirian dan ketahanan energi sebagai sisten pendukung proses pembangunan
nasional.

Sumberdaya dibagi lagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut;

Sumberdaya hipotetik (hypothetical resource) adalah jumlah bahan galian di


daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-
syarat yang ditetapkan untuk tahap survei tinjau.

Sumberdaya tereka (inferred resource) adalah jumlah bahan galian di daerah


penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang
ditetapkan untuk tahap prospeksi.

Sumberdaya terunjuk (indicated resource) adalah jumlah bahan galian di


daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat
yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan.

Sumberdaya terukur (measured resource) adalah jumlah bahan galian di


daerah penyelidikan yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat
yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci.

Sedangkan Cadangan (Reserve) menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)


adalah endapan mineral atau batubara yang telah diketahui ukuran, bentuk,
sebaran, kuantitas dan kualitasnya dan yang secara ekonomis, teknis, hukum,
lingkungan dan sosial dapat ditambang pada saat perhitungan dilakukan.

Cadangan juga dibagi kedalam beberapa kategori antara lain;

Cadangan terkira (probable reserve) adalah sumberdaya bahan galian terunjuk


dan sebagian sumberdaya bahan galian terukur, tetapi berdasarkan kajian
kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat
dilakukan secara layak.
Cadangan terbukti (proven reserve) adalah sumberdaya bahan galian terukur
yang berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi
sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak.

ANALISA KELAYAKAN

1. Aspek teknis

Analisis ini pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk mempelajari kebutuhan-
kebutuhan teknis, biaya-biaya produksi dari berbagai alternatif dan menilai
pemenuhan dan penyediaan kebutuhan-kebutuhan teknis proyek tersebut pada
berbagai alternatif.

bertujuan untuk menggali informasi mengenai estimasi biaya teknis proyek yang
meliputi:

Investasi tetap (tanah lokasi, bangunan pabrik dan bangunan lainnya, serta
mesin dan pemasangannya).

Biaya dan pengeluaran produksi (bahan baku, bahanpenolong, tenaga kerja


langsung, biaya pabrik tidak langsung).

Biaya masa percobaan atau uji coba

Faktor-faktor lain yang berkaitan dengan fasilitas yang dibutuhkan proyek,


misalnya fasilitas penunjang, yaitu: jalan raya, pelabuhan udara, laut, jalan
kereta api, air, listrik, komunikasi dan lain-lain.

2. Aspek Ekonomi dan Keuangan

Nilai Sekarang Bersih (NPV),

Tingkat Pengembalian Internal (IRR),

Rasio Biaya dan Manfaat (BCR)

Pendekatan Titik Impas (BEP)


Analisis Sensitivitas (SA)

4. Aspek Lingkungan

Upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagai langkah awal


didasarkan terhadap dampak hipotesis/teoritis yang diperkirakan akan
menimbulkan perubahan mendasar terhadap komponen/parameter
lingkungan baik pada tahap prakonstruksi, konstruksi maupun
pascakonstruksi.

Konsep Ekonomi Energi

Ekonomi Energi merupakan konsep komprehensif yang ditelurkan oleh


PBB sebagai salah satu inisiatif dalam upaya mengatasi krisis ekonomi
global.

Secara umum, Ekonomi Energi merupakan sebuah model ekonomi yang


menitikberatkan kepada upaya memperbaiki tingkat hidup manusia dan
secara bersamaan mengurangi dampak kerusakan lingkungan.